Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Perlancar Aliran Air, 5 Ekskavator Keruk Sedimentasi Sungai Dombo Sayung

DEMAK – Sebanyak lima ekskavator dikerahkan untuk mengeruk sedimentasi sejumlah titik di bantaran Sungai Dombo, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, pada Sabtu, 14 Juni, 2025. Upaya ini dilakukan lintas instansi, baik Pemerintah Provinsi Jateng, hingga Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana. Pantauan di lapangan, alat tersebut dioperasikan di sejumlah titik bantaran sungai di sebelah Barat Pasar Sayung, atau di sisi Selatan Jalur Pantau Utara (Pantura), Demak-Semarang. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Cipta Karya, Hanung Triyono, mengatakan, pengiriman ekskavator sudah dilakukan sejak hari-hari sebelumnya dengan jumlah yang bertahap sebagai arahan Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Dijelaskan, pengerukan itu difokuskan untuk memaksimalkan aliran air di saluran atau drainase dari area sekitar Pantura menuju pengalihannya ke Sungai Dombo. Sistem drainase ini juga dibantu dengak kerja mesin pompa sedot air yang terintegrasi dengan Sungai Dombo. “Kita lihat bareng-bareng. Garis sempadan, saluran drainase itu harus betul-betul clear (diselesaikan pengerukannya). Clear dari area depan PT HIT atau Polyton ke Sungai Dombo,” ungkap Hanung saat di lokasi. Dijelaskan, saat ini pengerukan difokuskan dulu untuk sistem drainase menuju Sungai Dombo. Untuk pengerukan sedimentasi di Sungai Dombo sebagai upaya penunjang memperbanyak volume tampungan air dalam menunjang sistem drainase. “Jadi itu bagian dari upaya pengeringan jalan Pantura depan PT Polytron dari banjir dan rob,” kata Hanung. Untuk target panjang pengerukan sedimentasi sungai, ujarnya, akan dipertimbangkan sambil berjalannya progres. Menurut Hanung, rencana selanjutnya juga melakukan pengerukan pada anak-anak sungai yang tak jauh dari area tersebut. Ditargetkan, jumlah ekskavator akan ditambah. Rencana terdekat jumlah yang bisa didatangkan setidaknya delapan ekskavator. Dengan begitu diharapkannya, penanggulangan banjir dan rob di Pantura Sayung khususnya segera diatasi.***

Ngopeni Ngelakoni

Keringkan Rob Depan Polytron Sayung, Pemprov Datangkan 2 Pompa Tambahan Jadi 14

DEMAK – Pemprov Jateng mendatangkan 2 pompa tambahan untuk mengeringkan air rob di jalur Demak-Semarang KM 9 atau tepat di depan pabrik Polytron. Diperkirakan butuh waktu setengah hari untuk menyedot air yang masih menggenangi jalur pantura dari arah Demak ke Semarang itu. Dengan tambahan 2 pompa itu maka total pompa yang dipasang menjadi 14. Rinciannya, 8 pompa milik BBWS dan BBPJN di sisi utara atau jalur Semarang menuju Demak. Delapan pompa ini terbukti efektif mengeringkan rob yang sebelumnya menggenangi jalan. Sementara di sisi selatan, sebelum 2 pompa tambahan datang, sudah adalah 4 pompa terpasang. “Untuk keringkan air depan politron di sisi selatan jalan, sebenarnya sudah dipasang 4 pompa. Dua pompa (Pusdataru), satu pompa BPBD Jateng dan satu pompa BBWS. Tambah dua lagi, siang ini dikirim dari Kudus (Pusdataru) dan satunya dari BBWS,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Sumber Daya Air dan Tata Ruang (Pusdataru) Jateng Henggar Budi Anggoro saat mengecek kondisi pompa dan jalan bersama Kadinas PUBMCK Hanung Triyono di Sayung Demak, Sabtu 14 Juni 2025. Henggar menjelaskan, dua pompa tambahan itu nanti akan dipasang di Kali Ngepreh Sayung untuk membuang air ke Sungai Dombo Sayung. Satu pompa lainya digunakan untuk mendorong air dari depan Polytron menuju Kali Ngepreh. Keduanya juga telah mengecek Kali Ngepreh dan titik penempatan pompa. Kondisi memungkinkan untuk menampung air rob dari depan Polytron Sayung. Saat ditanya butuh berapa lama untuk mengeringkan genangan rob itu setelah 2 pompa tambahan terpasang, Henggar dan Hanung memperkirakan setengah hari. “Kalau sudah terpasang, setengah hari bisa membuang air ke Sungai Dombo Sayung,” kata mereka. Hanung mengatakan, genangan air rob di sebelah selatan sebenarnya bisa saja disedot dan dialirkan ke utara jalan. Namun opsi itu tak dilakukan karena membahayakan permukiman warga sekitar. Akhirnya Pemprov Jateng memilih opsi mencari tempat lain untuk pembuangan air. Hal lain yang dilakukan adalah Dinas PUBMCK Jateng telah berkomunikasi dengan kementerian terkait pengerukan sedimentasi saluran air di sepanjang jalur pantura di titik tersebut. Normalisasi saluran air akan mengembalikan daya tampung air sehingga rob bisa tertampung. “Kami sudah sampaikan ke PPK (Jalan Nasional) Semarang – Demak untuk normalisasi saluran air, perlu dikeruk,” kata Hanung. Sebagai catatan, saat ini Dinas Pusdataru Pemprov Jateng juga melakukan pengerukan sedimentasi di Sungai Dombo Sayung. Total ada 8 ekskavator yang digunakan. Sebanyak tuju di antaranya ditempatkan di Sungai Dombo Sayung, yakni di pintu air Penceng ke arah hulu, pintu air Penceng ke arah hilir, titik jembatan Sayung Kulon ke arah hulu, titik jembatan Sayung Kulon ke arah hilir. Unit ekskavator selanjutnya ditempatkan di jembatan pintu air Ngepreh ke arah hulu sisi kiri sungai dan titik jembatan pintu air Ngepreh ke arah hilir, jembatan pintu air Ngepreh ke arah hulu sisi kanan sungai. Satu unit lainya untuk membuka alur hilir kolam Sriwulan. Upaya ini menjadi satu kesatuan dengan grand design penanganan rob sayung melalui Giant Sea Wall atau tanggul laut. Pembangunan Giant Sea Wall ini diperkirakan selesai tahun ini dan biaa difungsikan pada 2026.***

Ngopeni Ngelakoni

Dokter Spesialis Pemprov Edukasi Warga Terdampak Rob tentang Kesehatan Kulit

DEMAK – Bencana rob yang menimpa masyarakat Sayung, Kabupaten Demak, menimbulkan dampak pada kesehatan masyarakat, di antaranya gatal atau penyakit pada kulit dan nyeri pada tubuh (penyakit dalam). Program Layanan Dokter Spesialis Keliling (Speling) sejak Kamis (12/6/2025) hingga hari ini diturunkan di beberapa titik desa yang terdampak banjir rob di Sayung. Bertempat di Balai Desa Sriwulan, Sayung, Demak, Speling dilaksanakan pada Sabtu (14/6/2025). Mulai pagi hingga siang, warga berduyun-duyun ke balai desa untuk periksa gratis. Tak hanya melakukan pemeriksaan, warga juga diberi edukasi tentang menjaga kesehatan dari penyakit kulit. “Harapannya masyarakat tetap sehat. Bencananya teratasi, efeknya tertanggulangi,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yunita Dyah Suminar.   Yunita menjelaskan, pemeriksaan kesehatan itu dilakukan secara keroyokan lintas instansi, baik dari Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, RSUD dr. Moewardi, Dinas Kesehatan Kabupaten Demak, dan Puskesmas Kecamatan Sayung. “Sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur, program Speling juga menyasar warga yang langganan terdampak banjir dan rob di Kecamatan Sayung, Demak khususnya,” katanya. Adalah Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin dari RSUD dr Moewardi Solo, dr Pratiwi Prasetya Primisawitri, yang memberi edukasi menjaga kesehatan kulit. Menurutnya, penyakit kulit pasti berpotensi timbul akibat banjir dan rob di wilayah pesisir. Masyarakat perlu mengetahui cara pencegahannya. Dikatakannya, salah satu indikasi potensi penyakit yakni infeksi jamur. Selain itu, penyakit yang timbul karena kulit tidak cocok dengan air artetis untuk keperluan sanitasi sehari-hari. “Jadi memang kulitnya kadang sering gampang gatal, kering, dan lebih gampang merah saat terkena matahari atau faktor lainnya,” kata dr Pratiwi. Dokters Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin lainnya, Rahmat Firdaus Dwi, mengatakan, masyarakat perlu mengetahui tips perawatan kulit yang benar. Pertama, mulai diganti penggunaan sabun dari tipe antiseptik ke jenis pembersih lebih melembabkan kulit. Saat mandi, sebisa mungkin tidak menggunakan air hangat, lebih bagus pakai yang biasa atau dingin. Dokter Rahmat menyarankan warga agar rutin menggunakan pelembab dalam beraktivitas keseharian. Tujuannya untuk menjaga komdisi kulit supaya tetap baik dan stabil. “Memang yang paling penting juga pola hidup bersih dan sehat. Jangan lupa cuci tangan memakai sabun dan itu dilakukan rutin,” katanya. Pemerintah Provinsi Jateng melalui Dinas Kesehatan bekerja sama dengan Rumah Sakit milik provinsi setiap hari keliling dari desa ke desa melakukan pemeriksaan gratis kepada warga terdampak rob. RSUD dr Moewardi Solo, menghadirkan dokter-dokter spesialis. Dari dokter spesialis penyakit dalam, spesialis dermatologi dan venerologi dan estetik atau spesialis kulit dan kelamin. Ada pula dokter spesialis obgyn. Menik Sutini (66), warga setempat mengaku senang dengan layanan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut. “Saya periksa kepala saya pusing sebelah kiri. Ya, sudah diperiksa sama Pak Dokter,” kata dia. Dia yang datang bersama suami, juga mendapat pemeriksaan lain. Di antaranya tensi, gula darah, kemudian steoke yang dialami sang suami. “Terima kasih Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur bersama stafnya sudah peduli untuk pengobatan gratis terutama yang kena dampak rob. Ini pertama kali saya periksa di sini. Rasanya senang dan bahagia bisa ditangani,” kata dia. Menik berharap, ke depan pemeriksaan kesehatan tersebut bisa lebih baik dan dilanjutkan terus, serta diperbanyak lokasinya. Adapun Yanti (55), warga lain, juga merasa senang akan adanya Speling yang langsung menyasar masyarakat. “Tadi saya periksa ada kondisi sesak dada, dan punya asam lambung. Tadi disarakan dokter, enggak boleh kecapekan,” katanya. Dia berharap kedepannya Speling menjadi terjadwal rutin untuk masyarakat, terutama wilayah yang sering terdampak banjir dan rob.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Sebut Kampus Tempat ‘Seksi’ Penyebaran Radikalisme

SEMARANG – Posisi Jawa Tengah yang strategis menjadi “Center of Gravity”, yang sebelum kemerdekaan sudah menjadi barometer ideologi, politik, dan hankam. Di sisi lain, posisi strategis tersebut justru dimanfaatkan kaum radikalisme untuk melakukan penentangan terhadap kemapanan tatanan kehidupan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) saat menjadi keynote speech pada “Seminar Kebangsaan Menghadapi Tantangan Radikalisasi dalam Mempertahankan Ideologi Negara”, Sabtu (14/06/2025) di Aula Fisip International Magnificent Encouraging Noble Auditorium (Fimena Fisip Undip). Seminar menghadirkan para pembicara, antara lain Rektor Undip Prof.Dr. Suharnomo, S.E., M.Si, Kepala Densus 88 ATT Polri Irjen. Pol. Sentot Prasetyo, S.I.K., Kasubdit Kontra Ideologi Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri KBP Moh Dofir,S.Ag,S.H.,M.H., Pemerhati HTI Dr. Rida Hesti Ratnasari ,M.Si, dan Dosen HI Undip Nadia Farabi, M.A. PhD. Disampaikan Gus Yasin, tercatat pada Januari 2025 jumlah mitra deradikalisasi yang dibina di Jawa Tengah sebanyak 351 orang, yang terdiri dari 28 orang di Karesidenan Banyumas, 47 orang Karesidenan Pekalongan, 46 orang di Karesidenan Semarang, 16 orang di Karesidenan Pati, 23 orang di Karesidenan Kedu, dan 191 orang di Karesidenan Surakarta. Dalam wawancara usai memberikan paparan, Taj Yasin menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan seminar tersebut. Menurutnya, kampus merupakan tempat yang sangat seksi dalam menyebarkan paham radikalisme oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. “Deradikalisasi ini harus kita galakkan terus, harus kita dorong. Maka pada hari ini saya senang sekali diundang mewakili Pak Gub untuk bicara tentang radikalisme di Indonesia dan berfikir bagaimana menanggapi pemikiran radikalisme, khususnya di kampus. Karena memang mereka akan menyusup dimana mana. Dan di kampus memang saat ini menjadi paling seksi untuk menyebarkan paham radikal oleh kelompok yang tidak bertanggung jawab,” ujar Taj Yasin. Dia mengakui, kampus merupakan tempat bersatunya ragam pemikiran. Namun demikian, oleh kampus pula, pemikiran tersebut dipersatukan dalam rangka membangun masyarakat yang lebih baik. “Terima kasih kepada Undip yang telah mengimplementasikan dalam menyatukan pemikiran untuk membangun masyarakat Jawa Tengah lebih baik,” kata Wagub. Pada kesempatan yang sama, Rektor Undip Prof Suharnomo mengatakan, kampus merupakan etalase pemikiran, yang terbuka untuk didiskusikan. Melalui seminar tersebut, kampus ingin mendapatkan informasi yang benar. Oleh karenanya, dihadirkan para pakar untuk memperoleh informasi yang cover both side. “Tidak ada yang perlu ditutup tutupi, mari didiskusikan saja, fakta yang ada di lapangan, dan dalam koridor NKRI,” ujarnya. Menurutnya, pemikiran yang ada hendaknya didiskusikan secara terbuka sehingga masyarakat kampus juga mendapatkan inside dari pakar yang benar yang jernih dan tajam. “Sekali lagi tidak dilarang untuk berpikir secara radikal, tetapi silahkan disampaikan secara terbuka. Ada tesa, sintesa, antitesa, dan lain sebagainya, sehingga anak kita mendapatkan pemahaman yang sangat clear tentang ideologi bangsa ini,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Atasi Banjir Demak, Pemprov Jateng Bagikan 28 Mesin Pompa dan Rp1,1 Miliar untuk 6 Desa Sayung

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Pemprov menyalurkan sarana prasarana (sarpras) berupa 28 mesin pompa air untuk 26 desa di Kabupaten Demak dalam upaya intrvensi mikro menanggulangi banjir dan rob. Desa yang disasar tersebar di beberapa Kecamatan, di antaranya Kecamatan Sayung, Karangtengah, hingga Bonang. Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, mengatakan, Upaya intervensi penanggulangan skala mikro tersebut sesuai arahan dari Gubernur Ahmad Luthfi saat rapat bersama lintas dinas dan instansi terkait dalam Upaya enanggulangan banjir dan rob di Demak. “Jadi hari ini kami menyerahkan sarpras mesin pompa air. Mudah-mudahan minimal ini bisa mengurangi permasalahan, khususnya yang ada di Sayung. Jadi mesin pompa air bisa digunakan secara mandiri oleh pemerintah desa di Sayung ini untuk mengurangi genangan,” katanya saat seremonial penyerahan sarpras dan dana keuangan, di Balai Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, Demak, Jumat, 13 Juni 2025. Khusus sejumlah enam desa di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, juga mendapat tambahan gelontoran keuangan total senilai total Rp1,1 miliar. Dana itu ditujukan untuk peningkatan sarpras pedesaan, khususnya dalam intervensi menanggulangi banjir dan rob, serta dampaknya. Secara rinci dana itu dialirkan kepada Desa Jetaksari, Kalisari, dan Banjarsari masing-masing mendapat Rp200 juta. Selanjutnya untuk Desa Sriwulan, dan Surodadi, masing-masing memperoleh Rp100 juta. Lalu Desa Timbulsloko yang merupakan salah satu wilayah terparah terdampak rob mendapat Rp300 juta. “Keuangan yang diserahkan, agar segera dieksekusi untuk peningkatan sarpras di desa-desa di Kecamatan Sayung ini,” kata Sumarno. Dalam kesempatan itu, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng juga menyalurkan 500 paket sembako yang ditujukan untuk masyarakat terdampak banjir dan rob di Kecamatan Sayung. Sumarno mengatakan, intervensi yang dilakukan Pemprov Jateng itu merupakan skala mikro yang bisa dilakukan pemerintah daerah. Adapun penanganan utama jangka panjang melalui tanggul laut (Giant Sea Wall) oleh pemerintah pusat. “Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah pusat. Dapat informasi, Pak Presiden juga akan membentuk otoritas khusus dalam rancang bangun giant sea wall ee yang dari Jakarta sampai ke Jawa Timur. Mudah-mudahan jadi perhatian, dan bisa terealisasi dengan cepat,” katanya. Di tempat yang sama, Camat Sayung, Sukarman, mengatakan, penyaluran mesin pompa air dan keuangan untuk peningkatan sarpras orientasinya untuk desa-desa terdampak banjir dan rob. Khusus di Kecamatan Sayung terdapat 20 desa. 10 di antarantya berada di sisi Utara Jalur Pantai Utara (Pantura), separuh lainnya terletak di sisi Selatan Pantura. “Harapannya dari pompa ini nanti benar-benar mampu membantu mengurangi beban dari warga di desa-desa tersebut. Dinas-dinas di Provinsi Jawa Tengah juga berduyun-duyun ke Kecamatan Sayung untuk memberikan berbagai kegiatan baik pelatihan maupun yang lainnya.” katanya. Lebih lanjut, dikatakan Sukarman, setiap desa-desa harus berkontribusi menanggulangi banjir dan rob dari sisi kepedulian terhadap lingkungan. Baik soal menempatkan sampah pada tempatnya, maupun normalisasi saluran irigasi di skala tingkat desa. Selain itu juga menghindari membangun bangunan liar tidak pasa tempatnya. Soal dana desa, kata Sukarman, penggunaannya juga agar diprioritaskan untuk membuat konsep penanggulangan banjir dan rob di wilayah masing-masing. Alokasinya harus sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Jadi dana desa pertahun ada yang dapat Rp1 miliar lebih ada yang kurang, itu semua sudah sesuai dengan koridor maupun regulasi yang ada. Mudah-mudahan pula tahun ini atau tahun depan sudah ada alokasi anggaran dari Pemkab Demak untuk menangani kondisi banjir dan rob tersebut,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Pengendara Senang Lalu Lintas Kembali Lancar, Pompa Pemprov Diharapkan Terus Bekerja

DEMAK – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah merekayasa lalu lintas dan menyedot limpasan air rob yang menggenang di Jalan Nasional Semarang-Demak (Sayung), mulai menuai hasil. Lalu lintas di sekitar KM 9 Semarang-Demak terlihat lancar, Jumat (13/6/2025). Menurut Subadi, warga Desa Sriwulan, lalu lintas di ruas Semarang-Demak KM 9, tepatnya di depan pabrik Polytron menjadi lebih lancar meski terkadang kendaraan masih merayap namun tidak lama. “Setelah adanya disedot (pompa air), dari Semarang-Demak sudah lancar. Tapi yang dari Demak-Semarang masih macet. Setelah ada pompa ini sudah bagus, harapannya cepat dibangun. Kemacetan hari ini sudah lumayan (terurai) daripada kemarin,” ujarnya. Hal serupa diungkapkan Syaiful Bowo. Pengendara truk asal Mranggen itu mengatakan, tidak perlu berjam-jam menghabiskan waktu dalam kemacetan yang mengular dari kawasan Lampu Merah Genuk ke Sayung. “Lancar sekarang. Kemarin dari lampu merah Genuk sampai sini (Jl Semarang-Demak KM 9) itu sampai satu jam. Sekarang Alhamdulillah sudah lancar,” ucapnya. Adapun Sri Wahyuningsih, warga Sriwulan, mengaku setelah jalan direkayasa, dengan memasang barrier, perjalanan terasa lebih singkat. Meski harus memutar jika harus ke Semarang, ia merasa perjalanan pulang ke rumah lebih singkat. Ia berharap, kinerja ini diteruskan, dan pemerintah lebih responsif untuk menyelesaikan permasalahan rob di Sayung. Mengingat, banyak warga yang menggantungkan perekonomian dari kelancaran arus transportasi. “Baru hari ini saya merasakan lancar. (sebelum ada penanganan) emosi saya karena untuk Genuk sampai sini satu jam lebih. Karena jalan semut sama jalan mobil, lebih cepat jalan semutnya. Ya bagus juga (setelah direkayasa) terima kasih juga,” paparnya. Seperti diketahui, Pemprov Jateng fokus menangani rob yang terjadi di wilayah Kecamatan Sayung-Demak. Beberapa program dilakukan, seperti merekayasa lalulintas di kawasan Jl Semarang-Demak KM 9 dengan memberi Water Barier dan pengaman tepi jalan. Selain itu, Pemprov Jateng juga mengoperasionalkan Mobile Pump Unit (MPU) untuk menyedot limpasan air rob di kawasan jalan tersebut. Disamping itu, bantuan logistik, trauma healing, bantuan kesehatan hingga bantuan pendidikan juga diberikan pada warga terdampak bencana.***

Ngopeni Ngelakoni

Warga Terdampak Banjir Sayung Demak Bersyukur Pompanisasi Pemprov Surutkan Air

DEMAK – Sejumlah warga terdampak banjir yang terjadi di Desa/Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak bersyukur karena pompanisasi yang dilakukan Pemprov Jawa Tengah berhasil memberi andil menyurutkan air di wilayah desa. Mashuri, warga Desa Sayung menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov Jateng yang telah memberikan bantuan program pompa untuk menyedot banjir di desanya. “Alhamdulillah, ada pompa dari Pemprov. Itu mengurangi debit air, walaupun ini masih ada yang tergenang, tapi Alhamdulillah, bisa berkurang,” ungkap Mashuri ditemui di desanya, Jumat, 13 Juni 2025. Ia berharap, pompanisasi yang dilakukan Pemprov di desanya bisa dilakukan secara tuntas, atau sampai semuanya surut. “Terima kasih, matur nuwun sanget. Cuma yang saya minta, bisa sampai tuntas pompanya,” harap Mashuri. Rumahnya yang terletak di RT 03 RW 04 sekarang sudah tidak lagi terendam banjir. Setelah sebelumnya, banjir sempat merendam tempat tinggalnya. “Kalau rumah saya, alhamdulillah, sudah asat (surut), tidak terkena banjir lagi. Rumah saya pinggir tanggul,” imbuhnya. Warga lain, Aris Sodikin mengatakan, rumahnya sempat terendam banjir karena Desa Sayung memang merupakan daerah rawan banjir setiap tahunnya. “Rumah saya saat banjir terendam hingga selutut saya. Padahal saat rumah saya bangun, ketinggian fondasinya sudah 1 meter lebih,” ucapnya. Sekarang kondisinya sudah surut setelah adanya program pompanisasi dari pemerintah beberapa waktu belakangan. Ia berharap, program pompanisasi akan terus berlanjut untuk menanggulangi manakala banjir kembali terjadi. “Terima kasih banget karena sudah dibantu dengan sedemikian rupa. Bahkan warga sendiri pun tidak bisa balas budi,” ungkapnya. Alif, warga lain mengatakan, penanganan program pompanisasi dari Pemprov ke wilayahnya telah berdampak pada surutnya air banjir. Ia mewakili masyarakat sangat berterima kasih atas jalannya program itu. “Untuk penanganan, saya selaku perwakilan warga, sangat berterima kasih. Soalnya, misalnya, tidak ada bantuan, ya banjir belum surut,” kata Alif. Banjir yang merendam wilayahnya diakibatkan oleh hujan yang turun di wilayahnya beberapa waktu terakhir. Oleh karena itu, banjir merendam wilayahnya. “Makanya, kalau banjir tidak ditangani, ya lama. Minimal banjir di sini ini satu bulan kalau disedot. Kalau enggak disedot ya lebih lama lagi,” ujarnya. Ia bersama warga sangat berharap agar sungai Dompo yang melintas di desanya dinormalisasi. Selain juga, agar pemerintah menguatkan tanggul-tanggul yang ada. “Untuk sebagian masyarakat itu aktivitas sudah normal. Tapi sebagian belum,” ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua RW 4. Pemprov Jateng diketahui telah melakukan penyedotan air banjir di wilayah Kecamatan Sayung sejak 26 Mei 2025. Tiga unit pompa miliki Dinas Pusdataru Jateng dan BPBD Jateng berhasil menyedot air banjir di Desa Sayung dan Desa Kalisari hingga saat ini telah surut.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Pantau Peralatan Penanganan Banjir Rob Sayung, Pemprov Siap Ringankan Beban Warga Terdampak

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bekerja sama dengan berbagai pihak terus mengupayakan penanganan banjir dan rob di wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Hal itu semata-mata untuk meringankan beban masyarakat, khususnya yang terdampak banjir dan rob. “Ikhtiar kami dari Pemerintah Provinsi, dari kabupaten, dari pemerintah pusat sudah kita lakukan, sehingga ditambah dengan doa (dari masyarakat Demak) semoga tidak rob lagi, ditambah dengan normalisasi, pompanisasi digalakkan, insya Allah akan segera meringankan beban masyarakat,” tutur Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen saat memantau peralatan penanganan banjir di tepi Sungai Dompo, Sayung, Jumat petang, 13 Juni 2025. Wakil Gubernur yang akarab disapa Gus Yasin itu menuturkan, dirinya meninjau sejumlah peralatan penanganan banjir di Sayung. Seperti pompa di tepi jalan pantura Purwosari Sayung, termasuk melihat kesiapan eksavator atau alat berat yang melakukan pengerukan di Sungai Dompo Sayung. “Saya cek alat-alat dari pemprov, mulai dari pompa, eksavator di hari ini ada satu, di hilir ada satu (lokasi pengerukan Desa Sayung). Dari kementerian PU, BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai), BBPJN (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional, insya Allah akan datang beri tujuh (pompa),” ujarnya. Gus Yasin melihat sinergi yang dilakukan di lapangan dalam penanganan banjir tersebut, memperlihatkan penanganan terus dilakukan secara maksimal. Diharapkan sungai bisa dilakukan normalisasi. “Artinya, itu akan segera bisa kita tangani, debit-debit atau sungai, insya Allah akan kita normalisasi,” imbuhnya. Dalam kesempatan itu, Gus Yasin menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masyarakat Demak yang telah kooperatif dalam memberikan masukan. Selain juga, doa dari masyarakat, diharapkan banjir bisa segera teratasi. “Saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat Demak yang selama ini kooperatif, santun untuk memberi masukan kepada kami, bahkan melakukan doa,” ucap Gus Yasin. Ia juga berterima kasih kepada para OPD Pemprov Jateng yang telah bekerja sama dan bersatu melakukan penanganan banjir di wilayah Demak dalam beberapa waktu terakhir. “Saya ucapkan terima kasih kepada seluruh OPD, termasuk dari Dinas Pusdataru, PU, dari Dinas Kesehatan, dan seluruh OPD yang saat ini sudah bergerak sejak beberapa hari lalu,” ungkapnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Disdikbud Jateng Beri Tas dan Alat Tulis, Siswa Terdampak Rob Gembira

DEMAK – Matahari belum meninggi saat rombongan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah memasuki halaman SMKN 1 Sayung, Kamis (12/6/2025). Di sudut area sekolah nampak masih ada tanah yang becek. Dinding sekolah terlihat bekas batas air genangan. Sekolah kejuruan yang terletak tak jauh dari garis pantai ini menjadi salah satu wilayah terdampak rob terparah. Air laut yang naik kerap membuat aktivitas belajar-mengajar terganggu. Di beberapa gedung sekolah itu sedang dilakukan pengurukan untuk meninggikan lantai agar terhindar dari rob. Namun hari itu, suasana sedikit berbeda. Tawa dan senyum para siswa terlihat ceria. “Senang sekali hari ini dikunjungi tim dari Disdikbud Jawa Tengah,” ujar Andini Anastasia, salah satu siswa SMKN 1 Sayung. Menurutnya, kunjungan tersebut merupakan bentuk perhatian terhadap sekolah yang terdampak rob dan memberi motivasi semangat belajar para siswa. Disdikbud Jateng juga memberikan bantuan tas dan alat tulis untuk siswa. “Bantuan tas dan alat tulis ini memberikan dorongan siswa untuk semangat belajar, meski di tengah gangguan rob,” imbuhnya. Selain SMKN 1 Sayung, rombongan Disdikbud Jateng yang dipimpin Kepala Sub Bagian Program, Roberto Agung Nugroho juga menyambangi SMAN 1 Sayung. Di sana, Roberto berbincang langsung dengan para siswa perihal kendala akses menuju sekolah hingga situasi belajar-mengajar akibat rob. Siswi SMAN 1 Sayung, Diana Samkhah mengatakan, bantuan tas dan alat tulis lebih dari cukup memberikan energi semangat bagi siswa yang selama ini terdampak rob. “Kami merasa pemerintah mendengar suara kami. Kami ini siswa yang terdampak rob. Dengan kunjungan dan bantuan itu memberikan dampak positif bagi siswa, untuk lebih semangat belajar,” katanya. Ia berharap, bencana rob yang melanda di sejumlah daerah di Sayung, Demak, bisa segera teratasi. “Harapannya rob bisa teratasi,” paparnya. Sementara Kepala Sub Bagian Program Disdikbud Jawa Tengah, Roberto Agung Nugroho menuturkan, pihaknya turun langsung ke sekolah yang terdampak rob sesuai instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin. “Kami menyalurkan bantuan berupa tas dan alat tulis kepada para siswa dan siswi yang terdampak rob. Harapannya bisa meningkatkan semangat belajar mereka,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya meninjau kondisi sekolah untuk mencari solusi penanganan rob. “Untuk sekolah ini kami akan berikan meteran listrik khusus buat pompa air, sehingga tidak menghambat kebutuhan listrik sekolah. Karena mereka sudah punya pompa air, jadi nanti kita berikan meteran listrik khusus buat operasi pompanya. Harapannya bencana rob ini bisa tertangani dengan baik,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Gatal, Stres Hingga Resti Warga Terdampak Rob Sayung Tertangani Speling Pemprov Jateng

DEMAK – Warga desa di Kabupaten Demak yang terdampak rob bisa melakukan pemeriksaan kesehatan gratis. Sakit gatal-gatal, stres, TBC, kanker serviks, maupun pemeriksaan kandungan bagi ibu hamil plus USG ditangani dokter spesialis Rumah Sakit Pemprov Jateng. Menariknya lagi, warga tidak perlu jauh-jauh datang ke rumah sakit, Program Speling (Dokter Spesialis Keliling) ini mendekatkan diri ke masyarakat. Hari ini Speling menyasar warga Desa Sayung. Pemeriksaan dilakukan di Balai Desa Sayung yang kebetulan berdampingan dengan Puskesmas setempat. “Saya stroke ringan. Kaki kalau untuk naik tangga tidak kuat. Tadi sudah diperiksa dokter,” kata Marsrohah warga Desa Sayung RT 3 RW 3 Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jumat, 13 Juni 2025. Ia mengaku senang karena dengan layanan Speling ini tak perlu jauh-jauh cek kesehatan. Cukup di balai desa dan membawa KTP saja syaratnya. Warga lainnya juga mengaku demikian. Rata-rata warga yang ikut periksa berusia lansia dan merasa pegal-pegal, sehingga langsung mendapatkan pemeriksaan maupun obat. Dekatnya tempat periksa di Balai Desa dengan rumah warga memudahkan mereka mendapatkan layanan. Kemudahan jarak itu juga dirasakan oleh Fatkhiatus Sofa, ibu hamil asal Desa Ngepreh RT 04 RW 06 Kecamatan Sayung. Ia bisa memeriksakan kandungannya yang menginjak trimester ketiga. “Jaraknya dekat rumah, jadinya nyaman. Tentu sangat membantu warga di desa. Cek kehamilan, USG dan konsultasi dengan dokter sangat membantu,” kata Fatkhiatus. Adminkes Muda Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinkes Jateng, Ambarwati mengatakan, jumlah warga yang periksa diperkirakan mencapai 100 orang, itu pun masih ada yang datang memeriksakan diri. Warga tinggal jalan kaki menuju lokasi karena jaraknya dekat. Ada tiga dokter spesialis yang dihadirkan dari RSUD Ahyatma Kota Semarang. “Masyarakat antusias datang, tapi memang yang diutamakan yang resti (resiko tinggi) lebih dahulu,” katanya. Usai pemeriksaan ada satu warga yang menderita Diabetes Militus dan harus di rujuk ke rumah sakit. Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, Speling di Demak dalam beberapa hari ini menyasar sejumlah Desa, yakni Purworejo, Sayung dan Sriwulan. Sasaran pemeriksaan adalah warga yang terdampak bencana banjir rob. “Sesuai perintah Pak Gubernur bahwa Speling mendekat ke masyarakat. Di Sayung dan sekitarnya dihadirkan dokter spesialis dari rumah sakit milik Pemprov Jateng,” kata Dyah. Program ini juga sesuai dengan instruksi Presiden guna meringankan beban masyarakat, khususnya dalam mendapatkan pelayanan dasar kesehatan. Dalam Speling di Sayung, Purworejo dan Sriwulan, lanjutnya, selain penyakit kulit juga antisipasi sakit kejiwaan karena stres. Maka dihadirkan dokter spesialis yang menangani. Dinkes Pemprov Jateng juga fokus pada pemeriksaan kehamilan/ibu hamil dan kanker serviks. Pemeriksaan bagi ibu hamil minimal dilakukan sebanyak 6 kali dalam 9 bulan (masa kehamilan). Pemeriksaan itu ditambah dengan cek janin melalui USG pada trimester pertama, atau usia kehamilan 3 bulan pertama dan trimester ketiga atau usia kehamilan 3 bulan terakhir. Speling di Sayung ini juga menjadi satu kesatuan dalam penanganan rob di Demak. Saat ini Pemprov Jateng fokus melakukan penanganan seperti pengerukan sedimentasi sungai, rekayasa jalan, pemasangan water barrier hingga pompanisasi. Penanganan rob di wilayah Semarang dan Demak ini sendiri bakal tertangani, jika pekerjaan tanggul laut atau giant sea wall selesai. Tanggul laut diperkirakan rampung dan fungsional pada 2026 mendatang. Sebelum itu rampung, OPD milik Pemprov Jateng turun langsung dan melaksanakan berbagai program penanganan rob terlebih dahulu.***

Scroll to Top