Pesantren Obah

Pesantren Obah

Kabar Gembira! Tanggal 18 Februari Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren Jawa Tengah Dibuka

SEMARANG -Kabar gembira. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengumumkan dibukanya Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren 2026. Ada lima jenis beasiswa yang dibuka khusus untuk para santri yang berasal dari Jawa Tengah ini. Pendaftaran mulai tanggal 18 Februari 2026 dan berakhir 1 Agustus 2026. Pengumuman ini disampaikan Ketua Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah, Prof Dr KH Hasyim Muhammad, Kamis, 4 Februari 2026, di Lobby Gedung A Lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah Semarang. “Berdasarkan keputusan gubernur Jateng, LFSP diamanatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan Islam dan memberikan akses pendidikan tinggi bagi santri melalui pemberian beasiswa,” jelas Prof Hasyim. Prof Hasyim, sapaan akrabnya, mengatakan, ada lebih dari 5.000 pesantren di Jawa Tengah, merupakan modal besar dalam pembangunan daerah. Namun demikian, pendidikan tinggi untuk kalangan santri belum optimal, disebabkan karena kondisi dan ekonomi santri yang masih terbatas. Provinsi Jawa Tengah, lanjutnya, memiliki sumber daya manusia yang potensial. Ini sekaligus tantangan dalam meningkatkan kemajuan daerah dan kesejahteraan rakyat. Upaya dalam meningkatkan kualitas SDM adalah melalui akses pendidikan tinggi. “Terbitnya Pergub Jateng Nomor 17 Tahun 2025, menjadi landasan hukum kuat untuk memberikan fasilitasi dalam peningkatan SDM santri melalui berbagai program,” katanya. Pada kesempatan yang sama, Bidang Beasiswa dan Pelatihan LFSP, Prof Akhmad Syakir Kurnia menjelaskan, pendaftaran akan dibuka pada tanggal 18 Februari 2026 dan berakhir pada 1 Agustus 2026. Beasiswa ini terdiri dari lima jenis, meliputi, Santri Vokasi dan S1 dalam negeri, Santri Vokasi dan S-1 Luar Negeri, Program Studi S 1 Luar Negeri (Double Degree), Program Studi S1 Luar Negeri (Bidang Keislaman) di Al Azhar Mesir, Al Ahqof dan Imam Syafi’i Yaman, serta beasiswa pengasuh pesantren program S2 dan S3 Dalam Negeri. “Tata cara mengenai syarat pendaftaran dapat diakses melalui aplikasi JNN – Jateng Ngopeni Nglakoni yang bisa diunduh melalui Playstore atau Appstore, dan petunjuk teknis pendaftaran juga bisa diunduh melalui Website Pemprov Jateng, www.jatengprov.go.id,” jelasnya. Prof Syakir menambahkan, beasiswa santri ini sangat menarik, karena membuka peluang bidang pendidikan yang luas. Antara lain kedokteran, pertanian, sains, teknologi, teknik, matematika, serta bidang keislaman. Adapun negara yang menjadi tempat menempuh ilmu, antara lain, Jepang, Korea Selatan, Cina, Taiwan, Malaysia, Thailand, Filiphina, atau negara lain yang memenuhi kriteria LFSP. “Mahasiswa yang memenuhi syarat akan mendapatkan manfaat bantuan UKT, biaya hidup per bulan bagi mahasiswa luar negeri, bantuan untuk visa, tiket PP ke negara tujuan, serta asuransi per bulan,” katanya. Wakil Ketua Tim Percepatan Pembangun Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Wahid Abdulrahman menambahkan, beasiswa untuk santri dan pengasuh pesantren ini merupakan pelaksanaan satu dari sebelas Program Prioritas Gubernur Jawa Tengah Akhmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maemoen. Hal itu sebagaimana tertuang dalam Perda Nomor 7 Tahun 2025 tentang RPJMD 2025 – 2029, yakni, mewujudkan “pendidikan yang berkualitas untuk siswa miskin, guru, santri, penghafall Quran, untuk sekolah ke dalam dan luar negeri bagi yang berprestasi”. “Ayo santri di Jawa Tengah segera mendaftarkan diri, karena ini kesempatan emas untuk meningkatkan kualitas SDM Santri di Jawa Tengah,” tandas Wahid. Wakil gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, beasiswa santri dan pengasuh pesantren ini realisasi dari program Pesantren Obah, salah satu dari 11 program prioritas dirinya bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Sejak awal memang ditargetkan realisasi awal tahun 2026. “Alhamdulilah tahun kedua ini (2026), kami, sudah bisa mengirim santri belajar ke luar negeri,”ujarnya. Dia berharap, setelah empat tahun mereka menimba ilmu di kampus luar negeri, akan kembali ke tanah air untuk membantu penguatan pendidikan pesantren. “Setelah empat tahun nanti kita bisa mengetik hasilnya. Santri kita kembalikan ke pesantrennya untuk mengabdikan ilmunya,” terangnya. (*)

Pesantren Obah

Nawal Yasin Tegaskan Pemprov Jateng Gandeng Muslimat dan Fatayat NU Perkuat Program KB dan Mitra Legal

SEMARANG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, menegaskan, Provinsi Jawa Tengah menggandeng Fatayat NU Jateng untuk memperkuat program Keluarga Berencana (KB) dan Mitra Legal. Hal itu dikatakan Nawal saat menerima kunjungan Pengurus Anak Cabang (PAC) Muslimat NU Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, di Rumah Dinas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Rabu 7 Januari 2026. “Muslimat di Batang jumlahnya cukup besar di Jawa Tengah. Terima kasih sudah menjadi mitra pemerintah dalam menyukseskan program-program seperti sosialisasi keluarga berencana, kemudian program Mitra Legal,” ujar Nawal, yang selalu menyukseskan program Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu. Pertemuan tersebut menegaskan peran strategis perempuan Nahdlatul Ulama, khususnya Muslimat NU, sebagai mitra pemerintah dalam mendukung kebijakan keluarga berencana (KB) serta program Mitra Legal yang digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Nawal Arafah Yasin menyampaikan Muslimat dan Fatayat NU memiliki posisi penting dalam mendukung berbagai kebijakan Pemprov Jateng. Sebab Fatayat memiliki kedekatan dengan masyarakat di tingkat keluarga dan komunitas. Dengan begitu, Nawal mengatakan, Pemprov Jateng berupaya mewujudkan akses pendampingan hukum berbasis komunitas yang mudah bagi masyarakat. Ia menegaskan, keterlibatan organisasi perempuan NU menjadi kunci dalam memastikan kebijakan pemerintah benar-benar menyentuh masyarakat akar rumput, termasuk dalam isu perlindungan hukum bagi perempuan dan keluarga. Sementara itu, Ketua PAC Muslimat NU Kecamatan Bawang, Nyai Hj. Masturi Maslakah, menyampaikan silaturahmi tersebut merupakan bagian dari program jangka panjang organisasi melalui kegiatan ziarah dan sowan, sekaligus penguatan komitmen Muslimat NU dalam mendukung program pemerintah yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat. “Alhamdulillah kami bisa silaturahmi dengan Ning Nawal. Semoga pertemuan ini tidak berhenti di sini saja, tetapi terus berlanjut dan menguatkan perjuangan kami,” ungkapnya. Dalam kesempatan tersebut, Nawal Arafah Yasin juga mendoakan agar perjalanan rombongan Muslimat NU Kecamatan Bawang senantiasa diberkahi dan doa-doa yang dipanjatkan dikabulkan. Silaturahmi ini diikuti jajaran Pimpinan Muslimat NU PAC Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, yakni Nyai Hj. Masturi Maslakah, Nyai Hj. Faizah (Kaliwungu), Ny. Hj. Ruqoyah, dan Ny. Hj. Mahmudah.***

Pesantren Obah

Wagub Tegaskan Penghafal Quran di Jateng Berhak Terima Bisyarah Tanpa Memandang Asal KTP

SEMARANG – Bisyarah untuk para penghafal Al Quran, akan diberikan kepada semua santri yang melaksanakan hafalan di Jawa Tengah. Tidak memandang warga Jawa Tengah atau luar Jawa Tengah. “Selama melakukan hafalan di Jawa Tengah, tidak memandang KTP mana, tetap dapat hadiah,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen saat memberikan sambutan Haflah Khotmil Qur’an Madrasah Qur’anil Majid (MQM) Ponpes Assalafiyyah Al Mas’udiyyah Putri 02 dan Ponpes Blater Madinatul Qur’an ke 6,di Pondok Pesantren Blater Madinatul Qur’an Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu 13 Desember 2025. Siapa saja yang menghafal Al Quran di Jawa Tengah, lanjutnya, memiliki hak untuk mendapatkan bisyarah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Harapannya, agar kebaikan dari Al Quran tersebut akan membawa berkah bagi jalannya pemerintahan. Program bisyarah untuk penghafal Quran, telah dilaksanakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Bisyarah tersebut berupa hadiah sebesar Rp 1 juta, kepada penghafal 30 juz. Pemprov Jateng juga memiliki program beasiswa untuk santri untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, baik kampus dalam negeri maupun luar negeri. Dalam sambutannya, Gus Yasin menyampaikan, bagaimana Al Quran membawa umat kepada kemuliaan. Dia mencontohkan, sahabat Nabi Muhammad yang masuk dalam katagori inklusi. Ada Abdullah Bin Mas’ud, yang tubuhnya kecil, dan kondisi fisiknya sering diolok-olok orang. Siapa sangka, justru menjadi ulama yang masyhur, dan sahabat nabi yang disegani. Sahabat lainnya, Abu Hurairah, yang intelektualnya tidak menonjol. Bahkan, jika di tes, IQ nya di bawah rata-rata. Namun demikian, kata Gus Yasin, justru menjadi perawi hadits terkemuka. “Pendidikan inklusi sudah diajarkan Nabi Muhammad sejak dahulu. Dan ini diimplementasikan oleh pondok pesantren, dengan menjadi pelopor pendidikan inklusi. Siapa pun diterima untuk belajar Al Quran, tidak hanya kalangan yang hebat,” ujarnya. Pada kesempatan tersebut, diberikan bisyarah kepada tujuh penghafal 30 juz Al Quran. Tasyakuran juga menghadirkan 86 penghafal 30 juz binnadzri, dan 145 penghafal juz 30 bil ghoib. Tasyakuran ditutup dengan doa khotmil Quran oleh Dr KH Mu’tashim Billah, pengasuh pondok pesantren Sunan Pandanaran Sleman, Yogyakarta.***

Pesantren Obah

Taj Yasin Ajak Santri Punya Pengetahuan Kenegaraan untuk Persiapan jadi Pemimpin Masa Depan

BOYOLALI – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengajak kalangan pondok pesantren dan santri khususnya untuk memiliki pengetahuan kenegaraan atau pemerintahan. Hal tersebut dalam rangka menyiapkan kalangan santri, yang juga akan menjadi bagian kepemimpinan di masa mendatang. “Menuju Indonesia Emas 2045, tidak menutup kemungkinan yang mengisi nanti mayoritas dari kalangan pesantren,” Kata Taj Yasin dalam seleksi Duta Santri Nasional 2025, di Asrama Haji Donohudan, Kabupaten Boyolali, Jumat, 24 Oktober 2025. Dicontohkannya, saat ini terus muncul kepala daerah, lembaga, dan lainnya yang berasal dari almamater pendidikan religi di pondok pesantren. Untuk itu, pengetahuan santri tentang kepemimpinan dan kepemerintahan harus betul-betul disiapkan. “Pengetahuan santri tentang kenegaraan, aturan-aturan yang diundang-undangkan harus ada, agar benar-benar siap untuk memimpin bangsa ini,” ucap sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu. Santri yang belajar dari lingkungan pendidikan pondok pesantren, kata dia, berpeluang mengisi banyak profesi kedepannya. Pun untuk menjadi pemimpin. Sehubung dengan itu, Taj Yasin meminta kepada santri agar akhlak yang sudah diajarkan oleh guru di pondok pesantren harus menjadi pondasi dalam menjalankan profesi kelak. Pun dengan kehidupan bermasyarakat. “Agar dipraktikkan betul. Cara bagaimana menghormati orang tua. Cara bagaimana menempatkan diri ketika ada orang-orang yang perlu dihormati dan seterusnya. Termasuk instansi-instansi yang dari luar kalangan pondok pesantren,” katanya. Wakil Gubernur Jateng yang mendampingi Gubernur Jateng Ahmad Luthfi itu menambahkan, prinsip ilmu yang harus dimiliki santri selain syariat keagaman, juga menjadi pemimpin atau khalifah. Keilmuan pada bidang-bidang itulah yang harus dimiliki santri dan diajarkan di lingkungan pondok pesantren.***

Pesantren Obah

Santri Jawa Tengah Diajak Wujudkan Swasembada Pangan Nasional

KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maumoen mengajak para santri untuk turut berperan aktif dalam mendukung program pemerintah, khususnya di bidang ketahanan dan swasembada pangan nasional. Hal itu disampaikan usai apel puncak peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Kudus, Rabu 22 Oktober 2025. Menurut Taj Yasin, banyak pondok pesantren di Jawa Tengah memiliki lahan yang bisa dioptimalkan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan. “Pada prinsipnya, banyak pondok pesantren yang memiliki lahan di lingkungan pesantren. Karena itu, kami mengajak untuk berkolaborasi dalam memanfaatkan lahan-lahan tersebut, baik tegalan maupun sawah milik pesantren, agar bisa memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional,” ujar pria yang akrab disapa Gus Yasin itu. Ditambahkan, kegiatan bertani bukanlah hal baru bagi kalangan santri. Tradisi mengelola lahan pertanian telah menjadi bagian dari kultur pesantren sejak lama. “Santri bertani itu bukan hal baru. Sejak dulu, karena kami juga dari kalangan pesantren, santri sudah akrab dengan dunia pertanian. Kami ingin menghidupkan kembali semangat itu sebagai bentuk kemandirian dan kontribusi nyata pesantren untuk bangsa,” tambahnya. Apel puncak Hari Santri Nasional 2025 di Kudus tersebut diikuti oleh ribuan santri dari berbagai pondok pesantren di Kudus dan sekitarnya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi hadir memimpin apel sekaligus menyampaikan amanat Menteri Agama RI, yang menegaskan pentingnya peran pesantren sebagai pusat peradaban Islam Nusantara dan motor penggerak kemajuan bangsa. Adapun peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Selain apel rangkaian kegiatan juga meliputi, Ngaji Bandongan ASN Pemprov Jateng, pameran produk usaha santri dan pelaku UMKM binaan, dan “Jateng Bersholawat” yang digelar pada Selasa malam, 21 Oktober 2025, di Simpang Tujuh, Kudus.***

Ngopeni Ngelakoni, Pesantren Obah

Hujan Tak Surutkan Ribuan Santri Ikuti Jateng Bersholawat di Kudus

KUDUS – Ribuan santri dan jamaah tetap memadati Alun-Alun Kabupaten Kudus, Selasa malam, 21 Oktober 2025, mengikuti acara “Jateng Bersholawat” meski hujan mengguyur sejak awal. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam), Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Wabup Bellinda Putri Sabrina Birton. Sejumlah kepala daerah lain juga tampak hadir, seperti Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Kendal Dyah Kartikasari, Bupati Pati Sudewo, dan Bupati Jepara Witiarso Utomo, bersama jajaran Kanwil Kemenag Jateng. Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, ribuan peserta tetap khusyuk berselawat bersama grup hadroh Az-Zahir. Lantunan selawat dan kibaran bendera pesantren mewarnai suasana malam yang penuh semangat religius. “Walaupun turun hujan, alhamdulillah semangat kita semua tetap menyala untuk hadir dalam acara Jateng Bersholawat. Ini bukti cinta santri kepada ulama dan negeri,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutannya. Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengajak seluruh hadirin untuk tetap bersyukur meski hujan mengguyur. “Yang kehujanan makin deras, makin basah, pahalanya makin banyak,” ujarnya sambil tersenyum disambut tawa jamaah. Gubernur Luthfi menegaskan, kegiatan bersholawat ini menjadi representasi masyarakat Jawa Tengah yang selalu Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo terutama dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025. “Santri adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. Sejarah mencatat, 22 Oktober 1945, para kiai dan santri berjuang mempertahankan kemerdekaan,” tegasnya. Di tempat yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi sekaligus melaunching program Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LSFP) Jawa Tengah.***

Pesantren Obah

Luthfi Yasin Luncurkan Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren

KUDUS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren tahun 2026. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan acara Jateng Bersholawat dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Alun-alun Kabupaten Kudus, Selasa malam, 21 Oktober 2025. “Malam ini, dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, Provinsi Jawa Tengah me-launching program prioritas santri pesantren berikut pengasuhnya akan mendapatkan beasiswa dari provinsi,” kata Ahmad Luthfi didampingi Taj Yasin. Program Beasiswa Santri dan Pengasuh Pesantren merupakan komitmen Pemprov Jateng untuk meningkatkan kualitas sumber daya santri dan pengasuh pesantren, serta melahirkan santri profesional yang cakap dalam ilmu agama sekaligus unggul dalam berbagai bidang strategis. Program ini dilaksanakan bekerja sama dengan Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP), yakni lembaga yang anggotanya para kiai, pengasuh pesantren, serta intelektual Islam yang memiliki kepedulian terhadap penguatan pendidikan pesantren. LFSP berperan penting dalam memfasilitasi berbagai program Pemprov Jateng yang, berkaitan dengan dunia pesantren, termasuk seleksi dan pendampingan penerima beasiswa. Jenis program beasiswa yang diberikan antara lain beasiswa S1 dalam negeri berupa biaya UKT semester 1-8 di universitas yang di Jawa Tengah. Meliputi bidang Kedokteran, Pertanian, Sains, Teknologi, Teknik, Matematika, dan Keislaman. Berikutnya beasiswa pendidikan vokasi dan S1 Luar Negeri bidang saintek. Negara tujuannya antara lain Turki, India, Jepang, Korea Selatan, dan China. Fasilitas yang diberikan berupa biaya kuliah, biaya hidup, visa, asuransi, dan tiket PP. Selain itu juga ada beasiswa S1 Luar Negeri untuk double degree bidang sains dan teknologi dan S1 Luar Negeri bidang Keislaman. Kemudian beasiswa S2 Dalam Negeri untuk bidang Keislaman, Humaniora, dan Saintek. “Beasiswa tidak hanya dilakukan kepada pendidikan formal di dalam negeri tetapi termasuk di luar negeri. Dengan program yang namanya Pesantren Obah, 5.570 pesantren di Jawa Tengah akan kita openi terutama oleh Gus Yasin,” katanya. Selain itu, program beasiswa tersebut merupakan realisasi salah satu program prioritas Pemprov Jateng periode 2025–2030 yakni Pesantren Obah untuk mendukung pesantren yang dinamis, mandiri, dan berdaya saing tinggi. Program Pesantren Obah menjadikan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan akhlak dan spiritual tetapi juga pusat inovasi, ilmu pengetahuan, dan kemandirian ekonomi umat. “Pesantren Obah yang kita lakukan di Provinsi Jawa Tengah akan memberikan berkah kepada para santri karena pesantren tidak hanya mendidik tetapi juga tempat untuk berdakwah. Pesantren juga mempunyai daya sosial dalam menciptakan santri yang bisa bermasyarakat, apalagi menjadi garda terdepan dalam rangka pembangunan,” ujar Ahmad Luthfi. Jateng Bersholawat merupakan agenda rutin dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Khusus malam ini diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 dengan menghadirkan Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf dan Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam). Menurut Ahmad Luthfi, Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober merupakan momentum dan penghargaan atas kontribusi santri, yang menjadi garda terdepan dan benteng terakhir dalam membela Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Resolusi jihad tanggal 22 Oktober 1945, di mana para kiai dan para santri telah membela tanah air dengan tetesan darah dan perjuangan. Tidak salah kalau hari ini kita memperingati hari santri dengan berselawat,” katanya. Dalam Jateng Bersholawat tersebut, Ahmad Luthfi juga menyerahkan bantuan prestasi senilai Rp150 kita kepada khafilah musabaqoh tilawatil qutub Provinsi Jawa Tengah yang meraih juara dua. Adapun Jateng Bersholawat tersebut dihadiri Sekda Jateng Sumarno, Forkopimda Jateng, dan seluruh kepala OPD Pemprov Jateng. Hadir juga sejumlah bupati antara lain Bupati dan Wakil Bupati Kudus selaku tuan rumah, Bupati Pati, Bupati Jepara, Bupati Blora, Bupati Kendal, Bupati Sukoharjo, dan perwakilan bupati daerah lainnya.***

Pesantren Obah

Taj Yasin Puji Pemkab Kudus Bebaskan Ijin PBG dan SLF untuk Pesantren

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) memuji langkah Pemkab Kudus yang membebaskan pesantren dari izin Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi). Ia menilai kebijakan ini bentuk nyata dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan pendidikan Islam dan patut dicontoh daerah lain. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Sarasehan Hari Santri 2025 di Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin Bendan, Kudus, Selasa 21 Pktober 2025. Yasin menilai kebijakan Pemkab Kudus yang mempermudah urusan administrasi bagi pesantren menjadi contoh konkret bagi daerah lain di Jawa Tengah. “Ketika pemerintah pusat melalui Kementerian mengeluarkan instruksi terkait pembangunan dan fasilitas pesantren, Kabupaten Kudus menjadi salah satu daerah yang lebih dulu membebaskan pondok pesantren dari kewajiban pengurusan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi). Ini sangat membantu pesantren dalam pengembangan pendidikan dan fasilitasnya,” ujar Taj Yasin. Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan keberpihakan pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan keagamaan. Ia berharap kebijakan serupa dapat diikuti oleh daerah-daerah lain agar pesantren semakin maju dan mandiri. “Kami di Provinsi Jawa Tengah terus mendorong 35 kabupaten/kota untuk melakukan hal serupa, karena kewenangan itu memang berada di daerah,” ungkapnya. Taj Yasin menjelaskan dukungan terhadap pesantren tidak hanya berbentuk kebijakan administratif, tetapi juga perlu diiringi dengan upaya memperkuat nilai-nilai religius di masyarakat dan lingkungan pemerintahan. Ia mencontohkan rangkaian peringatan HSN 2025 di Jawa Tengah telah dimulai bahkan di level internal. Yakni dalam kegiatan Ngaji Bandongan yang diikuti aparatur sipil negara (ASN) mendapat antusias yang luar boasa. “Program Ngaji Bandongan kemarin luar biasa. Banyak ASN ikut ngaji, mungkin karena rindu suasana pesantren. Bahkan muncul usulan agar ngaji seperti itu dilakukan rutin sebulan dua kali setiap Jumat sore di Pendopo. Ini bentuk semangat menjaga tradisi pesantren dalam pemerintahan,” katanya. Menurutnya, tradisi Ngaji Bandongan di kalangan ASN dapat menjadi sarana untuk memperkuat nilai moral, etika, dan spiritualitas di birokrasi. “Nilai-nilai pesantren seperti keikhlasan, tanggung jawab, dan kedisiplinan sejalan dengan semangat pelayanan publik yang berintegritas,” tambahnya. Yasin menilai, Kudus bukan hanya berhasil sebagai tuan rumah peringatan Hari Santri 2025 tingkat provinsi, tetapi juga menunjukkan keseriusan dalam membangun ekosistem pendidikan Islam yang maju dan ramah terhadap santri. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah, ulama, dan masyarakat terus diperkuat agar pesantren menjadi pusat pembentukan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin. Acara sarasehan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2025 di Jawa Tengah yang dipusatkan di Kabupaten Kudus. Selain sarasehan, kegiatan dilanjutkan dengan peresmian Pameran Produk Unggulan UMKM di kawasan Simpang Tujuh Kudus.***

Pesantren Obah

Wagub Taj Yasin Resmikan Pameran UMKM Santri di Kudus, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pesantren

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) meresmikan Pameran UMKM Santri bagian dari rangkaian Hari Santri 2025 tingkat provinsi, di Kudus, Selasa 21 Oktober 2025. Ia berharap kegiatan ini mendorong pertumbuhan ekonomi pesantren dan masyarakat Jawa Tengah. Acara ini berlangsung di kawasan Simpang Tujuh Kudus dan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai pondok pesantren dan pelaku UMKM binaan di Jawa Tengah. Sebanyak 76 stan turut ambil bagian dalam pameran tersebut, menampilkan beragam produk unggulan dari santri dan masyarakat. Taj Yasin menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Kudus dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan ini. Ia menegaskan peringatan Hari Santri tidak hanya bermakna religius, tetapi juga memiliki dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. “Kita patut bersyukur bahwa rangkaian Hari Santri Nasional 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah sudah dimulai dari berbagai kegiatan. Ada ASN Ngaji Bandongan, sarasehan tentang pesantren ramah terhadap perempuan dan anak, serta anti bullying. Termasuk hari ini, kita hadir dalam pameran UMKM dari pondok-pondok pesantren dan pelaku usaha di Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin. Ia menambahkan pameran UMKM ini menjadi bukti nyata kontribusi santri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. “Alhamdulillah, ada 76 stan yang ikut dalam pameran ini. Kegiatan seperti ini dapat mengungkit pertumbuhan ekonomi, khususnya UMKM di Jawa Tengah, yang kali ini kita adakan di Kabupaten Kudus,” katanya. Wagub Taj Yasin juga menegaskan sektor UMKM berbasis pesantren memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai penggerak ekonomi umat. “Tadi produknya juga sudah bagus-bagus, bahkan ada pesantren di Jepara yang santrinya mengembangkan percetakan jersey, ini bagus,” ucapnya. Menurutnya, santri tidak hanya harus cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga perlu mandiri secara ekonomi. “Rangkaian kegiatan Hari Santri ini tidak hanya untuk memperingati momentum keagamaan, tapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat. Harapannya, kegiatan seperti ini terus berlanjut agar pesantren tidak hanya menjadi pusat ilmu, tapi juga pusat pemberdayaan ekonomi,” ujar Taj Yasin. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada berbagai pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Bank Jateng yang ikut berpartisipasi dalam mendukung pameran UMKM kali ini. “Terima kasih atas atensinya, khususnya kepada panitia dan Bank Jateng yang ikut nyengkuyung acara pameran kali ini,” ucapnya. Selain pameran UMKM, rangkaian Hari Santri Nasional 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah di Kudus juga meliputi kegiatan Sarasehan Pesantren Anti Kekerasan dan Bullying, ASN Ngaji Bandongan, serta Jateng Bersholawat yang digelar pada malam harinya. Dengan berbagai kegiatan tersebut, Yasin berharap peringatan Hari Santri tahun ini tidak hanya menjadi ajang spiritual, tetapi juga momentum untuk memperkuat peran pesantren dan santri dalam pembangunan daerah. “Kita berharap selain memperingati Hari Santri Nasional, kegiatan ini juga mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Kudus dan di 35 kabupaten/kota lainnya,” pungkasnya.***

Pesantren Obah

Program Insentif Guru Agama dan Penghafal Qur’an Pemprov Jateng Siap Direplikasi Rabithah Alawiyah

SEMARANG – Program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang digagas Wakil Gubernur Taj Yasin, mendapat apresiasi dari jajaran Rabithah Alawiyah dalam forum Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) di Semarang. Program tersebut dianggap selaras dengan semangat dakwah dan pemberdayaan umat yang diusung organisasi para habaib itu. Dalam sambutannya, Yasin menjelaskan selama kurang lebih enam tahun terakhir Pemprov Jawa Tengah secara konsisten menyalurkan anggaran (insentif guru agama) sebesar Rp260 hingga Rp270 miliar dari APBD untuk mendukung guru-guru agama dan para penghafal kitab suci di seluruh Jawa Tengah. “Selama enam tahun terakhir, kami selalu menyisihkan sebagian APBD untuk guru-guru agama — sekitar 260 hingga 270 miliar rupiah — serta memberikan penghargaan kepada para penghafal kitab suci,” ujar Taj Yasin di hadapan para habaib dan pengurus Rabithah Alawiyah, Sabtu 11 Oktober 2025. Putra alm. KH Maimoen Zubair ini menegaskan, penghargaan tersebut diberikan bukan hanya kepada penghafal Al-Qur’an, melainkan juga penghafal kitab suci dari agama-agama lain. Menurutnya, hal itu menjadi bentuk nyata toleransi dan komitmen Pemprov Jateng dalam merawat kerukunan antarumat beragama. “Di Jawa Tengah, kami tidak hanya memberi penghargaan untuk penghafal Al-Qur’an, tetapi juga kitab suci agama lain sebagai bentuk toleransi,” jelasnya. Meski begitu, mayoritas penerima penghargaan sejauh ini adalah para penghafal Al-Qur’an. Setiap tahun, Pemprov Jateng mencatat sekitar 1.000 hingga 2.000 hafiz yang mendapat apresiasi langsung dari pemerintah. “Kami memberikan penghargaan langsung, tanpa proposal, satu juta rupiah per orang, sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah Jawa Tengah. Bahkan ada hafiz dari Papua yang menyampaikan rasa syukur dan terima kasih,” kata Taj Yasin. Langkah tersebut disebut Ketua Umum DPP Rabithah Alawiyah, Taufiq Abdulqadir Assegaf sebagai contoh konkret peran pemerintah dalam memberdayakan masyarakat berbasis nilai keagamaan dan moralitas. Organisasi itu menilai, model kebijakan yang berpihak pada guru agama dan penghafal kitab suci ini layak direplikasi. Program tersebut juga dinilai sejalan dengan misi Rabithah Alawiyah dalam memperkuat peran ulama dan tokoh agama sebagai penuntun umat di tengah tantangan zaman. “Saya iri hati sama pemerintah jawa tengah, yang hafiz Quran dikasih penghargaan luarbiasa 1juta rupiah. Barangkali kita mulai gerakkan nanti insyaAllah di kita. tolong departemen pendidikan dan dakwahnya bisa diprogramkan sehingga memberi semangat utk mereka hafal al-qur’an,” ujarnya.***

Scroll to Top