Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Resmikan Rumah Singgah PGOT, Wagub Taj Yasin: Ini Wujud Nyata Layanan Kesejahteraan Sosial Pemprov Jateng

PURWOKERTO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan layanan kesejahteraan sosial bagi Pengemis, Gelandangan, dan Orang Terlantar (PGOT) yang berada di wilayah Jateng. Hal itu diwujudkan dengan peresmian Rumah Singgah Rehabilitasi Sosial PGOT di Kabupaten Banyumas, Selasa, 23 Desember 2025. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meresmikan secara langsung Rumah Singgah yang menampung 100 penerima manfaat tersebut. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Banyumas yang sudah aware terhadap permasalahan sosial di Kabupaten Banyumas, dengan didirikannya rumah singgah rehabilitasi sosial ini,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya usai peresmian. Peresmian dihadiri Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan Wakil Bupati Dwi Aish Lintarti serta forkopimda. Sadewo dalam sambutannya mengatakan, rumah singgah tersebut didirikan melalui sharing anggaran antara Pemprov Jateng dan Pemkab Banyumas dengan berbagai fasilitas yang memadai untuk menampung PGOT di wilayah Banyumas dan sekitarnya. Meskipun demikian, Gus Yasin memastikan jika rumah singgah di wilayah Jawa Tengah tidak akan membatasi warga dari mana pun untuk mendapatkan manfaat. “Ada beberapa yang berasal dari luar daerah tetap kita fasilitasi dan kita berikan layanan,” ujarnya. Pada hari yang sama, Gus Yasin juga meninjau Pusat Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Sudagaran di Banyumas. Wagub sempat berdialog dan bercanda dengan puluhan lansia penerima manfaat. Para lansia mengaku sangat senang dengan layanan panti yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi Jateng tersebut. Kepala PPSLU Sudagaran Sri Kusumaningrum mengatakan, PPSLU Sudagaran menyelenggarakan pelayanan dan perlindungan sosial bagi lanjut usia terlantar (prioritas eks keresidenan Banyumas). Dengan tujuan memastikan terpenuhinya hak dasar lansia, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara layak dan bermartabat. PPSLU Sudagaran saat ini memberikan layanan kepada 90 penerima manfaat. Meliputi layanan kebutuhan dasar, berupa penyediaan permakanan, sandang, asrama, pendampingan kesehatan, pembuatan KTP dan KIS, serta bimbingan dan Rehabilitasi sosial. “PPSLU Sudagaran juga mendorong sinergi dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk perangkat daerah, lembaga pendidikan, organisasi sosial, dan masyarakat. Kolaborasi diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, dukungan bantuan, serta program kepedulian yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan lanjut usia,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Pantau Jalan di Banyumas, Wagub Jateng: Jalan Provinsi Kondisi Prima, Siap Dilalui Libur Nataru

BANYUMAS – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen memastikan jalan raya milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam kondisi prima untuk memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang akan menikmati liburan Natal dan Tahun Baru 2026. Hal itu disampaikan Gus Yasin, sapaan akrabnya, di sela melaksanakan pantauan tiga titik ruas jalan raya di Kabupaten Banyumas, yakni Jalan Sunan Ampel, Jalan Sunan Bonang, Jalan raya Sokaraja – Kalimanah, Selasa, 23 Desember 2025. “Saya datang ke sini untuk memastikan kesiapan jalan raya menjelang Nataru. Karena di sini adalah jalan utama untuk liburan. Karena di atas ada Baturaden, tempat wisata. Sehingga orang-orang yang belum libur atau mudik di Banyumasan ada Purbalingga, Purwokerto, Cianacah, Banjarmagara bisa menikmati kepulangannya ke Jawa Tengah,” katanya.  Gus Yasin mengatakan, bersama Gubernur Ahmad Luthfi, dirinya akan memastikan bahwa ruas jalan milik Jawa Tengah siap memberikan kenyamanan perjalanan masyarakat. “Setelah ini akan kita lakukan lagi pengecekan mana saja jalan yang masih perlu penananganan, apakah ada yang perlu kita tingkatkan,” katanya. Peninjauan pelaksanaan rehabilitasi jalan tersebut, menjadi bagian pengecekan kesiapan infrastruktur jalan, menjelang libur Natal dan Tahun Baru. Terutama di ruas Sokaraja – Kalimanah, yang merupakan penghubung lintas tengah dari exit tol Pemalang – Purbalingga – Banyumas – Cilacap, dan akses pariwisata di Kawasan Baturraden dan sekitarnya. Rehabilitasi Jalan Sokaraja – Kalimanah dengan nilai kontrak Rp 3,76 miliar itu saat ini sudah selesai 100 % dengan panjang penanganan 2,060 KM. Adapun ruas jalan Raden Patah, Sunan Bonang dan Sunan Ampel merupakan penghubung menuju pusat kegiatan ekonomi, pendidikan, pariwisata. Saat ini rehabilitasi jalan sudah selesai 100 % . Warga Banyumas menyampaikan rasa senangnya dengan rehabilitasi jalan di wilayah tersebut. Abdul, seorang pemilik lapak dagangan di Jalan Ampel mengaku kelancaran lalu lintas akan membawa dampak positif terhadap ekonomi warga. Sedangkan Emira, warga Desa Dukuh Waluh yang tengah hamil sangat terbantu dengan rehabilitasi jalan raya yang dia lalui setiap harinya. Sebelumnya jalan rusak membuatnya kurang nyaman. “Alhamdulillah sekarang sudah lancar,” ujarnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Jateng Jadi Tuan Rumah MTQ Nasional ke-31, Wagub: Momen Ungkit Pertumbuhan Ekonomi

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah akan menjadi tuan rumah pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ XXXI) yang akan berlangsung tahun 2026. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan MTQ agar berjalan lancar dan sukses. Hal itu disampaikan Gus Yasin, sapaan akrabnya, saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan MTQ Tingkat Nasional XXXI (ke-31) Tahun 2026 di Jawa Tengah, di komplek gubernuran Semarang, Senin, 22 Desember 2025. “Alhamdulillah hari ini kita rapat untuk Musabaqah Tilawatil Quran tingkat nasional ke- 31 di tahun 2026. Jawa Tengah menjadi tuan rumah dan saat ini kita akan bersurat ke Kementerian Agama untuk pelaksanaannya di bulan September,” jelas Gus Yasin. Kesiapan Jawa Tengah, kata Gus Yasin, bukan hanya untuk venue dan acara resmi yang diadakan oleh MTQ. Akan tetapi juga menyiapkan event-event yang lainnya, untuk mendukung kemeriahan acara. Antara lain, Kota Semarang akan mendukung dengan agenda acara Expo Kaligrafi, pameran busana muslim, dan festival rebana tingkat nasional. Gus Yasin menegaskan, Pemprov akan melakukan kolaborasi dengan semua pihak, termasuk potensi sponsor. Menurutnya, pelaksanaan MTQ nantinya akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. “Dengan ribuan peserta dari kabilah se-Indonesia, akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi di Jateng. Pariwisata ramah muslimnya, hotel-hotel dan penginapan ramah muslim, dan perusahaan travel, serta pendukung lainnya,” kata Gus Yasin. Dia menambahkan, anggaran yang dialokasikan dari pemerintah sebesar Rp 47,13 miliar. Berasal dari APBD Provinsi, dukungan dari APBD Kota Semarang, serta anggaran Kementrian Agama RI. “Kami berharap semua pihak termasuk swasta dapat terlibat dan mendukung event ini agar dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah,” pungkasnya. Rapat ini menghadirkan Asisten Pemerintahan dan Kesra Iwanuddin Iskandar, OPD yang ada di Pemprov Jateng, perwakilan Kota Semarang, LPTQ Jateng, Baznas, Bank Jateng, serta perwakilan lembaga vertikal, yang akan terlibat dalam penyelenggaraan MTQ Nasional mendatang. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Sinergi Pemprov dan BI Jawa Tengah Diperkuat Jaga Stabilitas Ekonomi dan Inflasi

SEMARANG – Gubernur Ahmad Luthfi menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk terus memperkuat kolaborasi dengan BI Jawa Tengah sebagai mitra strategis, khususnya dalam menjaga stabilitas inflasi serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi daerah. Gubernur mengatakan hal itu saat menghadiri pengukuhan Kepala Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah yang baru. Mohamad Noor Nugroho dikukuhkan menggantikan Rahmat Dwisaputra. Pengukuhan dilakukan di Kantor Perwakilan BI Jawa Tengah, Senin, 22 Desember 2025. Ahmad Luthfi mengatakan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah pada triwulan III-2025 yang mencapai 5,37 persen (year on year), merupakan hasil dari perencanaan matang dan kerja kolaboratif seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi tersebut melibatkan BI Jawa Tengah, pemerintah pusat, serta pemerintah kabupaten dan kota. “Dengan perencanaan dan kolaborasi yang baik, seluruh potensi Jawa Tengah dapat didorong secara maksimal, termasuk investasi dan pembinaan UMKM,” ujar Ahmad Luthfi. Dijelaskan, peran strategis BI Jawa Tengah dalam pembinaan UMKM agar mampu naik kelas, sekaligus dalam menjaga stabilitas harga. Menurutnya, keberhasilan pengendalian inflasi di Jawa Tengah tidak terlepas dari kontribusi dan arahan BI. “Di bawah arahan dan bimbingan dari BI, mohon kiranya nanti tetap kita jadikan pedoman sehingga UMKM kita bisa naik kelas,” ungkap Gubernur. Ahmad Luthfi juga menyebut, keberhasilan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Jawa Tengah yang meraih penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto, merupakan hasil sinergi kuat antara Pemprov Jateng dan BI Jawa Tengah. Arahan BI kepada Pemprov, Satgas Pangan, dan BUMD dinilai mampu mendorong pemerataan distribusi dan penguatan potensi wilayah. Selain itu, forum-forum bisnis yang digelar bersama BI Jawa Tengah dinilai berhasil menarik investasi. Hingga saat ini, realisasi investasi di Jawa Tengah tercatat mencapai hampir Rp 66,8 triliun. Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga menyampaikan apresiasi kepada Rahmat Dwisaputra atas kontribusinya selama menjabat, serta menyambut Mohamad Noor Nugroho sebagai Kepala Perwakilan BI Jawa Tengah yang baru. Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menilai, TPID Jawa Tengah sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia karena mampu menjaga inflasi tetap terkendali. Ia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah sebesar 5,37 persen termasuk tinggi secara nasional. Perry Warjiyo mendorong agar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah semakin intens melibatkan BI Jawa Tengah dalam berbagai upaya penguatan ekonomi daerah. Menurutnya, posisi Jawa Tengah yang kini menjadi tujuan utama investor domestik dan asing harus dimanfaatkan secara optimal demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Saya sudah instruksikan seluruh jajaran BI Jawa Tengah agar semakin bermanfaat bagi wilayahnya, dalam upaya meningkatkan perekonomian di Jawa Tengah,” kata Perry Warjiyo. Diungkapkan, posisi Jawa Tengah saat ini menjadi tujuan investasi baik dari dalam maupun luar negeri. Hal itu tentu harus dimanfaatkan dengan baik demi kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.***

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin: Haul Ajarkan Mengenang Jasa Guru

TEMANGGUNG – Ribuan jamaah Thoriqoh Syadziliyah memenuhi Pondok Pesantren Kiai Parak Bambu Runcing di Kauman, Kecamatan Parakan, Kabupaten Temanggung. Para jemaah mengikuti rangkaian haul Syaih Abu Hasan Asy-Syadzili, pendiri Tarekat Syadziliyah, yang diadakan pada Minggu, 21 Desember 2025. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, melalui mauidhoh hasanah pada acara tersebut mengajak jemaah yan hadir untuk selalu mengenang jasa para guru. Gus Yasin mengatakan, dirinya selaku wakil dari pemerintah provinsi Jawa Tengah, memberikan apresiasi kepada Ponpes Kiai Parak yang telah mengadakan haul untuk mengingat jasa para alim ulama. Gus Yasin, sapaan akrabnya, memberikan dukungan kegiatan haul tersebut. Sekaligus menekankan pentingnya kegiatan keagamaan sebagai perekat persatuan, penguat spiritual, dan motivasi untuk meneladani akhlak ulama. Menurutnya, sebagai ulama besar dari Maroko, Syaih Abu Hasan Asy-Syadzili telah mengajarkan zikir yang bermanfaat untuk keselamatan, keberkahan dan kesejahteraan yang bermanfaat untuk umat. “Banyak hikmah penting yang dapat dijadikan pelajaran dari perjalanan para ulama dalam menuntut ilmu. Yakni, dengan berziarah, dan melakukan perjalanan agar menimba ilmu dari alim ulama,” katanya. Dicontohkan, perjalanan Nabi Musa yang dikenal sebagai nabi yang cerdas dan pintar. Namun, tetap diajarkan untuk mencari ahli ilmu yang lebih alim darinya, yakni Nabi Khidir. Perjalanan istimewa tersebut bahkan diabadikan dalam Al Quran, sebagai petunjuk dan hikmah pentingnya menempuh perjalanan untuk menuntut ilmu kepada ahlinya. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Khutbah Nikah Massal untuk Sepuluh Pasangan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, menjadi saksi dalam acara nikah massal yang diadakan oleh yayasan dan takmir Masjid Jami Jatisari, Kota Semarang. Sepuluh pasangan pengantin, melafazkan akad pernikahan massal, pada Minggu, 21 Desember 2025. Dalam khutbah nikahnya, Gus Yasin, sapaan akrabnya menyampaikan, nikah disunnahkan kepada seluruh kekasih Allah SWT melalui para nabi dan utusan-Nya. Pernikahan dilaksanakan dari Nabi Adam AS, sampai dengan Nabi Muhammad SAW. Tidak ada nabi dan utusan yang tidak melangsungkan pernikahan. Hanya Nabi Isa AS yang sebelum menikah sudah diangkat oleh Allah SWT. Namun kelak menjelang hari akhir akan diturunkan kembali dan melaksanakan syariat termasuk nikah. “Sehingga tidak ada nabi yang tidak menikah. Seperti apa yang disampaikan Allah SWT, telah kami utus utusan-utusan sebelum engkau Muhammad dan saya jadikan utusan-utusan itu semuanya memiliki istri dan memiliki keturunan,” urainya. Pernikahan, kata Gus Yasin, selain mengikuti ketaatan kepada Allah SWT juga memiliki tujuan yaitu melahirkan keturunan. Rasulullah dalam sebuah hadits menyampaikan pengakuan dan kebahagiaan bahwa pada hari akhir nanti akan memiliki umat yang banyak. “Dengan menikah kita memiliki kesempatan untuk membahagiakan Rasulullah. Nabi yang kelak akan kita harapkan syafaatnya,” ujarnya. Kepada para mempelai, Gus Yasin berpesan agar membangun rumah tangga dengan keimanan. Nilai-nilai dalam pernikahan, di dalamnya adalah bagian dari ibadah. Oleh karenanya, yang dituju dalam pernikahan adalah keluarga samawa (sakinah mawaddah warrahmah). ” Sakinah, mawaddah, rahmah tidak bisa tercapai apabila di dalam pernikahan tidak ada unsur ibadah yang bersama-sama,” tukasnya. Pasangan peserta nikah massal tersebut kemudian mencatatkan pernikahan mereka di KUA kecamatan Mijen Semarang. Kepala KUA Mijen Azmi Ahsan dalam sambutannya mengatakan, pencatatan tersebut sejalan dengan Gerakan Sadar (GAS) Pencatatan Nikah yang diinisiasi Ditjend Binmas Islam Kementrian Agama RI. GAS merupakan program edukasi dari Kementerian Agama (Kemenag) RI untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencatatkan pernikahan secara resmi demi perlindungan hukum, administrasi keluarga yang tertib, dan membangun keluarga yang kuat serta bermartabat. “Gerakan ini mengedepankan bahwa pernikahan yang sah secara agama juga harus sah secara hukum negara, memberikan kepastian hak bagi suami, istri, dan anak, serta mendukung ketertiban administrasi kependudukan dan menghindari masalah hukum di kemudian hari,” pungkasnya. Jami’ Mantu merupakan pernikahan massal dalam rangkaian kegiatan Jami Expo 2025 ke-9 yang diadakan Masjid Jami Jatisari, Mijen. Salah satu pasangan nikah massal mengaku grogi dan deg- degan saat pelaksanaan akad. “Deg degan waktu ijab kabul, takut salah,” kata pengantin wanita ini malu-malu.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Gelar Gerakan Pangan Murah Omzet Capai Rp45,7 Miliar

SEMARANG – Keterlibatan perempuan dalam membangun kepedulian sosial dan memperkuat hubungan antar komunitas, akan membentuk lingkungan yang inklusif. Perempuan memiliki peran yang besar dalam menciptakan lingkungan yang rukun dan berkelanjutan. Hal itu dikatakan Ketua TP (Tim Penggerak) PKK Jawa Tengah Hj Nawal Arafah Yasin, M. S. I, saat sambutan Peringatan Hari Ibu (PHI) ke – 97,Tingkat Provinsi Jawa Tengah, Jumat, 19 Desember 2025, di Gedung Grhadika Bakti Praja, Kota Semarang. “Saat perempuan dilibatkan dalam gerakan sosial, ruang komunitas, serta kegiatan yang berbasis gotong-royong, maka terbentuklah lingkungan yang lebih inklusif, peduli dan saling mendukung,” katanya. Sebagaimana Tema Hari Ibu Tahun ini, “Perempuan Peduli Masyarakat Harmoni”, kata Ning Nawal, sapaan akrabnya, Hari Ibu menjadi momentum untuk memperluas pemahaman masyarakat. Hari Ibu, kata dia, bukan sekadar ‘Mother Day’ tetapi juga merupakan ‘Indonesia Women’s Day’, atau hari perempuan Indonesia. Hari untuk menghormati serta mengapresiasi peran, andil dan dedikasi perempuan di semua bidang kehidupan serta kesetiaan perempuan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Hal itu selaras dengan keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 yang menetapkan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu. Yakni, dalam rangka memperingati diselenggarakannya Kongres Perempuan I di Yogyakarta, yang pada tanggal 22 – 25 Desember 1928. Kongres ini diikuti 30 organisasi perempuan, dan menghasilkan keputusan yang sangat penting dan relevan hingga saat ini . Di antaranya, pembentukan organisasi Federasi Mandiri yang diberi nama Perikatan Perkumpulan Indonesia yang nantinya menjadi cikal bakal dari BKOW. Kemudian menerbitkan surat kabar yang diketuai Nyonya Hajar Dewantara, mendirikan studi found untuk membiayai pendidikan perempuan yang tidak mampu dan memperkuat pendidikan kepanduan putri. “Hal lainnya adalah mencegah perkawinan anak memperbanyak sekolah-sekolah putri perempuan, bantuan keuangan untuk janda atau perempuan kepala keluarga dan anak-anak serta perlindungan hak-hak istri dalam perceraian,” urai Ning Nawal, yang juga kepanjangan tangan gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno, dalam sambutan mewakili Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen, mengemukakan, peran ibu dalam rumah tangga sangat besar. Pada saat ini sudah banyak perempuan yang memiliki karya, termasuk peran dalam menopang ekonomi keluarga. “Berdasarkan data pelaku UMKM di Indonesia, 64 persen adalah perempuan. Sehingga, jika tema Hari Ibu adalah perempuan peduli, saya yakin, perempuan sudah peduli, dari dulu sangat peduli. Sehingga momentum kali ini menjadi pengingat bagi kita untuk menghargai jasa para ibu,” kata Sumarno. Perempuan juga memegang peran penting dalam pendidikan anak. Menurutnya, pendidikan terbaik adalah dari keluarga. “Kalau kita ingin Indonesia Emas dengan SDM yang unggul, mari dimulai dari rumah, dari keluarga,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Hari Bela Negara, Wagub Jateng: Ini Momentum Teguhkan Komitmen Jaga Keutuhan Bangsa

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah,Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77, di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Jumat, 19 Desember 2025. Kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pelajar mengikuti kegiatan tersebut.Wakil Gubernur Jawa Tengah,Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memimpin upacara peringatan Hari Bela Negara ke-77, di Halaman Kantor Gubernur Jateng, Jumat, 19 Desember 2025. Kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), hingga pelajar mengikuti kegiatan tersebut. Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dalam pidatonya membacakan naskah Presiden RI Prabowo Subianto, dikatakan Taj Yasin, memperingati Hari Bela Negara ke-77 menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen menjaga keutuhan bangsa. “Kita mengenang berdirinya Pemerintah Darurat Republik Indonesia yang dikenal dengan (PDRI) di Bukit Tinggi pada tahun 1948. Ketika agresi militer kedua mengancam keberlangsungan Republik Indonesia. Peristiwa ini menjadi bukti semangat bela negara mampu menjaga Indonesia tetap berdiri,” katanya. Adapun, peringatan Hari Bela Negara tahun ini mengusung tema teguhkan bela negara untuk Indonesia maju. Tema ini mengingatkan bahwa kemajuan bangsa hanya dapat dicapai apabila seluruh rakyat memiliki kesiap-siagaan disiplin dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman. Taj Yasin mengatakan, dunia saat ini berada dalam dinamika yang sangat cepat dan penuh ketidakpastian. Rivalitas geopolitik, krisis energi, disrupsi teknologi, hingga arus informasi yang mudah dimanipulasi menjadi tantangan nyata bagi seluruh bangsa. Ancaman terhadap negara tidak lagi bersifat konvensional melainkan berbentuk perang siber, gerakan radikalisme, hingga ancaman bencana alam yang semakin sering terjadi. “Dalam situasi seperti ini, semangat bela negara harus menjadi kekuatan kolektif seluruh warga Indonesia,” ucapnya. Lebih lanjut, saat memperingati Hari Bela Negara ke-77, masyarakat di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat tengah diuji oleh bencana. Melihat sejarah, ketiga wilayah ini memiliki peran sejarah yang luar biasa dalam perjalanan Republik. Untuk itu, ujian yang sedang dihadapi mereka menjadi panggilan bagi semua lapisan masyarakat untuk hadir dan membantu. Dari Aceh, Indonesia belajar tentang keteguhan sebuah wilayah yang sejak masa kerajaan telah menjadi benteng pertahanan Nusantara. Pada masa revolusi kemerdekaan, Aceh disebut sebagai daerah yang menyumbang modal. Karena dukungan rakyatnya baik logistik, pesawat maupun dana yang menjadi penopang diplomasi dan perjuangan republik. “Tanpa keteguhan Aceh, perjuangan mempertahankan kemerdekaan tidak akan sekuat yang kita kenal hari ini,” katanya. Selanjutnya dari Sumatera Utara, masyarakat mengenang semangat juang rakyat Medan, area dan perlawanan heroik di berbagai kota yang tidak pernah padam.Sumatera Utara menjadi salah satu pusat perlawanan terhadap agresi Belanda dan menjadi wilayah strategis yang menjaga kesinambungan pemerintah Republik. “Ketangguhan rakyat Sumatera Utara menjadi bagian dari pondasi berdirinya negara kita,” katanya. Kemudian dari Sumatera Barat barat, khususnya Bukit Tinggi, lahirlah PDRI. Penyelamat Republik Indonesia dalam masa paling kritis. Ketika ibukota negara diduduki, justru dari Sumatera Barat pemerintahan Republik Indonesia tetap Hidup. Tanpa keberanian para tim pemimpin dan rakyat di wilayah ini, sejarah Indonesia akan sangat berbeda. Dan peringatan hari bela negara dan tidak akan memiliki makna seperti hari ini. “Karena itu tanpa Aceh, Sumatera Utara dan tanpa Sumatera Barat, sejarah bela negara tidak akan lengkap. Mereka bukan hanya bagian dari perjalanan masa lalu, tetapi pondasi yang menegaskan bahwa persatuan adalah kekuatan terbesar bangsa ini,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Ning Nawal, Bunda PAUD Jawa Tengah Gandeng Tiktoker Hasan Sule

SEMARANG – Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Jawa Tengah, Hj.Nawal Arafah Yasin, M.S.I, membuat gebrakan baru. Untuk mengenalkan wajib satu tahun pra sekolah (wajib PAUD) dan PAUD EMAS, isteri Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), itu, menggandeng tiktoker lucu Hasan Sule. Ning Nawal, panggilan akrab Bunda PAUD Jawa Tengah itu, terjun langsung berkolaborasi dengan Sule untuk membuat konten. Ada dua tema konten yang dibuat. Pertama sosialisasi wajib satu tahun pra sekolah. Kedua, konten berisi pesan perlunya PAUD EMAS, sebuah PAUD yang berbasis masyarakat. “Dua program ini perlu kita sosialisasikan, karena kondisi PAUD di Jateng masih jauh dari harapan. Baru 14 % anak usia 0-6 tahun yang mendapat layanan PAUD, ini harus kita tingkatkan, agar program Pak Gubernur Ahmad Luthfi dan Pak Wagub Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) ini bisa berhasil,”kata Hj Nawal Arafah Yasin, saat Anugerah Bunda PAUD Jawa Tengah 2025, Kamis, 18 Desember 2025, di Gradika Bhaktipraja Semarang. Untuk meningkatkan layanan PAUD, menurutnya juga perlu didorong hadirnya PAUD berbasis masyarakat (PAUD EMAS). PAUD yang diadakan masyarakat secara mandiri tanpa bermotif bisnis. SDM maupun operasionalnya dilakukan secara gotong royong. Tempatnya bisa di balai RW, teras warga, atau Ormas dan lainya. “Kita menggandeng influencer Hasan Sule untuk sosialisasi dua program tersebut, karena Tiktoknya diikuti 1,5 juta orang. Harapanya mudah tersampaikan kepada nasyarakat,”ucapnya. Dalam dua konten tersebut, Hj Nawal berperan sebagai Bunda PAUD Jateng yang mengajak Hasan Sule mendaftarkan anaknya ke PAUD EMAS. Karena PAUD berbasis masyarakat, Hasan Sule bisa membayar dengan pisang, ketela, kelapa, dan hasil panen lainya. “Untuk PADU EMAS ini, bisa membayar dengan hasil pertanian, yang tidak punya uang tidak harus membayar, tetapi yang berpunya bisa membayar lebih untuk mensubsidi lainya,” ujarnya. Dua konten sosialisasi PAUD ini, selain ditampilkan di acara penganugerahan, juga bisa dilihat langsung melalui akun resmi Tiktok Hasan Sule dan akun IG nawalarafah-tajyasin. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin Tegaskan Kehadiran Majelis Taklim jadi Keberlangsungan Dunia Pendidikan

PEKALONGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Meimoen (Gus Yasin), mengatakan, keberadaan tempat pembelajaran majelis taklim menjadi estafet keberlangsungan dunia pendidikan. “Kami atas nama pemerintah tentu sangat senang. Dengan adanya peresmian majelis taklim, artinya keberadaan (kegiatan) belajar mengajar itu ada estafetnya, keberlangsungannya, penerusnya,” katanya saat peresmian Majelis Taklim Al Munawir, dalam rangkaian kegiatan pengajian umum haul KH. Munawwir Bin. H. Abdul Djabbar ke 24,di Kota Pekalongan, Rabu malam, 17 Desember 2025. Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Taj Yasin berharap, keberadaan majelis taklim sekaligus bisa mewarnai dan menghidupkan kerukunan umat dalam beragama. Termasuk kerukunan antar umat Islam sendiri. Dia katakan, masyarakat setempat pasti melihat dan merasakan keteladanan sosok almarhum KH. Munawwir. Nilai-nilai keteladanan yang diajarkan oleh Kiai Munawwir telah masuk di relung-relung kehidupan masyarakat sekitar. Hal itu, kata Taj Yasin, menjadi pemantik keinginan masyarakat yang kuat untuk menggaungkan keberadaan madrasah Majelis Taklim Al Munawir. Bangunan itu bukan hanya sebagai simbol berjalannya pengabdian keilmuan. “Akan tetapi ini (bagian) sebuah kehidupan yang dipenuhi warga sekitar,” ucap pria yang akrab disapa Gus Yasin itu. Taj Yasin mengatakan, seiring perkembangan zaman, kehadiran majelis taklim akan menjadi tempat menimba ilmu alternatif oleh masyarakat selain di masjid. Walaupun, sebetulnya masjid lebih baik digunakan untuk beribadah sekaligus menyebarkan ilmu pengetahuan. “Ya, sering-sering diadakan kajian-kajian. Terlebih (ngaji) bandongan ala pesantren yang ada maknanya, keterangannya, dan terjemahannya,” katanya. Taj Yasin mencontohkan, di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sejak Hari Santri 2025 telah meresmikan kegiatan pendidikan keagamaan dengan ngaji bandongan. Hal ini untuk memfasilitasi kerinduan aparatur sipil negara (ASN) yang pernah mengenyam pendidikan di pesantren. “Di sini saya harap juga di majelis taklim Al-Munawar ini lebih banyak kegiatan lagi, lebih banyak pengajian,” katanya.***

Scroll to Top