Ngopeni Ngelakoni

News, Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng dan Zurich Foundation Tandatangani MoU Ide Keramba dan Rumah Apung di Pantura

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan Zurich Foundation melalui Zurich Climate Resilience Alliance (ZCRA), serta Mercy Corps Indonesia (MCI) menandatangani kerja sama Memorandum of Understanding  (MoU), di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Senin, Mei 2025.  Kerja sama itu akan menggarap proyek pengelolaan model kawasan pesisir terpadu yang berketahanan iklim di wilayah Pantai Utara (Pantura). Direktur Eksekutif MCI, Ade Soekadis, mengatakan, projek jangka panjang membangun ketahanan iklim hingga 2035 itu menyasar wilayah hulu dan hilir. Agenda tersebut akan digarap sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jateng. Mulai dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.  “Jateng unik, dampak penurunan muka tanah dari Kabupaten Brebes-Jepara di mana banyak desa tenggelam. Di hilir ada rob dan banjir bandang, sebagian areanya bahkan banyak jadi genangan permanen. Ini hal yang mendesak untuk ditangani. Oleh karena itu, kami pilih Jateng untuk pekerjaan ini,” kata dia.  Kata Ade, penurunan muka tanah (land subsidence) di Pantura Jateng pemicu abrasi menjadi isu penting skala global. Maka, kata dia, perlu pengelolaan model kawasan pesisir terpadu yang berketahanan iklim. Proyek ini dilakukan dengan tiga pendekatan. Pertama, memperkuat kebijakan global dan nasional terkait banjir di pesisir dan genangan pesisir permanen. Kedua, mendorong pembangunan berketahanan iklim yang efektif di tingkat nasional. Dan yang ketiga, memberdayakan masyarakat terdampak banjir di Pantura Jateng.  Khusus pada poin ketiga yakni pemberdayaan masyarakat, Ade bilang, pekerjaan akan fokus untuk membuat mata pencaharian alternatif di wilayah yang terdampak abrasi. Contoh di Pekalongan, telah membuat percontohan permodelan keramba apung pada sektor perikanan di lahan abrasi.   “Salah satunya keramba apung yang tentunya bisa adaptasi akan naik turunnya pasang surut air laut. Pendekatan lain di Semarang, atau Demak bisa berbeda. Kita mencari mata pencaharian yang adaptif dan berkelanjutan supaya masyarakat tetap bisa mencari pemasukan secara ekonomi,” katanya.  Kemudian pendekatan ketahanan iklim di wilayah hulu, yakni memberi solusi pertanian yang mengutamakan konservasi lahan. Di antaranya menggunakan pupuk organik, dan menambahkan tanaman yang akarnya bisa menahan potensi tanah longsor, dan banjir bandang. Dia mencontohkan pemberdayaan petani itu telah dilakukan di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Petani didorong melakukan budidaya tanaman yang lebih konservatif sehingga tak berikan dampak buruk terhadap lingkungan.  “Dua benefit akan di dapat, secara ekonomi berdaya dan lingkungannya juga berdampak positif,” kata dia. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen memberi apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam projek tersebut sehingga Jateng bisa menjadi percontohan. Diharapkannya, hal itu akan menjadi bukti nyata dalam membuat pengelolaan kawasan pesisir terpadu yang berketahanan iklim. Pihaknya menggarisbawahi bila perhatian besar juga mengatasi dari sisi hulunya. Maka perbaikan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS), seperti Kupang, Babon, Tuntang, dan lainnya yang menuju ke wilayah hilir di Pantura. “Selaras dengan program infrastruktur, Pemprov Jateng akan kolaborasi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota. Dari pusat kebawah harus sinkron. Seperti (banjir dan rob) di Kabupaten Demak itu perlu pemikiran intens,” katanya.   Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga meminta resume kajian dari para peneliti untuk perumusan kebijakan yang paling tepat ke depan Bersama-sama. Sejauh ini, tutur dia, Pemprov Jateng telah menggandeng Universitas Diponegoro untuk proyek penyediaan air bersih di wilayah pesisir Pantura dengan program desalinasi. Proyek lain yang sedang dirumuskan yakni pembuatan rumah apung. Ini untuk memfasilitasi masyarakat yang tak ingin pindah dari rumahnya yang dihantam abrasi.  “Akan tetapi kita tahu tidak semua masyarakat mau pindah, mereka masih ingin bertahan karena di sana ada mata pencahariannya. Maka kami juga saat ini sudah bekerja sama dengan Undip bagaimana ke depannya bangun perumahannya dengan rumah apung  yang tetap eksis dengan pasang surut air laut,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Tingkatkan Pendidikan Masyarakat, Luthfi-Yasin Kuliahkan 100 Mahasiswa ke Korsel

SEMARANG – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin akan memberangkatkan 100 orang lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan study atau kuliah di luar negeri. Tepatnya di 18 universitas pilihan yang ada di Korea Selatan. “Kita akan buka beasiswa kuliah ke luar negeri. Kita berangkatkan 100 mahasiswa ke Korea Selatan,” kata Ahmad Luthfi saat dialog di Rumah Rakyat, Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 5 Mei 2025. Pembukaan kesempatan untuk kuliah ke Korea Selatan itu adalah tindak lanjut dari kerja sama sister province dengan Chungcheongbuk-Do dan dukungan dari KBRI di Korea Selatan. Pada 2025, program beasiswa ke Korea Selatan itu masih dalam tahap seleksi. Sejauh ini ada sekitar 800 pendaftar yang berminat mengikuti program tersebut. Setelah terpilih 100 orang, nanti akan diberikan pelatihan bahasa, budaya, dan perilaku sesuai negara tujuan. Pelatihan akan dilakukan selama enam bulan sebelum diberangkatkan pada awal 2026. Pengawasan terhadap penerima beasiswa saat berada di Korea Selatan akan dilakukan secara bersama-sama antara KBRI dan Pemprov Jateng. “Kalau lulus seleksi maka akan dibiayai terkait pelatihan bahasa, kita kursuskan selama enam bulan,” katanya. Program beasiswa ke luar negeri ini merupakan salah satu upaya untuk mengentaskan kemiskinan di Jawa Tengah. Sebab, salah satu faktor yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah layanan dasar yaitu pendidikan.  “Jadi tidak tidak cukup sandang, pangan, dan papannya. Tetapi paling penting adalah pendidikan. Ia harus cerdas dan pintar sehingga bisa mengangkat kesejahteraan keluarga atau yang berkaitan dengan layanan dasar lain,” ungkap Ahmad Luthfi. Selain Korea Selatan, Ahmad Luthfi juga membidik negara tujuan lainnya. Di antara Jerman, Turki, Mesir, dan Cina. Proyeksi kerja sama dengan sejumlah negara tersebut juga sedang digodok. “Di mana saja kita coba yang penting masyarakat kita pintar,” katanya didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen dan Sekda Jateng Sumarno. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan, fasilitas yang diberikan kepada penerima beasiswa selama belajar di luar negeri antara lain disediakan asrama, biaya hidup, dan asuransi kesehatan. Bahkan selama di sana penerima beasiswa dapat bekerja untuk mendapatkan uang tambahan. “Paling utama adalah pendaftaran di kampus-kampus di Korsel, bisa memilih sesuai jurusan adik-adik atau yang diinginkan. Seleksi akan dipermudah, tidak harus mengikuti ketentuan dari sana. Fleksibel,” kata Taj Yasin. Seorang pelajar SMKN 4 Semarang, Chesy Aisya Afitri, mengaku senang dengan adanya program beasiswa kulaih ke luar negeri. Menurutnya itu sangat penting sekali untuk generasi sekarang, apalagi untuk mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu atau tinggal di daerah pelosok karena kesempatan untuk melanjutkan kuliah belum tentu bisa. Chesy bahkan sudah berniat untuk ikut dalam seleksi beasiswa. Ia mengincar kesempatan untuk belajar di Jerman atau Turki dengan jurusan komunikasi. “Penting banget, beasiswa itu keren banget. Semoga ke depan bisa lebih diminati dan dinikmati oleh teman-teman semua yang mungkin ingin melanjutkan kuliah ke luar negeri. Harapannya ilmu yang didapat nanti dapat disalurkan dan berkontribusi bagi masyarakat,” ujar siswi kelas 11 Desain Komunikasi Visual SMKN 4 Semarang itu. Pelajar lainnya, Mahesa Nur Iqbal, mengatakan, beasiswa ke luar negeri ini dapat membantu meningkatkan kehidupan di masa depan. Ia mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang memberikan program beasiswa tersebut. “Beasiswa ini kan ke luar negeri. Sangat penting untuk masa depan pendidikan di Jawa Tengah. Saya berharap program ini juga diawasi dengan baik, terutama bagi yang sudah diberangkatkan ke luar negeri,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Tawarkan Penghafal Quran Kuliah ke Luar Negeri

KENDAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin, menghadiri acara Haflah Khotmil Qur’an ke-13 di Pondok Pesantren Al Mustofa Daarudzdzakir, Pidodowetan, Patebon, Kabupaten Kendal, Ahad, 4 Mei 2025. Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan berupaya memberi perhatian kepada para penghafal Al Quran. Di mana para hafiz dan hafizah punya kesempatan untuk melanjutkan pendidikan kuliah di luar negeri. “Pemprov Jateng dukung penuh yayasan dan lembaga di bidang Al quran, dan Agama. Salah satunya kami sedang proses membentuk lembaga yang diambil dari beberapa ponpes dan kampus. Lembaganya mendata siapa saja yang ingin lanjutkan kuliah, baik di Mesir maupun negara lain,” kata dia. Di lembaga itu, kata Taj Yasin, akan memberikan beasiswa di mana pada saat ini masih dalam pembahasan. Lembaga yang dimaksud sedang dibentuk supaya sesuai koridor hukum, artinya tidak melanggar aturan yang ada. “Dalam bulan ini akan mendatangi kegiatan, pertemuan dengan kampus-kampus, termasuk koordinasi dengan kampus di Jerman,” ucapnya. Sosok kelahiran Kabupaten Rembang tersebut, mengatakan, berupaya membuat program tali asih untuk para hafiz hafizah atau penghafal Al Quran. “Sempet berhenti, nanti ini akan kita lanjutkan. Insya Allah nanti ada anggarannya,” kata Taj Yasin. Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga ingin memberikan perhatian lain, dengan mengupayakan Jateng menjadi tuan rumah perhelatan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 mendatang.   “Kami laporkan dan sedang verifikasi (jadi) tuan rumah MTQ tingkat nasional. Itu bentuk dukungan kami kepada para anak-anak penghafal Al Quran,” katanya. Lebih lanjut Gus Yasin berpesan, agar para penghafal Al Quran supaya kedepannya tetap mengembangkan dan mengamalkan ilmu-ilmu dari kitab suci tersebut. “Apa yang sudah dicapai juga dijaga. (Untuk orang tua) kalau di rumah dibuka Al Quran-nya, putra-putri kita diajak membaca. Orang tuanya melihat apa yang dibaca, juga selain untuk belajar,” katanya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Bawa Misi Besar ke Pesantren, Cegah Stunting dari Bangku Santri

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, bukan saat hamil atau setelah anak lahir. Hal itu ia sampaikan dalam Workshop Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren, yang digelar di Aula Pondok Pesantren Al Itqon Mbugen, Tlogosari Wetan, Semarang, Sabtu, 3 Mei 2025. “Ada yang perlu diperhatikan tentang anemia, karena memang kebanyakan terjadinya di usia remaja, jadi banyak hal yang perlu dicegah. Maka perlu disosialisasikan ke adik-adik remaja santri,” kata Taj Yasin dalam sambutannya. Ia menjelaskan, kondisi anemia jadi salah satu faktor yang menyebabkan stunting pada keturunannya. “Kalau nggak mau, ya harus diupayakan,” lanjutnya. Upaya dini pada remaja adalah dengan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD). Taj Yasin pun telah meminta Dinas Kesehatan Jateng mengirimkan 400 tablet tambah darah (TTT) bagi santriwati di Al Itqon. “Ini untuk jangka panjang, untuk anak-anak Indonesia ke depan tidak ada yang stunting, sehat semua,” ujarnya. Workshop ini merupakan bagian dari program serial yang direncanakan akan digelar di seluruh pondok pesantren di Jawa Tengah, dengan sasaran utama santri putri. Pondok Pesantren Al Itqon menjadi lokasi inisiasi sekaligus tempat peluncuran (kick-off) program tersebut. “Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih kepada PWNU dan Ponpes Al Itqon yang telah menyelenggarakan pendidikan kesehatan, khususnya terkait anemia ini,” ujar Taj Yasin. Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 54 persen santriwati mengalami anemia, dan 1,8 persen di antaranya pernah masuk rumah sakit untuk menjalani transfusi darah. Layanan Kesehatan NU dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menjadi penggerak utama kegiatan ini. Pemerintah provinsi maupun kota, mensupport. “Mohon dukungan dan supportnya. Di tiap ponpes nantinya akan ada detektor dini untuk anemia,” ujar Ketua Layanan Kesehatan NU, Aris Sunandar. Diharapkan, deteksi dini bisa dilakukan secara berkesinambungan melalui sistem peer group di masing-masing pesantren. Dari skrining awal, jika ditemukan gejala anemia, para santriwati akan dirujuk untuk pemeriksaan HB lebih lanjut. Acara ini turut dihadiri Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah sekaligus pengasuh Ponpes Mbugen, KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua dan jajaran pengurus PWNU Jawa Tengah, perwakilan dari Pemkot Semarang, serta Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).***

News, Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Ingin ada Sumbangsih Pemikiran dari Musda DPD Golkar XI

SEMARANG  –  Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI,  DPD Partai Golkar Jateng 2025, di Hotel PO Kota Semarang, Jumat, 2 Mei 2025. Agenda musda dilangsungkan dalam rangka pemilihan pimpinan baru DPD Golkar Jateng. Dalam musda yang dihadiri Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia tersebut, Taj Yasin ingin lahirnya sumbangsih aspirasi hingga pemikiran untuk Jateng dari para senior dan kader partai. Dia meruntutkan bola Golkar punya sejarah panjang dalam pembangunan. Dari sisi perjuangan bangsa, menurut cerita sang ayah KH Maimoen Zubair, Jateng juga menjadi wilayah sentral perjuangan kemerdekaan indonesia. “Rasa-rasanya (musda) di Jateng ini mampu untuk evaluasi, regenerasi, dan menggelorakan semangat para kader,” kata Taj Yasin. Atas nama Pemerintah Provinsi Jateng, kata Taj Yasin, ingin sumbangsih karya. Apalagi banyak kader Golkar yang menduduki kursi di legislatif DPRD kabupaten/kota, maupun provinsi. “Kami ingin kerjasamanya Partai Golkar untuk Jateng. Pemikirannya panjenengan, pasti punya aspirasi yang bisa diberikan di Jateng,” ucapnya. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu bilang, kontribusi dari partai diharapkan untuk progran Pemprov kedepan. Baik untuk program infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata ramah muslim dan sebagainya.  “Kami di sini mohon petunjuk dan arahan,  bahwa di Golkar ada orang hebat yang juga pernah memimpin negara dan Jateng,” katanya. Dia juga berharap, dari musda tersebut bisa menempatkan pemimpin yang bisa membawa aspirasi masyarakat.  Ketua DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia,  mengucapkan selamat menjalani musda dengan pemilihan pemimpin baru DPD Golkar Jateng. Adapun pemilihan Jateng sebagai lokasi musda, diharapkannya bisa menjadi contoh dari DPD Golkar di provinsi lain. “Jadikan contoh yang dilakukan DPD Golkar jateng. Jadikan percontohan untuk implementasi kedepan,” katanya. Lebih lanjut, dalam musda tersebut sejumlah kader yang menduduki posisi di kementerian hadir. Di antaranya seperti Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri. Selain itu juga para kader yang menduduki kursi di DPR RI.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Kloter Pertama Jamaah Haji asal Jawa Tengah Diberangkatkan, Taj Yasin: Sekarang Boleh Murur dan Tanazul

BOYOLALI – Ratusan jamaah haji kloter pertama asal Jawa Tengah-DI Yogyakarta, yang berasal dari Kabupaten Purbalingga diberangkatkan oleh Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), dari Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jumat, 2 Mei 2025, dini hari. Sebelum berangkat, Taj Yasin, berkesempatan menyapa dan memberikan pesan sosialisasi di Asrama Haji Donohudan, Kamis, 1 Mei 2025 malam. Pihaknya berpesan, mulai haji tahun ini, ada skema khusus Murur (melintas) dan Tanazul (berpisah) oleh pemerintah Indonesia. Murur adalah diperbolehkannya jamaah haji khususnya yang lansia untuk melintas (lewat saja) tanpa harus bermalam (mabit) di Muzdalifah. Sedangkan Tajazul adalah diperbolehkanya jamaah haji untuk berpisah dari rombongan karena alasan kesehatan dan lainya. Mereka yang Murur dan Tanazul langsung melanjutkan perjalanan ke Mina setelah wukuf di Arofah. “Negara kita baru memberlakukan. Nanti kalau di sana ada eyel-eyelan ‘kok gak turun Muzdalifah”. (Jadi) haji mahzabnya banyak, boleh Murur dan Tanazul. Ada sebagian jamaah tidak ke Mina dan langsung ke Mekkah. Semua itu sah,” kata dia. Pihaknya juga berpesan kepada petugas haji untuk selalu menyosialisasikan skema Murur dan Tanazul sebagai salah satu opsi kemudahan haji yang diajukan pemerintah Indonesia. “Sehingga tidak ada perbedaan, tidak ada perdebatan kebigungan. Supaya (jamaah) tetap sama-sama rombongan,” katanya. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, juga berpesan agar jamaah haji menjaga kesehatannya serta nama baik Indonesia. Petugas haji juga diajak jaga kekompakan di kloter, rombongan, maupun regu. “Nanti kalau bapak-ibuk (jamaah) di sana kebingungan, cari petugas haji Indonesia. Semua petugas akan berikan pelayanan kepada jamaah haji asal Indonesia,” katanya. Melihat kondisi cuaca di Arab Saudi yang panas mencapai 40 derajat celcius dan lebih, jamaah haji juga diminta untuk selalu membawa air.  Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI (Panja Haji), Abdul Wachid, mengatakan jamaah haji asal Jateng-DI Yogyakarta akan diberangkatkan melalui 95 kloter. “Jamaah hajinya terdiri dari 45,95 persen pria, dan 54,10 wanita,” katanya. Secara total, jamaah haji Indonesia diberi kuota sekira 221 ribu orang terdiri dari jalur reguler dan khusus (jamaah haji plus).  Dia menyosialisasikan ada program-program terobosan untuk jamaah haji Indonesia 2025.  “Pertama kalau biasanya biaya haji naik setiap tahunnya, kalau tahun ini biaya haji turun lumayan Rp 4 juta (total Rp 55 jutaan. Red) ,” ucapnya. Program lain yakni diberlakukan Murur san Tanazul. Selanjutnya bus shalawat, hingga katering rasa masakan nusantara. “Jadi rasa masakan Indonesia, kita ekspor 475 ton bumbu masak Indonesia  ke tanah suci. Jamaah juga tidak akan menerima menu masakan yang tiap hari akan itu-itu saja,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Targetkan Jateng Juara Umum Anugerah Adinata Syariah 2025 

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung pelaksanaan ekonomi syariah di Jawa Tengah. Sehingga Provinsi Jawa Tengah berhasil masuk dalam sepuluh besar Anugerah Adinata Syariah tahun 2025, yang diadakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS).  Pada penjurian yang dilaksanakan secara daring, Wagub menyampaikan ada banyak indikator yang menjadi dasar penilaian dan Jawa Tengah sudah memenuhi hampir seluruh katagori tersebut.  “Ada beberapa hal yang harus dilengkapi, namun kami yakin bisa memenuhi kelengkapan tersebut,” imbuhnya.  Wagub optimistis apabila Jawa Tengah akan memperoleh penghargaan tertinggi. Terlebih pada visi misi pada tahun keempat kepemimpinan Luthfi – Yasin, Jateng telah menetapkan program pariwisata ramah muslim. Selain itu dukungan terhadap pelaksanaan ekonomi syariah di Jawa Tengah juga sangat besar. Salah satunya Ponpes Isy Karimah yang melaksanakan festival muslim dan SMA Negeri Slawi ada kawasan halal.   “Targetnya tentu saja yang terbaik, Juara Umum,” tegas Wagub saat ditanya tentang target Jawa Tengah pada Anugerah tersebut.  Menjawab target yang disampaikan Wagub, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko mengatakan, Pemprov akan mengawal upaya pemenangan anugerah untuk menjadi juara umum nasional. “Pada penjurian tadi kita sudah menyampaikan dukungan Pemprov yang mendorong ekonomi syariah, ada Pergub, ada SE, instruksi dan penetapan-penetapan serta keputusan di zakat.  Dinas sudah bergerak dengan memahamkan literasi syariah, dan sudah berada di atas rata rata nasional, termasuk angka inklusi, yakni pada apa saja diterapkan ekonomi syariah. OJK sendiri sudah menyampaikan pertumbuhan syariah sangat pesat,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Dorong Pengusaha Muda Manfaatkan Energi Ramah Lingkungan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen berharap pengusaha muda memberikan perhatian terhadap persoalan energi, salah satunya mendorong developer untuk mengembangkan program kawasan ramah lingkungan. Misalnya, dengan membangun perumahan yang dilengkapi dengan panel surya atau pemanfaatan energi ramah lingkungan lainnya. Hal itu disampaikan Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat menerima audiensi pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jawa Tengah, di ruang kerjanya, Rabu (30/04/2025).  Gus Yasin mengatakan, perencanaan perumahan yang ramah lingkungan memang akan terkesan mahal di awal. Namun demikian, untuk jangka panjangnya akan sangat terasa manfaatnya.  “Teman-teman pengembang coba di-planning untuk membangun perumahan yang ramah lingkungan dan hemat energi, misalnya dengan memakai panel surya dan menggunakan biogas,” tuturnya. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekda Jateng, Sujarwanto Dwiatmoko, pada pertemuan tersebut mengatakan, Pemprov Jateng sudah memiliki terobosan di Blora, Rembang dan Grobogan. Yakni dengan penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai bahan bakar hemat energi untuk rumah tangga sebagai pengganti LPG.  “Satu wilayah pemukiman ada station gas yang masuk ke dapur dan hemat energi sehingga memberikan kontribusi tinggi untuk penghematan energi,” ujarnya. Rombongan pengurus yang dipimpin Bendahara Umum Teddy Agung Tirtayadi menyampaikan, HIPMI akan berupaya sinergi dengan pemerintah untuk membangun Jawa Tengah. HIPMI mengemukakan komitmen untuk mem-booster pengusaha dalam kepemimpinan ke depan. Terpisah, usai pertemuan, Teddy mengungkapkan, Musda akan dilaksanakan akhir Mei di Grhadika Bakti Praja, dan diikuti 600 peserta. Musda akan memilih ketua umum baru pada periode lima tahun mendatang, dan dimungkinkan aklamasi.  Dia mengakui jika namanya mengerucut sebagai calon tunggal yang akan muncul sebagai ketua umum periode mendatang.***

Ngopeni Ngelakoni

Wonosobo jadi Percontohan Audit HAM Nasional, Wagub Jateng: Pemprov Siap Mengawal 

Pertemuan ini membahas penilaian kabupaten dan kota terkait pemenuhan hak asasi manusia, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan pangan. Kabupaten Wonosobo menjadi salah satu proyek percontohan nasional. “Kami bersyukur, dari seluruh provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia, salah satunya yang dinilai adalah Kabupaten Wonosobo di Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mengawal proses tersebut untuk memastikan pemenuhan hak dasar masyarakat berjalan optimal. “Kami senang dan akan ikut mengawal termasuk nanti kita harus memaparkan apa saja yang sudah dilakukan oleh Kabupaten Wonosobo terkait HAM,” ujarnya. Audit ini menjadi langkah baru yang diinisiasi Komnas HAM RI untuk menilai implementasi empat hak dasar di daerah, yakni hak atas pendidikan, kesehatan, pekerjaan, dan pangan. Taj Yasin menekankan pentingnya kehadiran Komnas HAM sebagai mitra pengawasan dalam mengawal berbagai program tersebut utamanya terkait pemenuhan hak asasi manusia. Tahun ini, hanya dua kabupaten di Indonesia yang dipilih sebagai pilot project, yaitu Wonosobo di Jawa Tengah dan Manggarai di Nusa Tenggara Timur. Komisioner Komnas HAM, Anis Hidayah, menyampaikan Wonosobo terpilih karena dinilai memiliki keunggulan, salah satunya telah membentuk Komisi Hak Asasi Manusia tingkat daerah. Keberadaan komisi ini menjadi landasan kuat untuk menjadikan Wonosobo sebagai model nasional audit HAM. “Tahun lalu kami sudah audiensi dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, dan tahun ini kami akan melakukan penilaian lapangan pada Juli. Hasilnya akan diumumkan pada Hari HAM Desember mendatang,” kata Anis. Proses audit akan melalui beberapa tahapan, mulai dari studi kebijakan, studi lapangan, penilaian oleh tim ahli, hingga sesi klarifikasi dari pemerintah daerah yang diaudit. Hasil akhirnya, berupa skor dan rekomendasi yang bertujuan memperkuat implementasi HAM di daerah. “Tujuan kami bukan untuk mempermalukan, melainkan mengidentifikasi praktik baik yang dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain,” jelas Anis.***

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Minta Adeksi Serius Kawal Pengelolaan Sampah di Daerah

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), mendorong Asosiasi DPRD Kota Seluruh Indonesia (Adeksi), agar mampu menelurkan kebijakan daerah terkait pengelolaan sampah, hingga energi alternatif.  Hal tersebut diutarakan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-6 Adeksi, di Patra Convention Hotel Semarang, Senin 28 April 2025. Gus Yasin mengatakan, DPRD kota merupakan penentu kebijakan pemerintah di daerah. Apalagi, kata dia, kegiatan tersebut mengambil tema ‘Penguatan Kolaborasi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah untuk Mewujudkan Indonesia Maju yang Berdaulat, Mandiri, dan Berkepribadian’. “Harus ada keseriusan, semoga ada hasil perubahan dan kemajuan kota melalui DPRD Kota seluruh Indonesia,” ucap Taj Yasin. Sosok kelahiran Kabupaten Rembang itu menjelaskan, kesuksesan dalam membangun, mengelola, dan menata kota akan menjadi wajah atau barometer wilayah lain seperti kabupaten di seluruh provinsi di Indonesia. Maka, kata Taj Yasin, Adeksi punya peran menjaga kekompakan dalam membuat kebijakan bersama dengan eksekutif atau pemerintah kota. Terlebih, setiap kota punya karakteristiknya tersendiri. Lebih lanjut, Gus Yasin  menggambarkan, tantangan dalam penataan dan pengelolaan wilayah perkotaan yakni lebih kecil dibandingkan kabupaten. Khususnya tantangan terkait pengelolaan sampah, yang harus didukung kebijakan pemerintah kota bersama DPRD. “Permasalahan sampah ini jadi isu yang belum surut, apalagi di perkotaan yang lahannya tidak luas,” kata dia. Akan tetapi, kata Taj Yasin, ada keuntungan dari sisi kedewasaan masyarakat di perkotaan. Di mana akan lebih mudah untuk bersama-sama membangun kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah. “Masyarakat di perkotaan secara pendidikan lebih baik, masyarakatnya lebih maju, sehingga untuk membangun kesadaran dari rumah ke rumah harus dibangun dari tingkat perkotaan.  Tidak berhenti disitu, Taj Yasin bilang, pengelolaan sisa rumah tangga lain yakni kotoran manusia juga bisa didorong untuk dikelola dengan baik seperti menjadi biogas. Biogas sebagai sumber energi alternatif juga bisa diakselerasi melalui banyak hal. Salah satu yang dicontohkannya yakni, pengelolaan limbah tahu di Magelang yang telah digunakan lebih dari 60 KK. “Ini bisa dicontoh diperkotaan dengan pengembannya,” katanya.  Taj Yasin menekankan, sinergi oleh dilakukan Adeksi akan memantik hadirnya peraturan daerah (perda) tentang pengelolaan sampah hingga energi alternatif di setiap kota.  Perda yang digarap oleh DPRD Kota dan pemerintah kota tersebut juga diharapkan bisa dicontoh oleh kabupaten lain kedepannya. Di tempat yang sama, Ketua Adeksi, Sigit K Yunianto, menambahkan, asosiasi akan menguatkan kolaborasi dalam menghadapi tantangan nasional. “Kami juga menjembatani aspirasi DPRD kota dalam menghadapai perubahan regulasi nasional. Di antaranya UU Cipta Kerja, serta isu penting lain terkait otonomi daerah,” katanya.***

Scroll to Top