Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Hadir Naik Vespa, Gus Yasin Ajak Warga Jateng Minum Susu Saat Tahun Baru Islam

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H dengan amalan sederhana namun bermakna: minum susu. Tradisi ini merujuk pada ajaran gurunya, Sayyid Alawi al-Maliki yang mengatakan susu sebagai minuman ahli surga, sebagaimana disebut dalam Surat Muhammad ayat 15. “Malam tahun baru itu, menurut Abuya Sayyid Alawi Al-Maliki, kita meminum susu. Dalam Al-Qur’an, di surga orang-orang beriman akan diberi minuman putih, madu, dan susu. Maka kita berharap bisa menjadi hamba yang bersih dan suci di tahun baru ini,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya pada acara Salat Isya Berjamaah dan Istighotsah di Gradhika Bhakti Praja, Kamis, 26 Juni 2025. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menjelaskan, susu melambangkan kesucian dan awal yang bersih. “Kita ingin di tahun baru ini memulai dengan warna-warna yang suci. Harapannya, kita menjadi orang baik, putih nan suci,” lanjutnya. Ia juga mengajak masyarakat memaknai pergantian tahun sebagai refleksi atas peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. “Nah kita saat ini sedang hijrah membawa Jawa Tengah menuju kemakmuran, kebahagiaan, kesuksesan. Maka kita niatkan betul, dimulai dengan dzikir dan doa,” imbuhnya. Ketua MUI Jateng, KH Ahmad Darodji, yang turut hadir menyampaikan peringatan tahun baru Islam bukan dengan pesta, melainkan dengan istighotsah. “Kita peringati tahun baru tidak dengan ramai-ramai tapi dengan istighotsah, supaya di tahun depan kita diberi Allah berkah, aman, dan nyaman,” katanya. Dalam acara yang dihadiri sekitar 400 orang ini sekaligus penyerahan bantuan simbolis kepada 11 penerima bantuan. Di antaranya lima bantuan pendidikan sebesar Rp10 juta, lima paket sembako, serta 19 unit pompa air untuk Kecamatan Sayung, Demak. Sejumlah pejabat turut hadir dalam acara ini. Antara lain Sekda Jateng Sumarno, para kepala OPD, serta perwakilan Forkopimda dan instansi vertikal. Tausiah, istighotsah, dan doa turut dipimpin oleh para kiai dan ulama dari berbagai pondok pesantren di Jawa Tengah.***

Ngopeni Ngelakoni

Produksi Jagung, Taj Yasin Dorong Sinergi Antarprovinsi Tekan Inflasi

GROBOGAN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong peningkatan produksi jagung sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan nasional. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan pentingnya kolaborasi lintas provinsi agar serapan hasil pertanian lebih merata dan inflasi pangan bisa ditekan. Hal itu disampaikan Taj Yasin, yang akrab disapa Gus Yasin, usai menghadiri Haflah Khotmil Qur’an ke-4 dan Haul Masyayikh di Pondok Pesantren Asy-Syafi’iyyah, Desa Brabo, Tanggungharjo, Grobogan, Kamis 26 Juni 2025. Dalam kesempatan itu, ia juga menyebut Grobogan sebagai daerah strategis penghasil jagung dan kedelai yang perlu terus didorong. Taj Yasin menjelaskan saat ini Jawa Tengah tengah memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat terkait sektor pangan, terutama jagung. Ia menyebut Grobogan sebagai salah satu sentra produksi yang sangat strategis. “Beberapa minggu lalu kita bertemu pemerintah pusat. Kita ingin mendorong jagung, dan Grobogan ini termasuk unggulan. Tapi kita juga harus koordinasi antarprovinsi,” ujarnya. Ia sempat menceritakan keluhan dari sejumlah kepala daerah saat pertemuan gubernur di Riau. “Waktu itu ada yang bilang, ‘gara-gara Jawa Tengah tanam jagung, jagung kami nggak terserap’. Nah ini kan kita harus bicara nasional, bukan cuma soal Jateng,” ucapnya. Menurutnya, sinergi antargubernur sangat penting untuk memastikan pangan rakyat tetap aman. “Kami terima kasih ke Mas Luthfi yang menginisiasi kolaborasi antar-gubernur, sekarang sudah lima. Tujuannya supaya inflasi bisa dikontrol dan masyarakat tetap dapat suplai bahan pangan dengan harga terjangkau. Tapi petani juga harus tetap untung,” tambahnya. Tak hanya jagung, Yasin juga menyoroti potensi kedelai Grobogan yang dulu sempat terkenal. “Saya masih ingat waktu di DPRD, saya kunjungan ke Grobogan, kedelainya itu kualitasnya lebih bagus dari kedelai Amerika. Nah ini harus kita hidupkan lagi,” tegasnya. Di tengah isu global seperti perang negara-negara timur tengah dan perlambatan ekonomi dunia, ia menyebut ketahanan pangan sebagai ujian nyata. “Kalau kita nggak mau terdampak terlalu kuat, ya harus perkuat pangan lokal. Sesuai arahan Bapak Presiden,” tegasnya. Taj Yasin juga menyinggung soal pemulihan pascabanjir di Grobogan. Ia memastikan bantuan benih untuk petani terdampak sudah disiapkan. “Harusnya hari ini diserahkan, tapi karena teknis belum siap, nanti kita reschedule. Bukan hanya Grobogan, tapi juga Demak. Bahkan untuk normalisasi, nanti kita mulai langsung,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Gandeng Baznas Renovasi 750 RTLH di 2025, Hari Ini Mulai Cair

SEMARANG – Upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan melalui bantuan rumah layak huni dan sehat terus dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah menyalurkan bantuabn kepada sebanyak 750 unit rumah tidak layak huni (RTLH) pada 2025, dan pencairan dilakukan secara bertahap, mulai hari ini, Kamis (26/6/2025). Pencairan bantuan tahap pertama dilakukan bagi 100 penerima manfaat dari berbagai daerah di Jawa Tengah. Besaran bantuan senilai Rp 20 juta diterima langsung secara cash di Kantor Baznas Jawa Tengah. Uang tersebut nantinya langsung dibelanjakan material bangunan yang dibutuhkan untuk perbaikan rumah. Ketua Baznas Jawa Tengah, Ahmad Darodji, mengatakan, pihaknya turut berkomitmen dalam mendukung program-program dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, dalam hal ini menaikkan kualitas hunian masyarakat. Sesuai anggaran yang disiapkan, Baznas akan menyalurkan bantaun terhadap 750 unit RTLH. “Sesuai dengan kemampuan kami, jadi untuk 2025 ini insya Allah kita akan mentargetan 750 unit. Kami ini menganggap diri kami sebagai tangan kirinya Gubernur, tangan kanannya APBN dan APBD,” ujarnya. Dari total jumlah bantuan tersebut, ungkapnya, akan dicairkan secara bertahap. Untuk saat ini, pencairan langsung diberikan kepada 100 penerima manfaat. Dan, akan dilakukan sepanjang pada 2025 sesuai jumlah target. “Untuk hari ini 100 penerima manfaat. Masing-masing Rp 20 juta, dan akan selesai di tahun 2025 sebanyak 750 unit,” imbuhnya. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyampaikan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkolaborasi dengan sejumlah pihak, salah satunya Baznas untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di Jawa Tengah, melalui program rumah layak huni dan sehat. “Hari ini ini program kolaborasi antara Pemprov Jateng, Pak Gubernur dengan Baznas dan Polda Jateng dalam upaya pengetasan kemiskinan. Arahan Pak Gubernur memang harus melakukan kolaborasi seluruh pihak agar ikut serta bertanggung jawab,” katanya. Pihaknya memastikan, penyaluran bantuan atas kerja kolaborasi tersebut dilakukan tepat sasaran. Terutama, diprioritaskan di daerah-daerah miskin ekstrem. “Jadi tentu saja karena ini pengetasan kemiskinan tentu saja ada prioritas-prioritas daerah yang memiliki kemiskinan ekstrim. Nah ini kan ada beberapa upaya melalui tadi Baznas juga melalui APBD dan nanti juga CSR. Jadi seluruh lokasi, sebenarnya akan kita usahakan semuanya,” terangnya. Boedyo mengungkapkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memastikan 17 ribu unit RTLH akan diperbaiki melalui anggaran APBD tahun 2025. Selain itu, akan ditambah melalui program kolaborasi seperti Baznas, CSR perusahaan dan lain sebagainya, sehingga diperkirakan akan mencapai 26 ribu unit lebih. Baik itu RTLH maupun pembangunan baru (PB). “Kami optimis target ini bisa selesai di tahun 2025,” tegasnya. Sementara itu, Wahyudi salah satu penerima manfaat bantuan RTLH asal Klaten mengaku senang karena besaran bantuan tersebut mampu merenovasi rumahnya yang sudah memprihatinkan. Katanya, rumahnya sudah mengalami kerusakan di beberapa bagian seperti atap, dinding dan juga lantai dari bambu. “Saya itu tidak tenang kalau berangkat kerja, apalagi kalau musim hujan. Karena rumah saya bocor dan dinsingnya rapuh. Jadi takut kalau yang di rumah itu kenapa-kenapa. Jadi, dengan bantuan ini saya senang, nantinya bisa merenovasi bagian-bagian yang rusak. Selain itu, saya akan lebih bersemangat kerja sebagai kepala keluarga,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

PKK Jawa Tengah Studi Banding Pertanian Organik di Sleman

JOGJA- Untuk menambah wawasan ketahanan pangan, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah Hj Nawal Arafah Yasin, mengajak pengurus PKK studi banding ke Sleman Jogjakarta, Rabo 25 Juni 2025. Mereka diajak melihat langsung pusat pelatihan pertanian organik, di CV Pendawa Kencana Multi Farm, di Dusun Pagerjurang, Desa Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, Sleman. Pusat riset dan budidaya pertanian, pupuk, dan ternak ini, didirikan oleh Ir RM H Gembong Danudiningrat. Seorang doktor ahli rekayasa pertanian yang sudah menghasilkan ratusan inovasi tanaman dan peternakan. Semuanya menghasilkan produk tani unggul, cepat panen, tahan hama, hasilnya lebih banyak, ramah lingkungan, bentuk-bentuk buah yang unik, dan tidak merusak bumi. Pak Gembong juga menghasilkan pupuk organik berbahan kotoran hewan yang tidak bahu. Petani diajari cara membuatnya sehingga tidak tergantung produk industri. Sudah 20 tahun lebih Gembong mendampingi masyarakat untuk menjadi petani mandiri. Petani diajari cara tanam, cara mengolah tanah menjadi gembur, dan pemupukan organik buatan sendiri. Riset Pak Gembong juga menghasilkan buah-buah unggulan. Ada jagung satu pohon berbuah 8 biji, buah jagung berwarna-warni, tanam padi tanpa air, tanam padi di air asin (biosalin), alpukat tanpa biji, duren pendek berbuah lebih cepat, terong viagra laki-laki, jeruk super manis, anggur cepat buah, tomat berbuah lebat, dan lainya. Pak Gembong juga menghasilkan lele dumbo langka yang mahal, ternak lele di bus beton cepat panen tanpa bahu, burung puyuh bertelor lebih banyak, dan lainya. Kehebatan rekayasa pertanian ini membuat Pak Gembong menjadi rujukan 25 negara, kampus-kampus tanah air, dan hampir semua provinsi di Indonesia. Gembong menyediakan biang-biang (obat buatan organik) yang bisa digunakan untuk campuran bertani yang hebat. Petani diajari untuk bisa membuat sendiri supaya mandiri. Saat kunjungan, pengurus PKK diberi penjelasan langsung oleh Pak Gembong. Diajak keliling melihat langsung berbagai contoh tanaman, pupuk, dan ternak hasil risetnya. Ada buktinya. Ada hasilnya. Pengurus juga diajari cara menanam, pemupukan, dan pemberian obat organik yang benar. Dari studi ini, Hj Nawal Arafah mengajak para pengurus PKK untuk mempraktekan di rumah masing-masing. Jika sudah berhasil bisa dikembangkan kepada masyarakat untuk ketahanan pangan. “Banyak ilmu pertanian dan ternak yang kita dapat, hasilnya unggul dan ramah lingkungan. Setelah ini PKK akan praktek di rumah masing-masing, dan menyebarkan kepada masyarakat, karena teknisnya bisa dikerjakan di sekitar rumah, sehingga bisa membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan,” ujarnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Finalisasi Konsep Hybrid Sea Wall Demak, Pemprov Jateng Target Pekerjaan Mulai Oktober 2026

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), terus mematangkan detail konsep Hybrid Sea Wall (tanggul laut) Demak yang bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip). Ditargetkan pekerjaan fisik bisa dimulai pada Oktober 2025. Untuk finalisasi itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, menggelar rapat lanjutan bersama lintas pihak, di ruang kerjanya, Rabu, 26 Juni 2025 sore. Di antaranya bersama Undip, sejumlah dinas terkait di Provinsi Jateng, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Demak, dan dinas terkait setempat. Rapat tersebut membahas pembagian tugas pokok fungsi (tupoksi), mulai dari pematangan rancangan desain, penentuan lokasi titik koordinat, perizinan, sosialisasi masyarakat, lelang pekerjaan, dan lain-lain. “Ahamdulillah finalisasi sudah ketemu. Insyaallah akan bisa segera dikerjakan. Juli-September mulai dari pematangan desain, penyelesain penentuan titik koordinat pekerjaan. Pemkab Demak bertugas sosialisasi kepada masyarakat,” kata Taj Yasin. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, berharap pekerjaan fisik bisa dimulai pada Oktober 2025. Dari sisi anggaran kemudian akan diajukan kepada pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Dengan estimasi anggaran awal Rp1,7 triliun untuk Hybrid Sea Wall, kata Taj Yasin, diharapkan mampu memperpanjang tanggul laut. Mulai dari sepanjang garis pantai Sayung, Demak, hingga Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara. Dikatakannya, pekerjaan Hybrid Sea Wall juga direncanakan menjadi proyek multiyears (tahunan). Dengan harapan, pekerjaan lebih teliti, matang, dan berdampak maksimal. “Saya berharap pada tahun depan 2026, pekerjaan Hybrid Sea Wall bisa selesai. Iya sekitar 20-30 km panjangnya,” ucap sosok asal Kabupaten Rembang itu. Lebih lanjut, Taj Yasin mengatakan, besar harapannya akan partisipasi dan dukungan masyarakat. Khususnya demi menyelamatkan Demak dari banjir, rob, dan penurunan tanah. Tim Pengendalian Banjir dan Rob Jateng Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip, Prof Denny Nugroho Sugianto, mengatakan, konsep Hybrid Sea Wall yang akan digarap merupakan langkah konkret kerja sama sesuai perjanjian nota kesepahaman antara Pemprov Jateng dan Perguruan Tinggi (PT). “Mungkin ini juga akan menjadi pilot project di Indonesia. Di mana ini juga menjadi salah satu yang terintegrasi dengan konsep pemerintah pusat yaitu Giant Sea Wall,” katanya. Dikatakannya, Undip telah melakukan riset pada konsep tersebut sejak 2012, di Timbulsloko, Sayung, Demak. Hybrid Sea Wall memadukan penggunaan beton ringan berupa kelontong, untuk menahan gelombang laut di sisi Utara dan menahan sedimentasi di sisi Selatannya. Dari sedimentasi tersebut, tanaman bakau atau mangrove akan ditanam, dan ditumbuhkembangkan. Selanjutnya vegetasi mangrove dan ekosistemnya akan menjadi perisai alami yang akan menahan rob. “Konsep ini perpaduan antara bagaimana kita melindungi pantai, sungai, dan juga menggunakan ekosistem sebagai salah satu perisai pantai dan juga sungai,” kata dia. Denny bilang, Hybrid Sea Wall di Demak didesain dengan integrasi sistem polder, serta sungai-sungai yang sekaligus dinormalisasi. Ini untuk mencegah air laut masuk ke daratan melalui sungai yang tanggulnya bahkan sudah holang. Lebih lanjut, dikatakannya, penanganan banjir dan rob berbasis alam tersebut cocok dengan karakter tanah di Pantai Utara (Pantura) Jawa, yang secara geologi merupakan tanah muda atau lunak. Artinya, konsep tersebut tidak memberi banyak beban berat penggunaan beton full seperti Giant Sea Wall. “Solusi berbasis salam ini jadi salah satu konsep yang diterapkan dan diimplementasikan di Jawa Tengah, khususnya di Kecamatan Sayung, Demak.Mudah-mudahan juga bisa diadopsi di seluruh wilayah Indonesia yang lain, karena karakteristik tanahnya hampir sama,” kata dia.***

Ngopeni Ngelakoni

Target 17 Ribu, Jateng Provinsi Tertinggi Berikan Bantuan RTLH

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mentargetkan 17 ribu rumah tidak layak huni (RTLH) mendapat bantuan peningkatan kualitas pada 2025. Jumlah bantuan tersebut menjadi salah satu tertinggi di antara provinsi lain di Indonesia. Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, mengatakan, pihaknya terus berupaya melakukan pengentasan kemiskinan melalui pemberian perumahan layak bagi masyarakat kurang mampu. Hal itu selaras dengan kebijakan Gubernur Jawa Tengah dalam Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah. “Jadi kami di pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam upaya mengendalikan angka kemiskinan di sektor perumahan dan kawasan permukiman memberikan porsi kuat dalam penanganan atau peningkatan kualitas rumah layak huni. Bapak Gubernur telah berkomitmen kuat dalam ngopeni masyarakat Jawa Tengah dan ngelakoni dalam bentuk memberikan pengalokasian anggaran sebanyak 17.000 unit peningkatan kualitas RTLH untuk masyarakat Jawa Tengah,” ujarnya, Rabu (25/6/2025). Boedyo menyebut, angka bantuan yang bersumber dari APBD tersebut sangat besar, bahkan menjadi salah satu yang tertinggi di antara provinsi lain di Indonesia. “Ini angka yang cukup besar, bahkan di seluruh provinsi di Indonesia angka 17.000 ini angka yang paling tinggi dalam memberikan perhatian peningkatan kualitas rumah layak ini bagi masyarakat di Jawa Tengah,” ungkapnya. Upaya pemerintah terus dilakukan, bukan hanya bergantung pada APBD tapi juga menjalin kerja sama dengan seluruh pihak pemangku kepentingan. Di antaranya Baznas, CSR perusahaan, dan lain sebagainya. “Kami juga mendorong kabupaten/kota untuk mengalokasikan bantuan terhadap rumah tidak layak huni, sehingga dari APBD, Baznas, CSR dan juga kabupaten/kota terdapat alokasi 26 ribu, baik itu peningkatan kualitas maupun pembangunan baru,” paparnya. Boedyo memastikan penyuran bantuan dilakukan sesuai prosedur yang ada dan tepat sasaran. “Iya kami pastikan tepat sasaran karena dilakukan sesuai prosedur yang ada,” tandasnya. Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menuturkan, perbaikan RTLH akan digenjot pada 2025. Tahun ini akan ada 17.000 unit RTLH yang mendapatkan bantuan. Ditambah bantuan dari Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman. “RTLH akan kita genjot biar habis semuanya, minimal membantu masyarakat yang miskin ekstrem. Ketentuannya harus punya rumah sendiri, tidak bersengketa, hak milik, kemudian betul-betul dicek oleh Dinas Perakim dan diverifikasi oleh kabupaten/ kota. Kita kerjakan bersama,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Pakar Undip: Solusi Banjir Rob Sayung Hanya Tanggul Laut

SEMARANG – Banjir rob yang terjadi di kawasan Sayung Kabupaten Demak masih terus berlangsung. Banjir rob yang sudah berlangsung sejak 1990 ini dapat ditangani cepat hanya dengan pembangunan tanggul laut. Saat ini pengerjaan tanggul rob sedang dikebut pemerintah pusat dan diperkirakan baru rampung pada 2027. Masuknya genangan rob kini tak hanya merambah pemukiman warga di pesisir pantai, tapi juga sudah meluap sampai ke jalan raya. Rob kerap terjadi pada siang dan kian meninggi pada malam hari. Ketinggian air bisa mencapai 50 centimer. Menurut ahli tata kota Universitas Diponegoro, Prof Dr Ing Wiwandari Handayani ST MT MPS, pembuatan tanggul laut menjadi solusi tercepat mengatasi banjir rob di kawasan Pantura Jawa Tengah. “Hanya tanggul laut yang bisa menahan naiknya air laut pasang yang kian berlangsung ekstrem. Hal itu karena dipicu fenomena alam perubahan iklim,” ungkap Prof Wiwandari. Pembangunan tanggul laut di Semarang-Demak telah dikerjakan pemerintah pusat ini, akan terintegrasi dengan tol laut yang direncanakan baru akan rampung pada 2027. “Pembangunan tanggul laut ini penting dan menjadi salah satu strategi dalam penanganan rob di Pantura. Tapi masyarakat tidak bisa serta merta langsung berharap manfaatnya sekarang, karena proses pembangunan masih berjalan,” ungkap Prof Wiwandari. Di sisi lain, ia mendorong masyarakat terlibat dalam pengelolaan lingkungan pesisir. “Masyarakat terlibat penanaman mangrove dan sektor perikanan berkelanjutan,” kata Prof Wiwandari perihal penanganan pesisir dalam jangka panjang. Dia mengapresiasi program Mageri Segoro yang dilakukan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Program tersebut berupa penanaman 1,5 juta mangrove dengan luas area mencapai 150 hektare di sepanjang pantai utara di wilayah Jawa Tengah. Program Mageri Segoro ini bertujuan untuk mengembalikan dan menjaga kesehatan ekosistem pesisir yang rusak akibat abrasi dan perubahan iklim. Prof Wiwandari mengingatkan, bahwa laju perubahan iklim masih terjadi dan pembangunan kota juga berlangsung.“Pemerintah bisa saja ke depan akan kembali kewalahan jika tidak melibatkan peran masyarakat untuk menjaga lingkungan pesisir,” ujarnya. Di tengah menunggu pengerjaan tanggul laut selesai, Pemerintah Provinsi Jateng melakukan berbagai langkah penanganan, yakni pompanisasi di sejumlah titik pusat genangan hingga di tengah pemukiman warga. Selain itu, Pemprov juga melakukan pengerukan pendangkalan sungai, normalisasi sungai, hingga drainase. Bahkan, warga terdampak banjir rob diberikan bantuan cuma-cuma. Di antaranya berupa pelayanan Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG), bantuan sembako, dan alat tulis sekolah. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Khusairi, mengatakan, pembangunan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 (Semarang-Sayung) sepanjang 10,634 km yang teranggarkan sebesar Rp 10,9 triliun, terintegrasi dengan pembangunan giant sea wall (tanggul laut). Pembangunan jalan tol sepanjang 10,634 km ini, diestimasikan akan mengeringkan lahan seluas 576,04 hektare. Pekerjaan fisik jalan tol, juga dibangun dengan konstruksi khusus tanggul laut (giant sea wall). Selain itu, ada Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan yang digunakan untuk menampung air dalam jangka waktu tertentu, sebelum dialirkan ke laut atau daerah resapan lain.  Adapun pekerjaan fisik giant sea wall dan kolam retensi yang terintegrasi dengan Jalan Tol Semarang-Demak Seksi 1 (Kaligawe-Sayung) ini dimaksudkan untuk menanggulangi banjir dan rob di sisi selatannya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wujudkan Swasembada Garam, BUMD Pemprov Jateng Serap 30 Ribu Ton Produksi Petambak Lokal

PATI – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemprov Jateng PT SPJT secara rutin menyerap produksi garam dari petambak lokal Kabupaten Pati untuk memenuhi produksi. Total potensi serapan mencapai 30.000 ton per tahun. Perseroan Terbatas kependekan dari Sarana Pembangunan Jawa Tengah itu resmi memulai operasional pabrik garam untuk industri pada Juni 2025 atau tiga bulan setelah Ahmad Luthfi-Taj Yasin menjabat. Memiliki pabrik dengan luas 2,5 hektare, SPJT mampu memproduksi 25.000 ton per tahun. Sekretaris Daerah Pemprov Jateng, Sumarno, mengatakan, Pati menjadi daerah penghasil garam terbesar kedua di Indonesia setelah Madura. Jumlahnya mencapai 150 ribu ton per tahun. Namun kualitas yang biasa atau tak memenuhi stabdar Natrium Klorida (NAcl) untuk garam industri. Guna meningkatkan NaCl maka garam dari petani perlu dioleh lagi oleh pabrik, sehingga sesuai standar yang dibutuhkan industri. Garam sangat dibutuhkan banyak industri, seperti pakan ternak, kosmetik, farmasi dan tskstil. Maka, Pabrik Gatam Industri SPJT menerima garam krosok dari petani dan mengolahnya, sehingga kadar NaCl minimum 97%. “Pabrik garam industri SPJT ini bagian dari hilirisasi pengolahan garam. Meningkatkan nilai tambah, peningkatan suplai kebutuhan dan petambak garam menikmati hasil,” kata Sumarno usai peresmian operasional pabrik garam Industri PT SPJT di desa Raci, Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati, Selasa 24 Juni 2025. Melihat tingginya produksi garam di Pati, Pemprov mendorong edukasi pada petambak agar terus meningkatkan kualitas hasil produksinya. Peningkatan Nacl bakal memudahkan keterserapan garam ke industti lainnya, seperti komestik dengan persentase mencapai 99%. Hal lain yang ia tekankan, adanya pabrik garam industri SPJT maka akan ikut menjaga stabilitas harga garam hinggal level petambak. “Salah satu yang diharapkan adalah kepastian harga,” ujarnya. Dirut PT SPJT, Untung Juanto, mengatakan, saat ini kebutuhan garam di tingkat nasional mencapai 4,9 juta ton setahun. Namun produksi baru terpenuhi 2,04 juta ton. Maka sisanya harus dipenuhi dari keran impor. Untuk mengurangi impor dan mewujudkan swasmbada pangan nasional sebagaimana Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025, Pemprov ikut meningkatkan produksi garam. “Kapasitas produksi 25 ribu ton per tahun atau 2 ribu ton per bulan. Kadar NaCl 97 persen dan kadar air 0,5 persen. Pabrik garam Pati berpotensi menyerap 30 ribu ton dan yang diserap 100 persen dari petambak lokal di Pati,” kata Untung. Pembangunan pabrik dilakukan secara swakelola oleh PT SPJT Konstruksi. Untuk mensin, lanjutnya, diproduksi perusahaan anak bangsa. Sementara bahan bakar menggunakan gas cng diproduksi JPEN guna mendukung industri hijau dan produksi dalam negeri. Terkait pemasaran hasil priduksi, PT SPJT telah menggandeng 21 perusahaan. Masing-masing menyatakan minat dan total kebutuhan 21 perusahaan mencapai 1.500 ton per bulan. Salah satu petambak asal Batangan, Joko Senawi, mengaku senang dengan hadirnya pabrik garam industri SPJT. Alasannya, lebih mudah menjual garam dan harga stabil 1.600 per kg nya. Dalam setahun atau 6 bulan musim panas, ia bisa memproduksi 130 ton dengan kadar NaCl 94 persen. “Ya senang, harganya tinggi dan stabil,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

20 Tahun Hidup di Atas Rob, Warga Berharap Besar dengan Tanggul Laut

DEMAK – Banyak warga yang tinggal di pesisir pantai Utara Pulau Jawa berharap besar terhadap program giant sea wall (tanggul laut) yang saat ini sedang dikebut pengerjaannya oleh pemerintah pusat. Keberadaan tanggul laut menjadi satu-satunya solusi penanganan dampak dari bencana rob di pesisir utara pulau Jawa. Salah satu tokoh masyarakat Dukuh Pandansari, Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Zamroni (50), mengatakan, warga sangat berharap proyek tanggul laut yang saat ini sedang dikerjakan bisa segera terealisasi. “Warga ingin sekali bencana rob ini sesegera mungkin teratasi dan bisa terselesaikan. Masyarakat sini kalau ditanya tentang rob, mungkin sudah tidak bisa merasakan lagi apa itu rob, karena sudah terlalu lama terbiasa hidup di tengah rob. Sudah akrab dengan rob 20 tahun lebih,” ungkap Zamroni di temui di depan warung yang juga menjadi tempat tinggal bersama istri, Selasa (24/6/2025). Menurutnya, warga desa sudah tahu kalau solusi mengatasi rob ini hanya dengan tanggul laut. Warga juga paham kalau penyedotan air dan pengerukan sungai, tak akan menyelesaikan persoalan rob untuk jangka panjang. Itu sifatnya hanya sementara. “Warga juga tahu selama menunggu tanggul laut selesai, pemerintah juga mengusahakan menangani rob dalam jangka pendek. Semoga (tanggul laut) tidak sampai molor dan tertunda,” ungkapnya. Zamroni warga asli setempat. Dia semula tinggal di RT 02 RW 04. Namun karena rob kian tahun meninggi, ia memutuskan hengkang dari rumah yang selama ini ditinggali bersama anak istri. Rumahnya dibiarkan tenggelam. Dia kemudian menumpang tinggal di lahan milih BBWS yang ada di dekat dukuhnya. Di tempat itu, ia mendirikan warung untuk menghidupi keluarga sejak 2015 sampai sekarang.Di area itu saat ini ada proyek pembangunan jalan tol Semarang Demak yang juga terintegrasi dengan tanggul laut. “Rob paling parah itu mulai 2021. Di sini dampaknya yang paling parah. Setiap tahun warga di sini selalu meninggikan rumah satu meter. Bahkan tidak sampai setahun sudah meninggikan lagi. Lama-lama kan habis uangnya. Padahal kebutuhan kita tidak hanya soal meninggikan rumah, tapi juga kebutuhan sehari-hari, belum lagi anak sekolah,” kata Zamroni. Dia dan sebagian besar warga tidak mampu lagi meninggikan rumah. Sebagian masih bertahan di tempat. Salah satunya adalah Sumaerah (70). Perempuan paro baya itu tetangga Zamroni. Boleh dibilang, kehidupan Mbah Sumaerah sangat memprihatinkan. Bersama anak, menantu, dan dua cucu, ia tinggal di dalam rumah yang sudah tergenang air rob. Air yang menggenang setinggi perut orang dewasa. Dari luar, sepintas seperti rumah apung. Padahal kalau melongok ke dalam, kondisinya sudah sangat tidak layak untuk ditempati. Di rumah papan itu, Mbak Sumaerah tinggal bersama anaknya, Unawanah (35) dan menantu, Syukron Akbar (37). Bahkan dua anak Unawanah yang masih belia, Narulita Noverona (8) dan Yunia Amalia (5), juga ada di dalamnya. “Saya tinggal di sini sejak umur 15 tahun. Dulu saat saya remaja, robnya tidak setinggi ini. Sekarang parah banget,” ungkap Mbah Sumaerah. Untuk masuk ke dalam rumah, harus membungkukkan badan. Perlu tambahan rangkaian bambu dan papan sebagai jembatan untuk jalan masuknya. Kalau kurang hati-hati, bisa terpeleset dan tercebur. Tak banyak perabot laiknya rumah pada umumnya. “Setiap hari ya begini. Sudah puluhan tahun saya menjalani hidup di sini. Tidur, makan, mandi ya di dalam. Hidupnya di atas air rob,” ungkap nenek yang menderita sakit punggung dan mata tersebut. Suaminya, Musa, meninggal tujuh tahun lalu. Mbah Sumaerah menggantungkan hidup pada anak dan menantunya yang bekerja sebagai buruh. Ketika ditanya kenapa tidak mau pindah, ia menjawab lirih.“Mau pindah kemana? Saya tidak punya uang sama sekali. Minta bantuan juga tidak ada yang memberi,” ungkapnya. Mbah Sumaerah hanya bisa pasrah. Dia berharap pemerintah memberi perhatian dan bantuan. Tak hanya untuk dirinya, tapi juga untuk nasib dua cucu kesayangan. Soal tawaran relokasi, Mbah Sumaerah tak buru-buru menerima. Dia khawatir jika ditarik biaya meski diberitahu kalau gratis. Diberikan lahan dan dibangunkan rumah secara cuma-cuma. “Sementara di sini dulu saja. Kalau pindah nanti bayar pakai apa tanah dan bangun rumahnya? Untuk makan tiap hari saja susah, seadanya,” katanya. Selain tanggul laut, Zamroni juga berharap agar pemerintah juga memperhatikan akses jalan desa yang biasa digunakan warga.“Kasihan warga. Tiap hari di rumah hidup dengan rob, mau berangkat kerja juga susah. Minimal akses jalannya baik, biar bisa kerja untuk ekonomi keluarga,” katanya. Zamroni, Mbah Sumaerah, dan warga lain di Desa Bedono, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, berharap besar pada proyek giant sea wall. Warga yang sudah pasrah, ingin kehidupannya jauh lebih baik.***

Ngopeni Ngelakoni

Speling dan CKG Sasar 3,8 Juta Jiwa di 152 Desa

SEMARANG – Program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dicanangkan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah telah menyasar 152 desa di 32 kabupaten/kota. Menariknya, ada 17.900 orang yang ikut memeriksakan diri di program speling dan sebanyak 3,8 juta jiwa ikut dalam Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program Speling merupakan skrining kesehatan ditambah layanan dokter spesialis hingga rujukan. Sementara CKG hanya sebatas skrining. Layanan ini tanpa biaya atau gratis. Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar, menjelaskan, target jumlah desa sasaran Speling sebanyak 1.278 setahun (Maret 2025-2026) dan saat ini sudah terealisasi di 152 desa. Ia optimis bisa mencapai target, karena Pemprov Jateng bekerja sama dengan 361 rumah sakit pemerintah maupun swasta. “CKG Jateng 3,8 juta itu terbesar di Indonesia. Kalau speling, Pak Gubernur sebenarnya menargetkan 70 desa di 105 hari menjabat. Tapi pada waktu yang sama sudah mencapai 152 desa dari target kami 1.278 desa. Kami optimis tercapai karena bisa dilakukan bersamaan,” ujar Yunita, Senin 23 Juni 2025. Dikatakan, desa prioritas Speling adalah yang masuk kategori miskin. Sejauh ini, masyarakat antusias untuk memanfaatkan kehadiran dokter spesialis tersebut. Dari 152 desa tersebut, penyakit yang mendominasi berbeda-beda. Misal, warga di sekitar wilayah terdampak rob maka penyakit paling banyak adalah kulit seperti gatal-gatal. Namun di wilayah lain yang pola makan atau gaya hidup kurang bagus maka didominasi hipertensi, gula hingga kolesterol. Yunita mengatakan, Speling dan CKG ini berjalan beriringan. Lantaran CKG merupakan program pemerintah pusat. maka untuk menyosialisasikan keduanya, pihaknya turut menyebar informasi jadwal Speling, waktu dan lokasinya. “Sudah ada jadwalnya, sehari ada yang 5, 10 atau 12 titik,” jelasnya. Disebutkan, jadwal Speling pada 24 Juni 2025 di Desa Kepuk, Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Kemudian Desa Kedungboto, Limbangan (Kendal), Desa Kemusu (Boyolali), Desa Sidorejo (Rembang), Desa Jembangan (banjarnegara), Desa Cikura (Kabupaten Tegal) dan Kelurahan Panjang Wetan (Kota Pekalongan). Jadwal selengkapnya bisa dilihat di akun instagram Dinas Kesehatan Jawa Tengah @dinkesjateng_prov. Penerima manfaat Speling ini, lanjutnya, tak hanya masyarakat semata. Dokter Puskesmas juga mendapatkan transfer ilmu dari para dokter spesialis. Semisal cara membaca hasil USG dengan tepat. “Program Pak Gubernur ini merupakan program kolaborasi dan disengkuyung semua kabupaten serta kota,” ujarnya.***

Scroll to Top