Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Dukung Swasembada Pangan, Petani Jateng Mulai Pakai Alat Canggih

KLATEN – Sejumlah petani di Jawa Tengah sudah beradaptasi, dari sistem tradisional beralih menggunakan alat canggih. Mulai dari proses pengolahan tanah, penanaman, perawatan, hingga panen. Salah satunya di wilayah Kabupaten Klaten. Mereka sudah mulai akrab dengan drone pertanian, rice transplanter, rotavator, traktor, combine harvester, cultivator, dan sebagainya. Ketua Kelompok Tani Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten, Muhammad Sensus mengatakan, pemanfaatan alat-alat canggih tersebut dapat menjadikan proses pertanian lebih efisien dan hemat biaya. “Kalau memakai mekanisasi pertanian dengan alat-alat yang canggih, ini bisa lebih efisien dan hemat biaya,” katanya, Kamis, 17 Juli 2025. Sensus menambahkan, sistem tradisional membutuhkan banyak tenaga manusia. Selain biaya, juga membutuhkan waktu lama dibanding dengan teknologi mesin. “Alat-alat ini sangat membantu petani. Karena bisa lebih cepat dibanding dengan tenaga manusia,” lanjutnya. Sensus mencontohkan, dia telah menggunakan drone pertanian untuk memantau pertumbuhan tanaman dan mengendalikan hama. Selain efisien, drone dapat dengan detil menyentuh seluruh area tanam dengan baik. “Kalau untuk mengendalikan hama, drone ini sangat bagus. Bisa menjangkau sampai tanah bagian bawah. Kalau pakai tradisional itu lama, dan mungkin tidak bisa merata seperti drone,” tuturnya. Disampaikan, kelompok tani yang dipimpinnya memiliki anggota sekitar 50 petani, dengan luas lahan 32 hektare. Mereka sudah menggunakan mekanisasi pertanian dengan alat-alat canggih, mulai dari pengolahan tanah, tanam, perawatan hingga panen. “Memakai alat seperti ini sudah sekitar satu tahun ini. Efisien, biaya lebih murah, dan hasilnya sukses,” ungkap Sensus. Menurutnya, sebelum terbentuk kelompok tani dan memanfaatkan alat pertanian modern, para petani kerap kali mengalami gagal panen. “Wah, kalau dulu sering gagal panen. Tapi setelah ada kelompok tani dan juga penggunaan alat seperti ini, jadi panennya bagus,” jelas Sensus. Kendati demikian, imbuhnya, lahan pertanian di wilayahnya termasuk tadah hujan. Sehingga, kerap kesulitan air di saat musim kemarau. “Kami harap ada solusi terbaik untuk persoalan air di sini. Syukur-syukur ada bantuan sumur dalam. Lahan sudah kami siapkan,” ujarnya. Petani Kedungampel, Kecamatan Cawas Kabupaten Klaten, Suparman menambahkan, mekanisasi pertanian dengan alat-alat canggih sangat memanjakan petani. Selain itu, dapat menjadi solusi minimnya petani buruh saat ini. “Alat-alat sekarang ini sangat memanjakan petani. Lebih mudah, murah, dan hasilnya bagus,” tuturnya. Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares menjelaskan, mekanisasi pertanian menjadi strategi mewujudkan swasembada pangan. Hal itu untuk meningkatkan efisiensi usaha tani, sehingga hasilnya bisa presisi dan lebih maksimal. Ditqmbahkan, Pemprov Jawa Tengah memiliki Brigade Pertanian, yang menyediakan peminjaman alat-alat mekanisasi pertanian secara gratis, yang bisa diakses di tujuh lokasi di Jawa Tengah. Beberapa di antaranya Pati, Banyumas, Surakarta, Semarang. “Kelompok tani bisa mengajukan pinjam alat ke kita. Gratis, dengan biaya angkut atau bawa ke lokasi ditanggung pihak peminjam,” ujar Frans, sapaannya. Hingga saat ini, pihaknya terus melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada petani, agar beradaptasi dengan sistem mekanisasi pertanian. “Kita dorong agar beradaptasi dengan cara yang efisien dan berkualitas. Hingga saat ini di Jawa Tengah ada sekitar 60 ribu kelompok tani, dengan luas lahan sawah 990.834 hektare,” tandasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Respons Tarif Impor AS 19 Persen, Pemprov Jateng Cari Pasar Baru di Eropa

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, merespons kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, yang akan memberlakukan tarif resiprokal sebesar 19 persen untuk Indonesia mulai 1 Agustus 2025. Menurut Taj Yasin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan berkolaborasi dengan sektor industri untuk menjajaki ekspor pasar baru, guna meningkatkan ekspor produk-produk yang dihasilkan, terutama sektor perikanan. “Kami memastikan, sampai saat ini untuk ekspor hasil ikan laut itu masih aman. Namun, yang perlu diantisipasi ketika tarif impor AS sudah diberlakukan pada Agustus nanti,” kata Taj Yasin saat meninjau pabrik pengolahan produk perikanan PT Muria Bahari Indonesia (MBI) di Kabupaten Kudus, pada Rabu (16/7/2025). Dia menyebut bahwa pasar baru yang bakal dituju adalah negara-negara di Eropa, dengan menyesuaikan standar dan persyaratan yang harus dipenuhi. Salah satunya adalah mengidentifikasi lokasi penangkapan ikan tersebut, yang menjadi hal penting untuk memenuhi persyaratan ekspor baru. Taj Yasin juga menekankan pentingnya pencatatan hasil tangkapan ikan oleh nelayan yang ada di Jawa Tengah, termasuk di tempat pelelangan ikan (TPI). “Supaya hasil-hasil tangkapan itu ada pencatatannya,” ujarnya. Taj Yasin juga telah menyampaikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng tentang pentingnya pencatatan historis penangkapan ikan agar edukasi segera dijalankan untuk memudahkan industri dalam melengkapi berkas persyaratan. “Ini untuk mengetahui status kelangkaannya, regulasinya, dan dampak tangkapannya terhadap alam. Ini yang harus kita jaga bersama-sama, dan sebetulnya bagus untuk kita,” tambah Taj Yasin. General Manager Holding PT MBI, Yosef Bujana, mengungkapkan bahwa pasar ekspor produk olahan rajungan ke AS telah mencapai 80-90 persen dalam lebih dari satu dekade terakhir. Hal ini diperkirakan akan berdampak pada pemberlakuan tarif impor 19 persen. “Tantangannya, kita juga harus cari pasar baru yang tidak hanya mengandalkan Amerika saja, tapi juga Eropa atau pasar luar Eropa lainnya,” kata Yosef. Saat ini, PT MBI mengekspor sekitar 400 ton produk olahan perikanan per tahun, dengan nilai ekspor rata-rata Rp 4-6 miliar per kontainer.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Tegaskan Beras Oplosan Tak Boleh Beredar, Pemprov Jateng Siapkan Penyisiran

SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menegaskan, praktik pengoplosan beras tidak dapat dibenarkan baik dari sisi agama maupun aturan negara. Hal ini disampaikan Taj Yasin saat menanggapi isu beras premium oplosan yang berkembang luas di sejumlah media. “Kalau soal beras oplosan, dari sisi agama jelas tidak dibolehkan karena tidak memenuhi prinsip halalan thayyiban (halal dan baik). Harus ada kejelasan asal-usul dan kualitasnya. Dari sisi negara pun, ini tidak diperbolehkan,” ujar Taj Yasin saat diwawancarai di Kota Semarang pada Kamis 17 Juli 2025. Ia menambahkan, Pemprov Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk tidak terlibat dalam praktik peredaran beras oplosan dalam bentuk apa pun. Selain merugikan konsumen, hal ini juga berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap sistem distribusi pangan. “Ini merugikan. Kita capek-capek membangun kepercayaan dan ketahanan pangan, tapi ternyata ada pihak yang sengaja mengurangi kualitas dengan cara oplosan. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegasnya. Taj Yasin menyebutkan Pemprov Jateng telah mengarahkan tim untuk turun ke lapangan guna melakukan pemantauan dan penyisiran di pasar-pasar. Meskipun hingga saat ini belum ditemukan kasus langsung di wilayah Jawa Tengah, langkah antisipasi tetap dilakukan. “Sudah ada tim yang ke lapangan. Begitu ada informasi, pasti kami tindak lanjuti. Kalau nanti ditemukan, pasti akan kami proses. Tapi ini bukan hanya tugas Pemprov. Ada Satgas Pangan yang turut mengawasi,” ujarnya. Dikatakan dia, pihaknya secara intens melakukan koordinasi dengan kementerian terkait untuk mengatasi persoalan tersebut. “Kami sudah punya Satgas Pangan di daerah, dan akan terus koordinasi dengan unsur pusat. Kalau ada temuan, tentu akan diproses sesuai aturan,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Terima Utusan Melaka, Perkuat Kerja Sama Industri dan Pendidikan

SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menerima kunjungan kehormatan dari utusan Gubernur Negeri Melaka, Malaysia, Datuk Ts. Dr. Masilla Kamalrudin, di kantornya, Kamis 17 Juli 2025. Sebagai informasi, Masilla Kamalrudin juga merupakan Naib Canselor Universiti Teknikal Malaysia Melaka (UTeM). Pertemuan ini menjadi momentum untuk penguatan kembali kerja sama pendidikan yang sempat terjalin sebelumnya. Taj Yasin mengatakan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Gubernur Jawa Tengah dengan Pemerintah Negeri Melaka sebelumnya. “Hari ini pembahasannya lebih luas. Kita dorong potensi kerja sama industri yang bisa dikembangkan di Jawa Tengah,” kata dia. Sebab, UTeM memiliki sejumlah industri dalam naungan holding mereka, termasuk bidang pertanian, pengolahan limbah, dan mesin mekanik. Apalagi, pihak UTeM juga telah melakukan uji coba pelatihan pupuk di Kota Solo dengan bekerja sama dengan Universitas Batik Surakarta. Pemprov Jateng, lanjutnya, akan memantau dan mendorong edukasi lanjutan atas program tersebut di wilayah lain. Selain itu, telah dibicarakan pula rencana pertukaran pelajar, baik siswa SMK dari Jateng ke UTeM, maupun pelajar dari Melaka untuk belajar di Jawa Tengah. Sebanyak 10 perguruan tinggi di Jateng disiapkan untuk menyambut program ini. Dikatakan dia, hubungan historis antara Jawa dan Melaka juga menjadi fondasi penting dalam kerja sama ini. Ia juga menyebut rencana pembukaan kembali penerbangan langsung dari Malaysia ke Semarang, serta rencana investasi dari PT OSAM Malaysia di Cilacap yang akan segera direalisasikan tahun ini. “Di Jawa Tengah, ada 44 kampus yang kami ajak kolaborasi untuk membangun daerah, khususnya dalam riset dan pengembangan. Insyaallah, kami siap menindaklanjuti pertukaran pelajar dan eksplorasi jurusan-jurusan di UTeM,” pungkasnya. Sementara itu, Masilla Kamalrudin menyampaikan, kampusnya siap mengembangkan potensi kerja sama di bidang pendidikan. Salah satu bentuk dukungan yang ditawarkan adalah bantuan peralatan CNC (Computer Numerical Control) dan skema beasiswa bagi pelajar kejuruan. “Kami akan membantu peralatan CNC, dan membuka peluang kerja sama dalam bentuk beasiswa. Kami juga berharap anak-anak SMK dari Jawa Tengah dapat berkunjung dan belajar di UTeM,” ucapnya. Dikatakan dia, Jawa Tengah bukan provinsi yang asing bagi UTeM. Hubungan akademik telah terjalin sejak 2008 dengan Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang, dan sejak 2017 dengan Universitas Batik Surakarta. Selain itu, Ia mengaku terkesan saat mengunjungi SMK Jateng di Semarang, dan berharap anak-anak lulusan sekolah vokasi di Jateng dapat melanjutkan pendidikan ke UTeM. “Banyak pelajar dari Jawa Tengah yang sudah lulus S1, S2, hingga S3 di UTeM. Kami ingin kerja sama ini terus berkembang. Karena kami universitas teknikal, maka kami sangat terbuka. Harapan kami, silaturahmi antara Indonesia dan Malaysia tetap terjaga dan memberikan manfaat bersama,” ujarnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Dorong Pengelolaan Limbah Rumah Potong Ayam Tabarruk Kudus Jadi Percontohan

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meninjau instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di Rumah Potong Ayam (RPA) Tabarruk, Kabupaten Kudus, Rabu (16/7/2025). Menurutnya, pengelolaan limbah di lokasi tersebut bisa dijadikan percontohan untuk daerah lain. “Tadi di ujung juga bisa dipelihara ikan. Ini suatu inovasi yang bagus harus ditiru. Kalau IPAL-nya sudah diperhatikan, saya yakin proses produksinya juga akan lebih diperhatikan,” kata Taj Yasin, di sela tinjauan. Ditambahkan, pengelolaan limbah yang benar, merupakan kewajiban dalam menjaga lingkungan dari potensi kerusakan. Hal itu juga menjadi bagian dalam memastikan jaminan makanan halal, dan kualitas proses produksinya. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, keberadaan RPA Tabarruk, mampu menguatkan program Pemerintah Provinsi Jateng tentang manajemen pariwisata ramah muslim, serta jaminan makanan halal. Selain itu, menjamin lingkungan sekitar tidak tercemari karena IPAL-nya sudah diperhatikan. Sementara itu, Direktur RPA Tabarruk, Umi Bellinda Tasan Wartono, mengatakan, RPA yang dikelolanya telah menyerap sebanyak 180-an orang tenaga kerja. “Produksinya sekira 25 ton (daging ayam) per bulannya,” katanya. Dikatakan Umi, RPA juga memastikan kehalalan daging dengan proses penyembelihan langsung pada ayam, tanpa melalui metode setrum untuk membuat pingsan ayam sebelum disembelih.***

Ngopeni Ngelakoni

Kolaborasi Tekan Stunting, TP PKK Jateng Siap Sukseskan Lima Program “Quick Win” BKKBN

SEMARANG – Upaya peningkatan kesejahteraan keluarga dan pencegahan stunting, terus dilakukan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah. Salah satunya, memperkuat kolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah. Ketua TP PKK Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) mengatakan, pihaknya siap berkolaborasi dan menyukseskan program Quick Win Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN. Program itu mencakup lima fokus aksi utama. Yakni Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), Lansia Berdaya, dan Super Apps tentang Keluarga. “Kelima program ini masing-masing bisa dikolaborasikan dengan PKK, di antaranya adalah Lansia Berdaya,” kata Nawal, seusai menerima audiensi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jateng Eka Sulistia Ediningsih, di Kantor PKK Provinsi Jateng, Rabu (16/7/2025). Dia menyebut, program Lansia Berdaya relevan dengan hasil rembuk stunting, yang menunjukkan anak-anak di Jateng banyak yang diasuh oleh kakek atau neneknya. Sehingga, para lansia perlu dilibatkan dalam menangani stunting, khususnya menyangkut pola asuh. “Kita akan melibatkan lansia untuk memberikan edukasi, bagaimana memberikan makanan bergizi untuk anak, kemudian pola asuh yang benar itu seperti apa,” ungkap Ning Nawal. Selain itu, menurut dia, pengembangan Super Apps yang menyediakan informasi dan layanan terkait kesehatan keluarga, kependudukan, keluarga berencana, dan konsultasi masalah stunting, juga menjadi inovasi yang perlu didukung. Nawal berharap, kelima program Quick Win BKKBN itu bisa berjalan dengan baik di Jateng, untuk peningkatan kesejahteraan keluarga dan pencegahan stunting. “Jadi saling berkaitan dan kita kolaborasi dengan BKKBN dalam program Quick Win, tentang orang tua asuh (Genting), tentang Lansia Berdaya, Aplikasi Bangga Jateng, itu sangat baik menurut saya,” beber istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. Sementara, Kepala BKKBN Provinsi Jateng, Eka Sulistia Ediningsih, menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan TP PKK Provinsi Jateng terhadap program Quick Win. Dia menjelaskan, Quick Win terdiri dari lima aksi untuk mempercepat pelaksanaan Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana). Salah satunya, penanganan stunting yang masih membutuhkan atensi khusus. Setelah pertemuan ini, pihaknya akan menindaklanjuti dengan menyusun rencana aksi bersama tim teknis TP PKK Jateng, sehingga program yang dijalankan dapat terukur dan berdampak bagi masyarakat. Pada kesempatan itu, Eka juga menyampaikan, rencananya Gubernur Ahmad Luthfi akan dikukuhkan sebagai Ayah Genting, dan Nawal Arafah sebagai Bunda Genting oleh Menteri Dukbangga/Kepala BKKBN RI, Wihaji, pada 23 Agustus 2025. Pihaknya juga mengapresiasi program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, yang sudah lama dijalankan Pemprov Jateng. Eka berharap, program pemantauan terhadap ibu hamil ini dapat diteruskan. “Maka ini macth (cocok) antara tadi Ketua TP PKK untuk bersama-sama, sehingga tidak terjadi kehamilan yang berpotensi antara lain untuk melahirkan anak-anak yang berisiko stunting,” ungkapnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Lindungi Perempuan dan Anak, TP PKK Jateng Kembali Siapkan 50 Kader Paralegal

SEMARANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) kembali memberikan pelatihan kepada 50 kader paralegal, yang nantinya menjadi penggerak Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA). Kali ini, pesertanya adalah kader PKK dari Kota Semarang. Melalui kegiatan bertajuk “Pelatihan Paralegal Penggerak Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) Kecamatan Angkatan II”, di Aula Lantai 2 Gedung TP PKK Provinsi Jateng, yang digelar 16-18 Juli 2025, mereka dibekali pengetahuan tentang keparalegalan. Selama tiga hari, peserta akan mendapat berbagai materi. Mulai dari keparalegalan perempuan dan anak, bentuk-bentuk kekerasan dan hak-hak korban, membuat pelaporan, prosedur dalam melakukan pendampingan, dan lain-lain. Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) mengatakan, pelatihan itu merupakan kegiatan yang kedua setelah angkatan pertama sukses terselenggara pada 21 April 2025. Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan bisa memberikan advokasi bagi perempuan dan anak korban kekerasan di daerahnya masing-masing. Hal itu untuk mendukung peran Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (RPPA) dalam program Kecamatan Berdaya, yang digagas Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. “Jadi targetnya itu di tahun 2030, harapan kami PKK sudah melatih sekitar 600 kader paralegal, yang nanti akan menempati Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak di Kecamatan Berdaya,” kata Ning Nawal, usai membuka kegiatan, Rabu (16/7/2025). Dia menekankan, kader paralegal memiliki beberapa fungsi utama. Salah satunya, menerima aduan dan mengidentifikasi kebutuhan dasar, dan layanan apa yang dibutuhkan dari korban. Dalam hal ini, kader PKK yang sudah dilatih dituntut untuk mengetahui bagaimana bentuk-bentuk tindak pidana kekerasan, serta bagaimana penyelesaiannya. “Diharapkan di sini para kader juga memiliki satu perspektif, dari perspektif anak, gender, dan HAM (Hak Asasi Manusia),” ucap Ning Nawal. Dia melanjutkan, kader paralegal juga dituntut memiliki keterampilan komunikasi, baik ketika mendampingi korban dan menjadi penghubung pihak-pihak yang menyediakan bantuan hukum, serta layanan medis dan konseling. “Nanti kita MoU-kan dengan tenaga medis terdekat, kemudian tenaga bantuan hukum terdekat, kemudian juga universitas terkait dengan psikiater terdekat,” bebernya. Selain perlindungan perempuan dan anak, kader paralegal yang ditempatkan di RPPA di masing-masing kecamatan, juga memiliki program-program pemberdayaan untuk memperkuat korban dari sisi ekonomi. “Selain untuk perlindungan anak dan perempuan korban kekerasan, ini tentu kita sediakan layanan untuk akses terhadap korban, terkait misalnya bantuan pemberdayaan ekonomi perempuan,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. Tidak hanya itu, kata Ning Nawal, pihaknya juga akan berkolaborasi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Tengah, dengan menyediakan penyuluh di tiap kecamatan. Sementara, Ketua TP PKK Kota Semarang Lies Iswar Aminuddin, mengucapkan terima kasih kepada TP PKK Jateng, yang memfasilitasi pelatihan paralegal kepada 50 kader, yang berasal dari 16 kecamatan di Kota Lunpia ini. Menurutnya, kegiatan itu merupakan suatu langkah positif, di tengah maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dia berharap pelatihan tersebut menjadi bekal bagi para kader, saat mendampingi korban kekerasan. “Sehingga nanti mereka bisa menjadi fasilitator, juga penghubung dari pihak-pihak yang nanti bisa memberikan advokasi, memberikan pendampingan, supaya mereka tidak malu atau tidak takut lagi untuk menyelesaikan permasalahan ini,” ucap Lies.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Sediakan Layanan Speling Saat Tinjau MPLS SMK Negeri 1 Kudus

KUDUS – Kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2025/2026 di SMK Negeri 1 Kudus berbeda dari tahun sebelumnya. Pada tahun ini disediakan layanan cek kesehatan gratis pada program dokter spesialis keliling (Spelling) untuk para siswa di sekolah tersebut. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meninjau langsung pelaksanaan penyambutan siswa baru tersebut pada Rabu, 16 Juli 2025. Taj Yasin mengatakan, layanan tersebut dihadirkan di sekolah untuk screening kesehatan. Terkhusus pada edukasi memerangi stunting, serta pendampingan psikologis. “Yang paling utama itu pencegahan stunting, dan yang kedua menghadirkan psikolog,” katanya. Dihadirkannya psikolog di sekolah, bertujuan pendampingan siswa-siswi supaya tidak ada kekerasan atau bullying di sekolah. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu mengatakan, di setiap sekolah terdapat guru bimbingan dan konseling (BK). Guru BK ditekankan agar tidak luput dalam melakukan screening atau monitoring kepada siswa-siswi. “Guru BK nanti kita gabungkan (kolaborasikan) dengan Dinas Kesehatan atau dengan rumah sakit yang memiliki psikolog. Sehingga ketika ada permasalahan itu bisa kita tangani dengan baik,” katanya. Sebagai informasi, Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah per tanggal 10 Juli 2025, program Speling sudah terlaksana di 253 desa dengan total sasaran 25.164 jiwa. Skrining kesehatan meliputi penyakit TBC sebanyak 5.790 orang, kanker serviks 1.851 orang, ANC Ibu Hamil 4.228 orang, kesehatan jiwa 5.345 orang, tekanan darah 12.328 orang, gula darah 11.534 orang, payudara (sadanis) 1.700 orang dan kusta 497 orang. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga mengajak kepada para siswa untuk menciptakan suasana sekolah yang harmonis. “Harus saling kenal antar temannya. Kalau ada temannya yang rajin, bisa ditemani untuk saling belajar. Membangun satu kesatuan, jurusan apapun harus dikoordinasikan. Nilai kebangsaan dimunculkan,” ucapnya. Pria asal Kabupaten Rembang itu juga langsung mengecek sejumlah laboratorium untuk mengetahui kesiapan-kesiapan media pembelajaran di sekolah vokasi tersebut. “Secara keseluruhan, laboratorium sudah oke. Tinggal komputernya yang belum. Nanti diupgrade komputernya supaya bisa menunjang pendidikan siswa-siswi yang ada di sekolah SMK Negeri 1 Kudus,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Kawasan Pesisir Batang dan Semarang Bakal Ditata, Nilai Investasi Capai Rp114 Triliun

JAKARTA — Untuk menumbuhkan perekonomian daerah, kawasan di pesisir Kabupaten Batang dan Kota Semarang akan dilakukan penataan. Penataan dilakukan di pesisir Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang, dan Kawasan Industri Wijayakusuma Kota Semarang. Rencana penataan itu sudah dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama (MoU) antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Batang, Pemerintah Kota Semarang, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta PT Danareksa (Persero). Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menuturkan, MoU penataan pesisir menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN). Nilai investasinya mencapai Rp114 triliun. “Ada dua kawasan yang akan digarap, yaitu di Kabupaten Batang dan Kota Semarang. Nilai investasinya diperkirakan kurang lebih Rp114 triliun. Ini akan sangat menunjang pertumbuhan ekonomi Jateng ke depan,” terang Taj Yasin, dalam Rapat Kerja Teknis Direktorat Jenderal Penataan Ruang Laut bertajuk “Tata Ruang Laut untuk Ekonomi Biru Menuju Indonesia Emas”, di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (15/7/2025). Wagub membeberkan, kawasan industri KIW akan terintegrasi dengan pembangunan giant sea wall dan akses tol Semarang–Kendal. Ini akan membantu kelancaran logistik di jalur Pantura yang kerap padat. Ia juga menyebut, proyek itu akan berdampak positif terhadap pengembangan Pelabuhan Tanjung Mas, serta memperkuat konektivitas Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani. “Bandara kita ini sudah internasional, tapi kalau runway-nya bisa diperpanjang, kita bisa layani penerbangan langsung jemaah haji, umrah, maupun wisatawan, tanpa harus transit di Singapura atau Kuala Lumpur,” jelasnya. Taj Yasin mengaku memberikan dukungan penuh terhadap setiap proyek strategis nasional (PSN). Proyek tersebut diharapkan menjadi katalis pertumbuhan ekonomi pesisir yang inklusif dan ramah lingkungan, sekaligus memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai simpul logistik dan maritim nasional. Lebih lanjut, wagub menyampaikan, laut punya peran strategis sebagai sumber kesejahteraan masa kini dan masa depan. “Kalau kita bicara kelautan, Indonesia ini gudangnya. Sekitar 70 persen wilayah kita adalah laut, dan Jawa Tengah juga sama. Kita harus benar-benar mengelola ekosistem di laut dengan sebaik-baiknya,” ujarnya. Gus Yasin, sapaan wagub, menekankan pentingnya konservasi terhadap laut dan menjaga ekosistem pesisir, termasuk membangun kesadaran masyarakat agar tidak mencemari laut. “Laut itu harus dirawat. Ada jalur-jalur hijau yang mesti dijaga. Jangan buang sampah ke laut. Ini bukan cuma soal hari ini, tapi masa depan anak cucu kita, supaya tetap bisa menikmati hasil tangkapan laut,” tutupnya.***

Ngopeni Ngelakoni

62 pelaku UMKM Jateng Ikuti Pameran Dekranasda Expo 2025 Balikpapan, Transaksinya Tembus Rp452 Juta

BALIKPAPAN – Ragam wastra, karya dan kriya 62 pelaku UMKM asal Jawa Tengah dipamerkan dalam gelaran Dekranasda Expo 2025 yang berlangsung di BSCC Dome Balikpapan pada 9-11 Juli 2025. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Tengah, Jully Emmylia mengatakan, seluruh produk UMKM yang telah lolos kurasi itu, ditampilkan dalam satu paviliun. Dengan begitu, setiap pengunjung yang masuk langsung bisa melihat semua ciri khas Jawa Tengah. “Produk untuk laki-laki dan perempuan lengkap, dengan harga yang variatif—mulai dari Rp25 ribu hingga Rp2 juta,” ujar Jully disela acara pameran pada Kamis, 10 Juli 2025. Menurut Emmy, konsep paviliun terpadu ini dirancang untuk memberikan pengalaman yang komprehensif bagi pengunjung, sekaligus memperkuat citra dan daya saing UMKM kriya Jateng di tingkat nasional. “Ini soal konsistensi menghadirkan wajah Jateng yang solid. Pengunjung bisa langsung mengenali produk-produk kita karena semuanya dikemas dalam satu kesatuan yang kuat,” tambahnya. Tak hanya dari sisi tampilan, transaksi penjualan pelaku UMKM Jateng juga mencatatkan capaian signifikan. Hingga Kamis, 10 Juli 2025, total transaksi UMKM Jawa Tengah dalam gelaran ini menembus angka Rp452.320.990, melibatkan 17 stand dari berbagai daerah. Melalui pameran ini, Dekranasda Jateng menargetkan peningkatan transaksi, jejaring pasar, serta promosi UMKM kriya berbasis kearifan lokal. Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), tak segan mempromosikan produk-produk yang dipamerkan kepada masyarakat. “Jangan lupa kunjungi Paviliun Dekranasda Jawa Tengah. Ada banyak produk UMKM kita bawa, misalnya dari Kota Surakarta yang menampilkan batik dan busana siap pakai yang bagus-bagus,” ujar Ning Nawal saat mengunjungi expo. Sejumlah komoditas juga diborongnya. Tak hanya karya kriya yang dipamerkan di BCCC , tetapi juga pameran produk food and beverage yang diselenggarakan di Ibukota Nusantara (IKN). Ning Nawal menemukan stand dawet ayu yang berdiri di antara booth pelaku usaha dari berbagai provinsi Kaltim dan Kabupaten Penajam Paser Utara. Kesegaran minuman berbahan santan dan gula jawa itu, mencuri perhatiannya. Ning Nawal tak hanya mencicipi, tetapi juga membeli beberapa gelas untuk dibagikan kepada rombongan yang ikut serta dalam kunjungan ke IKN. Aksi kecil ini menjadi bukti dukungan konkret dari Dekranasda Jateng terhadap UMKM lokal. Kunjungan Ketua Dekranasda Jateng ke IKN ini merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-45 Dekranas yang dipusatkan di Kalimantan Timur. Selain pameran dan kunjungan lapangan, para peserta juga diajak mengenal lebih dekat perkembangan pembangunan Ibu Kota Nusantara sebagai simbol masa depan Indonesia. Kehadiran stan asal Jawa Tengah, termasuk dari Banjarnegara, dalam ajang ini menjadi bukti bahwa UMKM Jateng siap bersaing dan meramaikan ekosistem ekonomi baru di IKN.***

Scroll to Top