Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Persiapan Pelantikan PKK dan Posyandu, Hj Nawal Yasin Jalani Gladi Kotor dan Bersih di Jakarta

Daerah Khusus JAKARTA – Untuk persiapan Pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu Provinsi Jateng Masa Jabatan 2025-2030, Ny. Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengikuti Gladi Kotor dan Gladi Bersih di Jakarta, Rabu 19 Februari 2025 dan Kamis 20 Februari 2025. Nawal Yasin, panggilan akrabnya menyatakan siap untuk gladi kotor dan gladi bersih. Bahkan baru setiba tanah air setelah menjalankan Ibadah Umroh di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta Banten Pukul 11.30 WIB, Ning Nawal langsung meluncur lokasi acara Gedung Danantara dan TMII Pavilion Jawa Tengah “Kami harus ikut gladi kotor, juga gladi resik supaya benar-benar siap saat pelantikan,” ujarnya di saat masuk ke Mobil di Airport Cengkareng.   Dari Panduan Pelaksanaan Pelantikan yang disusun Protokoler Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah melaporkan, acara pelantikan serentak dilaksanakan Kamis sore, 20 Februari 2025, pukul  16.00 WIB. Tempat di Aryanusa Ballroom, Lt. 2 Menara Danareksa, Jakarta.  Namun sehari sebelumnya, Rabu 19 Februari 2025 diadakan Gladi Kotor Pukul 18.00 WIB. Lalu pada Kamis 20 Februari 2025 diadakan Gladi Bersih, Pukul 15.00 WIB.   Dengan susunan acara pelantikan, diawali foto bersama. Lalu pembukaan oleh MC. Dilanjutkan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan Mars PKK. Lalu pembacaan Petikan Surat Keputusan (Surat Keputusan Ketua Umum Tim Penggerak PKK, dan Surat Keputusan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu.  Dilanjutkan Pembacaan Naskah Pelantikan Ketua TP PKK dan TP Posyandu Provinsi, Penandatanganan Naskah Pelantikan Ketua TP PKK dan TP Posyandu Provinsi. Lalu Penyerahan Piagam Penghargaan Kepada Pejabat Ketua TP PKK / TP Posyandu Provinsi Masa Bhakti Sebelumnya Ny Shinta Dewi Nana Sudjana.  Dilanjutkan Sambutan Ketua Umum TP PKK sekaligus Ketua Umum TP Posyandu. Arahan Menteri Dalam Negeri. Pembacaan Doa dan Penutup.  Bagi Ketua TP PKK yang bukan istri/suami dari Gubernur diharap memberikan surat penunjukan sebagai Ketua TP PKK yang ditandatangani oleh Gubernur. Untuk jumlah pejabat yang dilantik Serentak ada 33 orang. Untuk akses masuk acara saat Pelantikan per provinsi hanya 11 orang. Terdiri dari Gubernur, Wagub, Ketua TP PKK/ TP Posyandu yang akan dilantik beserta 2 pendamping dari keluarga. Lalu Kepala Dinas PMD/ yang membidangi PKK /  Posyandu, Pj. Gubernur dan Pj. Ketua TP PKK periode sebelumnya, 2 orang pengurus TP PKK /  TP Posyandu. ***

Ngopeni Ngelakoni

Lengkapi Masukan, Tim Transisi Luthfi-Yasin Sowan NU dan Muhammadiyah Jateng

SEMARANG – Tim Transisi Pemerintahan Cagub-Cawagub Jateng Terpilih Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen sowan ke pimpinan PW Nahdlatul Ulama (NU) dan PW Muhammadiyah Jateng. Menerapkan collaborative governance, Tim Transisi melibatkan organisasi masyarakat dalam merumuskan program Pemprov Jateng 5 tahun ke depan. Ketua Tim Transisi Luthfi-ayasin, Dr Zulkifli Gayo mengatakan, kedatangannya bersama tim tak hanya melibatkan dan menyerap ide gagasan. Organisasi Masyarakat keagamaan terbesar di Indonesia itu juga diharapkan bisa terlibat aktif untuk menyukseskan pembangunan Jawa Tengah. Dalam pertemuan itu, Tim Transisi lebih banyak mendengar dan mencatat usulan maupun ide gagasan yang disampaikan. “Secara prinsip, kami mengharapkan fatwa, saran masukan dari PWNU dan PW Muhammadiyah. Pak Gubernur dan Wakil Gubernur Terpilih ingin mengajak semua elemen. Kemarin sudah dengan akademisi, OPD (Organisasi Perangkat Daerah) dan kini bersama NU dan Muhammadiyah. Seterusnya kita kolaborasi dengan semua elemen di Jateng,” kata Zulkifli, Selasa 11 Februari 2025 malam. Saat berkunjung di masing-masing kantor organisasi, Tim Transisi ditemui langsung oleh Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin dan Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jateng KH Tafsir. Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng, KH Abdul Ghaffar Rozin mengucapkan syukur karena telah diajak berdiskusi tentang isu-isu di Jawa Tengah. Pihaknya menyampaikan sejumlah hal yang berkaitan langsung dengan warga nahdliyin. Pertama perihal isu pendidikan yakni pesantren dan madrasah diniyah (Madin). Ia ingin pemerintah memiliki kebijakan yang jelas dan konkret serta terukur lantaran selama ini belum optimal. Kedua, isu kesehatan yang masih menjadi persoalan. Maka ke depan diharapkan ada fasilitas kesehatan yang memadai dan dekat dengan pesantren serta nahdliyin. Ketiga, isu ekonomi yang menguatkan UMKM karena masih banyak warga Jateng di kelas menengah ke bawah. “Kita mendorong kemandirian ekonomi masyarakat. Terutama kelas menengah ke bawah dan nahdliyin,” ungkapnya. Usulan-usulan yang disampaikan itu bukan berdasar keinginan namun kebutuhan dan kondisi riil di masyarakat nahdliyin saat ini. Di tempat berbeda, Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah KH Tafsir menyampaikan bahwa suatu daerah maupun pemimpin akan dicintai rakyatnya jika memiliki keteladanan dan kebanggaan. Keteladanan pasangan Luthfi-Yasin sesuai tagline saat kampanye yakni “Ngopeni Nglakoni”. Selanjutnya tinggal memupuk rasa bangga masyarakat dengan terwujudnya program-program pembangunan fisik maupun non fisik. “Mudah-mudahan Pak Luthfi dan Gus Yasin mampu membawa Jateng maju, masyarakat lebih sejahtera dan Allah meridhoi serta memberkahi,” doa Tafsir. Zulkifli mengatakan, 90 persen usulan-usulan itu sudah terkolaborasi dengan program Paslon Terpilih Luthfi-Yasin 5 tahun ke depan. Misal, regulasi tentang pesantren jadi salah satu komitmen untuk segera dituntaskan menjadi Pergub Pesantren. Kemudian perihal kesehatan, akan ada Puskesmas pembantu yang dikolaborasikan dengan layanan kesehatan berbasis lokal. Hal yang sama dengan program penguatan UMKM dan bantuan untuk nelayan Jawa Tengah. “Usulan menarik (Muhammadiyah) adanya sinergitas pembangunan antara provinsi, kabupaten dan desa. Ini juga menjadi spirit Pak Gub juga Pak Wagub untuk transformasi perencanaan secara tematik,” tandas Zulkifli.***

Ngopeni Ngelakoni

Tim Transisi Sinkronisasi Program PKK dengan Sekretaris TP PKK Provinsi Jateng 

SEMARANG – Untuk menyelaraskan program kerja kedepan, Gouw Ivan Siswanto, S.H. Tim Transisi cagub-cawagub Jateng Terpilih Ahmad Luthfi-Gus Yasin yang membidangi PKK mengadakan pertemuan dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) PKK Provinsi Jawa Tengah, Jumat 31 Januari 2025. Pertemuan di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung PKK Provinsi Jawa Tengah, Jl Sriwijaya Semarang, untuk melakukan dengar pendapat terkait rencana dan program yang belum maupun yang sudah berjalan.  Dari Tim Transisi Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah dihadiri Gouw Ivan Siswanto, S.H. yang didampingi Fatkhurrozi, S.Pd.I, Tim Sinkronisasi PKK, BKOW dan Dekranasda dari Ny Nawal Arafah Yasin yang merupakan Istri Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) Wakil Gubernur Terpilih Jawa Temgah Dari Ketua TP PKK Provinsi Jateng Ny Yushinta Dewi Nana Sudjana, diwakili Sekretaris Ema Rachmawati, bersama Ketua Pokja 1-4 dan para pengurus lainya.   Ema Rachmawati yang membuka acara menyampaikan, pertemuan antara Tim Transisi dengan TP PKK Jawa Tengah adalah dalam rangka menyamakan program yang sudah berjalan dan usulan program dari TP PKK PKK Jawa Tengah yang akan datang.  “Ini pertemuan yang baik untuk saling melengkapi program kedepan, yang jelas program PKK yang sudah berjalan ini sudah baku sesuai hasil Rakernas ke-9. TP PKK juga digerakkan menggunakan Dasar Kerja Perpres 7 Tahun 2017, dan Permendagri No 36 Tahun 2020,” kata Ema.  Tim Transisi Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah dihadiri Gouw Ivan Siswanto, S.H. menyampaikan, paparan program yang sudah berjalan dapat di sinkronisasi  rencana program tim PKK yang akan datang sangat diperlukan. Supaya kedepan PKK Jawa Tengah bisa menjalankan program dengan sebaik mungkin.  “Itu pesan penting dari Calon Ketua TP PKK Provinsi Jateng Ny. Nawal Arafah Yasin Beliau minta kami segera mengadakan koordinasi,” katanya.  Fatkhurrozi, S.Pd.I, Tim Sinkronisasi PKK, BKOW dan Dekranasda dari Ny Nawal Arafah Yasin juga menyampaikan  beberapa rencana usulan program yang dipesankan oleh Ibu Nawal Arafah Yasin untuk PKK yang akan datang. Ada beberapa rencana usulan, pertama perlunya identifikasi masalah perempuan dan anak di Jawa Tengah. Kedua, perhatian rumah tangga dengan Kepala Keluarga yang berasal dari anak keluarga miskin (sebelumnya sudah  ada Jo Kawin Bocah, bisa dilanjutkan). Ketiga, peningkatan kapasitas kader PKK dalam menyelesaikan korban kekerasan perempuan dan anak. Keempat, gerakan rumah menanam satu rumah satu pohon, yang sederhana peralatannya untuk menyumbang gizi. Kelima, perlindungan atas dampak perubahan iklim terutama bagi kepala keluarga perempuan (janda). Ke-enam, perlindungan anak dan ibu hamil dalam situasi bencana serta perhatian Rutilahu (rumah tidak layak huni).  “Dari beberapa usulan itu harus ditindaklanjuti dengan rencana program untuk tindak lanjut. Yaitu melanjutkan Gerakan Jo Kawin Bocah. Pelatihan paralegal untuk korban kekerasan berbasis gender yang melibatkan kader PKK. Gerakan Rabu Pon, Satu Rumah Satu Pohon untuk menyumbang gizi keluarga. Lalu identifikasi Rutilahu (rumah Tidak layak Huni), bekerjasama dengan Dinas Sosial, terutama bagi kepala keluarga perempuan yang terdampak krisis perubahan iklim. Dan menciptakan keluarga sadar iklim dan tanggap bencana,”kata Oji, panggilan akrabnya.  Ny. Zubaedah Haerudin, Ketua Pokja I yang membidangi Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan Gotong Royong, menjelaskan program unggulanya sesuai Rakernas ke-9 adalah PAAREDI (Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital). Panduan program ini juga sudah disusun sesuai kearifan lokal masing-masing daerah.  “Salah satu program unggulan 2025 -2030 yang merupakan sub program unggulan di Paredi, yaitu Jo Kawin Bocah, Pelatihan Paralegal, dan Pandu Cinta sudah bagus tinggal kita sempurnakan bersama,” katanya.  Salah satu penjabaran dari program Paredi, ada Kilas (Keluarga Indonesia Anti Kekerasan Seksual).  Kisan (keluarga Indonesia Anti Narkoba), KIAT (Keluarga Indonesia Anti Traficking), KISAK  (Keluarga Indonesia Sadar Akta Kependudukan), PKBN  (Pembinaan Kesadaran Bela Negara).  Ketua Pokja II, Ny Ismiyah Agung Hariyadi, yang membidangi Pendidikan Keterampilan dan Pengembangan Kehidupan Berkoperaso, menjelaskan, program yang sudah berjalan yakni Kegiatan Perkoperasian yang berkolaborasi dengan Dinas UMKM dan Koperasi. Bulan Februari mengadakan kegiatan dengan Disporapar untuk kegiatan ekonomi kreatif. Lalu kerjasama dengan Baznas mengadakan pelatihan marketing digital. Kedepan dengan Baznaz Jawa Tengah kita harus menjalin kerjasama lebih intens.  Ketua Pokja III, Ny Palipi Eko Yunianto, yang membidangi Pangan, Sandang, serta Perumahan, dan Tata Laksana Rumah Tangga, memiliki program  Penguatan Ketahanan Keluarga. Program unggulan sesuai Rakernas 9, diantaranya Aku Hatinya PKK, Penanggulangan Covid 19, Tanaman Bermanfaat untuk Keluarga. Kampanye program diversifikasi pangan (lomba masak, dan kuliner). Kurangi stunting, kampanye gemar makan ikan di desa-desa yang stuntingnya tinggi. Program Unggulanya, pangan – ketahanan pangan belum merata, lahan pekarangan belum optimal, gemar makan ikan belum merata. Kegiatan utamanya adalah Aku Hatinya PKK. Rabu Pon : Satu Rumah Satu Pohon. Tapi baru bisa diakomodir Tahun 2026 Ketua Pokja IV, Retno Sudewi, yang membidangi Kesehatan, Kelestarian Lingkungan Hidup dan Perencanaan Sehat, mengatakan, Program Unggulanya, diantaranya Gerakan Keluarga Sehat Tanggap dan Tangguh Bencana. Ada 9 sub program, yakni Program kesehatan : peduli stunting, KIA, PHBS. Program kelestarian LH : Gagah Bencana (kebakaran dan kelestarian LH). Perencanaan Sehat: menuju keluarga sehat, keuangan sehat.***

Ngopeni Ngelakoni

Pesan Luthfi-Yasin, Tim Transisi Tekankan Revitalisasi BUMD dan Bebas Korupsi

Pembina Tim Transisi Luthfi-Yasin sekaligus mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng, Prof Sri Puryono mengatakan, cagub dan cawagub terpilih ingin membuat warisan yang baik untuk Jateng dalam jangka panjang. Maka, program-program yang disusun OPD maupun BUMD mesti benar-benar bermanfaat untuk masyarakat. “Pak Gub dan Pak Wagub (terpilih) ingin buat legacy (warisan program) yang baik untuk Jateng. Wilayah bebas korupsi dan BUMD sepakat,” kata Sri Puryono usai pertemuan Tim Transisi dengan 9 BUMD di Jateng. Sri Puryono mengatakan, BUMD yang merupakan badan usaha pelat merah milik Pemprov Jateng akan merevitalisasi diri. Perubahan itu disesuaikan dengan program-program Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Hal itu tak mudah dan dibutuhkan inovasi dan kreatifitas dari para pimpinan BUMD. Di sisi lain, ia menekankan kinerja BUMD tetap cermat dan sesuai dengan administrasi. Beberapa program kemasyarakatan yang bisa disinergikan dengan BUMD di antaranya adalah menjaga stabilitas harga produk pertanian. BUMD berperan menampung saat panen raya, agar harga tidak jatuh sehingga merugikan petani. “Bagaimana mengawetkan hasil panen buah atau sayuran misalnya. Jadi pas panen raya tidak dibuang karena harga jatuh dan harga tetap stabil,” tandasnya. Akademisi Universitas Diponegoro, Dr Wahid Abdurrahman, mencatat dua poin penting kinerja gubernur dan wakil gubernur terpilih dan Tim Transisi menjelang pelantikan. Apa yang dilakukan Ahmad Luthfi dan Gus Yasin adalah model baru kepala daerah. Jika biasanya kepala daerah baru akan bekerja setelah pelantikan, maka ke duanya berbeda. Ke duanya sudah belanja masalah menjelang pelantikan dan nanti setelah pelantikan bisa langsung mengeksekusi program. “Apa yang dilakukan kepala daerah di 35 hari pertama (setelah pelantikan), kebanyakan baru adaptasi. Pak Luthfi dan Gus Yasin memajukan proses belanja masalah itu, sehingga nanti langsung kerja karena harapan publik pada ke duanya besar sekali,” ujar Wahid. Pemerintahan Jateng ke depannya disebut juga tidak mudah karena memiliki APBD yang minimalis. Padahal Tim Transisi mencatat ada 136 program. Untuk itu Tim Transisi melakukan setidaknya tiga langkah, pertama skema pendanaan dari APBN. Meski hal ini tak akan bisa maksimal karena di saat yang sama, pemerintah pusat juga melakukan penghematan anggaran. Kedua, Luthfi-Yasin akan memaksimalkan potensi pendanaan dari swasta dalam bentuk investasi atau CSR. “Kekurangan pemprov Jateng sebelumnya adalah kurang mampu mengonsolidasikan CSR untuk program pembangunan. Pak Gub (Ahmad Luthfi) punya kemampuan dan pengalaman untuk itu,” ujarnya. Ketiga, dalam pelaksanaan program nantinya melibatkan masyarakat. Wahid menyebut Jateng memiliki “modal sosial” yakni dengan sikap “nguwongke” atau melibatkan maka masyarakat memiliki rasa tanggung jawab dan mau ikut melaksanakan. Maka dengan collaborative governance ini akan melibatkan organisasi masyarakat (Ormas). Sementara itu, Ketua Tim Transisi Luthfi-Yasin, Dr Zulkifli Gayo sebelumnya mengatakan, pihaknya melakukan rapat maraton bersama OPD dan BUMD pada 6-7 dan 10-11 Februari. Tujuan rapat tersebut untuk mensinergikan program yang akan dijalankan Pemprov Jateng kedepan sesuai dengan visi misi Cagub-Cawagub Terpilih Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen. “Sinergikan program-program. Khusus OPD, kita juga ngecek program yang sudah ada dan sejauh apa akan menunjang visi misi (Ahmad Luthfi-Gus Yasin),” kata Zulkifli. ***

Ngopeni Ngelakoni

Percepat Pembangunan, Tim Transisi, OPD dan BUMD Jateng Rapat Maraton

SEMARANG – Tim Transisi Paslon Terpilih Luthfi-Yasin bergerak cepat menjelang masa pemerintahan 5 tahun ke depan. Rapat maraton dilakukan bersama dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Badan Usaha Milih Daerah (BUMD) Jawa Tengah. Rapat maraton itu akan dilakukan pada 6-7 dan 10-11 Februari. Tak hanya mengundang BUMD dan OPD, Tim Transisi juga menggelar rapat bersama Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dan nantinya juga sowan ke organisasi masyarakat. Ketua Tim Transisi Luthfi-Yasin, Dr Zulkifli Gayo mengatakan, tujuan rapat tersebut untuk mensinergikan program yang akan dijalankan Pemprov Jateng ke depan sesuai dengan visi misi Cagub-Cawagub Terpilih Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen. “Sinergikan program-program. Khusus OPD, kita juga mengecek program yang sudah ada dan sejauh apa akan menunjang visi misi (Ahmad Luthfi-Gus Yasin),” kata Zulkifli usai memimpin rapat bersama 9 BUMD, Kamis 6 Februari 2025. Ada tiga hal yang dibahas dalam pertemuan Tim Transisi bersama BUMD tersebut. Pertama, perbaikan tata kelola BUMD ke depan. Kedua, membahas tata kelola SDM dan aset. Tim Transisi telah meminta data dan informasi terkait detail kondisi saat ini. Ketiga, pembahasan tentang distribusi program, baik program penugasan sebagaimana fungsi BUMD maupun program yang ditunjang oleh badan usaha tersebut. Zulkifli mencontohkan, BUMD akan mendukung program seperti desalinasi, SPBU solar di wilayah pesisir guna membantu nelayan, subsidi pangan murah, pembelian produk pertanian, serta asuransi petani dan nelayan. “Ada dua konsep pelaksanaan programnya. Apakah dikelola langsung oleh BUMD atau konsep CSR BUMD dan swasta. Ini sedang dikerucutkan,” ujar Zulkifli. Sementara itu ada usulan Kartu Zilenial yang digunakan untuk pemberdayaan anak-anak muda digarap oleh BKK maupun Bank Jateng. Program-program yang dilaksanakan BUMD nantinya mampu menyentuh masyarakat namun tak melupakan aspek bisnis. Hal itu tidak mudah dan perlu inovasi dari pimpinan badan usaha. Dijelaskan, BUMD PT Jateng Petro Energi (JPEN) bisa saja yang bertugas membangun SPBU di pesisir untuk nelayan. Kemudian mendukung sektor pertanian diarahkan ke PT Jateng Agro Berdikari (PT JTAB). Kasus land subsidence atau penurunan air tanah juga menjadi pembahasan. Lantaran salah satu penyebabnya adalah pengambilan air tanah yang tak terkendali maka salah satu solusinya adalah desalinasi, akni mengubah air laut menjadi air tawar. Replikasi desalinasi di Jepara, bisa di Semarang dan Pekalongan. Kalau Demak, sudah. Kita berikan solusi lebih dahulu dan barulah nantinya ditegakkan aturan (perihal pengambilan air tanah).  Sementara itu Akademisi Undip, Dr Wahid Abdurrahman mengungkapkan, keberadaan Tim Transisi yang bekerja sebelum pelantikan kepala daerah menjadi model baru di Jateng. Hal itu akan mempercepat kinerja di masa awal pemerintahan. Ia menyebut, collaborative governance yang melibatkan semua sektor untuk pembangunan akan memiliki dampak besar. Pelibatan ormas dan akademisi akan memaksimalkan program yang dijalankan Pemprov Jateng sampai akar rumput. “Misal membahas stunting, Dinas Kesehatan tidak mungkin sendiri. Butuh kampus maupun ormas yang punya jejaring lebih masif,” kata Wahid. ***

Ngopeni Ngelakoni

Kalangan Kyai Berharap Pemerintahan Luthfi-Yasin juga Membangun Akhlak Masyarakat 

BOYOLALI- Forum Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng Terpilih  Ahmad Luthfi-Gus Yasin di Kalipepe Land Boyolali, menjadi ajang penyampaian uneg-uneg sejumlah pihak.  Diantaranya dari kalangan Kyai dan ulama yang hadir di acara tersebut. KH. Hamzah Hasan (Gus Hamzah), Pengasuh Pondok Pesantren Tanbihul Ghofiliin, Banjarnegara, menyampaikan, pemerintahan Luthfi-Yasin kedepan jangan hanya berfokus pada pembangunan fisik dan ekonomi. Tetapi juga membangun mental dan akhlak manusia. Sebab keberhasilan pembangunan sangat ditentukan baik-buruknya akhlak manusia atau masyarakat. “Program-program Pak Luthfi dan Gus Yasin sudah sangat bagus, tetapi jangan lupa program pembangunan  akhlak manusia. Ini bagian penting jika Jawa Tengah ingin maju seutuhnya,” kata Gus Chamsah, saat memberi masukan forum FGD di Kalipepe Land Boyolali, Sabtu 1 Februari 2025. Ulama besar dari Banjarnegara yang mengelola puluhan ribu santri itu mengatakan, saat ini mental anak-anak generasi muda sangat mengkhawatirkan. Pergaulan bebas. Mentalnya lemah. Rawan pengaruh narkoba.  “Maka pemerintahan Pak Luthfi-Gus Yasin harus hadir membangun mental anak-anak kita, hindarkan anak-anak dari pergaulan bebas dan pengaruh narkoba,”usul Ketua Umum SGN (Santri Gayeng Nusantara) Jawa Tengah itu.  Untuk membangun akhlak manusia, Gus Hamzah usul melibatkan guru agama baik di sekolah maupun  di pondok pesantren. Merekalah yang bisa diandalkan menjadi benteng penjaga moral generasi muda.  Forum FGD yang digelar dari siang hingga sore itu dihadiri langsung Gubernur Terpilih Ahmad Luthfi. Wakil Gubernur Terpilih Gus Yasin menyapa secara daring karena sedang ibadah umroh. Acara juga dihadiri para akademisi, relawan, pelaku usaha, ulama, dan lainya.***

Ngopeni Ngelakoni

Relawan-Rakyat Melebur, Ahmad Luthfi dan Warga Tumplek Blek Nonton Ndarboy Genk

Konser yang digelar secara gratis itu benar-benar meriah dan menjadi hiburan bagi masyarakat Jateng. Di sisi lain, acara itu menjadi puncak Rembug Ngopeni Ngelakoni bersama relawan yang telah membantu pemenangan di kontestasi Pilgub lalu. Acara yang digelar di Kali Pepe Land Boyolali, Minggu 2 Februari 2025 malam itu, dimulai dengan pemutaran perjalanan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen di kontestasi Pilgub. Warga Jateng yang hadir diajak menjaga kerukunan dan bersama-sama membangun Jawa Tengah. “Ini adalah acaranya warga Jateng. Acara puncak Rembug Ngopeni Ngelakoni sekaligus pembubaran relawan di pemenangan pilgub, tapi tugas relawan sebagai warga Jateng mengawal pembangunan terus berjalan,” kata Ahmad Luthfi. Owner Kali Pepe Land sekaligus Wong Solo Grup, Puspo Wardoyo bersyukur atas kemenangan Ahmad Luthfi di Pilgub Jateng. Ahmad Luthfi disebut sebagai simbol pembaruan di Jateng. Program ngopeni ngelakoni akan diwujudkan dalam bentuk kerja keras memajukan wilayah. “Sebagai pengusaha, saya ucapkan banyak terima kasih atas terpilihnya Pak Ahmad Luthfi. Semoga bisa membawa iklim dunia usaha yang lebih baik lagi,” ujar Puspo. Usai sambutan, pengunjung dihentak dengan lagu-lagu Ndarboy Genk. Tembang “Anak Lanang” “Mendung Tanpo Udan” dan “Yogya Istimewa” membuat penonton ikut bernyanyi bareng serta bergoyang. Usai konser selesai, Ahmad Luthfi dan Puspo Wardoyo memborong dagangan pedagang asongan. Ada minuman mineral, telor gulung, sosis bakar, es teh. Salah satu pedagang, Yani (37) mengatakan senang dagangannya dibeli oleh Ahmad Luthfi. “Senang dapat rejeki. Semoga Pak Luthfi tambah sukses,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Tim Transisi Luthfi-Yasin Kantongi 136 Program, Soal Kemiskinan hingga Reformasi Birokrasi Masuk RPJMD

BOYOLALI – Tim Transisi Ngopeni Nglakoni telah mencatat 136 usulan program selama bekerja setidaknya 2 bulan terakhir. Program-program itu sudah termasuk rekomendasi dari Rembug Ngopeni Nglakoni yang digelar pada 1-2 Februari 2025. Rembug tersebut terbagi menjadi empat, yakni rembug bersama pimpinan parpol, rembug bersama akademisi, kemudian bersama Tim Pemenangan, dan relawan. Ketua Tim Transisi, Dr Zulkifli Gayo mengungkapkan, banyak usulan yang masuk dan dikerucutkan menjadi 136 program sesuai dengan janji politik pasangan Calon Gubernur Ahmad LUthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Ratusan usulan itu juga berasal dari pertemuan Tim Transisi saat menggelar forum Group Discussion (FGD) dan roadshow bersama parpol. “Secara keseluruhan program dikerucutkan sekitar 136 program. Ada infrastruktur, kemiskinan, peningkatan ekonomi, kesejahteraan sosial, termasuk birokrasi pendidikan dan reformasi birokrasi,” kata Zulkifli, Senin 3 Februari 2025. Usai mengerucutkan program tersebut, tugas Tim Transisi belum selesai. Selanjutnya Tim Transisi yang terdiri dari 5 pakar tersebut akan melakukan koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng. Tujuannya, memastikan semua dokumen program masuk di perencanaan pembangunan, terutama di dalam penyusunan RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah). Dalam kesempatan itu, lanjut Zulkifli, Rembug Ngopeni Nglakoni juga sekaligus membubarkan Tim Pemenangan namun ke depan relawan menyatu bersama rakyat. “Tugas relawan untuk pemenangan sudah selesai, tapi fungsi relawan untuk membangun masyarakat terus berjalan. Mengawal program-program Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur 5 tahun ke depan,” ujarnya. Rembug Ngopeni Nglakoni itu diharapkan Ahmad Luthfi sebagai ajang menyerap aspirasi semua elemen. Tak tanggung-tanggung, rektor maupun direktur dari 35 perguruan tinggi diundang untuk bersama-sama memberikan ide gagasan membangun Jateng. Di antaranya dari Undip, Universitas Sebelas Maret Surakarta, Udinus, dan Polines. Bahkan Ahmad Luthfi menegaskan, sudah harus ada MoU kerja sama dengan perguruan tinggi setidaknya 3 bulan ke depan. Kerja sama itu disesuaikan antara program Pemprov Jateng dengan keunggulan masing-masing kampus. Usulan tak kalah banyak datang dari “mata dan telinga” Ahmad Luthfi berupa relawan. Hadir di acara tersebut koordinator dari 362 kelompok relawan dan 16 komunitas di 35 kabupaten/kota. Di antaranya usulan datang dari relawan Kendal berupa peningkatan kesejahteraan guru dan menangani masalah banjir. Kemudian dari Temanggung ada usulan stabilisasi harga tembakau, pengadaan saluran irigasi sekunder. Lebih menarik agi dari komunitas nelayan yang menyampaikan permintaan normalisasi muara sungai dari sedimentasi, bedah kapal nelayan kecil hingga beasiswa anak-anak nelayan. Masukan juga datang dari komunitas disabilitas yang meminta kemudahan akses di perkantoran dan fasilitas publik. Selanjutnya meminta desa mengalokasikan anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) untuk pemberdayaan disabilitas. Pegiat lingkungan sungai Jateng, Danang Heri Subiyantoro mengapresiasi undangan dari Calon Gubernur Ahmad Luthfi guna memberikan masukan usulan program. Persoalan yang dinilainya urgen adalah sampah, limbah industri, dan bencana hidrometeorologi, sehingga menyebabkan banjir di mana-mana. “Kami mengapresiasi langkah Pak Ahmad Luthfi dan berharap kebijakan akan berpihak pada lingkungan,” kata Danang yang juga aktif di Komunitas Pemulung Jateng.***

Ngopeni Ngelakoni

Sambut Rapat Besar di Kalipepe Land Jelang Pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur

Sebagai sahabat lama, Puspo Wardoyo optimis kemenangan Ahmad Luthfi-Gus Yasin dalam Pilgub Jateng akan membawa iklim positif bagi dunia usaha di Jawa Tengah. Hal itu dikemukakan Puspo Wardoyo disela-sela Rembug Ngopeni Nglakoni yang digelar di Kalipepe Land yang berada di Desa Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Minggu (2/2) sore. “Sebagai pengusaha, saya menyambut baik atas kemenangan beliau dan Gus Yasin sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng. Insyaallah kinerja keduanya akan membuat lebih baik di bidang usaha,” kata pemilik 260 Outlet lebih dibawah bendera Wong Solo Grup yang tersebar di berbagai kota tersebut. Puspo pun bersyukur atas kemenangan ini.  “Beliau kan teman lama saya. Saya tahu persis beliau orang baik. Insyaallah akan membawa (dunia) bisnis di Jawa Tengah akan lebih baik dari pada yang lalu,” bebernya. Bahkan sebagai bentuk dukungan di bidang usaha kecil, Puspo akan memberikan 2 ribu gerobak bagi janda, fakir miskin dan para pellaku UMKM. Apa yang dilakukannya tersebut diharapkan dapat mengangkat kesejahteraan masyarakat yang ada di Jawa Tengah. “Dimulai dari Kalipepe, kami akan membantu beliau untuk mengentaskan kemiskinan melalui kerja nyata,” ungkapnya. Seperti diberitakan sebelumnya, selama dua hari yakni Sabtu (1/2) dan Minggu (2/2), tim pemenangan Paslon Ahmad Luthfi – Gus Yasin menyerap aspirasi dari berbagai elemen masyarakat, pimpinan parpol, para cendekiawan hingga simpul-simpul relawan di Kalipepe Land. Kegiatan tersebut tak lepas peran dan dukungan dari Puspo Wardoyo. Kelayakan Kalipepe Land dipergunakan untuk rapat besar karena memiliki fasilitas yang memadai. Ada beberapa hall atau gedung pertemuan. Sementara itu, Ketua Tim Transisi, Dr Zulkifli Gayo mengungkapkan selama dua hari ini sudah dilakukan diskusi dengan berbagai pihak. Dengan pimpinan partai politik, diharapkan kebijakan gubernur dapat sinergi dengan legislatif. Lalu diskusi dengan forum akademisi memunculkan kesepakatan kerjasama dengan perguruan tinggi dalam pembangunan Jateng 5 tahun ke depan. Kemudian, relawan pemenang dapat menjadi kepanjangan tangan Ahmad Luthfi dalam memimpin Jateng. ” Hasilnya, selanjutnya tim transisi ini akan melakukan koordinasi dengan dinas dan memastikan dokumen itu masuk ke dalam program perencanaan,” tambahnya. Sementara itu, Ahmad Luthfi mengungkapkan, aspirasi kelompok relawan ini telah dilebur menjadi aspirasi masyarakat. Masukan dari relawan telah disinkronkan dengan program tim transisi. Meski begitu, pihaknya tetap menjadikan, simpul relawan tetap menjadi bagian dalam pembangunan Jateng. ***

Ngopeni Ngelakoni

Rembug Ngopeni, Ahmad Luthfi Tugaskan Relawan Rangkul Masyarakat Inventarisir Masalah Daerah

Ahmad Luthfi mengatakan, Gubernur Jateng adalah bapak bagi semua masyarakat Jateng bukan bagi yang menang saja. Tidak boleh ada yang merasa jumawa dan adigang adigung karena menang. Dikatakan, ugas ke depan lebih berat. Tugas yang dimaksud Ahmad Luthfi adalah upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Saat ini ada 160 ribu anak putus sekolah, angka kemiskinan yang cukup tinggi, ketersediaan perawat yang bertugas di desa hingga urusan pendidikan. “Tidak boleh euforia, menang-menangan sendiri. Harus rukun. Saat pulang nanti, bersatu bersama rakyat dan membangun desanya,” kata Ahmad Luthfi pada acara Rembuh Ngopeni Ngelakoni bersama relawan di Kali Pepe Land Boyolalu, Minggu 2 Februari 2025. Hadir di acara tersebut koordinator dari 362 kelompok relawan dan 16 komunitas di 35 kabupaten/kota. Di antaranya Alap-Alap Jokowi, 645DOR, Paskas, Sedulur Ahmad Luthfi, dan Jelita. Melihat persoalan itu, maka Ahmad Luthfi meminta relawan itu tetap berperan aktif sebagai masyarakat Jateng, yakni mengawal program yang nanti dilaksanakan oleh Pemprov. Program-program itu akan diselaraskan dengan Astacita Presiden Prabowo Subianto. “Keberhasilan kita adalah mandat rakyat, bukan simpul relawan saja. Jangan merasa adigang adigung, merasa menang sendiri. Kita ngelakoni untuk menyelesaikan masalah masyarakat,” tandas Ahmad Luthfi. Tim Pemenangan yang diwakili Brigjen TNI (Purn) Dedi Rusdianto meminta masyarakat Jateng harus mengawal program-program gubernur dan wakil gubernur. Langkah pertama adalah merangkul semua elemen masyarakat, termasuk kubu lawan saat kontestasi Pilgub lalu. Dirinya yakin Ahmad Luthfi yang memiliki pengalaman dan kemampuan akan meningkatkan daya saing Jateng dibandingkan provinsi lain di Jawa. “Gubernur itu untuk semua masyarakat Jateng. Ke depan, harus ikut mengawal program Pak Gubernur,” ujar. Dalam momen itu, relawan juga diberikan kesempatan untuk menyampaikan masukan. Manteb Abdul Ghani, Relawan asal Wonosobo menyampaikan, persoalan pengembangan pariwisata, penataan lingkungan dengan banyaknya lahan industri, produksi sayuran banyak namun outputnya belum dibimbing dengan baik. Relawan dari Cilacap mengatakan, potensi besar dibsektor pertanian dan perikanan. Maka butuh dukungan secara riil dari pemprov untuk memaksimalkan potensi tersebut. Ada juga usulan perihalnpengelolaan sampah, perihal SDM dan infrastruktur. Sementara relawan dari Boyolali menyampaikan, usulan untuk pengolahan susu lebih modern dan profesional. Mereka meminta dijembatani penjualan ke luar wilayah bahkan luar negeri.***

Scroll to Top