News

News

9.073 Wisatawan Beli Tiket, Wagub Jateng Taj Yasin Lepas Penerbangan Perdana Semarang-Kuala Lumpur

SEMARANG – Penerbangan internasional perdana Bandara A Yani rute Semarang – Kuala Lumpur resmi dilakukan. Penerbangan perdana dilepas Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, pada Jumat, 5 September 2025. Pada penerbangan perdana dengan maskapai AirAsia ini, jumlah seat terisi penuh yakni 180. Kondisi yang sama untuk lima hari ke depan. Bahkan sejak penjualan tiket dilayani pada 17 Juni, tercatat per 2 September 2025, tiket yang sudah terjual 8.553 seat. Sementara per Kamis 4 September bertambah menjadi 9.073 tiket terjual. “Penerbangan internasional ini memiliki dampak positif bagi Semarang maupun Kuala Lumpur. Dulu saat diajukan, pertanyaannya penebangannya nanti penuh gak ya? Tetapi hari ini kita buktikan sudah ada 8.553 yang akan terbang baik dari Semarang maupun Kuala Lumpur,” kata Taj Yasin saat Inaugural Flight di Bandara A Yani Semarang. Menurutnya, penerbangan internasional in sangat ditunggu-tunggu pelaku usaha maupun masyarakat yang akan berlibur di luar negeri. Penerbangan langsung dari Semarang ke Malaysia tentu akan menekan biaya dan efisien waktu. Putra dari KH Maimoen Zubair ini berharap, penerbangan internasional ini bisa meningkatkan jumlah wisatawan yang datang di Jateng. Pada 2024, tercatat ada 593 ribu turis mancanegara. Jumlah wisatawan yang datang dinilai akan memberikan dampak positif bagi pariwisata yang ada di Jawa Tengah. “Ada penerbangan langsung ini harapannya pariwisata lebih maju. Wisatawan yang tinggal di Jateng juga bisa lebih lama lagi,” lanjutnya. Menariknya, transaksi keuangan juga kini lebih mudah dengan adanya QRIS Crossborder. Aplikasi Qris bisa digunakan tak hanya di Indonesia namun juga di 4 negara lain yakni Malaysia, Singapura, Thailand dan Jepang. Di sela-sela acara tersebut, Taj Yasin juga berbincang dengan sejumlah penumpang. Salah satunya adalah Budi Nugroho yang merencanakan berlibur bersama istri dan dua anaknya. Budi mengaku telah memesan tiket jauh-jauh hari begitu mengetahui ada penerbangan langsung Semarang-Kuala Lumpur. Penerbangan langsung ini dirasa lebih nyaman, karena tidak perlu lagi ke Jakarta, sehingga lebih efisien waktu. “Lebih nyaman direct, tidak perlu transit,” kata Budi. Penumpang lainnya, Benedicta Amadea, mengaku ikut war ticket saat promo. Ia mendapatkan harga Rp 1,2 juta pulang pergi Semarang – Kuala Lumpur plus bagasi 1 Kg. “Rencananya kemarin mau terbang dari Surabaya, karena keluarga di sana. Tapi tahu ada penerbangan langsung Semarang – Kuala Lumpur, langsung cari tiket dan pas promo,” ujarnya. Keberhasilan penerbangan internasional perdana Bandara A Yani ini diinisiasi Gubernur Ahmad Luthfi. Begitu menjabat, ia berkomunikasi dengan Kementerian dan stakeholder agar ada penerbangan langsung ke luar negeri. Pada April 2025, upaya Ahmad Luthfi dikabulkan. Selanjutnya, untuk penerbangan perdana terlaksana hari ini.***                        

News

Di Batang, Wagub Taj Yasin Minta Majlis Zikir Doakan Jawa Tengah Ayem dan Damai

BATANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menegaskan kehadiran majlis dzikir dan manakib menjadi sarana umat untuk mendekatkan diri kepada Allah sekaligus menjaga keberkahan daerah. Hal itu ditekankan Gus Yasin saat menghadiri majlis dzikir Jamiyyah Manakib Jawahirul Ma’ani, yang menggelar Manakib ke-21 di Pondok Pesantren Ar Roudloh, Limpung, Batang, Kamis, 4 September 2025. Acara tersebut dirangkai dengan Maulidurrosul SAW, dzikir, istighosah, serta doa bersama. Hadir dalam kegiatan ini, pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Ar-Raudhah Babadan Limpung, KH Ahmad Sholeh, Wakil Bupati Batang, serta pengasuh Pondok Pesantren Nurul Hidayah Babadan. “Nabi Muhammad lahir di tanggal 12 Maulid. Beliau yang pertama diciptakan Allah, wujudnya cahaya atau nur. Para nabi setelahnya dititipi nur tersebut sehingga selamat dari bala dan musibah,” ujar Gus Yasin. Ia menambahkan, kehadiran umat dalam majlis dzikir dan salawat membawa berkah tersendiri. “Tidak ada orang yang hadir dalam kegiatan seperti ini membawa masalahnya. Sepulang dari sini, lanjutkan istighosahnya. Itu bagian dari menjaga Nur Muhammad,” lanjutnya. Menurutnya, doa para ahli ibadah sangat dibutuhkan bagi ketenangan masyarakat. “Pemerintah butuh didoakan agar daerah ayem. Beberapa hari lalu banyak demo, yang pusing tentu kepala daerah. Dengan doa, suasana bisa kembali tenang,” kata Taj Yasin. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin juga mengutip ayat Al-Qur’an, QS Al-Anbiya ayat 107: Wa ma arsalnaka illa rahmatan lil ‘alamin. Ayat ini, jelasnya, menjadi pengingat bahwa Nabi Muhammad diutus sebagai rahmat dan pembawa kasih sayang untuk seluruh alam. “Kalau pemerintah mau berzikir, ketempelan ayat tadi, maka akan takut mengambil uang rakyat. Karena itu mari kita bersama-sama menjaga semangat ini. Doakan kami agar bisa memimpin dengan baik. Kami juga siap dikritik, sebab pemimpin tidak mungkin melihat semua hal. Tapi dengan masukan, kita bisa menyelesaikan bersama,” pungkasnya.***            

News

SGN Demak Gelar Pelatihan Jurnalistik, Cetak Jurnalis Profesional dari Kalangan Santri

DEMAK – Puluhan santri di Kabupaten Demak mengikuti pelatihan jurnalistik yang digelar oleh Santri Gayeng Nusantara (SGN) Kabupaten Demak. Pelatihan untuk membakali santri punya kemampuan menulis tersebut dilaksanakan di gedung Grhadika Bina Praja Pemkab Demak, Minggu (31/8/2025). Ketua SGN Kabupaten Demak, KH Agus Ahmad Hanif menuturkan, pelatihan jurnalistik yang dilaksanakan SGN Demak ini untuk membakali santri di Kabupaten Demak punya skill menulis. Diharapkan tumbuh benih-benih jurnalistik baru di kalangan santri di Kabupaten Demak. “Kedepannya saya berharap lahir jurnalis profesional dari kalangan santri lebih banyak lagi, sehingga bisa mewarnai media-media yang ada sekarang,” ucap Kiai Agus Hanif. Kiai Agus Hanif melanjutkan dari peserta ini yang punya kemauan dan kemampuan nanti kita arahkan lebih lanjut dengan pelatihan-pelatihan selanjutnya. “Nanti kita buatkan portal website untuk latihan mereka. Jadi, ilmu yang didapatkan bisa langsung dipraktekkan,” tegas Kiai Agus Hanif. Kiai Agus Hanif menambahkan, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Demak yang telah menfasilitasi kegiatan ini sehingga bisa berjalan lancar. “Terimakasih Ibu Bupati dan Bapak Wakil Bupati yang telah mensupport kegiatan pelatihan jurnalistik ini. Beliau-beliau merupakan pemimpin santri, punya latar belakang pesantren dan alhamdulillah punya perhatian terhadap pengembangan santri di Kabupaten Demak,” imbuhnya. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen yang juga panglima santri diwakili Rohmat Rianto pengurus SGN Jawa Tengah mengapresiasi dan menyambut baik pelatihan jurnalistik yang digelar SGN Demak. “Kami (SGN Jateng, red) mengucapkan banyak terimakasih atas pelatihan ini. Untuk tindak lanjut kedepannya, kami siap menfasilitasi SGN Kabupaten/kota untuk kegiatan pelatihan jurnalistik ataupun media sosial,” ucap Rianto. Masih menurut Rianto, SGN Jateng kini telah membentuk tim, sudah mengelola media dan kedepannya lebih dimasifkan lagi dengan konten-konten kegiatan SGN Jateng dan SGN Kabupaten/kota. “Jadi media yang kita punya untuk mengcover semua kegiatan-kegiatan SGN, baik Jateng dan Kab/kota. Semuanya sudah kita tata, kita sudah siap. InsyaAllah kedepannya akan lancar,” tukasnya. Sementara itu, Bupati Demakdr Hj. Esti’anah SE yang diwakili Wakil Bupati Demak M. Badruddin, M.Pd atau Gus Bad menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas terselenggaranya pelatihan jurnalistik untuk para santri. “Kegiatan ini menjadi langkah positif dalam meningkatkan wawasan, keterampilan, dan peran santri dalam menyebarkan informasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Gus Bad. Gus Bad juga menekankan pentingnya jurnalistik dalam mengembangkan kemampuan menulis dan berkomunikasi bagi santri. “Saya berharap agar pelatihan ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para santri dalam meningkatkan kemampuan mereka di bidang jurnalistik,” pungkasnya.***

News

Doa Lintas Agama di Wisma Perdamaian, Pesan Damai dari Jateng untuk Indonesia

SEMARANG – Berbagai elemen masyarakat di Jawa Tengah mengirimkan pesan damai untuk Indonesia. Pesan damai itu dikemas dalam acara “Istighotsah dan Doa Bersama, Dari Jateng untuk Indonesia” yang digelar di Wisma Perdamaian, Kawasan Tugu Muda, Kota Semarang, Minggu malam, 31 Agustus 2025. Acara tersebut diinisiasi organisasi pemuda di Jawa Tengah, meliputi GP Ansor Jawa Tengah dan Pemuda Muhammadiyah Jawa Tengah. Hadir pula para tokoh lintas agama, tokoh masyarakat, dan pemuda Jawa Tengah. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, mulai perwakilan organisasi masyarakat, tokoh agama dna tokoh masyarakat, organisasi pemuda, FKUB Jawa Tengah, serta Forkopimda Jawa Tengah termasuk Gubernur Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, dan Sekda Jateng Sumarno. Doa bersama tersebut diawali dengan khataman Qur’an yang digelar pukul 18.00 sampai 19.00. Setelah itu dilanjutkan dengan istighotsah dan doa bersama lintas agama. Doa lintas agama dimulai dari perwakilan agama Konghucu, dilanjutkan agama Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, dan Islam. Acara ditutup dengan deklarasi damai yang dibacakan berbagai organisasi kepemudaan di Jawa Tengah. Ketua MUI Jawa Tengah, Ahmad Daroji, mengatakan, kita semua lintas agama adalah masyarakat yang diperintahkan untuk saling mengenal dan bersatu. Persatuan dan kesatuan yang selama ini sudah terjalin diharapkan dapat memberikan kehidupan yang selalu sejuk, tidak mudah terprovokasi, dan menciptakan kedamaian dan ketentraman. “Ayo kita bersama-sama bersatu. Kita ini saling membutuhkan, kita ini saling mengisi, memberikan nasihat, dan kita tidak ingin adanya provokasi yang mengakibatkan tindakan anarkis. Kita pasti membutuhkan orang lain, kita tidak dapat hidup sendiri, kita bersama orang lain,” katanya. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jawa Tengah, Imam Yahya. Imam memohon kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk senantiasa menjaga kerukunan, kedamaian. Terutama di saat semua melakukan proses demokratisasi di Indonesia. Ia juga berharap kepada seluruh tokoh agama untuk memperbanyak doa, agar upaya-upaya yang dilakukan seluruh elemen masyarakat dan negara dapat berlangsung dengan baik dan seluruh umat bersatu padu. “Kami atas nama FKUB Jawa Tengah mendukung sepenuhnya kepada seluruh aparat pemerintah, baik yang di kabupaten/kota untuk senantiasa mewujudkan kedamaian bersama khususnya di Jawa Tengah,” katanya. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, doa bersama tersebut diselenggarakan dalam rangka memberikan kesejukan masyarakat Jawa Tengah. Khususnya pascaberbagai peristiwa yang terjadi di Jawa Tengah dan Indonesia pada satu pekan terakhir. “Kita menjaga Jawa Tengah sama dengan menjaga Indonesia. Dari Jawa Tengah lah kita pancarkan kedamaian-kedamaian sehingga terpancarkan ke seluruh Indonesia, karena Jawa Tengah menjadi pusarnya Jawa dan Indonesia,” kata Ahmad Luthfi sebelum doa lintas agama dimulai. Pemilihan tempat di Wisma Perdamaian juga mengandung makna khusus. Tempat tersebut mengandung makna bahwa kita semua akan selalu damai. “Kekuatan Jawa Tengah adalah adanya kerukunan, adanya kebersamaan, adanya gotong royong. Ini menjadi nafas kita dalam rangka membangun wilayah,” katanya.***    

News

Organisasi Kepemudaan Lintas Iman Jawa Tengah Serukan Kedamaian dan Sampaikan Pernyataan Sikap

SEMARANG – Organisasi Kepemudaan atau Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) Lintas Iman Jawa Tengah menyerukan pesan kedamaian. Pesan itu tertuang dalam pernyataan sikap yang dideklarasikan setelah doa lintas agama di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Minggu malam, 31 Agustus 2025. Pernyataan sikap tersebut disampaikan untuk menyikapi perkembangan dinamika sosial politik yang terjadi akhir-akhir ini, baik di wilayah Provinsi Jawa Tengah maupun secara nasional. Pernyataan sikap OKP Lintas Agama Jawa Tengah tersebut berisi tujuh poin penting. Berikut naskah lengkap pernyataan sikap tersebut. Kami OKP Lintas Iman Jawa Tengah dengan penuh rasa tanggung jawab moral, kebangsaan, dan kemanusian, menyampaikan sikap sebagai berikut: Kami berharap peristiwa ini menjadi cermin bagi para pemimpin bangsa untuk melakukan evaluasi dan refleksi bersama, agar mampu menjalankan kepemimpinan yang adil, tulus, dan mengutamakan kesejahteraan rakyat. Dengan kepemimpinan yang berbelarasa dan berkeadilan, masyarakat akan merasakan hadirnya negara yang mengayomi, melindungi, serta menghadirkan kedamaian. Demikian pernyataan sikap ini kami sampaikan. Semoga Allah SWT ‘senantiasa melindungi dan membimbing kita semua, serta menjaga Jawa Tengah tetap aman, rukun, dan damai dami keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. “Mari bersama kita komitmen untuk menjaga dan mengamankan Jawa Tengah demi persatuan, keadilan, dan kemanusiaan,” kata perwakilan OKP Lintas Agama Jawa Tengah menutup deklarasi damai dan pernyataan sikap. Adapun sebelum Deklarasi Damai dan Pernyataan Sikap OKP Lintas Agama lebih dulu digelar doa bersama. Ketua GP Ansor Jawa Tengah, Muchammad Shidqon Prabowo, mengatakan, doa bersama lintas iman yang dilakukan di Wisma Perdamaian bukan hanya simbol kebersamaan melainkan wujud nyata komitmen kita menjaga persatuan dan kesatuan republik ini. “Sebagai kader pemuda di Jawa Tengah, kami meyakini menjaga Indonesia adalah bagian dari ibadah dan pengabdian. Maka kita kuatkan persaudaraan lintas agama, saling merangkul dalam kebersamaan dns terus bekerja sama dalam tegaknya persatuan dan kesatuan serta kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.***      

News

Tekan Perundungan, Kemenag-Pemprov Jateng dan Unicef Mulai Garap Program Pesantren Ramah Anak

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung inisiasi Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jateng yang bekerjasama United Nations Children’s Fund (Unicef), dan Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Klaten, serta lintas pihak dalam memulai program Pondok Pesantren Ramah Anak. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, mengatakan, program yang menyasar lembaga pendidikan pondok pesantren itu menjadi penting untuk menjadikan provinsi zero bullying (enol perundungan). Artinya pondok pesantren akan menjadi lembaga pendidikan ramah anak, perempuan, dan difabel. Terlebih, kata dia, data dari Kanwil Kemenag Jateng menyebut angka kekerasan pada anak di Jateng masih tinggi. Mencapai 1.349 anak pada 2024. Sementara periode Januari-Juli 2025 mencapai 867 kasus. “Memang kita dituntut untuk zero bullying di Jawa Tengah, di sekolah-sekolah. Termasuk ada di pondok pesantren. Alhamdulillah terima kasih kepada Kanwil Kemenag Jateng yang sudah membentuk Satgas untuk penanganan kekerasan di pondok pesantren,” katanya dalam Halaqah Pesantren Ramah Anak, Pesantren Aman dan Sehat, di Asrama Haji Transit Komplek Islamic Center, Kota Semarang, Rabu, 27 Agustus 2025. Karena tim sudah dibentuk oleh Kanwil Kemenag Jateng, kata Taj Yasin, maka Pemprov Jateng tinggal bekerjasama berkolaborasi untuk menyosialisasikan program itu di pondok-pondok pesantren yang ada di wilayah pemerintahannya. Tujuannya supaya mencegah potensi kekerasan yang terjadi di lingkungan pondok pesantren. Taj Yasin mengatakan, program itu menjadi penting, melihat jumlah pondok pesantren di Jateng yang sudah terdata oleh Kanwil Kemenag Jateng mencapai 5.364 lembaga pendidikan. Adapun jumlah santri terdata mencapai 520.014 orang, terdiri 254 224 laki-laki, dan 265.790 perempuan. Ditekankan Taj Yasin, kalangan pondok pesantren juga haruslah transparan kepada publik, terlebih bila menemui tindakan perundungan atau yang melanggar hukum. Transparansi akan menjadikan meningkatnya kepercayaan publik akan lembaga pendidikan pondok pesantren. Sosialisasi lainnya, kata sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu, yakni untuk menekan angka pernikahan anak. Masih merujuk data dari Kanwil Kemenag Jateng, sebanyak 7.903 anak menikah di bawah usia 19 tahun pada 2024. Kabupaten Gobogan menjadi daerah yang angkanya tertinggi. Hal itu juga menjadi sangat serius, dikarenakan usia anak-anak yang belum matang membuat mereka belum siap, baik secara organ reproduksi maupun mentalitasnya.  “Nah, ini menjadi khusus kepada pondok-pondok pesantren. Memang di pondok pesantren tidak dilarang, bila merujuk hukum fikih. Akan tetapi saat ini harus dikoordinasikan dulu dengan ahli-ahli,” ucapnya. Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Saiful Mujab, mengatakan, satgas sudah dikukuhkan oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin. Itu menjadi jalan dalam membuat program kerja untuk ke pondok-pondok dan lain sebagainya termasuk nanti di tingkat kabupaten/kota di Jateng. “Dan ini nanti kita terus bersinergi ya dengan pemerintah daerah untuk terus bagaimana nanti pondok pesantren kita kawal dengan baik,” katanya. Kepala Perwakilan Unicef untuk Wilayah Jawa, Arie Kurnia, mengatakan, sasaran edukasi dan sosialisasi program Pondok Pesantren Ramah Anak, ditujukan kepada tenaga pendidik, santri, hingga orang tua atau. “Nah, kalau dari sistem Kemenag sudah ada surat dari di Menteri Agama yang menunjukkan petunjuk teknis bagaimana menjadi pesantren yang ramah anak. Jadi kita berharap itu menjadi budaya ya seperti Kota Layak Anak, seperti Sekolah Ramah Anak,” katanya. Pihaknya mengapresiasi Pemprov Jateng yangvkomitmen dalam perwujudan program itu. Diharapkan akan semakin banyak Pondok Pesantren yang mendeklarasikan diri menjadi Ramah Anak. Selanjutnya dalam mendukung itu, perlu menjadikan Pondok Pesantren yang transparan, mewadahi para santri menjadi anak yang berprestasi pada bidangnya. Dengan begitu mereka juga bisa tampil pafa forum-forum atau panggung dunia seperti menjadi duta anti kekerasan, dan sebagainya. Dikatakannya, Pemerintah Indonesia meminta kepada Unicef untuk salah satu metode atau bahan yang diajarkan yakni berhubungan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Salah satunya tentang perdamaian, termasuk anti bullying, anti kekerasan, toleransi dan lain-lain. “Jadi nanti tahun 2026 kita berharap ada santri yang hebat terpilih dari Jawa Tengah mewakili pondok pesantren masuk ke forum anak dunia. Dia akan menjadi semacam peacemaker, duta perdamaian bagi dunia tentunya,” katanya.***

News

Taj Yasin Ajak Legislatif Kawal Rencana Kenaikan Insentif Guru Agama di Jateng

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) meminta para legislator untuk membantu mengawal rencana kenaikan anggaran untuk program insentif bagi penghafal kitab suci dan guru agama lintas keyakinan di provinsi Jateng. Rencananya insentif Rp250 miliar pada tahun ini, akan dinaikkan menjadi Rp300 miliar pada 2026. Untuk realisasi rencana itu, butuh pengawalan dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng. “Sehingga mumpung di sini, juga ada kawan- kawan dari DPRD Jateng. Nanti pada tahun depan juga kita berencana tambahkan insentif kepada guru-guru agama yang ada di Jawa Tengah,” kata Taj Yasin saat menghadiri musyawarah wilayah (Muswil) ke VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se Jateng, di Patra Convention Hotel Semarang, Ahad, 24 Agustus 2025. Dikatakannya, siapa saja yang menghafalkan kitab suci, Pemerintah Provinsi Jateng akan memberikan insentif. Akan tetapi sampai saat ini baru yang masuk (terdata) para penghafalkan Al-Qur’an. Begitu juga, kata dia, pemberian insentif terhadap guru-guru lintas agama di Jateng. Jumlah penerimanya mencapai 250 ribu sekian penerima terdata, dan masih ada yang belum terakomodasi. Gus Yasin sapaan akrabnya, mengatakan, jumlah penerima insentif tersebut akan ditambah pada tahun depan. Hal tersebut, katanya, juga sudah disepakati oleh Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. “Untuk kita naikkan jumlah penerimanya, sehingga penghormatan kita kepada agama yang ada di Jawa Tengah benar-benar kita wujudkan,” katanya. Lebih lanjut, untuk program-program lain kepemimpinannya bersama Gubernur Ahmad Luthfi, dia mengatakan ada capaian lain, yakni terdapat penurunan angka pengangguran terbuka. Begitu pula dengan akselerasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah pusat yang diakselerasi melalui program Dokter Spesialis Keliling (Speling) oleh Pemprov Jateng sudah menjangkau langsung kalangan masyarakat. “Dan ini luar biasa. Ternyata bukan hanya rumah sakit milik pemerintah saja yang turun. Akan tetapi, rumah sakit swasta juga kuat terhadap program ini,” ucap Taj Yasin. Diakuinya, capaian-capaian tersebut masih banyak kekurangan, dan Pemerintah Provinsi Jateng tidak mungkin bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk menyukseskan program-program yang dicanangkan. “Kami juga membuka ruang-ruang diskusi, dan saya yakin bapak Ibu sekalian yang hadir saat ini memiliki wawasan politik yang cerdas, baik, dan amanah. Sehingga kita bisa bersama-sama mencari solusi pada setiap permasalahan yang ada,” kata pria kelahiran Kabupaten Rembang tersebut. Di tempat yang sama Hadi Santoso, Ketua Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) PKS Jateng, mengatakan, mengapresiasi kepemimpinan substansial enam bulan pertama kepemimpinan Ahmad Luthfi dn Taj Yasin di Jateng. Di antaranya, program penurunan tarif Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng menjadi Rp 1.000 untuk pelajar, buruh, dan lansia. Angka kemiskinan telah ditekan menjadi 9.48 persen. Program 17 ribu perbaikan rumah tak layak huni (RTLH) yang menjadi tertinggi se Indonesia. Kemudian, pemberian intensif penghapal Al Qur’an dan guru agama. “Kami siap sukseskan program pemerintah dengan pembangunan berlandaskan semangat Bhineka Tunggal Ika. Kami akan jadi mitra kritis Pemprov Jateng. Ini bagian kecil pekerjaan rumah yang masih banyak. Kami terus suarakan keresahan masyarakat dan siap jadi bagian jembatan pemerintah dan masyarakat pada umumnya,” katanya.***      

News

Rayakan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jateng, Jepara Art Carnival Usung Kekayaan Sejarah dan Budaya Nusantara

JEPARA – Di sepanjang Jalan Kartini, Kabupaten Jepara, suasana riuh dan gempita. Alunan musik etnik bercampur sorak penonton mengiringi puluhan peraga busana melenggang penuh percaya diri dalam Jepara Art Carnival 2025, Sabtu sore, 23 Agustus 2025. Acara yang dihelat dalam rangka perayaan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah itu terasa istimewa. Para peserta mengenakan kostum warna-warni dengan berbagai desain unik. Bahkan di balik desain kostum tersebut tersirat sejarah dan budaya berbagai daerah. Peserta datang dari berbagai penjuru di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat hingga Kalimantan. Setiap kelompok membawa karya dengan tema khas daerah masing-masing. Dari Jepara misalnya, menampilkan sosok Ratu Shima, pemimpin kerajaan Kalingga. Ada pula yang mengenakan kostum dari bahan kulit jagung, dengan properti bambu, mengisahkan sejarah Rati Kalinyamat dalam tradisi jembul tulakan. Tak kalah menarik peserta dari Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah menyajikan kostum berkonsep buaya. Buaya adalah hewan yang diyakini warga setempat memiliki mitos. “Jepara Art Carnival ini baru pertama digelar, bertepatan dengan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah,” ujar Wakil Bupati Jepara, Muhammad Ibnu Hajar. Ia berharap, Jepara Art Carnival mampu menjadi wahana mengenalkan budaya dan wisata di Jawa Tengah ke tingkat nasional maupun internasional. “Semoga ke depan terus bisa dilaksanakan, sehingga budaya dan wisata kita bosa dikenal di tingkat nasional maupun internasional,” tuturnya. Indah Novita Wahyuning Tiyas , salah satu peserta Jepara Art Carnival 2025, mengaku, mempersiapkan diri secara matang untuk mengikuti acara tersebut. Kali ini, ia berkreasi menjadi sosok Ratu Shima. “Ratu Shima adalah sosok pertama yang memimpin kerajaan di Jepara. Beliau juga merupakan ratu yang sangat adil dan bijaksana,” kata gadis asal Desa Panggang, Jepara, itu. Ia mengaku mempersiapkan sendiri semuanya. Mulai dari kostum, properti hingga make up. “Semuanya saya persiapkan sendiri. Saya senang ikut kegiatan ini,” imbuhnya. Bukan hanya remaja dan dewasa, peserta juga ada yang datang dari kalangan anak-anak. Salah satunya adalah Aleysia Dera Setiyawan. Bocah yang baru duduk di kelas 2 SD itu terlihat bersemangat mengenakan kostum putri cantik sembari membawa senjata panah. “Saya senang ikut acara ini. Untuk persiapannya saya latihan sama guru,” jelasnya. Menjelang senja, karnaval pun berakhir dengan meninggalkan kesan bahwa seni, budaya, dan sejarah, bisa bersatu dalam satu perayaan penuh warna.***                    

News

Wisatawan Jerman Kepincut Jepara Art Carnival Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jateng

JEPARA – Perhelatan Jepara Art Carnival 2025 yang digelar dalam rangka merayakan Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jawa Tengah, memukau ribuan pengunjung yang menyaksikan. Tak hanya warga Jepara, namun juga masyarakat dari luar daerah. Bahkan ada rombongan wisatawan dari luar negeri yang antusias dan kepincut disepanjang karnawal dilaksanakan. Dengan kostum yang memesona, unik, dan inovasi, Jepara Art Carnival 2025 memberikan suguhan istimewa bagi masyarakat. Salah seorang wisatawan asal Jerman, Grazyna Maria Ina, yang hadir bersama masyarakat ikut menikmati karnaval dari awal hingga acara paripurna. Ia dibuat takjub dan kepincut dengan karya yang ditampilkan peserta. Bahkan, Grazyna sampai duduk lesehan di atas jalan aspal bersama warga menikmati karya kostum dari seluruh daerah di Indonesia. Menurutnya, karya kostum yang diperagakan peserta benar-benar bernilai seni tinggi. “Sangat bagus, menarik dan keren. Ini benar-benar bernilai seni tinggi. Saya hepi dan sangat terhibur dengan apa yang ditampilkan peserta,” kata Grazyna ditemui usai acara di lokasi start di Jepara, Sabtu sore, 23 Agustus 2025. Ia sengaja datang ke lokasi acara untuk melihat karnaval di Jepara ini. Grazyna mengaku pernah mengunjungi sejumlah even serupa di beberapa negara seperti di Amerika, negara di Eropa, di Kamboja, Malaysia dan lainnya. “Tetapi di Indonesia ini, lebih menarik, budayanya bagus. Sangat-sangat bagus di sini,” ucapnya dengan Bahasa Inggris. Tercatat ada 56 peserta. Mereka mayoritas datang dari Jepara, dan 16 peserta lain dari luar Jepara seperti Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Cirebon (Jabar), Jember, Nganjuk, Tuban (Jatim), Kudus, Pati, Karanganyar dan lainnya. Wakil Bupati Jepara Muhammad Ibnu Hajar menyampaikan, kegiatan Jepara Art Carnival baru kali pertama diadakan. Harapannya, ke depan bisa diadakan lagi dengan lebih meriah. “Ini rangkaian Hari Jadi Ke-80 Provinsi Jateng setelah sebelumnya diadakan di kabupaten lain,” ucap Ibnu Hajar dalam sambutannya sebelum membuka acara bersama Bupati Jepara Witiarso Utomo. Sementara itu, Bupati Witiarso menambahkan, even ini juga mampu meningkatkan gairah fesyen Jepara agar bisa meningkat lebih baik. “Saya harapkan pelaku fesyen Jepara akan merespons dengan baik dari adanya even seperti ini. Saya harapkan akan meningkatkan kualitas fesyen Jepara,” kata Witiarso.***          

News

Silaturahmi dengan Waga Babalan Demak, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Bakal Bangun Jalan, Jembatan, dan SLB

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bakal membangun infrastruktur jalan, jembatan, dan sekolah luar biasa (SLB) di Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin saat bersilaturahmi dan menyerahkan bantuan sosial kepada masyarakat Desa Babalan, Sabtu, 23 Agustus 2025. “Infrastruktur nanti akan kita bangun,” kata Ahmad Luthfi saat di lokasi. Jalan dan jembatan yang akan dibangun itu merupakan penghubung jalur alternatif Demak-Jepara yang melintasi desa tersebut. Sedangkan SLB yang akan dibangun guna memfasilitasi akses pendidikan penyandang disabilitas di wilayah Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Ahmad Luthfi mengatakan, rencana pembangunan jembatan dan jalan itu merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat setempat. Dinas-dinas terkait juga sudah diterjunkan untuk melakukan evaluasi. Pembangunan itu sudah sesuai dengan rencana Pemprov Jateng yang menggenjot infrastruktur, baik yang berkaitan dengan jalur perkonomian, akses lintas daerah, atau perbatasan antarkabupaten, antarprovinsi atau daerah terluar Jawa Tengah. “(Desa Babalan, Wedung) Demak ini perbatasan dengan Jepara. Jalur ini sangat strategis sekali dan merupakan jalur perkonomian, baik terkait perikanan, garam, maupun lain sebagainya. Ini merupakan urat nadi yang harus kita perhatikan,” katanya. Wakil Gubernur Taj Yasin menambahkan, berdasarkan hasil pengecekan dan evaluasi di Desa Babalan, ada satu persoalan mendasar lainnya yang butuh intervensi dari Pemerintah Provinsi, yaitu terkait banyaknya penyandang disabilitas. “Masyarakat di sini banyak yang disabilitas atau berkebutuhan khusus. Dari analisa pribadi saya, ada yang usia 15 dan ada yang 20, mereka belum tereduksi dan belum bisa mandiri, sehingga tadi saya sampaikan ke Bupati, Kades, dan dinas untuk segera memetakan, butuh adanya Sekolah Luar Biasa (SLB),” katanya. Pemetaan tersebut sekaligus menjalin koordinasi di daerah terkait kebutuhan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) di Kabupaten Demak. Termasuk menyiapkan untuk mencari guru pendamping untuk SLB tersebut. Kepala Desa Babalan Nor Akfas menyatakan, menyambut baik atas rencana pembangunan jalan dan jembatan di desanya. Sebab, jalur tersebut akan menjadi akses terdekat yang menghubungkan Demak-Jepara. Ia juga mengapresiasi langkah Pemprov Jateng yang akan membangun Sekolah Luar Biasa (SLB). Hal itu juga menjadi salah satu harapan dari masyarakat Babalan dan sekitarnya, karena banyak penyandang disabilitas yang belum terakomodir pendidikan luar biasa. “Disabilitas di Desa Babalan ada sekitar 17 atau 19 orang. Ada yang dari lahir cacat permanen, ada yang jatuh dan otaknya terganggu. Rata-rata disabilitas dari lahir,” ucapnya.***        

Scroll to Top