Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Masuk Prioritas Pemerintah Pusat, Panjang Giant Sea Wall Semarang-Demak Berpotensi Ditambah 10 KM

JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin melakukan rapat dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo di Kantor Kementerian PU, Jakarta, Kamis, 12 Juni 2025. Rapat itu membahas mengenai penanganan banjir rob di Kabupaten Demak. Rapat yang juga diikuti oleh perwakilan masyarakat dan PCNU itu menghasilkan beberapa kesepemahaman. Salah satunya adalah potensi penambahan panjang giant sea wall (tanggul laut) wilayah Kabupaten Demak dan Kota Semarang. Penambahan itu merupakan permintaan masyarakat agar rob di wilayah Sayung Demak dan Kota Semarang tidak meluas. “Tadi sudah bertemu dengan Menteri PU, sudah dijelaskan usulan dari masyarakat Kabupaten Demak, kita sampaikan terkait penambahan giant sea wall untuk tanggul,” kata Taj Yasin usai rapat. Usulan penambahan tanggul rob berada di sisi Timur Tol Semarang-Demak. Panjangnya lebih kurang 10 km dengan usulan pendanaan senilai Rp1,7 triliun. Itu akan diprioritaskan untuk penanganan rob di Kecamatan Sayung, Kecamatan Karangtengah, Kecamatan Bonang, dan Kecamatan Wedung, dengan total 22 desa yang terdampak rob. Taj Yasin mengatakan, usulan penambahan panjang giant sea wall tersebut sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto. Di mana Presiden telah menyampaikan bahwa tanggul laut raksasa itu akan dibangun di sepanjang pantai Utara Pulau Jawa, mulai dari Provinsi Banten sampai Jawa Timur yang berpotensi rob. Sementara untuk penanganan jangka pendek, kata Taj Yasin, normalisasi sungai di wilayah Sayung (Sungai Dombo) sudah dimulai. Alat berat seperti ekskavator sudah diterjunkan ke lokasi, pompa tambahan juga dikerahkan, baik dari Dinas PU maupun Pusdataru Provinsi Jawa Tengah. Seluruh dinas di Pemprov Jateng juga akan ikut mem-backup, baik untuk memastikan masyarakat mendapatkan pasokan makanan maupun penanganan yang sifatnya kondisional. Hal ini akan dilakukan kira-kira sampai satu pekan ke depan. “Itu semua sudah dilakukan. Normalisasi juga sudah mulai kami lakukan. Tadi juga disampaikan oleh Kementerian akan ada tambahan pompa sebanyak lima unit yang kapasitasnya lebih besar. (Pompa) yang waktu itu digunakan untuk penanggulangan banjir bandang di perbatasan Demak-Kudus tahun 2023-2024. Itu juga akan diturunkan,” katanya. Terkait penambahan pompa dari kementerian tersebut juga sudah ada koordinasi dengan Wakil Bupati Demak, terutama untuk titik-titik penempatan pompa. Diutamakan pada titik lokasi dengan genangan rob yang dalam, sehingga dalam waktu 2-3 hari sudah bisa menurunkan sekitar 30 cm. “Itu kalau dilakukan terus-menerus insyaallah daerah-daerah itu akan cepat surut,” jelasnya. Bantuan lain dari Kementerian PU adalah penambahan 7 ekskavator yang akan segera dikirimkan untuk normalisasi sungai di wilayah Demak. Menurut Taj Yasin, hasil kerukan sedimentasi sungai tersebut akan diberikan kepada masyarakat untuk pengurukan rumah atau fasilitas umum. “Itu akan kita berikan semuanya, tidak ada pungutan biaya, sehingga tidak hanya menormalisasikan sungainya tetapi juga membantu masyarakat yang terdampak rob. Itu kesepakatan-kesepakatan dan akan segera dilaksanakan,” ungkapnya. Lebih lanjut, masyarakat juga akan menggelar istighosah pada hari Minggu, 15 Juni 2025. Istighosah tersebut merupakan bentuk upaya meminta kepada Allah SWT agar bencana rob bisa segera berkurang. “Insyaallah istighosah ini baik untuk meminta kepada Allah, kepada Tuhan, semoga bukan hanya ikhtiar kita dengan menjalankan giant sea wall dan penambahan giant sea wall,” kata Taj Yasin. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jawa Tengah, Hanung Triyono menambahkan, penanganan jangka panjang tahun 2025 ini, Presiden Prabowo Subianto akan membentuk Badan Otorita Penanganan Tanggul Laut Pantai Jawa, dengan prioritas pada Jakarta dan Semarang. “Penanganan jangka pendek yang telah dilaksanakan oleh Pemprov Jateng saat ini akan ditambah dari BBWS Pemali-Juwana sebanyak 12 Pompa dengan kapasitas 500 Liter/detik. Normalisasi beberapa sungai dan anak sungai di Demak telah dilaksanakan. Pemprov telah menyediakan 3 unit ekskavator, lalu akan ditambah 7 unit dari Kementerian PU beserta alat pendukungnya,” katanya. Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Demak Muhammad Aminudin berterima kasih karena apa yang menjadi jeritan dan tangisan warga terkait rob direspons baik oleh pemerintah pusat, meskipun dari awal Pemkab dan Pemprov sudah melakukan sebuah aksi. “Alhamdulillah sekarang ada tanda-tanda yang jelas untuk diselesaikan, baik oleh pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat. Kami sangat berharap istighosah besok itu, baik dari kementerian maupun dari kepresidenan bisa hadir, sehingga apa yang menjadi kekhawatiran dan ketakutan warga terobati,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Tangani Korban Banjir Rob Demak, dari Pelayanan Gratis hingga Bantuan Sembako

DEMAK – Bukan hanya berupaya mengendalikan banjir rob, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memberikan pelayanan kesehatan gratis dan pembagian sembako kepada warga terdampak air pasang di wilayah Kabupaten Demak. Pelayanan kesehatan gratis melalui program Spesialis Keliling (Speling), Kamis (12/6/2025) dilaksanakan di Desa Purworejo, Bonang, Demak. Dalam kegiatan tersebut melibatkan para Dokter Spesialis (Spesialis Obsgyn, Penyakit Dalam, Kulit, Jiwa, dan Anak) dari RSJD Dr Amino Gondohutomo dan RSUD Sunan Kalijaga Demak. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar mengatakan, kegiatan Speling tersebut akan dilaksanakan beberapa hari ke depan di desa-desa terdampak rob. Di antaranya Purworejo Kecamatan Bonang, Sriwulan dan Sayung Kecamatan Sayung. “Kami memberikan layanan Speling ini untuk warga terdampak rob. Ini akan berlangsung beberapa hari ke depan di desa-desa yang terdampak rob di Demak,” ujarnya. Kegiatan tersebut, lanjut dia, sebagai bentuk bahwa negara hadir untuk meringankan beban masyarakat terutama memberikan akses kesehatan gratis bagi masyarakat terdampak rob. “Sesuai instruksi Gubernur bahwa persoalan rob bukan hanya penanganan airnya saja, tapi juga dampak yang dirasakan masyarakat seperti kesehatan. Maka, negara hadir dalam hal ini akses kesehatan gratis melalui program Speling,” terangnya. Dijelaskan, program Speling diluncurkan oleh Gubernur Jawa Tengah, pada 3 Maret 2025 bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dan melibatkan 7 Rumah Sakit Provinsi Jawa Tengah. Program ini disambut baik masyarakat sebagai penerima manfaat. Seiring berjalannya waktu, program Speling dikembangkan untuk dilaksanakan di 1.278 desa dengan didukung oleh 35 Pemerintah Kab/Kota, baik Dinas kesehatan kab/kota, 361 Rumah Sakit baik Rumah Sakit Pemerintah maupun swasta, Puskesmas dan Desa. “Program ini bertujuan untuk mendekatkan Akses Layanan Kesehatan Spesialis kepada masyarakat hingga ke tingkat desa. Program ini selaras dengan Quick Win Presiden RI yakni Cek Kesehatan Gratis,” tuturnya. Maka, diharapkan melalui Speling dapat memberikan dampak yang siginifikan terhadap penurunan kasus kematian ibu, percepatan penanganan stunting, peningkatan keberhasilan pengobatan TBC, penanganan dini kasus kanker serviks, serta menurunnya masalah kesehatan jiwa dan penyakit tidak menular lainnya. “Speling wujud nyata Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah,” imbuhnya. Selain kesehatan gratis, Pemprov Jawa Tengah juga berbagi bantuan beras cadangan pangan pemerintah daerah (CPPD), oleh Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah, Dyah Lukisari mengatakan, pada pemberian bantuan hari itu, menyasar lima desa yang terdampak bencana. Di antaranya, Desa Ploso Kecamatan Karang Tengah, Desa Sukodono Kecamatan Bonang, Desa Krajanbogo Kecamatan Bonang, Desa Kalisari Kecamatan Sayung dan Tridonorejo Kecamatan Bonang. “Setiap satu desa memperoleh bantuan beras satu ton, untuk 200 kepala keluarga, atau masing masing lima kilogram per kepala keluarga. Sebelumnya, kami juga telah memberikan bantuan untuk delapan desa terdampak bencana,” ungkapnya. Disebutkan, masih akan ada bantuan yang diberikan pada sembilan desa lain, pada dua hari ke depan. Pada kesempatan yang sama, Dinas Sosial Jawa Tengah juga memberikan bantuan pada warga terdampak banjir. Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Dinas Sosial Jateng, Wahyu Gunadi Saputro mengatakan, bantuan berupa makanan siap saji, kasur, perlengkapan anak (kids ware), tenda gulung, dan family kit. “Kami menjalankan tugas sesuai arahan Bapak Gubernur untuk membantu saudara-saudara kita di Kecamatan Sayung. Hari ini kami menyasar dua lokasi, dengan total bantuan sosial senilai Rp 45.225.250 yang bersumber dari APBD dan APBN,” ujar Wahyu. Selain menyalurkan bantuan, tim dari Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah juga melakukan asesmen kondisi warga untuk memastikan penanganan lanjutan berjalan tepat sasaran. Pendampingan psikososial turut diberikan kepada warga yang mengalami tekanan akibat situasi darurat ini.***

Ngopeni Ngelakoni

Kurangi Dampak Banjir Rob Demak, Pusdataru Jateng Keruk Sedimentasi Sungai Dombo Sayung

DEMAK – Sedimentasi di Sungai Dombo Sayung Kabupaten Demak dikeruk. Pengerukan sebagai upaya mitigasi atau mengurangi dampak banjir rob di Demak khususnya di dua desa, yakni Sayung dan Kalisari. Pengerukan sedimentasi ini dilakukan Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air Dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah mulai Kamis 12 Juni 2025 dan ditarget selesai 2 pekan mendatang. Total panjang ruas sungai yang dikeruk 400 meter dan sedimentasi bakal ditempatkan di tepian. Selain karena status penanganan mesti cepat maka sedimentasi dimanfaatkan untuk peninggian tanggul, sehingga menahan limpasan air jika elevasi tinggi. Sub Koordinator Seksi Penanggulangan Banjir dan Peralatan,Bidang Sungai Bendungan dan Pantai Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Azwar Annas K mengatakan, pengerukan sedimentasi ini untuk mengembalikan kapasitas tampungan sungai. “Memang tampungan sungai ini tidak secara langsung berkaitan dengan rob, meski tetap bermanfaat. Pengerukan sedimentasi sebagai upaya mitigasi adanya banjir,” kata Annas. Menurutnya, banjir maupun genangan akibat hujan yang terjadi di Desa Sayung dan Kalisari harus di pompa dan air dialirkan ke Sungai Dombo Sayung. Pengerukan sedimentasi bakal sangat bermanfaat guna mempercepat mengurangi genangan yang masuk di dua desa tersebut. Sebagai contoh, genangan Desa Sayung dan Kalisari sudah dipompa semenjak 26 Mei dan saat ini kondisi 90 persen jalan dan permukimam telah kering. “Kalau yang dilawan adalah air hujan, pengerukan sungai Dombo Sayung manfaatnya signifikan. Tapi kalau yang dilawan adalah air laut dari hilir ke hulu, reduksi tidak besar. Tapi sekali lagi ini upaya mitigasi bencana,” tandasnya. Selain pengerukan di Sungai Dombo Sayung, Pusdataru Jateng juga berencana melakukan hal yang sama di saluran pelayaran di Kecamatan Sayung. Namun untuk titik tepatnya masih ditentukan bersama BBWS dan Pemkab Demak. Perlu diketahui, tindakan pengerukan sedimentasi Sungai Dombo Sayung ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jateng untuk penanganan banjir rob di Sayung Demak. Selain pengerukan, ada pemasangan pembatas beton di Jalan Semarang Demak KM 9 guna mencegah kemacetan hingga pelayanan kesehatan dokter spesialis keliling (Speling) bagi warga terdampak rob.***

Ngopeni Ngelakoni

Pompa Pemprov Berhasil Surutkan Banjir di Sayung Demak

DEMAK – Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk menangani rob yang terjadi di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, membuahkan hasil dengan pengerahan pompa. Desa yang telah berhasil surut di antaranya Desa Sayung, dan Desa Kalisari. Sub Koordinator Peralatan BPBD Jateng, Kholid Zakaria menyampaikan, pihaknya telah melakukan penyedotan menggunakan pompa di titik banjir sejak 19 hari lalu atau pada 26 Mei 2025. “Kalau melihat hasil survei permukiman itu sudah ada dampaknya sejak pertama. Beberapa jalan yang tadinya tergenang sampai selutut, sepaha, sekarang sudah surut,” kata Kholid di lokasi pompa di Desa/ Kecamatan Sayung, Kamis (12/6/2025). Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih terus melakukan penyedotan air hingga semuanya kering. Secara keseluruhan, penanganan rob sudah membuahkan hasil bagus. “Artinya, sejak dilakukan pompanisasi telah berhasil mengurangi air di permukiman di beberapa titik sudah mengalami kering,” terangnya. Sub Koordinator Seksi Penanggulangan Banjir dan Peralatan, Bidang Sungai Bendungan dan Pantai Dinas Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, Azwar Annas K menuturkan, pihaknya telah melakukan penyedotan air rob dengan dua unit pompa yang dimilikinya di Desa Sayung, Kalisari dan Lengkong. “Setelah 19 hari pompa bekerja, atau melakukan penyedotan, mayoritas jalan dan rumah yang tergenang sudah kering dan warga bisa beraktivitas,” terangnya. Secara umum, hampir 100 persen penanganan rob dan banjir di desa di Sayung telah surut. Jadi tidak ada genangan yang benar benar menganggu. Pompanisasi ini akan terus disiagakan untuk melakukan penyedotan sampai semuanya benar-benar kering. “Untuk pompa secara sistem untuk tiga desa yaitu Sayung, Lengkong dan Kalisari, masuk ke sistem pompa, masuk avur atau long storage, dialirkan ke Sungai Dompo Sayung,” terangnya. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyiapkan satu buah mobile pump atau mobil pompa untuk menangani rob yang merendam jalur pantura Sayung, Kabupaten Demak. Pompa disiagakan di tepi jalur pantura di Desa Purwosari, Sayung, Demak, Kamis (12/6/2025). Annas mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Pusdataru Jateng saat ini sedang memasang instalasi mobil pump kapasitas 250 meter per detik di Desa Purwosari, Sayung di tepi jalan pantura. “Kita mencoba mengeringkan jalan pantura yang tergenang rob. Kita tarik ke timur (airnya) untuk kita buang ke saluran drainase di sisi utara jalan pantura, kemudian dibuang ke Sungai Dompo Sayung,” jelas Annas. Menurutnya, hal itu dilakukan sebagai bentuk mengupayakan penanganan rob. Nantinya, air rob dari saluran drainase yang melalui gorong-gorong akan disedot dan dibuang. Dalam prosesnya tadi, pihaknya menemukan ada hambatan berupa sedimen. Oleh karena itu, sedimen dikeruk agar laancar alirannya. “Alhamdulillah, kami dibantu teman pelaksana pembangunan tol laut Semarang -Demak mencari titik pompa yang lebih baik, dan lebih lancar sehingga nanti bisa menyedot, mengalirkan air yang menggenangi jalan pantura, disedot ke sungai Dompo,” tuturnya lebih lanjut. Kholid menyampaikan, pihaknya juga siap membawa pompanya ke lokasi tepi jalan pantura untuk menyedot air rob. “Saat ini kami masih menggunakan pompa di Lengkong, Desa Sayung. Di sana masih ada banjir yang belum selesai. Kita tidak menutup kemungkinan membantu pompa di jalan raya pantura,” kata Kholid. Terkait upaya penyedotan melalui pompa di tepi jalan pantura, pihaknya berharap hal itu akan berhasil. Sebab, medannya yang panjang dan tidak mudah. “Belum bisa dipastikan apakah efektif atau tidak. Kita tetap berusaha melakukan aksi selama itu dibutuhkan untuk penanganan,” terangnya lebih lanjut. Adapun Lailu Naimatu Rizki, warga Desa Sidogemah, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, berharap rob depan Polytron akan ada penanggulangan biar warga yang kerja di Semarang lancar perjalanannya dan kendaraan tidak berkarat. “Biar pulang pergi tidak capek di jalan. Setiap hari rob. Ketinggian rob sampai ban,” ucapnya penuh harap. Masyarakat berdoa agar apa yang diusahakan pemprov kali ini bisa berhasil, ucapnya. Sehingga rob bisa surut, dan perjalanan menjadi lancar. “Semoga petugas yang bekerja bisa sehat selalu dan diberi kelancaran dalam penyedotan dan bisa menjalankan tugas,” ucapnya. Warga lainnya, Khotimah dari Desa Purwosari, Kecamatan Sayung, Demak berharap penanganan rob yang dilakukan Pemprov bisa berhasil. Sebab rob yang berasal dari laut, bisa kembali ke laut. Dirinya bercerita jika rob melanda jalur pantura, ia mengalami kesulitan seperti saat ke pasar, mengantar anak ke sekolah dan lain sebagainya. “Harapannya tidak ada rob lagi dan yang mengerjakan penanganan rob bisa berhasil,” harap Khotimah.***

Ngopeni Ngelakoni

Sejahterakan Keluarga dan Masyarakat, Nawal Ajak TP PKK Surakarta Bermitra dengan Pemkot

SURAKARTA – Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I, (Ning Nawal) menghadiri pelantikan jajaran pengurus TP PKK Surakarta, yang diketuai Vanessa Winastesia Respati, Selasa (10/6/2025). Ia berpesan, agar kader membangun kolaborasi dan menjadi mitra pemerintah untuk menyejahterakan keluarga. Acara yang dihelat di Aula Bale Tawang Arum itu, dihadiri Wali Kota Surakarta sekaligus Ketua Penasihat TP PKK Surakarta, Respati Ardi. Selain itu, hadir pula perwakilan organisasi perempuan dari berbagai instansi. Ning Nawal mengatakan, sebagai mitra pemerintah, PKK bertugas untuk menyukseskan program yang berorientasi pada kesejahteraan warga. Seperti, program penuntasan pengangguran dan penerapan Posyandu Plus dengan layanan 6 standar pelayanan minimum (SPM) lengkap dengan pendataan warga belum bekerja, yang dicanangkan di lima kelurahan oleh Wali Kota Respati. “Semoga Tim Penggerak PKK Kota Surakarta ini, terus berkolaborasi dan menjadi mitra pemerintah dan ikut mensejahterakan keluarga di Jawa Tengah ini,” tuturnya. Di samping itu, PKK juga diajak untuk mengakselerasi penurunan angka stunting dan angka kemiskinan di Provinsi Jawa Tengah. Tercatat angka tengkes pada 2024 mencapai 17,1 persen atau turun 3,8 persen dibanding 2023. Sementara, angka kemiskinan mencapai 9,58 persen turun dari 10,47 persen pada September 2024. Kemudian, Ning Nawal mengungkap jumlah kematian ibu pada 2024 mencapai 111 kasus, sedangkan angka kematian bayi hingga Maret 2025 mencapai 932 kasus. Menurutnya, kasus-kasus semacam ini patut menjadi perhatian bagi para kader PKK, mengingat daya jangkau kader yang lebih luas, sampai ke dasa wisma (10 rumah). Di tataran provinsi, imbuhnya, TP PKK Jawa Tengah juga berkomitmen bersinergi menyukseskan program yang dicanangkan gubernur-wakil gubernur, untuk mengikis permasalahan tersebut. Misalnya, dengan ikut aktif pada program dokter spesialis keliling (Speling), dan program Kecamatan Berdaya. “Kita mendorong Tim Penggerak PKK juga ikut hadir dalam Kecamatan Berdaya, untuk mengisi ruang-ruang rumah perlindungan perempuan dan anak, lewat Kader Peraknya, lewat Kader Paralegalnya,” urainya. Adapun, beberapa program TP PKK Jateng yang bersinergi dengan Pemprov Jateng, di antaranya Kader Perak, pelatihan paralegal yang mendampingi perlindungan perempuan dan anak, program Genting atau gerakan orang tua asuh cegah stunting dan Speling (Dokter Spesialis Anak Keliling). Ada pula program Kikis (Keluarga Indonesia Bebas Kemiskinan Ekstrem) untuk menekan kemiskinan, serta Aku Hatinya PKK dan Rabu PON (Gerakan Ibu Menanam Pohon). Kemudian ada program Jam Intan (Jam Interaksi positif Orang tua dengan anak), PKK Sigab (PKK Siaga dan Tanggap Bencana), serta Pandu Cinta (Pelayanan terpadu pencegahan dan Penanganan perkawinah anak). Wali Kota Surakarta, Respati Ardi berharap, agar kepengurusan TPP PKK yang baru dapat berjalan selaras dengan program pemkot. “Para pengurus yang baru dilantik, bapak Ibu yang juga yang baru dilantik, saya berharap sinergitas antara program-program pemerintahan kota dengan pengurus PKK, bisa berjalan dengan baik,” pungkas Respati.

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin: Jateng Tidak Butuh Superman, Tetapi Butuh Superteam

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan kegiatan Manunggal Leadership Retret bukan sekadar seremonial. Melainkan forum penguatan kerja tim dan sinergi lintas sektoral untuk menyatukan arah pembangunan di seluruh wilayah Jawa Tengah. Hal itu disampaikan usai menjadi pemateri dalam salah satu sesi retret yang digelar mulai 10-16 Juni 2025, di Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Selasa, 10 Juni 2025. Perbedaan dari retret yang dilakukan oleh Presiden dan Menteri serta kepala daerah, kata Taj Yasin, adalah pelibatan pejabat dari eselon II hingga teknis instansi pendukung, termasuk Badan Usaha Milik Daerah. Tujuannya, menciptakan suasana kerja yang kondusif dan solid dari hulu ke hilir. Ia menyebut, konsep retret ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Tengah dan Gubernur Lemhannas. Bahwa era birokrasi saat ini tidak membutuhkan sosok Superman, melainkan superteam yang bekerja bersama dan saling menguatkan. “Jawa Tengah tidak butuh Superman, tapi kita butuh superteam. Itu yang kita lakukan,” tegas Taj Yasin. Taj Yasin berharap, forum ini memperkuat keterikatan antardaerah dan mendorong pemerataan pembangunan yang lebih terarah dan kolaboratif. “Kami ingin adanya kebersamaan untuk membangun Jawa Tengah dan ini pengalaman saya di periode yang lalu, kami ada (program) 1 OPD 1 Desa Dampingan itu ada keterikatan, ada kebersamaan,” jelasnya. Menanggapi sejumlah persepsi yang menyebut kegiatan seperti ini sebagai pemborosan, Taj Yasin menegaskan retret ini menjadi cara baru untuk menyambungkan program antarinstansi dan pemerintah secara strategis. “Retret ini tidak hanya seremonial kegiatan saja, tetapi kita ingin adanya kebersamaan,” ucapnya. Selama enam hari kegiatan, Taj Yasin mengharap seluruh peserta dapat lebih memahami program satu sama lain, menyusun sinergi, dan menghindari tumpang tindih. “Semua dikumpulkan sehingga mereka akan tahu program satu dengan yang lainnya, yang bisa disinkronisasikan, bisa digabungkan, bisa dihubungkan. Sehingga pembangunan ini tidak terpecah-pecah, tidak terkotak-kotakkan,” tururnya. Melalui kebersamaan selama enam hari ini, Yasin optimistis akan terbangun chemistry antarpemimpin daerah untuk melanjutkan arah pembangunan secara selaras. “Saya berharap dengan mereka bisa duduk bersama, bisa ngobrol bersama, sehingga bisa membantu kami memimpin di Jawa Tengah ini, baik itu gubernur maupun wakil gubernur. Karena mereka sudah bisa bersama selama enam hari ini, jadi chemistry-nya bisa terbentuk,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Jawa Tengah Merawat Asa Para Lansia Melalui Program Kecamatan Berdaya

SEMARANG – Aura penuh keceriaan nampak pada air muka dan senyum para warga lanjut usia (lansia), saat mengikuti senam sehat di halaman Kantor Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang pada Sabtu, 7 Juni 2025. Keceriaan itu juga terlihat saat para kakek dan nenek itu melakukan pemeriksaan kesehatan gratis oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah di lokasi tersebut. Ya. Rangkaian kegiatan itu merupakan acara Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-29, sekaligus peluncuran Program Kecamatan Berdaya di Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang. Kegiatan ini diselanggarakan berkat kerja kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Semarang, komunitas lansia, dan Baznas Jateng. Acara tersebut merupakan bagian dari upaya strategis Pemprov Jawa Tengah dalam memperkuat peran lansia sebagai bagian dari pembangunan daerah. Sebab, Program Kecamatan Berdaya merupakan program prioritas dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah, yang menekankan pentingnya partisipasi seluruh lapisan masyarakat, termasuk para lansia dalam mewujudkan daerah yang berdaya dan sejahtera. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyampaikan, apresiasinya terhadap semangat para lansia yang turut serta dalam kegiatan tersebut. “Lansia bukan beban, justru mereka adalah sosok dengan pengalaman hidup paripurna yang bisa menjadi motivator dan panutan bagi generasi muda,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya melalui aplikasi zoom. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, beber Taj Yasin, jumlah penduduk lanjut usia di Jawa Tengah mencapai 13,5 persen, dengan rerata usia antara 60–70 tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 49 persen tinggal di wilayah perkotaan, dan sisanya di pedesaan. Melalui Program Kecamatan Berdaya, lanjut Taj Yasin, lansia didorong untuk tetap sehat, produktif, serta memiliki jaminan hidup yang layak. Pemerintah Provinsi terus memperkuat program dan kegiatan yang mendukung kualitas kesehatan, kesejahteraan, serta peran aktif lansia di masyarakat. “Semangat untuk berdaya jangan pernah redup,” kata dia. Dalam acara itu, juga dilakukan pembagian bantuan Kelompok Usaha Bersama (Kube), kartu zilenial, serta bantuan sembako dari Baznas Jawa Tengah kepada para lansia, penyandang disabilitas, dan masyarakat kurang mampu.***

Ngopeni Ngelakoni

Cara Taj Yasin Mengajak Anak-Anak Mencintai Buku

BREBES – Pemandangan sepenggal siang di ruangan PAUD Limbangan Kulon, Kabupaten Brebes pada Kamis, 5 Juni 2025 tidak seperti biasanya. Disela riuh anak-anak usia dini itu belajar, ada anak didik yang menangis karena ingin segara pulang. Namun, tangis anak laki-laki bernama Bara itu berhenti setelah digendong oleh Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin. Dengan telaten, Taj Yasin menepuk pelan punggung mungil anak itu supaya kembali ceria. Setelah tidak ada yang menangis, Taj Yasin bersama istrinya Nawal Arafah Yasin itu mengajak anak-anak duduk melingkar. Lalu, laki-laki yang akrab disapa Taj Yasin itu mengambil buku cerita bergambar untuk dibacakan di hadapan anak-anak. Ia melafalkan kalimat demi kalimat dengan intonasi yang tepat. Tak pelak, membuat anak-anak tertawa, terkesima, lalu tenggelam dalam alur kisah. Mata anak-anak nampak menatap penutur cerita dengan penuh perhatian, tangan kecil sesekali menunjuk gambar di halaman buku. Usai bercerita, Taj Yasin dan istrinya yang merupakan Bunda PAUD Jateng dan Bunda Literasi Jateng itu menyerahkan hadiah berupa alat tulis, kertas gambar, tas sekolah, hingga susu untuk anak-anak. Hadiah itu disambut dengan wajah antusias dan tepuk tangan kecil dari para siswa. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menyampaikan, perlu mengenalkan literasi kapada anak-anak sejak usia dini. “Karena pendidikan itu harus dimulai dari sejak usia emas, maka ketika anak-anak masih masih usia dini, perlu ditanamkan bagaimana mencintai buku, bagaimana mencintai cerita, sehingga mereka termotivasi untuk membaca,” tutur Taj Yasin. Menurutnya, kecintaan membaca sejak kecil adalah fondasi bagi tumbuhnya generasi pembelajar yang mampu menjawab tantangan zaman. “Anak ini memulai dengan senang membaca, maka mereka ketika dewasa, akan mengembangkan, menemukan inovasi-inovasi keilmuan, baik terkait alam maupun terkait lingkungan. Ini yang saat ini kita harapkan,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Ahmad Luthfi-Taj Yasin Kembali “Mageri Segoro”, Tanam 1,5 Juta Mangrove di Pesisir Jateng

BREBES – Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi-Taj Yasin kembali menggalakan gerakan Mageri Segoro. Gerakan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen nyata menjaga ekosistem pesisir. Hal itu disampaikan Ahmad Luthfi saat memimpin penanaman mangrove serentak di Pantai Randusanga, Brebes, Kamis, 5 Juni 2025. Semasa menjabat sebagai Kapolda Jateng, Ahmad Luthfi juga pernah sukses mengadakan gerakan Mageri Segoro dengan jajaran di wilayah Jawa Tengah. “Mageri Segara itu bukan kebiasaan, tapi budaya kita. Dulu kita sudah masukin rekor MURI menanam satu juta mangrove. Hari ini sampai dengan Desember kita targetkan 1,5 juta mangrove,” tegas Ahmad Luthfi di hadapan peserta. Gubernur Ahmad Luthfi didampingi Wagub Taj Yasin dan Ketua PKK Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin, DPRD Jateng, Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma, dan jajaran forkopimda Kabupaten Brebes serta stakeholder terkait. Ahmad Luthfi mengingatkan pentingnya rasa memiliki terhadap wilayah pesisir. “Tolong di 17 kabupaten kota, 960 kilometer pantai utara-pantai selatan hampir rerata sudah kena abrasi. Maka harus punya rasa memiliki terhadap mangrove dalam rangka menjaga ekosistem dan abrasi,” ujar Gubernur. Menurut Ahmad Luthfi, penanaman harus dibarengi dengan perawatan berkelanjutan. Ia mendorong keterlibatan generasi muda dalam gerakan lingkungan. “Adik-adik kita didik untuk cinta lingkungan, tidak hanya tanam tapi rawat dan pelihara. Garis pantai harus kita pagari, Mageri Segoro. Bukan hanya rumah saja yang kita pagari. Jadi, pagari laut dengan cara memelihara ekosistem,” tegasnya. Ahmad Luthfi optimistis kolaborasi lintas pihak akan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pesisir. “Kalau kita bersama memelihara, saya yakin abrasi, penurunan garis pantai, kita lakukan penyelamatan maka para nelayan akan sejahtera,” ujarnya. Wagub Jateng Taj Yasin menambahkan, kegiatan Mageri Segoro ini sebelumnya telah Ia mulai di wilayah Sayung, Demak. Kegiatan ini, lanjut Yasin, wujud kecintaan kita terhadap lingkungan. “Alhamdulillah masyarakat berterima kasih kepada seluruh stakeholder yang sudah membantu banjir rob di Sayung,” ujarnya. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto melaporkan, gerakan penanaman mangrove serentak ini melibatkan 2.000 peserta dan digelar serentak di 17 kabupaten/kota, 185 desa di 54 kecamatan di wilayah pesisir Jateng. Total 200.000 batang mangrove ditanam dalam sehari di total luas area 3.000 hektare. Adapun penanaman selama Maret sampai dengan Mei 2025 di Jawa Tengah, sebanyak 260.102 batang (kurang lebih 35 hektare) oleh stakeholder terkait. “Khusus di Pantai Randusanga, jumlah bibit yang ditanam mencapai 25.200 batang di lahan 4 hektare. Penanaman juga dilakukan di 13 desa lain di Brebes dengan total 26.000 batang,” kata Widi. Selama Maret hingga Mei 2025, jumlah bibit yang telah ditanam oleh seluruh stakeholder mencapai 260.102 batang. Target penanaman hingga Desember mendatang sebanyak 1,5 juta batang di atas 150 hektare wilayah pesisir.***

Ngopeni Ngelakoni

Projek Tol Semarang-Demak Seksi 1 Senilai Rp 10,9 Triliun Selesai 2027, Mampu Kendalikan Rob dan Banjir

SEMARANG – Pembangunan tol Semarang-Demak Seksi 1 ditargetkan akan rampung pada 2027. Projek senilai Rp 10,9 triliun tersebut juga berfungsi sebagai tanggul laut (Giant Sea Wall) yang mampu menahan air rob. Kepala Satuan Kerja (Satker) Pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak, Wandi Saputra mengatakan, paket projek pembangunan tol Semarang-Demak Seksi 1 terdiri dari tiga paket pekerjaan, yakni 1A, 1B dan 1C. Dengan anggaran masing-masing, 1A senilai Rp 2,02 triliun, 1B senilai Rp 6,84 triliun dan 1C yakni Rp 2,11 triliun. “Jadi, nilai Rp10,9 triliun itu termasuk PPN dan terkontrak sejak tahun 2022 sampai selesai pada 2027. Kalau nilai konstruksi sebesar Rp 10,05,” ujarnya saat ditemui di Semarang, (4/6/2025). Wandi menjelaskan, pembangunan jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut salah satu tujuannya adalah, sebagai jalan penghubung Semarang-Demak yang mampu mengatasi kemacetan di jalan nasional Semarang-Demak, selain itu juga untuk menanggulangi rob diwilayah sekitar Kaligawe-Sayung. Dari total panjang pembangunan Jalan Tol sepanjang 10,634 Km, terdapat konstruksi sepanjang 6,7 km yang berfungsi sebagai tanggul laut. “Jadi jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut sepanjang 6,7 kilometer, sehingga hal itu akan berdampak pada daerah di sekitar Kaligawe sampai Sayung,” ungkapnya. Selain sebagai jalan tol dan tanggul laut, projek tol Semarang-Demak Seksi 1 tersebut juga membangun dua kolam retensi di Terboyo dan Sriwulan. Kolam tersebut berfungsi untuk mengendalikan banjir non rob. Hingga saat ini, kata Wandi, progres dari pembangunan tol Semarang-Demak Seksi 1 sudah mencapai 42,81 persen. Dengan rincian pada 1A sebesar 63,75%, 1B yang merupakan jalan tol yang terintegrasi dengan tanggul laut mencapai progres 41,55%, sedangkan untuk 1C yang merupakan konstruksi Kolam Retensi Terboyo dan Kolam Retensi Sriwulan mencapai progres 26,79%. “Kolam retensi Terboyo itu seluas 189 hektare mampu menampung 6,7 juta kubik air dan Kolam Retensi Sriwulan seluas 28 hektare mampu menampung 1,2 juta kubik air. Kedua Kolam retensi tersebut dilengkapi dengan total 10 mesin pompa dengan kapasitas masing-masing mesin sebesar 5m3/detik. Ini untuk pengendalian banjir bukan rob,” jelasnya. Sehingga, Wandi menuturkan bahwa pembangunan tol Semarang-Demak Seksi 1 itu memang salah satu tujuannya untuk mengendalikan rob di wilayah sepanjang tanggul laut dan sekaligus mengendalikan banjir akibat hujan. “Ditargetkan pembangunan tol Semarang-Demak akan selesai di tahun 2027,” tandasnya.***

Scroll to Top