Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

AI Bantu Pembelajaran di Sekolah, Wagub Taj Yasin: Guru Dituntut Jelaskan Mana Benar dan Mana Salah

SEMARANG – Dunia pendidikan saat ini berada pada arus besar perubahan dengan adanya akselerasi digitalisasi. Melalui perkembangan Artificial Intellegence (AI), teknologi bukan saja sebagai pelengkap, namun menjadi bagian yang penting dalam proses pembelajaran. Oleh karenanya, guru dituntut untuk jeli saat memanfaatkan penggunaan AI. Hal itu dikatakan Wagub Jateng Taj Yasin Meimoen (Gus Yasin), saat memberikan arahan dan membuka acara Bakti Telkomsel untuk Negeri : Transformasi Kepemimpinan Pembelajaran untuk Menunjang Implementasi Pembelajaran Mendalam dan Koding Kecerdasan Artifisial dan launching roadshow Pelatihan Guru se- Jateng Pengurus Wilayah Ikatan Guru Indonesia Jawa Tengah di Aula Lantai 8 PT Telkom Regional Jateng – DIY, Jalan Pahlawan No 10 Semarang, Rabu (27/8). “AI membantu kita, tetapi guru harus bisa mengajarkan kepada siswa agar bisa membedakan yang benar dan yang tidak benar,” katanya. Disampaikan Wagub, dengan berkembangnya AI, guru dituntut untuk meluruskan hal yang benar, sehingga terbentuk opini yang menggiring kepada kebenaran yang dapat dicerna AI. Diharapkan, guru sekolah di Indonesia berperan aktif dalam meluruskan hal-hal yang benar. Karena, dunia pendidikan menuntut untuk tetap mengikuti perkembangan teknologi. “Pembelajaran sekarang melalui digital tidak bisa dipisahkan dan kita lepaskan, kita harus mengikuti dan kawal anak-anak kita yang saat ini menggunakan gadget dengan cara online,” ujar Wagub. Cara bersosialisasi anak-anak saat ini, kata Wagub, lebih memanfaatkan gadget dengan cara online. Sehingga tidak selalu dapat diketahui pengaruhnya terhadap orang lain karena tidak bertemu muka. “Dalam sosialisasi itu, tidak dapat diketahui apakah menyakiti orang, berdampak negatif atau tidak karena terjadi di belakang layar. Guru berperan memberikan pengajaran sejak dini kepada anak bahwa teknologi tidak bisa dibenarkan seratus persen. Makanya sekarang ada istilah, benar sekarang itu bisa dibenarkan tapi belum tentu benar,” tandasnya. Wagub mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PT Telkom yang mengajarkan kepada guru mengenai kecerdasan buatan. Terlebih saat ini teknologi tersebut masih banyak disalahgunakan. “Terima kasih kepada Telkomsel yang memfasilitasi kegiatan untuk guru, sehingga membantu para guru dapat memutuskan perkara mana yang benar mana yang tidak benar,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Ketua Umum IGI Danang Hidayatullah mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kapasitas guru yang bermuara pada meningkatnya kualitas siswa. Sedangkan GM Consumer Business Region Jawa Tengah & DIY Telkomsel Gamada mengatakan, teknologi AI bukan untuk mengurangi peran guru akan tetapi merupakan alat untuk memperluas akses, kolaborasi denhan peserta didik, serta menciptakan kelas yang interaktif. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di sepuluh wilayah di Provinsi Jawa Tengah.***

Ngopeni Ngelakoni

Karena Normalisasi Sungai Pemprov Jateng, Sawah 4 Desa di Demak Kini Bisa Ditanami Padi Kembali, Wagub Taj Yasin: Upaya Lintas Pihak Berhasil

DEMAK – Karena normalisasi sungai yang dilakukan pemerintah provinsi Jateng, lebih dari 450 hektare (ha) lahan persawahan dari 512 ha di empat Desa, di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, yang dulunya menjadi lahan tidur karena banjir, kini bisa ditanami padi kembali. Diantaranya di Desa Dukun, Klitih, Pidodo, dan Kedunguter. Hal itu karena pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan lintas instansi berhasil memulihkan lahan pertanian dengan program normalisasi irigasi sungai bersama lintas sektor. Terlebih pada musim kemarau ini, mendukung upaya percepatan pemulihan sawah dari banjir. Kolaborasi program yang melibatkan lintas pihak itu di antaranya Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun), Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PUBMCK), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jateng-DIY, Pemadam Kebakaran, PT Corin Mulia, PT NBI, hingga PT Djarum, dan lain-lain. Rifan, salah satu petani di Desa Dukun, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak, terbata-bata saat menyampaikan perasaannya di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin. Dia mengucapkan rasa terimakasih karena areal persawahan di desanya kembali bisa ditanami, usai mangkrak beberapa musim tanam karena banjir melanda. “Terimakasih sudah dibantu normalisasi (sungai). Tapi kalau sudah dikeruk sungai yang di sini, sampai desa sebelah harus dinormalisasi. Mumpung ini menuju musim kemarau, kemarin musim hujan baru nandur (menanam) sebentar langsung banjir lagi,” katanya dalam kegiatan Wiwitan Tandur Pari bertema ‘Sinergi Penanganan Sawah Terdampak Banjir untuk Peningkatan Produksi Padi di Kabupaten Demak’, di Desa Dukun, Kecamatan Karengtengah, Rabu, 27 Agustus 2025. Dia juga meminta, agar normalisasi aliran irigasi juga diperluas di wilayah tetangga seperti Desa Dukun Lor. Termasuk memperbaiki pintu air, dan betonisasi jalan sepanjang 700 meter. Petani lainnya, Sayugo, berharap agar panan padii di Desa Dukun bisa bagus hasilnya. Apalagi sudah beberapa musim tanam petani tak menanam padi karena lahan persawahan kebanjiran. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, mengatakan, upaya bersama lintas pihak termasuk oleh masyarakat membuahkan hasil. Dimulai pada 3 Juli 2025 lalu, dia menyaksikan masyarakat dan lintas instansi pemerintahan serta swasta terlibat dalam normalisasi aliran Sungai Pelayaran kurang lebih sepanjang 300 meter. Di mana Sungai Pelayaran itu menjadi penghubung antara aliran irigasi yang melintasi areal persawahan menuju Sungai Wonokerto di sisi hilir. “Pada 3 Juli 2025 lalu saya kesini. Luasan tanah total sekitar 512 hektar masih terendam air, Alhamdulillah saat ini sudah kering dan sudah bisa ditanam lagi,” katanya. Taj Yasin mengatakan, sebelumnya Kabupaten Demak merupakan wilayah penyumbang komoditas padi nomor tiga di Jateng. Akan tetapi peringkatnya turun menjadi nomor lima. Untuk itu perlu digenjot lagi produksi padinya, khususnya terus mempertahanlan Jateng sebagai penumpu pangan nasional. “Tidak hanya di Kecamatan Karangtengah, tetapi kami juga melihat keseluruhan di Kabupaten Demak. Mana potensi yang bisa kita kembangkan lagi, kita kembalikan lagi, kita tanam lagi. Yang saat ini tadi sudah saya sampaikan untuk bisa dikerjakan bersama-sama,” ucapnya. Dia mencontohkan di Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, ada 7.000 ha potensi lahan yang bisa digenjot dengan ditanami padi. Dengan begitu, Demak bisa meningkatkan produksi padi agar terus konsisten menjadi salah satu wilayah penyumbang terbesar untuk Jateng. Kepala Distanbun Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan, Kabupaten Demak merupakan salah satu sentra produksi padi utama di Jateng dengan kontribusi terhadap produksi provinsi sebesar 8,89%. Khusus di Kecamatan Karangtengah merupakan salah satu sentra penghasil produksi padi di Kabupaten Demak dengan capaian luas tanam seluas 4.951 ha hingga pada Juli Tahun 2025. “Akan tetapi, puncaknya pada awal tahun 2025, terjadi banjir yang menyebabkan kerusakan dan genangan lahan sawah seluas 512 hektare di Kecamatan Karangtengah termasuk di Desa Dukun,” katanya. Hal itu menimbulkan kerugian cukup banyak, mencapai Rp18 miliar per musim tanam. Rinciannya, bila produktivitas panen gabah kering 5,6 ton per hektar dikalikan 512 hektare, maka potensi kehilangan produksi padi sebanyak 2.867,2 ton dalam satu musim tanam. “Setara dengan Rp 18.636.800.000, dengan asumsi harga gabah Rp6.500 per kilogram,” katanya. Lebih lanjut, kata Defransisco, apabila pertanian di Kecamatan Karangtengah didukung ketersediaan air dan kondisi saluran irigasi yang baik, maka dimungkinkan mampu mendorong tanam padi menjadi tiga musim tanam dalam satu tahun. Dengan kata lain, sinergitas penanganan genangan di Kecamatan Karangtengah dapat mengembalikan pendapatan masyarakat sebesar Rp55,89 miliar. Usai pengerukan sedimentasi sepanjang kurang lebih 300 meter di Sungai Pelayaran, sehingga bisa menjadi perantara dari saluran irigasi menuju Sungai Wonokerto, kini petani bisa lagi menanam padi karena banjir tertangani. Terlebih pada musim kemarau mempercepat penurunan debit air. Kini luas lahan sawah yang sudah tertanami seluas 231,9 hektare, meliputi Desa Dukun 148 hektare, Desa Klitih 41 hektar, Desa Pidodo 12 hektare, dan Desa Kedunguter 30,9 hektare. Sementara sebagian lahan sawah dalam proses persiapan tanam atau persemaian, dan rencana tanam MT 1 seluas 223,114 hektare meliputi Desa Dukun 37,77 hektare, Desa Klitih 88,73 hektare, dan Desa Pidodo 96,61 hektare. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra, mengatakan, beras masuk dalam lima besar penyumbang inflasi di Jawa Tengah. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi Jawa Tengah Juli 2025 sebesar 2,52% (yoy), lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 2,37% (yoy). “Kenaikan harga pangan, kata Rahmat, khususnya pada gabah dan beras, sebagian besar dipicu oleh tekanan pasokan akibat banjir,” katanya. Kemudian, berkat kerja sama lintas pihak pada sejak Juli 2025, normalisasi saluran irigasi khususnya di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak sudah mulai menunjukkan hasil. Genangan surut, dan petani mulai kembali ke lahan untuk menanam. Kedepan, ucap Rahmat, luas tanam akan terus bertambah seiring dengan surutnya genangan, sehingga diharapkan produktivitas padi Kabupaten Demak dapat segera pulih secara bertahap. “Upaya pemulihan ini tidak hanya menjaga ketersediaan beras di daerah sentra produksi, tetapi juga menjadi penopang stabilitas harga pangan di Jawa Tengah,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Jawa Tengah Provinsi dengan Penanggulangan Tuberkulosis Terlengkap, Wagub Taj Yasin: Speling Screening Efektif untuk TBC

JAKARTA – Tuberkulosis atau biasa disebut TBC atau TB masih menjadi ancaman nyata terkait kesehatan masyarakat. Tercatat dalam lima menit ada dua orang di Indonesia meninggal akibat tuberkulosis. Karena itu, pemerintah pusat menginstruksikan delapan provinsi dengan angka tuberkulosis tertinggi untuk segera mengaktifkan tim percepatan penanggulangan tuberkulosis (TP2TB) dan membuat rencana aksi daerah (RAD) di masing-masing provinsi dan kabupaten/kota. Delapan provinsi tersebut antara lain Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur (NTT), DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Utara, dan Sulawesi Selatan. Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu provinsi yang sudah lengkap, bersama Provinsi DKI Jakarta. Artinya provinsi tersebut sudah membentuk TP2TB dan RAD. Di Jawa Tengah hanya menyisakan Kabupaten Klaten yang belum memiliki RAD terkait penanganan tuberkulosis. “Dari sekian provinsi di Nusantara, Jawa Tengah yang terbaik karena Pemprov Jateng sudah membentuk TP2TB, rencana aksi daerahnya juga sudah kita susun. Di 35 kabupaten/kota sudah ter-SK semua, RAD tinggal 1 yaitu Kabupaten Klaten. Nanti saya akan segera lapor ke Gubernur agar bisa segera ditindaklanjuti,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen usai menghadiri Forum 8 Gubernur, dalam rangka percepatan eliminasi tuberkulosis di Sasana Bhakti Praja, Kemendagri, Jakarta, Selasa, 26 Agustus 2025. Taj Yasin menjelaskan, Pemprov Jateng telah berkomitmen untuk mengejar target penemuan dan pengobatan masyarakat yang terkena tuberkulosis. Hal itu selaras dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto. Wujud komitmen ini antara lain dengan diterbitkannya Pergub No. 27 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Penanggulangan Tuberkulosis Provinsi Jawa Tengah 2024–2029 serta Keputusan Gubernur No. 440/37 Tahun 2024 tentang Tim Percepatan Penanggulangan TBC yang ditindaklanjuti di seluruh 35 kabupaten/kota. Selain regulasi, dukungan anggaran program TBC juga meningkat signifikan. Dari Rp189,99 juta pada tahun 2023, menjadi Rp3,16 miliar pada tahun 2024, dan dialokasikan Rp1 miliar pada tahun 2025 melalui efisiensi program. “Kita concern terhadap pertumbuhan ekonomi, banyak kita ajak investor asing masuk ke Jawa Tengah salah satu yang dilihat adalah indikator TBC ini, masih tinggi apa nggak, kalau masih tinggi maka mereka berpikir ulang. Untuk menyukseskan itu akan kami realisasikan (eliminasi TBC),” katanya. Secara umum kondisi tuberkulosis di Jawa Tengah sudah membaik. Satu yang masih menjadi tantangan adalah temuan terkait penderita. Sampai dengan 25 Agustus 2025, capaian penemuan kasus TBC di Jawa Tengah baru mencapai 50% dari target bulan Agustus sebesar 60%, yakni 53.480 kasus dari target tahunan sebesar 107.488 kasus. Dari capaian tersebut, kasus TBC Sensitif Obat (SO) tercatat sebanyak 52.891. Sebanyak 48.524 pasien yang sudah memulai pengobatan atau 92%, masih ada 4.367 pasien yang belum memulai pengobatan. Kasus TBC Resisten Obat (RO) baru ditemukan sebanyak 589 dari estimasi 3.156 kasus. Dari jumlah tersebut, 493 pasien sudah memulai pengobatan atau 84%, masih ada 96 pasien yang belum memulai pengobatan. “Kondisi di Jateng alhamdulillah membaik, kita yang belum mencapai target adalah penemuannya. Jadi akan kami lakukan untuk target-target 2025 ini, semakin banyak target yang bisa kita temukan terkait TBC ini semakin minim penularan. Kita tahu Jawa Tengah punya pengalaman terbaik penanganan covid, saya rasa ini lebih bisa lagi,” jelasnya. Program Speling yang digagas bersama Gubernur Ahmad Luthfi dan diintegrasikan dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat akan dijadikan sebagai corong screening tuberkulosis sampai di tingkat desa. Seluruh Dinas Kesehatan dan rumah sakit di Jawa Tengah telah dikerahkan agar seluruh masyarakat dapat terdeteksi. “Speling efektif untuk screening TBC. Saya pernah mengawal juga, ketika ditemukan langsung kita distribusikan ke rumah sakit, puskesmas, dan lainnya untuk pengobatan lebih lanjut,” kata Taj Yasin. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengapresiasi Provinsi Jawa Tengah karena menjadi salah satu provinsi yang sudah lengkap bersama DKI Jakarta. Termasuk kelengkapan di masing-masing kabupaten/kota. Artinya, TP2TB dan RAD terkait penanganan tuberkulosis sudah terbentuk, tinggal implementasi di lapangan. “Ini dirasa sangat serius sekali dalam menangani masalah TB karena nomor dua di dunia untuk rangking kematiannya setelah India. Tadi sudah kami bacakan daerah-daerah yang membentuk tim untuk percepatan Penanggulangan TB, baik provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya usai acara Sementara provinsi lain masih ada yang punya pekerjaan rumah karena ada yang sudah membuat tim tetapi belum membuat rencana aksi. Juga masing banyak di kabupaten/kota di beberapa provinsi tersebut yang belum membuat TP2TB dan RAD. “Kalau tidak ada rencana aksi tidak tahu mau berbuat apa. Kita akan tagih dan dievaluasi. Apakah tiap bulan atau dua bulan. Lalu diimplementasikan nggak. Nanti yang terbaik akan kita berikan penghargaan, bagi yang tidak ada kemajuan akan kita umumkan ke publik,” kata Tito. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan Indonesia merupakan negara dengan estimasi kasus dna kematian tertinggi kedua setelah India. Tercatat setiap tahun ada 1.090.000 orang terkena TBC dengan korban meninggal setiap tahun mencapai 125.000 orang. “Jadi kalau saya ini ngomong lima menit, berarti ada dua orang meninggal karena TBC. Ini membunuh lebih banyak daripada covid. Presiden minta agar segera dieliminasi TBC ini. Cara penanganan sama dengan covid, pertama kita screening dulu setelah itu diobati dan obatnya sudah ada,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

10 Ribu Mangkok Soto Sajian Hari Jadi Jateng ke-80 Pecahkan Rekor Muri, Wagub: Gerakan Masyarakat Luar Biasa

JEPARA – Sedikitnya 10 ribu mangkok soto yang disediakan dalam kegiatan jalan sehat bersama masyarakat di Alun-alun Kabupaten Jepara tercatat dalam Museun Rekor Dunia Indonesia (Muri), Ahad, 24 Agustus 2025. Kegiatan itu dibalut dalam jalan sehat yang dimulai di Alun-alun Kabupaten Jepara, sekaligus bagian dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) Jawa Tengah (Jateng) ke-80. Kepala Muri Semarang, Ari Andriani, mengatakan, catatan rekor sajian soto terbanyak se Indonesia itu diberikan seusai verifikasi oleh Muri pada agenda jalan sehat tersebut. “Soto terbanyak, dari 10 ribu yang diusulkan diverifikasi ada 14.582 sajian. Piagam dengan bangga dianugerahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” kata dia. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pedagang soto dari 35 kabupaten/kota didatangkan untuk menyajikan kuliner soto khas daerahnya masing-masing. Di antaranya terdapat Soto Kudus, Soto Grombyang Pemalang, Soto Banjarnegara, dan lainnya. “Ahamdulillah dari target kita 10 ribu porsi ternyata dari Muri menghitung ada 14 ribu lebih. Nah, ini artinya apa? Antusiasme pedagang, masyarakat, Baznas Jateng dan lain sebagainya itu luar biasa. Jadi ini gerakan murni dari masyarakat,” katanya. Dikatakan Gus Yasin, sapaan akrabnya, antusias masyarakat dalam rangkaian kegiatan jalan sehat itu diprediksi mencapai 20 ribu orang. Dia senang akan kehadiran masyarakat memeriahkan HUT Jateng, sekaligus untuk ajakan promosi pola hidup sehat. Terlebih, kata Taj Yasin Jateng, menjadi provinsi dengan capaian akselerasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) terbaik. Akselerasinya dibantu dengan program Provinsi Jateng yakni pemeriksaan kesehatan gratis masyarakat melalui Dokter Spesialis Keliling (Speling). Saminah (55), salah satu pedagang soto asal Kabupaten Kudus yang dilibatkan dalam kegiatan tersebut mengaku senang. Dia difasilitasi modal oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng, berupa gerobak untuk berdagang serta untuk menyajikan 150 mangkok soto. “Perasaanya senang, terimakasih Baznas. Selamat Ulang Tahun Jawa Tengah,” katanya. Untuk diketahui Baznas Jateng dilibatkan Pemerintah Provinsi Jateng dalam kegiatan pemecahan rekor Muri sajian soto terbanyak itu. Sekaligus dalam rangka pembinaan pedagang kecil. Dalam kesempatan itu Baznas memberi modal 25 gerobak berdagang. Kemudian modal untuk 150 porsi soto pada setiap pedagang binaan. Daaniys Syakila Wibowo, siswi kelas 11, SMK Negeri 3 Jepara, mengatakan, merasa senang terlibat dalam pesta rakyat itu. Dia datang bersama teman-temannya satu sekolah. Selain itu murid dadi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Jepara juga berpartisipasi. “Kita bisa ngerasain soto dari berbagai daerah juga. Terus banyak orang, lebih ramai acara ini jadi berkesan untuk Jepara. Selamat ulang tahun ke 80 Jawa Tengah,” katanya. Sebelumnya, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengucapkan rasa terimakasih kepada Pemprov Jateng yang memercayakan Kanupaten Jepara jadi salah satu tuan rumah rangkaian HUT Jateng ke-80. Dua tempat lainnya yakni Kabupaten Batang, dan Kota Semarang. “Terimakasih, dengan kegiatan ini perekonomian kami bergerak. Hotel (penginapan) laku, pedagang UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) juga laris,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Sumur Meledak 3 Tewas di Blora, Wagub Jateng Salurkan Bantuan Rp180 Juta

BLORA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya mendampingi korban kebakaran sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora. Pada kunjungan Jumat 21 Agustus 2025, Wakil Gubernur Taj Yasin bersama jajaran menyerahkan bantuan simbolis dan meninjau dapur umum di Balai Desa Gandu. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, tiga warga meninggal dunia akibat peristiwa tersebut: Tanek (88), Sureni (56), dan Wasini (50). Dua korban luka kritis, yakni Yeti (30) dan anaknya Abu Dhabi (1,9), dirujuk ke RS Dr. Sardjito Yogyakarta. Sementara jumlah pengungsi mencapai 300 KK atau 750 jiwa. Wagub menegaskan penanganan korban menjadi prioritas utama. “Masyarakat berharap mendapat santunan. Itu sedang kami bahas, apakah melalui BPJS atau lembaga lain, agar ada kepastian,” ujarnya. Adapun bantuan yang sudah tersalurkan antara lain: BAZNAS: Rp40 juta (3 korban meninggal @ Rp10 juta, 2 korban luka @ Rp5 juta). Dinsos Jateng: Logistik dan peralatan senilai Rp53,4 juta. Dishanpan Jateng: Beras 2 ton senilai Rp25 juta. BPBD Jateng: Logistik sembako Rp37,4 juta. Dinkes Jateng: Obat-obatan senilai Rp25,6 juta. Terkait rumah warga yang rusak, Wagub memastikan pemerintah akan melakukan pendataan dan menyalurkan bantuan. “Tidak ada warga yang akan dibiarkan sendirian menghadapi musibah ini. Pemerintah hadir, baik untuk korban maupun pemulihan pascakejadian,” tegasnya. Dengan koordinasi pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, hingga lembaga sosial, Taj Yasin memastikan penanganan berjalan menyeluruh. “Kami ingin memastikan masyarakat mendapat perhatian penuh, sekaligus menertibkan sumur-sumur agar musibah ini tidak terulang lagi,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Kunjungi Sumur Minyak Meledak di Blora 3 Tewas, Wagub Taj Yasin: Sumur Baru Tidak Otomatis Dilegalkan, Penertiban Jadi Prioritas

BLORA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan penanganan cepat atas kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono, Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo, Kabupaten Blora, Jumat 21 Agustus 2025. Wakil Gubernur Taj Yasin meninjau langsung lokasi kejadian bersama sejumlah pejabat provinsi dan Forkopimda Kabupaten Blora. “Kami berupaya api segera terkendali. Pemerintah hadir untuk menangani sekaligus memastikan kejadian ini tidak terulang,” tegas Taj Yasin. Ia menekankan, salah satu pemicu munculnya sumur-sumur baru adalah kesalahpahaman masyarakat mengenai aturan pengeboran. Menurutnya, setelah terbit Undang-Undang serta Peraturan Menteri ESDM Nomor 14 Tahun 2025 tentang Kerja Sama Pengelolaan Bagian Wilayah Kerja untuk Peningkatan Produksi Migas, Pemprov Jateng telah membentuk Satgas khusus untuk mengatur pengelolaan pengeboran, terutama pada sumur tua. “Banyak yang mengira setiap sumur baru otomatis akan dilegalkan. Padahal aturan itu mengatur sumur tua yang sudah ada, dengan syarat harus ditinjau dan disurvei agar tidak membahayakan warga sekitar,” jelasnya. Selain Blora, potensi kasus serupa juga ada di Cilacap dan daerah lain. Karena itu, pemerintah provinsi bersama Pertamina dan para ahli akan menertibkan sumur-sumur tak berizin. Menjawab pertanyaan soal relokasi, Wagub menyebut belum ada rencana relokasi warga, namun penertiban akan dilakukan. Sedangkan untuk rumah warga yang rusak, Pemprov akan melakukan pendataan dan memastikan bantuan segera diberikan. “Semua laporan tetap kami kaji, termasuk dokumen pendukungnya. Pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten terus berkoordinasi agar kasus serupa bisa dicegah,” pungkasnya. Sebagai informasi, kebakaran sumur minyak di Dusun Gendono ini terjadi pada Rabu, 20 Agustus 2025, dini hari. Api diduga muncul dari aktivitas pengeboran di salah satu sumur rakyat. Akibat musibah ini, tiga warga meninggal, lainya luka-luka, dan 750 jiwa mengungsi. ***

Ngopeni Ngelakoni

Hasil Survei Gubernur-Wagub Jateng Tak Populer, Ketua TPPD Zulkifli: Tak Populis Tapi Pemimpin Substansial

SEMARANG – Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Jawa Tengah, Zulkifli Gayo, menyebut, Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen bertipikal pemimpin substansial. Maka tak aneh jika keduanya dinilai tak populer dalam hasil survei. Zulkifli mengatakan ada tiga tipikal pemimpin, yakni populis, strategis, dan substansial. Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah lebih memilih yang terakhir karena kebijakan-kebijakan yang diambil langsung bisa dirasakan masyarakat. Di sisi lain, keduanya tak menonjolkan diri tapi bekerja membentuk “Super Tim” bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng. “Jangan samakan Gubernur Wakil Gubernur Jateng ini dengan Gubernur Wakil Gubernur wilayah lain. Karena Beliau punya style secara substansi. Beliau tidak diam, terus bekerja. Pak Luthfi dan Gus Yasin bukan pemimpin populis. Justru yang sering disampaikan Beliau adalah, yang penting dampak kerja mereka dirasakan dan dinikmati oleh masyarakat,” kata Zulkifli, Rabu, 20 Agustus 2025. Hal itu menjawab survei yang dilakukan Litbang Kompas. Peneliti Litbang Kompas, Arita Nugraheni, mengatakan, ada hasil survei menarik di Jateng. Bahwa tingkat kepuasan pada kinerja gubernur dan wakil gubernur tinggi, citra pemimpin yang baik, tingkat afeksi yang tinggi namun popularitas gubernur dan wakilnya rendah. “Ini temuan cukup unik di Jateng. Tingkat kepuasan tinggi, citranya baik, tingkat afeksi tinggi bahkan 8 dari 10 masyarakat Jateng menilai duo (gubernur-wagub) ini baik. Cuman ketika ditanya tahu ga sih gub saat ini siapa? Ada yang jawab tahu, tapi sebutkan nama lain,” kata Arita. Menurut Zulkifli, kebijakan-kebijakan yang diambil Luthfi dan Taj Yasin pro rakyat. Ia mencontohkan, penurunan tarif trans Jateng yang semula Rp 2.000 menjadi Rp 1.000 bagi veteran, siswa, buruh dan lansia tak dipotret oleh publik. Pasangan pemimpin Jateng itu tak mempersoalkan, terpenting masyarakat merasakan dampak positifnya. Selain itu, Zulkifli juga menanggapi perihal survei Litbang Kompas terkait kepuasan responden pada infrastruktur jalan menjadi salah stau yang rendah. Selain jalan, juga tentang penyediaan lapangan kerja. Menurutnya, perbaikan jalan tak bisa serta merta langsung dilakukan di awal tahun 2025, karena anggaran APBD murni tahun 2025 telah dianggarkan di tahun sebelumnya. Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen yang baru saja genap memimpin Jawa Tengah selama enam bulan, baru bisa menggenjot infrastruktur di anggaran perubahan. “Kita tahu bahwa struktur kebijakan besar terhadap penyelenggaraan pemerintahan daerah ada di sisi penganggaran. Saat ini telah dilakukan pergeseran dan perubahan sesuai dengan janji politik, ini sudah berjalan,” kata Zulkifli. Dikatakan, Gubernur dan Wakil Gubernur tak hanya fokus di jalan provinsi semata. Mereka juga mengintegrasikan program perbaikan infrastruktur dengan Bupati dan Wali Kota. “Di (anggaran) perubahan, bahwa pengajuan dari kabupaten/kota itu fokus soal jalan. Mungkin dampaknya baru akan dirasakan Oktober Desember, karena mungkin baru selesai,” jelasnya. Sementara itu, terkait penyediaan lapangan kerja, ia menyebut nilai investasi Jawa Tengah menjadi salah satu yang tertinggi. Catatan positifnya adalah, investasi yang masuk di Jawa Tengah merupakan padat karya, sehingga membuka lapangan kerja bagi hampir 200-an ribu orang. Diakuinya, jika investasi adalah padat karya, maka bisa saja berdampak negatif jika suatu saat terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). “Soal kemiskinan, sepanjang sejarah Jateng penurunan hampir 0,1 digit. kalau sebelumnya itu selalu nomor 2 termiskin setelah DIY, sekarang jadi nomor 3 dan ini baru kerja 6 bulan lho ya. Pertumbuhan ekonomi sebelumnya nomor tiga terbawah, sekarang menjadi nomor 3 teratas di Pulau Jawa,” paparnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Meriah, Parade Seni Budaya Hari Jadi Jateng, Taj Yasin: Daerah Harus Punya Kalender Event Wisata

SEMARANG- Gelaran Parade Seni Budaya dalam rangka Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah di Jalan Pahlawan Kota Semarang pada Kamis, 21 Agustus 2025 malam berlangsung meriah, meskipun sempat diguyur hujan. Parade tersebut menampilkan berbagai kesenian tradisional di kabupaten/kota di Jawa Tengah, di antaranya atraksi barongan dari Kudus, tarian kebo dari Cilacap, tarian rebana dari Demak, dan lain sebagainya. Tak ayal, para pengunjung nampak antusias menyaksikan penampilan demi penampilan yang disuguhkan dalam gelaran itu. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin mengatakan, gelaran parade seni budaya itu untuk mengenalkan budaya yang ada di kabupaten/kota di Jateng, sekaligus promosi pariwisata. “Sehingga dengan ini juga, kami bisa bikin roadmap (peta jalan). Apa aja sih yang dibutuhkan atau digemari oleh wisatawan yang masuk ke Jawa Tengah,” katanya. Agenda-agenda parade seni budaya, kata Taj Yasin, bisa menjadi kalender even yang tertata. Dimulai dari tiap kabupaten/kota, supaya menarik wisatawan agar bisa memperpanjang lama tinggal di wilayah tersebut . “Yang tidak kalah penting dengan adanya parade seni budaya ini, kita menghormati bagaimana pemikiran leluhur kita, kebudayaan kita,” ucapnya. Dengan warisan kebudayaan yang dimiliki, juga diharapkan bisa dinikmati masyarakat. Selain itu kebudayaan juga akan membuat kerukunan masyarakat semakin kuat dan menyatukan. Terkait antusiasme masyarakat yang menonton, Taj Yasin memberi apresiasi. Hal itu menunjukkan, kesenian tradisional masih memikat daya tarik masyarakat.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin: Insya Allah 2026 Insentif Guru Agama Naik jadi Rp 300 M

BREBES – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan komitmen pemerintah privinsi Jawa Tengah dalam memperhatikan nasib guru agama. Yakni dengan menaikkan jumlah insentif pada tahun 2026 menjadi Rp 300 Miliar. “Insya Allah tahun 2026 akan kami tingkatkan insentif yang diberikan ke guru agama dari Rp250 miliar menjadi Rp300 miliar. ini belum final maka di kesempatan ini kami sekaligus meminta doa dan mengajak bareng-bareng untuk mengawal,” katanya di acara Multaqo Sanawi Internasional ke-33 Hai’ah Ash Shofwah Al Malikiyyah di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang, Brebes, Kamis 21 Agustus 2025. Tak hanya itu, program penghargaan untuk santri penghafal Al-Qur’an juga akan diperkuat. “Hafiz -hafizah yang khatam akan kami beri hadiah Rp1 juta per anak saat wisuda. Semoga ini jadi amal kami di pemerintah kepada ulama dan penghafal Al-Qur’an,” imbuhnya. Pada kesempatan itu, Taj Yasin menyinggung pentingnya keteladanan adab di tengah masyarakat. Menurutnya, banyak orang pintar, tetapi yang benar-benar berilmu sekaligus rendah hati jumlahnya sedikit. Forum seperti multaqo (pertemuan ulama), katanya, menjadi contoh bagaimana masyarakat bisa duduk bersama dan saling menghormati ulama. Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Brebes, KH Sholeh Basalamah, dalam kesempatan yang sama menekankan peran pemikiran Abuya Al Malikiy. Menurutnya, dakwah Abuya tidak hanya lewat tulisan, tapi juga pemikiran yang matang sehingga mampu memakmurkan pikiran dan hati. Acara multaqo ini dihadiri para ulama dari berbagai daerah serta negara, yang menjadi momentum silaturahmi sekaligus penguatan peran pesantren dalam membentuk Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Pada tahun 2025, Pemprov Jateng telah menyalurkan insentif guru agama sebesar Rp 250 milliar. Setiap guru agama muslim dan non muslim menerima Rp 1,2 juta per tahun. Yang dicairkan tiga bulan sekali senilai Rp 400 ribu. Data Kanwil KemenagJateng menyebutkan, penerima insentif guru agama Islam pada 2025 sebanyak 225.187 orang, Kristen 4.430 orang, Katolik 475 orang, Hindu 180 orang, Buddha 545 orang dan Kongh chu sebanyak 13 orang.***

Ngopeni Ngelakoni

Terbuat dari Bahan Daur Ulang, Produk UMKM Lokal ini Tembus Pasar Global

SEMARANG – Pameran dalam rangka Peringatan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah pada 20 – 22 Agustus 2025, menawarkan beragam produk UMKM dari berbagai kabupaten/kota di provinsi ini. Ada salah satu gerai pada pameran tersebut yang memikat perhatian para pengunjung, yaitu gerai yang dikelola oleh Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Deskranada) Kabupaten Semarang. Sebab, di gerai tersebut memamerkan aneka produk UMKM yang dibuat dari bahan daur ulang, mulai dari souvenir, sandal, masker, dan lainnya. Bahkan produk-produk tersebut dibuat oleh siswa-siswi SMK yang menjadi binaan Deskranada Kabupaten Semarang. Salah seorang pengelola gerai Deskranada Kabupaten Semarang, Kokos mengatakan, beragam produk berbasis daur ulang itu diminati pasar global atau luar negeri. Mulai dari souvenir kecil hingga olahan limbah bernilai jual tinggi. “Ada yang harga kecilnya 5 dolar, ada juga yang bisa laku 10 dolar. Souvenir kecil dengan ukuran ringan, Jadi yang penting adalah kreativitas dan kemasan,” jelas Kokos saat ditemui disela pameran pada Rabu, 20 Agustus 2025. Produk-produk yang dipamerkan di gerai itu juga memikat perhatian Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin dan istrinya untuk berkunjung. Tak ayal, Tak Yasin juga langsung memberikan apresiasi atas kreativitas yang dipamerkan di gerai tersebut. “Keren kan modelnya, Produknya ini dijual dalam dolar. Modalnya hanya Rp30 ribu, tapi bisa dijual sampai 15 dolar. Bahkan minggu lalu sudah ada yang dipesan dari Amerika,” ujarnya. Menurut sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini, produk yang dipamerkan oleh Deskranada Kabupaten Semarang itu, membuktikan bahwa kreativitas anak muda bisa jadi modal besar untuk bersaing di pasar global. “Harganya dianggap murah, jadi justru menarik. Produk yang sederhana dari kampung pun bisa diminati (mancanegara),” katanya. Lebih jauh, Gus Yasin berharap pameran ini tak sekadar ajang jual beli, tapi juga ruang belajar bagi generasi muda yang terlibat. “Ini bisa menjadi ruang belajar untuk anak-anak, sekaligus pengalaman berharga buat mereka. Anggap saja sebagai pembekalan sebelum terjun ke dunia kerja atau bisnis,” ucapnya. Sebagai informasi, pada pameran dalam rangka HUT ke 80 Jawa Tengah ini menampilkan berbagai produk khas daerah, mulai dari kuliner, produk karajinan, fashion, dan lain sebagainya. Gerai-gerai pameran itu meliputi: 30 gerai kampung halal dan BUMD, 35 gerai kampung Dekranasda Expo, 50 gerai kampung kuliner dan jamu, 77 gerai kampung program, 16 gerai kampung Nostalgia Era 70-an, 20 gerai kampung UMKM milenial Bank Jateng, dan 7 mobil pelayanan.***

Scroll to Top