Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Ajak Media Mainstream Gandeng Influencer Kenali Kode Etik dan UU ITE

SEMARANG –Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) mengajak agar kegiatan pelatihan insan pers juga dapat menggandeng pegiat media sosial atau influencer. Sebab saat ini, pengelola akun media sosial yang akrab disebut influencer kerap memproduksi postingan pemberitaan yang menyerupai karya jurnalistik media mainstream. Sehingga mereka juga harus mengetahui etika jurnalistik dan pemberitaan. “Saya berharap, pelatihan untuk media mainstream juga menggandeng influencer supaya mereka juga mengenal kode etik jurnalistik dan UU ITE serta panduan lain yang perlu diikuti dalam karya jurnalistik,” kata Wagub, saat menerima Audiensi Lembaga Penyiaran Publik Radio RepubIik Indonesia (LPP RRI) Semarang, Kamis (24/07/2025), di ruang kerja, Lantai 2 Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Jl Pahlawan Semarang. Audiensi ini terkait agenda RRI Fest dan Uji Kompetensi Wartawan Radio (UKW Radio) dalam rangka Hari Radio Tahun 2025. Diakui Taj Yasin, karya jurnalistik yang diproduksi oleh media mainstream tentu lebih memiliki akurasi dan ketepatan karena berpijak pada aturan ketat yang diatur dalam Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Namun, demikian, imbuhnya, pada era arus informasi yang deras pada saat ini, media sosial melalui influencer juga menjadi acuan masyarakat dalam memperoleh informasi secara cepat. “Influencer juga hendaknya diperkenalkan dengan edukasi mengenai batasan-batasan apa yang boleh diberitakan, baik menyangkut kode etik ataupun regulasi UU ITE, tujuannya agar masyarakat menerima informasi yang benar dan pengelola media sosial juga terhindar dari ancaman pelanggaran ketentuan undang-undang,” kata Taj Yasin. Dia menambahkan, uji kompetensi bagi wartawan sangat penting agar informasi yang diterima masyarakat dapat dipertanggungjawabkan. Gus Yasin, sapaan akrabnya juga mengapresiasi program RRI yang mendukung informasi pemerintah provinsi Jawa Tengah melalui dialog publik yang melibatkan kepala OPD, BUMD maupun direktur rumah sakit. “Sebagaimana arahan Bapak Gubernur, beliau ingin semua bisa tampil di publik menyampaikan informasi langsung kepada masyarakat,” bebernya. Kepala LPP RRI Atik Hindari mengatakan, UKW Radio yang akan dilaksanakan pada bulan September 2025 mendatang akan melibatkan 30 wartawan di Jawa Tengah dan bekerjasama dengan Kementrian Kominfo. Selain itu juga akan dilaksanakan kegiatan jalan sehat dan donor darah yang melibatkan masyarakat umum. “Kami masih menunggu revisi UU Penyiaran menuju RRI multiplatform. Harapannya berita yang disampaikan kepada masyarakat bukan hanya mengutamakan kecepatan tetapi juga ketepatan,” ujarnya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

KH. Maimoen Zubair Raih Penghargaan Adiluhung, Taj Yasin: Cita-cita Beliau Menyatukan Keutuhan Bangsa

SEMARANG – Mendiang KH Maimoen Zubair (Mbah Moen), yang juga kyai kharismatik pada masanya, mendapat Penghargaan Adiluhung Jawa Tengah, dalam Detik Awards 2025, di Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Rabu malam, 23 Juli 2025. Penghargaan itu diberikan atas pemikiran-pemikiran, dan keteladanannya sebagai ulama dan tokoh bangsa dalam konteks keilmuan, kemanusiaan, dan persatuan. Penghargaan diterima langsung Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), putera Mbah Moen, yang saat ini menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah. “Malam hari ini saya ucapkan terima kasih, momen ini sangat tepat menurut saya. Karena cita-cita beliau di negara Republik Indonesia ini yakni adanya pemimpin bukan untuk menggantikan, akan tetapi melanjutkan,” kata Gus Yasin. Menurutnya, sosok Mbah Moen, sapaan akrab Maimoen Zubair, meski seorang Kyai, semasa hidupnya sangat peduli kepada keutuhan bangsa dan negara. Bahkan pernah mengabdi menjadi TNI. Mbah Moen pernah berjuang menjadi tentara rakyat pada masa perjuangan kemerdekaan. “Mbah Maimoen yang saya kenal, dan bercerita kepada kami, beliau lulusan dari TNI. Beliau mengabdi di negara dimulai perjuangan (kemerdekaan) kantornya di Koramil Sarang, Rembang,” katanya. Dituturkan Taj Yasin, Mbah Moen waktu itu menjadi Tentara Rakyat diserahkan langsung oleh ayahandanya Kiai Zubair Dahlan kepada kesatuan. Akan tetapi, suatu waktu mengundurkan diri atau pensiun dini. Lalu mengabdikan diri untuk menjaga kebutuhan negara dengan jalan lain melalui pondok pesantren. Mbah Moen lalu mendirikan pondok pesantren Al Anwar Sarang Rembang. Menjadi seorang Kyai besar, Mbah Moen terus menyuarakan persatuan dan kesatuan. Dalam kontek kepemimpinan, pemimpin baru bukan untuk menggantikan. Tetapi untuk melanjutkan. “Maksud melanjutkan yakni membawa atau mendukung estafet kepemimpinan negara pada setiap eranya. Itu cita-cita beliau yang disampaikan kepada saya pribadi,”ucapnya. Karena itu, menurut Taj Yasin, dirinya pernah diminta oleh Mbah Moen agar masuk dunia politik untuk melanjutkan cita-cita bapaknya. Hingga kini Taj Yasin terpilih dua kalinya menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah. Dia memegang amanah yang disampaikan sang ayah, agar tidak menyalahkan pemimpin-pemimpin sebelumnya. Akan tetapi akan melanjutkannya. Dikatakan Taj Yasin, ada teladan Mbah Moen yang harus dipegang bersama. Apapun kondisinya, Indonesia harus menjadi yang nomor satu. “Saya mengikuti beliau. Pernah suatu ketika (Mbah Moen) tidak sependapat dengan pemerintah, akan tetapi itu tidak disampaikan (terbuka). Tetap (tetap) didukung, diberikan dengan pemikiran-pemikiran beliau,” kata Taj Yasin, yang melanjutkan estafet ayahnya, menjadi Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar Sarang Rembang. Taj Yasin menjelaskan, arah pemikiran Mbah Moen relevan menjadi jawaban hingga saat ini. Yakni selalu mencari titik tengah (politik jalan tengah). Di mana saat ini banyak ujaran kebencian dan caci maki, jika berbeda pendapat. “Tetapi beliau memberikan contoh kepada kita enggak seperti itu. Caranya memberikan kritik (tidak) langsung kepada orangnya, (tetapi) juga memberikan solusi,” katanya. Mbah Moen lahir di Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang, Kamis Legi bulan Sya’ban 1347 H, atau bertepatan pada tanggal 28 Oktober 1928. Mbah Moen yang juga pendiri Pondok Pesantren Al Anwar Rembang itu lahir dari pasangan Kiai Zubair Dahlan dan Nyai Mahmudah. Mbah Moen pernah menjadi anggota MPR RI pada era Orde Baru. Selama hidupnya, Kyai ternama ini juga aktif dan menjadi pengurus PPP. Pemimpin Redaksi Detik.com, Alfito Deannova, mengatakan, sosok mendiang almarhum KH Maimoen Zubair semasa hidup merupakan pembela kemanusiaan, kebhinekaan, dan Pancasila. “Tak jarang sosok ini menjadi penengah dari gesekan sosial hingga friksi para elit politik. Dia meneladani pandangan tentang lita’arafu atau saling mengisi dan kalimat sawa’ atau yang menekankan pada titik temu. Keduanya lahir dari pemikirannya yang masih relevan hingga saat ini,” ucapnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin: Banyak Ulama Besar yang Dilahirkan dan Dibesarkan oleh Perempuan Solehah

PURWOREJO — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menghadiri peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-79 Muslimat NU di Kabupaten Purworejo, Sabtu, 20 Juli 2025. Dalam tausiyahnya, Taj Yasin menyampaikan pesan mendalam tentang peran strategis perempuan dalam membangun peradaban Islam, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat. “Perempuan itu menangan. Bahkan saya, sebagai laki-laki dan Wakil Gubernur, kadang kalah sama istri,” selorohnya disambut tawa hangat para hadirin. Ia mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW menghormati perempuan, termasuk istrinya. Dalam suatu riwayat, Nabi pernah tidur di masjid beralaskan tikar karena berselisih dengan istri tercintanya. “Kanjeng Nabi saja pernah dijothak sama istrinya, tapi itu menunjukkan betapa beliau menghormati perempuan,” ujarnya. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin ini menekankan perempuan bisa menjadi teladan dan kunci keberhasilan pendidikan anak-anak. Banyak ulama besar, katanya, lahir dan dibesarkan oleh perempuan-perempuan yang salehah. “Nabi Muhammad sejak kecil dimomong oleh ibunya, lalu oleh Fatimah binti As’ad, lalu Ummu Aiman. Nabi tumbuh dewasa dikelilingi perempuan salehah,” jelasnya. Ia pun mengajak para ibu Muslimat NU untuk terus semangat mengaji dan menimba ilmu agama, serta menjauhi kebiasaan negatif seperti bergosip. “Biasanya kalau sudah lama nggak pengajian itu jadi senangnya ngrumpi. Nah, ini yang harus dihindari. Karena ulama besar itu dibesarkan oleh perempuan yang cinta ilmu,” tandasnya. Acara tersebut turut dihadiri oleh Bupati Purworejo Yuli Hastuti, jajaran Forkopimda, Ketua PW dan PC Muslimat NU, serta Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Purworejo. Momen ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya peran Muslimat NU sebagai pilar dakwah dan pendidikan Islam yang kokoh di tengah masyarakat.***

Ngopeni Ngelakoni

Realisasi Program RTLH, Wagub Taj Yasin Jemput Harapan di Rumah Reyot Lansia Sebatang Kara

JEPARA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membuat berbagai program pemberdayaan dan perlindungan untuk warga lanjut usia (lansia) di wilayahnya, supaya hidupnya layak dan sejahtera. Sebagaimana yang dilakukan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin saat berkunjung di RT 33 RW 7 Desa Pancur, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada Sabtu, 19 Juli 2025. Di sudut desa itu, berdiri sebuah rumah reyot berdinding lapuk dan beratap seng tua. Di sanalah Ibu Subiatun, 63, seorang lansia sebatang kara, menjalani hari-harinya dalam kesendirian dan kesederhanaan. Suaminya telah meninggal dunia. Sedangkan anak-anaknya telah berkeluarga dan hidup terpisah. Tak ada kerabat yang menemani, hanya desir angin dan gemerisik pepohonan yang setia mengisi sunyi. Pada sore itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, datang menjenguk langsung Subiatun. Tanpa seremoni, sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu hadir sebagai langkah nyata dari pemerintah untuk menyapa, mendengar, dan mengulurkan tangan bagi mereka yang terlewatkan. “Saya bingung, inginnya tidak merepotkan orang. Setiap hari kalau cari uang juga melakukan apa saja yang penting halal,” tutur Subiatun lirih, menahan haru saat berdialog dengan Wagub. Dalam pertemuan tersebut, Taj Yasin dengan sabar mendengarkan cerita Subiatun. Mulai dari kondisi kesehatannya, bagaimana ia bertahan hidup sehari-hari, penghasilan serabutan, hingga kondisi rumahnya yang tak layak huni. Ia juga menanyakan sejak kapan Subiatun tinggal di rumah tersebut, dan bagaimana ia mengatasi keadaan saat hujan deras mengguyur. “Maksud kami datang, ingin membantu agar rumah ibu bisa direnovasi. Supaya lebih sehat, lebih nyaman untuk ditinggali,” kata Taj Yasin. Rumah Subiayatun akan direnovasi melalui program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH). Sebab, tahun 2025 ini Pemprov Jateng menargetkan bisa melakukan perbaikan sebanyak 17 ribu unit RTLH. Atas kondisi itu, Taj Yasin juga menawarkan kepada Subiatun agar mau tinggal sementara di panti milik Pemprov Jateng yang ada di Jepara. Di sana, Subiatun akan dirawat dan dibantu menjalani hari-harinya dengan lebih aman dan layak. “Menurut saya, lebih baik untuk sementara tinggal di panti, daripada di sini, tidak ada yang menemani dan merawat. Di sana tidak membebani, karena memang sudah tugasnya untuk merawat,” ujar Taj Yasin. Sebab, lanjut dia, di panti tersebut segala kebutuhan Subiatun akan dipenuhi, termasuk pengobatan. “Nanti obat-obat yang mau diambil di apotek itu biar diurus sekalian dan diantar ke panti,” tambahnya. Awalnya, Subiatun sempat ragu. Ia ingin bertahan di rumahnya saja. Namun, Taj Yasin dengan sabar terus membujuknya. Bahkan menunjukkan lokasi panti yang akan jadi tempat tinggal Subiatun melalui smartphone-nya. Dalam kesempatan itu, Subiatun menyampaikan rasa syukurnya atas kehadiran pemerintah. “Terima kasih banyak kepada bapak-bapak dari pemerintah, semoga Allah membalas kebaikannya,” ucapnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Guru Demak Didenda Rp 25 Juta, Wagub Jateng Taj Yasin Turun Tangan, Siap Mendampingi dan Edukasi Masyarakat

DEMAK — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menemui Zuhdi, guru madrasah diniyyah (madin) di Kabupaten Demak, yang didenda Rp 25 juta oleh orang tua siswa, menyusul mencuatnya insiden penamparan murid oleh yang bersangkutan. Dalam suasana yang hangat dan penuh dialog, Wagub menegaskan pentingnya adab dalam dunia pendidikan. Serta mendorong penyelesaian persoalan secara kekeluargaan dan edukatif. Dalam pertemuan, guru madin yang akrab disapa Mbah Zuhdi, mengisahkan kronologi kejadian yang terjadi pada April 2025 lalu. Saat itu, sandal yang dilempar murid dari kelas lain mengenai peci Mbah Zuhdi, yang tengah mengajar. Karena emosi, ia menampar murid yang ditunjuk teman-temannya sebagai pelaku. Ia mengakui tindakannya. Namun menegaskan tamparan itu tidak dilakukan untuk melukai. Melainkan sebagai bentuk teguran mendidik. Permintaan maaf pun sudah disampaikan kepada orang tua murid. Namun, tiga bulan setelah kejadian, Zuhdi didatangi lima pria yang mengaku dari LSM. Mereka mengatasnamakan ortu siswa meminta uang damai hingga Rp 25 juta dengan dalih telah ada laporan ke pihak kepolisian. Namun akhirnya dinego Zuhdi menjadi Rp 12.5 juta. Karena tidak punya uang, Zuhdi dibantu teman-temanya untuk membayar. Wakil Gubernur Taj Yasin menyampaikan keprihatinannya atas kejadian tersebut. Menurutnya, kasus seperti ini bukan hanya menyangkut individu guru dan murid, melainkan mencerminkan arah pendidikan kita saat ini. Ia menegaskan guru memang bukan sosok yang sempurna, namun menegur untuk membimbing adalah bagian dari tanggung jawab mereka. “Kalau permasalahan kecil dibesarkan, akhirnya anak yang jadi korban. Kasus ini bahkan sempat viral. Anak jadi takut sekolah, guru tertekan, dan nama lembaga pendidikan ikut tercoreng,” ujarnya. Wagub juga menyoroti pentingnya peran orang tua dalam pendidikan karakter anak. Ia menekankan parenting adalah kerja sama antara rumah dan sekolah, bukan saling menyalahkan. Ia menyampaikan Pemprov Jateng akan memperkuat program “Kecamatan Berdaya” dan menggalakkan edukasi hukum hingga tingkat lokal. Termasuk kolaborasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan paralegal, agar masyarakat tak mudah ditekan dalam kasus hukum serupa. “Datang kan tidak harus materi, tapi membawa semangat perlindungan dan edukasi. Agar masyarakat tahu hak dan jalur yang tepat, bukan malah jadi korban tekanan,” tegasnya. Taj Yasin mengajak semua pihak untuk menurunkan ego, saling memaafkan, dan kembali memusatkan perhatian pada misi utama pendidikan: membentuk anak-anak yang beradab dan bermanfaat. Guru kembali membimbing tanpa beban, murid diberikan pembinaan khusus, dan lembaga pendidikan memperkuat sistem karakter. “Alhamdulillah bertemu Gus Yasin. Beliau menyampaikan akan mendampingi dan beri perlindungan. Selain itu akan berkoordinasi agar hukumnya bisa berjalan supaya guru seperti kami tidak takut ketika mengajar,” ucap Zuhdi. Zuhdi mengaku, sudah puluhan tahun mengajar di sekolahnya dengan gaji Rp 450 ribu setiap empat bulan. Sehingga merasa berat harus membayar denda. Tetapi akhirnya denda terbayar Rp 12,5 juta setelah dapat bantuan teman-temanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Gelaran “PADI” 2025 Disambut Antusias Pelajar, Masyarakat, Hingga Kelompok Tani

TEMANGGUNG – Ribuan masyarakat dari berbagai kalangan, antusias mengunjungi gelaran Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) 2025, di Agro Center Soropadan Temanggung, Jumat (18/7/2025). Gelaran yang berlangsung hingga 22 Juli mendatang itu, memamerkan teknologi pertanian terkini, hingga kontes tembakau, domba, pentas budaya, serta kuliner. Acara tersebut digagas oleh para petani milenial binaan Balai Pelatihan Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, dan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Anggota Kelompok Tani Wanita Jatinom Kabupaten Klaten, Nur Yati mengatakan, gelaran PADI 2025 sangat membantu para petani untuk berkembang. Stan-stan memamerkan produk unggulan, serta inovasi terbaru. “Saya ke sini untuk melihat pameran. Jadi, membantu saya untuk bisa berkembang melalui produk-produk yang dipamerkan, termasuk inovasi,” katanya. Menurut Yati, acara tersebut sangat bermanfaat bagi para petani untuk saling tukar pikiran, baik generasi tua maupun muda. “Di sini bisa cari wawasan baru tentang pertanian. Nanti hasilnya bisa kita terapkan,” lanjutnya. Siswa SMKN 1 Ngablak, Ubaidillah Nur Alamsyah, menyatakan sengaja mengunjungi pameran bersama enam temannya, untuk menambah wawasan tentang pertanian. Sebab, dia merupakan siswa jurusan peternakan. “Saya ingin mencari ilmu dan wawasan karena saya ambil jurusan peternakan,” ungkapnya. Warga asli Temanggung, Ayu, menyampaikan, PADI 2025 menyajikan berbagai produk unggulan dari pertanian. “Saya sengaja ke sini untuk lihat pameran. Banyak produk pertanian yang kualitasnya bagus,” jelasnya. Ayu berharap, acara tersebut dapat dilaksanakan secara rutin. Selain memberikan wawasan pertanian kekinian, juga bisa menyajikan kebutuhan hasil pertanian unggul kepada masyarakat. “Ya bisa beli produk pertanian yang berkualitas,” imbuhnya. Sementara, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi para petani milenial, yang telah membuat PADI 2025, karena mampu membuat acara yang sangat edukatif. “Pekan agro digital dan inovasi yang diinisiasi oleh kawan-kawan petani milenial ini yang kita banggakan, karena ternyata petani milenial ini semangat dan memberikan edukasi,” ujarnya. Wagub mengatakan, kegiatan tersebut mampu menyedot animo tinggi dari masyarakat. “Kita buktikan bahwa pameran pertanian masih diminati. Itu menunjukkan bahwa ya berjalan baik antara masyarakatnya dengan hasil buminya dari Jawa Tengah, yang menyumbang pangan nomor dua di nusantara ini,” tuturnya. Taj Yasin pun mengajak masyarakat untuk datang ke pameran. Selain produk unggulan, juga disajikan inovasi-inovasi terbaru. “Kepada masyarakat, pameran dibuka mulai tanggal 18 sampai tanggal 22 (Juli 2025). Ada juga pembagian benih gratis,” tandasnya.

Ngopeni Ngelakoni

Wagung Jateng Taj Yasin Dorong Anak Muda Mau jadi Petani

TEMANGGUNG — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) terus mendorong agar anak muda mau berkarya di bidang pertanian. Sehingga terjadi regenarasi petani. Hal ini untuk menjaga ketahanan pangan di wilayahnya. Hal itu disampaikan oleh Taj Yasin saat meresmikan gelaran Pekan Agro Digital dan Inovasi (PADI) Pertanian Jateng 2025 di Agro Center Soropadan, Kecamatan Pringsurat, Kabupaten Temanggung, Jumat, 18 Juli 2025. Menurut dia, pentingnya akses generasi muda terhadap pertanian. Ia berharap masyarakat tak lagi menganggap bertani sebagai profesi kelas dua. “Sektor pertanian ini bukan pelengkap, tapi fondasi. Kita harus tempatkan petani di hati masyarakat,” ucapnya. Ia menegaskan, pertanian menjadi sektor penting untuk menjaga ketahanan pangan. Bahkan, Presiden Prabowo Subianto sejak awal mengingatkan pentingnya membangun kemandirian pangan sebagai langkah antisipatif terhadap situasi global yang tak menentu. “Kita patut bersyukur diberi Tuhan tanah yang subur. Di tengah ekonomi dunia yang menghimpit, orang akan kembali ke makanan, ke pertanian. Presiden kita pun feeling-nya kuat, bahkan sebelum krisis terjadi , sudah bicara soal ketahanan pangan,” kata Gus Yasin. Ia juga mengapresiasi peran generasi milenial dan gen Z yang kini ikut menyokong sektor pertanian. Apalagi, banyak inovasi pertanian yang justru ditemukan oleh para inovator muda. Oleh karenanya, Gus Yasin mendorong agar menjaga keberlanjutan lahan pertanian. Ia mengimbau agar pembangunan perumahan tidak menggerus lahan produktif, dan menyarankan alternatif seperti pembangunan rumah bertingkat agar ruang pertanian tetap tersedia. Gus Yasin berharap PADI 2025 menjadi pemantik semangat bersama untuk menempatkan sektor pertanian sejajar dengan sektor lain dalam kontribusi pembangunan. “Kita beri jaminan sektor pertanian tidak kalah dengan sektor lain,” ucapnya. Sebagai informasi kegiatan PADI 2025 ini mengusung tema “Menumbuhkan Inovasi dan Teknologi Pertanian Menuju Jateng sebagai Penumpu Pangan Nasional”. Kegiatan ini menjadi expo pertanian terbesar di Jawa Tengah yang digagas oleh petani milenial. Event ini juga sebagai ajang temu inovasi lintas sektor pertanian. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, De Fransisco Dasilva Tafares mengatakan, PADI 2025 tidak hanya menampilkan promosi dan pameran teknologi, namun juga dirancang sebagai wadah edukasi dan regenerasi petani muda. “Acara ini mempertemukan pemangku kepentingan dari kalangan pemerintah, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat umum, untuk memperkenalkan teknologi terkini sekaligus menumbuhkan semangat generasi muda terhadap sektor pertanian sebagai pilar ketahanan pangan,” katanya. Acara yang dilaksanakan mulai 18 hingga 23 Juli 2025 ini diramaikam 186 gerai, yang terdiri dari unsur sponsorship, perusahaan mitra, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan kabupaten/kota. Selain itu juga pelaku UMKM mitra tani, kuliner, hingga stan-stan inovasi dari kalangan pelajar dan mahasiswa. Tercatat pula 25 inovator muda dari berbagai daerah berkompetisi dalam lomba inovasi teknologi dan produk pertanian. Rangkaian acara PADI 2025 diawali dengan penyerahan simbolis Kartu Zilenial dan bantuan usaha KUR kepada tujuh penerima, dilanjutkan dengan pembukaan resmi yang ditandai dengan pemukulan kentongan raksasa oleh Wakil Gubernur. PADI 2025 juga menyuguhkan berbagai agenda menarik seperti kompetisi inovasi pertanian, workshop digitalisasi, festival kopi dan tembakau, kontes domba, lomba mancing, parade budaya dan kuliner, hingga “Agro Bersholawat” sebagai penutup.***

Ngopeni Ngelakoni

Peringati Harganas, Pemprov Jawa Tengah Kuatkan Keluarga dengan Beragam Program

SEMARANG — Ratusan warga kegiatan senam massal dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) tingkat Provinsi Jawa Tengah di halaman kantor gubernur, pada Jumat, 18 Juli 2025. Peringatan itu juga disediakan berbagai layanan yang disiapkan panitia. Mulai dari pos donor darah, cek kesehatan umum, hingga layanan Speling di lantai 1 Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin dan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno juga turut hadir maramaikan acara tersebut. Mereka mengikuti senam dan berbaur bersama warga dari berbagai kalangan. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menekankan pentingnya menjaga kesehatan. Kondisi yang sehat, merupakan bagian dari membangun keluarga yang bahagia dan harmonis. “Keluarga yang sehat akan menciptakan suasana yang baik di rumah. Terutama untuk anak-anak (ketika mereka sehat), mereka bisa semakin giat belajar,” ungkapnya. Taj Yasin menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen menghadirkan kebijakan dan program yang berpihak pada penguatan institusi keluarga. Sejumlah regulasi tentang penguatan keluarga, sudah diterbitkan. Antara lain, Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga, dan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 77 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. Selain itu, Jateng juga memiliki program kecamatan berdaya, yang salah satu layanannya memberikan perlindungan kepada perempuan dan anak. Upaya yang dilakukan, merupakan ikhtiar untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga dan menekan angka perceraian. “Kami di Pemprov ingin memastikan keluarga-keluarga di Jateng ini harmonis, sakinah, dan utuh. Kalau itu bisa kita wujudkan, insyaallah angka perceraian bisa kita tekan,” tegas tokoh kelahiran Rembang tersebut.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin: Menyantuni Anak Yatim Salah Satu Keutamaan Amalan di Bulan Muharram

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin, mengatakan, banyak keutamaan dan peristiwa besar yang terjadi pada bulan Muharram pada kalender Hijriah. Bulan Muharram sebagai awal pergantian tahun Hijriah, kata dia, menjadi waktu di mana Nabi Muhammad SAW berhijrah dari Mekkah ke Madinah. Pada bulan Muharram juga terdapat amalan-amalan yang punya keutamaan tertentu bagi umat muslim. Di antaranya ada puasa Asyura, dan Tasua. “Ada bertemu menyantuni anak-anak yatim,” kata Taj Yasin pada acara Selapanan Maulid Diba’ dan Manaqib, serta santunan kepada anak yatim di Musala Rumah Dinas Wakil Gubernur Jateng, Jalan Rinjani, Kota Semarang, Kamis, 17 Juli 2025. Dikatakan Taj Yasin, memelihara atau mengurus anak yatim merupakan ajaran Islam yang pernah dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Menilik hadis yang diriwayatkan, kata dia, barangsiapa mengurus anak yatim maka akan bersama Rosulullah Muhammad SAW di surga, seperti jarak antara jari telunjuk dan jari tengah. Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin memberikan santunan kepada sejumlah perwakilan anak yatim. Kepada anak-anak yatim, Gus Yasin sapaan akrab Wakil Gubernur Jateng mengatakan, agar terus bersemangat dalam menimba ilmu kedepannya. Disampaikannya, banyak tokoh-tokoh besar yang berilmu juga tumbuh dan belajar sebagai anak yatim. “Nabi Muhammad SAW itu lahir yatim, itu sebagai contoh. Ulama besar Imam Syafi’i, Imam Ghozali juga yatim. Yang merawat beliau itu orang tua perempuan,  dan semua jadi orang besar,” katanya. Pria asal Kabupaten Rembang itu mengatakan, Islam mengajarkan untuk menghormati anak-anak yatim. “Termasuk Islam mengajarkan untuk menghormati kepada orang berkebutuhan khusus,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin Dorong Pesantren Miliki Layanan Kesehatan

TEGAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin mendorong kepada pesantren yang ada di wilayahnya agar memiliki layananan kesehatan untuk para santri-santrinya. Hal itu disampaikan Taj Yasin saat meresmikan Pondok Pesantren (Ponpes) Lirboyo XVII, Cabang Kabupaten Tegal, pada Kamis, 17 Juli 2025 malam. Kehadiran akses layanan kesehatan, kata dia, sangat penting untuk kesehatan dan keselamatan santri. Sebab, ia mendapati laporan bahwa terdapat santri mengalami sakit ketika tinggal di pesantren, sehingga mengaharuskan dirujuk ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. “Maka ini menjadi urgent, pondok pesantren bukan hanya mengembangkan pendidikan keilmuan. Akan tetapi juga memberikan pelayanan yang terbaik buat para santrinya,” ucapnya. Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mengatakan, ketika lembaga pendidikan memiliki akses layanan kesehatan, maka layanan pendidikannya menjadi lebih baik. Layanan kesehatan yang bisa didirikan seperti halnya klinik, dan lainnya. Gus Yasin mengatakan, Pemerintah Provinsi Jateng dengan Nahdlatul Ulama (NU) juga bekerja sama menyediakan akses layanan kesehatan untuk didekatkan ke pesantren-pesantren. Lebih lanjut, dia mengatakan, ponpes sebagai lembaga pendidikan juga tak kalah pentingnya untuk aktif melakukan pengawasan pada seluruh ekosistem kegiatan belajar mengajarnya. Sementara itu, Pondok Pesantren Lirboyo XVII Cabang Tegal, Abdullah Kafabihi Mahrus mengatakan, pondok pesantren didirikan memiliki sejarah panjang untuk mendidik bangsa. “Tujuannya supaya masyarakatnya baik, pejabatnya baik, negaranya akan jadi baik,” katanya.***

Scroll to Top