Ngopeni Ngelakoni

News, Ngopeni Ngelakoni

Pengukuhan Kepala OJK Baru, Wagub Jateng Dorong Kolaborasi UMKM dan Stabilitas Ekonomi

SEMARANG– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menekankan pentingnya sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan untuk memperkuat akses permodalan. Khususnya bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang selama ini masih kesulitan mendapatkan pembiayaan. Menurutnya, penguatan sektor ekonomi kecil menjadi kunci ketahanan ekonomi Jawa Tengah. “Masih banyak pelaku usaha kecil seperti petani, nelayan, dan UMKM yang belum bisa mengakses pembiayaan. Maka ke depan harus ada kerja sama yang lebih cepat dan konkret antara OJK dan perbankan,” ujar Gus Yasin dalam sambutannya. Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yasin saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Jumat, 25 April 2025. Dalam kesempatan itu, Gus Yasin menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh keberadaan OJK sebagai mitra strategis dalam upaya menyejahterakan masyarakat. “Pada prinsipnya kami sangat mendukung OJK dalam pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, utamanya bagaimana ruang ekonomi di Jawa Tengah bisa berkembang, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik saat ini,” ucapnya. Ia juga berharap kehadiran Hidayat Prabowo sebagai pimpinan OJK Jateng yang baru mampu memperkuat pengawasan keuangan dan mendorong tumbuhnya pelaku usaha dari berbagai skala. “Kita berharap bahwa ekonomi, khususnya para pelaku bisnis baik yang besar maupun yang kecil, akan tumbuh lebih masif. Termasuk dalam mengontrol keuangan di perbankan dan memberi akses lebih luas kepada pelaku usaha kecil,” tambahnya. Gus Yasin menuturkan bahwa UMKM terbukti menjadi penyelamat ekonomi saat krisis, baik pada masa pandemi COVID-19 maupun krisis moneter tahun 1997. “Kita harus mengapresiasi para pelaku UMKM. Mereka adalah penopang keuangan negara ini, dan saat ini pun menjadi fokus kebijakan Presiden untuk ketahanan ekonomi nasional,” katanya. Ia juga mengajak OJK untuk terlibat dalam mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Jateng, seperti makan bergizi gratis dan intervensi harga gabah, yang juga melibatkan pelaku usaha kecil di daerah. “OJK diharapkan ikut andil besar dalam program-program ini. Kami rangkul semua perbankan, termasuk Bank Jateng dan BPR, untuk memberikan stimulus dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat,” jelasnya. Menutup sambutan, Gus Yasin memberikan ucapan selamat kepada Kepala OJK Jateng yang baru, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Selamat bertugas. Kolaborasi antara OJK dan Pemprov Jateng adalah kunci untuk menumbuhkan ekonomi secara berkelanjutan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita,” pungkasnya. Acara ini turut dihadiri Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK RI, Ogi Prastomiyono, serta para tamu eksternal dari berbagai lembaga, antara lain anggota Komisi XI DPR RI Musthofa dan Harris Turino, Kepala Perwakilan BI, DJPB, DJP Jateng 1, DJBC, Kejaksaan Tinggi, Ombudsman, Pengadilan Tinggi Agama, Bank Mandiri, BTN, BPD Jateng, BSI, BCA, Perbarindo, hingga Rektor Unissula.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Ultah BKOW, Ning Nawal Ingatkan Kesehatan Mental Wanita

SEMARANG – Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, M. S. I, mengatakan, sebagai wadah dari kumpulan organisasi wanita, Badan Kerjasama Organisasi Wanita memiliki peran untuk menyukseskan program pemerintah. Mendukung upaya tersebut, kesehatan mental menjadi hal penting, baik bagi pribadi perempuan dan anggota keluarga. Hal itu dikatakan Ning Nawal, panggilan akrabnya, saat menghadiri Ulang Tahun BKOW ke- 63 tahun, Badan Kerjasama Kamis (24/4/2025). Pada ulang tahun ini, BKOW menyoroti tentang pentingnya kesehatan mental perempuan, sebagai modal pembangunan keluarga, wilayah dan negara. “Pertama, perempuan menjadi pondasi untuk pembentukan emosional anak. Ketika ibunya sehat secara mental, maka insyaallah anak akan bahagia. Selanjutnya, ibu ini merupakan sumber komunikasi yang baik dalam keluarga. Jadi, ketika hatinya ayem tentrem, keluarga juga akan ayem tentrem,” tuturnya, di Ghradika Bhakti Praja. Ditambahkan, guna mendukung terciptanya perempuan berdaya, BKOW menjalankan delapan program prioritas. Seperti, Daya Kartini untuk pelatihan keterampilan ekonomi, Destara atau Desa sejahtera Perempuan dan Anak, Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Pesantren Penak). Di samping itu, ada Relawan Perunggu atau (Paralegal Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak), pendidikan politik, Perempuan Aman, serta pelatihan kebijakan dan perencanaan anggaran. Pada HUT ke-63 BKOW, mengambil tema “Peran Perempuan dalam Ketahanan Mental Keluarga”. Pada puncak acara tersebut, digelar pula gelar wicara yang menghadirkan pembicara Ummul Baroroh dan Darosy Endah Hyoscyamina, yang diikuti oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dari 35 kabupaten/ kota via aplikasi zoom. Kedua pembicara mengingatkan, perempuan sebagai ibu dalam keluarga adalah pusat gravitasi. Peran ibu dapat menjadi perekat suami dan anak. Tidak hanya itu, perempuan juga menjadi “madrasah pertama” bagi pendidikan anak-anak. Karenanya, baik Baroroh dan Darosy mengingatkan perlunya menjaga kesehatan mental ibu. Satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan me time, rehat sejenak dari rutinitas, dan membangun komunikasi positif dengan dirinya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Minta Isu Sampah Harus Dibahas Sampai ke Rumah Tangga

PEKALONGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan pentingnya penanganan sampah dilakukan secara menyeluruh, tak hanya di lingkup pemerintahan tapi juga menyentuh kehidupan masyarakat sehari-hari. Hal ini disampaikan saat membuka Musyawarah Komisariat Wilayah (Muskomwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Korwil III di Kota Pekalongan, Kamis, 24 April 2025. Wali Kota Surabaya sekaligus Ketua Dewan Pengurus Apeksi, Eri Cahyadi hadir di acara tersebut. Gus Yasin menuturkan, pengelolaan sampah saat ini sudah menjadi isu penting yang perlu dipikirkan bersama, bukan hanya soal teknis pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga menyangkut kesadaran kolektif masyarakat. “Sampah ini sudah menjadi isu yang sangat darurat. Penanganan sampah bukan hanya bagaimana memenej sampahnya, ada di mana, dibuang ke mana, diapakan. Tapi bagaimana menerjemahkan isu lingkungan kepada masyarakat,” ujarnya. Gus Yasin menekankan pentingnya membawa misi pengelolaan sampah ke dalam ruang-ruang diskusi masyarakat, termasuk di rumah tangga. Ia menyebut bahwa kesadaran lingkungan perlu dibangun sejak dari hal terkecil. “Bagaimana isu ini tidak hanya dibahas di pemerintahan, tapi juga bisa dibahas di rumah-rumah masyarakat kita,” lanjutnya. Ia juga menyinggung perlunya menyelaraskan penanganan isu sampah dengan isu kesehatan lain seperti stunting. Menurutnya, dua persoalan ini saling berkaitan dan membutuhkan pendekatan yang simultan. “Rasanya dua permasalahan ini, antara stunting dan sampah, penanganannya harus berbarengan. Kalau sampahnya berserakan, stuntingnya juga naik. Jadi harus diselaraskan,” tambahnya. Di kesempatan itu, Gus Yasin mengapresiasi langkah cepat Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan yang juga Ketua Komwil III, dalam merespons persoalan sampah di wilayahnya. “Saya senang, beliau langsung tanggap. Anggarannya dinaikkan. Karena ini menyangkut komunikasi juga. Di perkotaan yang sudah padat, pengelolaan sampah itu butuh lahan dan tempat. Dan itu seringkali menghadapi tantangan dari masyarakat sekitar,” katanya. Ia mengajak seluruh pihak untuk mengurangi sampah bersama-sama dan mendorong pendekatan edukatif kepada warga soal pemilahan sampah. “Mari bareng-bareng kurangi sampahnya, bareng-bareng kelola sampahnya. Penanganannya bukan soal pengeluaran yang besar, tapi bagaimana bisa kita tekan, kita efisienkan,” ucapnya. Sebagai contoh praktik baik, ia menyebut Kota Surabaya yang telah mendapatkan pengakuan dari UNESCO dalam hal pengelolaan sampah, serta Kabupaten Banyumas yang telah berhasil menjalin kerja sama dengan industri dalam pemanfaatan sampah sebagai bahan bakar. “Bukan untuk menonjolkan siapa-siapa, tapi memberikan ilmu. Ini penting agar kawan-kawan di kota lain bisa belajar dan menerapkan hal serupa. Masyarakatnya juga harus kita edukasi, ada pemilahan, ada proses,” tutupnya. Muskomwil III Apeksi ini diikuti 25 wali kota dari wilayah Jawa Tengah, DIY, Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, dengan menghadirkan narasumber dari Kemendagri, KLHK, serta praktisi dan pegiat lingkungan dari berbagai daerah.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Wagub Dukung Anak SD Ingin jadi Psikolog dan Berharap Sekolah Bebas Bullying

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menaruh perhatian dan dukungan terhadap salah satu pelajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambakaji 05, yang bercita-cita menjadi psikolog. “Ternyata ada juga anak yang sejak kecil ingin jadi psikolog. Tadi saya tanya kenapa? (Jawabnya) Ya ingin bantu temannya, ingin merawat dan sebagainya,” kata dia usai meninjau kegiatan Ngopeni Nglakoni Jateng Skrining Kesehatan Dokter Spesialis Keliling (Spelling), di SDN Tambakaji 05, Kota Semarang, Rabu, 23 April 2025. Dalam skrining yang bekerjasama dengan RSUD dr. Adhyatma, MPH tersebut, terdapat pemeriksaan kesehatan THT, gizi, dan lainnya. Tak luput juga menghadirkan ahli di bidang psikologi. “Kita juga ingin di sekolah agar tidak ada bullying, kekerasan. Kalaupun ada, maka diedukasi bagaimana sikap siswa/siswi terhadap kawannya yang melakukan bullying,” ucap Taj Yasin. Pihaknya melakukan pendekatan dengan sejumlah anak, untuk juga mengedukasi bagaimana menyikapi kalau menemui ada perundungan. “Kadang-kadang mungkin adan namanya anak-anak jahil, jangan marah ya, dimaafkan ya. Tapi, saling mengingatkan itu paling penting. Juga ada dokter psikolog yang mengedukasi di sini,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu  Lebih lanjut, dia mengatakan, kegiatan yang menggandeng dokter spesialis anak tersebut juga akan dilakukan di sekolah-sekolah lain di Jateng. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jateng, kabupaten/kita, hingga swasta  akan mendukung untuk masuk ke sekolah-sekolah sesuai kebutuhan. “Prioritas juga daerah di kawasan (angka tinggi) kemiskinan, khususnya daerah yang aksesnya jauh dari perkotaan,” kata Taj Yasin. Adapun, lanjut dia, tujuan dari program Ngopeni Nglakoni Jateng Skrining Kesehatan Dokter Spesialis Keliling (Spelling), masuk ke sekolah untuk  pemeriksaan dan edukasi anak-anak supaya menjaga kesehatannya, kebutuhan gizi, ataupun pola hidup bersih. “Juga edukasi, kalau ada gejala sakit tertentu maka bisa periksa ke dokter. Sehingga peduli kesehatan itu menjadi penting. Pada tahap pertamanya yakni skrining supaya sebagai pencehahan supaya tidak sakit,” kata Taj Yasin.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Investasi Jawa Tengah Capai Rp 68 T,  Serap 411 Ribu Tenaga Kerja 

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan investasi menjadi fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2025–2029. Menurutnya, investasi bukan hanya urusan angka, melainkan motor utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Aspirasi Masyarakat (ASMAS) yang digelar DPD RI Jawa Tengah di Semarang, Rabu 23 April 2025. “Investasi bukan sekadar angka. Ini adalah motor utama pertumbuhan dan pemerataan. Kami ingin memastikan bahwa iklim usaha di Jawa Tengah benar-benar siap untuk bersaing,” ujar Taj Yasin. Dalam paparannya, Taj Yasin menyampaikan bahwa realisasi investasi Jawa Tengah pada 2024 mencapai Rp68,67 triliun. Jumlah proyek yang masuk melonjak menjadi 65.815 dan menyerap lebih dari 411 ribu tenaga kerja. Namun, ia tak menampik bahwa masih ada tantangan di lapangan. Infrastruktur yang belum merata, birokrasi perizinan yang perlu dipangkas, serta kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten menjadi pekerjaan rumah yang tengah diselesaikan pemerintah provinsi. “Investasi di Jawa Tengah ini sudah seksi. Tapi kita perlu percepatan. Sistem OSS-nya sudah baik, tinggal bagaimana kita mempercepat eksekusi di lapangan,” katanya. selain itu untuk mempermudah proses survei lapangan dalam proses realisasi investasi, Taj Yasin menuturkan salah satu caranya dengan dengan mendorong kolaborasi pembiayaan antara pemerintah dan investor. “Enggak semua bisa disurvei online. Tapi masa kita tunda hanya karena itu? Kalau pemerintah belum bisa datang cepat, bisa dibantu dulu dari pelaku usaha. Yang penting cepat jalan,” tegasnya. Untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai “rumah nyaman bagi investor”, Pemprov mengusung beberapa strategi utama. Salah satunya adalah menyiapkan SDM lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pelatihan vokasi dan peningkatan kualitas SMK. “Kami edukasi dan latih tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. Kita lihat dulu investornya masuk ke bidang apa, lalu kita siapkan orangnya. Jadi mereka bisa langsung kerja begitu pabrik atau perusahaan berdiri,” jelasnya. Selain itu, pemerintah juga menetapkan 2025 sebagai tahun infrastruktur. Proyek-proyek jalan, kawasan industri, hingga fasilitas pendukung konektivitas sudah disiapkan dan dibahas bersama DPRD, tinggal menunggu tahap pembangunan. “Tahun ini kita fokus ke infrastruktur. Kemarin sudah kita perbaiki, sekarang tinggal bangun. Supaya semua daerah siap jadi lokasi investasi, bukan cuma di kota besar saja,” tambahnya. FGD ini juga dihadiri oleh Ketua DPD RI Jawa Tengah Abdul Kholik, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdullah, akademisi FISIP UNDIP Nur Hidayat Sardini, serta para mahasiswa dan organisasi kepemudaan seperti PMII. Taj Yasin menutup dengan menyatakan bahwa RPJMD Jawa Tengah 2025–2029 dirancang untuk menjadi pro-investasi, pro-lapangan kerja, dan pro-pertumbuhan hijau, demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah provinsi.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Tanggapi Isu Pemekaran Wilayah Jawa Tengah 

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menanggapi wacana pemekaran wilayah atau pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di sejumlah daerah seperti Brebes Selatan, Cilacap, dan Banyumas. Ia mengingatkan agar wacana tersebut tidak hanya didasarkan pada jarak pelayanan publik semata. Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Aspirasi Masyarakat (ASMAS) yang digelar DPD RI Jawa Tengah di Semarang, Rabu 23 April 2025, dengan tema “Optimalisasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah dalam Perspektif RPJMD Jateng 2025–2029.”. “Kalau pemekaran coba nanti kita bukan hanya bicara tentang pelayanannya yang jauh saja. Itu yang saat ini disuarakan kan ‘pak kami jauh dari tempat pelayanan’. Saat ini kan online, ya kan bisa kita dekatkan,” kata Taj Yasin. Menurutnya, dalam pemekaran wilayah, hal yang paling utama harus diperhitungkan adalah kemampuan fiskal calon daerah baru. Pemerintah tidak ingin terburu-buru mendorong pemekaran jika ternyata daerah tersebut tidak mampu membiayai kebutuhannya sendiri setelah dipisahkan. “Akan tetapi kalau bicara tentang pemekaran itu yang dihitung kemampuan fiskalnya. Ketika dipisah mereka mampu enggak membiayainya,” lanjutnya. Ia mencontohkan beberapa kawasan yang selama ini ramai disuarakan untuk dimekarkan, seperti Brebes Selatan, Cilacap, dan Banyumas. Namun ia menegaskan bahwa setiap usulan harus dikaji secara matang dari sisi keuangan. “Kawasan Kabupaten Brebes selatan itu juga harus dihitung, Cilacap juga sama, Banyumas tadi disampaikan juga sama, maka kita harus menghitung itu tidak hanya suara untuk pemekaran saja. Kami akan dorong untuk pemekaran apabila fiskalnya itu mencukupi,” tegasnya. Pemprov Jateng, kata dia, tetap membuka ruang pembahasan pemekaran wilayah, namun tetap berpijak pada pertimbangan rasional, bukan semata desakan.***

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Dorong Regenerasi Pendonor Darah Lewat Sosialisasi Sekolah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mendorong peningkatan jumlah pendonor darah pemula melalui sosialisasi ke sekolah-sekolah. Hal itu ia sampaikan usai menghadiri Rapat Koordinasi dan Silaturahmi PMI Jawa Tengah, Rabu 23 April 2025, di Kantor PMI Provinsi, Semarang. Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menilai kesadaran masyarakat untuk berdonor sudah baik. Namun, dibutuhkan regenerasi karena sebagian besar pendonor aktif saat ini sudah masuk kategori senior. “Kita ingin menyisir lagi di kalangan usia 17 tahun. Kita akan sosialisasi ke sekolah-sekolah, dan ini akan kita gabungkan dengan program Pemerintah Provinsi, seperti penanganan stunting dan edukasi kesehatan,” ujarnya. Menurutnya, kegiatan sosialisasi terkait donor darah ini dapat dibarengkan bersama program Spelling (Spesialis Keliling) yang Ia gagas bersama Gubernur Ahmad Luthfi. “Pendonor lama banyak yang sudah waktunya istirahat, walaupun secara resmi tidak ada usia pensiun. Tapi siklus harus berjalan, kita perlu orang-orang baru,” tambahnya. Gus Yasin juga mengapresiasi para relawan PMI yang selama ini aktif memberikan bantuan baik berupa tenaga, waktu, maupun materi saat terjadi bencana.***

Ngopeni Ngelakoni

Launching Gerakan 1 Juta Pohon Matoa, Gus Yasin: Ini Simbol Bangsa yang Kuat dan Manis

SOLO – Dalam rangka memperingati Hari Bumi, Kementerian Agama RI secara serentak meluncurkan Gerakan Penanaman 1 Juta Pohon Matoa di seluruh Indonesia. Untuk wilayah Jawa Tengah, launching dipusatkan di Masjid Sheikh Zayed, Kota Solo, Selasa 22 April 2025. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bagian dari program ‘Asta Protas Kemenag’ salah satunya adalah ekoteologi atau gagasan spiritual dalam menjaga keseimbangan alam. “Hari ini kita mencanangkan gerakan nasional penanaman pohon matoa. Di Jawa Tengah sendiri akan ditanam sebanyak 19.000 pohon, tersebar di 35 kabupaten dan kota. Ini komitmen Kemenag untuk menjaga kelestarian lingkungan, demi keberlangsungan hidup umat manusia,” ujarnya. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengapresiasi gerakan ini. Ia menekankan bahwa merawat bumi bukan hanya tugas sektoral, tapi panggilan kemanusiaan. “Kita tidak sekadar numpang hidup. Kita semua adalah pemilik bersama bumi ini. Tugas kita satu: merawatnya. Hari ini kita bersyukur dengan menanam pohon, bukan untuk kita sendiri, tapi untuk anak cucu kita,” ucapnya. Ia juga menyoroti makna simbolik dari pohon matoa yang dipilih. Menurutnya, pohon asli Papua ini mencerminkan karakter bangsa Indonesia: kuat, manis, dan tahan dalam berbagai kondisi. “Buah matoa nggak ada yang asam, semuanya manis. Pohon ini juga kuat sama seperti bangsa kita yang punya kekuatan dari kerukunan dan kebersamaan. Kalau dua hal itu hilang, bangsa ini juga tak akan kuat,” ungkapnya. Lebih lanjut, Gus Yasin menambahkan bahwa penanaman pohon ini juga menjadi cerminan semangat toleransi yang kuat di Kota Surakarta, di mana gerakan ini juga melibatkan berbagai elemen agama, mulai dari Islam, Katolik, Hindu, hingga Konghucu. “Pohon ini ditanam di lingkungan masjid, tapi kita ajak semua saudara-saudara dari agama lain ikut serta. Ini menunjukkan kita sebagai negara yang kuat dan manis simbol menyenangkan,” tambahnya. Ia juga berharap gerakan ini menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya pelestarian lingkungan yang selama ini terus digaungkan oleh Presiden Prabowo Subianto . “Saya berharap acara ini bagian dari kecintaan kita terhadap Bapak Presiden karena beliau getol melestarikan alam,” tutupnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Tumbuhkan Kesadaran Anak Jaga Kesehatan, Taj Yasin Tinjau Program Speling di Sekolah

SEMARANG– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meninjau langsung pelaksanaan program Dokter Spesialis Keliling (Speling), di SD Negeri Tambakaji 05 Semarang, pada Rabu (23/4/2025). Dalam program Speling di sekolah tersebut, dilakukan pemeriksaan (skrining) kesehatan untuk THT, gizi, dan lainnya. Dokter dan perawat dihadirkan dari RSUD dr Adhyatma Semarang. Selain itu, juga menghadirkan psikolog dari rumah sakit tersebut. Wagub Taj Yasin menuturkan, program Speling di sekolah, menjadi upaya untuk meningkatkan kesadaran anak dalam menjaga kesehatan. Mulai dari pemenuhan gizi, hingga penerapan pola hidup bersih dan sehat. “Kalau ada gejala sakit tertentu, maka bisa periksa ke dokter. Peduli kesehatan itu menjadi penting. Pada tahap pertamanya itu skrining, supaya sebagai pencegahan supaya tidak sakit,” tutur Gus Yasin, sapaan wagub. Ditambahkan, kehadiran psikolog untuk memberikan layanan psikologi, salah satunya konseling mengenai bullying. “Kita juga ingin di sekolah agar tidak ada bullying dan kekerasan,” kata dia. Gus Yasin mengatakan, kegiatan serupa juga akan dilakukan di sekolah-sekolah lain di Jateng. Rumah sakit milik Pemprov Jateng dilibatkan untuk melaksanakan program Speling di sekolah. “Prioritas juga daerah di kawasan (angka tinggi) kemiskinan, khususnya daerah yang aksesnya jauh dari perkotaan,” tandas wagub.***

Ngopeni Ngelakoni

Jemaah Haji Jateng Mulai Masuk Emberkasi 1 Mei, Wagub Minta PPIH Berikan Pelayanan Berkualitas

SOLO– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, melantik Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo (SOC) Tahun 1446 H/2025 M di Hotel Sunan, Surakarta pada Selasa, 22 April 2025. Sebanyak 23 orang PPIH dikukuhkan untuk melayani jemaah haji melalui Embarkasi Solo. Pada tahun ini, akan diberangkatkan sebanyak 33.900 jemaah haji dari Jawa Tengah dan Yogyakarta. Dalam sambutannya, Wagub mengingatkan agar petugas haji memastikan kualitas pelayanan yang diberikan, termasuk aspek teknis, seperti akomodasi, fasilitas air, hingga kesehatan para jemaah.  “Tahun lalu ada berita AC rusak di asrama, ada juga pesawat yang sampai harus turun karena jemaahnya diare. Tahun ini jangan sampai ada kejadian seperti itu. Pastikan semua dicek dengan teliti,” katanya. Ia mengingatkan, tugas panitia haji bukan hanya sekadar pekerjaan administratif, melainkan bagian dari ibadah yang memiliki nilai besar di sisi agama. “Panitia haji bukan soal banyaknya jemaah, tetapi tentang makna pelayanan. Ini simbol kelancaran ibadah dari awal keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” ucapnya. Mengakhiri sambutannya, Wagub menyampaikan doa dan harapan agar seluruh proses penyelenggaraan ibadah haji tahun ini berjalan lancar dan membawa berkah. Direktur Bina Haji Direktorat Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Musta’in Ahmad, menyampaikan bahwa pelantikan serentak PPIH dilakukan di 14 embarkasi se-Indonesia, karena padatnya agenda di tingkat pusat. Ia menyebut, tahun ini Indonesia memberangkatkan sebanyak 203.320 jemaah haji yang terbagi dalam 528 kloter. Selama perjalanan, para jemaah akan didampingi oleh 2.083 petugas kloter. “Pelayanan di embarkasi adalah bagian vital dari keseluruhan proses haji. Di sinilah kesan pertama dibangun. PPIH harus hadir dengan semangat dan kerja terbaik,” pesannya. Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng, Saiful Mujab, menuturkan bahwa persiapan pemberangkatan haji sudah mencapai 90%. Kurang lebih sebanyak 28 ribu jemaah dari total 30.377 jemaah di Jawa Tengah juga sudah mendapatkan visa. “Tanggal 1 Mei masuk asrama, dan 2 Mei terbang gelombang pertama,”  ucapnya.***

Scroll to Top