Ngopeni Ngelakoni

News, Ngopeni Ngelakoni, Pesantren Obah

Wagub Jateng Kunjungi Ponpes Gontor yang Dilanda Musibah, Salurkan Bantuan 120 Juta

MAGELANG  – Senin, 28 April 2025, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) terjun langsung meninjau lokasi Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor, Kampus 5 Darul Qiyam, yang tertimpa longsor di Kabupaten Magelang. Musibah alam ini menyebabkan 4 santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.  Dalam kunjungan itu, Gus Yasin menjenguk dan berkomunikasi dengan santri yang dirawat jalan di lingkungan pondok pesantren. Selain itu juga menyalurkan santunan kepada keluarga empat korban meninggal dunia senilai total Rp40 juta. Kemudian biaya perbaikan bangunan senilai Rp 50 juta. Total Rp 90 juta.  Selain itu penanganan dampak bencana melalui Dinas Sosial dan BPBD Jateng senilai Rp31.038.000 dalam bentuk logistik bahan pangan.  Gus Yasin ingin mengetahui dengan mendengar langsung dari pihak-pihak terkait kronologi kejadian yang menyebabkan 4 santri meninggal dunia, dan 25 lainnya luka berat dan ringan, pada Jumat 25 April 2025. “Murni ingin mengunjungi, melihat, dan memastikannya. Saya ingin mendengar secara langsung, karena berita yang di luar sana ada yang bilang tower (ambruk) dan macam-macam. Kami ingin melihat itu,,” kata dia. Sebagai informasi, pada Jumat, 25 April 2025 siang, talud dengan ketebalan sekitar 50 cm, tinggi 3 meter, dan panjangnya sekira 10 meter di lokasi tersebut ambrol. Bangunan itu menimpa puluhan santri yang sedang antri mandi untuk persiapan salat Jumat. Posisi santri berada di selasar antara talud penyangga bak air beton dan bangunan kamar mandi. Di lorong itu, sejumlah santri dalam kondisi terjepit, dan lainnya di dalam terjebak di kamar mandi.  Gus Yasin menjabarkan kondisi lokasi musibah saat ini yang masih dalam proses pembersihan. Diharapkannya, secepat mungkin bangunan yang runtuh itu bisa dibersihkan. Adapun langkah Pemprov Jateng, kata dia, ingin mengambil masukan dan kajian dari sisi geologi bagaimana kondisi tanah di lokasi tersebut.  “Bagaimana konstruksi tanahnya, penanganannya. Nah ini yang harus dikoordinasikan,” ucap pria kelahiran Kabupaten Rembang tersebut. Adapun dari keterangan yang didapat pihak pesantren, Gus Yasin mengungkapkan, bila lokasi musibah ke depan akan dialihfungsikan lapangan untuk menunjang kegiatan yang lain. Pihaknya menerangkan, sejumlah korban saat ini sudah bisa dilakukan rawat jalan di pesantren. Terdapat 29 korban, di mana empat santri meninggal dunia. “Korbannya 29 santri. 20-nya luka ringan, lima perawatan intensif, yang empat syahid,” kata Gus Yasin. Gubernur Jawa Tengah,  Ahmad Luthfi mengatakan  seluruh stakeholder telah memberikan bantuan. Mulai BUMD di Jawa Tengah dan BAZNAS Jateng. Bahkan Bupati juga sudah turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi. “Saya sebagai Gubernur ikut berbelasungkawa sedalam-dalamnya dan mendoalkan adik-adik yang menjadi korban (meninggal) Husnul Khotimah. Hari ini (Senin 28 April), Pemprov Jateng sudah turunkan tim lengkap untuk verifikasi dan melakukan bantuan kepada korban. Gus Yasin juga sudah ke sana,” katanya  usai memimpin Musrenbangwil di Pendopo Kabupaten Magelang, Senin, 28 April 2025.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Besok, Luthfi-Yasin Kumpulkan 7.810 Kades untuk Sekolah Anti Korupsi Jateng

SEMARANG – Sebanyak 7.810 kepala desa di seluruh Jawa Tengah akan tumplek blek di Kota Semarang. Sesuai instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Taj Yasin, para kades itu wajib mengikuti Sekolah Anti Korupsi. Sekolah Anti Korupsi dengan tagline “Ngopeni Nglakoni Desa Tanpo Korupsi” itu akan digelar di GOR Indoor Kompleks Stadion jatidiri Kota Semarang pada Selasa 29 April 2025. Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, kegiatan itu penting bagi orang nomor satu di desa di seluruh Jawa Tengah. Dalam memimpin desa, mereka wajib mengetahui aturan-aturan pokok sehingga tidak melanggar ketentuan sebagaimana perundang-undangan. “Kita akan kumpulkan Kades. Ini sebagai upaya preventif dan preemtif terkait tindak pidana korupsi,” kata Ahmad Luthfi, Senin 28 April 2025. Pada acara itu, seluruh kades akan diberikan pembekalan pembangunan, khususnya di pedesaan. Sehingga anggaran yang dimiliki bisa digunakan tepat sasaran dan tidak melanggar aturan. Sebagai pembicara kunci (keynote speaker) pada acara itu adalah Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto. Narasumber selanjutnya adalah Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Pol Arif Budiman, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng Tri Handoyo, dan Jaksa Fungsional Kejati Jateng, Sugeng. Sementara itu sebagai moderator adalah Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, Siti Farida. “Kita undang dari KPK, Ombudsman, Kejaksaan, Kepolisian dan BPKP. Berikan pembekalan pada para kades dalam pembangunan yang taat aturan,” tandasnya. Ahmad Luthfi menekankan bahwa pembangunan di desa di Jawa Tengah mesti maksimal. Alasanya, desa bisa menjadi pusat perekonomian. Terlebih lagi banyak potensi yang bisa dikembangkan di masing-masing daerah. Acara yang akan dimulai pukul 08.00 WIB tersebut juga bakal disiarkan secara langsung melalui streaming di channel youtube Pemprov Jateng.***

Ngopeni Ngelakoni

Sambangi Perpustakaan Daerah, Bunda Literasi Jawa Tengah Ning Nawal Sempatkan Berdialog dengan Pengunjung

SEMARANG – Rita, warga Jangli Kota Semarang, tampak menyusuri sudut-sudut Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah, Senin (28/4/2025). Pandangannya tertuju pada pojok Pusaka atau Pusat Unggulan Naskah Nusantara. Berbagai buku sejarah kuno ada di tempat tersebut, termasuk buku bertuliskan huruf jawa, maupun arab. “Ini Al-Qur’an kuno nih, huruf arabnya tulis tangan,” ujarnya, kepada teman di sebelahnya. Penjaga di perpustakaan itu pun langsung menimpali, “Itu naskah Syarah Al Iman, yang ditulis ulama Rifai Kalisalak Batang.” Mengetahui hal tersebut, Rita pun tersenyum. “Oh, ternyata bukan Al-Qur’an. Oiya, ini juga ada penjelasan di bawahnya. Ternyata literasi itu penting, biasakan membaca dulu,” ujarnya. Kedatangannya ke perpustakaan semakin lengkap, dengan kedatangan Bunda Literasi Jawa Tengah yang juga Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin. Di tempat itu, Ning Nawal juga meninjau setiap ruangan yang ada. Mulai dari Ruang Anak dan Remaja, Ruang Baca Difabel, Ruang Belajar Modern, hingga Ruang Layanan Dewasa. Dia juga menyempatkan berdialog dengan sejumlah pengunjung. Salah satunya Muniroh, mahasiswa Teknologi Pendidikan dari Universitas Negeri Semarang. Menurut Muniroh, Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah sekarang lebih nyaman untuk mengerjakan tugas. “Cari referensinya mudah. Biasanya saya ke perpus kampus. Tapi di sini (Perpusda), lebih enak karena lebih dekat dari rumah,” ungkap mahasiswa semester akhir ini. Kenyamanan berada di perpustakaan juga disampaikan Okta, dosen Universitas Terbuka yang tinggal di Pedurungan. “Tempatnya bagus, nyaman, tapi koleksinya perlu ditambah lagi, buku-buku yang baru,” ujarnya. Tak hanya itu, Nawal juga menyapa 33 anak TK PGRI 36 Semarang. Nawal juga memberikan buku cerita kepada anak-anak itu, dan disambut celoteh ceria bocah cilik tersebut. Bunda Literasi Nawal Arafah Yasin, menyampaikan apresiasi terhadap fasilitas yang ada di perpustakaan tersebut. Menurutnya, tempat itu sangat menarik karena ada ruang untuk remaja dan anak. Di samping bisa baca, disediakan juga berbagai permainan di sini. Jadi, mereka akan betah. “Ayo anak-anak di Jateng khususnya, kita berkunjung ke Perpustakaan Jawa Tengah, di sini sudah ada ruang untuk audio visualnya juga. Jadi nanti adik-adik bisa melihat film di sini, kemudian bisa baca buku juga, dan yang menarik lagi ada ruang untuk difabel. Jadi ada banyak buku yang menggunakan braile, dan di sini juga e-book-nya lengkap,” beber Ning Nawal. Dia mendorong e-book bisa diakses di titik-titik baca yang berada pada ruang publik, seperti terminal, Samsat, dan lainnya. Termasuk, membagikan ke kabupaten/ kota, agar bisa diakses di ruang publik mereka. Selain e-book, imbuh Nawal, yang menarik lagi ada;ah sudut Pusaka, Pusat Unggulan Naskah Nusantara. Di tempat itu terdapat sejumlah naskah kuno. Salah satunya, Babad Diponegoro yang masih ditulis menggunakan bahasa pegon. Ada pula yang sudah dialihmediakan, supaya yang tertulis di kertas-kertas yang rusak bisa terdokumentasi. Masih banyak karya-karya ulama nusantara juga yang akan dibawa ke perpustakaan, sehingga dapat terus mengembangkan literasi di Jawa Tengah. “Kami berharap perpustakaan bisa menambah koleksi buku, karena masih banyak yang belum tersedia di sini. Mengenai pengunjung ini sudah banyak, tapi tadi setelah kami menyapa, mereka mengatakan koleksinya mungkin ditambah lagi,” sorotnya. Sementara, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, Defrancisco Dasilva Tavares, menambahkan, layanan perpustakaan tersebut beragam. Pengunjung bisa membaca langsung di lokasi, mengakses melalui online, melihat naskah kuno yang menjadi catatan sejarah. “Jumlah buku sekitar 250 ribu judul, belum termasuk yang secara online bisa diakses. Rata-rata setiap tahun 7.000-an pengunjung. Kami juga menyediakan pojok baca, sekarang di Samsat-Samsat punya pemprov. Tapi, dulu hardcopy, sekarang mengarah digital, karena buku banyak hilang terbawa,” tuturnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Ning Nawal: Hindari Penipuan dan Kejahatan, Perempuan Dituntut Kuasai Literasi Keuangan

SEMARANG – Perempuan sebagai “menteri keuangan” di lingkup keluarga, diharapkan dapat menguasai literasi atau pengetahuan terkait keuangan, khususnya dalam hal perencanaan. Sehingga, dia dapat mengelola keuangan keluarganya dengan lebih baik. Hal itu ditekankan Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I (Ning Nawal), saat Webinar Edukasi Keuangan dalam Rangka Peringatan Hari Kartini, yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Tengah, secara daring, Senin (28/4/2025).  Menurutnya, indeks literasi keuangan masyarakat Indonesia masih terhitung rendah. Berdasarkan laporan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) OJK Tahun 2022, tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia sebesar 49,68 persen. Dan berdasarkan gender, indeks literasi keuangan perempuan masih dibawah indeks literasi laki-laki, di mana indeks literasi keuangan perempuan sebesar 36,13 persen, sementara indeks literasi laki-laki mencapai 39,94 persen.  Bahkan, imbuh Ning Nawal, dalam sejumlah literatur, tingkat literasi perempuan berada pada level less literate, yaitu memiliki tingkat pengetahuan yang terbatas tentang sistem, lembaga, produk, dan jasa keuangan.  “Perempuan mungkin tahu perbankan, dan tabungan. Tetapi, perempuan belum memiliki pemahaman yang mendalam tentang cara kerja lembaga, produk, dan jasa keuangan serta manfaat dan risiko-risikonya. Sehingga, perempuan tidak banyak yang memanfaatkan sistem, lembaga, produk dan jasa keuangan untuk kepentingan kemandirian ekonomi dan keuangan perempuan,” bebernya.  Ning Nawal menyampaikan, beragam tantangan yang mengakibatkan tingkat literasi keuangan perempuan masih rendah ketimbang laki-laki. Yakni, ketidakadilan gender yang dialami perempuan, seperti dihadapkan pada beban ganda bekerja dan mengurus rumah tangga, namun bukan pengambil keputusan utama, terutama pada urusan besar. Tantangan berikutnya, jenis pekerjaan dan penghasilan perempuan yang rendah. Pada 2023, jumlah perempuan tenaga profesional di Jawa Tengah hanya sebesar 50,00 persen. Kemudian sumbangan pendapatan perempuan di Jawa Tengah masih dibawah angka nasional, yaitu hanya 35,21 persen. Angkatan kerja perempuan di Jawa Tengah juga masih jauh di bawah angkatan kerja laki-laki. Berdasarkan Profile Gender 2023, angkatan kerja perempuan hanya sebesar 58,31, sementara angkatan kerja laki-laki mencapai 83,74. “Tantangan ketiga, adalah akses informasi dan pengetahuan keuangan yang rendah. Perempuan masih jarang mendapatkan kesempatan pelatihan-pelatihan terkait dengan keuangan. Perempuan juga sering menjadi target kejahatan terkait perbankan dan keuangan, seperti penipuan, pencucian uang, jeratan hutang online, kredit online ilegal, investasi bodong, peretasan/pencurian data, dan sebagainya,” ungkapnya. Dengan kondisi tersebut, menurut Ning Nawal, literasi atau pengetahuan terkait keuangan, khususnya perencanaan keuangan, penting dan bermanfaat bagi perempuan. Di antaranya, mereka menjadi mandiri secara keuangan, karena tidak bergantung secara keuangan kepada pihak lain. Kemudian memiliki masa depan yang aman, karena memiliki perencanaan keuangan untuk hari tua atau pension, seperti memiliki tabungan, asuransi, investasi, property, dan sebagainya. Mereka juga memiliki kesempatan pengembangan diri yang baik, sebab mampu membiayai sekolah/pendidikan tinggi.  “Yang lebih penting, mereka lebih siap terhadap perubahan kondisi ekonomi dan krisis, seperti kondisi ekonomi global saat ini, yaitu perang tarif antar negara maju yang berdampak ke perekonomian Indonesia termasuk UMKM,” katanya. Ning Nawal menyampaikan, beberapa usaha dapat dilakukan untuk meningkatkan literasi keuangan pada perempuan. Antara lain, memberlakukan kebijakan afirmasi dengan menjadikan perempuan sebagai target atau sasaran prioritas, khusus untuk program penguatan literasi keuangan. Kemudian memperluas pelatihan tentang sistem keuangan, pengelolaan keuangan termasuk pengelolaan keuangan keluarga dan UMKM/Koperasi, investasi, tabungan, serta perencanaan keuangan hari tua atau pensiun. “Mereka juga mesti mendapat perlindungan dari kejahatan keuangan dan perbankan, seperti penipuan, pencucian uang, jeratan hutang, peretasan data, investasi bodong, pinjaman online ilegal, dan lain-lain. Juga meningkatkan kerja sama dengan organisasi-organisasi perempuan seperti TP PKK, Fatayat, Muslimat, Aisiyah, WKRI, dan lainnya untuk pelatihan-pelatihan literasi keuangan,” tandas dia. Direktur Pengawasan OJK Jawa Tengah, Tisa Retnani menambahkan, dengan perkembangan teknologi saat ini, dunia terasa dalam genggaman. Karenanya, dibutuhkan literasi, pemahaman keuangan menjadi penting. Sehingga, para perempuan menjadi lebih cerdas dalam mengelola keuangan. Dia mengibaratkan bapak sebagai kepala keluarga atau presiden, telah gigih mencari uang. Jika perempuan sebagai menteri keuangan tidak bisa mengelola dengan baik, apa yang sudah didapatkan tetap tidak akan cukup. Sebaliknya, jika keuangan dikelola dengan baik, bukan hal yang tidak mungkin apa yang diinginkan akan tercapai, meski ada keterbatasan anggaran.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Serahkan Santunan Rp 56,6 juta kepada Ribuan Driver Elf di Magelang

MAGELANG – Sekitar 1.500 anggota Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) dari berbagai daerah berkumpul dalam Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) ke-5 di Taman Wisata Umbul Banyu Roso, Tempuran, Magelang, Minggu, 27 April 2025. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) , yang hadir dalam acara ini mengapresiasi semangat kebersamaan para driver yang tergabung dalam komunitas tersebut. “Terima kasih sudah memilih destinasi wisata di Jawa Tengah. Ini bukan hanya memajukan pariwisata, tapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi desa,” kata Gus Yasin. Dalam acara tersebut, juga diserahkan berbagai bantuan. Mulai dari Santunan Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua sebesar Rp 42,6 juta dan Santunan Kecelakaan Kerja sebesar Rp 14 juta kepada anggota KDEMI. Total santutan Rp 56,6 juta.  Gus Yasin mengapresiasi tingginya kesadaran anggota KDEMI yang mendaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan dan kesehatan.  Selain itu diserahkan pula bantuan tabungan dari Bank Jateng, hingga paket sembako dari Baznas Jawa Tengah. Adapun dukungan yang diberikan melalui Bank Jateng, diharapkan bisa terus ditingkatkan untuk pengembangan usaha para anggota KDEMI. Selain itu, Gus Yasin menyampaikan apresiasinya terhadap peran para driver yang ikut memperlancar distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. “Dulu hanya driver Elf, sekarang sudah merambah ke angkot, supir bus, hingga driver distribusi. Ini sangat membantu mobilitas warga,” ujarnya. Ketua Pembina KDEMI, Andi Ramadan, menyampaikan rasa syukur atas dukungan penuh dari pemerintah provinsi. Ia menegaskan bahwa komunitasnya siap mendukung berbagai program pemerintah ke depan. “Kami sangat berbahagia bisa didukung penuh oleh Pak Taj Yasin. Komunitas kami tersebar di enam provinsi dengan anggota mencapai 15 ribu. Ke depan, kami ingin terus bersinergi, berkontribusi untuk kesejahteraan anggota dan mendukung pembangunan,” kata Andi. Andi juga menekankan bahwa solidaritas dan silaturahmi menjadi fondasi utama KDEMI. “Komunitas ini tidak hanya soal kendaraan, tapi juga menjunjung tinggi solidaritas dan silaturahmi. Harapannya, ke depan kolaborasi dengan provinsi, kabupaten, dan pemerintah setempat semakin erat,” ujarnya. Peringatan ke 5 terbentuknya organisasi tersebut juga dimeriahkan dengan bakti sosial serta donor darah. Untuk itu, program Speling atau Spesialis Keliling juga dihadirkan guna skrining kesehatan anggota dan keluarga KDEMI.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Speling Hadir di Kopdarnas KDEMI, 5 Orang Terdeteksi TB di Magelang 

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan momentum Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) ke-5 Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) untuk memperkuat program kesehatan masyarakat, salah satunya lewat program Speling (Dokter Spesialis Keliling). Yang tugasnya melakukan cek kesehatan gratis masyarakat.  Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengungkap dari hasil skrining kesehatan dalam acara ini, ditemukan lima orang dari 15 peserta terindikasi terpapar tuberkulosis (TBC). “Ini harus segera ditindaklanjuti. Kelima orang ini akan kami obati hingga tuntas selama enam bulan. Ini bagian dari tugas kita menyelamatkan masyarakat,” kata Gus Yasin saat memberikan sambutan di Taman Wisata Banyu Roso, Tempuran, Magelang, Minggu, 27 April 2025. Dari temuan ini, lanjut Gus Yasin, maka selanjutnya akan dilakukan skrining terhadap seluruh anggota keluarga untuk mencegah penyebaran. “Kalau ada satu yang kena, seluruh keluarga harus diskrining. Penyakit ini tidak bisa dibiarkan karena bisa membahayakan tidak hanya penderitanya tapi juga lingkungan sekitar,” tegasnya. Selain isu TBC, Gus Yasin yang sempat berinteraksi dengan seorang anak di layanan kesehatan jiwa mengingatkan pentingnya lebih memperhatikan kesehatan jiwa, terutama pada anak-anak dan remaja. Ia mendorong agar sekolah-sekolah di Jawa Tengah lebih serius mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa melalui kolaborasi guru BK, psikolog, dan tenaga medis. “Kita perlu memastikan anak-anak mendapatkan perhatian khusus. Masalah kesehatan jiwa harus kita ungkap dan tangani bersama,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga berterima kasih kepada para relawan kesehatan yang aktif melakukan edukasi dan layanan skrining, serta mengajak masyarakat untuk tidak malu atau takut melakukan pemeriksaan. “TBC bisa diobati. Yang penting, minum obatnya rutin dan jangan putus,” pesannya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menuturkan koordinasi sudah dilakukan untuk menindaklanjuti temuan tersebut. “Kami berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan seterusnya lewat puskesmas untuk skrining pada keluarga. Selain itu juga kami akan koordinasi dengan provinsi lainnya karena organisasi ini gabungan 6 provinsi,” ujarnya. Program Speling sendiri diharapkan menjadi gerakan yang semakin masif di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk mempercepat deteksi dini berbagai penyakit menular.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Ajak Muslimat NU Semangat Jaga Kekompakan, Apresiasi Kontribusi di Sektor Ekonomi dan Pendidikan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak seluruh anggota Muslimat NU untuk terus menjaga semangat dan kekompakan organisasi. “Organisasi ini sudah sehat. Tambah usia, tambah semangat, itu tandanya sehat,” katanya yang akrab disapa Gus Yasin itu saat menghadiri Pengajian Akbar Hari Lahir ke-79 Muslimat NU di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Klero, Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu 27 April 2025. Ia menegaskan, membangun organisasi harus dilakukan bersama-sama. Gus Yasin mengingatkan pentingnya keteladanan dalam berorganisasi, sebagaimana diajarkan para ulama. “Saya diajari guru saya, bapak saya juga ngajari, bahkan Kanjeng Nabi mengajarkan. Kalau mau bicara (meminta melakukan sesuatu), harus melakukan dulu, baru disampaikan,” tegasnya. Terkait itu, sebagai pemimpin Gus Yasin menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan tugas sebagai pejabat publik. “Atas nama pribadi dan pemerintah, saya minta maaf. Pemimpin itu paling banyak salahnya, karena semua orang punya harapan, sementara saya tidak bisa memenuhi semua keinginan masyarakat sebagai manusia biasa,” ucapnya mengakhiri sambutan. Dalam wawancara, Taj Yasin menyebut kontribusi Muslimat NU sangat besar, terutama dalam mendorong perekonomian lokal melalui UMKM dan sektor pendidikan. “Banyak anggota Muslimat yang membuka peluang usaha, bahkan lewat RA (Raudhatul Athfal) mereka juga berkontribusi dalam pendidikan anak usia dini. Ini patut kita apresiasi,” ungkapnya. Ia juga memuji kemandirian Muslimat NU Kabupaten Semarang yang tidak bergantung pada pemerintah daerah dalam menjalankan kegiatan, bahkan membawa bekal sendiri dari rumah. “Ini sangat luar biasa, kegiatannya berdampak juga terhadap perekonomian lokal. Selamat untuk Muslimat NU di usia ke-79, semoga semakin jaya,” tutup Gus Yasin. Acara semakin meriah, tatkala Gus Yasin mengumumkan bahwa dirinya turut memberikan hadiah sebagai apresiasi yakni umrah yang akan diundi bagi satu peserta acara. Acara Pengajian Akbar ini dihadiri lebih dari 10 ribu jamaah Muslimat NU se-Kabupaten Semarang. Gus Yasin hadir didampingi Ketua TP PKK Jateng Hj. Nawal Arafah Yasin. Selain itu hadir pula Bupati Semarang Ngesti Nugraha beserta istri, Wakil Bupati sekaligus Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Semarang Nur Arifah, serta Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH Yusuf Chudlori dan sejumlah pengurus organisasi NU setempat. Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Semarang, Nur Arifah, dalam laporannya menyebutkan bahwa organisasi telah memenuhi legalitas kepemilikan tanah melalui wakaf, infaq, dan sedekah dari para anggota. Ia juga menyampaikan pembangunan Gedung Muslimat dan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) telah selesai tahap pertama dan akan dilanjutkan ke tahap kedua yang mencakup pembangunan kantor, pagar keliling, paving, dan kanopi penghubung antarbangunan. Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi peran Muslimat NU yang dinilainya turut mendorong turunnya angka stunting secara signifikan. yang di tahun 2023 sebesar 18,1 persen “Tahun 2023 sebesar 18,1 persen, di tahun 2024 kemarin menjadi 4,35 persen, ini berkat bantuan ibu-ibu semua,” ujarnya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Luthfi-Yasin Berhasil Kembalikan Status Bandara Ahmad Yani Jadi Internasional

SEMARANG – Upaya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin untuk mengembalikan status Bandara Jendral Ahmad Yani menjadi internasional membuahkan hasil. Per 25 April 2025, bandara yang berlokasi di Kota Semarang itu kembali berstatus menjadi bandara internasional. Penetapan kembalinya status ini, tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan  Nomor 26 tahun 2025. Hal ini sekaligus sebagai kado yang indah di hari ke-64 Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen memimpin Jateng. Sejak masa kampanye Pilkada 2024, Ahmad Luthfi-Taj Yasin sudah menjadikan peningkatan status Bandara A Yani tersebut menjadi prioritas. “Alhamdulillah, sesuai Keputusan Menhub statusnya sudah internasional. Ini berkat kerja keras semua stakeholder,” kata Ahmad Luthfi, Sabtu 26 April 2025. Senada dengan Ahmad Luthfi, Taj Yasin menyatakan bahwa bandara yang kini telah kembali berstatus internasional akan meningkatkan pariwisata dan membuka peluang kerja di Jawa Tengah. “Hal ini akan mendorong pertumbuhan wisata dan menciptakan lapangan kerja di Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin.  Status internasional ini begitu strategis bagi Jawa Tengah. Dengan kembalinya status sebagai bandara internasional, maka memberi kemudahan akses kepada investor yang berinvestasi di Jateng, & meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan Nasional. Dengan status internasional tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia-Bandara Jendral A Yani Semarang sudah komunikasi dengan Maskapai Air Asia untuk mempersiapkan pembukaan rute internasional. Maskapai Air Asia sudah memberikan respon positif. Berdasarkan kajian PT Angkasa Pura Indonesia, rute untuk Maskapai Air Asia adalah Singapura dan Malaysia. PT Angkasa Pura Indonesia-Bandara Jendral Ahmad Yani Semarang juga akan memberikan penawaran rute internasional kepada Maskapai Scoot dan Malindo. Di sisi lain, infrastruktur maupun personil CIQ (Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina) sudah siap beroperasi. Alasanya, per November 2024, Bandara Jendral Ahmad Yani sudah melayani penerbangan kargo internasional. Persiapan operasi layanan rute internasional sekitar tiga bulan. Ahmad Luthfi-Taj Yasin berharap keberadaan Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani menjadi daya ungkit perekonomian Jateng.***

Ngopeni Ngelakoni, Pesantren Obah

Gus Yasin Minta “Jaga Bumi Aswaja” Mendoakan Pemerintahanya Berjalan Baik dan Terhindar dari Masalah

SEMARANG –  Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, ingin masyarakat mendoakan pemerintahannya agar berjalan dengan baik ke depannya. Hal itu disampaikannya saat menyampaikan Mauidhoh Hasanah pada acara halalbihalal dan peringatan hari lahir Jamaah Gabungan Ulama dan Masyarakat Islam Ahlus Sunnah Wal Jamaah (Jaga Bumi Aswaja) ke-2, di Yayasan Roudlotus Saidiyyah, Kalialang Baru, Sukorejo, Gunungpati, Kota Semarang, Jumat malam, 25 April 2025.   Taj Yasin punya harapan, agar doa itu bisa jadi energi dorongan dan membantu pemerintah dalam menjalankan amanah tugas-tugasnya. “Ya tentu untuk masyarakat saya titipkan agar senantiasa didoakan supaya di pemerintahab bisa berjalan dengan baik, pembangunan baik. Dihindarkan dari masalah-masalah, utamanya adalah gratifikasi, suap, dan sebagainya ” katanya. Lebih lanjut, Taj Yasin bilang, kehadiran Jaga Bumi Aswaja sebagai sebuah wadah majelis taklim dan majelis dzikir. Tujuannya untuk membentengi masyarakat dari perilaku tidak baik, dan untuk senantiasa menjaga iman kepada Allah SWT.  “Tidak kalah penting bagaimana merefleksikan agama ini dengan wasathiyah (ketegaaan seseorang untuk bersikap adil) , toleransi, dan bisa mengajak untuk berbagi. Nah ini yang kita harapkan,” kata Taj Yasin, sosok kelahiran Kabupaten Rembang tersebut. Pendiri Jaga Bumi Aswaja, M Said Al Masyhad, berharap kegiatan yang dilakukan bisa menggapai tujuan menentramkan umat. “Insya Allah tentramkan umat, mendamaikan, semoga selamat semuanya dengan wasilah lafaz dzikir, dan khataman Al Quran. Ini dari Kota Semarang (harapannya) ke seluruh Jawa Tengah, dan Indonesia,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Sambut Panitia Waisak-Thudong, Gus Yasin: Wujud Toleransi dan Kepedulian Lintas Iman di Jateng

SEMARANG– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (Gus Yasin), menerima audiensi panitia perayaan Waisak dan perjalanan suci Thudong di ruang kerjanya, Jumat 25 Apeil 2025. Pertemuan ini menjadi bagian dari persiapan perayaan Waisak Nasional yang akan dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. “Pada hari ini saya berkesempatan untuk bersilaturahim dengan saudara-saudara kita yang ada di Walubi. Waisak ini menjadi sentral di Jawa Tengah karena ada Borobudur, dan salah satunya adalah Thudong yang membawa berkah ke daerah-daerah,” ujar Gus Yasin. Ia menyampaikan bahwa para Bhante yang melakukan Thudong dan dijadwalkan tiba di Semarang pada 6–7 Mei mendatang akan disambut hangat di Kantor Gubernur. Hal ini, menurutnya, menjadi momentum penting dalam memperkuat semangat kebersamaan dan kolaborasi lintas agama. “Insya Allah nanti akan kita sambut juga di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada tanggal 7. Saya senang kegiatan Waisak ini juga menyertakan bakti sosial, selaras dengan program Pemprov seperti Spesialis Keliling,” tambahnya. Gus Yasin menyatakan dukungannya dan memastikan Pemprov Jateng serta pemkab/pemkot akan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan agar kegiatan ini dapat berjalan lancar. “Kita harus kawal dengan baik dan pastikan perjalanan Thudong sampai hari H benar-benar lancar. Terima kasih kepada kawan-kawan Buddha yang tiap tahun menggelar bakti sosial tanpa melihat siapa, tetapi murni karena kemanusiaan,” pungkasnya. Ketua DPD Walubi Jawa Tengah, Tanto Harsono, menyampaikan rasa syukurnya karena bisa diterima langsung oleh Taj Yasin. “Kami sangat bersyukur hari ini bisa diterima, kami selaku panitia Waisak dan Thudong nasional,” ujarnya didampingi Karuna dan Prajna Murdaya serta sejumlah bhante dan pengurus Walubi. Tanto juga menjelaskan rangkaian kegiatan Waisak akan dimulai sejak 4 Mei dengan karya bakti di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal, Semarang. Dilanjutkan dengan bakti sosial pengobatan gratis pada 10–11 Mei di Zona 2 Candi Borobudur, yang ditargetkan melayani 7.000–8.000 warga dalam dua hari. Pelayanan meliputi operasi katarak, bibir sumbing, bedah minor, serta layanan dokter gigi, mata, dan umum. “Beberapa tahun terakhir fokus kami di katarak dan gigi karena layanan umum sudah tercover BPJS,” jelasnya. Acara puncak Waisak akan berlangsung pada 12 Mei dengan kirab dari Candi Mendut ke Candi Borobudur mulai pukul 14.00, pelepasan lampion pada pukul 21.00, dan detik-detik Waisak pada pukul 23.55.29 WIB. Rombongan Thudong sendiri akan masuk ke Semarang pada 6 Mei sore dan menginap di kawasan Gang Lombok, kemudian pada 7 Mei melanjutkan perjalanan hingga tiba di Magelang. Rute perjalanan para Bhante Thudong di Indonesia dimulai dari Jakarta dan melintasi beberapa kota, antara lain: Bekasi, Cikarang, Karawang, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Kendal, Semarang, Ungaran, Ambarawa, dan Magelang, sebelum mencapai Candi Borobudur.***

Scroll to Top