News

News, Ngopeni Ngelakoni

Speling Hadir di Kopdarnas KDEMI, 5 Orang Terdeteksi TB di Magelang 

MAGELANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memanfaatkan momentum Kopi Darat Nasional (Kopdarnas) ke-5 Komunitas Driver Elf Mania Indonesia (KDEMI) untuk memperkuat program kesehatan masyarakat, salah satunya lewat program Speling (Dokter Spesialis Keliling). Yang tugasnya melakukan cek kesehatan gratis masyarakat.  Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, mengungkap dari hasil skrining kesehatan dalam acara ini, ditemukan lima orang dari 15 peserta terindikasi terpapar tuberkulosis (TBC). “Ini harus segera ditindaklanjuti. Kelima orang ini akan kami obati hingga tuntas selama enam bulan. Ini bagian dari tugas kita menyelamatkan masyarakat,” kata Gus Yasin saat memberikan sambutan di Taman Wisata Banyu Roso, Tempuran, Magelang, Minggu, 27 April 2025. Dari temuan ini, lanjut Gus Yasin, maka selanjutnya akan dilakukan skrining terhadap seluruh anggota keluarga untuk mencegah penyebaran. “Kalau ada satu yang kena, seluruh keluarga harus diskrining. Penyakit ini tidak bisa dibiarkan karena bisa membahayakan tidak hanya penderitanya tapi juga lingkungan sekitar,” tegasnya. Selain isu TBC, Gus Yasin yang sempat berinteraksi dengan seorang anak di layanan kesehatan jiwa mengingatkan pentingnya lebih memperhatikan kesehatan jiwa, terutama pada anak-anak dan remaja. Ia mendorong agar sekolah-sekolah di Jawa Tengah lebih serius mengintegrasikan layanan kesehatan jiwa melalui kolaborasi guru BK, psikolog, dan tenaga medis. “Kita perlu memastikan anak-anak mendapatkan perhatian khusus. Masalah kesehatan jiwa harus kita ungkap dan tangani bersama,” ujarnya. Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga berterima kasih kepada para relawan kesehatan yang aktif melakukan edukasi dan layanan skrining, serta mengajak masyarakat untuk tidak malu atau takut melakukan pemeriksaan. “TBC bisa diobati. Yang penting, minum obatnya rutin dan jangan putus,” pesannya. Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Kusminar, menuturkan koordinasi sudah dilakukan untuk menindaklanjuti temuan tersebut. “Kami berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan seterusnya lewat puskesmas untuk skrining pada keluarga. Selain itu juga kami akan koordinasi dengan provinsi lainnya karena organisasi ini gabungan 6 provinsi,” ujarnya. Program Speling sendiri diharapkan menjadi gerakan yang semakin masif di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah untuk mempercepat deteksi dini berbagai penyakit menular.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Ajak Muslimat NU Semangat Jaga Kekompakan, Apresiasi Kontribusi di Sektor Ekonomi dan Pendidikan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak seluruh anggota Muslimat NU untuk terus menjaga semangat dan kekompakan organisasi. “Organisasi ini sudah sehat. Tambah usia, tambah semangat, itu tandanya sehat,” katanya yang akrab disapa Gus Yasin itu saat menghadiri Pengajian Akbar Hari Lahir ke-79 Muslimat NU di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Klero, Tengaran, Kabupaten Semarang, Minggu 27 April 2025. Ia menegaskan, membangun organisasi harus dilakukan bersama-sama. Gus Yasin mengingatkan pentingnya keteladanan dalam berorganisasi, sebagaimana diajarkan para ulama. “Saya diajari guru saya, bapak saya juga ngajari, bahkan Kanjeng Nabi mengajarkan. Kalau mau bicara (meminta melakukan sesuatu), harus melakukan dulu, baru disampaikan,” tegasnya. Terkait itu, sebagai pemimpin Gus Yasin menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan selama menjalankan tugas sebagai pejabat publik. “Atas nama pribadi dan pemerintah, saya minta maaf. Pemimpin itu paling banyak salahnya, karena semua orang punya harapan, sementara saya tidak bisa memenuhi semua keinginan masyarakat sebagai manusia biasa,” ucapnya mengakhiri sambutan. Dalam wawancara, Taj Yasin menyebut kontribusi Muslimat NU sangat besar, terutama dalam mendorong perekonomian lokal melalui UMKM dan sektor pendidikan. “Banyak anggota Muslimat yang membuka peluang usaha, bahkan lewat RA (Raudhatul Athfal) mereka juga berkontribusi dalam pendidikan anak usia dini. Ini patut kita apresiasi,” ungkapnya. Ia juga memuji kemandirian Muslimat NU Kabupaten Semarang yang tidak bergantung pada pemerintah daerah dalam menjalankan kegiatan, bahkan membawa bekal sendiri dari rumah. “Ini sangat luar biasa, kegiatannya berdampak juga terhadap perekonomian lokal. Selamat untuk Muslimat NU di usia ke-79, semoga semakin jaya,” tutup Gus Yasin. Acara semakin meriah, tatkala Gus Yasin mengumumkan bahwa dirinya turut memberikan hadiah sebagai apresiasi yakni umrah yang akan diundi bagi satu peserta acara. Acara Pengajian Akbar ini dihadiri lebih dari 10 ribu jamaah Muslimat NU se-Kabupaten Semarang. Gus Yasin hadir didampingi Ketua TP PKK Jateng Hj. Nawal Arafah Yasin. Selain itu hadir pula Bupati Semarang Ngesti Nugraha beserta istri, Wakil Bupati sekaligus Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Semarang Nur Arifah, serta Pengasuh Pondok Pesantren API Tegalrejo, KH Yusuf Chudlori dan sejumlah pengurus organisasi NU setempat. Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Semarang, Nur Arifah, dalam laporannya menyebutkan bahwa organisasi telah memenuhi legalitas kepemilikan tanah melalui wakaf, infaq, dan sedekah dari para anggota. Ia juga menyampaikan pembangunan Gedung Muslimat dan Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) telah selesai tahap pertama dan akan dilanjutkan ke tahap kedua yang mencakup pembangunan kantor, pagar keliling, paving, dan kanopi penghubung antarbangunan. Sementara itu, Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi peran Muslimat NU yang dinilainya turut mendorong turunnya angka stunting secara signifikan. yang di tahun 2023 sebesar 18,1 persen “Tahun 2023 sebesar 18,1 persen, di tahun 2024 kemarin menjadi 4,35 persen, ini berkat bantuan ibu-ibu semua,” ujarnya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Luthfi-Yasin Berhasil Kembalikan Status Bandara Ahmad Yani Jadi Internasional

SEMARANG – Upaya Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin untuk mengembalikan status Bandara Jendral Ahmad Yani menjadi internasional membuahkan hasil. Per 25 April 2025, bandara yang berlokasi di Kota Semarang itu kembali berstatus menjadi bandara internasional. Penetapan kembalinya status ini, tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Perhubungan  Nomor 26 tahun 2025. Hal ini sekaligus sebagai kado yang indah di hari ke-64 Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen memimpin Jateng. Sejak masa kampanye Pilkada 2024, Ahmad Luthfi-Taj Yasin sudah menjadikan peningkatan status Bandara A Yani tersebut menjadi prioritas. “Alhamdulillah, sesuai Keputusan Menhub statusnya sudah internasional. Ini berkat kerja keras semua stakeholder,” kata Ahmad Luthfi, Sabtu 26 April 2025. Senada dengan Ahmad Luthfi, Taj Yasin menyatakan bahwa bandara yang kini telah kembali berstatus internasional akan meningkatkan pariwisata dan membuka peluang kerja di Jawa Tengah. “Hal ini akan mendorong pertumbuhan wisata dan menciptakan lapangan kerja di Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin.  Status internasional ini begitu strategis bagi Jawa Tengah. Dengan kembalinya status sebagai bandara internasional, maka memberi kemudahan akses kepada investor yang berinvestasi di Jateng, & meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara, sehingga berdampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah dan Nasional. Dengan status internasional tersebut, PT Angkasa Pura Indonesia-Bandara Jendral A Yani Semarang sudah komunikasi dengan Maskapai Air Asia untuk mempersiapkan pembukaan rute internasional. Maskapai Air Asia sudah memberikan respon positif. Berdasarkan kajian PT Angkasa Pura Indonesia, rute untuk Maskapai Air Asia adalah Singapura dan Malaysia. PT Angkasa Pura Indonesia-Bandara Jendral Ahmad Yani Semarang juga akan memberikan penawaran rute internasional kepada Maskapai Scoot dan Malindo. Di sisi lain, infrastruktur maupun personil CIQ (Bea Cukai, Imigrasi dan Karantina) sudah siap beroperasi. Alasanya, per November 2024, Bandara Jendral Ahmad Yani sudah melayani penerbangan kargo internasional. Persiapan operasi layanan rute internasional sekitar tiga bulan. Ahmad Luthfi-Taj Yasin berharap keberadaan Bandara Internasional Jendral Ahmad Yani menjadi daya ungkit perekonomian Jateng.***

News

Tampil di Undip, Ning Nawal: Perempuan Tak Cukup Ilmu, Tapi Mesti Berbudi Pekerti Luhur

SEMARANG – Perempuan adalah tempat pendidikan atau madrasah pertama bagi anak. Karenanya, seorang perempuan mesti terus belajar sepanjang hayat. Tapi, apakah memiliki ilmu yang banyak saja cukup? Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si menekankan, pondasi pendidikan tidak hanya tentang pengetahuan yang luas. Sebab, perempuan merupakan sumber emosional dan pembentukan karakter anak-anak dan keluarga. Karenanya, perempuan mesti memiliki budi pekerti luhur. Menurutnya, Kartini memperjuangkan hak-hak perempuan, dengan bukan hanya dengan kecerdasan, bukan dengan ilmu pengetahuannya. Tapi memberikan sumbangsih, perjuangan, dengan empati, etika, ketulusan, dan kelembutan hati. Itu merupakan salah satu modal besar dari perempuan. “Kartini masa kini, melahirkan nilai-nilai luhur pada setiap inovasinya. Meskipun dengan inovasi besar, teknologi canggih, maka akan keluar dari arahnya ketika tidak memiliki nilai-nilai luhur. Jadi, tidak hanya cerdas, tapi seorang perempuan harus penuh rasa empati, penuh keluhuran hati,” bebernya, saat Peringatan Hari Kartini dan Halalbihalal Dharma Wanita Persatuan Fakultas Tenik Undip, di Engineering Hall Dekanat FT, Jumat (25/4/2025). Karenanya, Ning Nawal mendorong agar Wanita menggunakan ilmunya untuk berdaya. Miliki keberanian untuk terus memberikan inspirasi, berkhidmah (mengabdi) dengan hati yang tulus. Bukan karena prestasi, atau berharap mendapat apresiasi orang lain, tapia ada makna keluhuran. Di sisi lain, imbuhnya, Kartini masa kini diharapkan hadir pada sektor-sektor strategis, ikut dalam pengambilan keputusan. Seperti hadir di dunia pendidikan, ruang publik, ruang kebijakan, ikut aktif dalam forum-forum, bahkan di lingkup internasional. “Karena apa? Karena di sini, Kartini dalam memperjuangkan perempuan juga lewat suara, lewat surat-suratnya. Di era teknologi ini kita juga harus bersuara, memberikan sumbangsih kita, memberikan ilmu kita untuk bagaimana memberdayakan perempuan yang lain. Kita memberikan keberanian kita, kita bisa menginspirasi perempuan yang lainnya. Makan kita harus betul-betul empowered women (menjadi perempuan berdaya), dan kita harus mendukung perempuan,” tegas Ning Nawal, yang juga Penasihat DWP Provinsi Jawa Tengah. Lantas bagaimana dengan perempuan sebagai ibu rumah tangga? Menurutnya, seringkali wanita terjebak antara pilihan berkarier atau menjadi ibu rumah tangga. Padahal keduanya adalah pilihan yang sama-sama bermartabat, sama-sama pilihan yang harus diprioritaskan, mengingat keduanya adalah mulia. Ditambahkan, ibu rumah tangga mempunyai kemuliaan bisa mendidik anak-anaknya menjadi generasi unggul. Jadi, di mana pun ladang untuk berkhidmah, perempuan tetap berharga. Dia mesti memberikan nilai-nilai yang luhur, untuk seluruh yang menjadi ruang khidmahnya. “Jadi menurut saya, ibu rumah tangga juga memberikan satu kontribusi luar biasa dan mereka juga sangat mulia. Oleh karena itu, ayo maju bersama, karena pendidikan itu bukan hanya butuh suara. Tapi juga butuh pemikiran, butuh hati nurani, butuh keberanian, dan peran serta perempuan,” tandas isteri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ini. Dalam kesempatan tersebut, Ning Nawal Arafah didampingi Ketua DWP Fakultas Teknik Undip dan jajarannya, juga meninjau pameran UMKM, yang berada di depan ruang pertemuan.***  

News, Ngopeni Ngelakoni

Pengukuhan Kepala OJK Baru, Wagub Jateng Dorong Kolaborasi UMKM dan Stabilitas Ekonomi

SEMARANG– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menekankan pentingnya sinergi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga perbankan untuk memperkuat akses permodalan. Khususnya bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM yang selama ini masih kesulitan mendapatkan pembiayaan. Menurutnya, penguatan sektor ekonomi kecil menjadi kunci ketahanan ekonomi Jawa Tengah. “Masih banyak pelaku usaha kecil seperti petani, nelayan, dan UMKM yang belum bisa mengakses pembiayaan. Maka ke depan harus ada kerja sama yang lebih cepat dan konkret antara OJK dan perbankan,” ujar Gus Yasin dalam sambutannya. Pernyataan tersebut disampaikan Gus Yasin saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Pengukuhan Kepala OJK Provinsi Jawa Tengah, Hidayat Prabowo, di Kantor OJK Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Jumat, 25 April 2025. Dalam kesempatan itu, Gus Yasin menyatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung penuh keberadaan OJK sebagai mitra strategis dalam upaya menyejahterakan masyarakat. “Pada prinsipnya kami sangat mendukung OJK dalam pertumbuhan dan menyejahterakan masyarakat Jawa Tengah, utamanya bagaimana ruang ekonomi di Jawa Tengah bisa berkembang, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang kurang baik saat ini,” ucapnya. Ia juga berharap kehadiran Hidayat Prabowo sebagai pimpinan OJK Jateng yang baru mampu memperkuat pengawasan keuangan dan mendorong tumbuhnya pelaku usaha dari berbagai skala. “Kita berharap bahwa ekonomi, khususnya para pelaku bisnis baik yang besar maupun yang kecil, akan tumbuh lebih masif. Termasuk dalam mengontrol keuangan di perbankan dan memberi akses lebih luas kepada pelaku usaha kecil,” tambahnya. Gus Yasin menuturkan bahwa UMKM terbukti menjadi penyelamat ekonomi saat krisis, baik pada masa pandemi COVID-19 maupun krisis moneter tahun 1997. “Kita harus mengapresiasi para pelaku UMKM. Mereka adalah penopang keuangan negara ini, dan saat ini pun menjadi fokus kebijakan Presiden untuk ketahanan ekonomi nasional,” katanya. Ia juga mengajak OJK untuk terlibat dalam mendukung program strategis Pemerintah Provinsi Jateng, seperti makan bergizi gratis dan intervensi harga gabah, yang juga melibatkan pelaku usaha kecil di daerah. “OJK diharapkan ikut andil besar dalam program-program ini. Kami rangkul semua perbankan, termasuk Bank Jateng dan BPR, untuk memberikan stimulus dan memperkuat daya tahan ekonomi masyarakat,” jelasnya. Menutup sambutan, Gus Yasin memberikan ucapan selamat kepada Kepala OJK Jateng yang baru, sekaligus menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Selamat bertugas. Kolaborasi antara OJK dan Pemprov Jateng adalah kunci untuk menumbuhkan ekonomi secara berkelanjutan. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan keberkahan dalam setiap langkah kita,” pungkasnya. Acara ini turut dihadiri Anggota Dewan Komisioner (ADK) OJK RI, Ogi Prastomiyono, serta para tamu eksternal dari berbagai lembaga, antara lain anggota Komisi XI DPR RI Musthofa dan Harris Turino, Kepala Perwakilan BI, DJPB, DJP Jateng 1, DJBC, Kejaksaan Tinggi, Ombudsman, Pengadilan Tinggi Agama, Bank Mandiri, BTN, BPD Jateng, BSI, BCA, Perbarindo, hingga Rektor Unissula.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Ultah BKOW, Ning Nawal Ingatkan Kesehatan Mental Wanita

SEMARANG – Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin, M. S. I, mengatakan, sebagai wadah dari kumpulan organisasi wanita, Badan Kerjasama Organisasi Wanita memiliki peran untuk menyukseskan program pemerintah. Mendukung upaya tersebut, kesehatan mental menjadi hal penting, baik bagi pribadi perempuan dan anggota keluarga. Hal itu dikatakan Ning Nawal, panggilan akrabnya, saat menghadiri Ulang Tahun BKOW ke- 63 tahun, Badan Kerjasama Kamis (24/4/2025). Pada ulang tahun ini, BKOW menyoroti tentang pentingnya kesehatan mental perempuan, sebagai modal pembangunan keluarga, wilayah dan negara. “Pertama, perempuan menjadi pondasi untuk pembentukan emosional anak. Ketika ibunya sehat secara mental, maka insyaallah anak akan bahagia. Selanjutnya, ibu ini merupakan sumber komunikasi yang baik dalam keluarga. Jadi, ketika hatinya ayem tentrem, keluarga juga akan ayem tentrem,” tuturnya, di Ghradika Bhakti Praja. Ditambahkan, guna mendukung terciptanya perempuan berdaya, BKOW menjalankan delapan program prioritas. Seperti, Daya Kartini untuk pelatihan keterampilan ekonomi, Destara atau Desa sejahtera Perempuan dan Anak, Pesantren Ramah Perempuan dan Anak (Pesantren Penak). Di samping itu, ada Relawan Perunggu atau (Paralegal Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak), pendidikan politik, Perempuan Aman, serta pelatihan kebijakan dan perencanaan anggaran. Pada HUT ke-63 BKOW, mengambil tema “Peran Perempuan dalam Ketahanan Mental Keluarga”. Pada puncak acara tersebut, digelar pula gelar wicara yang menghadirkan pembicara Ummul Baroroh dan Darosy Endah Hyoscyamina, yang diikuti oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) dari 35 kabupaten/ kota via aplikasi zoom. Kedua pembicara mengingatkan, perempuan sebagai ibu dalam keluarga adalah pusat gravitasi. Peran ibu dapat menjadi perekat suami dan anak. Tidak hanya itu, perempuan juga menjadi “madrasah pertama” bagi pendidikan anak-anak. Karenanya, baik Baroroh dan Darosy mengingatkan perlunya menjaga kesehatan mental ibu. Satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan me time, rehat sejenak dari rutinitas, dan membangun komunikasi positif dengan dirinya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Wagub Dukung Anak SD Ingin jadi Psikolog dan Berharap Sekolah Bebas Bullying

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menaruh perhatian dan dukungan terhadap salah satu pelajar di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambakaji 05, yang bercita-cita menjadi psikolog. “Ternyata ada juga anak yang sejak kecil ingin jadi psikolog. Tadi saya tanya kenapa? (Jawabnya) Ya ingin bantu temannya, ingin merawat dan sebagainya,” kata dia usai meninjau kegiatan Ngopeni Nglakoni Jateng Skrining Kesehatan Dokter Spesialis Keliling (Spelling), di SDN Tambakaji 05, Kota Semarang, Rabu, 23 April 2025. Dalam skrining yang bekerjasama dengan RSUD dr. Adhyatma, MPH tersebut, terdapat pemeriksaan kesehatan THT, gizi, dan lainnya. Tak luput juga menghadirkan ahli di bidang psikologi. “Kita juga ingin di sekolah agar tidak ada bullying, kekerasan. Kalaupun ada, maka diedukasi bagaimana sikap siswa/siswi terhadap kawannya yang melakukan bullying,” ucap Taj Yasin. Pihaknya melakukan pendekatan dengan sejumlah anak, untuk juga mengedukasi bagaimana menyikapi kalau menemui ada perundungan. “Kadang-kadang mungkin adan namanya anak-anak jahil, jangan marah ya, dimaafkan ya. Tapi, saling mengingatkan itu paling penting. Juga ada dokter psikolog yang mengedukasi di sini,” ujar sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu  Lebih lanjut, dia mengatakan, kegiatan yang menggandeng dokter spesialis anak tersebut juga akan dilakukan di sekolah-sekolah lain di Jateng. Rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Jateng, kabupaten/kita, hingga swasta  akan mendukung untuk masuk ke sekolah-sekolah sesuai kebutuhan. “Prioritas juga daerah di kawasan (angka tinggi) kemiskinan, khususnya daerah yang aksesnya jauh dari perkotaan,” kata Taj Yasin. Adapun, lanjut dia, tujuan dari program Ngopeni Nglakoni Jateng Skrining Kesehatan Dokter Spesialis Keliling (Spelling), masuk ke sekolah untuk  pemeriksaan dan edukasi anak-anak supaya menjaga kesehatannya, kebutuhan gizi, ataupun pola hidup bersih. “Juga edukasi, kalau ada gejala sakit tertentu maka bisa periksa ke dokter. Sehingga peduli kesehatan itu menjadi penting. Pada tahap pertamanya yakni skrining supaya sebagai pencehahan supaya tidak sakit,” kata Taj Yasin.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Investasi Jawa Tengah Capai Rp 68 T,  Serap 411 Ribu Tenaga Kerja 

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan investasi menjadi fokus utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah 2025–2029. Menurutnya, investasi bukan hanya urusan angka, melainkan motor utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Aspirasi Masyarakat (ASMAS) yang digelar DPD RI Jawa Tengah di Semarang, Rabu 23 April 2025. “Investasi bukan sekadar angka. Ini adalah motor utama pertumbuhan dan pemerataan. Kami ingin memastikan bahwa iklim usaha di Jawa Tengah benar-benar siap untuk bersaing,” ujar Taj Yasin. Dalam paparannya, Taj Yasin menyampaikan bahwa realisasi investasi Jawa Tengah pada 2024 mencapai Rp68,67 triliun. Jumlah proyek yang masuk melonjak menjadi 65.815 dan menyerap lebih dari 411 ribu tenaga kerja. Namun, ia tak menampik bahwa masih ada tantangan di lapangan. Infrastruktur yang belum merata, birokrasi perizinan yang perlu dipangkas, serta kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten menjadi pekerjaan rumah yang tengah diselesaikan pemerintah provinsi. “Investasi di Jawa Tengah ini sudah seksi. Tapi kita perlu percepatan. Sistem OSS-nya sudah baik, tinggal bagaimana kita mempercepat eksekusi di lapangan,” katanya. selain itu untuk mempermudah proses survei lapangan dalam proses realisasi investasi, Taj Yasin menuturkan salah satu caranya dengan dengan mendorong kolaborasi pembiayaan antara pemerintah dan investor. “Enggak semua bisa disurvei online. Tapi masa kita tunda hanya karena itu? Kalau pemerintah belum bisa datang cepat, bisa dibantu dulu dari pelaku usaha. Yang penting cepat jalan,” tegasnya. Untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai “rumah nyaman bagi investor”, Pemprov mengusung beberapa strategi utama. Salah satunya adalah menyiapkan SDM lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri melalui pelatihan vokasi dan peningkatan kualitas SMK. “Kami edukasi dan latih tenaga kerja sesuai kebutuhan industri. Kita lihat dulu investornya masuk ke bidang apa, lalu kita siapkan orangnya. Jadi mereka bisa langsung kerja begitu pabrik atau perusahaan berdiri,” jelasnya. Selain itu, pemerintah juga menetapkan 2025 sebagai tahun infrastruktur. Proyek-proyek jalan, kawasan industri, hingga fasilitas pendukung konektivitas sudah disiapkan dan dibahas bersama DPRD, tinggal menunggu tahap pembangunan. “Tahun ini kita fokus ke infrastruktur. Kemarin sudah kita perbaiki, sekarang tinggal bangun. Supaya semua daerah siap jadi lokasi investasi, bukan cuma di kota besar saja,” tambahnya. FGD ini juga dihadiri oleh Ketua DPD RI Jawa Tengah Abdul Kholik, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdullah, akademisi FISIP UNDIP Nur Hidayat Sardini, serta para mahasiswa dan organisasi kepemudaan seperti PMII. Taj Yasin menutup dengan menyatakan bahwa RPJMD Jawa Tengah 2025–2029 dirancang untuk menjadi pro-investasi, pro-lapangan kerja, dan pro-pertumbuhan hijau, demi mewujudkan pembangunan yang inklusif dan merata di seluruh wilayah provinsi.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Tanggapi Isu Pemekaran Wilayah Jawa Tengah 

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menanggapi wacana pemekaran wilayah atau pembentukan daerah otonomi baru (DOB) di sejumlah daerah seperti Brebes Selatan, Cilacap, dan Banyumas. Ia mengingatkan agar wacana tersebut tidak hanya didasarkan pada jarak pelayanan publik semata. Hal itu disampaikannya dalam Focus Group Discussion (FGD) Aspirasi Masyarakat (ASMAS) yang digelar DPD RI Jawa Tengah di Semarang, Rabu 23 April 2025, dengan tema “Optimalisasi Desentralisasi dan Otonomi Daerah dalam Perspektif RPJMD Jateng 2025–2029.”. “Kalau pemekaran coba nanti kita bukan hanya bicara tentang pelayanannya yang jauh saja. Itu yang saat ini disuarakan kan ‘pak kami jauh dari tempat pelayanan’. Saat ini kan online, ya kan bisa kita dekatkan,” kata Taj Yasin. Menurutnya, dalam pemekaran wilayah, hal yang paling utama harus diperhitungkan adalah kemampuan fiskal calon daerah baru. Pemerintah tidak ingin terburu-buru mendorong pemekaran jika ternyata daerah tersebut tidak mampu membiayai kebutuhannya sendiri setelah dipisahkan. “Akan tetapi kalau bicara tentang pemekaran itu yang dihitung kemampuan fiskalnya. Ketika dipisah mereka mampu enggak membiayainya,” lanjutnya. Ia mencontohkan beberapa kawasan yang selama ini ramai disuarakan untuk dimekarkan, seperti Brebes Selatan, Cilacap, dan Banyumas. Namun ia menegaskan bahwa setiap usulan harus dikaji secara matang dari sisi keuangan. “Kawasan Kabupaten Brebes selatan itu juga harus dihitung, Cilacap juga sama, Banyumas tadi disampaikan juga sama, maka kita harus menghitung itu tidak hanya suara untuk pemekaran saja. Kami akan dorong untuk pemekaran apabila fiskalnya itu mencukupi,” tegasnya. Pemprov Jateng, kata dia, tetap membuka ruang pembahasan pemekaran wilayah, namun tetap berpijak pada pertimbangan rasional, bukan semata desakan.***

News

RPJMD 2025–2029, Jawa Tengah Fokus Dorong Investasi

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menegaskan investasi akan menjadi prioritas utama dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Jawa Tengah periode 2025–2029. Hal ini disampaikannya dalam acara Focus Group Discussion (FGD) dan Aspirasi Masyarakat (Asmas) yang digelar oleh DPD RI Jawa Tengah di Semarang, Rabu (23/4/2025). “Investasi adalah motor utama pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan. Kami ingin memastikan bahwa iklim usaha di Jawa Tengah benar-benar siap bersaing,” ujar Taj Yasin yang akrab disapa Gus Yasin. Data mencatat, realisasi investasi di Jawa Tengah sepanjang tahun 2024 mencapai Rp68,67 triliun, dengan serapan tenaga kerja mencapai 411 ribu orang. “Sistem OSS kita sudah berjalan baik, tinggal bagaimana mempercepat implementasinya. Jangan sampai investor tertahan oleh birokrasi,” tegasnya. Beberapa tantangan yang masih dihadapi antara lain pemerataan infrastruktur, proses perizinan yang masih perlu disederhanakan, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM) lokal. Untuk itu, pemerintah provinsi telah menyiapkan serangkaian strategi guna menjadikan Jawa Tengah sebagai “rumah nyaman bagi investor”. Salah satu strategi kunci adalah penguatan kapasitas tenaga kerja lokal melalui pelatihan vokasi dan peningkatan kualitas lulusan SMK yang disesuaikan dengan kebutuhan industri. “Kami akan latih tenaga kerja berdasarkan sektor industri yang masuk. Begitu pabrik berdiri, SDM-nya sudah siap langsung bekerja,” ungkapnya. “Kita tidak ingin investasi hanya menumpuk di kota-kota besar. Infrastruktur harus merata agar daerah lain juga punya peluang yang sama,” imbuhnya. Dalam kesempatan tersebut, Gus Yasin menegaskan bahwa RPJMD 2025–2029 akan disusun dengan semangat pro-investasi, pro-lapangan kerja, dan pro-pertumbuhan hijau, demi menciptakan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. FGD tersebut turut dihadiri oleh Ketua DPD RI Jawa Tengah Abdul Kholik, Wakil Ketua DPRD Jateng Sarif Abdillah, akademisi, serta aktivis mahasiswa, yang turut menyumbangkan gagasan dalam penyusunan arah kebijakan pembangunan lima tahun mendatang.***

Scroll to Top