Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin: Pengendalian Hama Pertanian Harus Libatkan Kampus

GROBOGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan upaya pemulihan pertanian harus melibatkan pendekatan ekosistem secara menyeluruh, termasuk pengendalian hama dan edukasi lingkungan. “Permasalahannya bukan hanya banjir, tapi juga hama tikus. Saya mengapresiasi Kementerian yang ikut memberikan solusi jangka panjang, seperti penyediaan burung hantu sebagai predator alami,” ujarnya usai penyerahan bantuan pascabencana banjir di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, Kamis, 3 Juli 2025. Ia juga mengingatkan pentingnya pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dalam penanganan hama. “Kita perlu melibatkan kampus-kampus yang punya keahlian dalam pengendalian hama. Ini bagian dari upaya kolektif,” ungkapnya. Terkait banjir, ia menyoroti perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. “Saat saya tanya, warga bilang: ‘Kami buang sampah di sana karena yang lain juga begitu.’ Ini persoalan edukasi dan kesadaran kolektif,” ujarnya. Gus Yasin juga menyoroti sedimentasi sungai terjadi jauh lebih cepat dari kondisi ideal. “Dulu, aliran sungai yang terjaga bisa bertahan 10 tahun sebelum sedimentasi. Sekarang baru 3 tahun sudah dangkal. Ekosistem harus dibangun ulang,” tegasnya. Ia mengingatkan pengelolaan sungai tak bisa dilakukan sendiri-sendiri oleh kabupaten. Misalnya, aliran dari Waduk Jragung di Kabupaten Semarang bisa berdampak ke Grobogan. “Harus ada koordinasi lintas daerah. Kita harus menanam pohon-pohon besar seperti pisang, normalisasi sungai, dan gotong royong pulihkan ekosistem,” tegasnya. Sebagai informasi, kontribusi Jawa Tengah terhadap lumbung pangan nasional mencapai 16,9 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 17 persen pada triwulan I tahun 2025. Dari angka tersebut, Kabupaten Grobogan sendiri menyumbang 10 persen.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Tepati Janji, Bawa Bantuan Benih untuk Petani Terdampak Banjir di Demak

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menepati janjinya kepada petani Demak yang terdampak banjir. Pada kunjungan kerja ke Kabupaten Demak, Kamis 3 Juli 2025, dia menyerahkan simbolis bantuan 28.450 kilogram benih padi untuk 56 kelompok tani yang lahannya rusak akibat rob dan banjir. Bantuan ini mencakup luas tanam 1.138 hektare dan merupakan bagian dari program antisipasi perubahan iklim tahun anggaran 2025. Turut hadir dalam kegiatan bertajuk Sinergi Penanganan Sawah Terdampak Banjir untuk Peningkatan Produksi Padi tersebut, Bupati Demak Eisti’anah, Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Mulyono, dan Plh. Kepala KPw Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Nita Rachmenia. Selain itu, Gus Yasin juga didampingi pejabat strategis dari OPD dan instansi vertikal, yakni Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Jateng De Francisco Da Silva Tavares, Kepala Dinas PUSDATARU Henggar Budi Anggoro, dan Kepala BBWS Pemali Juana Laode Muhammad Bakti. Dalam sambutannya, Taj Yasin menekankan persoalan rob dan banjir yang melanda Demak bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi isu kemanusiaan dan ketahanan pangan. “Semua pihak bergerak—masyarakat, pemerintah, pengusaha, akademisi. Ini bukan proyek, tapi persoalan kemanusiaan dan kebencanaan,” ujarnya. Ia menyebut rob meluas tidak hanya berdampak pada Demak, tetapi juga menjalar ke wilayah Jepara. Pemprov Jateng pun akan menganggarkan Rp250–300 miliar untuk penanganan kawasan pesisir. Selain itu, Sungai Pelayaran yang mengaliri kawasan pertanian di Kecamatan Sayung tengah dinormalisasi sepanjang dua kilometer. Bila dukungan solar dari Pertamina terpenuhi, normalisasi dapat diperpanjang. “Besok saya akan ketemu Pertamina. Kita minta tambahan bahan bakar agar pengerukan bisa diperpanjang lebih dari dua kilometer,” jelasnya. Yasin menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Ia menyebut, kontribusi Jawa Tengah terhadap lumbung pangan nasional meningkat dari 16% pada 2024 menjadi 17% di awal 2025. Namun, angka itu terancam turun akibat alih fungsi lahan dan kerusakan akibat bencana. “Kalau ingin kembali menyumbang 20–25%, maka lahan pertanian yang rusak harus dikembalikan. Termasuk yang ada di Demak,” tegasnya. Bupati Demak Eisti’anah mengapresiasi realisasi janji bantuan dari Pemprov Jateng, yang menurutnya menjadi angin segar bagi para petani. Ia menjelaskan sebagian besar wilayah Demak berada di kawasan rendah, sehingga sangat rentan terhadap rob, banjir, dan sedimentasi. “Banyak sawah yang tidak bisa ditanami akibat sedimentasi tinggi. Tapi kami bersyukur karena tidak ada saling lempar tanggung jawab. Pemerintah daerah, provinsi, pusat, hingga swasta bersatu dalam penanganan,” ujarnya. Senada, Plh. Kepala KPw Bank Indonesia Jateng Nita Rachmenia menegaskan komitmen BI untuk menjaga stabilitas pangan di Jawa Tengah, termasuk di Demak. Selain bantuan teknis dan bibit, BI juga mendukung pengendalian hama berbasis ekologis melalui pembangunan rumah burung hantu (rubuha). “Sinergi ini penting untuk menjaga stabilitas pasokan, sekaligus kesejahteraan petani agar bisa berjalan selaras,” kata Nita. Dengan hadirnya kolaborasi lintas sektor, Pemprov Jateng berharap produktivitas pertanian di Demak dapat segera pulih, sekaligus memperkuat peran Jawa Tengah sebagai lumbung pangan nasional yang tangguh dan berkelanjutan. Janji tersebut sebelumnya ia sampaikan saat menghadiri pengajian di Pondok Pesantren Husnul Khotimah Mranggen pada Mei lalu. Kepada media, Yasin mengatakan akan membantu lahan sawah yang terdampak banjir. “Bibitnya kita ganti, pupuknya juga akan kita perhatikan. Kita koordinasi dengan Dinas Pertanian. Jadi insyaallah akan ada gantinya,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Cek Langsung Pengerukan Sungai Pelayaran Penyebab Rob Demak

DEMAK – Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin meninjau pengerjaan normalisasi Sungai Pelayaran di Desa Wonokerto, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Demak pada Kamis, 3 Juli 2024. Hal itu untuk mengatasi sedementasi di sungai tersebut. Sebab, salah satu pemicu banjir rob yang acap melanda di daerah tersebut karena sejumlah saluran sungai mengalami sedimentasi. “Kita berupaya mengeluarkan genangan dengan melakukan normalisasi. Ini tanggap darurat. Kita sudah koordinasi dengan berbagai pihak termasuk Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Dan untuk kebutuhan Bahan Bakar Minyak (BBM) kita dibantu oleh Bank Indonesia,” ucapnya. Rencananya, normalisasi itu dilakukan sepanjang 2 KM. normalisasi Sungai Pelayaran nantinya juga akan berdampak positif pada pengairan 512 hektare sawah di 4 desa di Kecamatan Karangtengah. “Tadi sudah saya instruksikan langsung kepada Dinas Pusdataru. Ini wilayah kewenangan pemprov, dan kita pastikan akan ditangani. Tahun ini kita kejar sampai akhir tahun,” ujar Taj Yasin. Ia telah menginstruksikan Dinas Pusdataru untuk menghitung anggaran dengan wacana normalisasi hingga sepanjang 10 KM. Perkiraan biayanya mencapai Rp14,4 miliar. “Saya minta segera dihitung rinciannya, supaya nanti bisa dimasukkan ke (anggaran) perubahan,” tegasnya. Pada kesempatan itu, sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini juga berterima kasih kepada kepala desa yang telah bersedia bekerja sama, mengerahkan truknya untuk mengangkut lumpur sedimentasi. Pemprov Jateng berupaya segera menyelesaikan persoalan rob di Demak. Menurut Taj Yasin, upaya ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, untuk mempercepat kerja dan menghadirkan solusi nyata di lapangan, terutama dalam isu bencana, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Alokasikan Rp250 Miliar Lebih untuk Insentif Guru Agama

KEBUMEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen memberikan perhatian kepada para guru agama, melalui insentif yang dialokasikan setiap tahun dari APBD. Tahun ini, besaran yang dialokasikan lebih dari Rp250 miliar. “Setidaknya mencapai Rp250 miliar yang dihibahkan untuk guru-guru agama. Tahun depan insyaallah akan kita tambah lagi,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, saat tasyakuran peresmian renovasi Masjid Baitul Khasan, Desa Jatimulyo, Kecamatan Alian, Kabupaten Kebumen, Rabu, 2 Juli 2025. Taj  Yasin menjelaskan, insentif diberikan untuk seluruh pengajar agama, baik Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghuchu. Berdasarkan data Kantor Wilayah Kementerian Agama Jateng, penerima insentif guru agama Islam pada 2025  sebanyak 225.187 orang, Kristen 4.430 orang, Katolik 475 orang, Hindu 180 orang, Buddha 545 orang dan Kongh chu sebanyak 13 orang. Pihaknya menyadari, dari jumlah penerima tersebut, mungkin masih ada guru agama yang belum terdata, bahkan nilai insentif sebesar Rp1,2 juta per tahun dianggap masih kurang. Maka dari itu, Taj Yasin mengajak pemerintah kabupaten/ kota untuk berkolaborasi, baik dalam melakukan pendataan maupun mengalokasikan hibah untuk insentif guru keagamaan. Menurut dia, guru agama penting untuk diperhatikan, karena merupakan benteng dari negara. Mereka punya peran krusial dalam membentuk karakter dan moral, menanamkan moderasi beragama dan pencegah intoleransi, serta menanamkan pondasi spiritual. “Kami juga akan lebih meningkatkan nilainya, karena peran guru-guru agama itu juga sebagai benteng negara kita,” ucap dia. Kepala Sub Direktorat Pesantren, Kementerian Agama RI, Aziz Syaifuddin mengapresiasi konsistensi Pemprov Jateng, dalam memberikan insentif kepada para guru agama. Alokasi anggarannya pun, menjadi yang tertinggi di Indonesia. “Pemprov Jateng besar kepeduliannya terhadap perkembangan pendidikan, terutama di pesantren. Banyak guru-guru madrasah, ustaz pendidikan Al Quran. (Program ini) Jateng tertinggi di Indonesia,” katanya. Kepedulian ini, diharapkan bisa terus ditingkatkan. Tidak sekadar insentif, tetapi juga menambah variasi kebijakan dengan program yang memberdayakan masyarakat.*

Ngopeni Ngelakoni

Hari Kelautan Nasional, Jateng Perkuat Ekosistem Pesisir dan Perlindungan Nelayan

KEBUMEN – Bertepatan dengan Hari Kelautan Nasional 2025, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan komitmennya dalam memperkuat sektor kelautan. Ia mengapresiasi kontribusi seluruh pelaku sektor kelautan di Jateng, mulai dari nelayan, petambak, pembudidaya rumput laut dan garam, hingga pekerja kapal dan buruh industri pengolahan ikan. Sebab, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, 17 berada di wilayah pesisir dan menyimpan potensi ekonomi kelautan yang besar. “Kita punya kekuatan ekspor produk perikanan hingga ke Asia Timur dan Amerika. Tapi saat ini, tantangan kita juga besar, terutama krisis iklim yang menyebabkan abrasi, rob, dan kerusakan ekosistem mangrove,” ujarnya, saat meresmikan Masjid Baitul Hasan di Kebumen, Rabu, 2 Juli 2025. Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemprov Jateng menguatkan program Mageri Segoro, yakni sebuah gerakan rehabilitasi pesisir berbasis kolaborasi masyarakat, kampus, dan komunitas lingkungan. Program ini difokuskan pada pemulihan vegetasi mangrove dan penguatan sabuk pantai. “Pemulihan ekosistem mangrove akan menahan abrasi, mengembalikan garis pantai, sekaligus meningkatkan hasil tangkapan dan produksi tambak,” jelas Taj Yasin. Selain itu, Jateng juga memperkuat sektor pergaraman, salah satunya di wilayah Batangan, Pati. Melalui BUMD PT Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT), kini dibangun fasilitas pengolahan garam industri yang mulai beroperasi sejak Juni 2025. “Dengan luas lahan 2,5 hektare, fasilitas ini mampu memproduksi 25 ribu ton garam per tahun dan menyerap hingga 30 ribu ton garam dari petambak lokal,” jelasnya. Dalam hal kesejahteraan, Pemprov Jateng menyiapkan berbagai program untuk nelayan kecil, ABK kapal, hingga buruh industri pengolahan ikan. Mulai dari pelatihan, distribusi alat tangkap, penguatan kelompok budidaya, hingga pengawasan harga hasil laut. Distribusi BBM jenis solar diatur secara strategis agar mudah diakses nelayan. Sementara itu, asuransi nelayan didorong melalui program Jamkrida. Di sektor industri perikanan, Pemprov juga mendorong pengusaha untuk memastikan buruh, termasuk perempuan dan ibu rumah tangga, terakses BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, serta mendapatkan upah dan jam kerja yang layak. “Kesejahteraan pelaku sektor kelautan merupakan kunci kekuatan ekonomi pesisir,” pungkasnya. Sebagai informasi, pada kesempatan lain Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Jawa Tengah, Endi Faiz Effendi menyampaikan, pertumbuhan produksi hasil kelautan dan perikanan di Jateng menunjukkan tren yang positif dari tahun ke tahun, terutama dalam jangka waktu 5 tahun terakhir. Tercatat produksi perikanan tangkap di Jateng terus mengalami peningkatan, yakni tahun 2018 sebanyak 309.759 ton, tahun 2019 sebanyak 331.493 ton, tahun 2020 sebanyak 343.587 ton, tahun 2021 sebanyak 351.238 ton, tahun 2022 sebanyak 366.912 ton, tahun 2023 sebanyak 372.517 ton, dan tahun 2024 mencapai sekitar 379.124 ton. Sementara produksi perikanan budi daya juga terus berkembang. Rinciannya, tahun 2018 mencapai 623.945 ton, tahun 2019 sekitar 656.738 ton, tahun 2020 sebanyak 668.402 ton, tahun 2021 sebanyak 693.116 ton, tahun 2022 mencapai 707.225 ton, tahun 2023 sebanyak 718.909 ton, dan tahun 2024 sekitar 732.480 ton. Adapun komoditas unggulannya, antara lain nila, lele, bandeng, udang vaname, dan gurame.***

Ngopeni Ngelakoni

Ning Nawal, Ketua BKOW Jateng Kagumi Kerajinan Karya Para Disabilitas Jepara

JEPARA – Tangan-tangan terampil cekatan mencipratkan cairan pewarna ke atas sehelai kain putih. Cipratannya acak tak beraturan. Namun jika dilihat secara seksama dan semakin lama, keindahannya pun muncul. Corak batik itu tak terpola. Melalui cipratan cairan pewarna, seperti warna hijau, merah, dan kuning, seketika motif batik terbentuk. Warna-warni cipratan batik menyatu dengan kain. Tiga orang lelaki mengenakan baju batik sibuk membuat batik. Ketiganya adalah penghuni Rumah Pelayanan (Rumpel) Sosial Disabilitas Mental Waluyotomo Jepara, Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah. Keterbatasannya, tak lantas membatasi kemampuan mereka. Justru, keterampilannya secara bebas muncul dari hati yang jujur. Bahkan, saat Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah, Hj Nawal Arafah Yasin, M.S.I, bersama rombongan, berkesempatan melihat mereka berkarya, mereka tetap serius melanjutkan goresan dan cipratan kuasnya. “Bagus sekali karyanya. Ini karya batik, ya. Keren lho warnanya,” kata Ning Nawal, panggilan akrabnya, yang diamini peserta rombongan di lokasi, Selasa (1/7/2025). Ning Nawal mengatakan, di panti itu para penyandang disabilitas mental mendapatkan pelatihan pembuatan keterampilan membuat batik ciprat, yang hasilnya sudah bisa dipasarkan hingga Jakarta. “Karyanya bagus, batiknya juga bagus. Warnanya menarik. Mereka melakukan sendiri. Satu kain dicipratkan warna sendiri oleh tiga orang, sesuai dengan keinginan sendiri,” puji Ning Nawal. Selain juga yang tidak kalah kerennya, yaitu mereka membuat pot yang bahannya berasal dari kain bekas dicampurkan semen. Menurutnya, karya mereka bagus. “Ini luar biasa,” ucapnya. Kegiatan Bakti Sosial BKOW Provinsi Jawa Tengah bertema Peduli dan Berbagi Berkah bagi Sesama Rumah Pelayanan (Rumpel) Sosial Disabilitas Mental Waluyotomo Jepara, Selasa (1/7/2025), itu berlangsung meriah. Kepala Panti Pelayanan Sosial Lanjut Usia (PPSLU) Potroyudan, Jepara, Nur Chibtiyah menyampaikan, para disabilitas mental mendapatkan pelatihan pembuatan kerajinan. Ada 95 orang penyandang disabilitas di tempatnya. “Dalam panti, mereka dilatih batik ciprat. Di sini sudah ada galerinya. Mereka bisa mengekspresikan galaunya, sedihnya, senangnya ada di batik ciprat. Batiknya laris,” jelasnya di lokasi. Menurut Chibtiyah, selama ini batik mereka dijual di pameran, serta melalui media sosial. Dengan membuat karya batik ciprat, ujarnya, mereka bisa melakukan fungsi sosial dan bisa bekerja. Mereka juga bisa mendapatkan uang dari penjualan batik, kemudian uang ditabung. “Selain batik, juga yang diapresiasi ibu (Nawal) ada juga kerajina pot dari kain bekas. Pot harga Rp50 ribu-Rp200 ribu. Batik Rp165 ribu. Batiknya tidak luntur,” jelasnya. Pelaksana Tugas Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Jateng, Endah Dwi Setyorini mengatakan, pihaknya tak hanya melayani warga panti, yang dalam hal ini orang terlantar. Mereka juga dilatih agar punya pekerjaan. “Panti kami tidak hanya melayani orang terlantar tapi mereka juga yang tidak memiliki pekerjaan. Ketika mereka masuk panti kami tidak hanya melayani kebutuhan dasar, tapi juga mereka diajarkan kemandirian. Sehingga, mereka dilatih pelatihan kreatif yang nanti harapannya setelah keluar dari panti, yang bersangkutan bisa hidup mandiri di tengah masyarakat,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng: Beasiswa Santri ke Luar Negeri Terealisasi 2026

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) menargetkan realisasi program beasiswa kuliah santri ke sejumlah kampus di luar negeri akan terealisasi pada tahun 2026. Program pendidikan santri di Jateng ke luar negeri tersebut, merupakan bagian dari Program Pesantren Obah yang dicanangkan oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, dan Wakil Gubernur Taj Yasin. “Ternyata, APBD tahun ini sudah berjalan. Artinya kita tidak bisa langsung merealisasikan semuanya saat ini. Akan tetapi, untuk menuju ke sananya proses kita siapkan. Goal-nya pada tahun kedua (pemerintahan) kami nanti sudah bisa mengirim santri belajar ke luar negeri,” katanya, pada suatu kesempatan baru-baru ini. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu bilang, pada tahun pertama pemerintahan yang dipimpin Luthfi-Yasin ini terus mempersiapkan skema-skema. Dimulai dari membentuk badan atau lembaga. Tim dalam lembaga itu bertugas membuat kerja sama dengan kampus di luar negeri, hingga menyeleksi santri-santri yang layak mendapat beasiswa pendidikan di mancanegara. “Artinya mereka akan menentukan proses-prosesnya, untuk mendapatkan beasiswa juga siapa saja?” ucap Taj Yasin. Sosok asal Kabupaten Rembang itu mengatakan, dalam proses seleksi santri bakal melibatkan santri alumni yang pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah kampus luar negeri. “Ada alumni dari Mesir, Yaman, Jerman, dan lainnya kita rangkul semuanya. Jadi bagaimana nanti Jawa Tengah bisa mengirim para santri untuk belajar di sana. Nah, ini yang saat ini sudah kita siapkan,” ucapnya. Beberapa kampus yang dikerjasamakan dengan Pemprov Jateng, kata Taj Yasin, di antaranya berada di sejumlah negara di Timur Tengah, seperti Mesir, dan Yaman. Di Eropa seperti Jerman, lalu di Asia Timur seperti di China maupun Korea Selatan. Lebih lanjut, dikatakan Taj Yasin, setelah empat tahun santri menimba ilmu di kampus luar negeri, diharapkan akan kembali ke tanah air untuk membantu menguatkan pendidikan di pesantren khususnya. “Nah, setelah empat tahun nanti kita bisa mengetik hasilnya. Santri kita kembalikan ke pesantren-pesantrennya untuk mengajar,” katanya. Ilmu yang telah dimiliki santri, kata Taj Yasin, diharuskan diaplikasikan untuk mewarnai apa khasanah ilmiah yang ada di pesantren-pesantren. Hal itu sebagai bagian dari penguatan pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berbasis keagamaan.***

Ngopeni Ngelakoni

Dibuka Gratis Selama 10 Hari, Jateng Fair 2025 Hadirkan Ratusan Stan Hingga Beragam Hiburan

SEMARANG – Event tahunan kebanggaan warga Jawa Tengah, Jateng Fair Festival 2025, secara resmi dibuka Gubernur Ahmad Luthfi, di Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Kota Semarang, Jumat (27/6/2025) malam. Mengusung tema “The New Innovation“, pesta rakyat ini dibuka secara gratis atau tanpa tiket masuk, untuk seluruh warga Jateng. Berbagai produk unggulan hingga panggung hiburan tersaji selama 10 hari, hingga 6 Juli 2025. Kemeriahan Jateng Fair 2025 terlihat pada malam pembukaan. Stan kuliner dan UMKM berjajar rapi di kompleks PRPP Semarang. Wahana permainan dan hiburan juga dipenuhi pengunjung, mulai dari anak-anak, muda-mudi, hingga orang tua. Direktur PT PRPP Jawa Tengah Hery Kristanto mengatakan, Jateng Fair Festival 2025 mengangkat tema “The New Inovation” yang menghadirkan berbagai inovasi hasil pembangunan, kuliner dan produk UMKM, serta pameran, rekreasi, dan hiburan. Dijelaskan, Pemprov Jateng telah melakukan evaluasi pelaksanaan Jateng Fair dari tahun-tahun sebelumnya. Sehingga, event yang biasanya digelar selama 17 hari kini menjadi 10 hari. Selain itu, pada tahun ini pengunjung juga tidak dikenakan tiket masuk. “Untuk kali ini Jateng Fair 2025 memberikan free gratis masuk ke area PRPP. Semua itu kami lakukan agar semua masyarakat bisa menikmati Jateng Fair dan berlibur, berwisata, di area PRPP yang tercinta ini,” ujar Hery, dalam laporannya. Dibeberkan, Jateng Fair 2025 menampilkan sebanyak 20 musisi lokal maupun nasional. Helatan ini juga kian semarak dengan adanya 60 wahana permainan, serta 184 stan yang siap memikat ketertarikan pengunjung. Sebanyak 184 stan tersebut terdiri dari 23 stan SKPD Pemprov Jateng, 15 Pemkab/Pemkot, 11 stan BUMD, dua stan BUMN dan Kementerian, 30 stan perusahaan swasta nasional, 14 stan produk UMKM lokal, 75 stan makanan dan minuman, serta 12 brand otomotif. Hery berharap, berbagai produk, pameran, dan hiburan, dalam event Jateng Fair 2025 ini, dapat meneguhkan posisis Jawa Tengah sebagai pusat budaya, seni, dan industri kreatif. “Dengan semangat Ngopeni dan Nglakoni Jateng, serta arahan dari Gubernur Jateng, kami berupaya dengan melakukan berbagai cara dan berkolaborasi untuk membuat PRPP kembali berjaya seperti masanya,” ucap dia. Sementara Gubernur Ahmad Luthfi, dalam sambutannya menekankan, Jateng Fair 2025 merupakan sarana untuk mempromosikan berbagai produk unggulan dan inovasi hasil pembangunan, yang dapat menumbuhkembangkan ekonomi daerah. Luthfi menegaskan, event Jateng Fair tidak boleh kalah dengan Jakarta Fair atau Pekan Raya Jakarta (PRJ). Apalagi Jateng memiliki berbagai potensi di sektor seni, budaya, UMKM, industri kreatif, pariwisata, yang harus terus dikembangkan. Pihaknya meminta seluruh pihak, mulai dari OPD, BUMD, bupati dan wali kota, serta masyarakat, untuk meramaikan pesta rakyat tersebut supaya bisa menggerakkan roda perekonomian. “Saya minta Jateng Fair tidak hanya merupakan kalender rutin, tapi harus memiliki behavior, perubahan, sehingga inovasi kita itu nampak,” kata dia. Gubernur Luthfi menegaskan, membangun Jawa Tengah harus dilakukan secara bersama-sama, tidak bisa dengan one man show atau menonjolkan egosektoral. “Kita ciptakan kebersamaan, sehingga pembangnan di Jawa Tengah bisa merata, termasuk semua kegiatan di Jawa Tengah harus mempunyai kebersamaan,” ungkap mantan Kapolda Jateng tersebut. Selain Luthfi, pembukaan Jateng Fair 2025 dihadiri oleh Sekda Jateng Sumarno beserta jajaran kepala OPD dan pimpinan BUMD Pemprov Jateng. Hadir pula Bupati Kudus Sam’ani Intakoris, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari, dan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq. Usai membuka acara, Gubernur Luthfi mengunjungi beberapa stan di Balai Merapi dan Merbabu, termasuk stan milik OPD yang memamerkan inovasi dan hasil pembangunan. Luthfi juga menyempatkan diri berdialog dan berinteraksi dengan para pengunjung.***

Ngopeni Ngelakoni

Ning Nawal Apresiasi Peran Fatayat NU Ikut Cegah Stunting

WONOSOBO – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), mengapresiasi peran Fatayat Nahdlatul Ulama, ikut mencegah dan menangani kasus tengkes atau stunting. Melalui program “Sambang Ibu-Sambang Bayi”, organisasi perempuan NU turut aktif menyebar edukasi pola asuh, untuk mewujudkan generasi emas 2045. Hal itu disampaikan Ning Nawal, saat menghadiri Peringatan Hari Lahir ke-75 Fatayat NU, di Alun-alun Wonosobo, Sabtu (28/6/2025). “Harapannya Fatayat NU betul betul sesuai dengan tema acaranya, bahwa organisasi harus semakin jaya dan kadernya semakin berdaya,” ujarnya, seusai acara. Ditambahkan, satu aksi nyata yang dilaksanakan oleh Fatayat NU Wonosobo adalah kegiatan “Sambang Ibu-Sambang Bayi”. Kegiatan itu bertujuan untuk memberikan edukasi pola pengasuhan bayi, agar tercukupi gizinya, terpenuhi perkembangan psikologisnya, untuk mendukung tumbuh kembang anak yang optimal. Menurut Ning Nawal, apa yang dilakukan itu merupakan sumbangsih nyata bagi kesejahteraan keluarga. Selain Sambang Bayi, adapula pelatihan konselor, guna mengatasi kasus kekerasan yang terjadi di Jawa Tengah. “Dan ini sangat menarik, karena Fatayat menjadi mitra pemerintah dalam membangun kesejahteraan masyarakat di Jawa Tengah. Terbukti program yang dilakukan itu Sambang Ibu-Sambang Bayi sudah berjalan sekitar empat tahun,” imbuh Ning Nawal. Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Jateng ini menambahkan, hal tersebut sangat mungkin dikolaborasikan dengan stakeholder lain. Harapannya gerakan dari akar rumput yang dilakukan oleh Fatayat NU, dapat menular seantero Jawa Tengah. “Untuk Fatayat ini juga berkolaborasi dengan UNICEF, ini nanti kita (PKK) juga bisa kita kolaborasikan dengn Fatayat, karena kader-kadernya luar biasa,” tutup Ning Nawal.***

Ngopeni Ngelakoni

Refleksi Tahun Baru Islam, Gus Yasin Ajak Bangun Jawa Tengah Tanpa ‘Brengkelan’

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam 1 Muharam 1447 H sebagai waktu untuk refleksi dan semangat memperbaiki diri serta membangun daerah bersama-sama. Ia menekankan pentingnya meninggalkan kebiasaan saling menyalahkan dan mulai fokus menatap masa depan Jawa Tengah. “Alhamdulillah, malam ini kita bisa bersama-sama memperingati malam Tahun Baru Islam, 1 Muharam. Ada pesan penting bahwa Muharam bukan sekadar pergantian tahun, tapi momen refleksi—melihat masa lalu dan menata langkah ke depan,” kata Gus Yasin dalam doorstop usai acara Salat Isya dan Istighotsah di Gradhika Bhakti Praja, Kamis, 26 Juni 2025. Ia menambahkan, sudah waktunya masyarakat berhenti saling menyalahkan dan berdebat tanpa solusi. “Nggak perlu lagi saling menyalahkan, debat kusir, atau ‘brengkelan’. Sekarang mari fokus ke masa depan. Yuk, bareng-bareng kita bangun Jawa Tengah,” tegasnya. Gus Yasin juga mengajak masyarakat agar tahun baru ini dimulai dengan doa dan semangat memperbaiki kondisi, termasuk dalam menyelesaikan persoalan-persoalan di berbagai daerah. “Kalau ada permasalahan, misalnya di sekolah atau daerah lain, ayo kita selesaikan bersama. Jangan cuma ngomong ini itu, tapi langsung sampaikan apa yang harus kami lakukan. Kalau yang kami lakukan masih kurang, sampaikan mana yang kurang. Insyaallah kita siap berbenah bersama,” lanjutnya. Sebelumnya dalam sambutan, Gus Yasin juga mengajak masyarakat mendoakan agar berbagai musibah yang terjadi di Tanah Air bisa segera diangkat. “Semoga Allah menghilangkan musibah-musibah yang ada di negara ini, khususnya di Jawa Tengah. Dan semoga mereka yang berperang segera berdamai dan memikirkan kesejahteraan umat, termasuk di Jawa Tengah,” tuturnya. Peringatan Tahun Baru Islam tersebut diikuti oleh sekitar 400 orang dari berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, kepala OPD, instansi vertikal, ulama, hingga santri dan tokoh masyarakat. Rangkaian acara meliputi salat berjamaah, istighotsah, tausiah keagamaan, hingga penyerahan bantuan simbolis. Pemprov Jateng menyerahkan bantuan kepada 11 penerima, antara lain lima bantuan pendidikan masing-masing sebesar Rp10 juta, lima paket sembako, serta 19 unit pompa air untuk wilayah Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak. Camat Sayung, Sukarman, turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan bantuan dari Pemprov Jateng. Menurutnya, wilayah Sayung masih rawan rob, dan sejumlah desa seperti Sriwulan dan Kalisari kerap tergenang. “Hujan sebentar saja sudah banjir lagi. Maka kami sangat berterima kasih atas langkah cepat dari Bapak Gubernur dan jajaran. Bantuan ini sangat bermanfaat,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi berbagai program pelatihan, bantuan sosial, dan pemberdayaan masyarakat yang dibawa ke wilayahnya. “Terima kasih Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, ini sangat membantu masyarakat kami,” tutupnya.***

Scroll to Top