Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Pastikan Seluruh Program Provinsi untuk Menjawab Keinginan Rakyat Jawa Tengah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) memastikan semua program pembangunan Jawa Tengah lima tahun kedepan akan benar-benar difokuskan untuk menjawab keinginan warga Jateng.  Hal itu dikatakan Gus Yasin saat rapat perdana dengan 50 OPD (Organisasi Perangkat Daerah), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan Rumah Sakit Milik Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja Komplek Gubernuran Jl Pahlawan Semarang, Senin 3 Maret 2025. Gus Yasin hadir bersama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Sekretaris Daerah Sumarno.  Melengkapi arahan yang disampaikan Gubernur,  Gus Yasin menyampaikan selama periode lima tahun kedepan, seluruh program berorientasi pada kepentingan masyarakat Jawa Tengah. “Setelah mendengarkan apa yang disampaikan Mas Luthfi, kami sudah menangkap bahwa kegiatan-kegiatan kita lima tahun ke depan benar-benar harus fokus pada masyarakat. Ini adalah titik yang sangat ditekankan, dan sesuai dengan tugas yang diberikan kepada kita untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ujar Gus Yasin Menurutnya, hasil dari kampanye yang dilakukan pasangan Luthfi-Yasin saat Pemilu menunjukkan, bahwa masyarakat menginginkan pembangunan yang terfokus pada kemajuan Jawa Tengah.  “Kita sudah mendengarkan suara masyarakat, dan mereka benar-benar menginginkan lima tahun ke depan difokuskan untuk kemajuan Jawa Tengah,” tambahnya. Menurutnya, saat ini masih banyak tantangan yang dihadapi masyarakat. Gus Yasin menekankan pentingnya koordinasi antar OPD untuk menghadapi masalah ini. “Kedepannya, OPD benar-benar harus ada komunikasi dan koordinasi yang baik,” ungkap Gus Yasin. Salah satu prioritas utama yang disampaikan oleh Luthfi-Yasin adalah pembangunan infrastruktur, yang akan menjadi fokus utama di tahun pertama kepemimpinannya. Infrastruktur yang baik menjadi dasar untuk mewujudkan program-program prioritas pada tahun-tahun berikutnya. Selain infrastruktur jalan, perhatian juga akan diberikan pada perbaikan gedung sekolah yang saat ini ada sekitar 600 gedung rusak dan lebih dari 1.000 kelas yang membutuhkan perbaikan. Luthfi-Yasin berkomitmen untuk memastikan Anggaran Pendidikan, yang mencapai 20% dari APBD, akan digunakan secara tepat sasaran. Pemprov juga akan memperhatikan sektor pertanian, dengan fokus pada penguatan irigasi, serta masalah ketersediaan pupuk dan harga yang lebih terjangkau. Luthfi-Yasin menambahkan bahwa Jawa Tengah harus semakin maju dalam bidang pertanian untuk mendukung swasembada pangan nasional. Selain itu, pengembangan infrastruktur lainnya juga akan mencakup jembatan, teknologi data, dan penguatan sumber daya manusia. Dalam hal SDM, Luthfi-Yasin menyatakan bahwa kurikulum pendidikan harus memberikan bekal kepada siswa agar siap bekerja, menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja. Setelah menyelesaikan pembangunan infrastruktur pada tahun 2025, Pemprov Jateng akan berfokus pada penguatan posisi Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional pada tahun 2026. Tahun berikutnya, pengembangan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah akan menjadi prioritas. Pada tahun 2028, pemerataan ekonomi berbasis potensi desa dan industri akan digalakkan, dengan tujuan akhir memastikan pertumbuhan daya saing daerah yang berkelanjutan. Dengan fokus yang jelas dan komitmen untuk bekerja keras, Luthfi – Yasin berharap Jawa Tengah dapat berkembang menjadi provinsi yang lebih maju dan sejahtera bagi seluruh masyarakatnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Nawal Yasin Pendaftar CKG di Jateng Tertinggi Nasional

SEMARANG – Pendaftar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Jawa Tengah menjadi yang tertinggi se-Indonesia. Tercatat, hingga Februari 2025 jumlahnya mencapai lebih dari 49 ribu orang. Meski demikian, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggalakkan sosialisasi CKG, kepada khalayak, termasuk Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK).  Hal itu dikatakan Ketua TP PKK Jateng, Ny. Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, saat menjadi narasumber sosialisasi CKG, melalui daring, Jumat, 28 Februari 2025. “Meskipun Jawa Tengah CKG tertinggi nasional, kami mengajak seluruh kader berperan aktif. Sebab CKG merupakan upaya pemerintah menyejahterakan rakyat, lewat sistem kesehatan nasional,” kata Ning Nawal.  Menurutnya, CKG merupakan program hasil terbaik cepat atau quick win, pemerintahan Prabowo-Gibran. Untuk itu, ia mengajak kader PKK seantero Jateng, agar berperan aktif, salah satunya dengan mengunduh aplikasi “Satu Sehat Mobile”, dan menyosialisasikan cara penggunaannya kepada warga.  “Bapak/ ibu bisa mengimbau ke seluruh anggota dan kader TP PKK, menyosialisasikan, menggerakkan masyarakat, dalam berbagai pertemuan untuk ikuti pemeriksaan kesehatan gratis sesuai kelompok usia,” tutur Ning Nawal.  Ditambahkan, kader PKK yang berada di pelosok wilayah memiliki peran penting untuk menyosialisasikan hal tersebut. Sebab, dengan sosialisasi yang diberikan, turut meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan warga, sesuai 10 Program Pokok PKK. Nawal juga mengajak, seluruh kader untuk terus meningkatkan kompetensi SDM terkait PKG dan kesehatan pada umumnya. Kerja sama itu bisa dilakukan secara lintas instansi, seperti BKKBN hingga Dinas Kesehatan setempat.  “Kita harus mengajak keluarga teman-teman untuk ikut CKG. Menyebarluaskan informasi, kita juga bisa menjadi contoh dengan mengikuti CKG dan menyebar testimoni terkait program itu. Jangan sampai jadi hal yang ditakuti oleh masyarakat kita,” imbuhnya.  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, sosialisasi kepada TP PKK dilakukan untuk menggenjot pendaftar dan peserta CKG. Menurutnya, kesadaran masyarakat Jateng untuk memeriksa diri cukup tinggi.  Yunita menjelaskan, CKG adalah pemeriksaan kesehatan yang akan didapat warga setiap tanggal ulang tahun. Hal ini untuk melakukan upaya preventif dan promotif, mencegah penyakit kronis dan degeneratif.  “Di Jateng setelah di-launching pada 10 Februari 2025, pendaftar CKG mencapai 49 ribu tertinggi se-Indonesia, diikuti Jatim dan Jabar. Ini artinya masyarakat Jawa Tengah merespon baik kegiatan Cek Kesehatan Gratis, yang digagas oleh pemerintahan Prabowo-Gibran,” ucapnya.  Menurut Yunita, program itu diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia mulai dari bayi baru lahir (0-2 hari), balita dan anak prasekolah  (1-6 tahun), usia sekolah  (7-17 tahun), dewasa (18-59 tahun), serta lansia (di atas 60 tahun). Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan, berdasarkan usia dan kerawanan kesehatan yang diderita.  Untuk bayi baru lahir usia 0-2 hari, pemeriksaan meliputi pemeriksaan penyakit jantung bawaan kritis, defisiensi G6PD, penyakit empedu dan saluran empedu, pertumbuhan, hipertiroid kongenital dan hiperplasia adrenal kongenital. Sementara pemeriksaan bagi balita di antaranya, pertumbuhan, perkembangan, tuberkulosis, telinga, mata, gigi, talasemia, dan diabetes melitus. Pada pemeriksaan dewasa ada dua tahap. Tahap satu meliputi, tekanan darah, diabetes melitus, gizi, tuberkulosis, kanker payudara, kanker paru, kanker leher rahim, kanker usus besar, dan PPOK. Adapula pemeriksaan telinga, mata, pemeriksaan hati, pemeriksaan calon pengantin dan gigi  Tahap dua pemeriksaan dewasa, ada stroke, jantung meliputi profil lipid dan EKG, pemeriksaan ginjal, dan pemeriksaan kanker hati atau sirosis. Khusus lansia, pemeriksaan ditambah dengan cek geriatri.  Ia menambahkan, bagi yang tidak bisa mengakses aplikasi Satu Sehat Mobile, tetap bisa menikmati fasilitas CKG. Caranya, dengan mendatangi fasilitas kesehatan Puskesmas dan membawa identitas diri. Selain itu, Dinkes Jateng juga membuka layanan panggilan 0811 262 2000 atau layanan melalui Whatsapp di 0811 2622 200.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Perkuat BUMD Guna Optimalisasi PAD

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap penguatan modal untuk sembilan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) setempat dapat mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).   Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, saat membacakan Pendapat Akhir Gubernur Jateng atas Persetujuan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyertaan Modal Daerah pada BUMD, dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng masa persidangan kedua tahun sidang 2024-2025, di Gedung Berlian Semarang pada Rabu, 26 Februari 2025. “Raperda ini merupakan wujud komitmen Pemprov Jateng dalam mendorong dan memperkuat fungsi BUMD, guna membangun ekonomi daerah untuk kesejahteraan masyarakat, dan mendukung program pembangunan daerah,” katanya. Dikatakan dia, Raperda tersebut sebagai payung hukum penganggaran dalam penguatan modal untuk BUMD.  “Penyertaan modal ini (supaya) BUMD kita bisa bergerak lebih luas dan berkembang lebih besar. Karena BUMD ini menjadi salah satu andalan kita untuk meningkatkan PAD,” katanya. Menurut Sumarno, PAD Pemprov Jateng bisa terus digenjot salah satunya melalui kinerja BUMD.  “Kalau kinerjanya baik, kita dorong mudah-mudahan kontribusinya (PAD) bisa lebih besar,” ujarnya. Selain target tersebut, penyertaan modal BUMD diharapkan dapat memberikan penguatan dalam menjalankan roda operasional perusahaan, memberikan layanan prima, professional, dan menjadi lebih tangguh, sehingga mampu memberikan peluang usaha, inovasi dan meningkatkan respon dalam menangkap kebutuhan masyarakat.  Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memiliki sembilan BUMD, meliputi: Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (Perseroda), Jateng Petro Energi (Perseroda), Perusahaan Daerah Air Bersih Tirta Utama Provinsi Jawa Tengah, Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan Jawa Tengah. Kemudian Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), Jateng Agro Berdikari (Perseroda), Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Perseroda), Sarana Pembangunan Jawa Tengah (Perseroda), dan Penjaminan Kredit Daerah Provinsi Jawa Tengah (Perseroda).***

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin: Kurikulum SMK dan Dunia Usaha Harus Selaras, Tekan Pengangguran

MAGELANG – Keselarasan kurikulum di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI) perlu terus dilakukan, sebagai upaya untuk menekan tingkat pengangguran.  Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) usai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Ma’arif, Kota Magelang, Rabu, 26 Februari 2025.  Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin ini, keselarasan itu harus benar-benar dioptimalkan, agar setiap lulusan SMK dapat sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri. “Untuk mengatasi pengangguran, (sekolah) akan kita match-kan dengan DUDI,” kata Taj Yasin. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jawa Tengah menunjukkan tren menurun dalam beberapa tahun terakhir. Tercatat, pada tahun 2021 angka pengangguran berada pada 5,95 persen, kemudian turun menjadi 5,57 persen pada 2022, dan 5,13 persen pada 2023. Sedangkan pada Agustus 2024 turun menjadi 4,78 persen.  Penurunan angka pengangguran tersebut tidak lepas dari program-program yang dibuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya adalah link and match pada Sekolah Menengah Kejuruan dengan dunia usaha dan dunia industri. Selain itu, Pemprov Jateng secara berkelanjutan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Baik melalui Balai Latihan Kerja (BLK) maupun menggandeng perusahaan atau pihak swasta. Pelatihan ini akan memberikan bekal keterampilan, sehingga masyarakat bisa mendapatkan pekerjaan. “Pemerintah akan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Kemarin dari Baznas Jateng juga memberikan pelatihan kepada para santri untuk mendapatkan keterampilan,” ujarnya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Dampingi Wapres, Gus Yasin Ingin Masyarakat Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Pada kesempatan itu, Wapres Gibran tampak menyapa puluhan warga Magelang Selatan yang memadati puskesmas. Gibran juga membagikan bingkisan. Salah satu warga bernama Rahma, mengatakan bingkisan dalam tas berwarna itu berisi perlengkapan bayi seperti minyak, sabun, perlak hingga handuk. Di kesempatan itu, Rahma memanfaatkan program ini karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. “Sangat senang bisa cek kesehatan, laboratorium, cek kanker dan macem-macem gratis nggak bayar. Pelayanannya bagus, ramah, cepat,” ucapnya. Tidak hanya untuk yang berulang tahun, Program CKG ini juga terbuka bagi seluruh warga Indonesia, termasuk mereka yang tidak terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Adapun Program CKG bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatannya, dan mengurangi risiko komplikasi dan beban kesehatan secara nasional. “Senang sekali bisa mengetahui kesehatan yang saat ini, gratis, laboratorium, EKG, gigi, kanker, kanker payudara, mata. Ya mau karena biar mengetahui penyakitnya,” tandas warga Magelang lainnya bernama Nurmia. Wapres Gibran fokus berbincang dengan masyarakat sekaligus memastikan pelayanan berjalan baik serta lancar. Sementara itu, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mendukung program CKG tersebut. Ia berharap ke depan lebih banyak masyarakat yang mengetahui adanya program ini. “Ini harus disebarluaskan agar masyarakat aware terhadap kesehatannya. Ini kita dorong,” tandasnya. Selain mendampingi Cek Kesehatan Gratis, Wagub Jateng juga menemani Wapres Gibran meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Ma’arif Magelang.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Komitmen Sukseskan Program Swasembada Pangan

BATANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen mensukseskan program swasembada pangan sebagaimana yang ditergetkan oleh Presiden Prabowo Subianto.  Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat menghadiri acara peluncuran Program “Solusi Lengkap Pertanian” dan Peresmian Gedung Kewirausahaan Universitas Diponegoro (Undip), di Batang, pada Selasa, 25 Februari 2025. “Mulai dari jagungnya, begitu juga peternakannya, bahkan daging juga masih surplus, sehingga kami bangga dan senang bisa mendukung,” kata Taj Yasin.  Berdasarkan Angka Tetap (Atap) Kerangka Sample Area (KSA) Badan Pusat Statistik  (BPS) tahun 2024, realisasi luas panen jagung tahun 2024 di Jateng sebesar 412.338 hektar, dengan produksi  mencapai  4.337.731 ton Jagung Tongkol Kering Panen (JTKP). Bahkan, produksi tersebut memberikan kontribusi 16,03% terhadap produksi nasional.  Menurut Taj Yasin, tantangan ke depan adalah mengedukasi masyarakat khususnya petani dalam penguasaan teknologi. Apalagi saat ini sudah banyak Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) canggih yang memudahkan petani dalam beraktivitas. Dalam kesempatan itu, pria yang akrab disapa Gus Yasin ini juga mengapresiasi perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam mendukung program-program pemerintah. “Kami di pemerintahan Provinsi Jawa Tengah, benar-benar berpikir bagaimana masyarakat lebih sejahtera lagi, lebih bahagia lagi. Yang utama adalah ketahanan pangannya,” ucapnya. Di kesempatan itu, Wagub Jateng juga turut meletakkan batu pertama pembangunan kandang broiler sistem closed house yang berasal dari hibah dari PT. CPI Tbk.  Sementara itu, Rektor Undip,  Suharnomo menegaskan,  gedung kewirausahaan di Batang serta kendang broiler closed house ini nantinya menjadi laboratorium bagi mahasiswa Fakultas Peternakan. “Ini bagian dari Undip hadir untuk masyarakat. Sering saya katakan bahwa kita harus bermartabat secara akademis, bermanfaat untuk masyarakat,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni, Pesantren Obah

Pemprov Siap Salurkan Tali Asih Penghafal Al Quran 30 Juz

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menghadiri Haflah Akbar Khotmil Qur’an RTQ se-Kabupaten Kudus yang sekaligus mencatatkan Rekor MURI pada Minggu, 23 Februari 2025. Acara digelar di Masjid JHK (Jam’yyatul Hujjaj Kudus) sekaligus Kantor IPHI (Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia) Kudus.  Acara ini menjadi momen bersejarah dengan pencatatan rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) pembelajaran huruf hijaiyyah menggunakan metode Yanbu’a oleh jumlah santri terbanyak, yaitu 3.200 santri. Dalam sambutannya, Taj Yasin mengungkapkan kebanggaannya atas upaya Kabupaten Kudus dalam menyatukan berbagai madrasah dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di bawah naungan Yanbu’a. “Saya sangat senang melihat bagaimana madrasah-madrasah yang biasanya mengadakan hataman secara terpisah kini berkumpul dalam satu acara besar seperti ini. Hal tersebut tentu memberikan motivasi bagi anak-anak untuk terus belajar agama, khususnya Al-Qur’an. Mereka bisa melihat bahwa masih banyak teman-teman sebaya yang juga bersemangat mendalami ilmu agama,” ujarnya. Menurutnya, pencapaian ini bukan hanya menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Kudus, tetapi juga memberikan dampak positif bagi para pengajar. “Saya yakin para asatidz dan guru-guru akan semakin bersemangat dalam memberikan pendidikan Al-Qur’an, sehingga anak-anak dapat belajar dengan tartil dan fasih, serta memahami esensi dan makna Al-Qur’an dengan lebih mendalam,” tambahnya. Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkomitmen dalam mendukung para penghafal Al-Qur’an. Yakni dengan memberikan hadiah tali asih bagi anak-anak penghafal Quran 30 Juz dengan baik.  Hal ini selaras dengan salah satu program prioritas bersama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, yakni memberikan pendidikan berkualitas dan merata melalui peningkatan kesejahteraan guru, pengajar agama,  dan beasiswa untuk siswa miskin, guru, santri, dan penghafal qur’an, untuk sekolah ke dalam dan luar negeri bagi yang berprestasi. “Kami tetap akan memberikan hadiah tali asih bagi anak-anak yang berhasil menghafal 30 juz dengan baik,” tegasnya. Hadiah tersebut akan diberikan setelah mereka mendapatkan ijazah atau diwisuda oleh lembaga-lembaga terkait sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka dalam menghafalkan Al-Qur’an. “Acara ini menjadi bukti bahwa semangat belajar Al-Qur’an di Jawa Tengah, khususnya di Kudus, masih sangat tinggi,” katanya lagi.  Dengan adanya kegiatan seperti ini, Gus Wagub berharap akan semakin banyak generasi muda yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Asal tahu, kegiatan Haflah Khotmil Qur’an ini diikuti 3.230-an santri Rumah Tahfidz Al-Qur’an (RTQ) se-Kabupaten Kudus. Kegiatan sekaligus memecahkan rekor MURI kategori pelafalan huruf hijaiyyah metode Yanbu’a dengan peserta terbanyak.  Acara dihadiri Plh. Bupati Kudus Bellinda Birton, Pengasuh Pesantren Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Kudus, KH. Ulin Nuha Arwani dan KH.  Ulil Albab Arwani. Salah satu peserta dari RTQ Al-Amanatul Akhyar, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, Sahila mengaku, senang bisa ikut serta di acara tersebut. “Seneng sekali,  saya belajar sampai empat tahun, saya  ingin jadi hafidzah (penghafal Al-Qur’an),” katanya. Dalam momentum itu, perasaan haru dan bangga juga dirasakan Ida Almunfaridza. Sebagai ustazah, dia menyebut momen ini sebagai acara bersejarah. “Ini baru pertama kali untuk LMY (Lajnah Muroqobah Yanbu’a) di Kudus. Jadi rasanya ya terkesan, bangga bisa ikut acara ini,” ucapnya. Ida menjelaskan, metode Yanbu’a adalah cara yang mudah untuk pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak. ***

Ngopeni Ngelakoni

Ketua Tim Penggerak PKK Jateng Siap Gas Tangani Enam Masalah Mendesak

JAKARTA – Setelah dilantik 20 Februari 2025, Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Ny. Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I., menyatakan siap tancap gas untuk menjalankan program. Setidaknya ada 6 prioritas masalah mendesak yang akan ditangani untuk membantu menyukseskan program Gubernur dan Wakil Gubernur.  “Untuk 5 (lima) tahun kedepan, saya akan fokus membantu Pemerintah Provinsi dan masyarakat Jawa Tengah, setidaknya pada 6 (enam) masalah mendasar yang dialami keluarga, perempuan, dan anak di Jawa Tengah,”kata Nawal Yasin, saat pidato serah terima dengan pejabat lama, Ny. Shinta Dewi Sudjana, di Anjungan Jawa Tengah TMII, Jumat malam, 20 Februari 2025. Masalah pertama, kata Nawal Yasin, yaitu soal pengasuhan keluarga yang adil gender, tentang penurunan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), angka kematian balita (AKABA), serta penurunan stunting.  Yang kedua, adalah masih adanya masalah Perkawinan anak, KDRT, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).  “Semuanya perlu ditekan dan diturunkan angka presentasenya,”ujar Isteri Tercinta Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin).  Masalah ketiga, adalah adanya kemiskinan ekstrim, perempuan miskin Kepala Keluarga, dan anak yang menjadi Kepala Keluarga. Masalah keempat adalah perlunya lingkungan tempat tinggal yang sehat, adanya bencana alam, serta adanya dampak perubahan iklim pada keluarga miskin, soal anak dan perempuan.  “Masalah kelima adalah soal gizi keluarga, ketahanan dan keragaman pangan. Dan masalah keenam adalah urusan toleransi, soal perdamaian dan pesantren,” imbuh menantu Mbah Maimoen Zubaer itu.  Menurutnya, enam masalah yang akan menjadi prioritas tersebut juga menjadi perhatian Program Asta Cita presiden Prabowo Subianto, serta program Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah.  “Kami akan kejar berbagai kegiatan untuk mengatasi enam masalah tersebut. Apa programnya, nanti akan kita petakan. Ada yang prioritas segera, ada yang kita buat reguler,”ujarnya. ***

Ngopeni Ngelakoni

Paripurna, Luthfi-Yasin Paparkan Roadmap Pembangunan Jawa Tengah Lima Tahun Kedepan

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen memaparkan roadmap (peta jalan) pembangunan Jawa Tengah untuk lima tahun ke depan, dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng, di Gedung DPRD Provinsi, Jumat (21/2/2025). Dalam pidatonya, Ahmad Luthfi-Taj Yasin menyoroti berbagai isu strategis yang menjadi fokus pemerintahannya untuk Masa Jabatan 2025-2030. Mulai dari infrastruktur, ekonomi, pendidikan, hingga kemiskinan ekstrem. Penyampaian roadmap oleh Gubernur, diawali dengan pembukaan sidang oleh Ketua DPRD Jateng, Sumanto. Dia membuka rapat dengan ucapan selamat atas pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah yang telah resmi dilantik Presiden pada 20 Februari 2025. “Selamat bekerja, semoga mampu ‘ngopeni’ dan ‘nglakoni’ Jateng demi kemajuan provinsi kita ini,” ujarnya. Luthfi juga menegaskan bahwa semangat “tepo sliro” menjadi nyawa Jawa Tengah dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi global yang masih lesu. Dalam paparannya, ia mengungkapkan, angka kemiskinan ekstrem di Jateng telah turun dari 1,11 persen pada 2023 menjadi 0,89 persen pada 2024. Meski demikian, ia menegaskan upaya pengentasan kemiskinan harus terus berlanjut. Selain itu, sektor pendidikan juga menjadi perhatian serius. Saat ini, terdapat 648 sekolah dengan 1.868 ruang kelas yang mengalami kerusakan berat, serta 335.117 anak di Jateng yang masih tidak bersekolah. “Ini menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera ditangani,” tegasnya. Untuk mengatasi hal tersebut, Pemprov Jateng akan berkolaborasi dengan pemerintah pusat dalam pembangunan infrastruktur pendidikan. Terkait infrastruktur jalan, ia mengungkapkan bahwa dari total 2.231,96 km jalan provinsi, sekitar 208,16 km atau 8,56 persen dalam kondisi rusak. Ia memastikan bahwa perbaikan jalan akan menjadi prioritas, terutama menjelang arus mudik lebaran. “Jateng adalah sentral Pulau Jawa, sehingga perbaikan jalan harus menjadi prioritas. Kami menargetkan minimal H-14 Lebaran, jalan-jalan yang rusak sudah diperbaiki. Kami juga telah berkoordinasi dengan Kementerian PUPR untuk percepatan program ini,” jelasnya. Selain infrastruktur, ia juga menyoroti permasalahan rumah tidak layak huni serta berbagai aspek sosial yang masih menjadi perhatian pemerintah provinsi. Dalam roadmap pembangunan lima tahun ke depan, Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng merinci sejumlah prioritas: Pada tahun 2025 : Peningkatan kualitas infrastruktur untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat. Tahun 2026 : Meneguhkan posisi Jateng sebagai lumbung pangan nasional. Tahun 2027 :  Pengembangan sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi. Tahun 2028 :  Pemerataan ekonomi berbasis potensi desa dan industri hijau. Tahun 2029 :   Peningkatan daya saing daerah menuju Jateng yang maju dan berkelanjutan. “Kami berkomitmen untuk membawa Jawa Tengah menjadi provinsi yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya. ***

Ngopeni Ngelakoni

Prosesi Pelantikan Hj. Nawal Arafah Yasin Dilantik Menjadi Ketua PKK Sekaligus Ketua Posyandu Provinsi Jawa Tengah

Nawal Yasin, panggilan akrabnya, dilantik bersama serentak 34 Tim TP PKK 34 provinsi di tanah air. Dia menggantikan Pejabat Ketua TP PKK dan Pejabat Ketua Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah sebelumnya, Ny, Yushinta Dewi Nana Sudjana, isteri Mantan Pj Gubernur Nana Sudjana.  Pelantikan Rabu sore, 20 Februari 2025 pukul 16.30 WIB. Diambil oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK Nasional dan Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Nasional masa Jabatan 2024-2029, Ny, Tri Tito Karnavian, di gedung Danareksa, Jl. Medan Merdeka Selatan No.14, Gambir, Jakarta.  Sebelum dilantik, Nawal dan Ketua TP PKK lainya dipanggil satu per satu bersama 34 Ketua Tim PKK provinsi naik ke panggung. Berdiri jejer dengan ibu-ibu PKK lainya, termasuk Arumi Bacin, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Timur.  “Pada hari ini, Rabu 20 Februari 2025, saya melantik 34 Ketua Tim Pengerak PKK Provinsi dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi se tanah air. Semoga ibu-ibu semua bisa melaksanakan tugas kedepan dengan baik,” ucap Ny Tri Tito Karnavian dalam sambutan pelantikan.  Setelahnya, mereka dipanggil satu persatu untuk tanda tangan Pakta Integritas sebagai Ketua TP PKK.  Ny. Hj.Nawal Arafah Yasin, M.S.I, yang juga Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), usai pelantikan  mengatakan, kegiatan ini langkah awal untuk kemajuan bangsa dan negara, khususnya untuk pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di Jawa Tengah.  Nawal Yasin mengatakan, tak bisa dibantah, jika peran Tim Penggerak PKK dari pusat hingga daerah punya andil besar dalam mewujudkan visi abadi bangsa dan negara tercinta. Sebagaimana tertuang dalam pembukaan UUD 45, yaitu bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil makmur, dan sejahtera.  “Sejarah tentu tidak pernah lupa peran dan keberhasilan tim penggerak PKK dalam memberantas buta huruf dan buta aksara. Pengendalian penduduk dengan program KB dan dua anak cukup. Memberantas kelaparan, swasembada pangan, program wajib belajar 9 tahun, pemberantasan AKI, AKB, AKABA dan stunting. Pengurangan angka kemiskinan ekstrim, pencegahan TBC, malaria, pencegahan dan penanganan KDRT, perdagangan orang, pencegahan kekerasan seksual dan penanganan covid 19,”kata Menantu Mbah Maimoen Zubair ini. Itu semua, kata Nawal Yasin, adalah jalan yang luhur dan agung. Untuk mengabdi, berbakti dan meneruskan perjuangan para pahlawan bangsa. Seperti RA Kartini, Cut Nyak Dien, Laksamana Malahayati, Martha Christina Tiahahu, Dewi Sartika, Nyai Ageng Serang, dan Fatmawati Soekarno Puteri.  Nawal Yasin menjelaskan, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah juga selalu berhasil dan berprestasi di semua periodenya. Berbagai penghargaan telah diraih. Seperti lomba pola asuh anak, lomba UP2K PKK, lomba hatinya PKK, lomba kesatuan gerak PKK, hingga Posyandu.  Program kreatif dan inovatif dan unggulan dalam 10 program pokok PKK juga telah dilaksanakan. Seperti program pola asuh anak dan remaja era digital yang disingkat PAAREDI. Gerakan amalkan dan kukuhkan halaman asri indah dan nyaman, yang disingkat AKU HATINYA PKK. Keluarga sehat tanggap dan tangguh bencana. Pencegahan perkawinan anak melalui gerakan “JO KAWIN BOCAH”, dan lainya.  “Untuk melanjutkan serta mengembangkan pelaksanaan 10 program pokok PKK dan program Posyandu ini, tentu saya butuh bimbingan, arahan, serta dukungan semua, Khususnya Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, dan Ibu Ketua Umum TP PKK dan Ibu Ketua Umum Tim Pembina Posyandu Nasional, Ibu Tri Tito Karnavian,”harapnya. Nawal Yasin juga berharap, adanya kerjasama dan sinergitas semua stakeholder. Mulai perangkat daerah, Perguruan Tinggi, swasta, organisasi masyarakat, serta media, dan NGO baik dalam maupun luar negeri.  Harus diakui, imbuh Nawal Yasin, untuk melanjutkan dan mengembangkan program PKK dan Posyandu di Jawa Tengah, banyak tantangan yang harus diatasi. Khususnya dari keluarga tidak mampu seperti kemiskinan ekstrim, kematian ibu, stunting, perkawinan anak, KDRT, kekerasan seksual, perempuan kepala keluarga, rumah tangga anak, tempat tinggal dan sanitasi yang layak, bencana alam dan perubahan  iklim, seperti ketahanan pangan.  Menurutnya, berdasarkan catatan Komnas Perempuan tahun 2024, provinsi Jawa Tengah tercatat sebagai provinsi dengan kasus kekerasan terhadap perempaun tertinggi kedua setelah DKI, yaitu mencapai 43.280 kasus kekerasan perempuan. Untuk kasus perkawinan anak, di Jawa Tengah juga tercatat masih tinggi meskipun terjadi penurunan kasus yang significan dari tahun 2021 menyacapai 13.595 kasus, menjadi 7.903 kasus tahun 2024. Demikian juga dengan relevansi stunting provinsi Jateng masih sangat tinggi yaitu mencapai 20,7 persen. Meskipun prevalensi tersebut sudah berada di bawan prevalensi nasional yaitu 22,5 persen.Berbagai masalah tersebut menurutnya menjadi tantangan  ke depan agar bisa lebih baik. “Saya bertekad melaksanakan tugas ngopeni dengan memfokuskan masalah yang dihadapi keluarga tidak mampu atau miskin, serta nglakoni 10 program pokok PKK dengan amanah seperti dalam Peraturan Presiden no 99 tahun 2017 tentang gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarta. Saya optimis dengan kolaborasi tim penggerak PKK dan semua stakeholder dan pemerintah provinsi Jateng, Cita-cita Indonesia emas tahun 2045 bisa terwujud,”yakinnya. Tak lupa, Nawal Yasin juga mengucapkan banyak terimakasih kepada Pejabat Ketua TP PKK dan Pejabat Ketua Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Ny Yushinta Dewi Nana Sudjana dan semua pengurus, yang telah berkerja dengan baik. Sehingga bisa dilanjutkan dan ditingkatkan pengurus berikutnya. ***

Scroll to Top