Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Sebut Forum Musyawarah Pondok Pesantren Punya Andil Sukseskan Program Pemerintah 

BANYUMAS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengatakan, Forum Musyawarah Pondok Pesantren (FMPP) se-Jawa-Madura punya andil dalam membantu menyukseskan program-program pemerintah.  Sebab, keberadaan pondok pesantren bisa menjadi media untuk menginformasikan berbagai program, maupun kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah kepada masyarakat. “Misalnya mengedukasi masyarakat untuk ikut mengantisipasi bencana banjir di hilir,” ucap Wagub saat memberikan sambutan pada FMPP ke- 43 se-Jawa-Madura di Pondok Pesantren At Taujieh Al Ismamy 2 Andalusia, Kabupaten Banyumas pada Rabu, 18 Juni 2025.  Pada kesempatan itu, Wagub juga meminta para ulama dari kalangan pesantren mampu menciptakan berbagai inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Salah satu contohnya adalah pengolahan daging menjadi kornet atau daging kaleng, yang sudah dilakukan saat mengolah daging kurban pada Hari Raya Iduladha lalu. “Iduladha kemarin, Baznas Jateng menyembelih 116 sapi diolah jadi kornet. Daging itu mampu bertahan dua tahun,” ucapnya. Wagub menyampaikan, inovasi semacam itu bisa dibahas dan didiskusikan oleh para peserta di FMPP se-Jawa-Madura tersebut. Tak hanya itu, forum itu diharapkan juga mampu memberikan masukan kepada pemerintah sebagai landasan dalam membuat kebijakan.  “Masih banyak permasalahan yang perlu diselesaikan dengan program atau kebijakan. Bantu dampingi kami,” ucapnya.  Sementara itu, Ketua FMPP se-Jawa-Madura, Adibussoleh Anwar, mengatakan, kegiatan FMPP ini diikuti setidaknya 216 lembaga pendidikan pondok pesantren dan 500-an orang delegasi. “Forum diskusi ini diharapkan jadi solusi penyelesaian atas masalah yang ada di di masyarakat,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Jelaskan Manfaat Program Pesantren Obah

KENDAL – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus menyosialisasikan program Pesantren Obah untuk penguatan pendidikan di pondok pesantren. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, mengatakan, dalam Pesantren Obah, salah satunya terdapat program beasiswa kuliah ke luar negeri untuk santri. Kemudian insentif penghafal Al-Quran, insentif guru agama, hingga bantuan sarana dan prasarana tempat ibadah. “Ini sebagai bentuk dukungan Pemprov Jateng, akan pendidikan yang berbasis keagamaan,” katanya saat menghadiri Haul ke-30 Almarhum Almaghfurlah KH Nor Chozin, dan Haflah Khotmil Qur’an ke 19 Ponpes Nurul Qur’an, di Halaman Masjid Al Muttaqin, Sukolilan, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal, Rabu 25 Juni 2025. Gus Yasin sapaan akrab Wagub Jateng, mengatakan, untuk beasiswa kuliah santri akan ada tim seleksi. Tim terdiri dari beberapa pihak, termasuk dari kalangan pondok pesantren. Adapun tujuan dari program beasiswa santri untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan penguatan karakter manusia dari pondok pesantren. “Nanti ilmu yang didapat (dari kuliah) harus diabdikan kembali mulai dari pondok pesantren,” ucapnya. Program lain yang terus disosialisasikan Gus Yasin, yakni insentif bagi santri penghafal Al-Quran. Dikatakannya, atas nama pribadi dan Pemprov Jateng senang akan banyaknya santri penghafal Al-Quran. Hal itu sebagai pondasi penguatan keimanan secara spiritual. “Semoga berkah dari menghafal Al-Quran sebagai bisa juga didapatkan banyak pihak, termasuk Pemprov Jateng dalam menjalankan tugasnya,” ucap sosok asal Kabupaten Rembang tersebut. Lebih lanjut, kata Gus Yasin, mengenai program pemberian insentif untuk guru agama, segera disempurnakan. Diharapkan bisa direalisasikan pada 2026. Insentif itu, kata Gus Yasin, sebagai apresiasi untuk guru-guru agama yang punya peran menjadi bentengnya pendidikan. “Para guru agama inilah yang berperan mewujudkan kerukunan masyarakat,” katanya. Dikatakan Gus Yasin, dari kerukunan masyarakat maka kondusivitas yang terjadi akan memicu gerak perekonomian. Contohnya, kata dia, iklim penanaman modal di Jateng diharapkan akan berjalan lancar sebagai salah satu instrumen penggerak perekonomian. Gus Yasin bilang, dimulai dari hal itu maka diharapkan akan membantu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) yang bakal digunakan untuk pembangunan di Jateng.***

Ngopeni Ngelakoni

Perkuat Kapasitas, Pengurus PKK Jawa Tengah Digembleng Kepemimpinan dan Organisasi

JOGJA – Untuk memperkuat kemampuan dan kapasitas pengurus PKK periode 2025-2030, Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah mengadakan pembekalan selama dua hari, Selasa-Rabo (24-25 Juni) 20205. Acara di Jungwok Blue Ocean Resort Gunungkidul Jogjakarta itu, dibagi dua sesi. Hari pertama para pengurus digembleng pembekalan materi organisasi, penggalian ide, manajemen program, kepemimpinan, tim work, analisa program, pemecahan masalah dan lainya. Dari siang hingga malam penguatan kapasitas diisi oleh pemateri Bangkit Ari Sasongko, Direktur LPP SLH dari NGO HIV/AID Banjarnegara.  Penyampaian materi berjalan sangat menarik. Dari awal hingga akhir, peserta diminta aktif berproses dalam menyerap materi. Diminta berdiri, maju kedepan, berkelompok, berdiskusi, menyelesaikan tugas, tanya jawab, hingga menjawab pertanyaan dengan menggeser kertas jawaban dari satu teman ke teman lainya. Peserta aktif terlibat dalam berbagai permainan. Di tengah-tengah acara, diminta senam dan ngedance supaya tidak jenuh.  “Kami sangat senang mengikuti model pembekalan dari awal hingga akhir karena hidup. Kami diminta aktif tidak hanya duduk mendengarkan. Kami jadi tahu, ternyata mengurus PKK ada ilmunya, tidak sekadar kumpul arisan dan ngerumpi,”kata Ny Zubaidah, salah satu peserta.  Peserta juga disuruh membuat tim memecahkan masalah-masalah PKK. Mulai dari isu kesehatan, ekonomi, sosial, perempuan dan gender, masalah anak, lingkungan, hingga pendidikan. Mereka diminta membuat program, apa masalahnya, bagaimana solusinya. Apa yang diharapkan masyarakat, apa kritik kepada PKK, apa program prioritasnya.  “Benar-benar memeras otak supaya kita bisa membuat dan merencanakan program yang dibutuhkan masyarakat,”kata Yulianto, pengurus PKK dari unsur laki-laki.  Ketua I Bidang Pembinaan Karakter Keluarga PKK, Ny Indah Sumarno, mewakili Ketua TP PKK Provinsi Jateng, Ny Nawal Arafah Yasin, dalam pembukaan acara menyampaikan, memang acara ini untuk memperkuat kemampuan pengurus dalam menjalankan roda PKK.  “Dari kegiatan ini kami berharap para pengurus punya kapasitas menjalankan 10 program pokok PKK kedepan. Ini berat tapi karena kita orang-orang militan, akan tetap semangat menyumbangkan tenaga dan pikiranya untuk PKK tanpa imbalan,” katanya.  Ny Nawal Arafah Yasin juga berpesan, agar diantara pengurus lama dan baru saling mengenal dan bersinergi membentuk kekuatan untuk menyangga tugas PKK. Sebab beban PKK sangat banyak, mengurus manusia mulai kehamilan, bayi, remaja, dewasa, hingga lansia.  “Ya ngurus anti narkoba, cegah pernikahan dini, ibu hamil, posyandu Lansia dll. Dibutuhkan  kepedulian dan kekompakan, itu kunci keberhasilan PKK,”pesan Ning Nawal, panggilan akrabnya.  Sekretaris PKK Provinsi Jateng, Ema Rachmawati, dalam evaluasi kegiatan mengatakan, semua pengurus PKK harus kompak dan berkolaborasi dalam menjalankan program. Dari materi yang diberikan pembicara harus bisa dipahami dan dijalankan. Intinya sebuah organisasi harus kolaborasi dan berbagi peran. “Kita harus saling terbuka jangan menutup diri supaya tidak ada ganjalan dan kendala dalam menjalankan organisasi bersama, “katanya. Pengisi materi, Bangkit Ari Sansongko menjelaskan, bekal paling utama pengurus PKK adalah memahami potensi masing-masing, kapasitas, dan kekompakan kerja tim. Satu sama lain harus saling membutuhkan. Ada tim yang berperan sebagai Front Line (pemimpin), Support Sistem( penyedia konsep, data, dan analisa), dan Ground Zone (tim bagian bawah atau grassroot). Ketiganya harus bersinergi dan saling membutuhkan.  “PKK itu aset sosial yang luar biasa.Tugas PKK adalah tugas kenabian yang sangat mulia membantu masyarakat,”katanya.  Tim ahli PKK Jawa Tengah, Fachruroji menambahkan, dalam manajemen PKK harus ada skala prioritas program supaya benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Mana yang penting mendesak, mana yang penting tidak mendesak, mana yang tidak penting dan tidak mendesak.  “Kelemahan kita itu membuat program tanpa kajian. Harus ada skala prioritas supaya tepat menjawab kebutuhan masyarakat. Misal musim pendaftaran sekolah, beli pakaian tidak penting, yang penting dan mendesak adalah biaya sekolah,” kata Oji, panggilan akrabnya.  Kegiatan hari kedua, Rabo 25 Juni 2025, dihadiri langsung Ketua TP PKK Provinsi Jateng Ny Hj Nawal Arafah Yasin. Isteri Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen itu memimpin langsung studi banding dan orientasi lapangan. Tim PKK diajak kunjungan meninjau pusat pertanian CV Pendawa Kencana Jogjakarta.***

Ngopeni Ngelakoni

Usulan Konsep Hybrid Sea Wall untuk Tanggul Laut Demak Sejalan Arahan Menko AHY

JAKARTA – Rencana Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengusulkan konsep Hybrid Sea Wall untuk perpanjangan pembangunan tanggul laut di Kabupaten Demak, sejalan dengan arahan dari Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Arahan itu disampaikan oleh Menko saat mengikuti Rapat Kerja Gubernur dalam Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD-MPU) Tahun 2025 di Hotel Borobudur Jakarta pada Selasa, 17 Juni 2025. Menko menyampaikan, penanganan rob perlu diarahkan dengan konsep hybrid di sepanjang pesisir pantai utara Jawa. Hal itu sesuai dengan kondisi wilayah yang terdampak rob. Konsep penanganan rob secara hybrid, menurutnya akan memperkuat dan melindungi masyarakat dari bahaya banjir rob dan penurunan permukaan tanah. Ia berharap, pembangunan tanggul laut tak hanya mengandalkan beton, tetapi juga berkonsep pada pendekatan natural kewilayahan. Salah satunya dengan pemulihan ekosistem bakau atau mangrove. Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyampaikan bahwa pihaknya menyambut positif arahan Menko AHY, karena hal ini juga sesuai dengan rencana Pemprov Jateng yang mengajukan usulan penanganan rob, dengan konsep hybrid sea wall. “Konsep dari Undip ini menawarkan hybrid sea wall, karena kontur tanah yang ada di Jawa Tengah ini lunak, artinya berbeda (dengan) daerah yang lain,” katanya. Rencananya, konsep ini akan dibawa ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk dirapatkan kembali. Apabila secara teknis dinilai cocok diterapkan di pesisir Demak, maka konsep ini bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya. Wagub menyampaikan, konsep hybrid sea wall sudah diuji coba oleh Undip pada tahun 2013 di Desa Timbulsloko, Kabupaten Demak. Hasilnya, penerapan konsep ini cukup baik dalam menahan laju abrasi/pengikisan. Hybrid sea wall didesain dengan kombinasi beton ringan berupa kelontong atau tabung, untuk menahan ombak. Konsepnya, konstruksi beton itu ditata tiga tumpuk ke atas, diisi dengan material hasil pengerukan sedimentasi sungai, dan dijadikan media tanam mangrove. Hal ini bertujuan untuk membentuk ekosistem mangrove baru secara alami di kawasan pesisir. Sementara dari sisi pembiayaan, konsep ini dinilai lebih murah.***

Ngopeni Ngelakoni

LKPP Apresiasi Jawa Tengah Pionir Konsolidasi Pengadaan, Efisiensi Capai 30 Persen

SEMARANG – Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Hendrar Prihadi menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi pionir dalam menerapkan konsolidasi pengadaan. Melalui konsolidasi yang dilakukan sejak dua tahun terakhir, sejumlah belanja seperti seragam dan alat kesehatan berhasil dihemat hingga 20–30 persen. Pernyataan tersebut disampaikan Hendrar dalam acara Peningkatan Tata Kelola Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah melalui Konsolidasi Pengadaan di Provinsi/Kota/Kabupaten Wilayah Jawa Tengah, di Gedung C Lantai 10 Kantor Gubernur Jawa Tengah, Semarang, Kamis, 19 Juni 2025. “Jawa Tengah termasuk salah satu pioner yang menerapkan konsolidasi pengadaan di wilayah provinsi. Saya ingat persis dua tahun terakhir di pengadaan seragam, alat kesehatan, itu selalu dilakukan konsolidasi dulu sebelum dibeli oleh PPK. Kenapa ini penting, karena catatan dari hasil konsolidasi di Jawa Tengah, hampir 20–30 persen anggaran itu bisa dilakukan efisiensi,” kata pria yang akrab disapa Hendi itu. Ia berharap langkah ini bisa menjadi contoh bagi seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah agar turut menerapkan konsolidasi. “Sehingga akhirnya anggaran belanja pengadaan bisa lebih efisien dan bisa digunakan untuk pembangunan yang lain,” imbuhnya. Dalam paparannya, Hendi juga menyampaikan pengadaan barang dan jasa memiliki peran penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. “Saya sudah sampaikan pada Yasin untuk bisa dikawal supaya ada kemanfaatannya. Nilai-nilai rupiahnya juga benar-benar terukur,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyambut baik arahan Kepala LKPP dan menyatakan, Pemprov Jateng terus berupaya mendorong efisiensi pengadaan secara lebih masif. “Ya, hari ini saya mendampingi Pak Kepala LKPP. Untuk bagaimana efisiensi pengadaan barang jasa di Jawa Tengah ini lebih masif lagi. Tadi sudah disampaikan bahwa konsolidasi sudah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Akan tetapi memang kami masih menganggap bahwa angka di 57 koma sekian persen itu masih sedikit ya,” ucap Taj Yasin. Ia menambahkan, selain melalui e-Katalog dan e-Kajian, Pemprov juga menggandeng akademisi dan pegiat pengadaan untuk mengevaluasi lebih dalam efektivitas dan kualitas belanja pemerintah. “Ternyata memang ada yang lebih murah lagi. Akan tetapi murah ini tidak terus kita ambil langsung. Kita juga harus mengkaji bagaimana kekuatannya, akuntabilitasnya ke depannya bagaimana? Jangan sampai nanti karena kita pengin efisien, yang lebih murah, tetapi barangnya tidak baik,” tegasnya. Hasil pemantauan LKPP RI, hingga 16 Juni 2025 menunjukkan kinerja pengadaan Provinsi Jawa Tengah sangat positif, yakni Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) tercatat 89,1%, tertinggi di antara pemerintah provinsi lainnya. Realisasi belanja PDN Pemprov Jateng mencapai Rp1,696,5 miliar, dengan Kota Semarang sebagai kontributor terbesar (Rp608,3 miliar). Untuk pengadaan melalui e-Purchasing, Pemprov Jateng mencatat 57,4%, dengan nilai realisasi sebesar Rp1,092,8 miliar. Kota Semarang juga tercatat sebagai yang tertinggi dalam belanja e-Purchasing, mencapai Rp395 miliar, disusul Surakarta dan Banyumas. Angka-angka tersebut menjadi indikator keberhasilan Jawa Tengah dalam mendorong transparansi, efisiensi, dan optimalisasi anggaran belanja melalui pengadaan berbasis digital dan konsolidasi.***

Ngopeni Ngelakoni

Ning Nawal Beberkan Tiga Strategi Asuh Anak di Era Digital

SEMARANG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah menjalin kerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah, untuk memperkuat edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat. Kerja sama itu dilakukan, mengingat jangkauan PKK luas hingga tingkat dasar wisma. Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan di Balatkop Jateng, oleh Kepala BNNP Jateng Brigjen Pol Agus Rohmat dan Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin, Kamis (19/6/2025). Melalui kerja sama tersebut, diharapkan PKK dengab jaringannya yang luas, dapat menyebarkan informasi tentang bahaya narkoba. “Ini strategis karena PKK merupakan elemen bangsa yang berada di tengah masyarakat, yang langsung bertemu dengan warga, sebagai perpanjangan tangan pemerintah, khususnya BNN, untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di Jateng,” ujar Brigjen Agus Rohmat. Materi edukasi yang akan disebarkan mencakup tulisan, flyer, video, dan gambar, yang bisa dibagikan oleh kader PKK ke seluruh wilayah di Jawa Tengah. Kerja sama itu juga menjadi penguatan dari kesepakatan serupa, yang pernah dilakukan tiga tahun lalu. Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin menyambut baik kolaborasi itu, dan berharap seluruh kader PKK dapat turut serta menyosialisasikan informasi tersebut ke masyarakat melalui dasa wisma. Menurutnya, edukasi bahaya narkoba merupakan bagian dari pengasuhan anak, yang wajib diterapkan dan disebarkan oleh Kader PKK.***

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Tegaskan Pemahaman Al-Qur’an Bentengi Santri dari Paham Radikal

SOLO – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan pemahaman terhadap isi dan makna Al-Qur’an dinilai menjadi kunci penting untuk menumbuhkan sikap moderat, cinta damai, dan menjaga bumi. Sehingga dapat membentengi generasi muda dari paham radikalisme dan intoleransi. Capaian itu tidak cukup hanya dengan hafalan Al-Qur’an saja. Hal itu disampaikan Gus Yasin dalam acara Wisuda Haflah Akhirussanah 138 Santri Pesantren Tahfidz Daarul Qur’an Surakarta yang digelar di Hotel Alana, Solo, Kamis, 19 Juni 2025. “Ya jadi karena Al-Qur’an ini adalah kitab suci yang selaras dengan zaman, maka saya berharap belajarnya tidak sampai pada hanya menghafal, akan tetapi juga bagaimana bisa ikut andil dalam memahamkan Al-Qur’an,” ujar putra kyai kharismatik almarhum Mbah Maimoen Zubaer itu. Menurut Gus Yasin, pemahaman yang utuh terhadap Al-Qur’an secara otomatis akan membentengi seseorang dari ideologi-ideologi menyimpang. “Karena apa? Ketika orang itu memahami Al-Qur’an dengan baik, saya yakin bahwa paham-paham yang terkait radikalisme, intoleransi ini pasti akan terkotakkan dengan sendirinya,” tegasnya. Ia menekankan, pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang moderat dan berwawasan kebangsaan. Melalui pemahaman Al-Qur’an yang mendalam, santri dapat menjadi pelopor dalam menjaga kerukunan serta menolak segala bentuk kekerasan atas nama agama. Tak hanya itu, Gus Yasin juga mengaitkan nilai-nilai dalam Al-Qur’an dengan kesadaran menjaga lingkungan. “Dan tentu ketika memahami Al-Qur’an, saya yakin bahwa di dalam Al-Qur’an itu ada perintah untuk menjadi kholifah atau penjaga bumi,” ujarnya. Menurutnya, memahami perintah sebagai “khalifah fil ardh” (penjaga bumi) akan menumbuhkan sikap tanggap terhadap isu lingkungan dan bencana. “Kalau mau bumi ini menjadi kuat, bertahan, tidak hancur, maka harus ada ekosistem yang dijaga. Dengan memahami Al-Qur’an, mereka pasti akan tanggap terhadap kebencanaan. Bagaimana saat ini melanda di daerah-daerah kita, ada banjir, ada rob. Itu ketika sudah memahami, saya yakin mereka akan menjaga sendiri ekosistem itu,” lanjutnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Seruni KMP Bantu Fasilitasi Air Bersih di Sragen, Selaras dengan Program Penuntasan Tengkes di Jateng

SRAGEN – Solidaritas Perempuan untuk Indonesia era Kabinet Merah Putih (Seruni KMP), memberikan fasilitas sumber air bersih, sanitasi, dan pencegahan tengkes di Desa Juwok, Sukodono, Selasa (17/6/2025). Hal itu didukung Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, karena selaras dengan program PKK Jateng yang ikut menuntaskan stunting. Pemberian bantuan tersebut dipimpin pembina Seruni KMP Selvi Ananda Gibran Rakabuming. Acara tersebut, dipusatkan di Pendopo Desa Juwok. Turut hadir Ketua Umum Seruni KMP Tri Tito Karnavian, Ketua TP PKK Jateng Nawal Nur Arafah, jajaran pengurus Seruni KMP, VP CSR dan SMEPP Management PT Pertamina (Persero) Rudi Ariffianto, dan Ketua Dekranasda Sragen Linda Sigit Pamungkas. Pada sambutan, Selvi menekankan, bantuan tersebut merupakan respon pemerintah dalam menyelesaikan permasalahan kekeringan yang terjadi di Sragen. Pada kegiatan tersebut, diberikan bantuan pembangunan 16 titik sumur bor dan jaringan perpipaan, 70 fasilitas sanitasi seperti jamban dan bedah dapur, serta alat pemurnian air bersih. Dia mengatakan, air merupakan elemen yang penting untuk kehidupan. Karena, air dan sanitasi buruk dapat meningkatkan risiko penyakit, terutama bagi anak-anak. Hal tersebut dapat menjadi pengganggu kesehatan anak dan menyebabkan stunting. “Kita menyadari air itu elemen penting untuk kehidupan kita. Dengan bantuan ini, semoga ke depan tidak ada lagi kekeringan yang terjadi di Kabupaten Sragen. Untuk menjamin keberlangsungan kehidupan, jaga kesehatan dan tingkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya. Selvi mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh Seruni KMP. Dia berharap agar bantuan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat. Ketua TP PKK Jateng Nawal Nur Arafah menyampaikan, di Jawa Tengah, pemprov bersama PKK juga massif melakukan penyediaan air bersih dan penuntasan stunting. Di antaranya dengan program desalinasi air, untuk mengubah air payau jadi layak minum. Ning Nawal panggilan akrabnya juga menekankan pentingnya kualitas air. Menurutnya, kasus tengkes tidak hanya karena defisit gizi, bisa pula bermula dari kualitas air minum yang buruk, hingga kekurangan hormon tiroid. Untuk mengatasi tengkes di Jateng, PKK menggelar program Genting atau gerakan orang tua asuh cegah stunting, yang melibatkan dokter spesialis anak. Selain itu, PKK juga menggandeng Pemprov Jateng, untuk menyelenggarakan program Speling atau dokter spesialis kelliling.***

Ngopeni Ngelakoni

Atasi Rob Demak, Taj Yasin Usulkan konsep Hybrid Sea Wall untuk Perpanjangan Tanggul Laut

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mengusulkan konsep Hybrid Sea Wall untuk perpanjangan pembangunan tanggul laut di Kabupaten Demak. Konsep yang berasal Tim Pengendalian Banjir Pasang Rob Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu dinilai lebih hemat dan efisien. Hybrid sea wall didesain dengan kombinasi beton ringan berupa kelontong, untuk menahan ombak. Konsepnya, konstruksi beton kelontong ringan itu ditata tiga tumpuk ke atas, diisi dengan material hasil pengerukan sedimentasi sungai, hingga mampu menjadi media tanam mangrove. Tujuannya agar membentuk ekosistem mangrove baru secara alami, di kawasan pesisir. Dari sisi pembiayaan, konsep ini dinilai lebih murah. “Konsep dari Undip ini lebih hemat. Harapan kami bisa menangani banjir dan rob di seluruh Kabupaten Demak. Ekosistem juga bisa dikembalikan dengan edukasi penanaman mangrove,” kata Taj Yasin saat rapat koordinasi lintas sektoral untuk penanganan banjir dan rob Demak, di ruang kerjanya, Kota Semarang, Senin, 16 Juni 2025. Taj Yasin mengatakan, dengan menerapkan skema hybrid sea wall, diharapkan bisa memperpanjang pembangunan benteng alami di wilayah pesisir. Dikatakannya, target semula, perpanjangan pembangunan tanggul laut di Demak bertambah sepanjang 10 KM. Pihaknya berharap bisa bertambah menjadi 20 KM, hingga Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Rencananya, konsep ini akan dibawa ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk dirapatkan kembali. Apabila secara teknis dinilai cocok diterapkan di pesisir Demak, maka bisa menjadi dasar untuk langkah selanjutnya. Wakil Kepala LPPM Undip Bidang Pengabdian, Achmad Zulfa Juniarto dalam paparannya mengatakan, area terdampak banjir dan abrasi khusus di Kecamatan Sayung, lebih cepat dan luas dalam sepuluh tahun terakhir. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Undip mengonsepkan hybrid sea wall. Konsep ini bermanfaat dalam memperkuat dan memulihkan ekosistem pesisir. Selain itu lebih adaptif karena sistem berlapis dan berbasis alam, serta lebih hemat karena memulihkan ekosistem secara alami. Contoh yang sudah dilakukan berada di Desa Timbulsloko, Kecamaran Sayung, dan Desa Purworejo, Kecamatan Bonang. Project hybrid sea wall yang dimulai pada 2012 di Timbulsloko telah mengembalikan sempadan pantai sepanjang 100 meter. Tingkat keberhasilan pertumbuhan mangrove mencapai 90 persen. “Tanaman mangrove dalam 6 tahun pertumbuhannya 4-6 meter. Inilah yang disebut dengan konsep hybrid sea wall,” kata dia.***

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin akan Ikut Istigotsah Bersama Warga Sayung untuk Berdoa Minta Selamat dari Banjir dan Rob

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) menyatakan akan hadir dan ikut doa bersama warga NU di Sayung, di acara istighotsah menghadapi banjir rob Sayung kabupaten Demak, yang akan diadakan Minggu (15/06/2025), di jalan Pantura depan Pabrik Polytron Sayung. Kata Wagub, istighotsah bagian dari doa untuk meminta pertolongan Alloh supaya warga terhindar dari bencana. “Istighotsah kita akan ikut. Wong itu kan doa ya. Jadi doa tidak boleh dilarang,” ujarnya, usai menyampaikan Keynote Speech pada “Seminar Kebangsaan Menghadapi Tantangan Radikalisasi dalam Mempertahankan Ideologi Negara”, Sabtu (14/06/2025) di Aula Fisip International Magnificent Encouraging Noble Auditorium (Fimena Fisip Undip). Dikatakan Wagub, agama memerintahkan agar dilakukan ihtiar secara dhohir. Oleh karenanya, dalam menangani banjir rob Sayung Demak, Pemprov Jateng dan pemerintah membuat tanggul “giant sea wall”, sebagai penghalang abrasi di pesisir. Selain itu, dilakukan juga pembuatan kolam retensi raksasa untuk penampung air. Pemprov kerjasama berbagai pihak juga memompa air dari lokasi bencana, mengeruk sungai, menanam mangrove, hingga program desalinasi (merubah air payau menjadi layak minum). “Upaya ini sudah dilakukan dengan menjaga lingkungan dengan baik. Kami bersyukur kawan NU membantu kami secara doa,” kata Wagub. Doa yang dipanjatkan, kata Wagub, adala agar rob-nya berkurang. Sehingga pembangunan Giant Sea Wall berjalan lancar. Doa juga memohon supaya hujan tidak banyak turun selama pembangunan nanti berlangsung. Pada kesempatan yang sama, Rektor Undip Prof Suharnomo mengatakan, Undip sudah sekitar tiga tahun lebih atau bahkan empat tahun, ada di Moro, Demak dan Sayung, untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai bentuk pengabdian yang dilakukan antara lain, pembuatan mangrove terintregasi, desalinasi, dan pertanian nelayan. Selain itu juga membangun jamban terbang, dan penanganan stunting. “Kita dukung Pak Gub dan Pak Wagub dengan menyumbangkan tim terbaik dari Undip yang akan bertemu beliau sore ini (Sabtu sore-red). Untuk menyampaikan ini konsep dari Undip. Kita berikan pakar-pakar terbaik,” ujar Rektor. Menurutnya, pada pertemuan tersebut, akan banyak hal yang akan disampaikan. Misalnya, giant sea wall yang terbaik seperti apa. Yang di dalamnya ada community development, yakni masyarakat yang berpartisipasi. “Ini bukan hanya tentang technical, tetapi tentang masyarakat yang terlibat di dalamnya, sehingga sama-sama self belongingnya, melibatkan masyarakat, pemerintah dan kampus. Yang paling utama, pemerintah konsen, dan tidak merasa abai terhadap kehidupan masyarakat,” pungkasnya.***

Scroll to Top