Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Dampingi UNS Hidupkan Kembali Jejak Sejarah Keris di Klaten untuk Wisata Desa

SEMARANG – Tim Kelompok Studi dan Penelitian (KSP) “Principium” Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), berupaya menghidupkan kembali jejak sejarah pande besi pembuat keris di Desa Kranggan, Polanharjo, Kabupaten Klaten. Terlebih keris telah diakui sebagai warisan budaya nusantara oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO). Nilai historis di tempat tersebut, dinilai perlu diangkat dan dilestarikan khususnya dikenali anak muda untuk menggeluti profesi leluhur yakni pande besi atau empu keris. Hal itu dikatakan Ketua tim KSP FH UNS, Adinda Nurdiati Thaniana, saat auidiensi dengan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) di rumah dinas Wagub Jln Rinjani Semarang, Kamis 31 Juli 2025. “Kami belajar banyak tentang pelestarian budaya metalurgi. Di mana Desa Kranggan ini sebagai salah satu sentra pande besi. Kita perlu menggali, menghidupkan kembali sejarah-sejarah yang sempat mati. Apalagi Koripan juga erat kaitannya dengan dengan Pande Besi yang mana menghasilkan banyak keris,” katanya. Ia mengatakan, tim terdiri dari 15 orang mahasiswa UNS berfokus pada penguatan budaya lokal Desa Kranggan, Polanharjo, Kabupaten Klaten. Khususnya warisan budaya metalurgi Koripan. Menurutnya ini sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jateng yaitu Desa Maju dan Berdaya. Rencananya, tim akan membuat museum termasuk di dalamnya bengkel pandai besi, yakni Besalen, yang kemudian dinamai Besalen Koripan. Menurut sumber sejarah yang mereka diteliti, Koripan diambil dari nama salah satu empu pembuat keris setempat. “Tim didampingi kampus, bakal bekerjasama dengan pemerintah desa, kabupaten, Provinsi Jateng, para pakar, dan lintas instansi untuk mencari akurasi nilai historis lebih dalam di desa setempat. Itu akan menjadi dasar membuat museum pande besi, yang kemudian bisa menjadi tujuan untuk pemberdayaan masyarakat desa,”imbuhnya. Kepala Desa Kranggan, Polanharjo, Kabupaten Klaten, Gunawan Budi Utomo, yang ikut rombongan mengatakan, kondisi saat ini di Desa Kranggan memang telah beralih. Dari dahulu sebagai pusat industri atau pengrajin keris, sekarang hanya membuat alat- alat pertanian, seperti pisau, arit, dan cangkul. “Memang beralih fungsi ya, karena perkembangan zaman, dan juga regenerasinya tidak ada. Akhirnya berkembang menjadi sentra industri alat-alat pertanian. Khusus pembuatan keris memang sudah tidak ada,” katanya. Berkaca pasa kondisi itu, pemerintah desa dan tim dari UNS bakal menghidupkan kembali historis yang pernah ada. Anak-anak muda setempat direncanakan bakal mendapat pelatihan untuk membuat keris. Pada kesempatan itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, mengatakan, keberadaan nilai historis Desa Kranggan itu punya potensi luar biasa untuk dikenalkan kepada publik. Perlu kajian mendalam bersama lintas pihak. Kemudian menjadikan wilayah tersebut sebagai promosi desa wisata. “Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi mendorong dan mengembangkan potensi ini. Jadi ini tematik betul ya, diangkat dari nilai sejarahnya menjadi destinasi wisata,” ucapnya. Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan, Pemerintah Provinsi melalui dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata bakal mendukung penuh upaya tersebut. Dinas juga bakal berkomunikasi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten, serta lintas instansi untuk mendampingi tim dari UNS yang ingin menghidupkan kembali jejak pande besi keris di Desa Kranggan, Polanharjo, Kabupaten Klaten.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemuda Dilibatkan Sosialisasi Literasi Keuangan Digital, Pemprov Jateng Dorong Sinkronisasi Program Kecamatan Berdaya

SEMARANG – Sebanyak 105 anak muda Penggerak Literasi dan Digitalisasi (Perintis) Keuangan telah melakukan edukasi, inklusi, digitalisasi keuangan kepada masyarakat di Jawa Tengah (Jateng) secara langsung sepanjang 2024. Baik untuk kalangan pelajar hingga masyarakat desa. Program yang diinisiasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jateng, Kantor Bank Indonesia Perwakilan Jateng, dan Pemerintah Provinsi Jateng itu diharapkan mampu mengedukasi tentang bagaimana bertransaksi dengan baik. Hal itu disinggung Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dalam penilaian Financial Literacy Award 2025, secara daring, dari ruang kerjanya, Kota Semarang, 31 Juli 2025. Literasi keuangan dan digitalisasi, imbuh Wagub perlu digalakkan. Agar masyarakat tidak terjebak aktivitas yang merugikan. Di antaranya judi online/daring, investasi bodong, hingga pinjaman online (pinjol). “Saya harap dengan adanya Financial Literasi Award bisa bermanfaat, karena penting. Perlu dimasifkan lagi, apalagi Jateng ada 37 juta orang. Ini harus dikembangkan betul bagaimana menggunakan digital ekonomi yang tepat,” katanya. Selain itu, OJK telah membentuk Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti), bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jateng, dan lintas pihak. Hal itu untuk sosialisasi dan menindak aktivitas keuangan ilegal. Lebih lanjut, Taj Yasin bilang, untuk memasifkan literasi digital yang menyentuh langsung masyarakat bisa disinkronisasikan dengan Program Kecamatan Berdaya. Selain itu, dalam sosialisasi literasi keuangan digital juga bisa menuju program ekonomi syariah, dan pariwisata ramah muslim di Jateng. “Paling efektif edukasi langsung kepada masyarakat,” katanya. Untuk diketahui, implementasi capaian Perintis pada 2024 telah melaksanakan 365 kegiatan edukasi baik secara daring dan luring di 35 kabupaten/kota di Jateng. Total peserta edukasi yang berhasil dijangkau mencapai 33.407 orang, dengan 15.244 peserta edukasi mandiri, dan 18.163 peserta edukasi bersama Industri Jasa Keuangan (IJK). Untuk inklusi keuangan, telah merengkuh 4.818 capaian, dengan 4.573 rekening tabungan, 38 rekening BPJSTK, 15 akun e-wallet, 150 pengguna QRIS, 28 agen laku pandai, 5 rekening DPLK, dan 2 rekening deposito.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin Ajak Pemda ‘Ngeroyok Bareng’ Backlog dan Rumah Tidak Layak Huni di Jawa Tengah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Jawa Tengah didorong untuk “ngeroyok bareng” mengatasi persoalan pemukiman, baik dalam menuntaskan rumah tidak layak huni maupun angka backlog (jumlah rumah tersedia dengan jumlah rumah yang dibutuhkan). “Program tiga juta rumah yang digagas pemerintah pusat tidak hanya akan mengatasi backlog, tetapi mendorong kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh, baik kesehatan, pendidikan, maupun produktivitas ekonomi. Kami yakin dengan semangat gotong royong dan sinergi lintas sektoral mimpi rumah layak dan terjangkau bagi rakyat Indonesia benar-benar menjadi kenyataan,” kata Wagub saat menyampaikan sambutan pada Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Peraturan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Nomor 9 Tahun 2025 dan Nomor 10 Tahun 2025 di Lantai 10 Gedung Merah Putih, Kamis (31/07/2025). Taj Yasin menyampaikan bila pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan dukungannya terhadap lahirnya dua Permen tersebut. Dijelaskan, Permen PKP Nomor 9 Tahun 2025 tentang Kemudahan dan Bantuan Pembiayaan Perumahan bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang memuat kebijakan konkret seperti subsidi bunga KPR melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), Subsidi Bantuan Uang Muka (SBUM), serta integrasi dengan BP Tapera dan bank pelaksana. Sedangkan Permen PKP Nomor 10 Tahun 2025 menekankan bantuan fisik seperti penyediaan rumah swadaya, rumah susun, dan rumah khusus bagi kelompok rentan, termasuk kelengkapan prasarana, sarana dan utilitas umum. “Jawa Tengah sangat berkepentingan dengan percepatan realisasi program ini,” tegas Taj Yasin. Dikatakan, pada akhir tahun 2024, angka backlog di Jawa Tengah masih tinggi khususnya masyarakat miskin, yakni sebesar 1.132.968 unit. Dari angka tersebut, 1.022.113 merupakan baclog kelayakan (rumah tidak layak huni), dan 310.855 merupakan backlog kepemilikan. Pada tahun 2025, kata Wagub, Pemprov Jateng mengalokasikan penanganan 17.510 unit rumah yang terdiri dari 17.000 unit melalui bantuan keuangan dari pemerintah desa untuk penanganan rumah tidak layak huni, dan 510 unit melalui mekanisme bansos untuk penanganan relokasi, pasca bencana, dan backlog lainnya. Dirjen Tata Kelola dan Pengendalian Risiko Kementrian Perumahan dan Kawasan Permukiman Brigjen Pol. Dr. Aziz Andriansyah dalam sambutannya sebagai keynote speech mengatakan, angka backlog masih menjadi PR besar pemerintah yang menjadi prioritas nasional Presiden Prabowo. Angka backlog di Indonesia mencapai 9,9 juta rumah tangga. Sedangkan 26 juta unit rumah masih tidak layak huni. Kementrian PKP saat ini bertugas untuk mengawal program 3 juta rumah, yang terdiri dari 1 juta unit di kawasan perkotaan, 1 juta unit di kawasan pedesaan dan 1 juta unit di daerah pesisir. Menurutnya, ada tiga hal pokok dalam penyediaan perumahan bagi rakyat, yakni, penyediaan dana murah dan jangka panjang, bantuan subsidi uang muka, serta bantuan lainnya. “Kami mengajak stakeholder untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektoral serta menyelesaikan PR backlog dalam hal penyediaan dan kebutuhan tempat tinggal,” urainya. Sosialisasi dan Bimtek dihadiri oleh perwakilan pemda dari Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Acara berlangsung selama dua hari, 31 Juli – 1 Agustus 2025.***

Ngopeni Ngelakoni

Segera Digelar, ‘Jateng Halal Vaganza 2025’ Wujudkan Zona Kuliner Halal Aman dan Sejahtera

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menunjukkan keseriusan dalam melaksanakan peningkatan perekonomian melalui pengembangan ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan. Bahkan Jawa Tengah memiliki program prioritas dalam penguatan regulasi dan pengembangan ekosistem ekonomi syariah. Hal itu dikatakan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) saat membuka ‘Workshop Peningkatan Perekonomian Jawa Tengah Melalui Pengembangan Ekonomi Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan’, Kamis (31/07/2025) di Gedung B Lantai 5 Kantor Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. “Kita butuh sinergi antar lembaga dan stakeholder untuk mewujudkan ekosistem ekonomi syariah di Jawa Tengah,” ujar Gus Yasin. Dia menambahkan, sejumlah kebijakan dan program unggulan dalam mendukung program ekonomi syariah antara lain, pembentukan Komite Daerah dan Ekonomi Keuangan Syariah (KDEKS), serta Pergub No 40 Tahun 2023 Tentang Pariwsata Ramah Muslim. Bahkan dalam waktu dekat, kata Gus Yasin, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan menyelenggarakan ‘Jateng Halal Vaganza’ yang diadakan tanggal 23 – 29 Agustus 2025 di halaman kantor Gubernur Jawa Tengah. Acara tersebut akan menghadirkan zona kuliner yang halal, aman dan sejahtera. Sedangkan pada tahun 2026, juga akan diselenggarakan KKN Tematik yang mengangkat wisata ramah muslim, bekerja sama dengan perguruan tinggi di Jawa Tengah. Kendati demikian, Gus Yasin mengemukakan sejumlah tantangan yang harus dihadapi untuk mewujudkan ekosistem ekonomi syariah. Antara lain rendahnya sertifikasi halal di kalangan UMKM, keterbatasan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) dan Rumah Pemotongan Unggas (RPU) halal, serta kesiapan daerah yang masih terbatas. “Pergub Nomor 40 Tahun 2023 belum diimplementasikan optimal di kabupaten dan kota. Selain itu, perlunya penguatan pemahaman dan pendampingan teknis,” tegasnya. Disampaikanya, sejumlah hal yang perlu dituntaskan dalam implementasi ekonomi syariah, yakni rendahnya sertifikasi halal UMKM, menyangkut kepemilikan sertifikat halal karena keterbatasan pengetahuan, biaya dan akses layanan sertifikasi. Selain itu keterbatasan fasilitas pendukung, kebijakan yang belum merata dan lemahnya sinergi serta literasi masyarakat, masih menjadi salah satu hambatan implementasi ekonomi syariah di Jawa Tengah. “Yang paling utama adalah menyadarkan masyarakat. Tidak jarang masyarakat masih memilih yang lebih murah hanya karena terpaut Harga Rp 3.000 – 5.000, (padahal) untuk daging sudah jelas ada jaminan sertifikasi halal,” imbuhnya. Di sisi lain, ekosistem wisata ramah muslim juga semakin meningkat melalui penguatan transportasi strategis dengan kembalinya Bandara Ahmad Yani berstatus internasional. Ini membuka peluang gerbang utama ke Jawa Tengah. Kondisi tersebut memerlukan sinergi lintas sektor dalam hal konektivitas, promosi, dan fasilitas ramah muslim. Jawa Tengah, lanjut Wagub, sudah memiliki wisata ramah muslim yang menjadi destinasi wisata pelaku wisata dalam negeri. Yang terbaik adalah wisata ramah muslim di Kawasan Tawangmanu, lereng Lawu, Kabupaten Karanganyar. Kawasan tersebut sudah menjadi pilot project wisata ramah muslim. Selain itu terdapat juga wisata Kawasan ramah muslim di Kabupaten Semarang dan Wonosobo. “Tidak menutup kemungkinan, ke depan Pemprov menjalin MoU Bersama kampus untuk mewujudkan KKN Tematik yang terkait dengan wisata ramah muslim,” pungkasnya. Workshop menghadirkan sejumlah pembicara antara lain, Prof Sheikh Mohammed Ali Belaou selaku CEO Imam Foundation for Training and Development in the UK, Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jateng, Nyata Nugraha, Emir Sutan Hidayat selaku Direktur Infrastruktur Ekosistem Syariah di Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) dengan moderator Bayu Bagas Hapsoro.***

Ngopeni Ngelakoni

Lagi, Program Desalinasi Jawa Tengah Diresmikan, Kali Ini di Brebes

BREBES – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, meresmikan instalasi desalinasi air di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Rabu 30 Juli 2025. Teknologi ini mengubah air payau menjadi air tawar siap konsumsi dan merupakan hasil inovasi penuh dari Universitas Diponegoro (Undip). “Ini kali kedua saya ke sini. Waktu kemarin penanaman mangrove serentak ya, dan kali ini bersama Undip menginisiasi desalinasi, jadi mengubah air payau menjadi air tawar dan siap dikonsumsi. Ini saya rasa bermanfaat,” ujar Taj Yasin dalam sambutannya. Ia mengungkapkan teknologi desalinasi ini sepenuhnya dikembangkan oleh anak bangsa, tanpa perlu bergantung pada impor. “Waktu periode yang lalu saya ditawari, alatnya ada dari Jerman, dari Israel, macam-macam. Tapi alhamdulillah ternyata orang Indonesia hebat. Ini kampus yang membikin, 100 persen dari Undip, pemikirannya dari kampus Undip. Sehingga ini udah dalam negeri yang membikin dan ini bukan hanya di Jawa Tengah. Sekarang ada di beberapa provinsi yang meminta datang ke Jawa Tengah bersama Undip,” katanya. Menurutnya, kehadiran teknologi ini tak hanya menjadi solusi untuk pemenuhan kebutuhan air bersih, tapi juga membuka potensi ekonomi baru di desa. “Menarik ya. Jadi kepala desa randusanga malah seneng. Karena di sini sudah ada (UMKM) sirup rumput laut. Sehingga ada desalinasi ini bisa nanti untuk membantu menumbuhkan, mengembangkan UMKM yang ada di desa itu,” lanjutnya. Ia juga menekankan pentingnya tata kelola yang inklusif dan berkelanjutan. “Harus ada yang disisihkan untuk pembangunan desa, untuk kas, untuk olahan desalinasi sendiri, perawatan, dan sebagainya. Ini harus dikelola. Masyarakat terdampak jangan hanya separuh, semuanya harus merata,” tegasnya. Taj Yasin menegaskan program desalinasi akan terus berlanjut ke wilayah pesisir lainnya. “Di Jawa Tengah sudah dua kita anjurkan, dan kita masih ada lagi nanti ya di Kabupaten Demak, Pati. Dan untuk di tahun depan, kita akan berlanjut lagi di daerah-daerah pesisir seperti di Brebes ini,” ucapnya. Kepala Desa Randusanga Kulon, Affan Setyono menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Pemprov Jateng atas bantuan desalinasi ini. Ia menjelaskan air hasil desalinasi mulai dibagikan kepada warga secara gratis sebulan ke depan. “Atas nama Desa Randusanga Kulon, saya yang pertama mengucapkan terima kasih kepada Provinsi Jawa Tengah, dengan adanya desalinasi ini, dan telah dihibahkan ke SPAM kami yang sudah dibentuk, untuk satu bulan kami gratiskan untuk masyarakat, khususnya masyarakat Desa Randusanga Kulon,” tuturnya. Saat ini, kata Affan, satu KK dapat jatah 1 jerigen. Jumlah kepala keluarga di desa tersebut sekitar 2.685. “Karena desalinasi itu juga bahan bakunya dari air payau menjadi air RO, sehat itu. Insya Allah dengan 4.000 liter atau 2.000 jerigen, nanti masyarakat ikut merasakan semuanya. Kami siap mengelola dan nantinya dijual dengan harga untuk operasional saja,” tambahnya. Program desalinasi ini menjadi bukti kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi yang mampu melahirkan solusi riil dan berdampak langsung bagi masyarakat.***

Ngopeni Ngelakoni

Ning Nawal Ajak Duta GenRe Jateng Berikan Edukasi Remaja Tentang Tiga Hal Ini

SEMARANG – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Hj.Nawal Arafah Yasin,M.S.I, mengajak Duta Generasi Berencana (Duta GenRe) untuk memberikan pesan-pesan edukasi kepada kelompok remaja. Menurut dia, ada tiga tugas penting Duta GenRe. Meliputi edukasi pencegahan pernikahan usia dini, mengajak remaja menjauhi narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (NAPZA), serta penggerak perencanaan pendidikan dan keluarga. “Ada tiga hal yang menjadi fokus. Pertama adalah mencegah pernikahan anak, kedua adalah menjauhi NAPZA, kemudian untuk merencanakan pendidikan dan keluarga,” kata Ning Nawal, panggilan akrabnya, seusai menghadiri Apresiasi Duta GenRe Tingkat Provinsi Jateng di Hotel MG Setos Semarang, Senin (28/7/2025). Pada kesempatan itu, Nawal menyaksikan penampilan 10 besar finalis Duta GenRe putra dan putri dari berbagai kabupaten/kota di Jawa Tengah, yang telah mengikuti serangkaian seleksi selama empat bulan. Menurutnya, mereka adalah para remaja pilihan yang memiliki ide dan program kreatif yang diharapkan dapat mengatasi tantangan remaja, seperti pernikahan usia dini dan penyimpanan seksual. “Tantangannya adalah pernikahan anak tinggi, adanya penyimpanan seksual, yang kemudian Duta Genre ini diharapkan bisa menyosialisasikan kesehatan reproduksi,” ungkap Ning Nawal. Dia juga meminta agar program Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK R) terus dikembangkan. Lewat PIK R ini, para Duta GenRe berperan sebagai konselor sebaya yang aktif memberikan dukungan kepada teman-temannya saat menghadapi berbagai masalah. Selain menjadi konselor, Nawal juga meminta Duta GenRe ikut menyukseskan program Quick Win yang dicanangkan oleh Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). “Diharapkan Duta GenRe di seluruh kabupaten/ kota di Jawa Tengah bisa memenuhi program-program yang sudah disusun, bisa menjadi konselor sebaya yang baik, terus menyukseskan Quick Win dari BKKBN,” tandas istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. Pada kesempatan yang sama, Direktur Direktorat Bina Ketahanan Remaja pada Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Edi Setiawan mengatakan, kelompok remaja saat ini menghadapi tantangan yang begitu kompleks. Tidak hanya maraknya pernikahan usia dini, seks pranikah, dan kecanduan narkotika, fenomena adiksi terhadap gawai juga butuh perhatian serius, karena berdampak pada kesehatan mental remaja. Menurut Edi, para remaja saat ini lebih dekat dengan gawainya dibandingkan dengan orang tuanya. Oleh sebab itu, pihaknya mengajak para orang tua, agar menjadikan rumah mereka lebih aman dan nyaman bagi anak-anaknya. “Jadikanlah rumah sebagai ruang aman dan nyaman bagi anak bapak ibu sekalian, untuk tumbuh dan berkembang. Kalau tidak punya rumah, mereka akan mencari rumah di tepat tepat lain,” bebernya.***

Ngopeni Ngelakoni

Intervensi Kasus HIV/AIDS di Jateng, Pemprov Bakal Sediakan Kantor Sekretariat Bersama

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) meminta kerjasama lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan bantuan para LSM untuk mengkaji lebih dalam dan akurasi data penyebaran HIV/AIDS di Jawa Tengah. Dikatakannya, sinergi dan komunikasi antara OPD dan para penggiat atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) menjadi penting untuk intervensi dan penanggulanganya. Diperlukan sekretariat bersama supaya bisa bekerja secara tuntas. “Supaya presentasi penderitanya semakin kecil. Selanjutnya untuk dibuat kantor sekretariat tingkat provinsi,” katanya saat menerima audiensi perwakilan Forum Sekretariat Komisi Penanggulangan HIV/AIDS (KPA) dari kabupaten/kota Provinsi Jateng, di ruang kerjanya, Senin, 28 Juli 2025. Dalam pertemuan itu, para penggiat HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome), menyampaikan, memang perlu penguatan kelembahaan, komunikasi, dan kerjasama antar sekretariat di kabupaten/kota untuk pencegahan dan penanggulangan kasus HIV/AIDS di Jateng. Penguatan kelembagaan dan payung hukum diperluka khususnya dari tingkat provinsi untuk menguatkan komunikasi lintas kabupaten/kota. “Tujuannya untuk penguatan KPA, baik program, dan kelembagaan. Paling tidak, KPA untuk tingkat provinsi itu bisa menaungi kami,” kata perwakilan KPA Kabupaten Kudus, Nur Hadi. Menurtnya, penguatan itu penting melihat kasus penularan HIV/AIDS di Jateng yang sangat perlu diintervensi dan ditanggulangi. Dalam audiensi itu, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, menyampaikan, angka penemuan kasus HIV/AIDS di Jateng pada Januari-Juni 2025 mencapai 3.208 kasus. Adapun akumulasi keseluruhan pengidap yang terdata mencapai total 38.661. Secara presentasi, pria mendominasi dengan 79 persen, dan perempuan 21 persen. Sejumlah temuan kasus tertinggi, diantaranya di Kota Semarang, Surakarta, Kabupaten Banyumas, dan sejumlah daerah lainnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Ciptakan Sinema Mendidik, Taj Yasin Minta Santri jadi Pasukan Konten Kreator Dakwah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen meminta santri bisa menjadi pasukan konten kreator dakwah yang mendidik melalui video sinema yang baik dan menarik. Hal itu dikatakan Taj Yasin aat memberikan sambutan sekaligus membuka Pelatihan Sinematografi “Meningkatkan Kreativitas dan Dakwah di Era Digital, Membangun Kemandirian Santri Jawa Tengah”, yang diadakan Baznas Jateng, di Masjid Agung Jawa Tengah, Senin – Selasa (28-29/07/2025). “Kami berterima kasih kepada BAZNAS dan PWNU (Jawa Tengah) atas pelatihan yang diadakan. Saya meminta agar santri yang mengikuti Pelatihan Sinematografi bisa serius mengikuti pelatihan, dan bisa menghasilkan konten dakwah yang baik dan mendidik, sekaligus menarik,” ujarnya. Taj Yasin menambahkan, peran pesantren sangat besar dalam perjuangan meraih kemerdekaan Republik Indonesia. Pada era sekarang, perkembangan pesantren sangat pesat dengan ragam coraknya yang berbeda satu sama lain. Sayangnya, belum banyak santri yang memproduksi visualisasi mengenai pondok pesantren. Diperlukan pasukan kreator dakwah dari kalangan pesantren. Selain itu, kata Wagub, kegiatan pelatihan sinematografi, harus juga dimanfaatkan para santri untuk memperoleh sertifikat yang bermanfaat bagi masa depan. Harapannya, para santri yang saat ini masih mengikuti pelatihan dasar, nantinya akan memperoleh kesempatan untuk mengikuti pelatihan lanjutan tahap 2 atau bahkan tahap 3 hingga bisa mendapatkan sertifikasi. “Melalui kegiatan ini ada kesempatan untuk memperoleh sertifikasi keahlian, yang tentunya akan juga berperan dalam peningkatan kesejahteraan dan upaya pengentasan kemiskinan,” tegas Taj Yasin. Ketua Badan Amil, Zakat, Nasional (BAZNAS) Provinsi Jawa Tengah KH Ahmad Darodji mengatakan, pelatihan sinematografi berisi materi tentang kameraman, sutradara, dan musik. Harapannya, pelatihan sinematografi menjadi salah satu upaya pembangunan SDM dunia pesantren. Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng H Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) dalam sambutannya mengatakan, minat para santri sangat besar terhadap pelatihan tersebut. Terbukti, dalam malam pertama pendaftaran, slot sebesar 100 peserta langsung terisi. “Selama ini santri masih menjadi konsumen dalam konteks digital. Sudah saatnya para santri mengisi ruang kosong digital melalui fragmen menarik dari dunia pondok pesantren,” katanya. Salah satu peserta dari Ponpes Girikusumo Mranggen Demak, Fawzi mengaku sangat senang mengikuti pelatihan tersebut. Sebab akan meningkatkan kapasitasnya dalam bidang media. Dirinya yang juga anggota tim media pesantren sebelumnya sudah memiliki kecakapan dalam hal foto, videografi, edit dan usaha sablon. “Melalui pelatihan ini kami akan dapat meningkatkan kapasitas dan mengangkat citra pondok pesantren di mata masyarakat,” katanya. Bersama dengan teman yang lain, lanjut Fauzi, dirinya sangat siap untuk mengikuti pelatihan dengan serius. Dia berharap dapat mengikuti pelatihan dasar tersebut dan juga berkesempatan mengikuti tahapan lanjutan agar dapat bersaing dengan komunitas lain di luar pondok pesantren.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Ajak Masyarakat Jaga Kedamaian Melalui Sholawat

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak masyarakat menjadikan kegiatan bersholawat sebagai momentum memperkuat cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Sekaligus menumbuhkan semangat persatuan dan kedamaian di tengah dinamika global yang tidak menentu. Hal tersebut disampaikan dalam acara New Shantika Bersholawat yang digelar di Lapangan Desa Puyoh, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Sabtu malam, 26 Juli 2025. Acara dihadiri ribuan masyarakat umum serta siswa anggota Forum OSIS Kudus (FOK). Dalam sambutannya, Taj Yasin menekankan sholawat bukan sekadar ekspresi cinta kepada Rasulullah. Tetapi juga wadah untuk membangun kebersamaan lintas elemen masyarakat. “Kita bisa berkumpul dan tadabbur untuk menumbuhkan rasa mahabbah kita kepada Nabi Muhammad. Ini sejalan dengan harapan para pendiri bangsa: masyarakat yang rukun dan menjadikan akhlak sebagai fondasi berbangsa,” tuturnya. Ia menyampaikan, Rasulullah merupakan panutan umat dan semesta. Tidak hanya dalam konteks ajaran keagamaan, tetapi juga dalam prinsip kenegaraan. “Bukan hanya umat Islam, tetapi beliau menjadi panutan semesta alam. Baik dari sisi ajaran agama maupun literasi dalam kenegaraan,” lanjutnya. Lebih lanjut, Gus Yasin, panggilan akrabnya menyoroti berbagai ujian global yang dihadapi bangsa dalam lima tahun terakhir. Ia mengajak masyarakat untuk tidak larut dalam kegaduhan, namun justru tampil menjadi contoh masyarakat yang damai dan saling menguatkan. “Pandemi, konflik internasional, krisis sosial – semua ini ujian yang harus kita jawab dengan kedewasaan sebagai bangsa. Kita harus menunjukkan bahwa masyarakat Jawa Tengah tetap menjadi teladan dalam menjaga ketenangan dan kebersamaan,” tegasnya. Ia juga menyinggung mandat manusia sebagai khalifah di bumi. Seraya mengutip ayat Al-Qur’an tepatnya Al-Baqarah ayat 30, sebagai pengingat tanggung jawab kolektif menjaga kehidupan yang beradab. “Allah telah berfirman Inni ja’ilun fil ardhi khalifah (Sesungguhnya Aku hendak menjadikan khalifah di muka bumi). Menjadi khalifah berarti menjaga kebaikan dan kebersamaan. Rasulullah telah memberi contoh terbaik dalam hal ini,” ujarnya. Di akhir sambutan, Taj Yasin mengajak semua elemen masyarakat untuk meninggalkan perdebatan yang tidak produktif dan berfokus pada kolaborasi membangun daerah. “Kita tidak perlu membahas siapa dan bagaimana, tapi bagaimana kita bisa membangun Jawa Tengah dan Kudus ini bersama-sama,” tutupnya. Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh nasional dan ulama terkemuka. Antara lain Habib Husein Hadar bin Ja’far, Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf, Habib Ali Zainal Abidin Al Kaf, dan KH. Ahmad Asnawi.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Pesan Komunitas Bikers Hilangkan Konotasi Negatif di Masyarakat

SEMARANG – Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menyoroti komunitas bikers (pengendara sepeda motor) acap mendapatkan konotasi kurang baik di mata masyarakat. Komunitas bikers hendaknya menjaga ketertiban di jalan serta tidak melakukan pelanggaran lalu lintas yang akan menimbulkan reaksi negatif dari masyarakat. Hal tersebut disampaikan Taj Yasin Maemoen saat menerima audiensi Jateng Bikers Community (JBC) di ruang kerjanya, Kamis (24/07/2025). “Sering ada konotasi kurang baik terhadap para bikers. Perlu adanya edukasi kepada masyarakat bahwa bikers kali ini memberikan manfaat kepada masyarakat sekaligus safety -nya terjaga,” katanya. Ketua JBC, Taviv Suhendra menjelaskan, JBC merupakan komunitas bikers yang anggotanya sebagian besar adalah ASN aktif maupun purna bakti di lingkungan Pemprov Jateng. Pada Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah, JBC akan melaksanakan rangkaian kegiatan touring sekaligus bakti sosial kepada masyarakat di sejumlah wilayah. Kegiatan bakti sosial akan dilaksanakan pada 23 Agustus 2025, di Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Pada kesempatan tersebut, bikers akan berbagi paket sembako di desa-desa terisolir tepian pantai. “Kami akan membagikan bantuan sembako kepada masyarakat di desa terisolir. Kami juga mendapatkan dukungan dari BAZNAS Jateng berupa paket sembako, paket bansos dari Dinas Sosial, Bapenda dan Dispora,” terang Taviv. Touring akan dilaksanakan pada tanggal 30 Agustus 2025, dengan lokasi Waduk Jragung di Karangawen, Demak. Touring akan diikuti sekitar 400 – 500 bikers yang akan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penghijauan dan perlindungan lingkungan hidup pada kawasan sekitar waduk.***

Scroll to Top