Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Pastikan Kesehatan Santri, Ahmad Luthfi-Taj Yasin Terjunkan Spesialis Keliling ke 5.479 Pesantren

KUDUS – Bertepatan dengan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mulai menerjunkan dokter spesialis keliling (Speling) ke 5.479 pesantren di Jawa Tengah. Speling menyasar pesantren untuk memastikan layanan kesehatan bagi santri, khususnya untuk penyakit dengan potensi penularan tinggi. Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, peringatan HSN 2025 tingkat Provinsi Jawa Tengah dipusatkan di Kabupaten Kudus. Diawali dengan beberapa kegiatan pameran dan Jateng Bersholawat pada tanggal 21 Oktober, kemudian dilanjutkan hari puncak dengan apel peringatan HSN di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus, Rabu, 22 Oktober 2025. “Pemprov Jateng tidak hanya upacara tetapi ada beberapa kegiatan yang sudah dilakukan, termasuk hari ini dokter Speling kita hadir. Ini kita lakukan pemeriksaan di basis santri, yaitu pesantren di Jawa Tengah. Ada 5.479 pesantren,” kata Ahmad Luthfi usai menjadi inspektur upacara Peringatan HSN 2025 dan mengecek program Speling untuk santri. Ia menjelaskan, Speling di ribuan pesantren tersebut akan diakselerasi. Selain untuk memberikan layanan kesehatan dari dokter spesialis, Speling di pesantren juga menjadi bagian untuk tracing sejumlah penyakit seperti tuberkulosis (TBC), penyakit kulit, dan indikasi penyakit lain yang diderita pada santri. “TBC ini menjadi prioritas pemerintah maka harus dilakukan tracing dan pengobatan sampai tuntas. Kalau ada satu santri yang kena, pesantren itu harus dilakukan pemeriksaan,” jelasnya. Menurut Ahmad Luthfi, kesehatan santri juga harus diperhatikan karena santri merupakan bagian dari masyarakat produktif dan masa depan bangsa. “Kalau santri kita sehat, ke depannya akan menjadi anak-anak yang mempunyai daya kreativitas tinggi dan berdaya saing,” ujarnya. Selain Speling, Pemprov Jateng juga memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan santri dan pesantren. Salah satunya adalah Pesantren Obah. Terbaru melalui pesantren obah tersebut, Pemprov Jateng juga meluncurkan program beasiswa santri dan pengasuh pesantren. “Tadi malam sudah kita launching. Santri dan pengasuh pesantren yang mempunyai kualifikasi akan mendapatkan beasiswa sekolah di dalam negeri dan luar negeri seperti Mesir, Yaman, dan lainnya,” katanya. Sementara apel peringatan HSN 2025 di Alun-alun Simpang Tujuh Kabupaten Kudus dihadiri ribuan santri. Ahmad Luthfi sebelum membacakan amanat Menteri Agama sempat menyampaikan pesan kepada para santri tentang pentingnya Hari Santri. “Hari Santri merupakan momentum untuk mengenang perjuangan santri-santri dan para kiai. Mengingat tanggal 22 Oktober 1945 (santri) yang membela tanah air dengan dasar hubbul waton minal iman. Ini sejarah yang perlu kita ingat. Selamat hari santri. Hidup Santri!” kata Ahmad Luthfi.***

Ngopeni Ngelakoni, Pesantren Obah

Hujan Tak Surutkan Ribuan Santri Ikuti Jateng Bersholawat di Kudus

KUDUS – Ribuan santri dan jamaah tetap memadati Alun-Alun Kabupaten Kudus, Selasa malam, 21 Oktober 2025, mengikuti acara “Jateng Bersholawat” meski hujan mengguyur sejak awal. Kegiatan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2025 dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia.” Hadir dalam acara tersebut Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Habib Ali Zainal Abidin Assegaf, Muhammad Iqdam Kholid (Gus Iqdam), Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, serta Wabup Bellinda Putri Sabrina Birton. Sejumlah kepala daerah lain juga tampak hadir, seperti Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Bupati Kendal Dyah Kartikasari, Bupati Pati Sudewo, dan Bupati Jepara Witiarso Utomo, bersama jajaran Kanwil Kemenag Jateng. Meski kondisi cuaca kurang bersahabat, ribuan peserta tetap khusyuk berselawat bersama grup hadroh Az-Zahir. Lantunan selawat dan kibaran bendera pesantren mewarnai suasana malam yang penuh semangat religius. “Walaupun turun hujan, alhamdulillah semangat kita semua tetap menyala untuk hadir dalam acara Jateng Bersholawat. Ini bukti cinta santri kepada ulama dan negeri,” ujar Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutannya. Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi mengajak seluruh hadirin untuk tetap bersyukur meski hujan mengguyur. “Yang kehujanan makin deras, makin basah, pahalanya makin banyak,” ujarnya sambil tersenyum disambut tawa jamaah. Gubernur Luthfi menegaskan, kegiatan bersholawat ini menjadi representasi masyarakat Jawa Tengah yang selalu Gemah Ripah Loh Jinawi Toto Tentrem Kerto Raharjo terutama dalam memperingati Hari Santri Nasional 2025. “Santri adalah garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI. Sejarah mencatat, 22 Oktober 1945, para kiai dan santri berjuang mempertahankan kemerdekaan,” tegasnya. Di tempat yang sama, Gubernur Ahmad Luthfi sekaligus melaunching program Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LSFP) Jawa Tengah.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin di Hari Santri 2025: Pesantren Harus Ramah Anak-Perempuan dan Anti Bullying

KUDUS– Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menghadiri Sarasehan Hari Santri 2025 yang mengusung tema “Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan: Menuju Pesantren Aman dan Sehat”, di Pondok Pesantren Roudlotuth Tholibin Bendan, Kudus, Selasa 21 Oktober 2025. Kegiatan ini menjadi pembuka rangkaian peringatan Hari Santri tingkat Provinsi Jawa Tengah yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Kudus. Setelah sarasehan, acara dilanjutkan dengan peresmian Pameran Produk Unggulan UMKM di kawasan Simpang Tujuh Kudus. Turut hadir dalam acara tersebut Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Wakil Bupati Kudus Belinda Birton, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, OPD terkait, para kiai, nyai, dan pengasuh pesantren serta santri dan santriwati di Kabupaten Kudus. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menekankan pentingnya menjadikan pesantren sebagai lingkungan yang ramah anak dan ramah perempuan. Ia menyebut bahwa kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan masih menjadi masalah serius di berbagai daerah, termasuk di lembaga pendidikan. “Kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi masalah serius, termasuk di lingkungan pendidikan. Karena itu, kegiatan seperti ini penting sebagai bentuk kepedulian bersama,” tegasnya. Ia juga mengapresiasi peran Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, yang sejak beberapa tahun terakhir telah menginisiasi program Pesantren Ramah Anak dan Ramah Perempuan. Menurutnya, beberapa pesantren di Jawa Tengah telah mendeklarasikan diri sebagai lembaga ramah anak, dan diharapkan Ponpes Roudlotuth Tholibin menjadi salah satunya. “Alhamdulillah, beberapa pesantren sudah mendeklarasikan diri, dan Insyaallah setelah kegiatan ini, Ponpes Roudlotuth Tholibin juga akan ikut mendeklarasikan sebagai pesantren ramah anak dan perempuan,” ucapnya. Taj Yasin juga menyinggung nilai-nilai Islam yang mengajarkan kasih sayang dan perlindungan terhadap perempuan serta anak-anak. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW menunjukkan kasih sayang kepada cucunya Hasan dan Husain. “Rasulullah sering mencium cucunya di depan para sahabat. Ketika ada sahabat berkata tidak pernah mencium anaknya, Rasulullah menjawab, ‘Barang siapa tidak menyayangi, maka Allah akan mencabut kasih sayang dari hatinya.’ Dari sini kita belajar bahwa pesantren harus menjadi pelopor pendidikan yang penuh kasih sayang dan menghormati perempuan serta anak-anak,” ujar Taj Yasin. Namun, ia juga mengingatkan masih ada pekerjaan besar untuk memastikan lingkungan pesantren benar-benar aman. Berdasarkan data DP3AP2KB Jawa Tengah, pada tahun 2024 tercatat 1.349 kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan, dan hingga Juli 2025 sudah ada 867 kasus. “Kalau dipresentasikan terhadap jumlah santri di Jawa Tengah, angkanya kecil, sekitar nol koma sekian persen. Tapi sekecil apa pun tetap harus jadi perhatian,” tegasnya. Ia menilai, pesantren kini berada dalam sorotan publik dan harus mampu membuktikan bahwa lembaga ini bukan tempat kekerasan, tetapi tempat pendidikan karakter dan moral yang kuat. “Kita tidak perlu marah pada pemberitaan atau isu miring tentang pesantren. Tunjukkan dengan tindakan nyata bahwa pesantren justru melahirkan generasi yang disiplin, berakhlak, dan penuh kasih sayang,” kata Gus Yasin. Dalam kesempatan itu, ia juga menyoroti peran penting guru dan pengasuh di pesantren. Menurutnya, mereka adalah pendidik sejati yang tidak hanya mengajar, tetapi juga hidup bersama santri selama 24 jam. “Di pesantren, guru tidak hanya mengajar lewat kitab, tapi juga memberi teladan dalam akhlak dan kehidupan sehari-hari. Ini keunggulan pesantren yang tidak dimiliki pendidikan umum,” tuturnya. Gus Yasin menambahkan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus memperkuat kerja sama dengan lembaga keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah untuk mendukung program pesantren ramah anak dan perempuan. “Kami berhati-hati dalam menjalankan program ini, karena tidak semua pesantren langsung terbuka dengan lembaga luar. Tapi Alhamdulillah, melalui dialog dan pendekatan dengan organisasi keagamaan, program ini berjalan dengan baik,” ucapnya. Menutup sambutannya, Gus Yasin menyampaikan rasa syukur karena Jawa Tengah kini menjadi salah satu provinsi percontohan nasional dalam bidang perlindungan anak dan perempuan di lingkungan pesantren. “Alhamdulillah, lewat kerja sama antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan masyarakat, Jawa Tengah kini menjadi rujukan nasional. Saya berharap Kudus bisa menjadi pionir yang menginspirasi daerah lain,” ujarnya. Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas penunjukan wilayahnya sebagai lokasi puncak acara peringatan Hari Santri 2025 tingkat provinsi. “Kita berharap Kudus selalu menjadi daerah yang damai, aman, dan tenteram, dengan pesantren-pesantren yang terus melahirkan santri-santri yang tidak hanya pintar ngaji, tetapi juga cerdas secara intelektual. Semoga dari kegiatan ini kita dapat menyerap ilmu yang bermanfaat dan menambah semangat keagamaan di lingkungan pesantren,” ucapnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Taj Yasin Minta Semua Awasi Produk Halal, Jika Melanggar Laporkan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengapresiasi banyak pihak dalam upaya sertifikasi produk halal. Upaya itu sebagai jaminan kepada masyarakat muslim untuk mengakses produk halal. “Nah, akan tetapi memang PR kita saat ini bagaimana keberlanjutannya,” katanya saat membuka Halaqah Ulama, Penguatan UKM Halal Binaan Baznas dan Deklarasi Hari Halal Nasional di Kompleks Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Semarang, Kamis, 16 Oktober 2025. Kegiatan itu bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) dan Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM) MUI Provinsi Jateng. Serta menghadirkan pimpinan MUI se-Jawa. Taj Yasin melanjutkan, keberlanjutan yang dimaksud yakni pengawasan rutin pasca sertifikasi produk halal. Pengawasan dilakukan oleh penyelia baik internal maupun eksternal. “Perlu ada pemahaman, masyarakat atau pelaku usaha tak berhenti sebatas resmi melabelkan halal saja. Akan tetapi bagaimana jaminan halal itu juga bisa bertahan pada berjalannya waktu,” katanya. Setiap produk halal yang telah disertifikasi, harus terus dipastikan kehalalannya. Misalnya makanan yang dilabeli halal agar tidak tercampur dengan makanan non halal atau alat masak yang dipakai untuk produk non halal dalam suatu tempat. Contoh lain, misalnya di suatu tempat berjualan makanan atau food court yang halal ternyata ditempatkan didekat tempat yang berjualan produk non halal, serta kebersihan yang tidak terjaga. “Maka hal ini harus kita pahamkan kepada masyarakat, bahwa keberlanjutan sertifikat halal yang sudah dikeluarkan ini harus dijaga,” katanya. Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga meminta peran aktif masyarakat untuk peduli akan keterjaminan produk halal. Misalnya, ikut mengontrol rumah makan yang sudah mendapat sertifikasi halal agar makanan yang dijual tetap bisa dipastikan kehalalannya. “Laporkan kepada kami, ada MUI. Sehingga nanti bisa diaudit, apakah kehalalannya ini masih bisa pertahankan atau tidak,” katanya. Ketua MUI Jateng, Ahmad Darodji, mengatakan, sebagai negara dengan penduduk mayoritas muslim, maka jaminan produk halal sangat dibutujkan masyarakat. Dari sisi kekuatan ekonomi, kata dia, potensinya sangat besar. Apalagi di Jateng 96% masyarakatnya muslim. Ini juga berpotensi pada kekuatan ekonomi syariah. “Jadi, kita perlu menguatakan literasi masyarakat tentang produk halal khususnya,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Petani di Demak Panen Padi Lebih dari 10 Ton per Hektare, Taj Yasin: Butuh Strategi dan Teknologi

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, salah satu tantangan mencapai swasembada pangan di Jateng adalah alih fungsi lahan pertanian. Dari sekira 1.049.661 hektare lahan pertanian di Jateng dari tahun ke tahun berkurang 62 ribu hektare. “Artinya menjadi sekira 987.468 hektare,” kata Taj Yasin, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam lomba panen padi 10 ton per hektare se-Kecamatan Wonosalam, di Desa Tlogodowo, Kabupaten Demak, Rabu 15 Oktober 2025. Dengan kondisi itu, kata dia, perlu strategi dan kebersamaan untuk meningkatkan hasil produksi tanaman padi. Baik dari sisi perbaikan infrastruktur pengairan, pemanfaatan teknologi pertanian, teknik penanaman, mengatasi hama, dan lain-lain. Pemerintah provinsi Jawa Tengah, bekerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota, dan sektor swasta. Dengan pemanfaatan teknologi pertanian, diharapkan akan mengurangi biaya pengeluaran petani. Kemudian pemerintah telah menetapkan harga gabah kering panen (GKP) Rp6.500 per kg, untuk meningkatkan pendapatan petani. “Kalau itu tercapai saya rasa kekhawatiran ketahanan pangan di Jawa Tengah ini juga akan teratasi. Masyarakat yang banyak meninggalkan lahan atau meninggalkan pertanian akan kembali mereka bertani lagi,” ucapnya. Direktur Utama Saprotan Utama, Markus Wibowo, mengatakan, mengadakan lomba panen padi gabah kering panen (GKP) 10 ton per hektare. Dengan pendampingan-pendampingan teknik penanaman, diharapkan akan memacu para petani untuk meningkatkan hasil panen. Dicontohkannya, petani tetap menggunakan pupuk subsidi. Kemudian pupuk-pupuk lain ditambahkan untuk mencapai pertumbuhan padi yang bagus. Hasilnya ada tiga petani yang hasil panennya 14 ton per hektare. 35 petani dapat lebih dari 10 ton, berkisar 10-13 ton per hektare. “Artinya petani yang ikut lomba itu sebanyak 105 orang, dan yang berhasil mencapai panen lebih dari 10 ton per hektare itu 30%,” katanya. Pada 2026, kata Markus, dengan metode yang sudah dilakukan itu diharapkan akan semakin meningkatkan hasil pertanian padi. Setidaknya ada 50% petani setempat yang berhasil panen GKP di atas 10 ton per hektare. “Begitu seterusnya,” katanya. Dikatakannya, luas area pertanian padi di Kabupaten Demak berkisar 130 ribu-150 ribu hektare. Artinya bila petani bisa mendapat pendampingan dan meraih panen padi GKP rata-raya 10 ton per hektare per musim tanam, maka Kota Wali akan menjadi potensi lumbung pangan di Jateng.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin Tekankan Penguatan Fungsi Inspektorat agar Program Pemerintah Tepat Manfaat

JAKARTA –Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) Inspektorat punya peran besar mengawasi penggunaan anggaran pemetintah agar tepat sasaran dan manfaat untuk masyarakat. Sebagai pengawas internal, kata Taj Yasin, APIP Inspektorat harus benar-benar berani mengawasi dan menindak apabila menemui adanya main-main anggaran dalam institusi pemerintahan. Misalnya bila menemui indikasi program kegiatan yang tanpa hasil, dan hanya menjadi pemborosan anggaran belaka. “Berani mengatakan bahwa anggaran yang dialokasikan ke program itu benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” katanya usai mengikuti Rapat Koordinasi Nasional Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2025, di Hotel Pullman Jakarta Central Park, Kamis, 9 Oktober 2025. Inspektorat, kata Taj Yasin, juga harus berani menindak apabila menemui tindakan jual beli jabatan. Selain itu juga harus mengawal transparansi anggaran pengadaan barang/jasa di pemerintahan. Tak kalah penting seperti yang dijelasjan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, yakni pengawasan anggaran dana desa yang turun langsung ke desa-desa. “Pemerintah provinsi untuk menyosialisasikan kepada pemerintah kabupaten/kota, hingga kepala desa/kelurahan. Ini yang harus benar-benar dampingi supaya tidak terjadi permasalahan-permasalahan di kemudian hari,” ucap pria asal Kabupaten Rembang itu. Dikatakan Taj Yasin, Pemerintah Provinsi Jateng terus berkolaborasi seperti dengan perwakilam Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) di daerah untuk penguatan APIP Inspektorat tingkat provisi maupun kabupaten/kota. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, mengatakan, dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat pada periode 2015-2025 mencapai Rp679 triliun. Dana fantastis itu butuh pengawasan ekstra, di mana APIP Inspektorat berperan penting di sana. “Kepala daerah harus memanfaatkan betul Inspektorat sebagai APIP,” katanya. Bilamana elaksanaan Inspektorat sebagai APIP sudah kuat, maka, kata Tito, hal itu akan megurangi potensi pelanggaran. Membatu kepala daerah untuk bisa memaksimalkan efisiesni anggaran, hingga membantu mengawasi eksekusi program-program pemerintah. “Misalnya Inspektorat melakukan kajian program dinas di daerah. (Programnya) masuk akal tidak? melanggar hukum tidak? Nah hal ini biasanya memang tak bisa disentuh hukum. Inspektorat yang bisa masuk,” urainya. Tito mencontohkan, apabila ada potensi pemborosan anggaran dengan sering mengadakan rapat kerja yang tanpa hasil. Misalnya ada yang menyelenggarakan rapat penanganan stunting dilakukan 10 kali, padahal seharusnya bisa 4 empat kali. Maka, APIP Inspektorat berperan penting dalam pengawasan, pendampingan, bahkan penindakan. Setiap program yang dikawal harus jelas tujuannya untuk kepentingan masyarakat. Untuk diketahui kegiatan tersebut diikuti Wakil Gubernur, Inspektorat provinsi, dan kabupaten/kota seluruh Indonesia. Hadir sebagai pembicara yakni Kepala BPKP RI Muhammad Yusuf Ateh, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, serta Ketua KPK RI Setyo Budiyanto.***

Ngopeni Ngelakoni

Dekranasda Jateng Kembali Meriahkan Inacraft 2025, Nawal Yasin Dorong UMKM Naik Kelas

JAKARTA – Perajin kriya dan wastra asal Jawa Tengah kembali ambil bagian dalam ajang kerajinan terbesar Asia Tenggara, The Jakarta International Handicraft Trade Fair (Inacraft), yang digelar 1–5 Oktober 2025. Bukan sekadar pamer dan jual-beli, ajang ini juga menjadi wadah agar sektor kreatif Jateng naik kelas. Hal itu disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, saat mengunjungi Paviliun Jateng di Assembly Hall, Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (1/10/2025). Tahun ini, ada 14 stan yang tergabung, menampilkan kerajinan dari 35 kabupaten/ kota. Menurut Ning Nawal sapaan akrabnya, produk kriya dan wastra perajin Jateng sudah memiliki tempat tersendiri di kalangan konsumen. Hal tersebut terbukti dengan raihan lima penghargaan pada Dekranas Award pekan lalu. Karena itu, dia berkomitmen terus membina perajin agar menghasilkan produk berkualitas unggul. Ning Nawal menyebut tiga langkah strategis untuk meningkatkan daya saing kriya dan wastra Jateng. Yakni, inkubasi, kurasi serta sinergi dengan Bank Jateng, Bank Indonesia, dan business matching. “Secara keseluruhan sudah sangat luar biasa. Tinggal bagaimana UMKM besar bisa memberdayakan UMKM kecil. Jadi UMKM kecil (binaan) dia mempersiapkan bahan bakunya. Jadi kemudian produk jadi diproduksi oleh UMKM besar,” ujarnya. Ning Nawal menambahkan, inkubasi diarahkan pada pengembangan wastra siap pakai (ready to wear). Produk perajin Jateng pun tidak terbatas pada batik, tapi juga tenun, teknik pewarnaan alami, hingga ecoprint. “Tantangan ke depan, bagaimana ready to wear bisa makin beragam. Misalnya menggabungkan batik dan tenun, lalu desainer lebih banyak menghasilkan karya siap pakai,” imbuh Nawal, istri Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin ini. Dukungan Dekranasda Jateng sejalan dengan langkah Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Sejumlah program telah digulirkan, antara lain kerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, serta berbagai event seperti Solo Great Sale. Selain itu, Pemprov Jateng juga mengadakan pelatihan berbasis kompetensi, sertifikasi, serta perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Ahmad Luthfi bahkan menggagas program Zilenial Jateng, yang memberi akses pelatihan usaha bagi anak muda. Saat ini, sebanyak 3.615 peserta sudah terdaftar di platform ekonomi kreatif tersebut.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin: Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jateng 78,98, Lampaui Nasional

SEMARANG – Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, Indeks Kerukunan Umat Beragama di Jateng 78,98 persen pada 2025. Angka ini lebih baik dibandingkan nasional pada 76,47 persen. Kondisi tersebut, kata dia, membuat pihak-pihak daei daerah lain di Indonesia ingin belajar dari Jawa Tengah. “Saya sampaikan mengapa Jateng punya angka yang baik? Karena kami tahu kebersamaan, dan kesejahteraan masyarakat lebih penting dibandingkan ego sektoral saja,” kata dia saat memberikan sambutan pada kegiatan Beyond Religion 2025 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Semarang (Unnes), di Auditorium Prof Wuryanto, Ahad, 14 September 2025. Dalam kegiatan bertema ‘From Differents to Unity of a Symphony’, Taj Yasin mengatakan, diskusi menjadi penting dalam mengatasi berbagai permasalahan. Kuncinya yakni saling menghormati, antar keyakinan di tengah masyarakat yang majemuk. Setiap umat beragama, dikatakan sepakat akan adanya batasan-batasan ritual keagamaan yang tidak harus diikuti pemeluk agama lain. “Akan tetapi kita ikut merayakan kebahagiaan itu dengan bersilaturahmi,” ucap dia. Lebih lanjut, sosok asal Kabupaten Rembang itu memberi apresiasi kepada mahasiswa Unnes yang mengadakan kegiatan tentang pendekatan keagamaan yang pluralisme di Indonesia. “Maka ketika bicara tentang moderasi keagamaan, toleransi, saling menghargai yang dibicarakan di dalam kampus itu paling tepat,” katanya. Alasannya, ucap Taj Yasin, karena kampus dibangun untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Keilmuan menjadi pondasi yang mengantarkan setiap orang menuju kepercayaan atau keimanannya. Dari ilmu pengetahuan yang religius diharapkan akan mampu meningkatkan rasa kebersamaan. Di sisi lain mencegah potensi perundungan atau bullying. Ruth Pricilia Angelica Hutagaol, mahasiswi Unnes sekaligus koordinator kegjatan tersebut, mengatakan, terdapat 300-an peserta lintas fakultas yang mengikuti agenda itu. “Latar belakang kegiatan ini karena di Unnes banyak Unit Komunitas Mahasiswa (UKM) beragama. Jadi di sini kami ingin menyatukan, agar nilai toleransi di kampus Unnes ini bisa berkembang. Mahasiswa lebih melek lagi terhadap nilai toleransi,” kata mahasiswi Fakultas Hukum Unnes semester V tersebut.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin: Teladani Maulid, Masalah Hadapi dengan Cinta Bukan Kekerasan dan Penjarahan

SUKOHARJOA – Maulid Al-Barzanji Jamuri (Jamaah Putri) Estafet 30 Hari Putaran ke-9, digelar di Graha Setyowati, Gentan, Baki, Sukoharjo, Selasa 2 September 2025. Acara ini diselenggarakan Yayasan Sedulur Sehati Saklawase Eva Yuliana Center. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Tah Yasin Maimoen atau Gus Yasin, yang hadir dalam kesempatan itu menekankan peringatan Maulid bukan sekadar seremonial. Melainkan momentum untuk menyalurkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. “Refleksi untuk meluapkan, mengungkapkan rasa mahabbah kepada Nabi Muhammad sehingga semua permasalahan itu hilang. Dengan membaca Maulid kita mengingat sifat-sifat Rasul, terutama sifat kasih sayang,” ucap Yasin. Ia menekankan, sifat Nabi Muhammad SAW yang penuh kasih sayang (rahmah) harus menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, meski tuntutan atau perbedaan pendapat tidak bisa dihindari, semuanya tetap harus dijawab dengan solusi, bukan dengan kekerasan. Pesan ini relevan dengan kondisi Indonesia saat ini yang tengah menghadapi dinamika sosial dan politik. Yasin berharap masyarakat bisa meneladani akhlak Rasulullah dalam menjaga persatuan, tidak terpecah hanya karena perbedaan. “Sehingga permasalahan harus diselesaikan dengan cara-cara yang baik, tidak boleh dengan kekerasan, penjarahan, dan sebagainya,” ujar Yasin. Sementara itu, Eva Yuliana, selaku tuan rumah, menilai tradisi salawat bukan hanya kegiatan rutin, melainkan juga sarana memperkuat kebersamaan. “Dengan salawat kita terikat dalam persaudaraan. Ini bukan hanya ibadah, tapi juga energi untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah sekaligus sesama,” kata Eva.***

Ngopeni Ngelakoni

Sambut Mahasiswa Undip Pulang KKN, Wagub Taj Yasin: Pemerintah Butuh Peran Mahasiswa untuk Mengolah Data Kemiskinan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menyampaikan, saat ini pemerintah provinsi Jawa Tengah membutuhkan peran anak muda yang melek teknologi untuk membantu menginput dan mengolah data masyarakat, khususnya terkait data pengentasan/graduasi kemiskinan. Hal itu dikatakan Gus Yasin, panggilan akrabnya, saat seremoni menerima mahasiswa/i KKN Tematik Undip, yang baru saja purna melakukan KKN di masyarakat, di Muladi Dome, kampus setempat, Kota Semarang, Kamis, 28 Agustus 2025. “Kami masih butuh anak-anak muda yang melek dengan teknologi. Salah satunya untuk data. Kalau sektor kemiskinan ada DTSEN (Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional) yang dahulu namanya DTKS. Kelebihan DTSEN setiap bulannya bisa dirubah,” ucapnya. Caranya, imbuh Taj Yasin, dengan memetakan dan memastikan data daftar penerima bantuan atau manfaat sosial yang ada di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS), dengan kondisi masyarakat yang sebenarmya di lapangan. Hal itu sebagai upaya agar penerima manfaat program sosial tepat sasaran. Keberadaan mahasiswa/i di tengah masyarakat, kata Taj Yasin, menjadi penting karena lebih melek atau mengerti teknologi. Salah satunya tentang verifikasi data kemiskinan di desa atau kelurahan. Artinya, dikatakan Taj Yasin, apabila ada masyarakat yang sudah ‘wisuda’ dari status miskin harus ada perubahan data. Disanalah mahasiswa berperan membantu verifikasi data di kantor pemerintah desa setempat. “Kalau memang sudah wisuda, yang dulunya miskin sudah naik stratanya dua, naik tiga, keempat, mereka harus keluar. Yang belum masuk (data) harus dimasukkan. Nah, ini kita butuh orang-orang yang melek teknologi dan itu banyak dari kampus,” katanya. Lebih lanjut, dia mengucapkan terimakasih kepada Undip yang bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jateng. Salah satunya dengan program KKN Tematik tersebut. Terdapat kurang lebih 4 ribu mahasiswa/i yang baru pulang KKN. Mereka kembali ke kampus membawa ‘oleh-oleh’ belanja masalah hingga memamerkan karya atau produk khas yang didapat dari lokasi KKN. “Karya-karyanya bida menjadi kajian, untuk membuat peta jalan (roadmap) bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam memperbaiki program-programnl kerjanya. Ini menambah masukan-masukan dari kampus, salah satunya dari Undip,” katanya. Rektor Undip, Suharnomo, mengatakan, program KKN Tematik sebagai bagian dari komitmen mendukung sepenuhnya program-program yang ada di Jawa Tengah. “Untuk tema KKN Tematik, kami sesuaikan dengan kebutuhan lokal yang ada di pemerintahan kota dan kabupaten dengan keahlianbyang kami miliki. Jadi, kombinasi antara dosen, para guru besar, dosen senior dan mahasiswa. Mudah-mudahan lintas ilmu ini bisa lebih baik implementasinya,” katanya. Dikatakanny, sebagai gambaran KKN Tematik dilandaskan seperti apa kebutuhan daerah dituju. Ada yang fokus pada tema kesehatan seperti stunting, kemudian ada perencanaan wilayah kota, pendidikan, isu sampah dan lainnya. “Saya rasa kita memulai hal-hal yang lebih spesifik yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ucapnya.***

Scroll to Top