Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Dampingi Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi PAUD, Nawal Yasin Dorong Pembiasaan Perilaku Baik Sejak Dini

KUDUS – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, mendampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam kunjungan kerja di Kabupaten Kudus, Rabu (17/12/2025). Dalam kunjungannya, Abdul Mu’ti meresmikan hasil revitalisasi TK Muslimat NU Roudlotut Tholibin, di Desa Jepangpakis, Kecamatan Jati. Revitalisasi ini bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas layanan PAUD, khususnya dalam penyediaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Revitalisasi tersebut menelan anggaran senilai Rp210 juta, meliputi pembangunan gedung, area bermain, serta toilet. Selain itu juga pemasangan Interactive Flat Panel (IFP) atau layar sentuh digital, untuk mendukung kegiatan pembelajaran siswa. Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diberikan. Selain merevitalisasi PAUD, Mendikdasmen juga memberikan bantuan pojok baca untuk 15 satuan PAUD di Kudus. “Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mendukung adanya pendidikan anak usia dini di sini. Dan kami, Bunda PAUD Jawa Tengah, sangat mengapresiasi,” kata dia, seusai kegiatan. Ning Nawal mengungkapkan, Menteri Abdul Mu’ti berpesan agar pembelajaran di satuan PAUD lebih menekankan pada penanaman kebiasaan baik pada anak. Tidak membebani anak dengan materi pembelajaran yang berat. “Jadi beberapa pesan dari Pak Menteri, anak-anak ini tidak usah terus kemudian diberikan materi-materi yang terlalu berat, tetapi kita berikan kebiasaan yang baik,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng. Menurut dia, kebiasaan positif yang dapat ditanamkan kepada anak PAUD ialah budaya mengucapkan kata permisi, maaf, dan terima kasih, kepada orang lain. Meski sederhana, tapi dampaknya luar biasa. Ning Nawal mengatakan, hal tersebut juga selaras dengan program Bunda PAUD Jateng, yang menekankan pendidikan karakter sebagai upaya membentuk dan menyiapkan generasi Indonesia Emas 2045. “Beliau juga menekankan bagaimana karakter ini menjadi salah satu kebiasaan untuk anak-anak di usia 0 sampai 6 tahun. Sehingga itu menjadi suatu kebiasaan baik di tahapan selanjutnya,” ungkap Bunda Forum Anak Jateng ini. Ning Nawal menegaskan, pihaknya memberikan perhatian penuh terhadap pendidikan anak usia dini, meskipun PAUD bukan kewenangan Pemprov. Hal ini sebagaimana visi “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah” Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Sementara Mendikdasmen RI, Abdul Mu’ti mengatakan, revitalisasi sekolah, mulai dari jenjang PAUD hingga SMA, merupakan salah satu proram prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk mencipatakan pendidikan berkualitas. Pada tahun ini, ada 33 satuan pendidikan di Kudus yang mendapatkan bantuan revitalisasi. Mulai dari jenjang PAUD, SD, SMP, dan SMA. Nilai total keseluruhan sebesar Rp17 miliar. “Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu ikhtiar untuk kita dapat meningkatkan kualitas pendidikan di tanah air kita, dalam rangka membangun generasi Indonesia yang unggul, generasi Indonesia yang hebat,” ucap Abdul Mu’ti.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Salurkan Lebih Rp1 Miliar kepada Penghafal Al-Qur’an

GROBOGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah telah menyalurkan tali asih kepada penghafal Al-Quran di wilayahnya lebih dari Rp1 miliar selama 2025. Nilai itu disalurkan kepada sebanyak 1.041 santri penghafal Al-Qur’an dari Januari-17 Desember 2025. Masing-masing penghafal Al-Qur’an mendapat Rp1 juta. Pada Rabu, 17 Desember 2025, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin juga menyerahkan tali asih kepada 18 santri penghafal Al-Qur’an, pada kegiatan Haflah Khotmil Qur’an di Pondok Pesantren Darus Suada’ Desa Ngroto, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan. Tali asih itu sebagai bukti perhatian Pemprov Jateng kepada penghafal Al-Quran di wilayahnya. Diharapkan dapat memberikan keberkahan bagi jalannya pemerintahan di provinsi ini. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengajak masyarakat yang hadir dalam acara tersebut untuk mencari berkahnya Al -Qur’an. “Yang paling utama itu saat khataman Al-Qur’an itu dilanjutkan berdoa. Malaikat ikut mengaminkan, dan semoga dikabulkan Allah SWT,” katanya. Taj Yasin juga mengajak masyarakat untuk mengirimkan doa kepada saudara-saudara yang menghadapi musibah di Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Pada kesempatan yang sama, ulama Anwar Zahid, mengatakan meminta kepada santri penghafal Al-Qur’an agar bisa terus belajar memahami kandungan ayat suci umat Islam tersebut.***

Ngopeni Ngelakoni

Kabupaten Banggai Studi Tiru ke Jateng, Tertarik Inovasi PAUD Emas Gagasan Nawal Yasin

SEMARANG – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan kunjungan studi tiru ke Jawa Tengah, Selasa (16/12/2025). Studi tiru yang dipimpin Bunda PAUD Kabupaten Banggai, Syamsuami Amirudin itu, untuk mempelajari berbagai program inovatif yang dikembangkan Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal). Pada kesempatan itu, Ning Nawal mendampingi rombongan mengunjungi PAUD Emas Tirta Kenanga di Kelurahan Bongsari, Kota Semarang. Di sana, mereka menyaksikan aktivitas anak-anak belajar dan bermain di ruang kelas. Bunda PAUD Kabupaten Banggai, Syamsuami Amirudin menyatakan, alasan melakukan studi tiru ke Jateng karena Ning Nawal Arafah baru saja meraih penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 kategori Wiyata Dharma Madya, dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Pihaknya mengaku tertarik dengan program-program inovatif Bunda PAUD Jateng. Salah satunya PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Emas) yang turut melibatkan partisipasi masyarakat secara swadaya. “Setelah berbincang-bincang dengan Bunda PAUD Jawa Tengah, memang banyak sekali yang muncul di benak kami bahwa Kabupaten Banggai insyaallah bisa akan seperti ini kelak nantinya,” kata Syamsuami, di Wisma Perdamaian Kota Semarang, seusai kunjungan. Menurut dia, kunjungan lintas pulau ini merupakan perjalanan belajar tentang kiat-kiat meningkatkan kualitas layanan PAUD. Syamsuami mengaku mendapatkan banyak hal, dan berencana menerapkannya di Banggai. Syamsuami berharap hubungan antara Kabupaten Banggai dan Jawa Tengah dapat terus berlanjut. Tidak hanya PAUD, tetapi juga tentang program-program pembangunan lainnya. “Perjalanan ini adalah pelajaran yang terbaik buat kami. Yang kami bisa bawa pulang ada inovasi, inspirasi bagi kemajuan pendidikan anak usia dini, khususnya di Kabupaten Banggai,” ucap dia. Sementara itu, Nawal Arafah Yasin yang juga kepanjangan tangan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), kememaparkan lima program unggulan Bunda PAUD. Yakni Jateng Semangat Nyokong PAUD (Jateng Sayang PAUD), PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat), Sedulor PAUD (Siji Deso Loro PAUD), Cilukba (Crito Lan Dolanan Kaliyan Bapak), Ayah Semanak (Ayah Sehari Bersama Anak PAUD), dan Kemitraan Semesta. Kelima program itu dirancang untuk meningkatkan ketersediaan jumlah dan partisipasi anak, untuk belajar di satuan PAUD. Hal tersebut untuk mendukung visi “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah” Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Terkait PAUD Emas, kata Ning Nawal, layanan pendidikan, termasuk sarana dan prasarana serta tenaga pendidik, tidak mengandalkan anggaran dari pemerintah. Tetapi melibatkan partisipasi dan keswadayaan masyarakat. “Jadi kita mengubah mindset, dan menggerakkan swadaya masyarakat ini merupakan salah satu jargon daripada PAUD Emas ini ya, bagaimana kita tidak terpacu pada anggaran,” ungkap ucap istri Wakil Gubernur Jateng. Ning Nawal mencontohkan PAUD Tirta Kenanga yang dijadikan lokasi studi tiru. PAUD ini digerakkan oleh masyarakat setempat, di mana setiap bulan hasil penjualan air dari sumur artetis dialokasikan untuk operasional PAUD. Bahkan berkat swadaya masyarakat, PAUD Tirta Kenanga meraih penghargaan PAUD Terinovatif, pada ajang Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. “Insyaallah kalau kita bisa membangkitkan civil society yang menurut saya kekuatannya besar, ini yang kemudian bisa menggerakkan layanan-layanan PAUD di Jawa Tengah,” tandas Ning Nawal.***

Ngopeni Ngelakoni

Jaga Hutan dan Lingkungan, Pemprov akan Evaluasi Aktivitas Tambang di Jateng

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga lingkungan dan hutan. Menurutnya, Pemprov Jateng akan mengkaji lagi tambang-tambang di Jawa Tengah, apakah sesuai dengan tata ruang atau tidak. “Di Gunung Slamet, di Banyumas, di Muria, oleh teman-teman dinas LH, kita kaji lagi tambang-tambang, apakah sesuai dengan tata ruang atau tidak, dan membahayakan atau tidak,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya, di acara UI Greenmetric 2025, Announcment and Awarding, di Muladi Dome Undip Semarang, Selasa, 16 Desember 2025. Acara tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Rektor Undip Prof Suharnomo, serta perwakilan perguruan tinggi se – Indonesia. Lebih lanjut, Gus Yasin mengatakan, sebagaimana disampaikan Menteri LH dalam acara tersebut, bencana yang terjadi di Sumatera, tidak lepas dari intensitas hujan. Oleh karenanya, dia mengajak supaya perlindungan hutan harus dikembalikan. “Hutan harus kita proteksi. Aktivitas penambangan kita awasi, karena di Jawa Tengah juga masih banyak hutan-hutan yang sekarang berubah dan pindah fungsi alih fungsi,” ujarnya. Gus Yasin yang hadir mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, berbagai langkah strategis upaya ramah lingkungan juga sudah dilakukan, melalui sinergi dengan perguruan tinggi. “Kami sudah melakukan MOU dengan kampus-kampus yang ada di Jawa Tengah. Artinya kita mendorong yang disampaikan oleh Pak Rektor Undip untuk ramah lingkungan. Dan di Undip ini sudah dilaksanakan. Kami sudah beberapa kali mengadopsi untuk kita bawa ke masyarakat,” kata Gus Yasin. Sementara itu, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengemukakan, Kementrian Lingkungan Hidup mendukung langkah tegas yang dilakukan oleh Pemprov Jateng terkait aktivitas penambangan di Gunung Slamet. “Saya mendukung apa yang disampaikan oleh Bapak Gubernur. Kami tidak segan-segan mengambil langkah tegas terhadap kondisi di Gunung Slamet. Bilamana di dalam evaluasinya ternyata seluruh kajian tata lingkungannya tidak mampu lagi menanggung beban lingkungan maka ya harus dipikirkan untuk dicabut,” ujarnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Progresif Tangani Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak, Nawal Yasin Apresiasi RPPA Kecamatan Boja

KENDAL – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), mengapresiasi langkah progresif Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, dalam mendukung program Kecamatan Berdaya Pemprov Jateng. Langkah itu ditunjukkan dengan terbentuknya Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) di kantor kecamatan. Bahkan, RPPA Kecamatan Boja terbilang berhasil menangani lima kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal tersebut dikatakan Ning Nawal, seusai mengunjungi RPPA Kecamatan Boja, Kamis (11/12/2025). Dia mengatakan, RPPA menjadi salah satu komponen penting dalam pogram Kecamatan Berdaya, yang digagas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. “Hari ini kita melihat RPPA di Kecamatan Boja sebagai representasi dari program Kecamatan Berdaya ya. Di mana kita menghadirkan RPPA di kecamatan yang ada, dan di sini sudah melayani lima kasus dan semuanya sudah terselesaikan,” ungkap dia. Ning Nawal membeberkan, keberadaan RPPA diharapkan dapat melindungi perempuan dan anak dari kekerasan, serta memberikan bantuan hukum bagi korban. Untuk memperkuatnya, pihaknya memberikan pelatihan bagi Kader Paralegal PKK Penggerak Rumah Pelindungan Perempuan dan Anak (Kader Perak). Saat ini, tercatat sebanyak 230 Kader Perak telah dibekali pengetahuan keparalegalan. Mereka aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan untuk pencegahan, serta memberikan pendampingan kepada perempuan maupun anak korban kekerasan. Ning Nawal mendorong, ke depan kader PKK tidak hanya dilatih keparalegalan, tetapi juga teknik konseling, supaya dapat menjadi konselor. Hal itu agar tidak hanya mendampingi korban kekerasan dari sisi hukum, melainkan juga pendampingan psikis. “Jadi ini menjadi PR bagi kader Perak ya untuk PKK, yang nantinya bukan hanya paralegal saja yang kita lakukan. Kita akan melakukan pendampingan psikologis, yang itu bisa menguatkan psikis para korban,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng. Sekretaris RPPA Kecamatan Boja, Nominanda Dyan Rina mengatakan, sejak diluncurkan pada 4 September 2025, RPPA di kecamatannya sudah berhasil menyelesaikan lima kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. “RPPA di Kecamatan Boja ini respon ke masyarakatnya luar biasa. Banyak sekali yang mengadu gitu. Jadi kasus-kasus yang terjadi itu bahkan ada yang sudah lima tahun baru teradukan sekarang karena masyarakat itu bingung lapor ke mana,” kata dia. Dia merinci lima kasus yang sudah tertangani. Pertama, seorang istri yang bertikai dengan suaminya. Pihaknya melakukan konseling dan mediasi, sehingga sepasang suami-istri itu akur kembali dan tidak jadi bercerai. Kedua, istri dan anak mengalami trauma berat karena ditelantarkan. RPPA Kecamatan Boja lalu memberikan akses agar korban mendapatkan pendampingan dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Kendal. “Ketiga, kekerasan suami terhadap istri diancam sampai dengan pembunuhan. Kita tangani juga itu. Kemudian kita rujuk karena kita tidak punya psikolog di sini. Kita rujuk ke UPTD PPA di Kabupaten,” kata Nominanda. Kasus keempat, kakak-adik di Desa Bebengan Boja yang hidup bersama jenazah ibunya. Kasus ini sempat viral karena keduanya hampir satu bulan bertahan hidup hanya dengan air putih. Saat ini keduanya sudah ada di Panti Sosial Mardi Utomo Semarang. “Terakhir pelecehan seksual di bawah umur, ayah tiri terhadap anak tirinya. Yang kita sayangkan terjadi ketika anak ini usia 8 tahun dan baru ketahuan setelah anak ini SMP kelas 1 di usia 13 tahun. Jadi 5 tahun ibunya ini baru berani melapor,” imbuh Nominanda. Dia mengungkapkan, pendampingan yang dlilakukan RPPA diesuaikan dengan kebutuhan korban. Mulai dari pendampingan hukum, psikis, atau medis. Dalam menindaklajuti suatu kasus, pihaknya tidak bisa bergerak sendiri. Selama ini menggandeng sejumlah stake holder, seperti tenaga konseling dari UPTD PPA Kendal, Puskesmas Boja, Charlie Hospital, RS Muhammadiyah Kendal, dan juga yayasan sosial. “Jadi dari Puskesmas juga jadi kita kolaborasi, dengan Pak Camat juga, Polsek, dengan Koramil. Jadi lintas sektoral terlibat semua sampai LSM kita ada bahkan swasta CSR,” tandas Nominanda.***

Ngopeni Ngelakoni

Momen Ceria Nawal Yasin, Temani Anak PAUD Kendal Makan Telur Rebus

KENDAL – Suasana hangat dan penuh tawa menyelimuti kunjungan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), di Kelompok Bermain (KB) Kasih Ibu, Desa Campurejo, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Kamis (11/12/2025). Puluhan anak yang sejak pagi menunggu kedatangan Ning Nawal, langsung berlarian mendekat saat rombongan tiba. Dengan polos, mereka satu per satu berebut mencium tangannya. “Selamat datang, Bunda,” sambut anak-anak dengan wajah ceria. Ning Nawal membalas sambutan itu dengan senyum dan pelukan hangat. Mereka kemudian masuk ke ruang kelas yang hanya beralaskan tikar sederhana. Tak butuh waktu lama bagi dia, untuk larut dalam keceriaan anak-anak. Dengan penuh kasih sayang, istri Wakil Gubernur Jateng itu duduk bersila, menyapa satu per satu anak, dan bercengkerama layaknya seorang ibu pada anak-anaknya. Momen itu terasa istimewa saat Nawal menemani puluhan siswa makan bersama. Sambil tertawa kecil melihat tingkah polos anak-anak, Nawal membantu mengupaskan telur rebus dan jeruk yang mereka pegang. Anak-anak pun tampak senang dan tak sungkan meminta bantuan, bahkan beberapa di antaranya langsung memakan buah yang sudah dikupaskan dari tangan Ning Nawal. “Ayo kita makan telur bersama. Siapa yang suka telur rebus? Siapa?” tanya Bunda Literasi Jateng itu sambil memegang sebuah telur rebus. “Saya mau, saya mau,” kata seorang anak perempuan sembari menengadahkan tangannya. Pada kesempatan itu, Ning Nawal juga menyerahkan bantuan tas dan perlengkapan sekolah bagi anak-anak KB Kasih Ibu. Mereka yang menerimanya pun langsung memeluk tas baru tersebut. KB Kasih Ibu termasuk salah satu PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat untuk Generasi Emas). Program Bunda PAUD Jateng ini mendukung visi Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. PAUD Emas berfokus pada pelibatan dan peran aktif masyarakat secara swadaya, untuk pemerataan akses pendidikan anak di Jateng. Hal itu diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi anak, untuk belajar di PAUD yang saat ini partisipasinya masih di angka 47,65 persen. Guru KB Kasih Ibu, Febri Ningsih, menyampaikan terima kasih atas motivasi dan bantuan dari Nawal. Dia berharap, kehadiran Nawal semakin menginspirasi anak-anak untuk belajar. Dikatakan, KB Kasih Ibu yang telah berdiri sejak 2011, saat ini memiliki 28 siswa dengan tiga tenaga pengajar. Satuan PAUD itu dikelola oleh pemerintah desa setempat, serta swadaya masyarakat. Salah satu pembelajaran yang ditekankan, jelas Febri, ialah soal kemandirian. Di mana siswa diajarkan memakai sepatu sendiri, makan sendiri, dan meletakkan tas sendiri. Di samping itu juga permainan edukatif. “Jadi edukasi untuk anak melatih kemandirian mereka, seperti memakai sepatu sendiri, memakai tas sendiri, meletakkan tas sendiri. Tapi untuk orang tua tidak boleh masuk, menunggu di luar,” ujar Ningsih.***

Ngopeni Ngelakoni

Jaga Kesehatan Reproduksi Perempuan, TP PKK Jateng Gencarkan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara

KENDAL – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) terus menggencarkan edukasi serta layanan deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Hal itu sebagai upaya menjaga kesehatan reproduksi perempuan. Salah satunya, melalui kegiatan Deteksi Dini Kanker Serviks dan Payudara Melalui IVA Test (Inspeksi Visual Asam Asetat), Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis), dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), di Kantor Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Kamis (11/12/2025). Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), turut menyaksikan puluhan perempuan yang antusias mengikuti pemeriksaan tersebut. Tidak hanya pemeriksaan, pihaknya juga melakukan edukasi tentang pencegahan kanker serviks dan payudara. “Alhamdulillah hari ini kita melakukan beberapa kegiatan, yaitu IVA Test, kemudian Sadanis, terus ada cek kesehatan gratis juga. Kemudian kita juga ada sosialisasi tentang pencegahan kanker,” kata dia sesuai kegiatan. Pada kesempatan itu, Ning Nawal mengajak para perempuan untuk rutin melakukan pemeriksaan kanker serviks dan payudara, di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP). Pasalnya, kedua kasus tersebut terbilang cukup tinggi di Jateng. Berdasarkan data Dinas Kesehatan pada 2024, tercatat sebanyak 2.515 perempuan di Jateng terdiagnosis kanker leher rahim atau kanker serviks. Adapun perempuan penderita kanker payudara jumlahnya mencapai 13.570 orang. Selain itu, Ning Nawal mendorong kader PKK mendukung Dinas Kesehatan Jateng dalam menggiatkan skrining DNA Human Papillomavirus (HPV) yang ditargetkan 9 juta sasaran pada 2030. Hingga kini, skrining sudah diikuti oleh 53.907 wanita. “Sedangkan untuk saat ini masih di angka 53.907 (orang wanita). Sehingga kita perlu sinergitas dari banyak pihak, termasuk PKK, dan hari ini juga hadir lima federasi organisasi perempuan,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng ini. Ning Nawal mengatakan, pada kegiatan itu, ada sebanyak 60 perempuan yang mengikuti Test IVA. Pihaknya mendorong upaya deteksi tersebut terus digencarkan di Jawa Tengah. Terlebih, pemeriksaan kanker serviks dan payudara juga dapat diintegrasikan dengan program Dokter Spesialis Keliling (Speling) Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin yang sudah menjangkau lebih dari 1.278 desa. “Pada prinsipnya jumlah penyintas kanker di Jawa Tengah ini sangat tinggi, sehingga upaya seperti Sadari, pentingnya mamografi, dan lain sebagainya, sudah harus diedukasikan di masyarakat. Sehingga, hari ini kita hadir untuk edukasi dan sosialisasi,” ungkap Nawal. Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Provinsi Jateng, Irma Makiah mengatakan, pihaknya terus menggenjot skrining DNA HPV dan IVA Test untuk mencegah kanker serviks dan payudara. Pihaknya menargetkan, sebanyak 9 juta wanita di Jateng melakukan skrining DNA HPV pada 2030. Kegiatan eliminasi kanker rahim ini juga didukung oleh imunisasi HPV untuk anak-anak usia sekolah. Irma melaporkan, dari 2024 hingga September 2025, sudah ada sebanyak 53.907 wanita usia 30-69 tahun telah mengikuti skrining. Untuk IVA Test, selama 2023 hingga 2025, tercatat sebanyak 408.490 wanita usia 30-50 tahun telah melakukan pemeriksaan. Dina Prabandari, ibu rumah tangga asal Desa Tampingan, mengungkapkan, layanan pemeriksaan IVA Test sangat membantu mengetahui kesehatan reproduksinya. Dia bersyukur, berdasarkan pemeriksaan, hasilnya bagus. “Baru sekali ini saya ikut tes, sebelumnya takut kalau sakit. Tapi ada teman yang bilang nggak sakit, jadi mantap aja ikut. Hasilnya alhamdulillah bagus,” ucap Dina.***

Ngopeni Ngelakoni

Pengangkatan PPPK Paruh Waktu Pemrov Jateng, Penantian Panjang Para Guru Honorer

SEMARANG – Suasana penuh haru dan bahagia menyelimuti para pegawai honorer setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi mengangkat mereka sebagai Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu. Kebijakan ini menjadi titik balik bagi belasan ribu honorer, terutama guru dan tenaga pendidik yang selama bertahun-tahun mengabdi dalam keterbatasan tanpa kepastian status. Bahkan ada yang sampai belasan tahun. Acara yang berlangsung di Stadion Jatidiri Kota Semarang itu ditandai dengan penandatanganan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan perwakilan pegawai honorer. Akhirnya sah, sebanyak 13.111 honorer ditetapkan sebagai PPPK Paruh Waktu. Hadir pula Wakil Gubernur Taj Yasin, Sekda Jateng Sumarno, serta Kepala BKN Kantor Regional 1 Yogyakarta turut menyaksikan momentum besar tersebut. Salah satu yang merasakan kebahagiaan mendalam adalah Feni Ekomawati, seorang guru asal Kecamatan Mijen, Kabupaten Demak, yang memulai perjalanan mengajarnya pada 2017 di sebuah SMK swasta di Kabupaten Pati. Saat itu, ia bersemangat mengajar tanpa melihat besarnya honor yang diterima. Pada 2021, ia mengikuti seleksi PPPK dan dinyatakan lolos. Namun formasi saat tidak tersedia sehingga harus menunggu. Berlanjut di tahun berikutnya, situasi belum berubah. “Kami bersama rekan-rekan yang lain melakukan berbagai upaya. Mulai audiensi, aksi damai di 2023 dan 2024, hingga aksi lanjutan di Jakarta pada Agustus 2025. Kami hanya ingin dihargai. Kami punya keluarga untuk dinafkahi, tapi kami tetap memilih mengabdi demi murid-murid kami,” kata Feni. Mimpi itu pun akhirnya terwujud, setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akhirnya mengumumkan pengangkatan PPPK Paruh Waktu. Feni tak kuasa menahan rasa haru sekaligus bahagia. “Walaupun paruh waktu, kami sangat bersyukur. Penantian kami akhirnya terjawab,” ujar Feni yang kini ditempatkan mengajar di SMA Negeri 1 Karanganyar, Kabupaten Demak. Kebahagiaan serupa dirasakan Supriadi, guru PPKn yang telah 15 tahun mengabdi di SMK Al-Ma’arif Demak. Ia pernah tiga kali mencoba CPNS, namun gagal. Pada seleksi PPPK 2021, namun saat itu penempatan tidak muncul karena regulasi dan formasi belum dibuka. “Gaji guru swasta sangat terbatas, jadi saya harus nyari sambilan. Tapi saya tetap bertahan karena mengajar adalah panggilan,” ungkapnya. Kini, berkat kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Supriadi resmi diangkat sebagai PPPK Paruh Waktu dan ditempatkan di SMK Negeri 1 Demak. “Ini penghargaan besar bagi kami. Semoga ke depan bisa meningkat menjadi penuh waktu, bahkan PNS,” harapnya. Para guru tersebut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, terutama kepada Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang dinilai telah memberi perhatian nyata bagi kesejahteraan guru honorer. “Terima kasih, Pemprov Jateng akhirnya memperhatikan kami,” ungkapnya. Dengan status baru sebagai PPPK Paruh Waktu, semangat para guru untuk mendidik semakin meningkat. Mereka yakin langkah ini adalah bagian penting dalam mempersiapkan Generasi Emas Indonesia 2045, di mana kualitas sumber daya manusia lahir dari ketulusan pendidik yang kini merasa dihargai. “Ya semakin bersemangat mengabdi, terutama turut serta mewujudkan Indonesia Emas 1945,” tuturnya. Sementara itu, Gubernur Ahmad Luthfi menyebut Jawa Tengah sebagai daerah dengan pengangkatan PPPK Paruh Waktu terbanyak di Indonesia. Setelah pengangkatan tersebut, total ASN di lingkungan Pemprov Jateng kini mencapai 63.049 orang, terdiri dari 29.849 PNS, 20.089 PPPK, dan tambahan PPPK Paruh Waktu yang baru menerima SK. Ahmad Luthfi menegaskan, SK bukan sekadar dokumen administratif, melainkan kepercayaan negara yang harus dijaga. “SK ini harus jadi motivasi dalam meningkatkan kinerja. Jangan sampai hasil jerih payah dan kesabaran pudar setelah dapat SK. Harus lebih rajin nanti,” tandasnya. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Senyum Haru Penyandang Disabilitas Terima SK PPPK Paruh Waktu Pemprov Jateng

  SEMARANG – Senyum tak pernah lepas dari wajah Mulyadi, penyandang disabilitas yang sudah 15 tahun menjadi petugas kebersihan di SMA Negeri 1 Pemalang. Penantiannya yang begitu panjang akhirnya terbayar saat ia menggenggam Surat Keputusan (SK) Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu, di Stadion Jatidiri, Kota Semarang, Kamis, 11 Desember 2025. “Bahagia sekali karena mendapat SK. Sudah lama sekali saya menantikan ini,” ungkap Mulyadi ditemui di antara hiruk-pikuk belasan ribu orang usai menerima SK di Stadion Jatidiri. Ia berharap SK yang diterima menjadi harapan baru pintu rezeki bagi keluarganya. “Yang penting saya sejahtera,” ucapnya tulus. Kebahagiaan serupa dirasakan Dwi Mulyanto, tenaga kasir RSUD dr Rehatta Kelet, Jepara. Didampingi istrinya, Dwi tampak berkali-kali menyeka air mata usai menerima SK yang telah ditunggu selama 20 tahun. “Terima kasih Pak Gubernur, Pak Luthfi. Saya sempat tidak menyangka akan dapat SK,” ungkap Dwi didampingi istrinya yang memegangkan SK miliknya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam sambutannya menegaskan, proses mendapatkan SK ini bukan perkara mudah. Berbagai proses telah dilakukan hingga akhirnya penyerahan SK bisa dilakukan. “SK yang sekarang diterima rekan-rekan sekalian adalah suatu bentuk kepercayaan negara yang harus ditingkatkan kemampuan dalam bekerja,” pesan Ahmad Luthfi. Gubernur mengibaratkan PPPK Paruh Waktu juga sebagai bahan bakar birokrasi. PPPK Paruh Waktu harus menggerakkan kendaraan pembangunan supaya Jawa Tengah lebih maju. Ia juga menitip pesan keras agar para penerima SK tidak berubah sikap setelah resmi menjadi ASN paruh waktu. “Jangan adigang adigung, leda-lede, menang dewe pengin dadi ndoro. Tidak boleh! Harus lebih andhap asor dalam melayani masyarakat,” tegasnya. Suasana Stadion Jatidiri penuh tawa, haru, tangis bahagia, dan rasa syukur. Ahmad Luthfi menyebut ribuan ASN paruh waktu yang hadir sebagai “mantu idaman”, simbol bahwa mereka kini memiliki potensi besar memperbaiki kualitas birokrasi Jawa Tengah. “Sepulang dari stadion ini, rekan-rekan harus lebih rajin dan memahami tugas pokoknya. Baik guru, tenaga kesehatan, maupun tenaga teknis,” pesan Gubernur. Dengan jumlah terbesar di Indonesia, 13.111 PPPK Paruh Waktu Jateng diharapkan mampu mewarnai pembangunan dan memberikan pelayanan publik yang lebih baik. “Birokrasi Jawa Tengah adalah birokrasi yang melayani,” ungkap Ahmad Luthfi. Penyerahan SK disaksikan oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng Sumarno, serta Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Kantor Regional 1 Yogyakarta. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Tegaskan Guru Harus Lari Sesuaikan Tuntutan Teknologi

SEMARANG – Peran guru dihadapkan pada perubahan yang berlangsung dengan cepat. Bukan saja dalam tata cara pendidikan, namun juga berhadapan dengan siswa yang kini telah menguasai teknologi. “Masih banyak guru yang konvensional, sedangkan anak didiknya sudah berubah seiring perkembangan teknologi. Guru dituntut untuk berlari, melakukan update dan penyesuaian,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mewakili Gubernur Ahmad Luthfi, pada Puncak Peringatan Hari Guru Nasional Tingkat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2025,di Museum Ranggawarsita Semarang, Rabu, 10 Desember 2025. Disampaikan, melalui teknologi, banyak hal yang dapat dilakukan serba cepat. Jika ada tugas, bisa tanya kepada AI atau Chat GPT. Guru pun dituntut untuk memberikan pendampingan sehingga teknologi dapat berfungsi sesuai tujuannya. Pesan lain yang disampaikan Gus Yasin, sapaan akrabya, adalah pentingnya pendidikan moral. Pendidikan sangat penting bukan hanya berlangsung dalam ruang kelas. Namun juga sendi kehidupan. “Dalam Bahasa Jawa Guru berarti digugu dan ditiru. Anak-anak sekarang, kecepatan akalnya luar biasa. Namun demikian, jika tidak kita arahkan, kecepatan yang luar biasa juga akan ada mudharatnya, bahayanya,” lanjutnya. Peringatan 80 tahun Hari Guru, lanjutnya, menunjukkan usia yang sangat matang. Selama itu pula guru telah melalui berbagai masalah yang dilalui dengan beragam perubahan. Menghadapi penyesuaian dan update tersebut, lanjutnya, guru harus terus belajar. Bukan hanya siswa yang belajar, namun guru juga tidak boleh berhenti untuk belajar. “Belajar tidak mengenal usia, dari bayi sampai liang lahat. Jadi belajar tidak pernah selesai,” pesannya, di depan ratusan guru dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Gus Yasin menegaskan, Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk memberikan apresiasi yang tinggi kepada dunia pendidikan. Oleh karenanya, guru layak mendapatkan penghormatan. “Kita bisa mencapai sesuatu itu pasti ada gurunya, ada pendidikannya. Dan pendidikan akan menyesatkan apabila tanpa guru. Maka guru ini sangat penting,” tandasnya. Oleh karenanya, Gus Yasin mengajak kepada masyarakat agar memberikan penghormatan Hari Guru Nasional bukan hanya pada tanggal tertetu. Namun, setiap hari bisa menjadi waktu untuk menghormati guru, dan menjadikannya Hari Guru.***

Scroll to Top