News

News, Ngopeni Ngelakoni

Ini Manfaat Dana Hibah untuk Ormas: Pencegahan Stunting, Narkoba, Hingga Penguatan Nasionalisme

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki tujuan penting dalam pemberian dana hibah untuk Organisasi Masyarakat (Ormas). Prioritas penggunaan dana ini untuk menekan angka stunting, pencegahan penyalahgunaan narkotika, hingga penguatan jiwa nasionalisme. Ormas penerima dana hibah pun diseleksi ketat dan harus memenuhi persyaratan sebagaimana ketentuan. Diantara penerima hibah itu ada Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI), PC Muslimat Nahdlatul Ulama (NU), fatayat NU hingga jaringan pemuda dan remaja masjid. Plt Kepala Kesbangpol Provinsi Jawa Tengah, Muslichah Setiasih mengatakan Ormas penerima dana hibah itu memiliki konsentrasi kegiatan yang berbeda-beda. Ada yang bergerak di bidang sosial, pendidikan, keagamaan hingga kesehatan. “Jadi Ormas penerima dana hibah tak asal-asalan. Harus memenuhi syarat. Kegiatannya beragam, ada (pencegahan) stunting, narkotika, pelatihan (pembuatan) pupuk organik, literasi media digital hingga peningkatan jiwa nasionalisme serta kebudayaan. Ada juga yang pelatihan, seperti ternak lele guna meningkatkan perekonomian warga,” kata Muslichah Setiasih, Kamis 22 Mei 2025. Menurutnya, penerima dana hibah harus diproses pada tahun sebelumnya melalui e planning dan e budgeting. Eksistensi keberadaan Ormas dan kemanfatannya jadi salah satu dasar pemberian dana hibah. Selanjutnya, berkas yang masuk kemudian diseleksi. Setelah lolos verifikasi, maka dana bisa dicairkan. Tak berhenti disitu, penggunaan dana dari pemerintah ini juga wajib dilengkapi dengan laporan pertanggungjawaban (LPj). Bahkan pengawasan juga dilakukan agar penggunaannya tepat sasaran. “Tidak semata dihibahkan begitu saja. Verifikasi berkas, eksistensi Ormas (dicek). LPj juga wajib,” tandasnya. Sementara pengawasan penggunaan hibah dilakukan oleh APIP, karena dana hibah bersumber dari APBD. Masyarakat luas juga bisa berpartisipasi untuk mengawasi pelaksanaan kegiatan Ormas, sehingga apabila ada penyalahgunaan, dapat dilaporkan kepada Pemprov. Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan anggaran hibah sebesar Rp125,2 miliar pada 2025, untuk 1.248 organisasi masyarakat (Ormas) di wilayahnya. Hingga medio Mei 2025, telah tersalurkan sekitar Rp55,5 miliar atau 44,32% lebih, kepada 567 ormas. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengingatkan seluruh organisasi kemasyarakatan penerima dana hibah, untuk menggunakannya secara bertanggung jawab. Sehingga, berdampak langsung bagi masyarakat. Sementara Analis Ahli Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi KPK, Rommy Iman Sulaiman yang hadir melalui zoom menyampaikan arahan pada para penerima dana hibah untuk menggunakannya secara tepat. Termasuk tertib administrasi pertanggungjawaban. Jika tidak maka akan ada konsekuensi hukum di kemudian hari. Berikut di antara sejumlah Ormas penerima dana hibah dari Pemprov Jateng 2025:  1.⁠ ⁠DPC Serikat Petani Indonesia (SPI) Kabupaten Grobogan 2.⁠ ⁠PAC Fatayat dan Muslimat NU di sejumlah Kecamatan Demak Kabupaten Demak 3.⁠ ⁠PAC Muslimat NU Kudus 4.⁠ ⁠Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Grobogan 5.⁠ ⁠Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) Kabupaten Grobogan 6.⁠ ⁠IGTKI Kabupaten Semarang 7.⁠ ⁠Perkumpulan Tembang Jiwa Kabupaten Semarang 8.⁠ ⁠Jaringan Pemuda Dan Remaja Masjid Indonesia Kecamatan Kota Kendal 9.⁠ ⁠Forum Kerukunan Umat Beragama Provinsi Jawa Tengah10.⁠ ⁠Majelis Ekonomi, Bisnis & Pariwisata Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kab. Semarang11.⁠ ⁠Pimpinan Cabang Aisyiyah Suruh Kab. Semarang12.⁠ ⁠Jateng Innovation Center Cabang Kota Semarang13.⁠ ⁠Perkumpulan Pemberdayaan Pemuda Sadar Hukum14.⁠ ⁠Wanita Hindu Dharma indonesia Provinsi Jateng.***

News

Wagub Jateng Dorong Kebangkitan Nasional Bangkit dari Desa, Melalui Kemandirian Teknologi dan Ketahanan Pangan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menekankan pentingnya membangun kebangkitan nasional dari desa-desa, melalui penguatan teknologi, pendidikan vokasi, dan kemandirian pangan. Hal itu ia sampaikan usai menjadi Inspektur Upacara mewakili Gubernur Jateng pada peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-117 di halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah, Selasa, 20 Mei 2025. “Bagaimana bangsa Indonesia bisa bebas dari penjajahan? Itu karena semangat kebangkitan nasional. Dan hari ini, meskipun kita sudah merdeka, dunia justru sedang tidak baik-baik saja,” kata Taj Yasin. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, menyoroti pesan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Meutya Hafid bahwa batas negara kini semakin kabur dalam perdagangan, teknologi, dan komunikasi. Maka kesiapan masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi persaingan global. “Kita harus siapkan masyarakat, dari sisi teknologi, produksi, dan daya saing. Ini kerja bersama dari desa, kabupaten, hingga pemerintah pusat,” tegasnya. Gus Yasin juga menyinggung rencana peresmian AI Centre of Excellence di Papua, sebagaimana disampaikan Menteri dalam sambutan, sebagai simbol pentingnya penguatan kapasitas digital anak bangsa. Menurutnya, Jateng juga siap mengembangkan pelatihan-pelatihan berbasis sosial dan teknologi untuk mendorong kesiapsiagaan masyarakat, khususnya generasi muda. Gus Yasin melanjutkan, kebangkitan nasional hari ini bukan sekadar simbolik, tetapi harus menyentuh sektor riil seperti kemandirian pangan. “Kami siapkan lahan pertanian, perbaiki irigasi, manfaatkan bantaran sungai dan laut untuk padi dan palawija. Ini bagian dari memperkuat ketahanan pangan yang diarahkan oleh Presiden,” ujarnya. Di bidang pendidikan, Gus Yasin mendorong agar sekolah unggulan tak hanya berada di kota, tapi juga menjangkau kecamatan dan desa. Bahkan telah disiapkan pendidikan vokasi lintas dinas, termasuk untuk pelaku UMKM agar mampu bersaing di pasar nasional hingga global. Pernyataan Gus Yasin ini senada dengan sambutan Menteri Meutya Hafid yang mengangkat tema “Menuju Kebangkitan Nasional yang Bersahaja, Berpihak, dan Berkelanjutan”. Dalam sambutannya, Menteri menekankan pentingnya membangun daya saing masyarakat di tengah disrupsi teknologi dan ketidakpastian global, antara lain melalui pemanfaatan teknologi digital dan penguatan keterampilan praktis. Rangkaian peringatan Harkitnas ke 117 dilanjutkan Wagub Jateng Taj Yasin dengan melakukan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Tunggal.***

News

Pegiat Literasi Minta Buku Ning Nawal Disebar ke Pesantren

SEMARANG – Pegiat literasi dan orang tua santri di Kota Semarang, mengapresiasi buku karya Bunda Literasi Jateng Hj. Nawal Arafah Yasin, M. S. I., alias Ning Nawal. Buku Bertajuk “Pesantren, Anti Bullying dan Kekerasan Seksual”, itu membuka jalan agar lembaga pendidikan mampu mewujudkan “wellbeing management”, guna membendung perundungan. Seorang pegiat literasi asal Yogyakarta, Asmariyah, mengaku senang dapat mengikuti acara yang diselenggarakan di Perpusda Jawa Tengah, Jumat (16/5/2025). Menurutnya, realitas perundungan di dunia pendidikan, juga di beberapa pondok pesantren memang terjadi. “Saya berharap, buku ini menyebar ke pondok pesantren, khususnya apa yang diutarakan bunda benar adanya mengenai kekerasan bullying,” tuturnya, Hal serupa, diungkapkan pegiat literasi, sekaligus orang tua santri, Tirta. Menurutnya, buku “Pesantren, Anti Bullying dan Kekerasan Seksual”, otentik karena lahir dari dalam pesantren, di mana Nawal dibesarkan. Dia pun memberi apresiasi kepada Bunda Literasi Jateng. “Setelah buku ini muncul, setelah ibu menjadi bunda literasi, dan Ketua PKK, bagaimana kami sebagai pegiat literasi bisa terlibat di DP3AP2KB, untuk ikut terlibat di sini,” tuturnya. Ning Nawal mengungkapkan, buku ini lahir dari sebuah keprihatinan akan kasus perundungan yang ada di lingkungan pesantren. Menurutnya, perundungan dapat dicegah dengan menerapkan pendekatan kesejahteraan atau wellbeing management, di dunia pendidikan. Dia menggarisbawahi, ada tiga poin yang wajib dilakukan oleh lembaga pendidikan. Pertama Save Environment (lingkungan yang aman), Inklusif dan kolaborasi. Karena, perundungan dan kekerasan seksual di lembaga pendidikan, seperti fenomena gunung es. Menyitir data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), pada 2024 terjadi 573 kasus, terkait bullying dan kekerasan seksual. “Maka membutuhkan kesadaran bersama membutuhkan kolaborasi bersama. Maka ketika buku ini harus disebarluaskan, tentu ini sangat baik, dan diharapkan memiliki dampak dan kontribusi positif,” tutur isteri Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu. Dikatakan, pada buku ini tidak membeberkan kasus per kasus bullying atau kekerasan seksual. Di dalamnya menawarkan konsep lembaga pendidikan, khususnya pondok pesantren ramah anak dan perempuan. “Budaya yang harus dibangun seperti apa, kemudian ketika ada korban apa yang harus dilakukan, kemudian sebagai penunjuk bagaimana langkah ketika ada antibullying dan kekerasan, dan bagaimanana pencegahannya,” imbuh Nawal. Selain pencegahan, di dalam buku karya Nawal Arafah juga ditulis mengenai perlunya pendampingan bagi korban ataupun pelaku. Pendampingan itu dilakukan baik secara psikologis ataupun afirmasi positif, agar mereka tetap dapat melanjutkan pendidikan, berprestasi, dan tumbuh sehat.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Tegaskan Jawa Tengah Tidak Kirim Anak Nakal ke Barak Militer

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak akan menerapkan penegakan disiplin anak-anak nakal untuk dikirim ke barak militer sebagaimana yang dilakukan Pemerintah Jawa Barat. Menurutnya, kedisiplinan wajib diterapkan. Namun tidak harus dilakukan dengan memasukkan pelajar ke barak militer. “Nggak lah, kita kan ada aturannya, kita bukan negara yang siap perang kok. Kita sudah tahu kedisplinan itu wajib. Di Jawa Tengah punya sekolah yang bekerja sama dengan militer dan mereka dilatih di sekolah,” beber Wagub usai menjadi Inspektur pada Apel Kesiapsiagaan Satpol PP, Satuan Linmas, dan Satuan Damkar Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Kamis (15/05/2025) di Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah. Wagub menegaskan, yang paling utama bagi pelajar adalah ketertiban, kedisiplinan, dan paham bahwa mereka usia untuk belajar. “Itu yang paling utama,” tegas Wagub. Dikatakan, setiap daerah memiliki permasalahan sendiri – sendiri yang tidak sama satu sama lain. Jawa Tengah, mempunyai keakraban yang berbeda dengan masyarakat Jawa Timur ataupun Jawa Barat. “Saya berharap tidak ada pembandingan-pembandingan, sama-sama menjalankan tugas yang tujuannya adalah kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya. Penegasan ini menjawab pertanyaan masyarakat akankah penerapan pelajar masuk barak militer akan diterapkan juga di Jawa Tengah, sebagaimana yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi membuat kebijakan anak nakal dikirim ke barak Militer untuk dididik karakter kebaikan. Tentu saja anak yang memang diserahkan oleh orang tuanya karena sudah menyerah untuk mendidiknya. Kebijakan ini menimbulkan pro dan kontra. Komnas HAM dan aktivis pendidikan menilai kebijakan itu tidak tepat karena melanggar UU hak anak. Anak nakal bukan dikirim ke barak tetapi harus dididik di sekolah dan orang tuanya. Kebijakan ini juga dianggap sebagai program putus asa karena tidak punya cara mendidik anak yang benar. Namun banyak juga yang setuju karena diharapkan anak bisa berubah. Pendidikan tegas ala Militer mampu merubah karakter anak yang sudah tidak bisa dibina oleh orang tuanya. Bahkan Menteri HAM RI Natalius Pigai mengapresiasi program ini. Jika bagus bukan tidak mungkin diadopsi oleh pemerintah pusat untuk menangani anak-anak yang bermasalah.***

News

Buku Karya Ning Nawal “Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual” Dibedah Kampus dan Pesantren

JEPARA – Buku karya Ketua TP PKK Jateng Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si (Ning Nawal), bertajuk “Pesantren Anti-Bullying dan Kekerasan Seksual”, diapresiasi civitas akademika Unisnu dan pengasuh pondok pesantren di Bumi Kartini. Buku ini, menawarkan kontribusi menciptakan institusi pendidikan yang inklusif, aman, dan mengembangkan kolaborasi mencegah perundungan. Hal tersebut terungkap saat peluncuran buku dan gelar wicara, yang dihelat di aula Perpustakaan Universitas Islam Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, Kamis (14/5/2025). Acara tersebut, dihadiri oleh Nawal Arafah, Rektor Unisnu Prof Dr Abdul Djamil, dan civitas akademika Unisnu. Hadir pula perwakilan RMI PCNU Jepara, pengurus organisasi perempuan Islam dan para pengasuh pondok pesantren. Rektor Unisnu Prof Abdul Djamil mengatakan, karya itu merupakan sumbangsih penting, tidak hanya bagi dunia pendidikan Islam, tetapi bisa diadopsi pada lingkungan pendidikan secara general. Menurutnya, secara parsial memang ada kasus kekerasan yang terjadi di lembaga pendidikan tersebut. Namun, hal tersebut tak lantas bisa digeneralisasi terjadi di seluruh ponpes. Pada buku tersebut, Ning Nawal memberikan solusi terhadap pencegahan terhadap perundungan dan kekerasan di pesantren. “Karena itu perlu ada upaya antisipasi dan salah satunya secara konseptual, seperti gagasan ini apa yang harus dilakukan untuk menangkal itu di masa mendatang. Untuk memberi informasi pencegahan, sampai membentuk satgas misalnya,” ungkapnya, pada acara yang diselenggarakan Pusat Studi Gender dan Anak Unisnu Jepara. Pengasuh Ponpes Tahfidz bagi difabel rungu “Irhamnyy Robby” Murniati, mengapresiasi konsep kolaborasi yang ditawarkan buku tersebut. Ia mengungkapkan, kolaborasi antara pengasuh, pembimbing (musyrif), orang tua dan stakeholder terkait wajib dilakukan. Ini mutlak, agar pesantren menjadi lembaga yang aman dan nyaman bagi peserta didik. “Saya kira buku ini sangat kontributif terkait fenomena pesantren yang menurut saya harus dishare secara terbuka. Sehingga ini mengedukasi kepada pengasuh, musyrif juga orang tua, bahwa fenomena sisi lain ada satu sisi di ruang pesantren yang mungkin butuh kita perhatikan sehingga terjadi kolaborasi dengan orang tua, sehingga anak yang jadi santri akan aman,” urainya. Ketua TP PKK Jateng Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si mengungkapkan, buku tersebut lahir dari sebuah kasus perundungan di pesantren. Berangkat dari kasus tersebut, dia lantas menyusun buku yang menawarkan upaya resolusi terhadap kekerasan di lembaga pendidikan Islam. Beberapa poin yang ditawarkan di antaranya, kolaborasi pesantren dengan lembaga bantuan hukum, psikolog dan sektor kesehatan. Selain itu, buku itu menawarkan upaya rehabilitasi bagi korban perundungan dan pelaku perundungan. Korban perundungan perlu dilindungi dan dikuatkan mental, mendapat afirmasi positif. Sebaliknya, pelaku perundungan acapkali mendapatkan perlakuan serupa di masa lalu atau di lingkungan rumah. Oleh karenanya, pelaku melampiaskannya pada junior atau mereka yang dianggap rentan. Keduanya, menurutnya perlu mendapatkan perhatian agar mereka pulih secara mental, fisik dan sosial. Harapannya, mereka dapat tumbuh secara sehat dan tetap berprestasi. Perlu juga, sebuah sistem acuan (SOP) untuk pengawasan terhadap anak didik. Juga internalisasi nilai sosial dan agama, pada anak. “Untuk anti bullying itu kita perlu ada satu sistem pelaporan, yang bisa membuat nyaman dan aman, anak-anak juga bisa yakin, bahwa ini akan bisa diselesaikan dengan baik. Kemudian di samping itu ada identifikasi masalah, juga kegiatan korektif dan rehabilitasi,” pungkas Ning Nawal.***

News

Wagub Jateng dan Muslimat NU Launching Mustika Mesem Mustika Darling dan Mustika Segar

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengapresiasi peluncuran Paralegal Muslimat dan tiga inisiatif Mustika dalam peringatan Harlah ke-79 Muslimat NU tingkat Kabupaten Kudus, Jumat, 9 Mei 2025. Ia menyebut program ini sebagai langkah nyata yang layak ditiru daerah lain dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan kelompok rentan. “Ya, hari ini menghadiri harlah Muslimat NU yang ke-79 di Kudus sekaligus ada launching (program) yang sudah dikerjakan dengan Provinsi Jawa Tengah, yaitu Paralegal Muslimat yang nanti ini akan disusul oleh muslim atau muslimah kabupaten yang lain,” ujar Taj Yasin saat memberikan mauidhoh hasanah dalam acara Istighosah Akbar dan Halaqah Kebangsaan di Gedung Jam’iyyatul Hujjaj Kudus. Taj Yasin menyebut kehadiran paralegal yang nantinya ada di setiap kecamatan sangat penting untuk mencegah dan menangani kekerasan terhadap perempuan, anak, disabilitas, serta lansia. Program ini merupakan bagian dari pengembangan Kecamatan Berdaya, di mana tiap kecamatan juga akan menjadi rumah paralegal sebagai pusat layanan edukasi, pengaduan, dan advokasi hukum. “Saya rasa juga dibarengi nanti tiap-tiap kecamatan akan dibreakdown. Karena ini masih sangat urgent dan sangat penting supaya tidak ada kekerasan di perempuan, anak, disabilitas, sekaligus orang tua,” tegasnya. Selain itu, turut diluncurkan atau dikukuhkan relawan Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem (Mustika Mesem), Muslimat Cantik Sadar Lingkungan (Mustika Darling), dan Muslimat Cantik Kuat Mandiri Perkasa Sehat dan Bugar (Mustika Segar). Melalui Mustika, lanjut Yasin, perempuan didorong menjadi motor perubahan di tengah masyarakat, tak hanya melalui kegiatan sosial, tetapi juga lewat pendampingan dan pemberdayaan. “Kita sinkronkan ada satu kecamatan satu paralegal, ada di satu rumah yang di situ ada include semuanya, untuk mendengar, memastikan, bahwa tidak ada kekerasan di Jawa Tengah,” tegas Taj Yasin. Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin menambahkan, TP PKK telah menjalin kerja sama dengan Muslimat NU untuk memperkuat kapasitas paralegal melalui pelatihan advokasi. “TP PKK sudah disusun MoU dengan Muslimat untuk nanti paralegal dilatih advokasi-advokasi kepada korban-korban kekerasan,” ujarnya. Paralegal yang telah dilatih nantinya akan mengisi rumah perlindungan perempuan dan anak di tiap kecamatan berdaya. Mereka akan bekerja sama dengan kader PKK dalam mendampingi korban serta memberikan edukasi hukum kepada warga. “Ini nanti akan berkolaborasi dengan kader-kader tim penggerak PKK yang ada. Sama-sama akan mengisi dan mendampingi korban kekerasan di seluruh Jawa Tengah,” tambahnya. Program bertajuk Mustika ini sebelumnya telah diluncurkan secara nasional oleh Presiden Prabowo Subianto bersama Ketua Umum Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa pada Februari lalu.***

News

Buka Pameran Wastra 36 Miseum se- Indonesia di Semarang, Wagub: Pemprov Wajibkan ANS Kain Lurik Setiap Selasa

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menyampaikan terima kasih kepada Kementrian Kebudayaan yang telah memberikan kepercayaan Provinsi Jawa Tengah sebagai Tuan Rumah dalam pengembangan pustaka, kebudayaan, dan kemuseuman. Yakni melalui penyelenggaraan “Pameran Nasional Kain Tradisional Nusantara” bertema Rupa Warna Wastra Nusantara yang diadakan mulai tanggal 8 sampai dengan 12 Mei 2024. Hal itu disampaikan Wagub di depan Menteri Kebudayaan Republik Indonesia Fadli Zon dalam sambutannya saat pembukaan pameran di Museum Ranggawarsita, Semarang, Jumat (09/05/2025). Wagub menyampaikan, Jawa Tengah sudah beberapa kali menjadi tuan rumah beberapa agenda nasional kaitannya dengan perpustakaan, kebudayaan dan kemuseuman. Hal itu akan membawa nilai positif dengan meningkatkan kunjungan siswa ke museum. Oleh karenanya, wajah dalam dan inovasi museum akan selalu ditingkatkan. Pameran kali ini bertujuan untuk mempromosikan bermacam macam kain tradisional. Batik sendiri, kata Wagub, sudah masuk dalam Integible Cultural Heritage oleh Unesco sejak tahun 2009. Namun demikian, masih banyak kreasi tradisional kain di bawahnya batik yang juga membutuhkan perhatian, seperti lurik, Troso dan lainnya. ” Syukur-syukur kalau bisa mendapat paten sebagai milik negara kita,” ujarnya. Kain tradisional sendiri di Jawa Tengah juga memiliki kekayaan akan ragam serta kreasinya. Misalnya, kain Goyor di Sragen dipakai baju. Namun di Pantura , justru dipakai sebagai sarung. Wagub mengatakan, kain yang saat ini dipamerkan perlu ada desainer dan inovasinya. Oleh karenanya, kesempatan yang luar biasa ini harus dimanfaatkan sebagai promosi sehingga orang bisa melihat kekayaan kain yang beragam. Upaya Pemprov untuk melestarikan kain tradisional telah dilakukan dengan aturan mengenakan pakaian tradisi pada hari Kamis. Pada hari yang sama juga setiap acara Pemprov wajib menggunakan Bahasa Jawa, kecuali acara tersebut mengundang tamu dari luar Jateng. “Pada hari Selasa kita di Pemprov juga menggunakan lurik,” ujarnya. Dukungan pemerintah daerah terhadap batik juga tertuang di antaranya dengan terbitnya Perda di Kabupaten Rembang yang mengatur batik Laseman harus berupa batik tulis, dan tidak diperkenankan menggunakan cap. Meskipun harganya mahal, namun peminatnya tidak pernah surut. Hal itu tidak lain adalah dalam rangka komitmen Pemda dalam menghargai seni tradisi yang bernilai tinggi. Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah Sadimin, dalam sambutannya mengatakan, pameran dilaksanakan selama lima hari diikuti oleh 36 museum yang ada di Indoesia. Dikatakan Sadimin, harmonisasi dan kolaborasi akan membawa dampak positif dengan berbagai kegiatan. Pameran diharapkan menjadi wahana memperkokoh persatuan dan kesatuan melalui kolaborasi antar museum. Menteri Kebudayaan Fadli Zon dalam sambutan pembukaannya mengatakan, pameran ini sangat penting sebagai upaya dalam menghimpun berbagai kekayaan keberagaman Wastra Nusantara. Dalam lawatannya di berbagai negara, Menteri mengakui jika Indonesia merupakan negara yang paling kaya akan budaya dan keragaman. Saat ini, kata Menteri Fadli Zon, pemerintah sudah menetapkan 2.213 sebagai warisan budaya tak benda (WBTB) di Indonesia . Sementara potensinya mencapai sekitar 50 ribu. Dan dalam waktu mendatang akan menambah 500 lagi WBTB. Sedangkan yang sudah ditetapkan oleh Unesco ada 16 enkripsi. Antara lain gamelan, keris, noken, batik, jamu, kebaya, angklung, reog, kulintang, kebaya, pinisi. “Dari yang diakui UNESCO ada tiga Wastra yaitu batik, noken dan kebaya. Ini modal yang sangat penting dan bisa menciptakan potensi yang besar dalam perekonomian,” kata Menteri.***  

News

Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Hadiri Pemakaman Nyai Djamilah Hamid Baidhowi di Lasem

REMBANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin menghadiri pemakaman Hj Djamilah Hamid Baidhowi di Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, Kamis, 8 Mei 2025. Wafatnya Nyai Jamilah merupakan kehilangan besar bagi masyarakat Jawa Tengah. “Innalillahi wainnailaihi rojiun. Saya sebagai Gubernur Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah telah kehilangan sosok simbah Hj Djamilah Hamid Baidhowi,” kata Ahmad Luthfi saat memberikan sambutan di rumah duka Kompleks Pondok Pesantren Al Wahdah, Lasem. Sambutan tersebut disampaikan sebelum jenazah diberangkatkan ke Masjid Jami’ Lasem untuk disalatkan dan dimakamkan di Maqbaroh Masjid Jami’ Lasem. Hadir juga Bupati Rembang, Bupati Pati, serta sejumlah ulama dan kiai. Menurut Ahmad Luthfi, Nyai Djamilah merupakan sosok ibu yang telah melahirkan putra-putri yang bermaslahat bagi masyarakat sekitar, Jawa Tengah, dan nasional. “Saya dekat dengan putra-putrinya seperti Bu Nyai Watucongol, contohnya Ning Jazilah istri Gus Kautsar. Semuanya membanggakan,” katanya. Selain itu, Nyai Djamilah juga sosok panutan bagi ibu-ibu di seluruh Jawa Tengah. Maka dari itu Ahmad Luthfi mewakili masyarakat Jawa Tengah menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. “Kami yakin dan percaya bahwa almarhumah adalah sosok ibu yang sangat baik. Kita doakan semoga husnul khatimah,” tuturnya. Ahmad Luthfi menambahkan, apa yang telah diberikan dan diperjuangkan oleh Nyai Djamilah selama ini patut untuk diteladani. Dari Beliau juga kita belajar bagaimana menghormati orang tua. “Kita harus saling asah, asuh, dan asih. Orang tua adalah yang nomor satu dalam rangka memberikan penghormatan. Dari orang tua, akan menurunkan orang-orang terbaik di wilayah kita,” pesan Ahmad Luthfi.***

News

Kenangan Gus Yasin terhadap Gus Alam

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya anggota DPR RI dari Fraksi PKB, KH. Alamudin Dimyati Rois, yang akrab disapa Gus Alam. Menurut Gus Yasin, Gus Alam bukan hanya rekan sesama politisi, melainkan juga sahabat dalam perjuangan. “Kami juga punya kenangan pribadi dengan beliau. Beliau sahabat saya,” ucapnya di sela mendampingi kunjungan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, di Kabupaten Semarang, Selasa, 6 Mei 2025. Usai mendampingi kunjungan tersebut, Gus Yasin langsung bertolak ke Kendal untuk takziah ke Pondok Pesantren Al-Fadlu, Kaliwungu, tempat Gus Alam dimakamkan. Ia menambahkan bahwa almarhum merupakan sosok yang konsisten membela kepentingan rakyat melalui jalur politik. “Beliau berjuang untuk masyarakat, dan terbukti telah terpilih (DPR) sudah tiga periode,” tambahnya. Diketahui, Gus Alam mengalami kecelakaan lalu lintas di Tol Pemalang pada Jumat, 2 Mei 2025, dini hari. Mobil yang ditumpanginya menabrak truk saat mencoba mendahului kendaraan di KM 315. Ia sempat menjalani perawatan intensif di RS Budi Rahayu Pekalongan sebelum akhirnya wafat pada Selasa pagi, 6 Mei 2025. KH Alamudin Dimyati Rois merupakan putra dari ulama kharismatik asal Kaliwungu, KH Dimyati Rois. Ia telah menjabat sebagai anggota DPR RI selama empat periode dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah I, dan dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial serta keagamaan. Jenazahnya dimakamkan di kompleks Pondok Pesantren Al-Fadlu 2, Kendal, pada Selasa sore.***

News

Triwulan I 2025, Ekonomi Jateng Tumbuh Positif 4,96 Persen

SEMARANG – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Jawa Tengah pada triwulan I 2025 tumbuh positif 4,96 persen secara tahunan (Year on Year/ YoY), lebih tinggi dari pertumbuhan nasional 4,87 persen. Pertumbuhan itu disokong oleh sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, yang tumbuh 15,24 persen. “Ekonomi Jawa Tengah pada triwulan I 2025 (YoY) meningkat 4,96 persen lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh 4,87 persen. Secara Q to Q pertumbuhan ekonomi Jateng triwulan I 2025 dibandingkan triwulan 4 2024 tumbuh cukup tinggi, sebesar 1,80 persen, kalau nasional kontraksi -0,98 persen,” ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Jawa Tengah, Endang Tri Wahyuningsih, pada rilis daring, Senin (5/5/2025). Menurutnya, pertumbuhan itu disokong oleh sektor pertanian yang cukup tinggi. Tercatat, secara tahunan YoY, sektor pertanian tumbuh 15,24 persen. Sementara, secara triwulan atau Q to Q, sektor ini tumbuh 22,75 persen. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh panen sejumlah produk pertanian, seperti jagung dan padi “Sekali lagi kekuatan Jawa Tengah di sektor pertanian. Sehingga dorongan di sektor pertanian perlu lebih ini (kuat) lagi, supaya kontribusi lebih meningkat untuk triwulan berikutnya,” ungkap Endang. Dia menambahkan, pertumbuhan ekonomi Jateng secara Q to Q sebesar 1,80 persen, menempati urutan kedua nasional. Tempat pertama diduduki oleh Maluku Utara, dengan pertumbuhan ekonomi Q to Q 2,75 persen. Adapun, pertumbuhan ekonomi nasional secara triwulanan mengalami kontraksi -0,98 persen.***

Scroll to Top