Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Targetkan Penanganan Tanggul Sungai Bodri Selesai sebelum Musim Penghujan

KENDAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau penanganan darurat lanjutan tanggul Sungai Bodri di Desa Kebonharjo, Kecamatan Patebon, Kabupaten Kendal pada Senin, 4 Agustus 2025.  Sebagai informasi, tanggul yang ada di Sungai Bodri sempat jebol pada 26 Januari 2025 lalu. Jebolnya tanggul diakibatkan hujan dengan intensitas tinggi selama kurang lebih tiga jam. Peningkatan debit air di sungai itu menyebabkan banjir di permukiman warga dan lahan pertanian. Pada kesempatan itu, Wagub melakukan tinjauan untuk memastikan penanganan tanggul dilaksanakan dengan baik, sehingga bencana banjir yang menimpa warga sekitar tidak terulang kembali.  Saat ia meninjau lokasi bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, sejumlah petugas terlihat sedang memasang jumbo bag atau kantong besar yang diisi dengan tanah/pasir untuk menahan air, serta menata batuan di belakang tanggul. Wagub mengatakan, kunjungannya ini bertujuan untuk mengecek penanganan tanggul, agar bisa dilakukan percepatan pengerjaan. Harapannya, perbaikan tanggul sementara ini, bisa diselesaikan sebelum musim penghujan.  Dalam tinjauannya itu, ia mengatakan bahwa penanganan tanggul permanen sheetpile, sudah masuk anggaran perbaikan pada tahun 2026. Titik yang akan diperbaiki ada di Sungai Bodri dan Sungai Kalikutho.***

Ngopeni Ngelakoni

Bantuan Rumah Apung Pemprov Jateng Hampir Rampung, Warga Korban Rob Sayung Senang dan Bersyukur

DEMAK – Bantuan rumah apung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bagi warga terdampak rob di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, sudah mendekati rampung. Setidaknya sudah 70 persen bangunan rumah apung terselesaikan. Keberadaan rumah apung tersebut memberikan harapan baru bagi warga Desa Timbulsloko, setelah bertahun-tahun hidup di antara kepungan air rob. Pada tahap pertama ini, bantuan diawali dengan pembangunan tiga unit rumah apung. Penerima manfaat rumah apung, Mulyono, mengekspresikan kegembiraan dengan menceritakan perasaannya, ketika melihat pembangunan rumah apung sedang berlangsung. Dia bahkan turut serta membantu pekerja, merangkai pondasi dan kerangka rumahnya itu. “Wah, senang banget karena dapat bantuan rumah apung dari Pak Gubernur,” katanya, Sabtu (2/8/2025). Bantuan tersebut, menurutnya, adalah jawaban dari kegelisahan selama ini. Sudah hampir 10 tahun, dia harus akrab dengan air pasang setiap harinya. Rumah yang ditempati tidak layak untuk dihuni. Sebagian dindingnya rusak, dan sudah beberapa kali diurug untuk menghindari terjangan rob. “Rumah yang dulu sudah saya tinggikan, tapi air terus naik. Tidak nyaman untuk ditempati,” ujar Mulyono. Dia bersyukur, bantuan rumah apung melalui program Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukian (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah itu, sudah dimulai pembangunannya. “Mau pindah tidak punya tanah, tidak punya uang. Tidak menyangka bisa dapat bantuan rumah apung,” ungkap Mulyono. Penerima bantuan rumah apung yang lain, Muslim, juga mengaku senang karena proses pembangunannya sudah mencapai 70 persen. Lantai dan dinding luar sudah selesai, tinggal sekat ruangan dan atap. “Pastinya lebih nyaman dari rumah yang dulu. Saya sudah 10 tahun hidup di atas air rob. Alhamdulillah, sekarang dapat bantuan rumah apung, jadi senang sekali,” ucap Muslim. Menurutnya, rumah apung tersebut lebih nyaman, karena konstruksi bangunannya dapat mengesuaikan kondisi air. “Jadi tidak khawatir lagi kena banjir. Bangunannya kan bisa ikuti kondisi air,” jelasnya. Begitu pula dengan Romani, yang tampak tersenyum saat bergotong-royong bersama pekerja yang lain, membangun rumah apungnya. “Rumah apung ini tipe 36, jadi nyaman untuk ditempati bersama anak dan istri. Saya senang sekali ada bantuan rumah apung dari Pak Gubernur,” terangnya. Sementara itu, Kepala Disperakim Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan menyampaikan, bantuan rumah apung tersebit sesuai dengan komitmen Gubernur Ahmad Luthfi, dalam menangani korban rob di sektor perumahan. “Untuk tahap pertama ini ada tiga unit rumah apung. Bantuan ini akan terus dilakukan secara bertahap bagi korban rob di Desa Timbulsloko,” ujar Boedyo. Selain rumah apung, bantuan juga dilakukan melalui program relokasi. Itu merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam mengatasi persoalan masyarakat. “Bagi korban rob yang punya lahan di luar Timbulsloko, bisa dapat bantuan melalui relokasi. Tapi yang tidak punya lahan, bisa rumah apung,” imbuh Boedyo. Bantuan rumah apung tersebut juga memperhatikan masalah sanitasi. “Ini sudah ada toilet umum atau komunal. Ke depan kita kaji, apakah nanti akan ada toilet di masing-masing rumah, atau ditambah lagi toilet bersama,” terangnya. Boedyo berharap, bantuan rumah apung dapat menjadi soluisi bagi warga korban rob di Desa Timbulsloko. “Semoga bermanfaat dan penerima bisa merawat rumahnya dengan baik, sehingga awet dan nyaman untuk hunian,” tandasnya.

Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Ajak Teladani Ulama Besar di Pengajian Jaga Bumi Aswaja

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Meimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, mengajak umat meneladani akhlak dan keteladanan ulama besar dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu ia sampaikan saat memberikan mauidhoh hasanah pada pengajian Jaga Bumi Aswaja di Wisma Perdamaian, Semarang, Minggu 3 Agustus 2025. Salah satu rangkaian acara adalah Manaqib Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani. Dalam tausiyahnya, Gus Yasin mencontohkan sosok Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani yang dikenal sebagai ulama dan wali besar. Tidak hanya mengajarkan ilmu tetapi juga menjaga adab dan memegang teguh ajaran para ulama terdahulu. Ia menyinggung tradisi tasyakuran ayam ingkung sebagai simbol rasa syukur, sekaligus mengingatkan setiap tradisi harus diiringi pemahaman syariat. “Syekh Abdul Qodir Al-Jaelani tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga menjaga adab dan memegang teguh ajaran para ulama besar,” ujarnya. Ia juga menyebut empat mazhab besar dalam Islam—Syafi’i, Maliki, Hanafi, dan Hambali—sebagai rujukan penting bagi umat untuk memahami fiqih dan kehidupan beragama. Selain itu, Gus Yasin mengajak masyarakat untuk menjaga bumi dan tetap berada dalam koridor ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja). “Kita ini warisan dari para ulama. Menjaga bumi, menjaga syariat, dan menjaga adab adalah bentuk rasa syukur kita kepada Allah,” tuturnya. Acara ini dihadiri oleh sekitar 1.500 jamaah Jaga Bumi Aswaja serta sejumlah tokoh dan ulama. Hadir antara lain Ketua Umum Jaga Bumi Aswaja KH. M. Said Al Mashad beserta istri, perwakilan Kakanwil Kemenag Jateng, Kepala DP3AP2KB Ema Rachmawati, perwakilan Kaban Kesbangpol Muslichian Setiasih, dan Kabiro Kesra M. Yusuf. Turut hadir pula para kiai terkemuka seperti KH. Thohir Husnad, KH. Mustofa Al Hafid, KH. Nur Ali Kudus, KH. Abdur Rohim, dan KH. Saiful Bahri. Pengajian kali ini terasa istimewa karena juga dirangkai dengan doa bersama untuk kesehatan dan keberkahan Ketua TP PKK Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, di hari ulang tahunnya. Suasana semakin hangat dengan ucapan selamat ulang tahun dari para hadirin, diiringi lantunan selawat.***

Ngopeni Ngelakoni

Rapat Membahas PPPK Jawa Tengah, Kepala BKN Minta ASN Wujudkan Visi- Misi Kepala Daerah

SEMARANG – Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Prof Dr Zudan Arif Fakhrullah meminta pemerintah daerah berani bersikap dalam melaksanakan manajemen aparatur sipil negara untuk mewujudkan tujuan pembangunan daerah. Hal itu ditegaskan Prof Zudan, saat menyampaikan paparan pada Rapat Koordinasi Penyelesaian Permasalahan PPPK Guru di Provinsi Jawa Tengah, di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah, Jumat (01/08/2025). “Pemda harus berani bersikap dan manajemen aparatur memastikan visi misi kepala daerah terwujud selama lima tahun ke depan,” katanya. Rapat Koordinasi menghadirkan BKN, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) provinsi dan kabupaten/kota se Jateng, Asisten Administrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Dewan Perwakilan Daerah (DPD), dan Komisi E DPRD Jawa Tengah. Asisten Administrasi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah Dhoni Widianto menyampaikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara tersebut. Dia berharap pertemuan itu dapat memberikan jawaban atas persoalan-persoalan yang selama ini menjadi pertanyaan PPPK Guru di Jawa Tengah. “Semoga pertemuan ini memberikan jawaban pasti bagi Pemda dalam mengambil upaya penyelesaian,” katanya. Sementara itu Wakil Ketua Komite I DPD RI Dr Muhdi mengatakan, pertemuan diharapkan dapat menjawab pertanyaan terkait formasi yang diusulkan. Selain itu juga mencuat pencantuman gelar yang tidak lagi ada kesulitan. “Masalah relokasi untuk PPPK Guru juga diharapkan ada jawaban yang pasti,” kata Muhdi yang juga Ketua PGRI Jateng ini. Ketua Komisi E DPRD Jateng Messi Widiastuti mengatakan, pihaknya sudah menerima pengaduan guru PPPK yang lokasinya jauh dari tempat tinggalnya dan belum memiliki jam mengajar. “Pemerintah harus memberikan kejelasan,” katanya. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Nawal Dorong Kota Magelang Siapkan 3 Posyandu “Pilot Project” 6 SPM

KOTA MAGELANG – Ketua Tim Pembina Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), mendorong Kota Magelang menyediakan tiga posyandu yang bisa menerapkan enam bidang Standar Pelayanan Minimal (SPM). Enam bidang SPM itu adalah layanan bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. “Saat ini saya hanya menargetkan tiga posyandu yang terapkan enam SPM di setiap kota/ kabupaten di Jawa Tengah ini. Paling tidak itu menjadi pilot project terlebih dahulu,” kata Ning Nawal, kepada media di Kota Magelang, Kamis (31/7/2025). Ditambahkan, ketika tiga posyandu itu sudah bagus dalam penerapan enam SPM dan memiliki inovasi yang bagus, akan menjadi contoh bagi posyandu lain. Posyandu lain pun akan mengikuti. “Ini lho ada contohnya, nah sehingga mereka secara implementasi bisa lebih mudah begitu,” ucap Ning Nawal. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Pengukuhan Tim Pembina Posyandu Kota Magelang, dan Pelantikan Tim Pembina Posyandu Kecamatan/ Kelurahan Beserta Pengurus Posyandu Tahun 2025-2029, serta Launching Posyandu Dengan Standar Pelayanan Minimal, di Aula Gedung Wanita Kota Magelang. Dalam pengukuhan tim pembina Posyandu di Kota Magelang, Nawal menuturkan, jumlah Posyandu di Kota Magelang ada 198 unit, dan pada hari ini ada akan diwujudkan lagi satu Posyandu. Dengan begitu, total ada 199 unit posyandu. “Ini merupakan salah satu wujud semangat daripada kader Posyandu yang ada di Kota Magelang ini,” tuturnya. Menurut Ning Nawal, pekerjaan rumahnya adalah bagaimana adaptasi untuk transformasi di enam SPM ini. Masing-masing mereka masih melakukan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer). “Kita transformasi di enam SPM ini, dan kita sosialisasikan bagaimana kemudian teknik dan konsep, inovasi-inovasi yang bisa kemudian kita adopsi, dengan adanya beberapa Posyandu yang sudah mendapatkan 6 SPM, di antaranya Posyandu Tulip di Cangkiran, Mijen, Semarang yang menjadi juara 1 itu,” terangnya. Istri Wakil Gubernur Jawa Tengah ini juga berharap, semua OPD yang terkait, segera berkoordinasi untuk melakukan rakor Posyandu, khususnya di Kota Magelang. Kemudian atas kebijakan baru ini tentunya ada konsekuensi yang ditanggung, seperti insentif dan penambahan kader. Ketua TP Posyandu Kota Magelang Nanik Yunianti mengatakan, pihaknya siap menyediakan tiga posyandu yang akan menjadi proyek percontohan dalam penerapan 6 SPM. “Terkait tiga pilot project, kami akan mengambil tiga posyandu yang memang akan dijadikan pilot project dan harapannya nanti dengan bimtek dulu, kemudian ini dijadikan betul-betul sesuai tugasnya, mereka paham sesuai dengan tugas dan manfaatnya di sini,” kata Nanik.***  

Ngopeni Ngelakoni

Batik Tulis Karya Difabel di Magelang Bikin Kagum Nawal Yasin

KOTA MAGELANG – Sejumlah difabel asyik duduk di atas karpet, sembari serius menyelesaikan proses kerajinan batik. Sesekali mereka meniup canting usai dicelupkan cairan malam atau lilin untuk digoreskan ke atas kain. Goresan demi goresan mereka bentuk menjadi motif, hingga menjadi gambar bunga dan aneka coretan indah lain. “Bagus sekali batiknya,” ungkap kagum Ketua Dekranasda Jawa Tengah Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), saat mengunjungi galeri Industri Kecil dan Menengah (IKM) Center, Kota Magelang, Kamis (31/7/2025). Dengan ramah, Nawal berinteraksi dengan para difabel yang serius menyelesaikan proses kreatifnya membatik. Istri Wakil Gubernur Jateng itu juga dipersilakan mencoba menggunakan canting, untuk menggoreskan motif. Tak lama kemudian, Nawal sibuk membuat motif di atas kain batik. Diakui, dia tak begitu mahir membuat goresan batik, namun perajin batik dan petugas galeri meyakinkan bahwa hal itu bisa dilakukan Nawal. Masih belum berhenti rasa kagumnya akan kemampuan perajin dalam membatik, Nawal dibuat tertegun dengan karya batik mereka yang terpasang di atas kayu display. “Batiknya bagus, rapi sekali detailnya, sampai-sampai ke detail kecil-kecil, mereka bisa menyelesaikan satu kain dalam satu hari, luar biasa,” ungkap Ning Nawal. Langkah Ning Nawal lantas melaju ke koleksi batik lain di galeri. Sejumlah koleksi batik pun dibelinya sebagai bentuk apresiasi dan kecintaannya pada kerajinan pembatik lokal Magelang tersebut. Ning Nawal juga menyempatkan diri duduk lesehan membuat kerajinan batik ecoprint. Suara tabuhan palu kayu dari para perajin, membuat Nawal terpanggil untuk bergabung membuat batik ramah lingkungan itu. Dia pun mencoba memukulkan palu ke arah plastik, yang di bawahnya terpasang daun di atas kain putih. Tujuannya, agar warna hijau dari daun tertempel alami. “Warna batiknya hijau alami,” ungkapnya. Salah seorang difabel, Ariyani, menyatakan,  para difabel biasa mengerjakan kain batik tulis. Dengan motif yang dibuat secara bebas. “Karena kadang ada yang request juga, jadi bisa mengerjakan motif batik sesuai permintaan mereka,” tutur Ketua Komunitas Disabilitas Kota Magelang ini. 

Ngopeni Ngelakoni

Nawal Yasin Apresiasi KKN Tematik Undip Tingkatkan Kesehatan Reproduksi Remaja

KOTA PEKALONGAN – Kesehatan reproduksi remaja menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung terciptanya Generasi Emas Indonesia. Karena itu, berbagai pihak perlu bekerja sama, untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi. Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), mengapresiasi kegiatan KKN tematik Undip, di Kota Pekalongan. “KKN tematik dengan tema kesehatan Reproduksi Remaja demi Terwujudnya Generasi Emas ini saya apresiasi,” kata Nawal, saat meninjau KKN Tematik Undip di SMP Pius Kota Pekalongan, Selasa (29/7/2025). Dia menekankan pentingnya pendidikan seksual komprehensif sejak dini, untuk mencegah perilaku berisiko yang dapat berdampak negatif pada kesehatan remaja. Ning Nawal juga menyoroti pentingnya penguatan dukungan keluarga dan pengembangan kegiatan positif di komunitas, untuk meningkatkan kompetensi sosial dan tanggung jawab remaja. “Komunikasi yang baik antara orang tua dan anak sangat penting, untuk mencegah perilaku berisiko yang dapat berdampak negatif pada kesehatan remaja,” katanya. Dalam mendukung kesehatan reproduksi remaja, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menjalankan berbagai program, seperti Program Generasi Berencana (GenRe) oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Program itu bertujuan untuk mengedukasi dan mempersiapkan remaja dalam menjalani kehidupan berkeluarga yang sehat dan terencana. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, keluarga, dan komunitas, diharapkan kesehatan reproduksi remaja dapat meningkat, dan mendukung terciptanya Generasi Emas Indonesia. Menurutnya, tema yang diambil pada KKN ini sangat konkret dan kontekstual. Tema ini sangat dibutuhkan, terutama pada remaja, karena anak-anak remaja pada saat ini sedang melalui masalah-masalah puber dan sebagainya. Ada masalah yang mengintai, seperti permasalahan mengenai hamil di luar nikah, infeksi seksual seperti juga HIV/AIDS, dan sebagainya. Kemudian yang kedua adalah penyalahgunaan narkoba. Penyalahgunaan narkoba ini, menjadi salah satu fokus gerakan PKK dan gerakan BKKBN, juga masalah pernikahan usia anak. “Sekarang berkembang lagi, permasalahannya ditambah adanya adiktif gadget. Anak-anak remaja kemudian adiktif gadget, dan ini bermasalah pada kegiatan semangat belajarnya,” ujarnya. Yang perlu diwaspadai, konten tak layak, yang dapat berakibat pada penyimpangan seksual. Sehingga, mahasiswa KKN diharapkan bisa memberikan literasi digital untuk remaja-remaja di Pekalongan. “Isu lain remaja, yaitu tentang kesehatan mental. Jadi karena semuanya serba instan, sehingga seringkali kemudian mengalami gangguan mental,” ucapnya. Maka penanganan itu sangat penting. Jadi tidak cukup hanya PKK dengan dinas-dinas yang ada. Oleh karena itu, butuh kolaborasi antara pemerintah termasuk dengan universitas. Karena gerakannya akan lebih luas. “Gerakannya akan super power menurut saya. Maka, saya beruntung dengan adik-adik mahasiswa di sini. Saya juga beruntung dengan Ibu-ibu DWP dari Universitas Diponegoro di sini,” imbuhnya. Ketua DWP Undip Dewi Widayani menyampaikan, pihaknya menyambut baik kegiatan dan akan membantu kelancaran program PKK. “Saya menyambut baik. Beberapa hari yang lalu Tim Penggerak PKK Jateng ke Undip, untuk memberikan penjelasan tentang program PKK, dan insyaallah kami siap membantu PKK melalui DWP Undip dan Dharma Wanita, untuk melaksanakan program-program tersebut di masyarakat,” kata Dewi. Pihaknya menilai, program PKK sangat bermanfaat dalam memajukan kesejahteraan dan pemberdayaan keluarga, serta pemberdayaan wanita di tingkat daerah.

Ngopeni Ngelakoni

Saat Ning Nawal Berbagi Semangat dengan Anak Panti Sosial Pamardi Utomo Boyolali

BOYOLALI – Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) berbagi semangat, dengan para penghuni Panti Pelayanan Sosial Anak Pamardi Utomo Boyolali, Jumat (25/7/2025). Istri Wakil Gubernur Taj Yasin tersebut memberi semangat kepada anak-anak, agar tidak berkecil hati meski hidup di panti. Menurutnya, di Panti Pelayanan Sosial Anak Pamardi Utomo Boyolali ada sekitar 80 anak, terdiri atas anak sekolah dasar (SD), SMP, dan SMA. Bersama Nawal, anak-anak berdialog. “Kami berdialog. Di antaranya mereka bertanya bagaimana menumbuhkan kepercayaan diri. Mereka punya keterbatasan. Mereka tanya juga kiat sukses, bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan layak,” ungkap Ning Nawal, di lokasi kegiatan. Ning Nawal menilai dari jalannya dialog dalam kegiatan, terlihat anak -anak dengan bakat yang dimiliki masing-masing. Ada yang memiliki bakat olahraga, seni, tertarik pada teknologi, dan lainnya. Anak-anak juga antusias mengikuti dialog karena memiliki ketertarikan tinggi, terhadap bagaimana dengan perkembangan mereka di masa depan nanti. Ning Nawal pun yakin, mereka adalah generasi optimistis akan masa depan yang cerah. Tinggal saat ini, mereka harus bisa memanfaatkan waktu belajar dengan baik. Termasuk, mengasah kemampuannya biar lebih baik. “Saya yakin, kalau mereka gali potensi apa, sisi kelebihan kita tingkatkan skill-nya, akademiknya, bisa sekolah baik, vokasi dilatih agar dapat pekerjaan yang baik. Misalnya minat olahraga. Menurutnya saya, ini potensi yang menumbuhkan rasa kepercayaan diri yang tinggi,” ucap Ning Nawal. Seorang anak panti, Muhamad Lintang Ramadan, mengaku dia senang mengikuti kegiatan itu. Apalagi, masukan dan pandangan dari istri wakil gubernur, yang dinilai mampu menyemangati anak-anak. “Dapat motivasi agar tidak mengucilkan diri. Di lingkungan masyarakat agar tidak mengucilkan diri, karena anak panti, orang tuanya tidak ada, kita harus tetap semangat,” kata Lintang. Ia juga senang mendapatkan bantuan berupa tas, buku, dan berbagai alat sekolah. Bantuan itu bisa menunjang pendidikannya saat ini. 

Ngopeni Ngelakoni

Dorong Tingkatkan 6 Standar Pelayanan Minimal Posyandu, Nawal Yasin Minta Kader Cepat Beradaptasi

SEMARANG – Ketua Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), mendorong para kader Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) meningkatkan pelayanannya terhadap masyarakat di wilayah masing-masing. Dalam hal ini, harapannya bisa menerapkan enam Standar Pelayanan Minimum (SPM). Enam SPM itu adalah pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketentraman dan ketertiban umum, dan sosial. “Layanan posyandu sekarang menjadi enam bidang pelayanan posyandu. Enam bidang itu belum terus diikuti seluruh Posyandu di Jawa Tengah ini,” kata Ning Nawal, dalam sambutannya saat Temu Kader Posyandu Bidang Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2025, di Aula Wijaya Kusuma Dinkes Jateng, Semarang, Selasa (22/7/2025). Ning Nawal menuturkan, enam SPM itu sudah diterapkan di Posyandu Tulip RW 08, Kelurahan Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Pihaknya telah berkunjung ke tempat itu, dan ditemukan banyak inovasi yang diberikan ke masyarakat. “Dalam Posyandu Tulip yang saya lihat, itu ada layanan PAUD, ada Pojok Bacanya, ada galeri UMKM, juga sangat komprehensif. Kemudian, itu saya jadikan pilot project,” ujarnya. Di bidang pelayanan itu semua, kecuali bidang kesehatan, Nawal meminta Posyandu bisa membedakan mana yang jadi permasalahan komunal dan permasalahan individu. “PR-nya adalah harus diidentifikasi, mana yang jadi permasalahan individu, mana yang permasalahan komunal. Maka, kita fokuskan pada masalah komunal,” ujarnya. Ning Nawal juga meminta para kader Posyandu untuk cepat beradaptasi, meski diakuinya, jika bidang kesehatan adalah hal yang paling penting, atau yang membutuhkan titik berat paling besar saat ini. “Tentunya pelayanan SPM lain seperti pendidikan, perumahan rakyat, sosial, ketertiban umum ini masih kita kaji. Ada beberapa kebutuhan yang belum ter-cover di situ. Jadi perlu diadakan temu ketua posyandu lagi,” ucapnya. Di momen tersebut, istri Wakil Gubernur ini juga menyampaikan, agar para kader ikut menyukseskan program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, program Dokter Spesialis Keliling (Speling). “Program Speling betul-betul mendekatkan ke masyarakat. Program dari Gubernur dan Wakil Gubernur ini untuk mendekatkan pelayanan kesehatan ke masyarakat. Inovasi yang dilakukan Dinas Kesehatan Jawa Tengah untuk menghadirkan Speling itu, bisa sampai atau dekat di masyarakat,” tuturnya. Speling, menurtunya, sangat penting bagi kesehatan anak, terutama penanganan masalah stunting, mengingat pencegahan masalah kekerdilan anak ini juga melibatkan banyak pihak, termasuk lansia. “Bagaimana stunting ini harus melibatkan banyak hal, banyak peran. Lansia juga dilibatkan. Ternyata di masyarakat kita banyak yang tidak menjadi orang tua tunggal. Ada neneknya yang mengasuh. Ini juga harus diedukasi agar bisa memiliki pola asuh yang betul-betul baik, supaya anak tumbuh kembangnya baik. Tidak terjadi stunting,” ujarnya. Kehadiran Speling sampai ke tingkat desa, juga bisa menjadi stimulan masyarakat agar mau datang ke Posyandu. “Seperti saat kita kunjungan ke Posyandu Tulip, kita hadirkan Speling. Even Speling dan cek kesehatan gratis itu bisa menambah kehadiran dan keikutsertaan masyarakat untuk ke posyandu. Ini menjadi PR kita, bagaimana meningkatkan keikutsertaan warga ke Posyandu, juga meningkatkan kompetensi kader,” pungkasnya. Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, saat ini kader Posyandu harus terus bersemangat dalam menjalankan pengabdiannya. Sebab, pengabdian kader Posyandu memang sangat bermanfaat untuk masyarakat. “Kader posyandu semangatnya luar biasa untuk mengedukasi lingkungan. Zaman dulu posyandu jadi kunci di masing-masing desa. Dari posyandu, informasi cepat, seperti anak dengan gizi buruk, dan lainnya,” katanya. Ketua Posyandu Tulip, Kelurahan Cangkiran, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Ida Faikotul Himah mengatakan, Posyandunya telah menjadi yang terbaik pada bidang kesehatan tingkat Provinsi Jateng, sekaligus menjadi pilot project Posyandu yang melayani enam bidang di Jateng. “Posyandu Tulip memberikan enam pelayanan yaitu bidang pendidikan, bidang kesehatan, bidang pekerjaan umum, bidang perumahan rakyat, bidang trantibum linmas, dan bidang sosial. Kami sudah melakukan promotif maupun preventif,” ujarnya. Kegiatan Temu Kader Posyandu Bidang Kesehatan, menurutnya, sangat bagus, karena bisa memberikan pengetahuan bagi kader dalam memahami perihal gizi yang baik. “Narasumber pertama dari ahli gizi, itu memberikan kader utamanya bidang kesehatan, bagaimana menghadapi situasi di posyandu dengan berbagai latar belakang orang tua, tentunya dalam pengasuhan balita, dalam berbagai kasus yang dihadapi, kan bentuknya berbeda,” kata Ida. Kader Posyandu Mawar Tiga Desa Bekutuk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Sofia Turrifqi menyampaikan, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kader posyandu. “Dari kegiatan ini, kita jadi update ilmu pengetahuan dan kemampuan, keterampilan kami. Harapannya setiap tahun ada terus,” ujar peraih Juara I Lomba Kader Posyandu Berprestasi Tingkat Jateng tahun 2025 ini.***

Ngopeni Ngelakoni

Pemprov Jateng Beri Pelatihan Keterampilan Gratis, 99 Persen Lulusan Terserap Dunia Industri

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berupaya mengentas warga dari kemiskinan dan mengurangi angka pengangguran. Salah satunya dengan memberikan bekal pelatihan keterampilan. Di Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (Biptak) Disperindag Jateng, calon pekerja digembleng skill yang sesuai dunia usaha. Alhasil, 99 persen lulusannya langsung terserap ke dunia industri. Kepala Balai Industri Produk Tekstil dan Alas Kaki (Biptak), Sri Purwanti, mengatakan, fasilitas itu menyediakan pelatihan gratis. Syaratnya, mereka ber-KTP Jawa Tengah, berusia minimal 18 tahun dan mau bekerja. “Pelatihan di sini gratis. Kita jemput, kita latih selama 20 hari mendapat makan tiga kali sehari, penginapan, bahan praktik. Di samping hard skill, kita juga memberikan soft skill. Sesudah berlatih selama 20 hari, kita tempatkan di perusahaan,” ujarnya di gedung Biptak di Tambakaji-Ngaliyan, Jumat (1/8/2025). Selain cuma-cuma, sebagian besar peserta pelatihan berasal dari keluarga tidak mampu. Ia mengungkapkan, sekitar 70 persen peserta terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pada pelatihan alas kaki angkatan 7 dan 8 kali ini, diikuti 50 peserta. Nantinya, mereka akan ditempatkan di berbagai pabrik, di Brebes, Batang dan Ungaran. “Tahun ini peserta sekitar 750 orang. Kalau tahun lalu pesertanya 1.300 orang dan 99 persen diterima di industri. Target kita sebenarnya hanya 85 persen diterima, tapi selama ini, kurang lebih 3 tahun, 99 persen itu diterima di industri. Artinya ini juga upaya untuk mengurangi pengangguran di Jawa Tengah,” imbuhnya. Seorang peserta pelatihan Lalita Indriani mengaku bahagia dapat mengikuti pelatihan ini. Ia berharap, dapat membantu perekonomian keluarganya. “Saya anak tunggal, jadi saya di sini untuk membantu ekonomi keluarga. Di sini saya memperoleh ilmu, kemudian fasilitas asrama, makan gratis, kemudian sertifikat dan setelah selesai disalurkan ke pabrik terdekat dengan domisili kita,” papar warga Brebes itu. Peserta pelatihan asal Batang Aska mengaku, beruntung bisa mengikuti pelatihan. Ia berharap, setelah bekerja dapat membantu perekonomian keluarga, menabung dan melanjutkan studi di perguruan tinggi. “Saya sulung dari empat bersaudara, jadi setelah bekerja nanti saya ingin membantu memperbaiki ekonomi keluarga,” pungkas warga Kecamatan Bandar itu.***

Scroll to Top