Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Lantik 183 Pejabat Fungsional, Taj Yasin Tekankan Integritas

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin melantik sebanyak 183 pejabat fungsional di lingkungan pemerintah provinsi setempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja Kota Semarang, Kamis 10 Juli 2025. Ratusan pejabat tersebut terdiri dari pejabat pengangkatan pertama, perpindahan dari jabatan lain, dan penyesuaian atau inpassing di jabatan fungsional. Mereka ditempatkan di sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jateng. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin mengaskan agar para pejabat yang dilantik secepatnya beradaptasi dengan lingkungan kerja barunya. Selain itu juga mampu bekerja dengan tim. “Kita tidak mungkin kerja one man one show. Semuanya harus kerja bersama dan bersinergi,” kata dia. Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini juga meminta kepada masing-masing pejabat untuk fokus pada tupoksi dan meningkatkan kinerja OPD. Saat ini dibutuhkan inovasi, kerja cepat dan perubahan yang lebih baik. Sehingga pelayanan pada masyarakat juga semakin meningkat. Taj Yasin juga menekankan sikap integritas kepada para pejabat. Ia mengingatkan bahwa jabatan yang diemban ini adalah amanah dan mesti dijalankan dengan sebaik-bainya. “Di jajaran Pemprov ini integritas sudah teruji. Bapak ibu yang diangkat jadi fungsionalis didampingi pimpinan bapak ibu semuanya. Nilai-nilai integritas sudah melekat pada bapak ibu sekalian,” tandasnya. Gus Yasin juga meminta agar PNS Pemprov Jateng dalam bekerja harus ikhlas.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Tuan Rumah MTQ Nasional 2026, Menteri Agama Usulkan Inovasi Baru

JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin mengunjungi Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, untuk memaparkan kesiapan provinsi menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI tahun 2026. Dalam kunjungannya, Taj Yasin meminta dukungan dan kepastian dari Menteri Agama untuk finalisasi Jateng menjadi tuan rumah. “Alhamdulillah tadi sudah secara lisan sudah di ACC (setujui) kita menjadi tuan rumah MTQ tahun 2026,” katanya usai audiensi dengan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama, Kamis, 10 Juli 2025. Pemprov Jateng segera melengkapi berkas-berkas yang dibutuhkan dalam kesiapan pelaksanaan menjadi tuan rumah, sekaligus menunggu keputusan resmi tertulis dari Kemenag. Merujuk kelengkapan itu, akan digunakan Pemprov Jateng untuk mengajukan anggaran pelaksaan kegiatan MTQ Nasional ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, maupun kabupaten/kota. “Sehingga kita akan lebih mantap lagi,” ucap Taj Yasin, sosok asal Kabupaten Rembang tersebut. Lebih lanjut, kata Taj Yasin, Menteri Agama Nasaruddin Umar juga memberikan arahan agar memberikan tambahan-tambahan inovasi yang berbeda dengan pelaksanaan MTQ yang sebelum-sebelumnya sudah dijalankan. “Termasuk penilaiannya, bagaimana sistem penilaian jurinya, lalu ada pengembangan ilmu-ilmunya. Supaya apa? dampak kepada masyarakatnya apa? Itu yang harus kita pikirkan,” katanya. Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur Jateng, mengatakan akan proaktif bersama Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama Jateng, dan khususnya masyarakat dari kalangan Pondok Pesantren Tahfidzul Quran untuk kepastian dan kelancaran MTQ Nasional XXXI 2026, di Jateng. Pelaksanaan MTQ XXXI 2026 di Jateng, kata dia, sangat diharapkan. Hal itu mengingat Jateng terakhir kali menjadi tuam rumah MTQ Nasional pada 1989. Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, mengatakan, agar persiapan MTQ XXXI 2026 di Jateng terus dimatangkan dalam waktu satu tahun tersisa saat ini. Pemprov Jateng juga diarahkan untuk bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Tilwatil Qur’an (LPTQ). Dalam arahannya, Nasaruddin Umar mendorong lahirnya inovasi dalam penyelenggaraan MTQ Nasional 2026. Salah satu ide yang diusulkan yakni seminar bertema ketuhanan, dimana melibatkan pakar internasional. Seminar bisa mengangkat topik seputar hubungan antara sains dan teologi. “Kita ingin tampilkan hal baru, misalnya seminar tentang ketuhanan, dengan pakar-pakar dari Mesir, Amerika, dan Eropa. Bisa ambil topik sains dan teologi,” katanya. Hal yang tak kalah penting, kata Nasaruddin Umar, pelaksanaan MTQ bukan hanya ajang keagamaan. Akan tetapi juga perlu memiliki dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. “Walaupun biayanya mahal, manfaatnya sangat besar untuk masyarakat. Hotel, transportasi, kuliner semua bergerak. Manfaatnya ke masyarakat langsung,” kata dia.***

Ngopeni Ngelakoni

Kuatkan Industri Tenun Lurik Tradisional, Pemprov Jateng Dorong Regenerasi

KLATEN – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk menguatkan industri kain tenun tradisional yang ada di wilayahnya. Salah satunya, tenun lurik di Sentral Tenun Lurik, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Hal itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin, saat mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming, di Sentral Industri Tenun Lurik Desa Mlese, Kecamatan Cawas, Rabu (9/7/2025). Taj Yasin mengatakan, tenun lurik selama ini sudah dikenal sebagai ciri khas produk pengrajin tenun tradisional di Klaten. Sacara turun-temurun, banyak warga di daerah tersebut mewarisi budaya menenun lurik. Namun, kini jumlah pengrajinnya mulai berkurang, karena generasi muda sekarang banyak yang memilih pekerjaan lain. “Ini sudah empat generasi, lurik ini harus kita back up, kita kuatkan, sehingga masyarakat mau kembali mencintai lurik tersebut, dan regenerasinya cepat,” ujarnya. Ditambahkan, tradisi menenun lurik merupakan bagian dari budaya masyarakat setempat. Karenanya, penguatan industri itu juga merupakan bagian dari melestarikan budaya. Selama ini, terang wagub, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memberikan perhatian penuh kepada pengrajin tenun, termasuk tenun lurik. Di antaranya dengan menerapkan pakaian lurik sebagai seragam dinas setiap Selasa di lingkungan Pemprov Jateng. Selain itu, juga menerapkan pakaian adat setiap Kamis, yang kebanyakan memakai pakaian dari kain lurik. Gus Yasin, sapaan wagub, berharap penguatan industri tenuan lurik, agar produknya dicintai seluruh kalangan masyarakat. Selain itu, juga menjadi pembuka jalan untuk kembali meningkatkan budaya memenun lurik. Dengan begitu, tantangan mengenai regenerasi pengrajin akan terjawab dengan sendirinya, karena kebutuhan kain lurik meningkat di pasaran. “Regenerasi pengrajin tinggal kita perkuat saja. Kalau luriknya kuat, pemasarannya baik, serapannya bagus, maka mereka akan kembali ke lurik lagi,” ujarnya. Wagub juga mendorong para desainer busana, agar bisa merancang pakaian dengan bahan lurik, supaya dipakai baik untuk acara formal maupun nonformal. Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming juga menyoroti perihal tenun lurik tradisional yang dihasilkan oleh para pengrajin lurik menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM). Menurutnya, produk tenun lurik yang dihasilkan oleh pengrajin, banyak yang bermotif bagus dan dapat digunakan untuk kegiatan nonformal. “Kita apresiasi karena proses pembuatannya yang rumit, mulai dari pewarnaan benang, sampai akhirnya menjadi kain atau pakaian,” katanya. Meski sudah ada tenun lurik yang bermotif bagus, Gibran ingin pengrajin tenun lurik tradisional bisa lebih kreatif lagi. Untuk hal ini, harus ada dorongan dan kerja sama dengan para desainer muda, agar motif lurik lebih beragam. Juga terkait branding produk, seperti logo dan pengemasan. “Tadi sudah bagus untuk e-commerce-nya. Nanti coba kita carikan guru untuk branding-nya. Pengrajin juga harus sering-sering ikut event nasional maupun internasional, terus buatkan juga dengan back story-nya. Ke depan kalau bisa koperasi merah putih juga harus mengakomodir lurik,” sorotnya, saat berdialog dengan para pengrajin.***

Ngopeni Ngelakoni

Jaga Kelestarian Hayati Waduk Rowo Jombor, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Dampingi Gibran Tebar 50 Ribu Benih Ikan

KLATEN – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Waduk Rowo Jombor, Kabupaten Klaten, Rabu, 9 Juli 2025. Di sana Wapres dan Taj Yasin ikut mebar 50.000 benih, serta membahas potensi pengembangan atau pemanfaatan kawasan Waduk Rowo Jombor bagi masyarakat sekitar. Wapres, Gubernur Jateng, Wakil Gubernur Jateng, dan Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, melakukan pelepasan benih ikan dari atas kapal berpengaman lengkap. Benih ikan yang ditebar tersebut masing-masing 25.000 ikan gurame dan ikan nila hitam. Gubernur Ahmad Luthfi mengatakan, penebaran benih ikan tersebut merupakan langkah restocking ikan untuk menjaga kelestarian stok ikan, meningkatkan hasil tangkapan nelayan, mendukung ketahanan pangan lokal, serta melestarikan keanekaragaman hayati perairan dan mendukung sektor ekowisata pemancingan. “Hari ini kita mendampingi Wapres melakukan tabur benih ikan gurame dan ikan nila hitam. Ini dalam rangka meningkatkan konsumsi ikan dan ekonomi masyarakat sekitar,” katanya usai mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden di Rowo Jombor. Selain menebar benih ikan, Wapres didampingi Ahmad Luthfi, Taj Yasin, dan Bupati Klaten sempat berkeliling kawasan Rowo Jombor dan menyapa masyarakat. Di tengah kegiatan itu ada pembahasan terkait pengembangan sektor pariwisata dan ekowisata di waduk seluas seluas sekitar 198 hektare itu. “Waduk Rowo Jombor nanti akan dibuat event tahunan sehingga pariwisatanya ada. Termasuk akan dibangun joging track untuk kegiatan masyarakat. Harapannya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar waduk,” jelas Luthfi. Berdasarkan data yang ada potensi waduk Rowo Jombor cukup besar. Waduk yang mulanya dibangun untuk menampung air, mengendalikan banjir, juga mengairi sawah saat musim kemarau itu telah dimanfaatkan masyarakat. Setidaknya ada kurang lebih 195 nelayan perairan umum darat yang bergantung pada ekosistem Rowo Jombor. Produksi ikan di waduk tersebut diperkirakan mencapai 309,8 ton atau setara kurang lebih Rp7,7 miliar pada 2024. Komoditas utama adalah ikan nila, tawes, dan ikan air tawar lainnya. Di sekitar Rowo Jombor juga terdapat 2 kelompok pembudidaya ikan, dengan kepemilikan karamba jaring apung (KJA) 5–10 petak per orang dengan ukuran 6×12 meter. Sementara untuk sektor pariwisata, Rowo Jombor sudah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata alam, kuliner, dan pemancingan. Pemerintah daerah telah menjadikan kawasan Rowo Jombor sebagai dari pengembangan Desa Wisata Krakitan.***

Ngopeni Ngelakoni

Di Rakernas Samarinda, Ning Nawal Minta Kader PKK Jateng Sosialisasi Stunting pada Remaja

SAMARINDA — Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I (Ning Nawal) meminta kepada para kadernya agar terus melakukan sosialisasi pencegahan stunting di daerahnya masing-masing. “Kita juga harus menyiapkan edukasi kepada remaja agar mereka bisa menjaga kesehatannya, supaya tidak terjadi stunting sejak dini,” kata Ning Nawal, panggilan akrabnya, dalam acara Peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) ke-53 dan Rakernas X PKK tahun 2025 di Stadion Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur, Selasa, 8 Juli 2025. Ia menandaskan, isu stunting harus menjadi program prioritas yang terus dijalankan hingga ke tingkat dasawisma. Selain edukasi dan pendampingan kepada keluarga, ia juga menekankan pentingnya pencegahan sejak dini. Ning Nawal menegaskan, agar program-program PKK di daerah tidak sekadar mengikuti agenda nasional, tetapi juga harus peka terhadap isu strategis di daerah masing-masing. “Program-program PKK ini jangan hanya mengacu ke nasional saja, tetapi juga sesuai dengan kebutuhan yang ada di masyarakat. Ini juga sesuai dengan RPJMD, RPJMN, dan tentu saja dengan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden,” jelasnya. Salah satu yang menjadi perhatian TP PKK Jateng adalah penguatan fungsi dasawisma, sebagai ujung tombak pembinaan keluarga di akar rumput. “Bagaimana edukasi mengenai gizi, imunisasi, tumbuh kembang anak—semua itu menjadi perhatian kita. Dan ini juga merupakan arahan dari Ibu Ketua PKK,” ucap Ning Nawal. Ia memastikan, hasil-hasil rakernas akan segera ditindaklanjuti secara konkret di Jawa Tengah. “Kami siap untuk menindaklanjuti hasil-hasil Rakernas hari ini dan Insyaallah nanti akan sampai ke dasawisma-dasawisma di seluruh provinsi Jawa Tengah,” tegasnya. Rakernas X PKK sendiri dibuka langsung oleh Ketua Umum TP PKK Tri Tito Karnavian. Dalam sambutannya, ia menyebut rakernas sebagai momentum strategis untuk menghasilkan tiga dokumen penting, yakni Rencana Induk PKK, Strategi Gerakan PKK, dan Juknis Tata Kelola Kelembagaan PKK. “Besar harapan kami, rakernas ini menjadi titik tolak penyelenggaraan PKK yang lebih sistematis, terarah, dan berdampak nyata dalam memberdayakan keluarga dan masyarakat di seluruh Indonesia,” kata Tri Tito. Sementara itu, Pelindung TP PKK, Selvi Gibran Rakabuming yang hadir di momen puncak peringatan HKG PKK ke 53 itu, mengapresiasi semangat dan dedikasi para kader, termasuk yang telah mengabdi puluhan tahun. “PKK menyasar sampai satuan terkecil, yaitu keluarga. Dari keluarga itulah pola asuh dan karakter terbentuk. Bahkan kader lansia pun tetap semangat mendedikasikan tenaga dan waktunya,” ujar Selvi. Ia juga menyoroti kontribusi nyata PKK dalam penurunan stunting. Salah satunya melalui Posyandu. “Prevalensi stunting saat ini 19,8 persen. Turun 1,7 persen dari sebelumnya. Tapi jangan berhenti, kita harus terus bergerak,” pesannya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Lepas 3.800 Mahasiswa KKN Tematik UNS, Disebar ke Seluruh Jawa Tengah

SURAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin memberangkatkan sebanyak 3.800 mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik di berbagai kabupaten/kota di Jateng, dan daerah lainnya. Pelepasan itu dilakukan di halaman kampus setempat pada Selasa, 8 Juli 2025. Program KKN Tematik ini merupakan implementasi kerja sama yang dibangun antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan kampus UNS Surakarta. Pada kesempatan itu, Taj Yasin mengajak kepada mahasiswa untuk membantu program-program pembangunan Pemprov Jateng, di antaranya infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, pengentasan kemiskinan, dan program lainnya. Menurut dia, upaya-upaya pengentasan kemiskinan butuh kolaborasi dari pergururuan tinggi. Oleh karenanya, Ia mengajak kepada para mahasiswa untuk menyosialisasikan program pemerintah, termasuk membantu input data terbaru masyarakat miskin di desa. Hal itu supaya penerima program sosial lebih tepat sasaran. Di sektor perekonomian, Taj Yasin juga berharap peran mahasiswa KKN memberi pendampingan kepada masyarakat untuk mengembangkan ekonomi dari potensi-potensi yang ada di wilayah sekitar. “Setelah KKN, saya titip minta hasil kajiannya, resumnya, untuk panduan kami khususnya yang ada di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin disela acara pelepasan. Dikatakan dia, saat ini Pemprov Jateng menjalin program kerja sama 44 perguruan tinggi di wilayahnya, kerja sama itu untuk mengakselerasi program-program yang digulirkan. Taj Yasin mencontohkan, saat ini Pemprov Jateng bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip), dalam membuat kajian mengenai konsep hybrid sea wall atau tanggul laut berbasis perpaduan beton ringan, dan rehabilitasi ekosistem mangrove. Rektor UNS, Hartono mengatakan, bakal aktif bekerjasama dengan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota. Pemerintah Provinsi Jateng, katanya, sudah menggandeng kampus dengan menawarkan 54 program. “UNS mengambil 17 program, salah satunya menerjunkan mahasiswa KKN dengan berbagai tema. Itu sejalan dalam semangat meningkatkan kerjasama dengan pemerintah, agar keberadaan UNS itu betul-betul dirasakan oleh masyarakat,” katanya. Salah seorang mahasiswa peserta KKN tematik UNS Surakarta, Fahad Adi Nugroho mengatakan, ia bersama timnya berencana melakukan program pendampingan ekonomi masyarakat, dengan cara membuka obyek wisata pendakian Gunung Bismo, melalui Desa Mlandi, Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Fahad mengatakan, telah melakukan survei beberapa kali sebelum pemberangkatan KKN ini. Dalam rencana pembukaan jalur pendakian baru tersebut, ia akan bekerjasama dengan kelompok sadar wisata (Pokdarwis) setempat. Untuk pembiayaan, kata dia, terdapat dukungan dari pihak kampus. Selain itu, timnya menawarkan proposal kepada sejumlah mitra calon sponsor untuk mendapatkan pembiayaan dari sektor lain. Dana itu akan digunakan untuk melengkapi fasilitas di jalur pendakian yang layak. Pada prosesnya, kata Fahad, saat ini terus berusaha mendampingi masyarakat setempat untuk menyelesaikan proses perizinan pendakiannya.***

Ngopeni Ngelakoni

Terima Kunjungan BAM DPR RI, Taj Yasin Minta Pemerintah Pusat Membuat Petunjuk Pendidikan Gratis Sekolah Dasar dan Menengah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) menyampaikan sejumlah persoalan pendidikan di Jawa Tengah kepada Badan Aspirasi Masyarakat (BAM) Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang berkunjung ke Pemprov Jateng di Semarang, Senin 7 Juli 2025. Kunjungan kerja BAM DPR RI dalam rangka menggali informasi dan menjaring aspirasi terkait Keputusan Mahkamah Konstitusi No 3/PUU-XXII/2024 soal pendidikan dasar gratis termasuk untuk sekolah swasta. Persoalan pendidikan yang disampaikan Wagub antara lain, tingginya persaingan masyarakat dalam memilih sekolah negeri. Terutama SMA, karena berkaitan dengan peluang masuk ke PT terkemuka. Di sisi lain, ada sekolah swasta yang memilih tidak mengikuti program gratis ini karena memilih pembiayaan mandiri untuk operasional pendidikannya. “Keputusan MK untuk gratis pada sekolah swasta ini harus mempertimbangkan, mengapa masyarakat berlomba sekolah di negeri, terutama SMA negeri, karena kaitannya dengan pendidikan tinggi. Ada asumsi masyarakat bahwa SMA negeri yang selama ini dianggap favorit, memberikan peluang besar untuk diterima di PT terkemuka. Di sisi lain, ada sekolah swasta yang memilih mandiri dan tidak membutuhkan bantuan dari pemerintah,” ujar Wagub saat menerima kunjungan kerja BAM DPR RI di Gedung A Lantai 2 Kantor Gubernur Jateng. Pada kesempatan tersebut, Wagub memaparkan tantangan dalam penerapan Keputusan MK tersebut adalah dukungan anggaran dari pusat untuk membiayai sekolah swasta yang mayoritas bergantung pada iuran. Dalam hal aspek regulatif, diperlukan regulasi nasional yang mengatur skema pembiayaan antara pusat dan daerah. “Perlunya sinergi kebijakan melalui penyusunan roadmap bersama antara pusat, provinsi, dan kabupaten/kota sangat dibutuhkan agar tidak terjadi duplikasi dan kesenjangan layanan,” papar Wagub. Gus Yasin mengatakan, implementasi keputusan MK membutuhkan tahapan, skema transisi, dan kebijakan afirmatif yang konkret. Pada prinsipnya, kata Wagub, Pemprov patuh dan siap melaksanakan amanah konstitusi dan akan terus mengawal proses implementasi dengan kolaborasi bersama pemerintah pusat, DPR serta seluruh elemen masyarakat. “Pemerintah pusat agar dapat memberikan petunjuk lanjutan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah, baik provinsi maupun kabupaten/kota dalam melaksanakan keputusan ini, ” tegasnya. Komitmen Pemprov Jateng dalam pembebasan biaya pendidikan dasar dan menengah sudah dilaksanakan sejak tahun 2020 pada SMA, SMK, dan SLB Negeri yang dibebaskan dari pungutan melalui BOS APBN dan BOP Pendidikan APBD Provinsi. Sedangkan pada sekolah swasta jenjang menengah, dialokasikan melalui BOSDa berbasis akreditasi. Komitmen yang sama juga dilaksanakan kabupaten/kota di Jawa Tengah. Antara lain di Kota Semarang, yang mengalokasikan anggaran dinas pendidikan sebesar Rp 1,318 Triliun pada tahun 2025 atau setara dengan 21,07 persen dari APBD Kota Semarang Rp 6,253 Triliun. “Alokasi untuk SD swasta di Kota Semarang senilai Rp 11,908 miliar dan SMP Swasta sebesar Rp 11,76 miliar,” kata Wagub. Pertemuan dihadiri Forkopimda, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Dinas Pendidikan Kota Semarang, Wakil Walikota Salatiga, Dewan Pendidikan Kota Semarang, serta Komisi E DPRD Jateng. Rombongan BAM DPR RI dipimpin Ketua BAM DPR RI Ahmad Heryawan. Dengan sejumlah anggota di antaranya, Agun Gunandjar Sudarsa (Fraksi Golkar), Cellica Nurrachadiana (Fraksi Demokrat), M Harris (FPKS), Kawendra Lukistian (Fraksi Gerindra), dan Satori (Nasdem). Aher, sapaan akrab Ahmad Heryawan mengemukakan, kunjungan kerja BAM DPR RI adalah dalam rangka menyerap aspirasi langsung dari masyarakat, yang tidak berbasis pada tugas komisi. Pada kesempatan kali ini, BAM DPR RI menyerap aspirasi terkait putusan MK, yang memperkokoh keberpihakan terhadap pendidikan dasar gratis. Pihaknya menyampaikan apresiasi terhadap Pemprov Jateng dan Pemda kabupaten/kota yang telah memberikan komitmen dalam penyelenggaraan pendidikan tingkat dasar dan menengah. “Melalui kesempatan ini kami menggali informasi untuk kemudian kami sampaikan agar dilakukan tindak lanjut terhadap persoalan yang dihadapi dalam penerapan putusan MK tersebut,” terang Aher.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Santuni 479 Penghafal Qur’an, Satu Santri Rp 1 Juta

WONOSOBO – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada semester I 2025 telah menyalurkan tali asih sebesar Rp479 juta kepada 479 santri penghafal Al-Quran. Masing-masing santri penghafal Alqur’an mendapatkan Rp1 juta. “Itu program dari Pemprov Jateng dari APBD (Anggaran Pendapatan Belanja Daerah). Semoga APBD-nya juga bisa menjadi berkah,” kata Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin saat acara pada Haflah Khatmil Quran ke-48, dan Haul KH Muntaha Al Hafidz ke 21, di Pondok Pesantren Tahfidzul Quran Al-Asyariyyah, Kabupaten Wonosobo, Ahad, 6 Juli 2025 malam. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin meminta kepada santri yang diwisuda tidak cepat puas dengan capaian yang diperoleh. Apalagi, banyak ilmu dalam Alqur’an yang perlu dilakukan pengkajian. Untuk mengembagkan pendidikan santri, lanjut Taj Yasin, Pemprov Jateng juga memiliki program beasiswa untuk santri untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi, baik kampus dalam negeri maupun luar negeri. Pemprov Jateng telah menjajaki kurang lebih 40-an kampus nasional baik negeri maupun swasta. Saat ini, tim seleksi yang bertugas untuk menyeleksi santri-santri yang akan mendapatkan beasiswa tersebut telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) dari Gubernur Jateng. Tim seleksi ini terdiri dari berbagai latar belakang. Dia menjelaskan, program beasiswa bagi santri merupakan bagian dari upaya penguatan pendidikan berbasis keagamaan, khususnya di pesantren. Harapan kedepan, setelah santri penerima beasiswa lulus agar ilmunya diabdikan di pondok pesantren tempatnya berasal. “Semoga program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa lebih baik lagi untuk pondok pesantren,” kata Taj Yasin.***

Ngopeni Ngelakoni

Hadir di Indonesia Tipitaka Chanting Borobudur, Gus Yasin: Rawat Spiritual dan Lestarikan Nilai Sejarah Bangsa

MAGELANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin, menyambut dua ribuan umat Buddha pada puncak kegiatan keagamaan Indonesia Tipitaka Chanting (ITC) dan Asalha Mahapuja 2569 tahun 2025, di kompleks Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Minggu, 6 Juli 2025. Setidaknya ada 2.000 an umat dari penjuru Indonesia, hingga mancanegara seperti Thailand, dan Myanmar menghadiri kegiatan yang berlangsung pada 4-6 Juli 2025 itu. Taj Yasin mengatakan, ajaran luhur agama mengantarkan manusia menuju kedamaian dan kesejahteraan. Serta menjaga seluruh makhluk yang ada di muka bumi. “(Juga) menyatukan kita semua terhadap alam, karena alam pemberian Tuhan yang maha kuasa untuk kita bersama,” katanya. Dia menambahkan, momen spiritual umat Buddha yang dipusatkan di Candi Borobudur juga sekaligus untuk melestarikan dan merawat sejarah bangsa. “Candi Borobudur yang sudah ada sejak abad ke-8, kita bersama lestarikan, dan merawatnya. Indonesia bagian dari nilai-nilai sejarah yang benar-benar harus kita angkat. Saya yakin kegiatan ibadah ini akan menambah kerukunan, kekokohan bangsa,” ucapnya. Lebih lanjut, sosok asal Kabupaten Rembang itu menyampaikan rasa terimakasih, ritual ibadah umat Buddha di Candi Borobudur bukan hanya akan menguatkan secara spiritual. Akan tetapi berdampak signifikan terhadap masyarakat perekonomian khususnya, untuk masyarakat Magelang. Kepala Sangha Theravada Indonesia, Sri Pannavaro Mahathera mengatakan, Candi Borobudur merupakan pusat budaya dunia yang menjadi lambang kejayaan spiritual nusantara. Artinya mesti dirawat sebaiknya melaui kegiatan spiritual yang mencerahkan kehidupan. ITC 2025 mengambil tema ‘Kebijaksanaan dasar Keluhuran Bangsa’. Selaras dengan tema itu, Sri Pannavaro Mahathera, mengatakan, perwujudannya dimulai dari pemimpinnya, dan masyarakatnya demi terwujudnya kedamaian keharmonisan. Terselenggaranya kegiatan, kata dia, juga demi kebahagiaaan dan manfaat bagi orang banyak. Ini menjadi tantangan dalam dunia yang gaduh, retak oleh degradasi moral, dan kerusakan lingkungan. “Ketika acara ini usai jangan biarkan dharma tertinggal di Borobudur, bawalah pulang sebagai cahaya di dalam hati, sebagai pedoman dalam bertindak, sebagai dasar relasi sosial, dan nafas pengabdian kita bagi negeri dan kemanusiaan,” ucapnya. Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, mengatakan, dalam hidup perlunya keseimbangan antara mengeluarkan energi untuk konsentrasi dan kontlempasi. Tempat konsentrasi, kata dia, bisa dilakukan di mana saja. Akan tetapi kontemplasi diperlukan tempat khusus, untuk umat Buddha di Candi Borobudur. “Ini meeting poin antara langit dan bumi. Borobudur tempat suci bagi Agama Buddha,” kata dia. Nasaruddin mengatakan, agar nilai-nilai luhur Buddha menjadi ajaran baik untuk diterapkan untuk kebahagiaan semua makhluk. “Kepulangan dari sini, kita jadi manusia baru kembali. Kita jadi manusia suci lagi,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Jateng Bersholawat di Temanggung, Taj Yasin ajak Masyarakat Kuatkan Ketahanan Pangan

TEMANGGUNG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen, mengapresiasi masyarakat khususnya petani yang terus berperan menjadikan provinsi sebagai salah satu wilayah penyumbang pangan nasional terbesar. Taj Yasin lantas mengajak masyarakat untuk menguatkan ketahanan pangannya. Hal tersebut dikatakannya sangat penting di tengah tantangan ekonomi global. “Maka kuatkan ketahanan pangan, dan ekonomi kita kuatkan,” katanya saat memberikan sambutan pada Jateng Bersholawat bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, di Alun-alun Kabupaten Temanggung, Kamis, 3 Juli 2025 malam. Akan tetapi, dikatakannya, ada tantangan lain yang juga dihadapi dalam hal ketahanan pangan. Dari sisi ketersediaan lahan, Taj Yasin mengajak lintas pihak, untuk menjaga luasan tanah pertanian dengan tidak sembarangan melakukan alih fungsi. Lebih lanjut dikatakan, saat ini hasil produksi pangan khususnya padi sedang dalam tren baik. Hasil panen mengalami peningkatan pada triwulan pertama 2025 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. “Kita bersyukur dan berbenah,” ucap sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu. Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Grobogan dan Demak pagi sebelumnya, dia sempat menemui sejumlah petani. Sekaligus dia juga menyalurkan bibit tanaman padi kepada sejumlah kelompok tani yang terdampak banjir beberapa waktu lalu. Taj Yasin berkata, dari sejumlah petani yang ditemuinya mengaku senang dengan harga gabah yang dinilai bagus. “Saya tanya ke petani, jawabannya Alhamdulillah petani diuntungkan yakni jual gabah dengan harga patokan Rp6.500 per kg di mana biasanya kata petani itu Rp5 ribu,” kata dia. Sosok asal Kabupaten Rembang itu mengatakan, terus berupaya memastikan distribusi pupuk agar lebih mudah didapat petani. “Saya ingin perbaikan betul pertanian masyarakat kita,” katanya. Pada tahun baru Islam 1447 H ini, Taj Yasin mengajak masyarakat untuk memiliki harapan besar. Salah satunya harapan untuk menghindari gesekan-gesekan di tengah masyarakat. Baik antar individu, kelompok, maupun pilihan politik. “Pemprov Jateng saat ini berfikir kedepan bersama sama. Tidak membedakan siapa memilih siapa, semuanya masyarakat Jateng yang harus dipikirkan. Mari kita mulai Jateng yang sejahtera, semua akan baik baik saja bila gotong royong terus dijaga,” katanya. Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, menguatkan pernyataan yang disampaikan Taj Yasin tersebut. Masyarakat diajak terus bersemangat kedepan untuk membangun negara ini dengan baik, terutama dalam menguatkan ketahanan pangan. “Ayo orang Temanggung selain tanam tembakau, tanam padi juga,” katanya. Bupati Temanggung, Agus Setyawan, mengatakan, sebentar lagi masyarakatnya akan panen tembakau. Selain itu juga hasil-hasil bumi yang diharapkan hasilnya tetap melimpah dan harganya baik. “Sehingga petani bisa dapatkan selisih yang lebih dari modal awal,” katanya.***

Scroll to Top