News

News

Latih Perempuan Brebes Buat Bawang Crispy, Ning Nawal Dorong Kemandirian Ekonomi

BREBES – Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah melatih puluhan perempuan di Desa Kupu, Kecamatan Wanasari, Senin (15/9/2025). Mereka dilatih mengolah potensi lokal bawang merah, menjadi bawang crispy dan berbagai olahan bernilai jual tinggi. Ketua Umum BKOW Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) mengungkapkan, kegiatan itu untuk meningkatkan kemampuan perempuan. Sebab, banyak di antara mereka yang harus ikut membantu suami mencari nafkah, bahkan menjadi tulang punggung keluarga. Menurutnya, BKOW juga berperan membantu pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan di Jateng. Melalui program Desa Sejahtera bagi Perempuan dan Anak (Destara) yang sudah dirintis sejak 2021, kontribusi nyata terus dilakukan. Ia menyitir data Badan Pusat Statistik (BPS), pada Maret 2025 angka kemiskinan di provinsi ini turun dari 9,58 persen menjadi 9,48 persen. “Harapannya, pertama adalah ikut serta dalam program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Jadi, paling tidak 0,10 persen dari penurunan kemiskinan di Jawa Tengah ini ada upaya yang juga dilakukan oleh BKOW,” ungkapnya, di Balai Desa Kupu. Dia juga berharap, program seperti ini mendapat dukungan para pemangku kepentingan di tingkat kabupaten/ kota. Menurut Ning Nawal, penurunan angka kemiskinan akan lebih cepat jika dilakukan melalui sinergi antar lembaga, termasuk dengan pihak swasta. Selain itu, pelatihan ini akan berlanjut dengan inovasi produk bawang merah crispy aneka rasa. Pemasarannya pun diharapkan bisa merambah pasar digital. “Kedua, harapannya, ibu-ibu yang belum memiliki usaha dan kemandirian ekonomi setelah pelatihan bisa mandiri secara ekonomi. Ketiga, ada pendampingan dari dinas terkait. Kemudian Pemerintah Desa juga ikut berkontribusi dalam kebijakan, terutama untuk menggerakkan perempuan dan anak di dalamnya,” imbuh Nawal. Asisten I Sekda Kabupaten Brebes, Khaerul Abidin, mengapresiasi langkah BKOW Jateng. Menurutnya, Brebes merupakan sentra produksi bawang merah nasional. Hal itu dibuktikan dengan luas tanam rata-rata mencapai 30.000 hektare, dan produksi sekitar 300.000 ton per tahun. Namun, nilai tambah dari bawang merah sering kali belum optimal. Karena itu, pengembangan usaha olahan dianggap sangat penting. “BKOW bersama para perempuan desa didorong untuk meningkatkan keterampilan mengolah bawang merah, menciptakan produk turunan bernilai jual tinggi, serta memperluas pasar. Dengan demikian, peran perempuan tidak hanya sebatas mendukung perekonomian keluarga, tetapi juga ikut menggerakkan roda ekonomi daerah, membangun desa, sekaligus menciptakan lingkungan yang ramah bagi tumbuh kembang anak,” tutup Khaerul.***

News

Buka Travel Fair 2025,Wagub Taj Yasin Tawarkan Pariwisata Investasi ke Negara Sahabat

SURAKARTA – Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menawarkan pariwisata investasi kepada negara-negara sahabat yang hadir pada agenda Jateng Travel Fair, Tourism and Creative Economy Investor Gathering, di Solo Paragon Hotel & Mall, Kota Surakarta, Jumat, 24 Oktober 2025. Dia katakan, Jateng memiliki pariwisata berbasis alam, sejarah dan kebudayaan, hingga produk-produk karya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Melengkapi itu, Jateng gencar merambah wisata investasi. “Artinya apa? Banyak kawasan industri yang juga kita tawarkan kepada wisatawan dari mancanegara,” kata Taj Yasin usai membuka kegiatan. Menurutnya, hasil dari penawaran investasi diharapkan mampu menggeliatkan ekonomi wilayah. Apalagi, Jateng menjadi salah satu provinsi yang ditarget berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dikatakan Taj Yasin, pada forum itu, juga dijalankan business to business (B2B). Ditawarkannya peluang investasi kepada negara sahabat melalui perwakilan kedutaan besar masing-masing seperti Pakistan, Arab Saudi, Jepang, China, dan negara-negara besar lainnya. Maka selain menawarkan pariwisata unggulan di Jateng, dia ingin pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, biro pariwisata, hingga stakeholder lain untuk menawarkan peluang berinvestasi di Jateng. “Investor itu mencari peluang di daerah-daerah dengan kawasan industri yang menjanjikan, salah satunya Jawa Tengah. Jadi kita masih bisa bersaing, potensi wilayah masih luas,” katanya. Pria yang akrab dipanggil Gus Yasin itu mengatakan, dukungan tenaga kerja di Jawa Tengah melimpah untuk menunjang pertumbuhan investasi salah satunya dari sektor industri. “Maka kami harap, mereka selain berwisata juga menginvestasikan uangnya di Jawa Tengah,” ucap sosok asli Sarang Rembang ini. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Muhamad Masrofi, mengatakan, pariwisata ditempatkan sebagai penggerak utama perekonomian daerah Jateng. Tercatat sepanjang 2024 terdapat sekira 68,8 juta kunjungan wisatawan nusantara dan 593 ribu wisatawan mancanegara.Sedangkan Januari-Agustus 2025 telah mencapai 43,1 juta wisatawan nusantara, dan 441 ribu wisatawan mancanegara. “Tahun 2025 ditargetkan mencapai 71 juta wisatawan nusantara dan 600 ribuan wisatawan mancanegara,” ucapnya. Upaya yang dilakukan, kata dia, melalui peningkatan lama tinggal wisatawan, penguatan destinasi unggulan dan desa wisata berbasis budaya. Kemudian dorongan investasi dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan di tingkat nasional maupun internasional. Lebih lanjut, dalam penyelenggaraan Jateng Travel Fair Tourism dan Creative Economy Investor Gathering tersebut, berfungsi sebagai wadah promosi dan jejaring bisnis pariwisata dan ekonomi kreatif. Kegiatan tersebut mempertemukan pemerintah, pelaku industri, investor, dan mitra internasional dalam satu platform kolaboratif. Hal itu diharapkan mampu memperluas pasar, serta memperkuat posisi Jawa Tengah sebagai destinasi unggulan pariwisata nasional dan global.Melalui forum itu, disampaikan program meliputi pengenalan potensi pariwisata secara luas, fasilitasi bisnis, peningkatan transaksi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, serta penawaran investasi khususnya di sektor pariwisata. Untuk diketahui, forum tersebut mempertemukan pemerintah kabupaten/kota, sejumlah negara-negara sahabat. Kemudian investor nasional dan internasional, yang didalamnya terdiri dari 30 industri pariwisata dan 30 industri ekonomi kreatif, serta dan 15 mitra sponsor.***        

News

PKK Jawa Tengah Kenalkan Program “Kencan Bumil”

TEGAL – Menyukseskan program Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan wakil gubernur Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin),Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah telah menginisiasi program Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil). Program itu akan dioptimalkan untuk menekan angka kematian ibu dan bayi (AKI/AKB) di Jateng. Hal tersebut diungkapkan Ketua TP PKK Provinsi Jateng, Nawal Arafah Yasin, seusai memberikan Mauidhoh Hasanah dalam kegiatan Silaturahmi TP PKK Kabupaten Tegal, di Balai Desa Setu, Kecamatan Tarub, Kamis (23/10/2025). Dijelaskan, Kencan Bumil ialah penyempurnaan dari program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng. Dalam implementasinya, kader PKK dan kader Posyandu diarahkan untuk memantau kondisi dan perkembangan ibu hamil sebagai upaya menekan AKI/AKB. “Nanti diharapkan yang akan kita inisiasi lagi terkait di Posyandu juga namanya Kencan Bumil untuk menurunkan AKI AKB,” kata Nawal Yasin, yang juga Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, hingga Agustus 2025, total angka kematian ibu dan bayi di provinsi ini sebanyak 270 jiwa. Jumlah itu menurun dari 2024 yang mencapai 427 jiwa. Ning Nawal sapaan akrabnya mengatakan, program Kencan Bumil merupakan salah satu upaya deteksi dini dengan melakukan pemantauan terhadap ibu hamil. Mulai dari fase prahamil, kehamilan, persalinan, hingga nifas. “Kita harus memantau terus bagaimana cek, kemudian menemani tumbuh kembang daripada ibu-ibu hamil di sini,” ungkap istri Wakil Gubernur Jawa Tengah tersebut. Dalam program Kencan Bumil, kata Ning Nawal, juga disertai dengan layanan pemeriksaan Ultrasonografi (USG) yang diintegrasikan dalam program Layanan Dokter Spesialis Keliling dan Cek Kesehatan Gratis (CKG). “Jadi Kencan Bumil nanti disertai dengan layanan USG, yang kemudian kita integrasikan dengan cek kesehatan gratis dengan Dinas Kesehatan,” beber Ning Nawal. Selain Kencan Bumil, Nawal juga meminta kepada kader PKK di seluruh Jateng, untuk menggiatkan program Gerakan Ibu dan Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon). Program tersebut untuk memperkuat peran perempuan dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi keluarga, serta kesejahteraan masyarakat, melalui kegiatan menanam pohon, budidaya ikan, serta peternakan. “Kalau ini bisa masif sebenarnya ini bisa menjadi satu hal pendapatan keluarga, sehingga bisa mengurangi juga cost (pengeluaran) daripada keluarga untuk berbelanja,” tandas Ning Nawal.***    

News

Hari Santri, Taj Yasin Ajak Pondok Pesantren Kenalkan Tradisi Santri kepada Masyarakat

SEMARANG – Pada momentum Hari Santri Nasional 2025, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak kalangan pondok pesantren agar mengenalkan tradisi pendidikan dalam lingkungan tersebut kepada masyarakat. Hal itu dalam upaya menjawab banyak pertanyaan publik kepada pondok pesantren. Upaya tersebut bertujuan, agar tradisi-tradisi pendidikan yang lazim di dalam pondok pesantren dapat diterjemahkan dengan baik bagi kalangan eksternal. Dengan begitu, masyarakat umum bisa mengerti, bagaimana adab-adab diajarkan dalam pondok pesantren selama ini diterapkan. “Para santri dan stakeholder yang ada di pesantren, maka mari kita jawab itu. Bukan dengan protes. Akan tetapi bagaimana tradisi-tradisi di pondok pesantren yang kita amalkan itu pesannya bisa keluar,” katanya, usai mengikuti kegiatan Ngaji Bandongan, Kitab Adabul ‘Alim wal Muta’alim, di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Senin, 20 Oktober 2025. Salah satu yang jadi perbincangan khalayak, yakni sikap adab kepada guru. Padahal, kata Taj Yasin, penghormatan atau adab kepada guru bisa berbeda pada setiap tempatnya. Dicontohkannya, penghormatan murid kepada guru di negara Arab bahkan ada yang memegang jenggot, dan kepala, lalu dicium keningnya. Menariknya, ketika penghormatan itu dilakukan oleh orang Indonesia misalnya. Dengan postur orang Indonesia yang tak setinggi orang Arab, kata Taj Yasin, maka guru itu bahkan harus menundukkan kepalanya agar bisa dicium keningnya. “Saya dulu pernah lihat. Karena muridnya ini pendek, gurunya orang Arab itu tinggi, maka dipegang kepalanya agak turun,” ucap pendamping gubernur Jateng Ahmad Luthfi itu. Begitupun dengan adab penghormatan guru yang menjadi tradisi pendidikan di lingkungan pondok pesantren. Seperti mencium tangan gurunya. “Dan inilah yang harus kita jawab kepada masyarakat,” katanya yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar 4, Sarang, Kabupaten Rembang tersebut.***            

News

Wagub Jateng Resmikan RPH Halal MAJT MAS, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Produk Ramah Muslim

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen meresmikan Rumah Pemotongan Hewan Halal MAJT MAS, Jumat, 17 Oktober. RPH Halal MAJT MAS tersebut akan melaksanakan pemotongan hewan berjalan sesuai syariat Islam dan mendorong tumbuhnya ekosistem produk halal di Jawa Tengah. Upaya tersebut sejalan dengan 11 program prioritas Ahmad Luthfi – Taj Yasin Maemoen untuk melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim. Dalam sambutannya, Gus Yasin mengatakan, melalui peresmian RPH Halal MAJT MAS tersebut, diharapkan masyarakat Jateng akan semakin mudah dalam mengakses kepastian produk halal. “Harapannya, bupati dan walikota di daerah juga melakukan hal yang sama, dengan membangun RPH berbasis halal,” ujarnya. RPH Halal MAJT MAS berada di kompleks MAJT MAS dan menempati bangunan yang layak serta dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai. RPH ini juga memiliki juru sembelih halal, dokter hewan, juru kelet, dan mesin penggilingan daging. Ketua Badan Amil Zakat Nasional Jawa Tengah KH Ahmad Darodji mengatakan, RPH Halal di Jateng pertama kali diluncurkan pada 18 Agustus 2023 di Brebes. Pada tahun 2025, RPH Halal tersebut sudah melakukan pemotongan 112 ekor sapi, yang dagingnya diolah menjadi kornet untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem Jateng melalui penanggulangan stunting. Pada kegiatan kali ini, Baznas menyalurkan bantuan modal usaha produktif bagi pedagang bakso senilai Rp 210 juta yang diperuntukkan kepada 70 mustahik. Menanggapi peresmian RPH Halal MAJT MAS tersebut, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Mie dan Bakso Indonesia (APMISO) memberikan apresiasi kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah melalui fasilitasi pendirian RPH Halal tersebut. Ini akan mendukung usaha para pedagang bakso sekaligus memberikan kepastian kepada konsumen jika produk yang dikonsumsi sudah berstandar halal. “Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Pak Wakil Gubernur karena ini dengan RPH Halal MAJT MAS ini para pedagang tidak perlu ragu lagi dengan jaminan kepastian halalnya, dan dampaknya konsumen juga yakin dengan produk dari pedagang bakso yang membeli daging dari sini,” ujarnya di sela acara. Dalam acara itu, BAZNAS dan MUI se Jawa juga menginisiasi Deklarasi Hari Halal Nasional. Deklarasi tersebut antara lain menyatakan bahwa jaminan produk halal adalah bagian dari kewajiban negara dan sekaligus hak rakyat yang harus dilindungi. MUI dan Baznas juga bertekad menguatkan jaminan produk halal di NKRI, serta menjadi pelopor dalam mewujudkan Indonesia sebagai pusat industri halal global. Selain itu juga bertekad melaksanakan tertib halal, yakni tertib regulasi, produksi dan distribusi, serta tertib budaya. Deklarasi juga meminta tanggal 17 Oktober menjadi Hari Halal Nasional.***                

News

Tegaskan Bukan Pemaksaan, Gus Yasin juga Ikut Ro’an Saat jadi Santri

KENDAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menegaskan, ro’an yang dilakukan oleh para santri merupakan bagian dari mencari berkah, melalui kerja bakti atau gotong royong. Roan bukan pemaksaan. Hal itu disampaikan usai membuka rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun Tingkat Jawa Tengah, Jumat, 17 Oktober di Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’in, Desa Jambearum, Patebon, Kabupaten Kendal. “Ro’an adalah pendidikan yang bukan hanya berisi ilmu tetapi juga akhlakul karimah dan etika, bukan pemaksaan sebagaimana zaman feodal, tetapi bagian dari pembelajaran setiap santri. Termasuk saya dan kakak saya juga melakukan itu,” ujarnya. Bersama ratusan santri dari pondok pesantren setempat, Gus Yasin, sapaan akrabnya mengikuti “Resik-resik Pondok (Ro’an) dan Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga) Bersama Gubernur Jawa Tengah dan Bupati Kendal dalam Menjaga Kondisi Wilayah, di Ponpes Hidayatul Mubtadi’in, Jambearum, Patebon, Kendal”. Gus Yasin mengatakan, ro’an berasal dari kata Arab ‘tabarrukan’ yang berarti mengharapkan berkah, yang kemudian disingkat menjadi rukan, lalu menjadi roan. Bagi santri, lanjutnya, ro’an adalah kegiatan kerja bakti untuk membersihkan lingkungan pesantren dengan bergotong royong. Ro’an merupakan pembelajaran moral yang dilakukan oleh kiai, dan dilakukan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara Mesir dan Arab Saudi. “Ro’an ini kerja bakti atau gotong royong dan bukan pemaksaan seperti zaman feodal. Waktu saya di Suriah dan kakak saya di Saudi juga melakukan hal yang sama,” tegasnya. Dia mencontohkan, saat belajar di Suriah, setiap hari, dirinya melakukan ro’an dengan mencuci 300 tempat makan santri setiap hari. Selama 3-4 jam tangannya harus berkutat dengan piring besi yang lebih berat dari piring lazimnya. “Bayangkan saat musim dingin, dengan cuaca di minus dua derajat, 3-4 jam harus mencuci piring-piring seperti itu,” bebernya. Oleh karenanya, melalui peringatan Hari Santri Nasional, Gus Yasin mengajak para santri untuk mengingat sejarah resolusi jihad, dengan membangun bangsa dan merawat negara. Melalui ro’an, dia mengajak santri untuk merefleksikan nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan dan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Terkait adanya siaran televisi yang menyinggung tentang ro’an di lingkungan pesantren, Gus Yasin menyayangkan tayangan yang tidak melalui telaah lebih dalam. Dia mengingatkan agar dalam setiap muatan, televisi menjalankan kode etik, dengan siaran yang baik. “Tayangan kemarin tanpa telaah yang benar apa sebenarnya ro’an, dan pembelajaran apa yang diberikan kepada para santri melalui ro’an, yaitu akhlak dan sikap yang baik,” ujarnya. Hadir Bupati Kendal Diah Kartika Permanasari, Wakil Bupati Benny Karnadi, Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Tengah Saiful Mujab, Pimpinan Pondok Pesantren KH Abdul Rahim serta Forkopimda. Hadir juga perwakilan pondok pesantren dari 35 kabupaten/kota yang mengikuti acara tersebut melalui daring. Pada kesempatan tersebut, Gus Yasin juga mengajak kepada bupati dan walikota di Jawa Tengah untuk memberikan dukungan kepada pondok pesantren dengan memfasilitasi bebas retribusi untuk PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) dan SLF (Sertifikat Laik Fungsi). Keduanya adalah izin penting yang harus dimiliki untuk memastikan sebuah bangunan legal dan aman. “Saya mengajak kepada kepala daerah untuk mendukung kelayakan pendirian bangunan pesantren. Apresiasi kepada Kabupaten Kudus yang sudah membebaskan biaya PBG dan SLF untuk pembangunan pondok pesantren,” pungkasnya.***              

News

Cegah Penyakit Menular, TP PKK Jateng Kampanyekan Gerakan Cuci Tangan Pakai Sabun di Pesantren

SEMARANG – Untuk mencegah risiko penyakit menular, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah terus mengampanyekan gerakan cuci tangan pakai sabun (CTPS) kepada masyarakat luas. Kali ini, gerakan CTPS dikampanyekan di lingkungan Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin, Gunungpati, Kota Semarang, Kamis (16/10/2025). Kegiatan itu sekaligus memperingati Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2025. Ketua Bidang IV TP PKK Jateng, Lucia Tri Harso mengatakan, dengan mengusung tema ‘Be a Handwashing Hero’, pihaknya mengajak sebanyak 353 orang santri untuk menjadi pahlawan cuci tangan. Dia melanjutkan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan santri tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat, agar terhindar dari berbagai macam penyakit. “Melalui peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia ini, diharapkan dapat menumbuhkan perilaku anak-anak untuk membudayakan perilaku hidup bersih dan sehat,” beber Lucia. Sementara Ketua TP PKK Jateng, Nawal Arafah Yasin, dalam sambutannya, yang dibacakan Ketua TP PKK Kota Semarang, Lies Iswar Aminuddin, menekankan, budaya cuci tangan sangat penting untuk mengurangi risko penyakit menular sekitar 40 hingga 60 persen. “Banyak peyakit seperti diare, flu, dan deteksi lainnya, dicegah dengan mencuci tangan yang benar,” ungkap dia. Lies Iswar melanjutkan, gerakan cuci tangan pakai sabun merupakan tindak lanjut dari komitmen pemerintah, untuk memastikan akses dan ketersediaan fasilitas cuci tangan, terpenuhi di setiap lingkungan. Menurut data BPS, pada 2023, sebanyak 80,15 persen rumah tangga di Indonesia sudah memiliki fasilitas cuci tangan, yang dilengkapi dengan sabun dan air. Sementara, di Jawa Tengah sebanyak 86 persen rumah tangga punya fasilitas cuci tangan. Dikatakan, lingkungan pendidikan dipilih sebagai lokasi kampanye gerakan cuci tangan, karena tempat berkumpulnya anak-anak. Selain itu, anak-anak juga rentan terkena penyakit. “Kebiasaan cuci tangan dengan sabun bisa dikenalkan sejak kecil, dan sekolah merupakan tempat ideal untuk membuat kebiasaan hidup bersih dan sehat,” ucap Lies. Pada kegiatan itu, anak-anak tidak hanya diajarkan secara teori, tetapi juga melakukan praktik langsung dengan kran air yang ada di kompleks pesantren. Lebih lanjut, TP PKK Jateng mengajak para santri untuk menerapkan budaya cuci tangan pakai sabun, untuk menciptakan perilaku hidup bersih dan sehat. “Mari bersama biasakanlah mencuci tangan pada waktu-waktu kritis, untuk mencegah penyebaran kuman dan penyakit,” beber Lies. Bersamaan dengan peringatan Hari Cuci Tangan Pakai Sabun Sedunia 2025, TP PKK menggandeng pemprov dan Baznas, mengadakan berbagai kegiatan dan bantuan di Pondok Pesantren Riyadlus Sholihin. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jateng menyerahkan sebanyak 353 sarung dan mukena, serta pelatihan budidaya jamur tiram untuk santri MA pada awal November 2025. Kemudian Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disikbud) menyalurkan bantuan 150 paket alat tulis, serta Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) memberikan 100 eksemplar buku bacaan. Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispermadesdukcapil) mengadakan pelayanan Kartu Identitas Anak (KIA). Selain itu juga digelar layanan Spesialis Dokter Keliling (Speling) dari RSUD Kota Semarang, yang merupakan dukungan terhadap program Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. ***

News

Luncurkan PAUD Emas Jateng, Nawal Yasin Dorong Swadaya Masyarakat Wujudkan Akses Pendidikan Merata

SEMARANG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Nawal Arafah Yasin, meluncurkan program PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat Untuk Generasi Emas). Program itu mendorong swadaya masyarakat untuk mewujudkan akses dan layanan pendidikan anak yang merata. Peluncuran PAUD Emas dilakukan di PAUD Tirta Kenanga, Kelurahan Bongsari, Kota Semarang, Kamis (16/10/2025). Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota sekaligus Bunda PAUD Semarang, Agustina Wilujeng, serta Bunda PAUD Kecamatan se-Kota Semarang. Program PAUD Emas merupakan bagian dari komitmen “Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Setahun Prasekolah” Bunda PAUD Jateng, untuk mendukung visi Ngopeni Nglakoni yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin. Nawal Yasin menyampaikan, PAUD Emas adalah salah satu program unggulan Bunda PAUD, yang berfokus pada pelibatan dan peran aktif masyarakat secara swadaya, untuk pemerataan akses pendidikan anak di Jawa Tengah. Selain itu, peran aktif masyarakat juga diharapkan dapat meningkatkan angka partisipasi anak, untuk belajar di PAUD yang saat ini partisipasinya masih di angka 47,65 persen. “Fokusnya PAUD Emas adalah pemerataan layanan PAUD di Provinsi Jawa Tengah, dengan menggiatkan lagi bagaimana potensi-potensi swadaya masyarakat menjadi satu hal yang penting dalam PAUD Emas,” kata istri Wakil Gubernur Jateng, seusai kegiatan peluncuran PAUD Emas. Ning Nawal sapaan akrabnya menekankan, PAUD Emas juga sebagai wujud implementasi model pengembangan PAUD holistik integratif, yang diatur dalam Perpres No 60/2023, dengan menekankan integrasi aspek pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, perlindungan, dan kesejahteraan anak, secara simultan dan terkoordinasi. Dikatakannya, partisipasi seluruh unsur masyarakat merupakan ciri khas PAUD Emas. Menurut dia, hal itu menjadi kekuatan penting untuk menghadirkan layanan pendidikan anak yang inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi. “Kolaborasi menjadi satu khas, kemudian kedua bagaiaman PAUD Emas ini ikut serta dalam pencegahan stunting dan dipastikan bahwa PAUD Emas ini inklusif dan juga memperjuangkan hak-hak anak tanpa diskriminasi di dalamnya,” tegas Ning Nawal. Pada kesempatan itu, dia mengapresiasi PAUD Tirta Kencana Kota Semarang yang sudah menerapkan prinsip PAUD Emas. PAUD itu sekaligus juga dijadikan sebagai role model bagi satuan PAUD di daerah lain di Jawa Tengah. “Ini menjadi salah satu pilot project PAUD Emas di Provinsi Jawa Tengah, di daerah-daerah lain yang akan mendirikan PAUD Emas bisa belajar di PAUD Tirta Kenanga ini,” ungkap Ketua TP PKK dan TP Posyandu Jateng tersebut. Lebih lanjut, Nawal juga mengajak seluruh elemen, mulai dari pihak kelurahan/ desa, RT dan RW, kader Posyandu, kader PKK, organisasi masyarakat, serta pihak swasta, untuk menghadirkan layanan pendidikan prasekolah bagi anak usia 0-6 tahun. Pada kegiatan tersebut, Nawal Arafah juga berinteraksi hangat dengan anak-anak, serta menyaksikan tarian dan meninjau pameran kerajinan karya siswa PAUD. Selain itu, dia juga menyerahkan bantuan berupa tas dan peralatan sekolah. Sementara itu, Wali Kota sekaligus Bunda PAUD Semarang, Agustina Wilujeng menyatakan, pihaknya akan terus mendukung dan siap berkolaborasi untuk menyukseskan PAUD Emas, serta program Bunda PAUD Jateng lainnya. Komitmen itu dibuktikan dengan adanya PAUD di setiap kelurahan. Menurutnya, kolaborasi dan peran masyarakat sangat penting, agar anak-anak mendapatkan pendidikan yang layak, dan memiliki masa depan yang cerah. “Sesuai dengan idenya Ibu Bunda PAUD Provinsi, harus ada integrasi. Kalau sendiri-sendiri tidak bisa, dan ini harapannya bisa menjadi supporting bagi masa depan anak-anak yang lebih bagus,” ungkap Agustina.***          

News

Taj Yasin: Jawa Tengah Luar Biasa Banyak Penghafal Al-Qur’an Banyak Berkahnya

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maiomen (Gus Yasin) menyebut, momen pelantikan dan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) Pengurus Wilayah Jam’iyyah Mudarasatil Qur’an Lil Hafizhzat (JMQH) Jawa Tengah 2025–2029, sebagai ajang penuh keberkahan. “Berkah buat kita semua bisa bersama orang-orang yang menghafalkan Al-Qur’an, bikin luar biasa,” kata Taj Yasin saat memberikan sambutan di Kampoeng Banyumili, Tuntang, Kabupaten Semarang, Jumat 10 Oktober 2025. Acara tersebut juga dihadiri Ketua TP PKK Provinsi Jateng Nawal Arafah Yasin, Ketua JMQH Pusat Hj. Maftukhah Mannan Minan, dan Ketua JMQH Jateng Hj. Durroh Nafisah S.Ag. “Selamat kepada pengurus wilayah JMQH Jawa Tengah yang dikomandani oleh Ibu Nyai Hajjah Durroh Nafisah. Semoga senantiasa diberi kekuatan dan keberkahan oleh Allah dalam meneguhkan dakwah Al-Qur’an,” ujar Wakil Gubernur yang mendampingi Ahmad Luthfi itu. Menurutnya, kehadiran JMQH membawa semangat baru dalam menjaga nilai-nilai Al-Qur’an di masyarakat. Ia menilai Jawa Tengah istimewa karena memiliki banyak penghafal dan pegiat Al-Qur’an yang tidak hanya membaca, tetapi juga mengamalkan. “Jawa Tengah ini luar biasa, bukan hanya karena banyaknya penghafal Al-Qur’an, tapi juga karena pengurus dan anggotanya mampu jadi paket komplit — bisa membaca, mengajarkan, sekaligus menyebarkan semangat Al-Qur’an,” tutur Taj Yasin. Dalam sambutannya, Yasin mengingatkan bahwa memikul amanah Al-Qur’an bukan hal ringan. Ia mencontohkan Rasulullah SAW yang gemetar ketika pertama kali menerima wahyu hingga ditenangkan oleh Sayyidah Khadijah. “Mendapatkan Al-Qur’an itu memiliki tanggung jawab luar biasa untuk menjaganya,” katanya. “Bahkan sahabat Rasulullah seperti Abdullah bin Ummi Maktum yang tidak bisa melihat, diangkat jadi imam karena hafalannya yang kuat,” imbuh dia. Ia juga menegaskan pentingnya menjaga hafalan dan terus membaca Al-Qur’an setiap hari. “Kalau orang-orang yang punya hafalan Al-Qur’an tidak membacanya tiap malam dan siang, maka akan lupa. Karena itu, JMQH harus jadi garda depan menjaga semangat mengulang dan menghidupkan bacaan Al-Qur’an,” ucapnya. Dalam kesempatan itu, Ketua JMQH Pusat Hj. Maftukhah Mannan Minan juga menyampaikan kabar menggembirakan. “InsyaAllah tahun 2026 kami akan umrah bareng sekitar 1.200-an jamaah hafidz dan hafidzah,” ujarnya, disambut takbir dan tepuk tangan para hadirin.***

News

27 Ribu Anak PAUD Membatik Masuk MURI Pecahkan Rekor Dunia. Bunda PAUD: Ayo Dorong PAUD Jateng Cinta Membatik

SEMARANG – Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Jawa Tengah, Hj Nawal Nur Arafah Yasin, M.S.I, mendorong anak-anak usia dini untuk cinta membantik. Sebab membatik tidak hanya nguri-nguri budaya Jawa, tetapi membiasakan anak untuk cinta kebhinekaan dan mencintai bangsanya. “Selamat hari batik nasional (2 Oktober 2025), dari membatik, setiap motifnya adalah cerita kebhinekaan, dan dari setiap torehan tintanya adalah cinta kepada bangsa,”ucap Ning Nawal, panggilan akrabnya, saat menghadiri Ayo Membantik Bersama Bunda PAUD Jateng, yang diikuti 27 ribu anak PAUD pendidikan NU se-Jawa Tengah, di GOR Jatidiri Semarang, Kamis, 2 Oktober 2025. Begitu pentingnya filosofi membatik, Ning Nawal atas nama Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mengajak anak usia dini (0-6 tahun) untuk mulai diajarkan membatik. Di antaranya dengan menginisiasi bersama muslimat NU Jateng dan pemerintah provinsi Jawa Tengah, mengadakan membatik massal anak PAUD yang memecahkan rekor MURI dengan jumlah terbanyak 27 ribu peserta. “Anak-anak PAUD kita ajari membatik, tidak hanya di GOR Jatidiri, tetapi harus berlanjut dan menjaga kebiasaan di sekolah bersama bapak-ibu gurunya,” imbuh isteri Wahub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) itu. “Tema acara ini adalah Anak PAUD Jateng Cinta Membatik, supaya anak-anak cinta budaya dan menjadi anak solih-solihah,”harapnya. Apa lagi saat ini, tambah Ning Nawal, gempuran budaya asing begitu massif termasuk soal pakaian. Kalau tidak dibentengi dengan cinta budaya bangsa, anak-anak bisa lupa budaya adi luhung milik sendiri. “Mencintai batik kewajiban kita semua. Mengajari anak-anak membatik bisa meningkatkan literasi dan pengalaman langsung. Saya mendorong bunda PAUD se-Jateng untuk mengajak anak cinta budaya batik,” harapnya. Selain cinta batik, Ning Nawal juga titip kepada Bunda PAUD se-Jateng untuk menyosialisakan program PAUD EMAS (PAUD swadaya masyarakat), dan Program SATU DESA DUA PAUD. Bersama Posyandu bisa mengajak orang tua dan anak-anaknya usia 0-6 tahun wajib sekolah satu tahun (pra sekolah). “Melalui PAUD Jateng kami mengajak untuk menyatakan perlunya anak terjaga kesehatanya, gizinya, dan PAUD anti kekerasan dan diskriminasi.” Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hari Batik Nasional kali ini diharapkan dapat memperkuat produksi dan industri batik di 35 kabupaten/kota yang ada di Jawa Tengah. Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, tamu dari negara sahabat mengaku tertarik pada batik, bahkan ingin mengundang guru batik agar mengajar di negara mereka. “Waktu saya mendampingi Bapak Gubernur Ahmad Luthfi menerima tamu dari Kerajaan Malaka, mereka sangat tertarik pada batik dan meminta guru batik dari Jawa Tengah untuk mengajar di Malaysia,” katanya. Harapannya, dari Jawa Tengah akan lahir guru-guru membatik yang dapat menyebarkan ilmunya ke berbagai negara. Ketua panitia, Dr. Hj. Umi Hanik,M.Pd. (Ketua Yayasan Pendidikan Muslimat NU Jateng), mengatakan, membatik massal anak bersama Bunda PAUD ini diikuti 27 ribu PAUD di bawah naungan Yayasan Pendidikan Muslimat NU Jawa Tengah. Sebanyak tiga ribu anak ikut langsung di Jatidiri, 24 ribu turut serta online, di 32 titik, di 29 kabupaten/kota se Jawa Tengah. Besarnya peserta dicatat oleh Rekor MURI sebagai pencetak rekor terbanyak nasional dan dunia.***

Scroll to Top