Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Wahid Abdulrahman : Rembug Luthfi-Yasin Gagasan Hebat, Bisa Ciptakan Collaborative Governance dan Konsolidasi Politik yang Kuat 

Pertama, perspektif tata kelola pemerintahan. kata Wahid, ini sebagai langkah awal membangun Collaborative Governance (CG). Sebab konsep CG secara teoritis telah terbukti sukses membawa keberhasilan dalam penyelenggaraan pemerintahan diberbagai kota dan negara di dunia. “CG ini mengharuskan kerjasama pemerintah daerah dengan pemerintah (level di atas,di bawahnya), perguruan tinggi, ormas, media, dan jaringan politik. Kerjasama tersebut dimulai dari tahap perencanaan,implementasi,hingga kontrol dan evaluasi kebijakan,” kata dosen Ilmu Politik dan Pemerintahan FISIP Undip itu.  Konsep ini, imbuh Wahid, tidak saja akan mengatasi masalah keterbatasan APBD Jawa Tengah. Namun lebih dari itu adalah untuk memaksimalkan potensi partisipasi masyarakat. Dengan melalui CG, semua elemen akan merasa memiliki program-program Ahmad Luthfi-Taj Yasin dan ikut bertanggung Jawab terhadap keberhasilannya. Menurutnya, CG juga akan memberikan insentif kemudahan dan keberpihakan program dan anggaran dari pemerintah pusat untuk Jawa Tengah.  “Dengan kampus misalnya,melalui CG dapat dibangun simbiosis mutualisme dalam kerangka Tridharma Perguruan Tinggi. Sehingga berbagai persoalan di Jawa Tengah khususnya kemiskinan,stunting,dan pengembangan UMKM dapat diselesaikan secara lebih cepat dan efisien, “kata dosen muda yang sedang mengambil program doktor di Jerman itu.  Yang kedua, kata Wahid, Rembug Ngopeni Ngelakoni Jateng ini bisa dilihat dari perspektif politik. Dari sisi ini, acara tersebut menjadi bagian dari konsolidasi dan penguatan barisan partai koalisi pendukung paska Pilgub. Konsolidasi diperlukan untuk membangun hubungan harmonis-produktif antara Gubernur-Wagub dengan DPRD. Gubernur-Wagub memerlukan dukungan politik dari DPRD untuk keberhasilan perwujudan visi-misinya.  “Dibutuhkan komitmen dari partai pengusung untuk mensukseskan program gubernur yang  semakin kuat,”tutupnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Sambutan Daring dari Madinah, Ajak Anggota Dewan Berangkulan Bangun Jawa Tengah

Gus Yasin juga mengajak semua anggota dewan untuk turun bersama jika terjadi bencana. Sehingga penanganan bisa lebih cepat dan langsung melibatkan konstituen anggota dewan. Mengingat Jawa Tengah termasuk rawan bencana.  Hal itu disampaikan Gus Yasin saat menyapa acara Rembug Ngopeni Ngelakoni Jateng, yang digelar di Kalipepe Land Boyolali, Sabtu 1 Februari 2025. Acara dihadiri cagub terpilih Ahmad Luthfi, parpol pendukung, tim transisi, para akademisi dan lainya.  Dalam sambutan secara daring, karena sedang menunaikan ibadah umroh, Gus Yasin menyampaikan harapan tersebut demi kekompakan antara pemprov dan DPRD dalam merespon berbagai masalah yang ada.  “Mengingat Jawa Tengah butuh ditangani bersama, maka kami bersama Pak Gubernur butuh kerjasama yang baik dengan bapak dan ibu Anggota DPRD Jawa Tengah. Termasuk jika terjadi bencana, maka nanti kita hadir turun langsung bersama DPRD di lokasi bencana menjadi penting. Mungkin dulu kalau ada bencana ditinggal, nanti kita turun bersama,” ucapnya.  Karena itu, Gus Yasin berharap kepada seluruh Ketua Partai Politik dan semua anggota dewan pendukung yang hadir untuk berkenan bekerjasama. Berkolaborasi bahu-membahu untuk mewujudkan Jawa Tengah maju.  Putra Mbah Maimoen Zubair itu juga menegaskan kepada dewan, bahwa kedepan mengajak untuk selalu mengedepankan silaturahim dan musyawarah bersama dalam menangani masalah yang muncul. Sehingga solid dan kompak untuk bekerja bersama.  “Kita dan teman-teman dewan sama- sama punya aspirasi, kita berharap anggaran yang ada bisa digunakan benar benar untuk rakyat. Uang dari masyarakat kembalinya kepada masyarakat. Kami bertekad  untuk membantu Bapak Gubernur Terpilih Pak Ahmad Luthfi dalam membangun Jawa Tengah yang harus lebih baik,”harapnya. Gus Yasin juga berpesan, selain membangun fisik, kedepan Jawa Tengah juga harus membangun karakter anak muda. Maka pendidikan  karakter perlu ditingkatkan dengan cara melakukan pembelajaran keagamaan. Kedepan tokoh-tokoh agama perlu dilibatkan lebih maksimal lagi.  “Saya mohon maaf karena sedang ziarah ke Makkah – Medinah, sehingga tidak bisa bergabung secara langsung, kami ucapkan banyak terimakasih kepada seluruh relawan, parpol, timses, tim transisi. Yang sudah membantu selama pilgub kemarin, selama berembug semoga menghasilkan program terbaik untuk Jawa Tengah,”tutup Gus Yasin. ***

Ngopeni Ngelakoni

Pengentasan Kemiskinan Jadi Prioritas Program Kerja Ahmad Luthfi-Gus Yasin

BOYOLALI – Gubernur Jateng terpilih, Ahmad Luthfi menjelaskan perihal penetapan dirinya dengan pasangannya, Wakil Gubernur terpilih, Gus Yasin sebagai pemenang Pilgub Jateng oleh KPU Provinsi Jateng bakal dilaksanakan pada Selasa (4/2). Untuk itu, Ahmad Luthfi mulai menyiapkan tim transisi untuk pelaksanaan pemerintahan baru. Hal tersebut dikemukakan Mantan Kapolda Jateng tersebut usai acara “Rembug Bareng Ngopeni, Nglakoni bersama ketua parpol pengusung, anggota DPRD dan relawan di Kalipepe Land, Gagaksipat, Ngemplak, Boyolali, Sabtu (1/2). “Kami ditetapkan paslon terpilih KPU sekitar tanggal 4 Februari setelah dilakukan pencabutan gugatan MK, kami akan melakukan gerakan cepat dengan dan lakukan rapat koordinasi ini,” urai Luthfi. Dia mengatakan dalam rapat ini membahas terkait tim transisi dimulai dengan melakukan diskusi dengan relawan, anggota DPRD, parpol pengusung dan anggota DPR RI, dan  forum rektor serta sebagainya,” kata dia. Melalui forum tersebut, lanjut dia, bertujuan belanja masalah serta untuk mengawal gerakan pemerintah kedepan. Ditanya terkait program prioritas, mantan Kapolresta Surakarta ini menyebut soal pengentasan kemiskinan, Jateng sebagai lumbung pangan nasional dalam rangka mendukung kebijakan pusat. “Kami juga mengutamakan pengurangan angka pengurangan terbuka, stabilisasi harga dan lainnya,” katanya. Ia menambahkan pihaknya juga akan membantu UMKM dengan membuat rumah kreatif ditingkat kecamatan berkoordinasi dengan bupati dan wali kota. “UMKM di Jateng ada 150.000 dengan skala besar, menengah, dan kecil. Saya sudah berkoordinasi dengan kementerian terkait agar UMKM bisa naik kelas,” paparnya. Menanggapi adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 mengenai efisiensi belanja 50 persen perjalanan dinas dalam pelaksanaan APBN dan APBD 2025, dia memastikan tidak akan mengganggu pelaksanaan program visi misinya. “Tidak berpengaruh adanya Inpres tersebut dengan pelaksanaan program kerja. Prinsip Inpres itu kita laksanakan, belum kita rapatkan lagi, karena belum ditetapkan KPU,” bebernya. Dia menegaskan visi misi tetap jalan meskipun ada pemangkasan anggaran APBD. Dia berprinsip APBD semua untuk masyarakat. “Kita maju terus tidak menghambat adanya pemangkasan APBD itu, tetapi prinsip semua untuk masyarakat,” urainya didampingi sejumlah pimpinan parpol usai acara. ***

Ngopeni Ngelakoni

Tim Transisi Kantongi Puluhan Usulan Dari Parpol Usai Rembug Ngopeni Ngelakoni

Dari masukan yang telah masuk, terdiri dari berbagai sektor pembangunan di Jateng. Masukan itu disampaikan secara lisan maupun tertulis dan kini menjadi bahan untuk menyusun program-program Calon Gubernur Ahmad Luthfi dan Calon Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen 5 tahun ke depan. “Usulan-usulan yang masuk jadi kajian yang sedang dirumuskan Tim Transisi,” kata Ketua Tim Transisi Ngopeni Ngelakoni, Dr Zulkifli Gayo pada saat Rembug Ngopeni Ngelakoni di Kali Pepe Land Boyolali, Sabtu 1 Februari 2025. Ahmad Luthfi hadir secara langsung di acara tersebut, sementara Taj Yasin Maimoen hadir melalui zoom. Hadir pula pimpinan parpol pengusung dan pendukung pasangan nomor 2 di Pilgub Jateng tersebut. Di antara usulan yang ia catat adalah aspirasi sejumlah parpol agar siswa bisa full day school sebagaimana diusulkan PKB dan PKS. Selanjutnya ada perbaikan layanan kesehatan, dan indeks reformasi birokrasi. Parpol Gerindra, PKB dan PKS juga mendorong Pemprov bisa merealisasikan peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Ada juga dorongan menekan angka pengangguran di Jateng. “Sebagaimana yang disampaikan Bapak Luthfi, bahwa tidak ada yang ditinggal. Jika ada yang akan usul bisa disampaikan (lisan maupun tertulis),” kata Zulkifli. Sementara itu, Sekretaris DPD Golkar Jateng, Juliyatmono, meminta hubungan antara gubernur-wakil gubernur dengan DPRD Jateng dan parpol terus harmonis. Selanjutnya, ia mendorong program-program bisa segera dilaksanakan tahun ini terutama di tahun anggaran perubahan 2025. “Ajak perguruan tinggi bisa kolaborasi dengan Dikti Saintek dan BRIN (Badan Riset Nasional) agar semua riset yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan Jateng. Saat ini eranya digitalisasi, butuh percepatan berbasis riset dan data,” kata Juliyatmono yang saat ini duduk di kursi DPR RI. Sekretaris DPD Gerindra Jateng, Sriyanto Saputro mengatakan, gubernur ke depan harus benar-benar menghitung kekuatan anggaran. Lantaran saat ini pemerintah pusat sedang melakukan penghematan. Mengetahui kekuatan anggaran ini penting guna mengukur program yang akan dijalankan. Pimpinan Partai Gelora Jateng, Ahmadi mengatakan, untuk membangun Jateng tidak hanya mengandalkan APBD maupun APBN. Pemerintah Jateng ke depan mesti punya kemampuan untuk menggaet pihak swasta untuk investasi mendukung pertumbuhan pembangunan di Jateng. “Jadi tidak lagi pusing karena semua harus berbasis APBD. Investasi harus digalakkan,” kata Ahmadi. ***

Ngopeni Ngelakoni

Usai Pelantikan, Luthfi-Yasin Bakal Kumpulkan Kadinas Lanjut Roadshow 35 Kabupaten Kota

BOYOLALI – Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen memastikan akan kerja cepat usai dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng periode 2024-2029. Dirinya sudah membeberkan sejumlah hal yang akan dilakukan di hari pelantikan hingga kerja sebulan pertama. Ahmad Luthfi mengatakan, dirinya memang belum dinyatakan sebagai Calon Gubernur Terpilih oleh KPU Jateng, namun persiapan kerja cepat harus segera disusun. Hal itu untuk mempercepat akselerasi program kerja sehingga hasil bisa segera dirasakan masyarakat. “Hari pertama pelantikan, Kepala-Kepala Dinas akan saya kumpulkan. Hari kedua, saya akan muter ke 35 kabupaten dan kota,” kata Ahmad Luthfi saat “Rembug Ngopeni Ngelakoni” di Kali Pepe Land Boyolali, Sabtu 1 Februari 2025. Hadir di acara rembug sesi pertama itu, Ketua Tim Pemenangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin yang diwakili oleh Bakti Agus Fadjari, Ketua Tim Transisi Ngopeni Ngelakoni Dr Zulkifli Gayo dan anggota serta para pimpinan parpol pengusung dan pendukung. Dihadapan pimpinan parpol di Jateng, Ahmad Luthfi memaparkan sejumlah program prioritas yang telah disesuaikan dengan program Presiden dan wakil Presiden RI. Di antaranya adalah clear and good government, pengentasan kemiskinan, pengangguran terbuka, indeks reformasi birokrasi, dan pembangunan manusia. Ahmad Luthfi menginginkan kinerja OPD tak lagi normatif. Harus ada gebrakan dan inovasi yang benar-benar terasa dampak positifnya untuk Jawa Tengah. Ia mencontohkan, PAD yang hanya Rp 15 triliun dan APBD Rp 24 triliun dinilai terlalu kecil jika dibandingkan provinsi tetangga. “Sudah tak orek-orek (pelototi anggaran), bikin kepala saya pening karena cilik dibandingkan provinsi lain. Ke depan harus ada gebrakan,” tandasnya. Tak hanya memerintah OPD, ia akan berjuang ke pemerintah pusat. Saat ini ia telah berkomunikasi dengan kementerian dan Wapres untuk mendukung program-program di Jateng. Termasuk akan menghadap Presiden Prabowo Subianto, sehingga program pembangunan di Jateng lebih masif. Program-program lain yang disampaikan oleh Ahmad Luthfi secara makro di antaranya adalah membuat 1.000 desa wisata, pengembangan Pelabuhan Tanjung Emas, Kembangkan segitigas emas Borobudur-Kopeng dan Rawa Pening, peningkatan status bandara internasional untuk logistik dan penumpang, pembangunan rumah berdaya di kecamatan hingga membuat satuan keamanan cyber. Dari semua program yang ia paparkan, arah pembangunan Jateng ke depannya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia tak ingin Jateng terjebak di middle income trap (jebakan pendapatan di kelas menengah) terlebih lagi menuju Indonesia Emas tahun 2045. Untuk melaksanakannya maka Ahmad Luthi sekali lagi meminta dukungan dari legislatif. “Pemerintahan ke depan adalah pemerintahan birokrasi dan Bapak Ibu (pimpinan parpol) adalah partner kami,” tegas mantan Kapolda Jateng tersebut. Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen mengatakan, forum bertemu dengan pimpinan parpol dan anggota DPRD Jateng itu sangat penting, Eksekutif dan legislatif memiliki aspirasi dan tanggung jawab. Apa-apa yang dianggarkan ke depan harus benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keinginan masyarakat. “Uang dari masyarakat kita kembalikan pada masyarakat. Ke depan, pembangunan sesuai dengan visi misi sebagaimana yang telah dituangkan,” ujar Taj Yasin. Sementara itu, Ketua Tim Pemenangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin yang diwakili oleh Bakti Agus Fadjari  mengatakan, momen Rembug Ngopeni Ngelakoni tersebut adalah kegiatan strategis untuk mengawali serta menyamakan visi misi membangun Jawa Tengah 5 tahun ke depan. Menurutnya, jika eksekutif dan legislatif memiliki visi misi yang sama maka program apapun bisa dikerjakan. Sebagus apapun program eksekutif kalau tak didukung oleh legislatif maka akan terkendala. “Kalau eksekutif dan legislatif satu arah, maka apa saja bisa dibuat. Tentu sesuai dengan batas kemampuan yang dimiliki oleh daerah. Melalui forum ini mari kita satukan itu,” ujarnya. Bhakti Agus juga berpesan bahwa program yang disusun harus mendukung program pemerintah pusat. Ia mencontohkan makan bergizi gratis hingga ketersediaan pupuk dan infrastruktur yang telah dicanangkan.***

Ngopeni Ngelakoni

Dukung Pemerintahan Luthfi-Yasin, Kadin Jateng Usulkan Forum CSR ke Tim Transisi

SEMARANG – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jateng menyampaikan usulan pembentukan Forum CSR pada pemerintahan Gubernur dan Wakil Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen ke depannya. Pengelolaan CSR yang tepat dan terfokus akan berdampak besar bagi pembangunan Jawa Tengah. Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto Soediro mengatakan, nominal CSR BUMD maupun perusahaan di Jateng nilainya bisa mencapai ratusan miliar atau menyentuh angka triliun. Ia berharap semua pemberi CSR diwadahi satu forum bersama Pemprov dan tidak berjalan sendiri-sendiri. “Ingin membentuk forum terkait dengan CSR di Jateng, dikumpulkan jadi satu. Kalau nanti jadi satu kan terarah, artinya kalau pemerintah memang ada kekurangan di bidang pertanian misalnya atau olahraga, soal kemiskinan maka CSR terarah. Selama ini perusahaan berjalan sendiri-sendiri,” kata Harry Nuryanto, Jumat 31 Januari 2025. Usulan-usulan awal itu sudah disampaikan pada Tim Transisi Ngopeni Ngelakoni yang merupakan kepanjangan tangan dari Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen. Tim Transisi ini mendapatkan mandat dari Calon Gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen guna percepatan program pembangunan di masa awal pemerintahan nantinya. Usulan lainnya adalah keinginan agar tercapainya pertumbuhan ekonomi 8 persen. Geliat perekonomian akan terlihat dan berdampak besar jika angka itu tercapai di pemerintahan 5 tahun ke depan. Saat ini, lanjut Harry Nuryanto, pihaknya masih merekap semua masukan dari kuesioner yang dibagikan pada para pelaku usaha. Usulan-usulan itu akan dituangkan dalam bentuk buku yang diberi judul “Profil Kondisi Ekonomi dan Bisnis Jawa Tengah”. Buku tersebut berisikan rekomendasi kebijakan pada pemerintah perihal pembangunan ekonomi Jawa Tengah, penyelesaian permasalahan dan fokus pembangunan ke depannya. Usulan maupun rekomendasi itu rencananya akan disampaikan kepada Ahmad Luthfi dan Taj Yasin maimoen saat acara sarasehan yang rencananya digelar pada Senin 3 Februari 2025 di Solo. “Sarasehan bersama itu nanti akan dihadiri oleh pengurus Kadin Jateng dan kadin tingkat kabupaten/kota. Asosiasi usaha tingkat provinsi juga diundang,” jelasnya. Terkait adanya Tim Transisi ini, ia memberikan apresiasi. Keberadaan Tim Transisi sebelum pelantikan gubernur dan wakil gubernur akan mempercepat perencanaan program pembangunan Jateng nantinya. “Tim Transisi ini bagus, sehingga gerak langkah Gubernur dan Wakil Gubernur akan semakin kencang saat sudah dilantik,” terangnya. Sementara itu, Ketua Tim Transisi “Ngopeni Ngelakoni Jateng”, Dr Zulkifli Gayo mengatakan, pihaknya menggandeng Kadin Jateng untuk menyerap aspirasi dan usulan-usulan program-program pembangunan ke depan. “Ada peran partisipasi aktif dari pengusaha. Kami menggandeng Kadin dalam merumuskannya,” kata Zulkifli. ***

Ngopeni Ngelakoni

“Ora Ono Sing Ditinggal”, Tim Transisi Ngopeni Ngelakoni Jateng Gandeng Akademisi hingga Tokoh Masyarakat

SEMARANG – Tagline “Ora Ono Sing Ditinggal” digaungkan Tim Transisi Ngopeni Ngelakoni Jateng. Tim Transisi ini mendapatkan mandat dari calon Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen guna percepatan program pembangunan di masa awal pemerintahan. Ketua Tim Transisi “Ngopeni Ngelakoni Jateng”, Dr Zulkifli Gayo mengatakan, tim transisi mengajak semua elemen masyarakat untuk mengerucutkan program-program pembangunan di Jateng sesuai dengan janji-janji politik gubernur dan wakil gubernur Jateng periode 2025-2030. Elemen yang digandeng meliputi parpol baik yang memiliki kursi di DPRD Jateng maupun non parlemen. Selanjutnya berdiskusi melalui forum cendekia yang berisikan perwakilan rektor-rektor dari kampus ternama seperti Universitas Diponegoro (Undip), Unisula dan UIN Walisongo Semarang. “Taglinenya adalah ‘Ora Ono Sing Ditinggal. Semua diajak untuk berembug dan memberikan masukan. Serap aspirasi, kerucutkan janji politik bisa terlaksana dengan maksimal nantinya,” ujar Zulkifli, Kamis 30 Januari 2025. Diskusi tematik akan dilaksanakan pada 1-3 Februari 2025 mendatang. Pertama, diskusi bersama parpol pendukung serta anggota DPRD yang berasal dari Fraksi Parpol pendukung. Masih pada 1 Februari 2025, akan digelar Forum Cendekia. Masukan dari para akademisi dinilai penting untuk pelaksanaan program pembangunan yang menyasar langsung pada permasalahan yang dihadapi Jateng saat ini. Adapun pada 2 Februari 2025 malam akan digelar diskusi bersama relawan dan simpul kelompok masyarakat. Acara Rembug Ngopeni Ngelakoni untuk kembali mengabdi Jawa Tengah itu, sekaligus diramaikan dengan acara diskusi dan rembug bersama. Masyarakat diajak untuk berkontribusi positif di dalamnya. Sementara pada 3 Februari akan digelar diskusi bersama para pengusaha yang masuk di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jateng maupun Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Jateng. Diskusi juga akan melibatkan asosiasi buruh, tokoh agama, tokoh masyarakat serta Ormas. Ide maupun gagasan yang diterima akan digodok dan dikerucutkan lagi. Hal itu menjadi dasar pijakan bagi Tim Transisi bersama Bappeda Pemprov Jateng guna menyusun dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 5 tahun ke depan, sehingga janji-janji politik bisa ditunaikan dalam bentuk program-program nyata di masyarakat. “Tim Transisi juga akan buka kanal aspirasi masyarakat. Jadi bisa menyampaikan langsung secara online,” terangnya. Rangkaian diskusi itu akan dilaksanakan di Kalipepe Land, Ngemplak, Kabupaten Boyolali. Khusus untuk hiburan dibuka untuk masyarakat umum dan akan dimeriahkan oleh Ndarboy Genk, Denny Klo, dan DJ Syifa Allofa pada 2 Februari 2025 malam.***

Ngopeni Ngelakoni

Luthfi-Yasin Gelar Rembug “Ngopeni Nglakoni” Membangun Jateng Bareng

SEMARANG – Pasangan Cagub-Cawagub Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Taj Yasin menggelar acara “Rembug Ngopeni Nglakoni” bersama masyarakat sebagai langkah menyatukan visi misi pemerintahan yang akan dijalankan dengan harapan masyarakat. Acara yang mengambil tema “Kembali Mengabdi untuk Jawa Tengah” ini akan digelar pada 1-2 Februari 2025 digelar di Kalipepe Land, Kabupaten Boyolali. Dalam acara ini, peserta rembug yang dilibatkan adalah Tim Pemenangan, Parpol Koalisi, Cendekiawan, Relawan hingga Tim Transisi. “Kita buat acara Rembug ini yang pertama tujuannya untuk menyerap aspirasi dan permasalahan langsung di masyarakat yang disampaikan oleh peserta dari berbagai elemen. Kemudian yang kedua untuk mewujudkan visi, misi dan janji politik Pak Luthfi dan Gus Yasin selama memimpin Jawa Tengah nanti dan ke depannya,” ungkap Penanggung Jawab Acara, Muhammad Isnaini, di Semarang, Selasa (28/1). Isnaini menyebut, acara Rembug ini murni gagasan dari Luthfi-Yasin yang sudah dirancang lama karena melihat tantangan memajukan Jawa Tengah dan menyejahterakan masyarakatnya bukan hal yang mudah. “Ini ide gagasan lama dari Beliau-beliau saat ditetapkan maju Pilgub. Baik Pak Luthfi maupun Gus Yasin melihat tantangan memajukan Jawa Tengah dan menyejahterakan masyarakatnya bukan hal yang mudah, sehingga harus banyak merangkul dan melibatkan banyak pihak, termasuk langsung dari masyarakat. Jadi, setiap kebijakan yang diambil nantinya selalu berpihak pada masyarakat. Tujuannya tak lain adalah untuk memperkuat pondasi dalam membangun kolaborasi, istilahnya collaborative governance,” ungkap Isnaini. Acara Rembug “Ngopeni Nglakoni” akan ditutup dengan hiburan masyarakat gratis dan terbuka untuk umum, yang menghadirkan artis  Ndarboy Genk, Denny Klo dan DJ Syifa Allofa sebagai penampil.***

Ngopeni Ngelakoni

Roadshow Parpol, Tim Transisi “Ngopeni Ngelakoni Jateng” Serap Aspirasi Majukan Jawa Tengah

Tim Transisi “Ngopeni Ngelakoni Jateng” ini bertugas di masa peralihan dari masa pemerintahan Pemprov Jateng saat ini menuju Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen periode April 2025 – April 2030. Ketua Tim Transisi “Ngopeni Ngelakoni Jateng”, Dr Zulkifli Gayo mengungkapkan, roadshow tersebut bertujuan merangkul semua pihak. Tim Transisi mengakomodir semua usulan, ide, maupun gagasan guna memajukan Jawa Tengah. Pihaknya sadar bahwa untuk membangun Jawa Tengah tak bisa dilakukan sendirian, tapi harus bersama-sama serta memiliki visi misi yang sama pula. “Kami roadshow dengan parpol pendukung di parlemen maupun non parlemen. Berdiskusi untuk membangun Jawa Tengah dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang dihadapi provinsi ini,” ujar Zulkifli, Senin 27 Januari 2025. Diketahui, saat Pilgub lalu, Pasangan Luthfi-Yasin didukung 9 parpol parlemen (DPRD Jateng) yakni Partai Gerindra, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Ditambah 6 parpol non parlemen di DPRD Jateng yakni Partai Buruh, Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Bulan Bintang, Perindo, dan Prima. Sejumlah persoalan yang mesti segera ditangani seperti menurunkan tingkat kemiskinan dan pengangguran, kemudian meningkatkan daya tahan ekonomi guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. Dari roadshow bersama pimpinan-pimpinan parpol tersebut, ada sejumlah usulan yang dicatat oleh Tim Transisi “Ngopeni Ngelakoni Jateng”. Di antaranya adalah sepakat ke depan menginginkan adanya perbaikan pembangunan Jateng. Selanjutnya ada usulan membuat Forum Senayan Peduli Jateng yang berisikan anggota DPD maupun DPR dari Dapil Jateng serta melakukan pertemuan rutin bersama gubernur dan wakil gubernur Jateng. Ada pula usulan membentuk forum DPRD provinsi dan kabupaten/kota yang tujuanya sama memberikan masukan untuk kemajuan Jateng, forum NGO yang siap membantu Jateng dalam hal founding maupun ide serta gagasan. “Itu beberapa masukan untuk Tim Transisi. Intinya menginginkan adanya perbaikan pada pembangunan Jateng ke depannya. Ada kolaborasi pembangunan bersama masyarakat,” tandas Zulkifli.***

Ngopeni Ngelakoni

Keren! Ning Nawal, Istri Wagub Terpilih Terbitkan Buku Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual

SEMARANG-Hj. Nawal Nur Arafah, M.S.I, isteri Wakil Gubernur Terpilih Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), punya kepedulian yang luar biasa terhadap praktek bullying dan kekerasan seksual di pesantren.  Kepedulian menantu Mbah Maimoen Zubaer itu sampai menulis dan menerbitkan buku panduan khusus tentang penanganan bullying dan kekerasan seksual  di pesantren. Judul bukunya “Pesantren Anti Bullying dan Kekerasan Seksual”.  Buku setebal 100 halaman karya Ning Nawal, panggilan akrabnya itu, dilaunching secara meriah di Hotel Ciputra Semarang, Sabtu, 25 Januari 2025. Ratusan kaum wanita dari berbagai profesi hadir menyambut buku yang diberi pengantar Begawan Pers Prof. Dr. (H.C.) Dahlan Iskan.  Banyak pihak bertanya-tanya, mengapa, isteri Gus Yasin, yang juga dari keluarga pesantren Al Anwar, Sarang Rembang itu sampai menulis buku tentang bullying dan kekerasan seksual di pesantren.  “Ide dasar dari menulis buku ini, karena saya menyaksikan praktek bullying di sebuah pesantren. Sebuah kisah ada petugas keamanan di pesantren yang menyita beberapa ponsel sejumlah santri. Lalu santri membully petugas tersebut dengan memasukkan batang-batang rokok di almarinya. Karena tidak terima, petugas tersebut suatu malam membeli bensin lalu membakar tubuh santri yang tidur hingga 70 persen tubuhnya rusak,” Kisah Nawal Yasin saat memberi pengantar launching dan bedah buku tersebut.  “Tidak hanya itu. Ada juga di sebuah pesantren, dengan alasan untuk tabarruk mencari berkah, tubuh santri wanita sampai disentuh sentuh oleh pengasuh maupun pemangku pesantren. Inilah masalah serius praktek bullying dan kekerasan seksual yang menurut saya harus kita cegah dan lawan,”imbuhnya. Dari praktek-praktek terlarang di pesantren itulah, Nawal Yasin berusaha menuliskanya sehinga terbit sebuah buku. Harapannya, buku ini menjadi panduan pondok pesantren dalam mengelola santri yang bermartabat. Sehingga pesantren terbebas dari bullying dan kekerasan seksual.  “Buku ini berisi panduan lengkap tentang bullying, ada bab membahas pesantren ramah anak dan perempuan, memahami bullying, pencegahan bullying, memahami kekerasan seksual dan pencegahanya, membangun pelaporan, menciptakan pesantren yang inklusif dan lainya,” ucap Ning Nawal.  Ning Nawal mengakui pesantren memang rawan bullying dan kurang ramah anak. Misalnya masih terjadi santri dipaksa masuk jurusan tertentu padahal dia tidak suka. Atau ada santri anak-anak orang kaya, yang diberlakukan berbeda dengan  anak-anak kurang beruntung. Atau segala keputusan dan aturan sepihak dari pengasuh.  “Kalau pesantren ramah anak, dalam membuat keputusan harus melibatkan dan berorientasi kepada santri, sehingga ada dialog yang membuat santri nyaman di pesantren,” jelasnya.  Peluncuran buku yang dibutuhkan dunia pesantren ini juga dihadiri langsung Gus Yasin, Cawagub Jateng terpilih yang juga suami Nawal Yasin. Hadir juga Prof. Sri Puryono Guru Besar Ilmu Lingkungan Undip (Penasehat Tim Transisi), Pengamat Politik Undip Wahid Abdulrachman (Sekretaris Tim Transisi), Gouw Ivan Siswanto (Tim Transisi) Ketua Muslimat Jateng Prof. Dr. Hj. Ismawati Hafiedz, M.Ag., para aktivis perempuan, Perempuan Lugas Jawa Tengah (Luthfi-Gus Yasin), akademisi, pejabat pemerintah dan lainya. Dalam sesi beda buku dipandu Dosen Ilmu Komunikasi Undip Nuriyatul Lailiyah, M.I.Kom. Karena menariknya buku tersebut membuat para hadirin berebut bertanya kepada Ning Nawal.  Sejumlah pihak baik dalam maupun luar negeri memberi ucapan selamat via daring, termasuk Kepala Staf Kepresidenan RI, AM Putranto.  “Ini Timming-nya tepat, karena fenomena bullying dan kekerasan seksual saat ini tidak hanya terjadi di pesantren, tetapi juga di berbagai lembaga lainnya. Kasus-kasus tersebut melibatkan anak-anak, perempuan, bahkan laki-laki. Buku ini membahas secara mendalam tentang penanganan dan langkah-langkah antisipasi untuk mencegah terjadinya bullying dan kekerasan seksual. Hal yang paling menarik dari buku ini adalah penyajian batasan-batasan yang jelas terkait isu tersebut,” ujar Gus Yasin. Acara juga dimeriahkan dengan berbagai momen penting, seperti penyerahan Sertifikat Hak Cipta untuk versi e-book diserahkan oleh Prof. Sri Puryono dan buku fisik oleh Gouw Andy Siswanto Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa Jawa Tengah.  Secara istimewa, Gus Yasin juga memberi apresiasi dengan memberikan bunga kepada sang isteri tercinta yang sukses menulis buku. Juga pemberian bunga oleh Ibunda Hj. Nawal Nur Arafah sebagai simbol apresiasi yang tinggi. Karangan bunga juga datang dari berbagai pihak termasuk para tamu undangan termasuk Politisi Golkar yang Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Padmasari Mestikajati dan Perempuan Lugas  Acara ditutup dengan sesi tanda tangan buku, pembagian doorprize oleh Rudy Jaya Perkasa Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Jawa Tengah dan foto bersama yang berlangsung meriah. ***

Scroll to Top