News

News

Gubernur Ahmad Luthfi Gratiskan Biaya SIM Mati Ratusan Pengemudi Ojol

SEMARANG – Ratusan pengemudi ojek online (ojol) dengan Surat Izin Mengemudi (SIM) mati mendapatkan hadiah dari Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dengan digratiskan biaya pembuatan ulang SIM. Mereka adalah driver yang mengikuti Saresehan Mitra Ojek Online (Ojol) dan Angkutan Sewa Khusus (ASK) bersama Gubernur di GOR Jatidiri Semarang, Jumat, 12 September 2025. “Di sini yang SIM-nya mati angkat tangan, kumpulin. Saya yang bayar, provinsi yang bayar. Langsung daftar ke belakang, itu ada ibu-ibu Polwan,” kata Ahmad Luthfi di tengah acara. Ahmad Luthfi menjelaskan, kecelakaan lalu lintas merupakan penyumbang kematian terbesar di Jawa Tengah. Untuk itu, persyaratan keselamatan di jalan raya harus dipenuhi, salah satunya dilihat dari SIM. “Maka kita dahulukan para pengemudi yang SIM-nya mati. Kita bantu agar tidak terjadi laka lantas saat di jalanan. Kita bantu mereka,” ujarnya. Langkah Ahmad Luthfi menggratiskan biaya pengaktifan kembali SIM tersebut disambut antusias oleh para pengemudi ojol yang hadir di Jatidiri. Mereka langsung berbondong-bondong untuk mendaftarkan SIM-nya. Salah seorang di antara pengemudi ojol yang mendapat hadiah dari Ahmad Luthfi itu adalah Joko Purnomo. Pria yang sudah 7 tahun menjadi pengemudi ojol Grab itu berterima kasih dengan kebijakan langsung dari Ahmad Luthfi. Biaya pengaktifan atau pembuatan ulang SIM mati itu sangat membantu untuk kelancaran bekerja. “Alhamdulillah itu merupakan kebijakan dari pemerintah Jawa Tengah ya. Semoga dengan ini kami driver ojol lebih semangat mencari orderan. Peran pemerintah sangat membantu untuk kelancaran kami bekerja, terutama dengan aktifnya SIM ini,” ujarnya. Joko mengaku SIM-nya telah mati kurang lebih satu tahun. Ia tidak bisa memperpanjang SIM karena penghasilannya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga. “Sudah mati kurang lebih satu tahun. Banyak sekali kebutuhan. Penghasilan untuk menutup kebutuhan sehingga tidak bisa perpanjang SIM,” ungkapnya. Pengemudi ojol lainnya, Musafak, menyampaikan hal yang sama. SIM miliknya sudah mati tahun lebih. Kesempatan yang diberikan Ahmad Luthfi itu sangat membantu. “Alhamdulillah ada kesempatan perpanjangan SIM lagi, gratis. Tadinya kan nggak ada uang untuk perpanjangan SIM, mati sejak Juni 2024. Terima kasih sekali, sangat membantu kami,” ujarnya. (*)

News

Temui Ribuan Ojol, Ahmad Luthfi Beri Diskon Pajak Kendaraan dan Bayari SIM Mati

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, akan memberikan insentif pajak untuk pengemudi ojek online (ojol) dan angkutan sewa khusus (ASK). Insentif pajak tersebut ditetapkan sebesar 5 persen untuk ojol motor roda dua dan 2,5 persen untuk mobil. Kabar gembira itu disampaikan Luthfi dalam acara Sarasehan Mitra Ojol dan ASK di GOR Jatidiri, Semarang, Jumat, 12 September 2025. “Ada berita gembira, insentif pajak untuk ojol 5 persen, untuk (ojol) mobil 2,5 persen,” kata Ahmad Luthfi disambut tepuk tangan ribuan pengemudi ojol. Ahmad Luthfi menegaskan, insentif pajak bagi ojol tersebut nantinya akan dianggarkan dari berbagai sumber, seperti CSR dan lainnya. Acara tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jateng, Forkopimda, DPRD, BUMD, unsur TNI-Polri, dan ribuan pengemudi ojek online. Selain memberikan insentif pajak, Ahmad Luthfi juga membayari Surat Izin Mengemudi (SIM) pengemudi ojol yang mati. Mereka yang datang lantas didata identitasnya untuk pengurusan lebih lanjut. “Hari ini jangan berlama-lama, masyarakat sudah menunggu Panjenengan semua. Pemerintah hadir untuk mengucapkan terima kasih, karena panjenengan ikut menciptakan ketertiban dan keamanan di Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi disambut gemuruh tepukan tangan ribuan ojol yang hadir. Ribuan driver ojol yang hadir semua juga dapat paket sembako. Ahmad Luthfi menegaskan, kehadiran pemerintah dalam acara ini semata untuk kesejahteraan masyarakat. Sebab, keberadaan pengemudi ojek online juga berkontribusi terhadap pembangunan daerah. Selain memberikan apresiasi, Ahmad Luthfi menekankan para pengemudi ojol dan ASK punya peran penting dalam menjaga stabilitas daerah. “Kami mohon maaf apabila selama pemerintahan masih ada yang kurang. Panjenengan semua adalah bagian dari pahlawan yang ikut membangun Jawa Tengah,” imbuhnya. (*)

News

Wagub Jateng Taj Yasin Minta Kolaborasi Wujudkan Zero TBC 2030

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menekankan pentingnya kolaborasi lintas profesi untuk mengejar target eliminasi Tuberkulosis (TBC) tahun 2030. Hal itu disampaikan dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Public Private Mix (PPM) TBC termasuk Intervensi TBC-HIV yang digelar di Rooms Inc Hotel Pemuda, Semarang, Kamis 11 September 2025. Acara ini dirangkaikan dengan penandatanganan MoU bersama organisasi profesi kesehatan dalam rangka mendukung program Speling Melesat, sebuah inovasi untuk memperluas jangkauan layanan deteksi TBC di Jawa Tengah. Dalam laporannya, Kepala Dinas Kesehatan Jateng, Yunita Dyah Kusminar, mengungkapkan capaian penanganan TBC di Jawa Tengah masih di bawah target. “Target bulan ini seharusnya 60 persen, namun capaian kita baru 53 persen. Karena itu kami mengajak organisasi profesi dan asosiasi kesehatan untuk bersama-sama memperkuat penemuan kasus dan pengobatan TBC,” jelasnya. Ia menambahkan, penggunaan x-ray portable menjadi terobosan penting untuk mempercepat deteksi TBC secara mobile di seluruh daerah. Yunita mengapresiasi respons cepat Wagub Taj Yasin yang mengizinkan pengadaan tambahan alat tersebut di tahun depan. Wagub Taj Yasin menegaskan, Jawa Tengah ditunjuk sebagai salah satu dari delapan provinsi proyek percontohan menuju Zero TBC 2030. Meski capaian cukup baik, ia menyebut target belum sepenuhnya terpenuhi. “Untuk TBC RO baru 85 persen dari target 95 persen, sementara TBC SO sudah 92 persen. Kita harus terus bekerja keras,” tegasnya. Ia juga mengingatkan tingkat kematian akibat TBC masih lebih tinggi dibanding Covid-19. Yasin akan berkoordinasi dengan Gubernur Ahmad Luthfi agar program Jogo Tonggo kembali digencarkan karena penanganan TBC mirip seperti saat pandemi Covid-19. “Banyak pasien tidak tuntas menjalani pengobatan, bahkan ada yang mengalami resistensi obat. Karena itu program Speling harus digerakkan masif, Jogo Tonggo seperti saat kita menangani Covid-19 dulu—menyeluruh, berbasis komunitas, dan konsisten,” ujarnya. Adapun terkait pengadaan X-Ray Portable, Yasin menegaskan telah diinput ke dalam rancangan anggaran tahun 2026. Dengan begitu, deteksi TBC lebih cepat dan penanganan juga lebih maksimal. Dalam kesempatan itu, Pemprov Jateng memberikan penghargaan kepada tenaga medis dan tenaga kesehatan teladan tingkat provinsi. Penghargaan diberikan kepada Hildan Awaludin dari Puskesmas Kedungbanteng Banyumas (kategori Petugas Tanggap Darurat Bencana di Puskesmas). Kemudian Nugroho Lazuardi dari RSUD dr. Adhyatma Semarang (kategori Tenaga Kesehatan Inovatif di RS Pemerintah), serta dr. Agus Fitrianto dari RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto (kategori Tenaga Medis Inovatif di RS Pemerintah). Apresiasi juga diberikan kepada tiga daerah dengan kontribusi tertinggi dalam implementasi kolaborasi TBC-HIV, yakni Kabupaten Demak sebagai peringkat pertama, disusul Kabupaten Karanganyar dan Kabupaten Magelang. Taj Yasin menambahkan, keberhasilan menekan kasus TBC akan berdampak besar pada pembangunan Jawa Tengah. “Kalau angka TBC bisa ditekan, investor akan semakin yakin pada kualitas SDM kita. Karena itu kolaborasi lintas profesi dan semua pihak adalah kunci untuk mewujudkan Zero TBC 2030,” pungkasnya.***

News

Luncurkan Mustika Darling, Nawal Yasin Dukung Atasi Darurat Sampah di Pekalongan

PEKALONGAN – Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin, meluncurkan Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), di Gedung PC Muslimat NU Kota Pekalongan, Minggu (7/9/2025). Mustika Darling merupakan salah satu program PC Muslimat NU Kota Pekalongan, yang menekankan keterlibatan aktif kaum perempuan dalam menjaga lingkungan. Program itu diharapkan dapat mengatasi darurat sampah di wilayah tersebut. Peluncuran Mustika Darling dilakukan bersamaan dengan kegiatan Maulid Akbar Peringatan Maulid Nabi Muhammad. Acara tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Pekalongan Balgis Diab, Ketua PKK Kota Pekalongan Inggit Soraya, dan Ketua PC Muslimat NU Kota Pekalongan Nur Khikmah. Nawal mendukung peran Muslimat NU yang sudah memiliki kesadaran terhadap masalah lingkungan. Pihaknya berharap, Mustika Darling bisa menjadi gerakan masif, guna mengatasi persoalan sampah hingga krisis iklim. “Harapannya gerakan-gerakan kesadaran lingkungan ini terus dikembangkan, bukan hanya di Muslimat Cabang, tingkat kabupaten/ kota, tapi harapannya bisa sampai ke ranting-ranting,” kata dia, seusai peluncuran. Ditambahkan, TP PKK Jateng juga siap bersinergi dengan PC Muslimat NU Kota Pekalongan, untuk menciptakan lingkungan yang sehat. Apalagi kader PKK memiliki program Gemah Ripah (Gemar Olah Sampah, Rizki Keluarga Melimpah). Dengan mengoptimalkan pengelolaan bank sampah secara aktif, Gemah Ripah tidak hanya dapat mengurangi produksi sampah, tetapi juga mendatangkan manfaat ekonomi bagi keluarga. “Kalau PKK itu kita ada satu program Gemah Ripah, gemar mengelola sampah dan kemudian menghasilkan rupiah. Ada beberapa kabupaten/ kota yang sudah MoU dengan Pegadaian, menabung sampah dan menukarnya dengan emas,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. Ketua TP PKK Kota Pekalongan, Inggit Soraya mengaku siap mendukung penuh program Mustika Darling, yang diinisiasi oleh PC Muslimat NU. Apalagi saat ini Kota Pekalongan berstatus darurat sampah, setelah operasional TPA Degayu ditutup. Dia berharap, program tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya memilah sampah di tingkat keluarga. Selain itu, Muslimat NU juga bisa bekerja sama dengan kader PKK, untuk mengoptimalkan bank sampah di tiap RW. “Ini hal yang penting pilah sampah organik dan anorganik. Sampah yang anorganik ini bisa disetorkan ke bank-bank sampah di Kota Pekalongan. Alhamdulillah Kota Pekalongan di setiap RW sudah ada bank sampahnya,” kata Inggit. Sementara Ketua PC Muslimat NU Kota Pekalongan, Nur Khikmah mengatakan, PP Muslimat memiliki tiga program Mustika. Yakni Mustika Darling (Muslimat Cantik Sadar Lingkungan), Mustika Mesem (Muslimat Cantik Mengentaskan Kemiskinan Ekstrem), dan Mustika Segar (Muslimat Cantik Sehat dan Bugar). Pihaknya secara khusus mengakselerasi program Mustika Darling, karena status darurat sampah yang diberlakukan untuk Kota Pekalongan. Harapannya, setiap keluarga Muslimat dapat melakukan pilah sampah. Dia juga berterima kasih atas dukungan yang diberikan oleh Penggerak PKK. Melalui program itu, diharapkan perempuan Muslimat NU bisa berperan mengatasi masalah sampah di Kota Pekalongan. “Kegiatan riilnya adalah relawan itu datang ke rumah-rumah. Paling tidak setiap relawan akan membentuk minimal satu bank sampah di setiap anak ranting,” tandas Nur Khikmah. Sebagai informasi, Pemkot Pekalongan menetapkan status darurat sampah setelah TPA Degayu resmi ditutup oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) pada 20 Maret 2025. Merujuk Keputusan Wali Kota Pekalongan Nomor 600.4.15/0556 Tahun 2025, masa darurat sampah berlaku dari 21 Maret hingga 21 September 2025.***    

News

Hadiri Pengukuhan Pokja Bunda PAUD Jateng, Taj Yasin: Pendidikan Kunci Persatuan Bangsa

SALATIGA – Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menghadiri Pengukuhan Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah periode 2025–2029 yang digelar di Hotel Wahid Prime, Salatiga, Kamis 11 September 2025. Acara ini dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi (Rakor) Bunda PAUD se-Jawa Tengah dengan mengusung tema “Ngopeni Bocah, Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah.” Hadir dalam kesempatan tersebut Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah Hj. Nawal Arafah Yasin, Ketua DPP PP PAUDNI Indah Sumarno, Bunda PAUD Kota Salatiga Retno Robby Hernawan, serta Anggota Komisi E DPRD Jateng Ida Nurul Farida. Turut hadir pula Direktur PAUD Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nia Nurhasanah serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah, Dr. Sadimin. Kepala Disdikbud Jateng, Sadimin, menegaskan tema yang diusung menjadi pengingat pentingnya sinergi dalam menyiapkan ekosistem layanan PAUD yang merata, berkualitas, dan berkeadilan. “Melalui pengukuhan Pokja ini, kita ingin menyatukan langkah dan budaya kerja, mendorong layanan PAUD yang lebih merata, serta menyinkronkan program antara provinsi dan kabupaten/kota,” ujarnya. Acara ini diikuti oleh sekitar 74 peserta yang terdiri dari Bunda PAUD Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah dan anggota Pokja Provinsi. Sejumlah narasumber turut hadir, antara lain dari Direktorat PAUD Kemendikdasmen, BBPMP Jateng, serta Bunda PAUD Kota Pekalongan dan Kabupaten Magelang yang berbagi praktik baik pengembangan PAUD. Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Taj Yasin menyampaikan rasa syukur sekaligus kebanggaan. Menurutnya, acara PAUD menjadi ruang positif yang mampu memberi semangat baru. “Datang di acara PAUD ini kita bersyukur, karena bisa melepas stres. Melihat anak-anak berani tampil, itu membuat kita senang,” kata Gus Yasin, panggilan akrabnya. Ia menyebutkan, 14,31 persen anak di Jawa Tengah telah mendapatkan pendidikan. Meski rendah, angka tersebut sudah terbaik se-Indonesia. Yasin berharap pelayanan pendidikan tetap harus ditingkatkan. Ia pun mendorong dukungan dari seluruh pihak, termasuk swasta, agar PAUD bisa semakin masif dan merata. Selain itu, Taj Yasin juga menyoroti akses pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Menurutnya, tantangan pendidikan tidak hanya di level provinsi, tetapi juga di tingkat pusat dan kabupaten/kota. Jika tidak dikawal dengan baik, kondisi ini bisa menjadi bumerang. “Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin ia bisa menghormati pendapat dan pemikiran orang lain. Untuk menyatukan perbedaan di negara utamanya provinsi kita yang besar ini, jalannya adalah melalui pendidikan,” tegasnya. Sementara itu usai acara, Bunda PAUD Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, menegaskan masih ada tantangan besar di sektor PAUD. Tingkat partisipasi anak usia 0–6 tahun di Jawa Tengah baru mencapai sekitar 14,31%. Selain itu, masih ada lembaga PAUD yang belum ramah anak, serta keterbatasan tenaga pendidik. “Karena itu, ada tiga program prioritas yang harus kita garap bersama. Pertama, Semangat Nyokong PAUD di dalamnya peningkatan kualitas SDM melalui pendampingan dan pelatihan bagi guru PAUD. Kedua, PAUD berbasis masyarakat atau PAUD Emas untuk meningkatkan keikutsertaan targetnya di angka 60% dari 14,31%. Apalagi Paud Emas ini sudah ada di Posyandu yang jumlahnya lebih dari 4.465 di seluruh Jawa Tengah. Ketiga, program Satu Desa, Dua PAUD,” ujar Nawal. Ketiga program tersebut akan dimatangkan dalam Rakor untuk sebagai persiapan saat dipresentasikan pada bulan Oktober mendatang di kegiatan Bunda PAUD pusat. Nawal menambahkan, tugas Bunda PAUD bukan hanya memperkuat program, tetapi juga mengawasi pelaksanaannya. “Kita harus pastikan PAUD di Jawa Tengah benar-benar inklusif, ramah anak, serta memiliki kurikulum yang menanamkan karakter dan akhlak yang baik,” tegasnya.***                        

News

Haornas 2025, Wagub Jateng Taj Yasin: Bangun Indonesia dengan Olahraga

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak setiap insan untuk menumbuhkan prestasi olahraga sebagai bagian dari membangun Indonesia. “Saat ini Indonesia dengan olahraganya semakin tidak ada warna-warna perbedaan. Semuanya bersama ingin tumbuh, menorehkan prestasi. Semangat kita sama, membangun Indonesia. Mari kita bangun Indonesia dengan olahraga,” katanya saat menghadir Hari Olahraha Nasional (Haornas) 2025, di kompleks Gelanggang Olahraga (GOR) Jatidiri, Kota Semarang, Selasa sore, 9 September 2025. Sejumlah induk olahraga di antaranya Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Jateng, Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Jateng, National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Jateng, serta Special Olympics Indonesia (SOIna) Jateng terlibat dalam kegiatan tersebut. Kalangan atlet, masyarakat, dan organisasi perangkat daerah juga mengikuti kegiatan itu. Lebih lanjut, Taj Yasin, mengatakan, memberi apresiasi atas dedikasi semua pihak yang telah mengharumkan nama Jawa Tengah dan Indonesia melalui kontestasi olahraga. Baik di tingkat nasional hingga internasional. Kegiatan yang dibalut dengan agenda jalan sehat bersama itu juga menampilkan olahraga baris-berbaris. Atlet-atlet itu bernaung dalam Forum Baris Indonesia (Forbasi) di bawah KORMI, dan termasuk baru di Jateng. Uniknya, olahraga baris-berbaris itu lebih dari olahraga. Akan tetapi dengan gerak-geraknya bisa menceritakan kisah Laksamana Cheng Ho. Seorang pelaut asal Tiongkok yang diceritakan pernah mendarat di Kota Semarang, dan memiliki pengaruh penyebaran Agama Islam. “Cabang olahraga baris-berbaris dan tadi ada pesan yang menarik buat kita, yaitu kebersatuan sesuai dengan tema kali ini ‘Olahraga Satukan Kita’. Penampilannya menarik. Ini patut kita syukuri, bangsa Indonesia itu saling menghormati,” kata Gus Yasin. Putra Mbah Maimoen itu juga menyempatkan keliling stadion dan menyapa seluruh atlet cabang olahraga yang berlatih di luar dan dalam stadion. Satu persatu diajak dialog dan disalami. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Masrofi, mengatakan, peringatan Haornas dengan tema ‘Olahraga Satukan Kita’ menjadi upaya mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga. “Goalnya juga untuk pembinaan atlet-atlet Jawa Tengah. Sehingga hasilnya dapat dirasakan, seperti pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024, Jateng ada pada peringkat lima teratas. Juga melalui NPCI, Jateng juara umum juga tahun 2024,” katanya.***      

News

Taj Yasin: Alhamdulillah, Penyerapan KUR di Jawa Tengah Tertinggi Nasional

SEMARANG – Provinsi Jawa Tengah mencatat prestasi membanggakan dengan menjadi provinsi berpenyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terbesar di Indonesia. Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kemenko Perekonomian, Dr. Ferry Irawan, dalam Focus Group Discussion (FGD) Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan), serta Kredit Industri Padat Karya (KIPK), di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa 9 September 2025. Ferry Irawan mengungkapkan, hingga 31 Agustus 2025 realisasi penyaluran KUR nasional telah mencapai Rp180,01 triliun atau 62,62 persen dari target tahun 2025 sebesar Rp287,47 triliun. Jumlah penerima KUR secara nasional mencapai 3,07 juta debitur. Dari capaian itu, Jawa Tengah menempati posisi pertama sebagai provinsi dengan penyaluran terbesar. Total penyaluran KUR di Jawa Tengah mencapai Rp30,48 triliun atau 16,9 persen dari total nasional, dengan jumlah penerima sebanyak 590.316 debitur. “Ini membuktikan bahwa pelaku UMKM di Jawa Tengah benar-benar memanfaatkan KUR secara optimal. Hal ini juga didukung posisi PT Jamkrida sebagai penjamin risiko dan peran Bank Jateng sebagai penyalur,” tegas Ferry. Menanggapi capaian tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya. “Alhamdulillah, penyerapan KUR di Jawa Tengah menjadi yang terbesar secara nasional. Ini berkat kerja keras bersama, mulai dari pemerintah daerah, perbankan, penjamin, hingga para pelaku usaha. Harapan kami, KUR tidak hanya memperkuat sektor pertanian melalui Kredit Alsintan, tetapi juga menggerakkan industri padat karya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja,” ujarnya, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat memberi arahan FGD. Dalam acara tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis Kredit Alsintan kepada beberapa pelaku usaha. Di antaranya Totok Rusdiyanto, pengusaha jasa persewaan alsintan (debitur Bank Jateng, plafon Rp505 juta). Kemudian Antok, pelaku usaha alsintan (calon debitur BRI, plafon Rp550 juta). Selanjutnya Kaharudin, pengusaha jasa penyewaan alsintan (calon debitur Bank Mandiri, plafon Rp520 juta). Terakhir Achmad Samsul Hadi, pelaku usaha jasa taxi alsintan (combine harvester) dan perdagangan gabah (calon debitur BNI, plafon Rp540 juta). Sejumlah pejabat turut hadir, antara lain Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Jasa Keuangan dan Usaha Bisnis Kemenko Perekonomian, Dr. Gunawan Pribadi; Direktur Ketahanan dan Iklim Usaha Industri Kemenperin, Binoni Tio A. Napitupulu; serta Direktur Pembiayaan Pertanian Kementerian Pertanian, Dr. drh. Purwanta, M.Kes. Selain itu, Kepala Subdirektorat Kredit Program dan Investasi Lainnya Kementerian Keuangan, Darta, juga mengikuti jalannya acara secara daring. Taj Yasin berharap FGD ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, perbankan, penjamin, dan pelaku usaha. Dengan capaian penyaluran KUR yang sudah terbukti, Jawa Tengah diharapkan terus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, mendukung ketahanan pangan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. “Kalau sistemnya bagus, saya rasa sumbangan kita untuk ketahanan pangan bisa lebih besar lagi, bahkan bisa menjadi nomor satu,” ucapnya usai acara.***          

News

Gubernur Ahmad Luthfi Kukuhkah Pengurus LFSP, Jateng jadi Provinsi Pertama Bentuk Lembaga Fasilitas dan Sinergitas Pesantren

SEMARANG – Jawa Tengah menjadi provinsi yang pertama membentuk Lembaga Fasilitas dan Sinergitas Pesantres (LFSP) di Indonesia. Pembentukan LFSP ini merupakan implementasi dari Undang-Undang Nomor 18 tahun 2019 tentang Pesantren, dan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2023 tentang Fasilitasi dan Sinergitas Penyelenggaraan Pesantren. Gubernur Ahmad Luthfi, mengukuhkan pengurus Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren (LFSP) Provinsi Jawa Tengah periode 2025–2030 di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang, Senin, 8 September 2025. Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Saiful Mujab, menyatakan, langkah ini merupakan terobosan penting. Dengan lembaga ini, pesantren bisa dipetakan dengan baik, dan diarahkan untuk mewujudkan pesantren hebat. “Jawa Tengah menjadi provinsi pertama yang membentuk Lembaga Fasilitasi dan Sinergitas Pesantren,” kata Saiful Mujab. Ditambahkan, di Jawa Tengah terdapat lebih dari 5.000 pesantren dengan hampir 600 ribu santri, yang akan terbantu melalui fasilitasi lembaga ini. Ahmad Luthfi mengatakan, komponen LFSP terdiri dari para kiai, para ibu nyai, serta akademisi, yang punya pengaruh di Jateng. Potensi tersebut, dinilai Luthfi luar biasa, karena selain memberikan pendidikan agama di pesantren, juga dapat menggerakkan masyarakat. “Potensi ini ujungnya adalah menciptakan suasana tertib dan damai di wilayah kita,” kata dia. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menambahkan, keberadaan LFSP dibentuk untuk mengakomodasi masukan dan program pesantren. LFSP akan menjadi penghubung antara pesantren dengan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, dan dinas lainnya. “Fasilitasi ini agar santri dan pesantren bisa lebih masif lagi. Salah satu programnya adalah beasiswa santri, yang akan dikoordinasikan dengan kampus-kampus di dalam maupun luar negeri seperti Yaman, Mesir, Jerman, hingga Australia,” imbuhnya. Ketua LFSP Jawa Tengah, Hasyim Muhammad menyampaikan, pada tahap awal, lembaga akan fokus pada penataan organisasi dan penyusunan program. “Pada Oktober nanti, Insyaa Allah akan ada rapat penganggaran. Saat ini, terkait beasiswa luar negeri, kita siapkan program, juknis, dan mekanisme rekrutmen. Untuk tahap awal, kerja sama dengan 40 perguruan tinggi dalam negeri bisa segera dilaksanakan,” jelasnya. Ia menambahkan, keberadaan LFSP menjadi langkah penting bagi pengakuan dan penguatan pesantren. “Pesantren tidak hanya fokus di ilmu agama, tapi juga ilmu umum dan persoalan sosial. Lembaga ini akan memfasilitasi sinergi program Pemprov dengan pesantren, agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas,” pungkasnya.***          

News

Wagub Jateng Taj Yasin Ajak Santri Kuasai Sinematografi demi Dakwah yang Kreatif

SEMARANG — Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengapresiasi inisiasi pelatihan sinematografi untuk santri yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah. Menurutnya, metode dakwah di era digital harus memanfaatkan media visual agar pesan lebih mudah diterima masyarakat. Hal itu dikatakan Taj Yasin, saat membuka pelatihan bertajuk “Meningkatkan Kreativitas dan Dakwah di Era Digital, Membangun Kemandirian Santri Jawa Tengah”, di Masjid Agung Jawa Tengah, Senin–Selasa, 8–9 September 2025. “Pelatihan ini akan berdampak pada metode dakwah lewat film pendek yang bermanfaat dan memberi pelajaran. Media sekarang tidak ada sekat, terus bertumbuh, dan harus disertai ilmu akhlak serta adab, baik di TikTok, Instagram, maupun platform lain,” kata Taj Yasin dalam sambutannya. Ia menegaskan, konten sinematografi dari kalangan pesantren perlu hadir agar bisa dipertanggungjawabkan dan memberi edukasi yang lebih bermanfaat. “Dua hari ini harus konsentrasi betul karena ilmu ini tidak didapat di pondok pesantren. Santri harus belajar memvisualisasikan dakwah agar lebih mudah dan tidak membosankan,” imbuhnya. Wakil Ketua Lembaga Seni dan Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU Jateng, Abdullah Ibnu Thalhah menyebut, program pelatihan ini sudah berjalan dua angkatan. Bahkan di angkatan ke dua ini terdapat alumni dari pelatihan sebelumnya yang kembali ikut serta. “Angkatan pertama ada 100 peserta, angkatan kedua 125 peserta,” jelasnya. Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menegaskan sinematografi adalah sarana untuk menyampaikan pesan secara efektif. Menurutnya, materi pelatihan mencakup peran kameramen, sutradara, hingga musik. “Ucapan dan kata-kata saja tidak selalu efektif, harus diimbangi dengan visual. Kita ingin disiplin, kali ini kita akan mencetak sineas yang bagus dan kreatif,” katanya. Ia menambahkan, termasuk pelatihan sinematografi, Baznas hingga saat ini sudah melatih 13.879 orang dengan 23 jenis program, total anggaran Rp22 miliar. “Harapannya, ini menjadi salah satu upaya pembangunan SDM dunia pesantren,” ujarnya. Vicky, santriwati dari Pondok Pesantren Amtsilati Jepara, mengaku mengikuti pelatihan ini karena dorongan dari pondok. “Harapannya, ketika kembali ke pesantren kami bisa mengamalkan ilmu ini. Media pesantren bisa lebih maju, sistematis, dan teratur,” katanya. Ahmad, santri dari Pondok Pesantren Karang Santri, Kedu, Temanggung, juga mengaku antusias. “Teknologi bisa jadi salah satu metode dakwah. Setelah ikut pelatihan ini saya jadi lebih paham sinematografi, meski sedikit demi sedikit. Semoga bermanfaat, apalagi saya sering bertugas dokumentasi di pesantren,” ujarnya.***              

News

Wagub Jateng Taj Yasin Tekankan Peran Radio Publik Jadi Garda Terdepan Edukasi Bukan Provokasi

SEMARANG – Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen melebur dalam lautan masyarakat pada puncak perayaan RRI Fest 2025 yang digelar LPP RRI Semarang, Minggu 7 September 2025. Kegiatan utama berupa jalan sehat ini menjadi penutup rangkaian acara RRI Fest yang sudah berlangsung sejak 1 September lalu. “Nanti setelah jalan sehat, jangan lupa nglarisi (memborong) jajanan temen-temen UMKM yang ada di sini,” ucap Taj Yasin sebelum melepas peserta jalan sehat. RRI Fest 2025 menyediakan bazar UMKM dengan beragam produk. Mulai kuliner tradisional nusantara, makanan ringan ramah anak, hingga produk sponsor. Selain itu, warga juga dihibur penampilan musik band lokal Semarang yang menambah semarak suasana. Taj Yasin menegaskan, RRI Fest membuktikan peran media publik tidak hanya dalam penyiaran. Tetapi juga mengkampanyekan gaya hidup sehat dan memperkuat rasa guyub masyarakat. “(RRI Fest menciptakan) kerukunan, kebersamaan, ketemu dengan masyarakat, (menjaga) komunikasi yang baik,” kata Taj Yasin di sela jalan sehat. Rute jalan sehat sepanjang sekitar 3 kilometer dimulai dari halaman RRI Semarang, melewati Jalan Ahmad Yani, Jalan MT Haryono, Jalan Mayjen Sutoyo, Jalan KH Ahmad Dahlan (depan RS Tlogorejo), Simpang Lima, Jalan Ahmad Yani dan kembali finish di halaman RRI Semarang. Usai acara, Taj Yasin menekankan RRI Fest bukan sekadar hiburan, melainkan ruang kebersamaan dan pemberdayaan. Apalagi mengusung tema “Lebih Hijau, Lebih Sehat, Lebih Berbudaya”, acara ini menghadirkan beragam kegiatan inspiratif, bermanfaat, dan berdampak positif. “Yang paling saya tangkap dari acara ini adalah kebersamaan. Masyarakat terlihat gembira, ada komunikasi yang baik antara pemerintah pusat, perwakilan DPD, hingga pemerintah daerah. Selain menjaga kesehatan, acara ini juga merangkul UMKM untuk menumbuhkan perekonomian,” kata Taj Yasin. Ia juga mengapresiasi peran radio di Jawa Tengah, khususnya RRI. “Kami berharap radio tetap menjadi garda terdepan dalam mengedukasi masyarakat. Pemberitaan harus bisa dipertanggungjawabkan, mendukung pembangunan, dan tidak mengandung unsur provokasi,” ujarnya. Menurutnya, tantangan ke depan adalah mengedukasi masyarakat agar lebih bijak memilih sumber informasi. “Radio yang punya izin resmi dan mengikuti undang-undang itulah yang benar-benar harus dipercaya. Dari situlah informasi program-program pemerintah bisa tersampaikan dengan benar,” pungkasnya. Wagub Jateng didampingi Kepala LPP RRI Semarang, Atik Hindari. Hadir pula anggota DPD RI, Abdul Kholik, yang memberikan apresiasi atas inisiatif RRI Semarang menghadirkan kegiatan dengan semangat kebersamaan.

Scroll to Top