News

News, Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng dan Zurich Foundation Tandatangani MoU Ide Keramba dan Rumah Apung di Pantura

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) dan Zurich Foundation melalui Zurich Climate Resilience Alliance (ZCRA), serta Mercy Corps Indonesia (MCI) menandatangani kerja sama Memorandum of Understanding  (MoU), di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Senin, Mei 2025.  Kerja sama itu akan menggarap proyek pengelolaan model kawasan pesisir terpadu yang berketahanan iklim di wilayah Pantai Utara (Pantura). Direktur Eksekutif MCI, Ade Soekadis, mengatakan, projek jangka panjang membangun ketahanan iklim hingga 2035 itu menyasar wilayah hulu dan hilir. Agenda tersebut akan digarap sejumlah wilayah kabupaten/kota di Jateng. Mulai dari Kota Pekalongan, Kabupaten Pekalongan, Kota Semarang, Kota Salatiga, Kabupaten Demak, dan Kabupaten Grobogan.  “Jateng unik, dampak penurunan muka tanah dari Kabupaten Brebes-Jepara di mana banyak desa tenggelam. Di hilir ada rob dan banjir bandang, sebagian areanya bahkan banyak jadi genangan permanen. Ini hal yang mendesak untuk ditangani. Oleh karena itu, kami pilih Jateng untuk pekerjaan ini,” kata dia.  Kata Ade, penurunan muka tanah (land subsidence) di Pantura Jateng pemicu abrasi menjadi isu penting skala global. Maka, kata dia, perlu pengelolaan model kawasan pesisir terpadu yang berketahanan iklim. Proyek ini dilakukan dengan tiga pendekatan. Pertama, memperkuat kebijakan global dan nasional terkait banjir di pesisir dan genangan pesisir permanen. Kedua, mendorong pembangunan berketahanan iklim yang efektif di tingkat nasional. Dan yang ketiga, memberdayakan masyarakat terdampak banjir di Pantura Jateng.  Khusus pada poin ketiga yakni pemberdayaan masyarakat, Ade bilang, pekerjaan akan fokus untuk membuat mata pencaharian alternatif di wilayah yang terdampak abrasi. Contoh di Pekalongan, telah membuat percontohan permodelan keramba apung pada sektor perikanan di lahan abrasi.   “Salah satunya keramba apung yang tentunya bisa adaptasi akan naik turunnya pasang surut air laut. Pendekatan lain di Semarang, atau Demak bisa berbeda. Kita mencari mata pencaharian yang adaptif dan berkelanjutan supaya masyarakat tetap bisa mencari pemasukan secara ekonomi,” katanya.  Kemudian pendekatan ketahanan iklim di wilayah hulu, yakni memberi solusi pertanian yang mengutamakan konservasi lahan. Di antaranya menggunakan pupuk organik, dan menambahkan tanaman yang akarnya bisa menahan potensi tanah longsor, dan banjir bandang. Dia mencontohkan pemberdayaan petani itu telah dilakukan di Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan. Petani didorong melakukan budidaya tanaman yang lebih konservatif sehingga tak berikan dampak buruk terhadap lingkungan.  “Dua benefit akan di dapat, secara ekonomi berdaya dan lingkungannya juga berdampak positif,” kata dia. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen memberi apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam projek tersebut sehingga Jateng bisa menjadi percontohan. Diharapkannya, hal itu akan menjadi bukti nyata dalam membuat pengelolaan kawasan pesisir terpadu yang berketahanan iklim. Pihaknya menggarisbawahi bila perhatian besar juga mengatasi dari sisi hulunya. Maka perbaikan sejumlah Daerah Aliran Sungai (DAS), seperti Kupang, Babon, Tuntang, dan lainnya yang menuju ke wilayah hilir di Pantura. “Selaras dengan program infrastruktur, Pemprov Jateng akan kolaborasi dengan pemerintah pusat, kabupaten/kota. Dari pusat kebawah harus sinkron. Seperti (banjir dan rob) di Kabupaten Demak itu perlu pemikiran intens,” katanya.   Gus Yasin, sapaan akrabnya, juga meminta resume kajian dari para peneliti untuk perumusan kebijakan yang paling tepat ke depan Bersama-sama. Sejauh ini, tutur dia, Pemprov Jateng telah menggandeng Universitas Diponegoro untuk proyek penyediaan air bersih di wilayah pesisir Pantura dengan program desalinasi. Proyek lain yang sedang dirumuskan yakni pembuatan rumah apung. Ini untuk memfasilitasi masyarakat yang tak ingin pindah dari rumahnya yang dihantam abrasi.  “Akan tetapi kita tahu tidak semua masyarakat mau pindah, mereka masih ingin bertahan karena di sana ada mata pencahariannya. Maka kami juga saat ini sudah bekerja sama dengan Undip bagaimana ke depannya bangun perumahannya dengan rumah apung  yang tetap eksis dengan pasang surut air laut,” katanya.***

News

Dekatkan Layanan dan Permudah Aduan Masyarakat, Luthfi Yasin Jadikan Kantor Gubernur sebagai Rumah Rakyat

SEMARANG – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Taj Yasin resmi membuka Kantor Gubernur sebagai rumah rakyat, Senin, 5 Mei 2025. Rumah Rakyat membuka ruang kepada masyarakat untuk mengadukan permasalahan dan melakukan komunikasi dua arah dengan Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Jateng. “Hari ini Provinsi Jawa Tengah melaunching Kantor Gubernur Rumah Rakyat. Di mana Kantor Gubernur ini tidak hanya tempat kerja Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda, tetapi kantor ini kita gunakan untuk melakukan komunikasi dua arah atau brain storming dengan membuka ruang masyarakat kita untuk datang mengadukan segala permasalahan-permasalahan yang ada di wilayah,” katanya usai meresmikan Kantor Gubernur Rumah Rakyat. Kantor Gubernur sebagai rumah rakyat merupakan simbol kehadiran pemerintah untuk melayani masyarakat. Tujuannya untuk menyerap aspirasi masyarakat, mengidentifikasi permasalahan aktual, merumuskan solusi bersama antara pemerintah dan masyarakat, serta meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan daerah. “Ini bentuk daripada keterbukaan kita dalam rangka pelayanan publik. Sekaligus sebagai balancing, koreksi bagi kita terkait dengan unsur pelayanan publik di tempat kita,” kata Luthfi. Layanan di Rumah Rakyat dibuka di lantai 1 Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan waktu pelayanan Senin-Kamis pukul 07.00-15.30, Jumat pukul 07.00-14.00. Bagi daerah yang wilayahnya jauh dari Kantor Gubernur, dapat datang di masing-masing Bakorwil sudah kita siapkan. Seperti Bakorwil Solo untuk Eks Karesidenan Soloraya, Bakorwil Pati untuk Eks Karesidenan Pati, dan Bakorwil Banyumas untuk Eks Karesidenan Banyumas. Selain itu masyarakat juga dapat mengadukan permasalahan yang ada di sekitarnya secara online. Melalui website ppid.jatengprov.go.id dan dinas-dinas terkait, juga nomor WhatsApp 08112773393. Layanan secara online ini terbuka 1×24 jam. Seluruh Dinas juga sudah diinstruksikan untuk menanggapi aduan dengan cepat, sehingga bottom-up permasalahan sosial di Jawa Tengah dapat tercover. “Terkait dengan pelayanan publik, ruangnya kita buka di kantor Gubernur. Siapapun boleh mengadu. Mengadu langsung boleh, lewat call center atau online boleh. Kita siap melayani berikut dengan penyelesaiannya selama 1×24 jam. Ini akan segera kami linierkan dengan bupati dan wali kota,” jelas Ahmad Luthfi. Adapun di Rumah Rakyat akan digelar dialog bersama Gubernur dan Wakil Gubernur setiap sebulan sekali dengan topik-topik yang sudah ditentukan. Misalnya pada saat peluncuran, digelar dialog dengan topik pendidikan sekaligus memperingati Hari Pendidikan Nasional.  “Masyarakat terkait guru, siswa, orangtua dan siapa pun boleh mengadu tentang permasalahan-permasalahan. Hari berikutnya nanti bisa nelayan, petani, dan siapa pun,” jelasnya.***

News

Jelang Pemilihan Ketum PPP, Gus Yasin Tegaskan: Tidak Ada Transaksional

SEMARANG – Menjelang pelaksanaan Muktamar Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin menyampaikan harapannya agar forum konsolidasi kali ini menghasilkan kesepahaman bersama demi masa depan PPP. Ia juga menegaskan pentingnya proses pemilihan Ketua Umum PPP yang bersih, bebas dari praktik-praktik transaksional. “Muktamar tidak boleh ada yang namanya ‘nyuwun sewu’ transaksional. Kami ingin semuanya dilakukan dengan baik,” ujarnya dalam Forum Halaqah Ulama dan Kaderisasi PPP yang digelar di Pondok Pesantren Fadhlul Fadhlan, Semarang, pada Sabtu, 3 Mei 2025. Dalam acara tersebut, Gus Yasin juga menyatakan dukungannya kepada Agus Suparmanto sebagai calon Ketua Umum PPP. Ada salah satu kandidat yang saya dukung, adalah Mas Agus,” kata Gus Yasin. Lebih lanjut, ia menyampaikan harapannya agar kepemimpinan baru di PPP ke depan benar-benar bisa memperjuangkan hak-hak masyarakat dan mengedepankan nilai-nilai keislaman dalam kebijakan partai. “Bagaimana mensejahterakan masyarakat, amar ma’ruf nahi munkar, dan tentu nilai-nilai agama itu harus dikedepankan,” ujarnya. Gus Yasin menekankan pentingnya perubahan dalam tubuh partai PPP dan ditargetkan kembali memiliki peran penting di panggung politik nasional. “Masuk di parlemen dan bukan hanya masuk tetapi juga signifikan,” katanya. Sementara itu, Muhammad Romahurmuziy atau Gus Romy, dalam kesempatan yang sama menegaskan PPP akan kembali meneguhkan pondasi utamanya, yaitu dunia pesantren dan ulama. “Kembali ke pesantren dan ulama. Hal tersebut adalah basis dari PPP,” kata Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP itu.  Gus Romy juga menyoroti perubahan demografi pemilih saat ini yang didominasi oleh generasi muda. Menurutnya, PPP kedepannya harus melakukan peremajaan dalam tampilan dan pendekatan agar lebih mampu menjangkau pemilih pemula. “Peremajaan tidak ada hubungannya dengan umur, karena tampilan itu adalah soal bagaimana kita melakukan adaptasi dengan kemajuan,” katanya. Ia pun menegaskan bahwa target utama PPP dalam pemilu mendatang adalah kembali menembus parlemen. “Targetnya kita kembali ke Senayan. Tidak usah muluk-muluk. Bisa kembali saja. Sudah Masya Allah,” kata Gus Romy. Sejak tahun 1998, Gus Romy mencatat belum ada partai politik yang berhasil kembali ke parlemen setelah terlempar. Namun ia optimistis, PPP bisa mematahkan hal tersebut. “Insya Allah dengan dukungan semua, PPP bisa,” jelasnya. Ia juga menyampaikan Mukhtamar PPP kali ini diusulkan dilaksanakan di Semarang, sebagai bentuk penghormatan terhadap pesan dari KH. Maimun Zubair. “Mengambil apa yang selalu disampaikan oleh Almaghfurlah KH. Maimun Zubair. Banyak perubahan besar di Republik ini yang berangkat dari Jawa Tengah,” pungkasnya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Bawa Misi Besar ke Pesantren, Cegah Stunting dari Bangku Santri

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan upaya pencegahan stunting harus dimulai sejak remaja, bukan saat hamil atau setelah anak lahir. Hal itu ia sampaikan dalam Workshop Pencegahan Anemia pada Remaja Putri di Pondok Pesantren, yang digelar di Aula Pondok Pesantren Al Itqon Mbugen, Tlogosari Wetan, Semarang, Sabtu, 3 Mei 2025. “Ada yang perlu diperhatikan tentang anemia, karena memang kebanyakan terjadinya di usia remaja, jadi banyak hal yang perlu dicegah. Maka perlu disosialisasikan ke adik-adik remaja santri,” kata Taj Yasin dalam sambutannya. Ia menjelaskan, kondisi anemia jadi salah satu faktor yang menyebabkan stunting pada keturunannya. “Kalau nggak mau, ya harus diupayakan,” lanjutnya. Upaya dini pada remaja adalah dengan mengkonsumsi tablet tambah darah (TTD). Taj Yasin pun telah meminta Dinas Kesehatan Jateng mengirimkan 400 tablet tambah darah (TTT) bagi santriwati di Al Itqon. “Ini untuk jangka panjang, untuk anak-anak Indonesia ke depan tidak ada yang stunting, sehat semua,” ujarnya. Workshop ini merupakan bagian dari program serial yang direncanakan akan digelar di seluruh pondok pesantren di Jawa Tengah, dengan sasaran utama santri putri. Pondok Pesantren Al Itqon menjadi lokasi inisiasi sekaligus tempat peluncuran (kick-off) program tersebut. “Atas nama pemerintah, kami ucapkan terima kasih kepada PWNU dan Ponpes Al Itqon yang telah menyelenggarakan pendidikan kesehatan, khususnya terkait anemia ini,” ujar Taj Yasin. Berdasarkan laporan panitia, sebanyak 54 persen santriwati mengalami anemia, dan 1,8 persen di antaranya pernah masuk rumah sakit untuk menjalani transfusi darah. Layanan Kesehatan NU dan Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) menjadi penggerak utama kegiatan ini. Pemerintah provinsi maupun kota, mensupport. “Mohon dukungan dan supportnya. Di tiap ponpes nantinya akan ada detektor dini untuk anemia,” ujar Ketua Layanan Kesehatan NU, Aris Sunandar. Diharapkan, deteksi dini bisa dilakukan secara berkesinambungan melalui sistem peer group di masing-masing pesantren. Dari skrining awal, jika ditemukan gejala anemia, para santriwati akan dirujuk untuk pemeriksaan HB lebih lanjut. Acara ini turut dihadiri Rais Syuriah PWNU Jawa Tengah sekaligus pengasuh Ponpes Mbugen, KH Ubaidullah Shodaqoh, Ketua dan jajaran pengurus PWNU Jawa Tengah, perwakilan dari Pemkot Semarang, serta Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).***

News

Gus Yasin Halalbihalal Ngumpulke Balung Pisah: Dorong Kemenag dan ATR Tertibkan Tanah Wakaf

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mendorong kolaborasi antara Kementerian Agama dan Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat sertifikasi tanah wakaf di Jawa Tengah. Gus Yasin menjelaskan, penataan aset wakaf tak bisa dilakukan secara parsial dan memerlukan koordinasi lintas kementerian. “Kami ingin ketertiban itu dijalankan, baik di masjid, musala, maupun pondok pesantren. Maka kami dorong, kalau memang itu tanah wakaf, proses sertifikasinya harus digerakkan. Tapi ini tidak bisa jalan sendiri, harus ada koordinasi antara Kementerian Agama dan ATR/BPN,” ujar Gus Yasin di acara Silaturahmi dan Halal Bihalal bertema Ngumpulke Balung Pisah Warga NU di SMA Nasima Internasional, Semarang, Sabtu, 3 Mei 2025. Ia menjelaskan, banyak nazhir atau pengelola masjid dan yayasan yang belum memahami persyaratan administratif untuk mendapatkan sertifikat wakaf. Oleh karena itu, Ia meminta Kementerian Agama mempercepat pendampingan agar proses di Kementerian ATR/BPN tidak terhambat. “Para pengurus masjid atau yayasan itu perlu tahu apa yang dibutuhkan untuk mengurus sertifikat. Kami sudah sampaikan ke Kemenag agar mendampingi, supaya sertifikat wakaf bisa segera diterbitkan. Setelah itu baru ke ATR,” jelasnya. Pria kelahiran Rembang itu menegaskan pemerintah provinsi siap menjembatani komunikasi antara kedua kementerian agar proses sertifikasi tanah wakaf berjalan tertib dan tidak menimbulkan sengketa ke depan. Selain menyoroti isu wakaf, Gus Yasin juga mengangkat potensi ekonomi syariah yang menurutnya belum dimaksimalkan. Ia menyebut, pertumbuhannya mencapai lebih dari 17 persen, lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. “Potensinya masih belum maksimal kita laksanakan. Kalau ada tanah milik pengusaha muslim, kami siap bantu dari sisi perizinan dan peruntukannya. Kita ingin bisa dikerjasamakan,” katanya. Ia juga mencontohkan praktik di Kudus, di mana masyarakat memanfaatkan lahan di sekitar bendungan yang secara administratif milik BBWS “Hal seperti ini bisa dimanfaatkan lebih baik lewat sinergi,” imbuhnya. Acara ini turut dihadiri Menteri ATR/BPN Nusron Wahid, Pembina YPI Nasima KH Hanief Ismail, dan para sesepuh NU Jawa Tengah. Di antaranya KH Munif Muhammad Zuhri, dan KH Ahmad Darodji.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Ingin ada Sumbangsih Pemikiran dari Musda DPD Golkar XI

SEMARANG  –  Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) XI,  DPD Partai Golkar Jateng 2025, di Hotel PO Kota Semarang, Jumat, 2 Mei 2025. Agenda musda dilangsungkan dalam rangka pemilihan pimpinan baru DPD Golkar Jateng. Dalam musda yang dihadiri Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia tersebut, Taj Yasin ingin lahirnya sumbangsih aspirasi hingga pemikiran untuk Jateng dari para senior dan kader partai. Dia meruntutkan bola Golkar punya sejarah panjang dalam pembangunan. Dari sisi perjuangan bangsa, menurut cerita sang ayah KH Maimoen Zubair, Jateng juga menjadi wilayah sentral perjuangan kemerdekaan indonesia. “Rasa-rasanya (musda) di Jateng ini mampu untuk evaluasi, regenerasi, dan menggelorakan semangat para kader,” kata Taj Yasin. Atas nama Pemerintah Provinsi Jateng, kata Taj Yasin, ingin sumbangsih karya. Apalagi banyak kader Golkar yang menduduki kursi di legislatif DPRD kabupaten/kota, maupun provinsi. “Kami ingin kerjasamanya Partai Golkar untuk Jateng. Pemikirannya panjenengan, pasti punya aspirasi yang bisa diberikan di Jateng,” ucapnya. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu bilang, kontribusi dari partai diharapkan untuk progran Pemprov kedepan. Baik untuk program infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata ramah muslim dan sebagainya.  “Kami di sini mohon petunjuk dan arahan,  bahwa di Golkar ada orang hebat yang juga pernah memimpin negara dan Jateng,” katanya. Dia juga berharap, dari musda tersebut bisa menempatkan pemimpin yang bisa membawa aspirasi masyarakat.  Ketua DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia,  mengucapkan selamat menjalani musda dengan pemilihan pemimpin baru DPD Golkar Jateng. Adapun pemilihan Jateng sebagai lokasi musda, diharapkannya bisa menjadi contoh dari DPD Golkar di provinsi lain. “Jadikan contoh yang dilakukan DPD Golkar jateng. Jadikan percontohan untuk implementasi kedepan,” katanya. Lebih lanjut, dalam musda tersebut sejumlah kader yang menduduki posisi di kementerian hadir. Di antaranya seperti Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, serta Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri. Selain itu juga para kader yang menduduki kursi di DPR RI.***

News

Jateng Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Menuju Provinsi Ramah Wisata Halal

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), Taj Yasin Maimoen menegaskan kesiapan penuh wilayahnya menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI tahun 2026 mendatang. Menurutnya, kesiapan ini bagian dari komitmen Jawa Tengah dalam menyemarakkan syiar Al-Qur’an dan memperkuat ekosistem keagamaan yang inklusif. Selaras dengan tujuan di tahun 2028 menjadi Provinsi Ramah Wisata Muslim. “Ini bagian dari khidmah kami, dan kami senang sekali jika Jawa Tengah bisa menjadi tuan rumah MTQ,” ujarnya usai rapat pemaparan di Gedung B Kantor Gubernur Jateng, Jumat, 2 Mei 2025. Taj Yasin menegaskan, selain aspek keagamaan, penyelenggaraan MTQ juga akan memberikan dampak sosial dan ekonomi. “Golnya nanti tahun 2028 kami ingin menjadikan Jawa Tengah menjadi provinsi ramah wisata muslim. MTQ ini akan menambah gairah antusias masyarakat pada perkembangan ekonomi berbasis halal,” ucapnya. Terlepas dari itu, Pemprov Jateng juga mulai mematangkan kesiapan dari sisi peserta. Taj Yasin menjelaskan bahwa persiapan kafilah dilakukan sejak dini agar Jateng bisa tampil maksimal jika dipercaya sebagai tuan rumah. “Untuk kafilah sendiri kami sudah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah untuk menyiapkan kafilah-kafilah kami,” ujarnya. Ia berharap, selain sukses sebagai penyelenggara, Jateng juga bisa menorehkan prestasi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. “Kami berharap bisa menjadi juara, kalau nggak ya 3 besar. Itu harapan kami untuk menyiapkan dari saat ini karena tahun ini kami juga akan melaksanakan MTQ tingkat provinsi yang ada di Kabupaten di Tegal,” pungkasnya. Kementerian Agama RI menyebut antusiasme provinsi menjadi tuan rumah MTQ sangat tinggi. Jawa Tengah dinilai menunjukkan kesiapan konkret, termasuk dalam aspek venue, akomodasi, dan dukungan masyarakat. Direktur Penerangan Agama Islam Kemenag RI, Akhmad Zayadi, mengungkapkan bila MTQ bukan hanya syiar. Melainkan ajang ekspos hasil pembangunan. “Terbukti saat kami selenggarakan di Kalimantan Timur, dampaknya tembus Rp2 triliun dan masih dirasakan sampai hari ini,” katanya. Pemprov Jateng sendiri telah menyiapkan Semarang sebagai lokasi utama. Pembukaan dan penutupan digelar di Simpang Lima, pawai taaruf sepanjang 2,2 km, gala dinner outdoor, hingga penutupan diisi oleh band nasional dan solawatan.  Selain Simpang Lima jadi titik pusat acara, venue lomba juga tersebar di seluruh Kota Semarang dengan insfastruktur yang memadai. Diantaranya Masjid Baiturrahman, Masjid Agung Jawa Tengah, GOR Unimus, dan lainnya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Kloter Pertama Jamaah Haji asal Jawa Tengah Diberangkatkan, Taj Yasin: Sekarang Boleh Murur dan Tanazul

BOYOLALI – Ratusan jamaah haji kloter pertama asal Jawa Tengah-DI Yogyakarta, yang berasal dari Kabupaten Purbalingga diberangkatkan oleh Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), dari Bandara Adi Soemarmo, Kabupaten Boyolali, Jumat, 2 Mei 2025, dini hari. Sebelum berangkat, Taj Yasin, berkesempatan menyapa dan memberikan pesan sosialisasi di Asrama Haji Donohudan, Kamis, 1 Mei 2025 malam. Pihaknya berpesan, mulai haji tahun ini, ada skema khusus Murur (melintas) dan Tanazul (berpisah) oleh pemerintah Indonesia. Murur adalah diperbolehkannya jamaah haji khususnya yang lansia untuk melintas (lewat saja) tanpa harus bermalam (mabit) di Muzdalifah. Sedangkan Tajazul adalah diperbolehkanya jamaah haji untuk berpisah dari rombongan karena alasan kesehatan dan lainya. Mereka yang Murur dan Tanazul langsung melanjutkan perjalanan ke Mina setelah wukuf di Arofah. “Negara kita baru memberlakukan. Nanti kalau di sana ada eyel-eyelan ‘kok gak turun Muzdalifah”. (Jadi) haji mahzabnya banyak, boleh Murur dan Tanazul. Ada sebagian jamaah tidak ke Mina dan langsung ke Mekkah. Semua itu sah,” kata dia. Pihaknya juga berpesan kepada petugas haji untuk selalu menyosialisasikan skema Murur dan Tanazul sebagai salah satu opsi kemudahan haji yang diajukan pemerintah Indonesia. “Sehingga tidak ada perbedaan, tidak ada perdebatan kebigungan. Supaya (jamaah) tetap sama-sama rombongan,” katanya. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, juga berpesan agar jamaah haji menjaga kesehatannya serta nama baik Indonesia. Petugas haji juga diajak jaga kekompakan di kloter, rombongan, maupun regu. “Nanti kalau bapak-ibuk (jamaah) di sana kebingungan, cari petugas haji Indonesia. Semua petugas akan berikan pelayanan kepada jamaah haji asal Indonesia,” katanya. Melihat kondisi cuaca di Arab Saudi yang panas mencapai 40 derajat celcius dan lebih, jamaah haji juga diminta untuk selalu membawa air.  Dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI (Panja Haji), Abdul Wachid, mengatakan jamaah haji asal Jateng-DI Yogyakarta akan diberangkatkan melalui 95 kloter. “Jamaah hajinya terdiri dari 45,95 persen pria, dan 54,10 wanita,” katanya. Secara total, jamaah haji Indonesia diberi kuota sekira 221 ribu orang terdiri dari jalur reguler dan khusus (jamaah haji plus).  Dia menyosialisasikan ada program-program terobosan untuk jamaah haji Indonesia 2025.  “Pertama kalau biasanya biaya haji naik setiap tahunnya, kalau tahun ini biaya haji turun lumayan Rp 4 juta (total Rp 55 jutaan. Red) ,” ucapnya. Program lain yakni diberlakukan Murur san Tanazul. Selanjutnya bus shalawat, hingga katering rasa masakan nusantara. “Jadi rasa masakan Indonesia, kita ekspor 475 ton bumbu masak Indonesia  ke tanah suci. Jamaah juga tidak akan menerima menu masakan yang tiap hari akan itu-itu saja,” katanya.***

News, Ngopeni Ngelakoni, Pesantren Obah

Wagub Jateng Kunjungi Ponpes Gontor yang Dilanda Musibah, Salurkan Bantuan 120 Juta

MAGELANG  – Senin, 28 April 2025, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) terjun langsung meninjau lokasi Pondok Pesantren (Ponpes) Modern Darussalam Gontor, Kampus 5 Darul Qiyam, yang tertimpa longsor di Kabupaten Magelang. Musibah alam ini menyebabkan 4 santri meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.  Dalam kunjungan itu, Gus Yasin menjenguk dan berkomunikasi dengan santri yang dirawat jalan di lingkungan pondok pesantren. Selain itu juga menyalurkan santunan kepada keluarga empat korban meninggal dunia senilai total Rp40 juta. Kemudian biaya perbaikan bangunan senilai Rp 50 juta. Total Rp 90 juta.  Selain itu penanganan dampak bencana melalui Dinas Sosial dan BPBD Jateng senilai Rp31.038.000 dalam bentuk logistik bahan pangan.  Gus Yasin ingin mengetahui dengan mendengar langsung dari pihak-pihak terkait kronologi kejadian yang menyebabkan 4 santri meninggal dunia, dan 25 lainnya luka berat dan ringan, pada Jumat 25 April 2025. “Murni ingin mengunjungi, melihat, dan memastikannya. Saya ingin mendengar secara langsung, karena berita yang di luar sana ada yang bilang tower (ambruk) dan macam-macam. Kami ingin melihat itu,,” kata dia. Sebagai informasi, pada Jumat, 25 April 2025 siang, talud dengan ketebalan sekitar 50 cm, tinggi 3 meter, dan panjangnya sekira 10 meter di lokasi tersebut ambrol. Bangunan itu menimpa puluhan santri yang sedang antri mandi untuk persiapan salat Jumat. Posisi santri berada di selasar antara talud penyangga bak air beton dan bangunan kamar mandi. Di lorong itu, sejumlah santri dalam kondisi terjepit, dan lainnya di dalam terjebak di kamar mandi.  Gus Yasin menjabarkan kondisi lokasi musibah saat ini yang masih dalam proses pembersihan. Diharapkannya, secepat mungkin bangunan yang runtuh itu bisa dibersihkan. Adapun langkah Pemprov Jateng, kata dia, ingin mengambil masukan dan kajian dari sisi geologi bagaimana kondisi tanah di lokasi tersebut.  “Bagaimana konstruksi tanahnya, penanganannya. Nah ini yang harus dikoordinasikan,” ucap pria kelahiran Kabupaten Rembang tersebut. Adapun dari keterangan yang didapat pihak pesantren, Gus Yasin mengungkapkan, bila lokasi musibah ke depan akan dialihfungsikan lapangan untuk menunjang kegiatan yang lain. Pihaknya menerangkan, sejumlah korban saat ini sudah bisa dilakukan rawat jalan di pesantren. Terdapat 29 korban, di mana empat santri meninggal dunia. “Korbannya 29 santri. 20-nya luka ringan, lima perawatan intensif, yang empat syahid,” kata Gus Yasin. Gubernur Jawa Tengah,  Ahmad Luthfi mengatakan  seluruh stakeholder telah memberikan bantuan. Mulai BUMD di Jawa Tengah dan BAZNAS Jateng. Bahkan Bupati juga sudah turun langsung ke lapangan untuk memverifikasi. “Saya sebagai Gubernur ikut berbelasungkawa sedalam-dalamnya dan mendoalkan adik-adik yang menjadi korban (meninggal) Husnul Khotimah. Hari ini (Senin 28 April), Pemprov Jateng sudah turunkan tim lengkap untuk verifikasi dan melakukan bantuan kepada korban. Gus Yasin juga sudah ke sana,” katanya  usai memimpin Musrenbangwil di Pendopo Kabupaten Magelang, Senin, 28 April 2025.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Besok, Luthfi-Yasin Kumpulkan 7.810 Kades untuk Sekolah Anti Korupsi Jateng

SEMARANG – Sebanyak 7.810 kepala desa di seluruh Jawa Tengah akan tumplek blek di Kota Semarang. Sesuai instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi Taj Yasin, para kades itu wajib mengikuti Sekolah Anti Korupsi. Sekolah Anti Korupsi dengan tagline “Ngopeni Nglakoni Desa Tanpo Korupsi” itu akan digelar di GOR Indoor Kompleks Stadion jatidiri Kota Semarang pada Selasa 29 April 2025. Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, kegiatan itu penting bagi orang nomor satu di desa di seluruh Jawa Tengah. Dalam memimpin desa, mereka wajib mengetahui aturan-aturan pokok sehingga tidak melanggar ketentuan sebagaimana perundang-undangan. “Kita akan kumpulkan Kades. Ini sebagai upaya preventif dan preemtif terkait tindak pidana korupsi,” kata Ahmad Luthfi, Senin 28 April 2025. Pada acara itu, seluruh kades akan diberikan pembekalan pembangunan, khususnya di pedesaan. Sehingga anggaran yang dimiliki bisa digunakan tepat sasaran dan tidak melanggar aturan. Sebagai pembicara kunci (keynote speaker) pada acara itu adalah Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Fitroh Rohcahyanto. Narasumber selanjutnya adalah Dirkrimsus Polda Jateng Kombes Pol Arif Budiman, Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Jateng Tri Handoyo, dan Jaksa Fungsional Kejati Jateng, Sugeng. Sementara itu sebagai moderator adalah Kepala Perwakilan Ombudsman RI Jawa Tengah, Siti Farida. “Kita undang dari KPK, Ombudsman, Kejaksaan, Kepolisian dan BPKP. Berikan pembekalan pada para kades dalam pembangunan yang taat aturan,” tandasnya. Ahmad Luthfi menekankan bahwa pembangunan di desa di Jawa Tengah mesti maksimal. Alasanya, desa bisa menjadi pusat perekonomian. Terlebih lagi banyak potensi yang bisa dikembangkan di masing-masing daerah. Acara yang akan dimulai pukul 08.00 WIB tersebut juga bakal disiarkan secara langsung melalui streaming di channel youtube Pemprov Jateng.***

Scroll to Top