Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Berharap KONI Hasil Musorprov 2025 Perkuat Pondasi Olahraga di Jateng

SEMARANG – Kepemimpinan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jawa Tengah periode empat tahun mendatang, diharapkan semakin memperkuat prestasi olahraga Jawa Tengah, di kancah nasional maupun internasional. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, berpesan agar empat tahun ke depan, olahraga di Jawa Tengah dapat meraih kejayaannya. “Sesuai dengan tema pelaksanaan Musorprov kali ini, menguatkan pondasi pembinaan olahraga prestasi Jawa Tengah,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya. Gus Yasin mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025 di Hotel Griya Persada Bandungan, Senin, 17-18 November 2025. Musorprov ini diikuti oleh pengurus KONI dari 35 kabupaten/kota, dan pengurus cabang olahraga tingkat Jawa Tengah. Dia mengatakan, negara yang maju, akan terlihat dari prestasi olahraganya. Dikarenakan, prestasi olahraga dicapai seiring dengan tingkat dedikasi yang tinggi terhadap pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan. “Saya berpesan supaya pembinaan dimulai sejak kabupaten dan kota bahkan tingkat kecamatan. Jateng baru saja menorehkan sejarah dengan penyelenggaraan PON Beladiri, ini harus menjadi ajang menemukan atlet baru untuk masa depan olahraga di Jateng,” tegasnya. Gus Yasin mengapresiasi kekompakan dan kebersamaan yang terjalin sesama cabang olahraga di Jawa Tengah. Terbukti, pada Musorprov kali ini hanya muncul dukungan untuk satu nama kandidat Ketua Umum KONI periode 2025 – 2029, yaitu Sujarwanto Dwiatmoko. “Tadi disebutkan satu nama saja yang muncul dan mendapatkan dukungan, ini menunjukkan kekompakan dan kebersamaan antar cabor di Jateng,” katanya. Terkait upaya Pemprov Jateng dalam mempertahankan atlet berprestasi, Gus Yasin mengatakan jika pembinaannya baik, atlet tidak akan meninggalkan Jateng. Diharapkan KONI ke depan dapat mendukung pembinaan atlet saat mereka menorehkan prestasi. “Untuk mempertahankan atlet, Pemprov juga membuka peluang pekerjaan di masa depan, seperti kemarin saya pernah bertemu ASN, yang dulunya atlet tinju berprestasi,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Pimpin Ziarah ke TMP, Gus Yasin Ingatkan Tantangan Korpri di Era Digitalisasi

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mewakili Gubernur Jawa Tengah menjadi inspektur ziarah dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun ke-54 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Senin, 17 November 2025, di Taman Makam Pahlawan Giri Tunggal Kota Semarang. Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, Korpri menghadapi tantangan besar pada era digitalisasi. Kinerja Korpri dapat diawasi oleh masyarakat, melalui media massa. Terlebih, generasi muda juga sekarang sangat peduli terhadap kinerja pemerintah. “Tantangan besar bagi Korpri sudah dimulai sejak era digitalisasi, apalagi kaum muda sekarang lebih aware terhadap pemerintah, sehingga masukan bagi Korpri muda agar turut serta berkiprah membangun bangsa,” ujarnya. Dikatakan, momen ziarah yang dilaksanakan menjelang HUT Korpri tanggal 29 November mendatang, merupakan momen untuk mengenang jasa pahlawan di masa yang lampau. Sehingga, tugas bagi para ASN di masa sekarang, adalah melanjutkan perjuangan pendiri bangsa. “Melalui momen ini anggota Korpri dapat mengenang perjuangan pendiri bangsa dalam berkoordinasi dan mengakomodasi serta menjalin sinergi dengan pimpinan baik di pusat maupun daerah,” ujarnya. Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno mengatakan, kesiapan dalam menghadapi digitalisasi sudah dilaksanakan melalui peningkatan kapasitas ASN dalam berbagai kesempatan. Sebagai abdi masyarakat, kata Sumarno, anggota Korpri harus bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Baik dalam berperilaku, bertindak, berbicara maupun berkomunikasi. “Dalam hal digitalisasi, anggota Korpri juga dituntut untuk mengikuti perkembangan teknologi informasi,” pungkasnya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Nawal Yasin Raih Penghargaan Bergengsi Bunda PAUD Nasional 2025

JAKARTA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menerima penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025, kategori Wiyata Dharma Madya dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Penghargaan bergengsi ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi Nawal, dalam mendorong peningkatan kualitas layanan PAUD, khususnya dalam implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah di Jawa Tengah. Penghargaan diserahkan istri Wakil Presiden RI sekaligus Pembina Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, kepada Nawal Yasin, pada Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 di The Sultan Hotel and Residence Jakarta, Kamis (13/11/2025). Nawal Yasin menyampaikan, apresiasi tersebut dipersembahkan untuk seluruh Bunda, organisasi, serta insan PAUD di Jawa Tengah. “Alhamdulillah pada hari ini kita mendapatkan apresiasi Wiyata Dharma Madya. Terima kasih atas support dari semua pihak, yang mendukung terselenggaranya PAUD yang berkualitas di Jawa Tengah,” kata dia seusai menerima penghargaan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, serta Dinas Pendidikan, atas berbagai kebijakan yang mendukung program-program Bunda PAUD Jateng. Ning Nawal sapaan akrabnya berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi Bunda PAUD se-Jateng, untuk terus mewujudkan PAUD berkualitas, holistik, dan integratif, serta terus mendorong partisipasi belajar anak-anak di satuan PAUD. “Harapannya menjadi inspirasi dan motivasi seluruh Bunda PAUD se-Jawa Tengah untuk terus meningkatkan dan menggerakkan partisipasi masyarakat untuk 13 tahun wajib belajar, dan terus memberikan inovasi untuk kemajuan PAUD bermutu, integratif dan holistik,” bebernya. Menurut istri Wakil Gubernur ini, masih banyak tantangan yang dihadapi PAUD di Jawa Tengah. Seperti, belum meratanya akses lembaga PAUD di pelosok desa, kurangnya sarana dan prasarana belajar anak, serta tenaga pendidik. Selain itu, juga ada beberapa isu strategis dalam pendidikan. Di antaranya kekerasan terhadap anak, sikap eksklusivitas, serta kesadaran masyarakat atau orang tua untuk menyekolahkan anak di jenjang PAUD yang mesti lebih didorong. Ditegaskan, dengan spirit Ngopeni Nglakoni, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, menaruh perhatian serius terhadap kualitas layanan pendidikan anak usia dini. “Sehingga kami memiliki kebijakan dan program, di antaranya Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Satu Tahun Prasekolah. Kita juga memiliki beberapa program untuk menjawab tantangan tadi,” ungkap Nawal, yang juga Bunda Literasi Jateng. Dijelaskan, pihaknya memiliki empat program unggulan. Yaitu Jateng Sayang PAUD (Jateng Semangat Nyokong PAUD), PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat), Sedulor PAUD (Siji Desa Loro PAUD), serta Cilukba (Cerita lan Dolanan Karo Bapak). Menurutnya, inovasi program inilah yang menjadi penilaian tim seleksi Kemendikdasmen, sehingga Bunda PAUD Jateng meraih penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025. “Dari hal-hal itu yang terus kemudian menjadi satu inovasi, sehingga pada hari ini alhamdulillah, Bunda PAUD Jawa Tengah mendapatkan apresiasi Dharma Wiyata Madya,” tandas Ning Nawal. Kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 selain dihadiri istri Wapres Selvi Ananda Gibran Rakabuming, juga Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, serta seluruh Bunda PAUD Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa penerima penghargaan. Dalam sambutannya, Selvi menekankan peran strategis Bunda PAUD dalam memotivasi anak-anak maupun tenaga pendidik, sehingga kegiatan belajar dan bermain di jenjang PAUD berjalan dengan aman dan nyaman. Dia juga mendorong Bunda PAUD penerima apresiasi, untuk lebih banyak lagi berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan PAUD di daerah masing-masing. “Bunda PAUD yang mendapatkan penghargaan atau apresiasi, ke depannya saya yakin bisa memberikan lebih banyak motivasi, bisa menyebarkan program-program yang baik untuk daerah-daerah lainnya,” pesan Selvi. Dalam kesempatan tersebut, selain Nawal, Apresiasi Bunda PAUD juga diberikan kepada kepada Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya (Wiyata Darma Madya), dan Bunda PAUD Kabupaten Klaten Fahrani Eka Wahyu (Wiyata Darma Muda).***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Gerak Cepat Kirim Bantuan ke Warga Terdampak Banjir Bumiayu

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat memberikan bantuan kepada warga terdampak banjir di kawasan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Ratusan paket bantuan senilai lebih dari Rp 95 juta disalurkan pada Minggu (9/11/2025). Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan, begitu kejadian terjadi pada Sabtu (8/11/2025) sore, pihaknya langsung berkoordinasi dengan Pemkab Brebes. Berdasarkan asesmen awal, hujan deras di wilayah hulu Sirampog menyebabkan luapan air sungai. Akibatnya, air meluap hingga ke kawasan perumahan dan jalan utama Bumiayu, yang berada di hilir. “Sementara dari komunikasi kami, belum ada laporan pengungsi. Banjir tergolong besar, namun informasi yang kami terima, air hanya melintas (banjir bandang),” tuturnya. Menindaklanjuti kondisi tersebut, pihaknya segera mengirimkan bantuan bagi warga terdampak. Bantuan itu meliputi 80 paket makanan anak, 200 paket makanan siap saji, 60 family kit, 40 kasur, 40 tenda gulung, 200 paket lauk pauk siap saji, dan 200 paket kids ware. Selain itu, disalurkan pula bantuan logistik berupa gula pasir, minyak goreng, mi instan, dan sarden kaleng. “Bantuan kami kirimkan ke Bumiayu. Namun kami juga melakukan asesmen di wilayah Sirampog, karena daerah itu rawan tanah gerak dan sebelumnya sudah mendapat bantuan dari Kemensos,” ungkapnya. Kepada masyarakat Jawa Tengah, Imam mengimbau agar tetap waspada, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi. Jika terdapat tanda-tanda bencana, warga diminta segera melapor kepada petugas setempat. Ia menegaskan, Pemprov Jateng di bawah komando Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi siap membantu warga yang mengalami kesulitan. “Terkait bantuan, kami sudah siap jika ada warga yang membutuhkan. Kami memiliki stok paket bantuan dari Kemensos RI di gudang logistik. Stok beras juga sudah disiapkan,” ungkap Imam.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Bantu Pompa Air Tenaga Surya Petani Cilacap, Air Mudah Hasil Melimpah

CILACAP – Raut wajah sumringah terlihat dari para petani Desa Adiraja, Kecamatan Adipala, Cilacap. Setelah bertahun-tahun bergantung pada pompa diesel yang menguras kantong, kini mereka menikmati aliran air irigasi tanpa harus memikirkan biaya bahan bakar minyak. Semua itu berkat hadirnya pompa air tenaga surya bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Di tengah terik matahari yang menyengat, deretan panel surya memantulkan cahaya menjadi harapan baru. Energi dari sinar matahari itu kini menggerakkan mesin pompa yang mampu mengairi lebih dari 30 hektare sawah. Sekitar seratus lebih petani menjadi penerima manfaat langsung dari program ini. Samino, petani Desa Adiraja, mengtakan, pompa air tenaga surya sangat bermanfaat bagi para petani yang menggarap sawah di desanya. Lahan pertanian di desanya merupakan sawah tadah hujan, sehingga kerap kali kesulitan air saat musim kemarau tiba. “Wah, senang sekali dapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena sekarang air mudah untuk mengairi sawah,” katanya, Jumat, 7 November 2025. Ia menambahkan, pompa air tenaga surya tersebut lebih cepat dan efektif dalam mengairi sawah. Walhasil, tanaman padi tetap terjaga dan terpenuhi kebutuhan air meski musim kemarau. “Lebih cepat airnya. Kalau dulu masih pakai diesel berbahan bakar minyak, jadi butuh biaya yang mahal. Satu hari bisa habis Rp 100 ribu. Itu saja tidak bisa merata untuk mengairi sawah satu hektare. Kalau sekarang tidak lagi, karena ada mesin bantuan ini,” lanjutnya. Sipan, petani Desa Adiraja, mengaku bantuan pompa air tenaga surya bukan hanya membuat air semakin mudah, tapi juga membuat hasil panen melimpah. “Karena airnya mudah, panen juga melimpah. Kalau dulu satu hektare hanya lima sampai enam ton panen, kini bisa mencapai tujuh sampai delapan ton saat panen,” ungkapnya. Bantuan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tersebut membuat para petani optimistis, jika hidupnya akan lebih sejahtera. “Ya senang pemerintah perhatian kepada petani. Kalau hasilnya bagus, kualitas bagus dan lebih melimpah petani jadi lebih sejahtera,” imbuhnya. Staf Pelaksana Pemerintah Desa Adiraja, Suhada, mengatakan, bantuan mesin tenaga surya itu menjadi solusi konkrit atas kegelisahan petani karena sulit mendapatkan air di musim kemarau. “Dengan adanya bantuan ini pengairan sawah semakin cepat dan efektif. Dalam satu hari bisa mengairi lebih dari sepuluh hektare sawah. Ada 30 hektare dan seratusan petani di sini yang mendapat manfaat dari bantuan ini,” jelasnya. Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Agus Sugiharto, menuturkan, pihaknya terus mengembangkan dan berinovasi terhadap energi baru terbarukan untuk memenuhi kebutuhan energi bagi masyarakat. “Bantuan pompa air tenaga surya ini membuat petani semakin mudah mendapatkan air irigasi. Sehingga pertanian bisa semakin maju dan berkembang,” tuturnya. Dengan memperhatikan kebutuhan petani, lanjutnya, Pemerintah Provinsi menunjukkan keseriusannya dalam mewujudkan ketahanan pangan. Terlebih hal itu menjadi perhatian dan instruksi dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. “Ini sesuai Asta Cita dan juga semangat Ngopeni Nglakoni Jateng,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Kisah Petugas Pompa Air Pusdataru Jateng; 24 Jam Berjaga Ditemani Nyamuk dan Logistik Terbatas

SEMARANG – Sebagai salah satu garda depan dalam penanganan banjir di Kaligawe, Kota Semarang, petugas Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah bekerja ekstra keras dari pagi, siang, sore, malam, hingga pagi lagi, sejak hari pertama banjir. Salah satunya seperti yang dilakukan petugas jaga di tanggul Terboyo, Kaligawe. Saat petang, petugas ditemani nyamuk dan suara mesin pompa yang meraung tiada henti. Di tengah terbatasnya lampu penerangan, mereka berjaga dan siaga. Setiap beberapa menit mereka bergantian memeriksa selang, kabel, dan aliran air. Itulah rutinitas yang dilakukan di tengah situasi bencana banjir. Mereka sudah berhari-hari menjalankan tugas. Meski terkadang logistik terbatas, namun tanggung jawab diemban dengan teguh. Tugasnya penting, yakni menuntaskan penanganan banjir di wilayah Semarang–Demak. Terlebih Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, sudah menginstruksikan dengan tegas kalau banjir Kaligawe harus asat. “Kami mengoperasikan mesin dan memastikan beroperasi dengan baik, sehingga bisa menyedot air,” Didi Mulyadi, salah satu petugas pompa air, Jumat (31/10/2025). Pekerjaan itu dilakukan selama 24 jam penuh dengan melibatkan 6-10 orang di lapangan. Ini bukan pekerjaan mudah, karena harus memastikan pompa dapat bekerja dengan baik dan maksimal. Bukan hanya itu, untuk menuju lokasi saja harus bergulat dengan kemacetan di jalan. “Kami bergantian dengan waktu tugas 24 jam. Kalau berangkat ke lokasi ya harus kena macet dulu,” imbuhnya. Abi Gustomi, petugas pompa yang lain, menambahkan, menjaga dan mengoperasionalkan mesin pompa tidaklah mengenal waktu. Dari pagi sampai pagi lagi. “Kalau malam penerangan terbatas dan tentu saja nyamuk banyak,” jelasnya. Lebih dari itu, logistik makanan sangat terbatas. Mereka mengandalkan kiriman dari dapur umum milik Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. “Kendala lain logistik, itu sangat terbatas. Kita dapatnya dari Dinsos,” ungkapnya. Kepala Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, mengatakan, hingga saat ini ada sembilan mesin pompa Pemprov Jateng yang beroperasi di sejumlah titik. “Kami masih terus berkoordinasi dengan petugas di lapangan dan pihak-pihak terkait agar bisa bersinergi dalam penanganan banjir ini,” ujarnya. Posisi pompa, jelas Henggar, akan disesuaikan dengan skala prioritas. Rencana sejumlah pompa yang di Sringin akan digeser ke kolam retensi, agar air dapat dialirkan langsung ke laut. Pihaknya bekerja sama dengan BNPB dan BPBD Provinsi Jawa Tengah, terutama dalam penambahan pompa. “Kami terus berupaya agar air ini surut dan aktifitas masyarakat segera normal kembali,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Rumah Rakyat 3 Daerah Diluncurkan, Gubernur Jateng: Silakan Datang dan Mengadu Apa Saja

SURAKARTA – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meluncurkan Program Rumah Rakyat dan Aplikasi Super Apps Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN) di Kantor Cabang Dinas Pendidikan VII, Pasar Kliwon, Surakarta, Kamis 30 Oktober 2025. Sebelumnya, Kantor Gubernur Jateng di Jalan Pahlawan Kota Semarang juga sudah diluncurkan sebagai Rumah Rakyat. Kini, rumah rakyat ditambah lagi di tiga daerah, yakni di eks kantor Bakorwil Pati, Surakarta, dan Banyumas. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan kegiatan “Gubernur Menyapa” yang digelar serentak di tiga eks Bakorwil Surakarta, Pati, dan Banyumas, yang mengikuti secara daring. Gubernur mengatakan, masyarakat bisa datang langsung menyampaikan aduan ke rumah rakyat tanpa harus jauh-jauh ke Semarang. “Kantor gubernur itu di Jalan Pahlawan Nomor 9, Semarang. Silakan datang bagi masyarakat sekitar Semarang. Tapi kalau yang di Solo, Sragen, Karanganyar, Boyolali, silakan ke Bakorwil sini. Mengadu apa saja boleh,” katanya. Ahmad Luthfi menjelaskan, Rumah Rakyat dan aplikasi JNN menjadi wujud nyata keterbukaan pemerintah. Setiap Bakorwil kini difungsikan sebagai pusat pengaduan masyarakat 1×24 jam, di mana setiap laporan wajib ditindaklanjuti. “Kita buka selebar-lebarnya. Ini barometer pelayanan kita. Aduan yang masuk harus ditindaklanjuti dalam 24 jam,” tegasnya. Program ini dirancang agar masyarakat di seluruh Jawa Tengah bisa mengakses layanan publik secara cepat dan terintegrasi. Selain itu, Pemprov juga meluncurkan Aplikasi Super Jateng Ngopeni Nglakoni (JNN), yakni sistem digital terintegrasi yang memuat kanal pengaduan, informasi publik, dan panggilan darurat 24 jam. Melalui aplikasi ini, warga bisa memantau status laporan, berinteraksi dengan petugas, serta mengakses berbagai layanan pemerintah dalam satu platform. Sejak dioperasikan Mei-Oktober 2025, sistem JNN telah mencatat lebih dari 9.300 aduan, dengan sekitar 5.900 laporan sudah terselesaikan. Gubernur menegaskan, semangat “Ngopeni–Nglakoni” harus menjadi budaya kerja seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Jawa Tengah. “Pelayanan publik itu bukan cuma administrasi, tapi soal empati. Pemerintah harus hadir, mendengarkan, dan menyelesaikan. Itulah makna ngopeni sekaligus nglakoni,” ujar Luthfi. Ia juga meminta seluruh aparatur menjaga keterbukaan informasi, agar masyarakat bisa memantau jalannya pemerintahan. “Sekarang ini semua harus terbuka. Masyarakat bisa ngecek langsung baik anggaran maupun program. Karena birokrasi kita itu dari masyarakat, untuk masyarakat, demi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya. Program Rumah Rakyat dan JNN dikembangkan secara kolaboratif lintas perangkat daerah, bekerja sama dengan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah sebagai mitra strategis peningkatan pelayanan publik. “Silakan datang. Rumah kalian yang di Solo ada di Bakorwil Surakarta, yang di Pati ada di Bakorwil Pati, yang di Cilacap dan sekitarnya di Banyumas. Pemerintah siap melayani kapan saja,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Gubernur Ahmad Luthfi: Kaligawe Kudu Asat!

SEMARANG – Genangan banjir di Kaligawe Semarang wajib kering. Gubernur Ahmad Luthfi terang-terangan mengatakan “Kaligawe kudu asat (Kaligawe harus kering)” di hadapan Dirjen Kementerian PUPR. Bahkan Ahmad Luthfi berinisiatif bakal menurunkan prajurit TNI untuk mengeruk sedimentasi hingga kurangi genangan. Ia mengaku tak masalah jika harus mencangkul jika Balai di Kementerian tak segera mengeringkan wilayah Terboyo. “Pokoke Kaligawe kudu asat. Kalau masih berkutat diskusi soal konstruksi, sementara masyarakat sudah teriak maka ndak ada gunanya. Tambahi lagi pompanya,” tandas Ahmad Luthfi saat Kolam Retensi Terboyo, Semarang pada Kamis, 30 Oktober 2025. Analisanya, keringnya Kaligawe bakal menjadi pintu masuk penanganan banjir lebih jauh. Wilayah Kaligawe yang terendam banjir sudah mengganggu permukiman warga hingga jalur pantura. Pengecekan ini untuk memastikan percepatan pengerukan dan pembangunan sistem pengendalian banjir di wilayah Semarang-Demak. Ia meminta agar air yang masih menggenang di sejumlah titik diminta segara dialirkan ke laut. Caranya dengan mengotimalisasi pompa air. “Jadi, pakai pompa sebanyak-banyaknya sehingga jalan lancar kembali, dan masyarakat tidak terendam,” kata Ahmad Luthfi disela tinjauan. Untuk mempercepat penyurutan air, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana telah mengoperasikan 38 unit pompa, terdiri dari 7 unit pompa eksisting (kapasitas 14 m³/detik), 3 unit floating pump (6 m³/detik), dan 28 unit mobile pump (10,36 m³/detik). Total kapasitas pompa yang kini bekerja di empat titik utama, Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru, mencapai 30.360 liter per detik. Selain itu, dilakukan operasi modifikasi cuaca yang telah dilakukan dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah juga melakukan evakuasi warga terdampak di kawasan Kaligawe yang ketinggian airnya mencapai sekitar 90 sentimeter. Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PU, Dwi Purwantoro, memastikan pihaknya siap mendukung penuh langkah percepatan yang dilakukan Pemprov Jateng. Ia mengatakan, pihaknya segera menindaklanjuti permintaan Gubernur untuk pelebaran saluran dan penambahan pompa. “Ya, kita tindak lanjuti. Tadi kan diminta diperlebar. Nanti kita koordinasi. Kalau pompanya, kita siapkan, yang penting Kaligawe itu harus segera surut, masuk ke sini (kolam retensi Terboyo), dari sini buang ke Babon. Itu akan mempercepat jalan nasionalnya,” jelas Dwi. Menurutnya, BBWS Pemali Juana dan BBPJN Jateng-DIY sudah berkoordinasi untuk mengintegrasikan pekerjaan pompa, kolam retensi, dan sistem drainase agar penanganan banjir lebih efektif.**

Ngopeni Ngelakoni

Cegah Polio, Wagub Jateng Taj Yasin Minta Skrining dan Imunisasi Ditingkatkan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan, kampanye vaksinasi dan imunisasi polio harus kembali digalakkan. Mengingat pernah terjadi penurunan imunisasi pada saat pandemi Covid-19. Sehingga kasus polio di Indonesia masih cukup banyak. “Kita kampanye untuk vaksinasi polio karena setelah Covid-19 angka vaksin atau imunisasi menurun sehingga muncul lah penyakit yang sebenarnya waktu itu sudah selesai. Di Indonesia ditemukan ada 49 kasus,”katanya, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menghadiri acara World Polio Day 2025 yang digelar oleh Rotary Club District 3420 dan District 3410 di Awanncosta, POJ City, Kota Semarang, Minggu, 26 Oktober 2025. Taj Yasin menjelaskan, penurunan imunisasi polio rutin nasional saat pandemi tahun 2020-2022 juga mengakibatkan munculnya kasus polio Jawa Tengah pada tahun 2023. Setidaknya pada tahun itu ditemukan 1 kasus di Kabupaten Klaten pada anak usia 6 tahun. Anak tersebut tidak mendapatkan imunisasi lengkap. “Jawa Tengah tahun lalu ada satu. Walaupun satu, polio ini kan menular sehingga ini harus tetap kita skrining polio, caranya dengan imunisasi dan vaksinasi anak-anak,” jelasnya. Maka dari itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sangat mengapresiasi gerakan yang dilakukan oleh Rotary Club District 3420 dan 3410 yang menggelar World Polio Day 2025. Dalam acara itu juga dilakukan imunisasi serentak kepada anak-anak se-Indonesia. “Ini menjadi aware kita bersama-sama, pemerintah dan penggerak seperti Rotary ini kita mengimbau kepada masyarakat untuk imunisasi atau vaksin,” ujarnya. Skrining dan imunisasi juga akan diintegrasikan dengan program dokter spesialis keliling (Speling) yang diterjunkan ke desa-desa se-Jawa Tengah. Sebagai upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan paripurna kepada masyarakat. “Bisa nanti kita integrasikan dengan Speling. Tapi kan ada masanya untuk vaksinasi atau imunisasi kepada bayi ini ada usianya 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan. Ini harus kita antisipasi,” jelasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Program Speling Menuai Apresiasi, Pemprov Jateng Terima Bantuan Alat Portable Pemeriksaan TBC

BANJARNEGARA – Program dokter spesialis keliling (Speling) pemerintah Provinsi Jawa Tengah menuai apresiasi dari pemerintah pusat. Atas keberhasilannya menjalankan program tersebut, Pemprov Jateng mendapatkan bantuan dari pemerintah pusat berupa alat portable pemeriksaan Tuberkolosis (TBC). Alat tersebut untuk menunjang operasional program Speling. “Pemerintah pusat mengapresiasi Jawa Tengah dengan memberikan bantuan alat portable pemeriksaan TBC,” kata Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat memberikan sambutan pada Peletakan Batu Pertama Gedung Darussalam Rumah Sakit Islam Banjarnegara, Sabtu, 25 Oktober 2025. Dikatakan dia, alat tersebut dioperasikan dengan baterai, sehingga dapat menjangkau daerah-daerah terpencil. Dengan adanya alat tersebut, diharapkan mempercepat penannganan TBC kepada masyarakat. Menurut Taj Yasin, perosoalan TBC di Jateng butuh perhatian serius. Pemprov Jateng terus melakukan tracing (pelacakan) dan pengobatan penyakit ini agarsegara tuntas. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengapresiasi pendirian Gedung Darussalam yang akan meningkatkan fasilitas Rumah Sakit Islam Banjarnegara. Dengan letaknya yang strategis, warga di sekitar Banjarnegara tidak perlu jauh-jauh sampai ke Purwokerto. Gedung yang berada di atas lahan seluas 6.400 meter persegi tersebut akan didirikan menjadi bangunan menjadi lima lantai. Terdiri atas layanan ICU, PICU, NICU, perinatologi, IRNA standar KRIS, dan kamar operasi. “Semoga pembangunan gedung yang lebih modern, nyaman dan representatif dapat menunjang pelayanan yang optimal untuk masyarakat. Bangunan ini nantinya bukan hanya sebagai tempat pengobatan, tetapi juga akan menjadi pusat pendidikan dan penelitian medis,” pungkas Gus Yasin. Hadir dalam acara tersebut, Bupati Banjarnegara dr Amalia Desiana, Wakil Bupati Banjarnegara Wakhid Jumali, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah Yunita Dyah Suminar, Pimpinan RSI Banjarnegara dan Yayasan RSI Banjarnegara KH. M. Chamzah Hasan serta Forkopimda setempat.***

Scroll to Top