Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Pro-Kontra Study Tour, Wagub Jateng Minta Disdik Buka Pengaduan

PATI – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, menanggapi pro-kontra masyarakat akan study tour (karya wisata) dan wisuda yang diselenggarakan oleh sekolah. Baik dari sisi keselamatan serta pungutan biaya. “(Kegiatan) study tour harus betul-betul memerhatikan keselamatan anak-anak,” katanya usai menghadiri Istighosah Harlah NU ke-79, Halal bihalal, dan pelepasan calon jemaah haji tahun 2025 di Masjid Al Barokah Luboyo, Bumiayu, Kabupaten Pati, Senin 12 Mei 2025. Pria kelahiran Kabupaten Rembang itu mengatakan, menerima sejumlah masukan perihal keberatan masyarakat soal penyelenggarana study tour apabila membebani keuangan. Pun dengan wisuda sekolah. “Ada yang menyampaikan ‘pak itu kan yang diwisuda yang mampu pak’. Artinya jangan sampai membebankan orang tua. Pada prinsipnya, sekolah tidak boleh membebankan (orang tua). Itu (dasar)yang harus kita pakai,” katanya. Untuk saat ini pihaknya meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jateng membuka kanal aduan. Tujuannya untuk pencegahan potensi pungutan liar (pungli) atau cari untung sendiri berkedok study tour. Lebih lanjut, terkait pelarangan study tour, Pemprov Jateng memang punya ketentuan sejak 2020. Khususnya untuk sekolah di bawah naungan Pemprov Jateng, yakni SMA/SMK, dan SLB. Akan tetapi, Taj Yasin mengatakan, aturan tersebut masih bisa untuk dikaji ulang. “Memang ini masih tarik -ulur untuk dikaji ulang,” ucapnya. Pemprov Jateng, kata dia, bakal mengkaji plus-minusnya dari kegiatan study tour. Hal ini melihat, karena ada hal baik di mana siswa/i bisa melakukan pembelajaran luar ruang dengan mengenal daerah lain. Sisi positifnya, pelajar bisa mengenal destinasi sejarah/wisata di kota atau provinsi lain yang selama ini belum diketahui. “Terkait pengkajian ini dilibatkan sejumlah OPD (Organisasi Pemerintah Daerah) Pemprov Jateng seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, serta Dinas Perhubungan (Dishub),” katanya. Lebih lanjut, dalam waktu dekat, pihaknya ingin disiapkan strategi-strategi dalam perumusan kebijakan. Misalnya di Dishub ada program edu-trip dengan memanfaatkan layanan bus trans Jateng disepanjang koridor yang beroperasi. Kemudian Disporapar dapat mengemas pariwisata berbasis edu-wisata berkolaborasi dengan Disdikbud. Adapun, dari sisi negatif, kata Taj Yasin, kesiapan dan kelaiakan armada bus harus menjadi tugas banyak pihak. Baik pemerintah, hingga biro perjalanan wisata agar memastikan armada laik jalan. Pada sisi ekonomi, bila study tour dilarang total, dikhawatirkan akan berdampak pada menurunnya kegiatan ekonomi daerah. “Utamanya pada sektor pariwisata, mulai dari usaha transportasi, penginapan/hotel, suvenir, serta usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) juga bisa berkurang,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Sinergi dengan Pemprov Entaskan Kemiskinan, Ning Nawal Dorong Jajaran TP PKK Jateng Berinovasi

SEMARANG – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si (Ning Nawal), mendorong jajarannya yang terdiri dari empat kelompok kerja (pokja) dan sekretariat, untuk terus berinovasi. Dia menekankan, kegiatan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga harus berdampak bagi masyarakat, dan mendukung program pengentasan kemiskinan yang dicanangkan pemprov. “Ini untuk menyamakan persepsi, untuk menyamakan pemahaman tentang program yang akan kita lakukan. Kita sudah merumuskan sejumlah program, ada pula yang sudah berjalan seperti Kader Perak, pelatihan paralegal yang akan kita manfaatkan untuk rumah perlindungan perempuan dan anak di Kecamatan Berdaya,” ungkapnya, dalam Rapat Pleno TP PKK Jateng, Kamis (8/5/2025). Selain Kader Perak, imbuh Ning Nawal, beberapa program yang akan dijalankan selama kurun lima tahun ke depan. Di antaranya, program Genting atau gerakan orang tua asuh cegah stunting, dan Speling (Dokter Spesialis Anak Keliling). Ditambahkan, kedua program itu dilakukan untuk menekan kasus stunting, mengingat kasus tengkes tidak hanya disebabkan kekurangan gizi. Ada faktor lain seperti kualitas air minum yang buruk, hingga kekurangan hormon tiroid. Untuk itulah, perlu pelibatan dokter spesialis anak, untuk mendiagnosa dan menyelesaikan masalah tersebut. “Kita juga ada program Kikis (Keluarga Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem). Ini bertujuan untuk ikut membantu program gubernur dan wagub, untuk ikut mengatasi kemiskinan ekstrem di Jateng,” imbuhnya. Program lainnya, terang Ning Nawal, Aku Hatinya PKK dan Rabu Pon (Gerakan Ibu Menanam Pohon). Kegiatan itu bertujuan agar pekarangan rumah dimanfaatkan untuk menanam sayur atau cabai, sehingga menekan pengeluaran keluarga. Ada pula program Jam Intan (Jam Interaksi positif Orang tua dengan anak), PKK Sigab (PKK Siaga dan Tanggap Bencana), hingga Pandu Cinta (pelayanan terpadu pencegahan dan penanganan perkawinan anak), yang akan mengadvokasi terkait dispensasi pernikahan anak, yang dipadu dengan penguatan ketahanan ekonomi keluarga. “Ke depan, kita tidak hanya lakukan pelatihan UP2K, tidak hanya dengan Baznas. Juga ada pelatihan womenpreneur dengan inkubasinya, supaya mereka bisa mempunyai usaha dengan bagus. Kalau produk belum bagus, kita perbaiki, dan pasar semakin luas,” pungkas Ning Nawal.***

Ngopeni Ngelakoni

Revitalisasi Asrama Haji Donohudan Diperkirakan Telan Biaya Rp 179 M

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mematangkan rencana revitalisasi Asrama Haji Donohudan Boyolali dengan menyusun masterplan dan perencanaan anggaran. Pada rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, rencana total anggaran yang dialokasikan untuk revitalisasi senilai Rp 179 miliar. “Pelaksanaan revitalisasi akan dilaksanakan mulai tahun depan, namun kesiapan dokumen sudah dipersiapkan tahun ini,” kata Wagub usai Rapat Koordinasi Revitalisasi. Asrama Haji Donohudan di ruang kerjanya, Rabu (07/04/2025). Taj Yasin menyampaikan, sebagaimana usulan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi agar didirikan RS atau Klinik Pratama di kompleks Asrama Haji Donohudan. Mengingat kejadian yang sudah-sudah, ada kondisi jemaah yang tiba-tiba jatuh sakit dan memerlukan rujukan untuk ke RS. “Alhamdulillah tadi disampaikan supaya ada rumah sakit atau klinik pratama sehingga ada antisipasi untuk menjaga kesehatan jamaah,” jelasnya. Disampaikan Wagub, revitalisasi diperlukan mengingat asrama haji adalah bangunan yang sudah cukup lama dan diresmikan pada tahun 1997. Revitalisasi pada tahun pertama, kata Wagub akan memprioritaskan Gedung Jeddah dan ruang makan, yang rencananya akan dibangun mulai tahun depan dengan anggaran Rp 27 miliar. Adapun proses revitalisasi akan menyesuaikan kemampuan fiskal serta jadwal musim haji setiap tahun. Wagub mencontohkan, pada tahun 2027 dan 2028 diperkirakan ada dua musim haji dalam kurun waktu satu tahun anggaran. Sedangkan pada saat asrama dipergunakan untuk jamaah, tentunya pembangunan tidak bisa dilaksanakan. “Nanti akan kita lihat dan menyesuaikan dengan jadwal musim haji tahunan. Kalau ada pemberangkatan kita harus berhenti (pembangunannya-red),” kata Wagub. Pada rakor yang dihadiri sejumlah stakeholder, antara lain pengelola asrama dan Kemenag Jateng serta tim konsultan, disampaikan sejumlah perbaikan sarana yang akan dilakukan antara lain penyesuaian kamar, yang saat ini berisi sepuluh tempat tidur, akan disesuaikan menjadi kapasitas empat tempat tidur. Selain itu, kompleks Asrama Haji Donohudan juga akan tampil dengan wajah baru yang lebih segar serta desain yang menyesuaikan konsep kekinian.***

Ngopeni Ngelakoni

Rombongan Biksu Thudong Terkesan Disambut Ramah Luthfi-Yasin

SEMARANG – Gubenur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi Taj Yasin menyambut ramah rombongan thudong, yang terdiri atas 36 bhikkhu atau biksu, dan dua dayaka dari Thailand, Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Amerika Serikat, di Gedung A kantor Gubernur Jateng, Semarang, Rabu (7/5/2025). Mereka mendatangi kantor Gubernur setelah berjalan ke sejumlah titik di Jateng, seperti Masjid Agung Semarang. Sebelum melanjutkan perjalanan ke Candi Borobudur Kabupaten Magelang, rombongan singgah di Kantor Gubernur. Seorang perwakilan rombongan, Whi Cay mengucapkan terima kasih atas sambutan dari gubernur, wakil gubernur, serta masyarakat. “Terima kasih atas sambutannya. Setiap kali kami berada di sini, kami selalu dikawal sampai Borobudur,” katanya, menggunakan Bahasa Thailand. Pihaknya berharap, perjalanan rombongan akan lancar. Rombongan ingin melihat Indonesia lebih jauh, meski di negara ini ada beragam agama seperti Budha, Islam, Kristen, Hindu, dan lainnya, namun persatuan sangat terjaga. “Kita selalu bersama-sama, sebagai teman, sebagai sahabat. Terima kasih kepada Pak Gubernur, Wakil Gubernur, dan semua pihak, yang telah mendukung kami dan kami senang bisa ada di sini. Semoga ke depannya bisa kembali bersama di dunia ini dan semoga Anda semua bisa datang ke negara kami. Terima kasih semuanya. Semoga saya bisa berkunjung ke Semarang kembali,” ucap Whi Cay, yang mengaku kedatangannya di Jateng merupakan kali kedua. Gubernur menyampaikan, saat ini pihaknya menyambut baik rombongan biksu thudong. Perjalanan mereka dalam rangka ritual yang puncaknya pada 12 Mei di Candi Borobudur. Provinsi Jawa Tengah sangat mendukung kegiatan tersebut. “Provinsi Jawa Tengah tidak hanya mendukung kegiatan ini, tapi juga akan mengawal kegiatan proses yang dilakukan, termasuk teman-teman dari Cirebon. Bahkan, kegiatan ini merupakan bentuk toleransi beragama yang sangat kental,” kata Luthfi. Bentuk toleransi yang tergambar dalam kegiatan biksu thudong itu, adalah adanya bantuan dari umat Islam, Kristen, dan dari Kesepuhan Cirebon serta TNI, Polri maupun ormas, dalam melakukan pengawalan. “Inilah bentuk keragaman dari kegiatan ini, yang harus kita tumbuh kembangkan di wilayah Jateng, sebagai unsur toleransi beragama yang sangat kental di wilayah kita,”pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, Taj Yasin menerima audiensi panitia perayaan Waisak dan perjalanan suci Thudong di ruang kerjanya pada Jumat 25 Apeil 2025. Pertemuan tersebut bagian dari persiapan perayaan Waisak Nasional yang akan dipusatkan di Candi Borobudur, Kabupaten Magelang. Taj Yasin memastikan Pemprov Jateng serta pemkab/pemkot akan memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan agar kegiatan ini dapat berjalan lancar. “Kita harus kawal dengan baik dan pastikan perjalanan Thudong sampai hari H benar-benar lancar. Terima kasih kepada kawan-kawan Buddha yang tiap tahun menggelar bakti sosial tanpa melihat siapa, tetapi murni karena kemanusiaan,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

29 Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Resmi Dilantik, Berikut Daftarnya

SEMARANG –Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi melantik 29 pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Hadir dalam acara tersebut Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), yang memberikan dukungan secara langsung atas pelantikan tersebut. Selain itu acara juga dihadiri Sekda Jateng Sumarno, dan untuk pertama kalinya dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama dihadiri oleh Ketua Forum Anak Jawa Tengah, Ketua Kontak Tani Nelayan Provinsi Jawa Tengah, Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia Provinsi Jawa Tengah, Komunitas Sahabat Difabel, dan Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia Jawa Tengah. Gubernur menegaskan, jabatan adalah amanah yang diemban diri sendiri sehingga tidak ada istilah “No Titip-titip No Jastip” atau diperjualbelikan. “No titip-titip, no jastip. Jadi slogan itu tidak hanya untuk adik-adik SMA (pada penerimaan siswa baru), tapi semua jabatan no titip-titip no jastip. Jelas semua,” kata Ahmad Luthfi membuka sambutan dan arahan dalam pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama lingkungan Pemprov Jateng di Gardhika Bhakti Praja, Rabu, 7 Mei 2025. Ahmad Luthfi menjelaskan, pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemprov Jateng sudah dilakukan dengan sistem merit, yaitu berdasarkan kompetensi, rekam jejak, dan lainnya sehingga tidak ada jabatan yang diperjualbelikan. “Karena kita sistemnya merit maka No Titip Titip No Jastip. Ora oleh titip ora oleh jasa penitipan, ora oleh bayar, ora nitip, ora usah kasak-kusuk dan tidak diperjualbelikan karena jabatan itu amanah,” jelasnya. Lebih lanjut, pelantikan pimpinan tinggi pratama tersebut dilakukan untuk mengisi kekosongan beberapa jabatan kepala dinas dan mutasi beberapa orang. Tujuannya nadalah akselerasi kepegawaian dan menyehatkan organisasi. “Di tempat kita tidak perlu ada seleksi, kita cukup dengan menggunakan management talent, di mana rule-nya dengan cara sistem merit,” kata Ahmad Luthfi. Secara umum terkait belanja kepegawaian di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sudah berjalan bagus dan sesuai aturan. Di mana batas yang ditentukan maksimal 30% telah terpenuhi, artinya sudah sangat profesional. “Hari ini saya yakin dan percaya dengan jabatan baru yang diemban oleh para pimpinan tinggi pratama itu nanti akan menambah akselerasi pelayanan publik di tempat kita,” jelas Gubernur. Dalam sambutannya, Ahmad Luthfi juga menggarisbawahi beberapa hal penting. Terutama terkait loyalitas dan integritas. Ia juga menekankan bahwa tidak boleh ada ego sektoral di mana satu dinas merasa paling penting. Semua kerja sama karena dalam organisasi yang paling penting adalah kebersamaan. “Organisasi ini ibarat kapal. Kalau tidak ada loyalitas maka nanti akan jadi rebutan, ora kompak, jadinya nanti tombak cucukan karena jabatan. Itu harus kita hindari,” tegasnya. Berikut nama pejabat yang dilantik: – Iwanuddin Iskandar diangkat menjadi Asisten Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat – ⁠Dhoni Widianto diangkat menjadi Asisten Administrasi  – ⁠Dadang Somantri diangkat menjadi Staf Gubernur Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan – ⁠dr Ikhwan Hamzah diangkat menjadi Staf Gubernur bidang Kemasyarakatan dna Sumber Daya Manusia – ⁠Yasip Khasani diangkat menjadi Kepala Biro Pemerintahan, Otonomi Daerah, dan Kerja Sama Setda Jateng – Haerudin diangkat menjadi Kepala Biro Hukum – ⁠Hanung Cahyo Saputro diangkat menjadi Kepala Biro Organisasi Setda Jateng – Uswatun Hasanah diangkat menjadi Kepala BPSDMD Provinsi Jawa Tengah – Sadimin diangkat menjadi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan – ⁠Henggar Budi Anggoro  diangkat menjadi Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang – ⁠Boedyo Dharmawan diangkat menjadi Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman – ⁠Muhamad Masrofi diangkat menjadi Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata – Arief Jatmiko diangkat menjadi Kepala Dinas Perhubungan – ⁠Agung Hariyadi diangkat menjadi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika – ⁠Juli Emmylia diangkat menjadi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan – ⁠Defransisco Dasilva Tavares diangkat menjadi Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan – ⁠Supriyanto diangkat menajdi Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, – ⁠Endi Faiz Effendi diangkat menjadi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan – Ema Rachmawati diangkat  menjadi Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana – ⁠Rahma Nur Hayati diangkat menjadi Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan –  Zulfachmi Wahab diangkat menjadi Direktur RSUD Dr Moewardi Solo – Harsini diangkat emnajdi Wakil Direktur Pelayanan RSUD Moewardi – Retno Sudewi diangkat menjadi Wakil Direktur Penunjang RSUD Dr Moewardi – Heri Dwi Purnomo diangkat menjadi Direktur RSUD Margono Soekarjo – ⁠Sukmonoadi Singosurandono diangkat menjadi Wakil Direktur Umum dan Keuangan RSUD Margono Soekarjo – Veronica Dwi Winahyu diangkat menjadi Wakil Direktur Pelayanan dan Kerja Sama RSUD Margono Soekarjo – ⁠Agus Prasutio diangkat menjadi Kepala Biro Perekonomian – ⁠Agus Sugiharto diangkat menjadi Kepala ESDM – Raden Rara Utami Rahajeng diangkat menjadi Kepala Badan Kepegawaian Daerah.***

Ngopeni Ngelakoni

Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih di Jateng akan Dipercepat

SEMARANG – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi-Taj Yasin mendukung penuh percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di wilayahnya. Para kepala desa dan Lurah juga menyambut antusias langkah percepatan tersebut.  “Bagus untuk antusiasmenya kepala desa. Itu nanti untuk memutar ekonomi di desa. Kalau semua ada koperasi di masing-masing desa, maka ekonomi di desa akan berputar,” kata Ahmad Luthfi saat menghadiri acara Dialog Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Holy Stadium, Kota Semarang, Selasa, 6 Mei 2025. Sejauh ini, progres pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) di Jawa Tengah cukup memuaskan. Data per 5 Mei 2025, jumlah Desa dan Kelurahan yang telah melaksanakan Musyawarah Desa/Kelurahan sebanyak 1.066 Desa/Kelurahan, dengan rincian 1.032 Desa dan 34 Kelurahan. Sedangkan yang telah melaksanakan pra Musyawarah Desa/Kelurahan sebanyak 2.538 Desa/Kelurahan. “Pelaksanaan Koperasi Merah Putih di Jawa Tengah kita dukung penuh.Koperasi itu yang akan kita berdayakan,” ujar Ahmad Luthfi.  Dukungan penuh tersebut juga untuk menjalankan amanat instruksi presiden nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Bahkan Pemprov Jateng sudah menerbitkan dua aturan turunan melalui Surat Gubernur No. 500.3/0002538 tentang Pendirian Koperasi Desa Merah Putih dan Surat Sekretaris Daerah No. 500.3/0003310 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa Merah Putih. Sementara tugas Gubernur dan Wakil Gubernur dalam mengakselerasi pembentukan KDMP adalah berkoordinasi dengan pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian-kementerian terkait, memfasilitasi perangkat daerah untuk melaksanakan urusan pemerintahan di bidang koperasi, serta menyelaraskan program, kegiatan, dan subkegiatan yang mendukung KDMP pada dokumen perencanaan pembangunan daerah. Guna menunjang percepatan program pemerintah pusat, provinsi, sampai ke tingkat desa/kelurahan, Pemprov Jateng sudah menggelar Sekolah Antikorupsi yang diikuti oleh 7.810 kepala desa. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan mengapresiasi, progres dan antusiasme pembentukan KDMP di Jawa Tengah. Dengan jumlah hampir tiga ribu desa tersebut, maka ia optimis dalam dua bulan ini akselerasi pembentukan KDMP di Jawa Tengah akan selesai. “Terima kasih Gubernur, Wagub, Bupati dan Wali Kota, Pangdam, Kapolda, Kajati yang membantu percepatan pembentukan koperasi desa. Setelah dibentuk, ada notaris, segera daftar di Kementerian Hukum. Setelah itu akan ada pencairan uangnya,” katanya usai acara. Zulkifli mengatakan, mekanisme Koperasi Merah Putih nanti melalui Himbara.  Koperasi ini diharapkan bisa untung dan menumbuhkan ekonomi desa sesuai dengan keunggulan dan potensi desanya. “Harus prudent, transparan, karena koperasi harus berhasil, sukses, nanti akan dibina oleh perbankan, diajari pembukuan,” kata dia.***

Ngopeni Ngelakoni

Bunda Literasi-BBPMP Jateng Siap Kolaborasi Wujudkan PAUD Ramah Anak

SEMARANG – Bunda Literasi Provinsi Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), bersama Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah, siap berkolaborasi mewujudkan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) ramah anak. Agenda penting yang akan dilakukan bersama, yakni sekolah anti-bullying, bersamaan dengan pengukuan bunda literasi 35 kabupaten/ kota Mei ini. Kemudian, juga akan dilakukan pengukuhan bunda PAUD Provinsi Jateng. Ning Nawal mengatakan, agenda itu merupakan bagian dari upaya mewujudkan pendidikan ramah anak di tingkat PAUD di Jawa Tengah, sehingga ke depan anak-anak memiliki karakter yang berbudi pekerti luhur. “Nantinya, kita akan bersama-sama Dinas Pendidikan, juga untuk lebih prioritas membangun sekolah itu sebagai sekolah ramah anak, terus membangun karakter anak yang baik,” katanya, seusai menerima audiensi BBPMP, di Rumah Dinas Wagub Jateng, Jalan Rinjani Kota Semarang, Rabu (7/5/2025). Istri Wakil Gubernur Jateng ini mengatakan, setelah dikukuhkan, Bunda PAUD akan langsung menyiapkan program prioritas, yang bertujuan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Terutama, dari perundungan dan kekerasan seksual. “Ini akan kita sinergikan, bagaimana program-program prioritas dibuat dari hulu sampai ke hilir, kemudian masif bergerak sampai ke bawah. Nanti ada program yang wajib dilakukan Bunda PAUD, dan akan menjadi alternatif,” ungkap Ning Nawal. Selain itu, peran serta orang tua juga akan dilibatkan dalam mewujudkan PAUD ramah anak. Orang tua akan diberikan edukasi, terkait cara mendidik anak yang baik dan benar. “Bentuk ramah anak adalah bagaimana sekolah ini menjadi sekolah yang aman, anak-anak tanpa bullying dan kekerasan seksual, kemudian sekolah itu juga dibentuk untuk bagaimana ketika ada kekerasan pengaduannya, seperti apa cara edukasi ke orang tua seperti apa,” kata Ning Nawal. Kepala BBPMP Provinsi Jateng, Nugraheni Triastu berharap, kolaborasi itu bisa berjalan dengan baik. Rencananya, pada sekolah anti-bullying besok Ning Nawal Arafah, akan menjadi narasumber utama, untuk menyampaikan pencegahan perundungan dan kekerasan pada anak. Kemudian terkait pogram penguatan kualitas pendidikan di tingkat PAUD ke depan, pihaknya akan menggandeng Bunda Literasi dan Bunda PAUD. Prioritasnya adalah menanamkan literasi sejak dini dan menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. “Beliau sangat responsif. Selama ini beliau memiliki concern yang sama, sehingga ketemu dengan kami seperti mendapatkan partner untuk berkolaborasi, meningkatkan aktivitas literasi di PAUD dan sekolah ramah anak nanti ke depan,” ungkap Nugraheni.***

Ngopeni Ngelakoni

Bunda Literasi Jawa Tengah Ajak 150 Siswa “Silent Reader” di Wisma Perdamaian Semarang

SEMARANG – Untuk membudayakan masyarakat membaca buku, Bunda Literasi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin, M.S.I mengajak 150 siswa dari SD hingga perguruan tinggi untuk membaca buku dengan model “silent reader”, di gedung Wisma Perdamaian (Wisper), Selasa (6/04/2025). Bersama para siswa, Ning Nawal, panggilan akrabnya, membaca buku koleksi Perpustakaan Daerah Provinsi Jawa Tengah selama 20 menit. Setelah itu mereka diminta untuk menceritakan kembali (mereview) buku yang dibacanya. Para siswa juga diperkenalkan salam literasi serta flashmob literasi yang membuat suasana menjadi meriah. Bunda Literasi yang langsung memandu review tersebut kagum dengan kemampuan para siswa menyerap informasi dan mengolahnya untuk menceritakan kembali buku yang telah dibacanya. “Ini yang menarik karena para siswa sudah memiliki kemampuan untuk menyampaikan pendapat dan mengolah hasil bacaan termasuk bisa berfikir bagaimana menghadapi situasi pada dirinya melalui buku yang dia baca,” jelas Ning Nawal, isteri Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu. Nantinya, gerakan membaca ini akan dilaksanakan di 35 kabupaten/kota bersama Bunda Literasi di kabupaten/kota masing-masing. Lebih lanjut, Bunda Literasi mengingatkan jika literasi sejauh ini hanya dimaknai sebagai baca tulis semata. Padahal literasi berarti kemampuan untuk menyerap dan mengolah informasi yang bermanfaat bagi kehidupan. “Tantangannya adalah anak- anak lebih senang gadget. Saya yakin dari tantangan ini anak muda didorong pengembangan literasi. Perpus digital nasional nantinya sudah bisa serupa dengan medsos. Bisa sharing, komentar dan interaksi,” paparnya. Tantangan yang lebih berat lagi adalah bagaimana literasi dikembangkan dengan menghadapi situasi yang ada. “Belum tamat tulis dan baca sudah harus menghadapi literasi digital. Anak – anak dituntut harus tahu mana yang kredibel dan mana informasi yang tidak kredibel,” kata mantan pemimpin Umum Majalah Pesantren itu. Ning Nawal sangat mengapresiasi kegiatan yang diadakan Dinas Arsip dan Perpustakaan Daerah Jateng. Hadir juga dalam kesempatan tersebut Kepala Dinas Kepala Arsip dan Perpustakaan Jateng, De Francisco Da Silva Tavares serta para guru dari sejumlah sekolah dan mahasiswa PT yang ada di Kota Semarang. Terakhir, kepada para siswa di Jateng, Bunda Literasi mengajak untuk menyenangi satu buku terlebih dahulu, kemudian dibaca dan diselami. Selama 24 jam dalam sehari, harus memiliki alokasi untuk membaca buku dan menulis untuk meningkatkan literasi. “Semangat terus untuk membaca dan menulis karena melalui tulisan kita akan dikenal oleh sejarah,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Persiapan Koperasi Merah Putih, Taj Yasin: Jateng Sudah Lakukan Pendataan dan Survei Lokasi

SEMARANG – Wakil Gubernur Taj Yasin menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mendukung percepatan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program nasional ini dinilai strategis untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun ekonomi mandiri di tingkat desa. “Dukungan dari pemerintah provinsi saat ini sudah kita data, dan dalam minggu ini dari mulai Pak Mentan, Pak Menko juga sudah mensurvei beberapa lokasi. Nanti akan kita lakukan percepatan,” ujar Taj Yasin saat mendampingi kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, di Desa Kebumen, Kabupaten Semarang, Selasa, 6 Mei 2025. Ia menambahkan, survei awal telah dilakukan di berbagai kabupaten/kota. Pihaknya akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan program berjalan optimal. “Udah disurvei di tiap kabupaten/kota, tinggal nunggu yang lainnya. Kita kuatkan kembali. Dalam beberapa hari ini, kita juga telah mendapat kunjungan dari Menteri Pertanian, Menko, dan lainnya. Beberapa lokasi sudah mulai dicoba. Nantinya akan kita dorong juga percepatan tahap kedua,” tambahnya. Program Koperasi Merah Putih bertujuan membangun ekosistem ekonomi desa, dimulai dari sektor pangan. Menko Pangan Zulkifli Hasan menjelaskan, koperasi akan menjadi pusat penggerak ekonomi warga serta penciptaan lapangan kerja di pedesaan. “Kalau urusan pangan sudah aman dan surplus, itu bagus. Tapi itu belum cukup. Harus dibangun juga ekonominya agar desa-desa bisa menyerap tenaga kerja kreatif, mengurangi pengangguran, dan mencegah masyarakat terjerumus ke hal-hal negatif, seperti jadi preman,” ujarnya. Mantan Menteri Perdagangan itu menuturkan, program ini digagas Presiden Prabowo Subianto dengan tujuan tak ada lagi desa-desa di Indonesia yang miskin. Dalam dua bulan, targetnya akan terbentuk 80.000 koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Indonesia. “Desa harus makmur, sehat, pendidikannya bagus, dan rakyatnya tidak boleh kelaparan. Makanan yang bergizi harus tersedia. Kalau semua itu berjalan, maka kita bisa terus maju menuju Indonesia Hebat,” ucapnya. Dalam kunjungan tersebut, rombongan meninjau sejumlah titik di Desa Kebumen. Antara lain Toko Oleh-oleh Iwak Koe yang menjadi contoh UMKM berbasis lokal, menghadiri musyawarah warga di Balai Desa, serta meninjau bangunan SD Inpres yang akan difungsikan sebagai lokasi Koperasi Merah Putih. Turut hadir dalam kunjungan tersebut, Menteri Desa dan PDT Yandri Susanto serta Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan, Didit Herdiawan hingga Kementerian Koperasi. Bupati Ngesti Nugraha beserta jajaran Forkopimda Semarang. Adapun Taj Yasin didampingi sejumlah OPD seperti Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Ketahanan Pangan dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Jawa Tengah.***

Ngopeni Ngelakoni

Dukung Kemajuan Industri Kecil, Gubernur dan Ketua Dekranasda Jateng Kunjungi Pameran UMKM di Paragon

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, mengunjungi stan pameran UMKM Gayeng, di Mal Paragon Kota Semarang, Senin (5/5/2025). Sejumlah pelaku UMKM yang mengikuti pameran, mengapresiasi langkah pemerintah dan Dekranasda Jawa Tengah dalam kontribusi pengembangan UMKM selama ini. Mulai dari pembinaan hingga promosi produk, melalui kegiatan pameran. Owner Pinilih Craft, Heriyanto mengungkapkan, pihaknya mendapat banyak manfaat dari adanya pendampingan pemerintah dan Dekranasda Jawa Tengah. Usaha yang dirintis sejak 2017, kini laris manis hingga ke mancanegara, setelah diberi kesempatan mengikuti pameran-pameran. “Kemarin pas ikut Inacraft, produk ini sudah sampai di Korea, Jepang, Belgia, Amerika, dan China, itu ada yang beli,” katanya. Ditambahkan, Pinilih Craft memproduksi alat makan dan hiasan, yang berbahan baku limbah kayu dan kulit telur. “Awalnya itu karena di rumah saya banyak produksi roti, yang membuat kulit telur terbuang. Akhirnya saya buat sebuah karya seni dari limbah kulit telur,” jelasnya. Menurut Heriyanto, perkembangan usahanya itu sangat cepat berkembang. Hal itu karena mendapat dukungan Dekranasda dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Sangat membantu, terutama mengenalkan produk-produk UMKM ke buyer,” tuturnya. Begitu juga dengan komunitas pelaku batik dan desainer yang tergabung dalam UMKM Jagad Phoenix asal Rembang. Anggota Batik Jagad Phoenix, Hawien Wilopo,menyampaikan, pelaku batik selalu mendapat support dari pemerintah. “Jadi untuk produk Jagad Phoenix ini kan gabungan dari pelaku batik dan desainer. Mereka sebenarnya sudah punya usaha masing-masing. Biasanya usaha mereka itu mendapat support dari pemerintah,” paparnya. Hawien berharap, selain pembinaan, para pelaku UMKM dapat diberi kesempatan untuk mengikuti acara-acara pameran. “Harapannya selalu ada pameran, supaya produk kita semakin dikenal,” tandasnya. Kehadiran Gubernur dan Ketua Dekranasda Jawa Tengah di acara UMKM Gayeng tersebut, membuat pelaku UMKM ikut bahagia. Bahkan, di antaranya meminta foto dan tanda tangan Gubernur. Dalam kesempatan itu juga dilakukan demo pembuatan batik berbahan baku daun atau ecoprint.***

Scroll to Top