News

News

Hari Ketiga Longsor Majenang, 6 Korban Ditemukan dan BPBD Jateng-Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian

CILACAP – Hari ketiga usai kejadian longsor di Desa Cibeunying Kecamatan Majenang Kabupaten Cilacap, sebanyak 6 korban ditemukan. Hingga Sabtu 15 November 2025 pukul 14.00 masih ada 14 warga yang belum ditemukan. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, saat ini fokus tim adalah pencarian korban. Dua lokasi pencarian ada di Dusun Tarukahan dan Cibuyut. Pencarian para korban setiap hari dilakukan mulai pagi pukul 07.00, setelah rapat tim gabungan. “Kami masih fokus untuk pencarian korban. Sabtu (15 November 2025), ada 6 yang ditemukan,” kata Bergas. Enam korban yang ditemukan tersebut dalam kondisi meninggal dunia. Kemudian dilakukan identifikasi terkait nama dan asal. Di sisi lain, pihaknya memastikan bahwa bantuan logistik untuk warga yang terdampak longsor tercukupi. Termasuk logistik di dua titik pengungsian. Menurutnya, sebagian warga masih khawatir untuk pulang ke rumah masing-masing. Sebagian besar menumpang sementara di rumah saudara mereka yang ada di desa setempat atau tetangga desa. Adapun terkait jumlah, Bergas menyebut fluktuatif. Lantaran ada yang istirahat malam hari saja sementara kalau siang hari warga ada yang beraktivitas. “Logistik tercukupi. Bantuan dari Dinas Sosial (Jateng) juga sudah turun,” ujarnya. Lebih lanjut, Bergas menghimbau pada warga untuk tetap waspada, terutama yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana. Mengingat saat ini curah hujan masih tinggi. Sebelumnya, Gubernur Ahmad Luthfi mengimbau kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk meningkatkan kewaspadaan terkait ancaman bencana alam yang terjadi di wilayah masing-masing. “Kita imbau masyarakat di daerah lain supaya waspada, terutama daerah-daerah yang di pegunungan dan rawan longsor,” kata Luthfi. Terkait penanganan bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Ahmad Luthfi mengatakan, saat ini prioritas utamanya adalah pencarian korban hilang dan evakuasi warga yang selamat. Tim gabungan dari BPBD kabupaten dan provinsi, TNI, Polri, relawan tanggap bencana, dan seluruh stakeholder terkait saat ini masih terus berusaha menyisir lokasi. “Ini terus berlanjut, beberapa alat sudah diturunkan semuanya. Kita berdoa semoga masih diberikan suatu keamanan atau keselamatan bagi masyarakat yang belum ditemukan,” tuturnya. Di samping itu, bantuan logistik mulai dikirim dan dapur umum sudah didirikan di sekitar lokasi. Tim gabungan di lapangan juga mulai menyiapkan penanganan pasca bencana dan recovery (pemulihan) bagi masyarakat setempat. Sebagaimana diketahui, bencana longsor yang terjadi di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kamis (13/11/2025) malam. Longsor ini menimpa pemukiman warga dan memakan korban jiwa. Total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah. Petugas gabungan bahu-membahu mengerahkan bantuan, untuk mengevakuasi para korban yang tertimbun. Semula 20 orang dinyatakan hilang dan kini berangsur ditemukan. Dalam musibah tersebut, delapan rumah dilaporkan roboh, satu rumah rusak sedang, dan 16 rumah lainnya terancam. Luasan area terdampak mencapai sekitar 6,5 hektare.Upaya pencarian dilakukan oleh berbagai pihak, diantaranya BPBD Jateng, Dinsos Provinsi Jateng, BPBD Kabupaten Cilacap, Basarnas Cilacap, TNI/POLRI, Dinkes, dan Dinsos Kabupaten Cilacap.***

News

20 Warga Masih Hilang, BPBD Jateng Fokuskan Pencarian Korban Longsor Cilacap

CILACAP – Bencana longsor yang terjadi di Dusun Tarukan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Kamis (13/11/2025) malam, menimpa permukiman warga dan memakan korban jiwa. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah bersama pihak terkait, terjun ke lapangan sejak malam kejadian. Petugas gabungan bahu-membahu mengerahkan bantuan untuk mengevakuasi para korban yang tertimbun. Pencarian hingga Jumat terus dilakukan. Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyatakan prihatin dan duka mendalam atas musibah longsor di Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, yang memakan korban jiwa. “Kami menyampaikan bela sungkawa dan keprihatinan yang mendalam atas musibah tanah longsor di Majenang, Cilacap. Saat ini tiga korban telah ditemukan meninggal dunia dan 20 warha masih dalam pencarian,” ungkap Ahmad Luthfi, Jumat, 14 November 2025. Gubernur mengatakan, Pemprov Jateng memberikan perhatian penuh atas musibah longsor di Cilacap. Bersama pihak terkait, Pemprov memfokuskan pada pencarian korban yang belum ditemukan. “Saat ini personel maupun peralatan dan logistik dari Pemprov Jateng sudah diturunkan di sana. Kita bahu membahu melakukan penanganan dan proses evaluasi bersama jajaran pemerintah Kabupaten Cilacap, TNI dan Polri,” ungkap Ahmad Luthfi. Menurut Gubernur saat ini difokuskan pada upaya penanganan kedaruratan bencana. Pemprov juga sudah berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah, TNI, Polri serta pihak-pihak terkait, dalam penanganan evaluasi korban maupun warga terdampak. Hingga Jumat (14/11/2025) pukul 11.00, tiga warga ditemukan meninggal dunia dan 20 orang masih dalam pencarian. Longsor terjadi sekitar pukul 21.00 setelah hujan deras dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Material longsor menimbun permukiman dan menyebabkan penurunan tanah sedalam 2 meter serta retakan sepanjang 25 meter. Kepala Badan Penanggulangan Daerah (BPBD) Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggulangan, mengatakan, total ada 46 jiwa dari 17 kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah. “Saat ini kami fokus pada pencarian korban yang hilang dan tertimbun longsoran tanah. Kita upayakan terus sampai korban ditemukan,” ungkapnya. Dijelaskan, hingga Jumat siang, korban yang ditemukan meninggal berjumlah tiga orang. Tiga warga yang ditemukan meninggal dunia bernama Julia Lestari (20), Maya Dwi Lestari (15), dan Yuni (45). Semua berasal dari Dusun Tarukan. Sebanyak 20 warga masih dinyatakan hilang. Warga yang belum ditemukan 6 orang dari Dusun Tarukan dan 14 orang dari Dusun Cibuyut. Nama-nama korban sudah diidentifikasi dan masuk daftar pencarian tim gabungan. Adapun korban luka berjumlah tiga orang atas nama Maya, Haryanto, dan Andi. Mereka telah dibawa ke RSUD Majenang untuk penanganan medis. Dalam musibah tersebut, delapan rumah dilaporkan roboh, satu rumah rusak sedang, dan 16 rumah lainnya terancam. Luasan area terdampak mencapai sekitar 6,5 hektare. Upaya pencarian dilakukan di antaranya BPBD Jateng, Dinsos Provinsi Jateng, BPBD Kabupaten Cilacap, Basarnas Cilacap, TNI/POLRI, Dinkes dan Dinsos Kabupaten Cilacap. Selain itu, UPT PUPR Majenang, Forkompincam Majenang, ULP Majenang, perangkat desa, komunitas relawan dan warga, juga terlibat aktif dalam penanganan musibah tersebut. Akses menuju lokasi diperlebar menggunakan excavator milik BBWS Citanduy. BPBD Provinsi Jateng dan BPBD Kabupaten Cilacap hingga siang ini, melakukan asesmen lanjutan dan pemantauan lapangan terkait potensi cuaca ekstrem serta kesiapsiagaan TRC PB. Dinas Sosial Jateng juga mengakses bantuan Kemensos bagi keluarga korban. Bantuan Provinsi yang dapat diberikan kepada pihak korban, berupa bantuan tidak terduga (BTT) untuk korban pemilik rumah roboh/rusak atau melalui Program RTLH Disperakim. Dinas Sosial juga sudah mengirim bantuan logistik dan peralatan tidur untuk warga terdampak. Selain itu juga didirikan dapur umum, serta menyiapkan tempat pengungsian yang aman dari longsor.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Nawal Yasin Raih Penghargaan Bergengsi Bunda PAUD Nasional 2025

JAKARTA – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, menerima penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Tingkat Nasional Tahun 2025, kategori Wiyata Dharma Madya dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Penghargaan bergengsi ini diberikan atas dedikasi dan kontribusi Nawal, dalam mendorong peningkatan kualitas layanan PAUD, khususnya dalam implementasi wajib belajar satu tahun prasekolah di Jawa Tengah. Penghargaan diserahkan istri Wakil Presiden RI sekaligus Pembina Solidaritas Perempuan Untuk Indonesia (Seruni) Kabinet Merah Putih, Selvi Ananda Gibran Rakabuming, kepada Nawal Yasin, pada Puncak Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 di The Sultan Hotel and Residence Jakarta, Kamis (13/11/2025). Nawal Yasin menyampaikan, apresiasi tersebut dipersembahkan untuk seluruh Bunda, organisasi, serta insan PAUD di Jawa Tengah. “Alhamdulillah pada hari ini kita mendapatkan apresiasi Wiyata Dharma Madya. Terima kasih atas support dari semua pihak, yang mendukung terselenggaranya PAUD yang berkualitas di Jawa Tengah,” kata dia seusai menerima penghargaan. Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, terutama Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Taj Yasin, serta Dinas Pendidikan, atas berbagai kebijakan yang mendukung program-program Bunda PAUD Jateng. Ning Nawal sapaan akrabnya berharap, penghargaan tersebut dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi Bunda PAUD se-Jateng, untuk terus mewujudkan PAUD berkualitas, holistik, dan integratif, serta terus mendorong partisipasi belajar anak-anak di satuan PAUD. “Harapannya menjadi inspirasi dan motivasi seluruh Bunda PAUD se-Jawa Tengah untuk terus meningkatkan dan menggerakkan partisipasi masyarakat untuk 13 tahun wajib belajar, dan terus memberikan inovasi untuk kemajuan PAUD bermutu, integratif dan holistik,” bebernya. Menurut istri Wakil Gubernur ini, masih banyak tantangan yang dihadapi PAUD di Jawa Tengah. Seperti, belum meratanya akses lembaga PAUD di pelosok desa, kurangnya sarana dan prasarana belajar anak, serta tenaga pendidik. Selain itu, juga ada beberapa isu strategis dalam pendidikan. Di antaranya kekerasan terhadap anak, sikap eksklusivitas, serta kesadaran masyarakat atau orang tua untuk menyekolahkan anak di jenjang PAUD yang mesti lebih didorong. Ditegaskan, dengan spirit Ngopeni Nglakoni, Pemprov Jateng di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, menaruh perhatian serius terhadap kualitas layanan pendidikan anak usia dini. “Sehingga kami memiliki kebijakan dan program, di antaranya Ngopeni Bocah Nglakoni Wajib Satu Tahun Prasekolah. Kita juga memiliki beberapa program untuk menjawab tantangan tadi,” ungkap Nawal, yang juga Bunda Literasi Jateng. Dijelaskan, pihaknya memiliki empat program unggulan. Yaitu Jateng Sayang PAUD (Jateng Semangat Nyokong PAUD), PAUD Emas (PAUD Berbasis Masyarakat), Sedulor PAUD (Siji Desa Loro PAUD), serta Cilukba (Cerita lan Dolanan Karo Bapak). Menurutnya, inovasi program inilah yang menjadi penilaian tim seleksi Kemendikdasmen, sehingga Bunda PAUD Jateng meraih penghargaan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025. “Dari hal-hal itu yang terus kemudian menjadi satu inovasi, sehingga pada hari ini alhamdulillah, Bunda PAUD Jawa Tengah mendapatkan apresiasi Dharma Wiyata Madya,” tandas Ning Nawal. Kegiatan Apresiasi Bunda PAUD Nasional 2025 selain dihadiri istri Wapres Selvi Ananda Gibran Rakabuming, juga Menteri Dikdasmen Abdul Mu’ti, serta seluruh Bunda PAUD Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Kelurahan/Desa penerima penghargaan. Dalam sambutannya, Selvi menekankan peran strategis Bunda PAUD dalam memotivasi anak-anak maupun tenaga pendidik, sehingga kegiatan belajar dan bermain di jenjang PAUD berjalan dengan aman dan nyaman. Dia juga mendorong Bunda PAUD penerima apresiasi, untuk lebih banyak lagi berkontribusi dalam peningkatan kualitas layanan PAUD di daerah masing-masing. “Bunda PAUD yang mendapatkan penghargaan atau apresiasi, ke depannya saya yakin bisa memberikan lebih banyak motivasi, bisa menyebarkan program-program yang baik untuk daerah-daerah lainnya,” pesan Selvi. Dalam kesempatan tersebut, selain Nawal, Apresiasi Bunda PAUD juga diberikan kepada kepada Bunda PAUD Kota Pekalongan Inggit Soraya (Wiyata Darma Madya), dan Bunda PAUD Kabupaten Klaten Fahrani Eka Wahyu (Wiyata Darma Muda).***

News

Gencarkan Investasi, Jateng Raih Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan Pioneer of Economic Empowerment atau pelopor pemberdayaan ekonomi. Penghargaan diterima Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam acara” Indonesia Kita Award” di Yudhistira Grand Ballroom Patra Jasa Office Tower, Jakarta Selatan, Senin malam, 10 November 2025. Penghargaan Pioneer of Economic Empowerment merupakan bukti Pemprov Jateng memperkuat investasi dan menciptakan lapangan kerja, demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Langkah tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk media massa. “Kita bangga Jawa Tengah mendapatkan penghargaan. Ini memberikan semangat bagi kami sebagai pemerintah dan seluruh stakeholder untuk meningkatkan investasi di Jawa Tengah,” kata Ahmad Luthfi usai acara. Berdasarkan data, pertumbuhan perekonomian Jawa Tengah triwulan III-2025 sebesar 5,37% (yoy). Hal ini menunjukkan kinerja ekonomi provinsi pada kepemimpinan Ahmad Luthfi tetap solid, terutama di tengah dinamika ekonomi nasional dan global. Tentu saja semua itu tidak lepas dari peran seluruh stakeholder yang bekerja bersama. “Membangun suatu daerah itu tidak bisa mengandalkan APBD atau PAD, itu hanya 15%. Sedangkan 85% adalah investasi yang datangnya dari dalam maupun dari luar. Oleh karena itu, Provinsi Jawa Tengah mengedepankan kolaboratif government,” ujar Ahmad Luthfi. Pertumbuhan tersebut juga ditunjang oleh realisasi investasi Jateng. Tercatat sampai triwulan III-2025 sudah mencapai Rp 66,13 triliun atau 84,42% dari target Rp 78,33 triliun. Besaran investasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp 29,27 triliun dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 36,86 triliun. “Padat karya menjadi acuan utama untuk mereduksi kesempatan kerja, sehingga secara tidak langsung angkatan pekerjaan di tempat kita hampir 330.000, tertinggi di Pulau Jawa,” katanya. Pemprov Jateng terus berkomitmen menjaga kepastian dan kenyamanan berusaha, memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri, serta menyediakan layanan perizinan yang cepat, transparan, dan berbasis digital. Selain itu, memastikan tersedianya sumber daya manusia yang kompeten melalui pelatihan vokasi, link and match pendidikan-industri, serta program peningkatan keterampilan bagi pencari kerja. Ahmad Luthfi juga terus mendorong pembangunan dan pengembangan kawasan industri. Saat ini ada tujuh kawasan industri eksisting, meliputi Kendal Industrial Park (KEK Kendal), Grand Batang City, Batang Industrial Park, Wijaya Kusuma Industrial Park, Jatengland Industrial Park, Kawasan Industri Candi, dan Bukit Semarang baru (BSB). Tidak hanya itu, seluruh kepala daerah di Jawa Tengah juga didorong untuk membuka kawasan industri atau kawasan ekonomi baru untuk mendukung investasi di wilayah masing-masing. Beberapa daerah seperti Cilacap, Kebumen, Sragen, Semarang, dan lainnya sudah mulai menyiapkan lahan untuk kawasan industri atau kawasan ekonomi baru.***

News

Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Raih Penghargaan Satria Leader Award

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin menerima penghargaan dalam ajang Satria Brand Award 2025. Pada ajang penghargaan itu, Ahmad Luthfi dinobatkan sebagai Satria Pelayan Publik, sedangkan Taj Yasin dinobatkan sebagai Satria Ekonomi Syariah. Secara simbolis, penghargaan itu diterima oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, dan Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dhoni Widianto, di Hotel Padma, Kota Semarang, Jumat malam, 7 November 2025. Sumarno mengatakan, acara yang diselenggarakan Suara Merdeka tersebut untuk memberikan apresiasi kepada berbagai elemen yang telah berkontribusi kepada Jawa Tengah. “Ini tentu saja akan menjadi motivasi. Selain itu juga menjadi inspirasi untuk semua pihak agar lebih banyak lagi berkontribusi untuk Jawa Tengah,” ungkapnya. CEO Suara Merdeka, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan, Satria Brand Award 2025 memberikan penghargaan untuk lima kategori. Pertama, Satria Brand Award untuk merek-merek atau perusahaan ternama di Jawa Tengah. Kedua, Satria Leader Award untuk kepala daerah, legislatif, dan yudikatif yang dinilai kreatif dan inovatif. Ketiga, Satria Cullinary Award sebagai apresiasi bagi kuliner legendaris yang menjadi ikon daerah. Keempat, Community Award untuk Organisasi Masyarakat (Ormas) dan komunitas yang aktif, bermanfaat, dan memiliki anggota terbanyak. Kelima, Satria Edukasia Award untuk kampus dan yayasan pendidikan terbaik, sekaligus mendukung perkembangan perguruan tinggi. Kukrit juga memberi selamat kepada elemen masyarakat di Jateng atas pencapaian pertumbuhan ekonomi triwulan III 2025 pada angka 5,37 persen secara Year on Year (YoY). Sebab, angka tersebut lebih tinggi dari capaian nasional sebesar 5,04 persen.***

News

Sebar NACL, Ini Penampakan Pesawat Modifikasi Cuaca

SEMARANG – Dalam beberapa hari terakhir, pesawat pembawa Natrium Klorida (NaCl) mondar mandir di langit Semarang dan sekitarnya. Pesawat ini menaburkan NaCl untuk memodifikasi cuaca menjadi cerah atau setidaknya mengurangi intensitas curah hujan. Sekali berangkat, setidaknya ada 4 kru yang berada di pesawat tersebut. Kapten dan kru serta dua orang penabur. Sekali sterbang, pesawat bisa membawa 1.000 Kg NaCl. Dalam sebuah video dari BPBD Jateng, sebelum lepas landas maka petugas memasukkan larutan garam tersebut masuk di badan pesawat. bahan yang dibungkus menggunakan puluhan atau bahkan bisa lebih karung berwarna putih itu kemudian ditata di dalam pesawat. Hasil modifikasi cuaca ini sangat dinantikan oleh warga terdampak banjir di Kota Semarang, kabupaten Demak, kendal hingga Pati. Lantaran dalam beberapa hari terakhir curah hujan tinggi. Modifikasi cuaca ini merupakan instruksi Gubernur Ahmad Luthfi. Sejak 27 Oktober lalu ia sudah memerintahkan jajarannya untuk mengurangi intensitas hujan. Hal itu langsung dilakukan oleh BPBD Jawa Tengah yang dikomandoi oleh Bergas C Penanggungan. Namun, satu pesawat ternyata tidak bisa “melawan” awan hujan yang sudah menggantung di langit Semarang dan sekitarnya. “Rekayasa cuaca akan kita tambah satu pesawat. Awan ternyata berasal dari wilayah Solo,” kata Ahmad Luthfi. Dengan tambahan itu maka kini ada dua pesawat yang melakukan tugas modifikasi cuaca. Dengan begitu, harapannya bisa mengatasi bencana banjir yang terjadi di daerah Pantai Utara (Pantura) Jateng. Menurut dia, penambahan pesawat OMC di wilayah Jateng diharapkan dapat mengurangi curah hujan ekstrem penyebab banjir di kawasan Semarang-Demak. Ia menjelaskan bahwa OMC merupakan hasil kerja sama antara Kementerian PU, BRIN, BMKG, BNPB, dan BPBD Jateng yang bertujuan menurunkan potensi hujan lebat di daerah rawan banjir, seperti Kaligawe, Genuk dan Sayung.***

News

Dinsos Jateng Sajikan 3.000 Porsi Makan untuk 1.500 Pengungsi Banjir

SEMARANG – Dapur umum yang didirikan Dinas Sosial Jawa Tengah bersama Kementerian Sosial RI di Kelurahan Tlogosari Kulon, menyiapkan 3.000 pirsi makanan bagi warga terdampak banjir, Kamis 30 Oktober 2025. Layanan dapur umum ini akan beroperasi hingga 5 November, dengan dukungan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan kader PKK. Lurah Tlogosari Kulon, Hananto Lesworo, mengatakan, dapur umum tersebut mulai beroperasi sejak Rabu, 29 Oktober 2025. Dapur itu memasok makanan siap saji untuk sekitar 1.500 jiwa di 23 RW terdampak banjir. “Penyaluran dilakukan melalui para ketua RW atau perwakilan yang datang ke sini, kemudian dibagikan kepada warga terdampak,” ujarnya. Hananto menambahkan, selain di Tlogosari Kulon, warga di Kelurahan Muktiharjo Kidul juga mengalami hal serupa, dengan jumlah terdampak mencapai sekitar 3.000 jiwa. “Di sini Tagana dibantu relawan, pekerja sosial masyarakat, dan ibu-ibu PKK. Mereka yang memasak hingga membungkus makanan. Harapan kami, sinergi ini bisa terus berlanjut di kegiatan lainnya,” tutur Hananto. Dengan komposisi relawan tersebut, dapur umum di Tlogosari Kulon mampu memasak hingga 1.500-3.000 bungkus dalam dua kali jadwal memasak. Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Imam Maskur mengatakan, pendirian dapur umum merupakan bagian dari tugas, guna melayani masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menyalurkan bantuan berupa family kit, kids ware dan kasur lipat hingga bantuan logistik. Bersinergi dengan Kementerian Sosial, dapur umum didirikan di beberapa tempat, seperti di Kantor Dinsos Jateng dan Kantor Kelurahan Tlogosari Kulon. Di tempat ini, Disiagakan Tagana yang bertugas memasak berbagai menu. “Kami siapkan logistik untuk yang terdampak banjir dan kemarin sudah kami distribusikan, kalau total untuk kota Semarang senilai Rp 600 juta, ada beras 4 ton permakanan siap saji termasuk di dalamnya kasur dan lain-lain sudah kami drop,” ungkap Imam.***

News

Pencepat Penyusutan Banjir Kaligawe, Pemprov Jateng Tambah 38 Pompa

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin berupaya keras menangani banjir yang melanda kawasan Kaligawe dan Sayung agar tidak kian parah dan berlama-lama. Bersama Kementerian PU yang diwakili Dirjen Sumber Daya Air, tim Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Gubernur meninjau langsung kondisi lapangan dan memastikan seluruh langkah penanganan banjir berjalan terpadu, Kamis, 30 Oktober 3025. “Ada dua titik yang menjadi atensi kita, yaitu Kaligawe dan Sayung,” kata Ahmad Luthfi di lokasi. Ia menjelaskan, untuk Sayung, pemerintah telah membangun sodetan ke arah Kedompo dari Sungai Dompo yang dimulai dari kawasan Polytron. Sementara untuk Kaligawe, pemerintah menambah jumlah pompa menjadi 38 unit untuk mempercepat penyurutan air. Pompa-pompa itu bekerja memindahkan air dari Kaligawe menuju Kolam Retensi Terboyo. “Kita pompa dari Kaligawe ke Terboyo. Kolam retensi Terboyo itu menampung hampir 6,7 juta meter kubik air,” ujarnya. Dari Kolam Terboyo, air kemudian dialirkan menuju Sungai Dompo, terus ke Babon, hingga akhirnya ke laut. “Dari Kaligawe ke (kolam retensi) Terboyo, terus ke Babon dan ke laut. Ini sudah kita simulasikan dan hari ini eksekusi. Termasuk kita bedah (retensi) Terboyo agar aliran airnya lebih cepat flush, supaya wilayah Kaligawe bisa segera surut,” tegasnya. Selain memperkuat sistem pompa dan sodetan, Ahmad Luthfi mengatakan, Pemprov juga melanjutkan operasi modifikasi cuaca (TMC) untuk mengendalikan curah hujan. “Masih jalan. Untuk modifikasi cuaca, hari ini ditambah satu pesawat di Solo. Jadi sekarang ada dua titik: Solo dan Semarang,” jelasnya. Ahmad Luthfi menambahkan, proyek tanggul laut Semarang–Demak juga terus berjalan dan ditargetkan mulai operasional pertengahan 2026, di bawah pelaksanaan Kementerian PUPR. “Tanggul laut nanti operasional pertengahan 2026, PUPR yang melaksanakan,” ujarnya. Sementara itu, data dari BBWS Pemali Juana menunjukkan, total kapasitas pompa di empat titik utama penanganan banjir. Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru, mencapai 30.360 liter per detik. Dari total itu, terdiri atas 7 unit pompa eksisting, 3 floating pump, dan 28 mobile pump yang bekerja siang malam menyalurkan air ke kolam retensi dan aliran sungai. Kolam Retensi Terboyo sendiri menjadi titik krusial dalam sistem pengendalian banjir di wilayah timur Semarang. Dengan kapasitas hingga 6,7 juta meter kubik, kolam ini berfungsi menampung limpasan dari kawasan Kaligawe sebelum dialirkan ke Sungai Dompo dan Babon. Langkah ini juga disinergikan dengan pengerjaan Sodetan Terboyo sepanjang 137 meter dan lebar 4 meter yang menyalurkan air dari Kaligawe menuju Kolam Retensi Unissula, lalu diteruskan ke Terboyo menggunakan pompa. Proyek dengan anggaran Rp 2,6 miliar ini ditargetkan rampung Desember 2025. Menurut Gubernur, seluruh langkah teknis ini telah disimulasikan bersama tim teknis PUPR dan BBWS agar penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran. “Kita sudah eksekusi di lapangan, sudah jalan. Yang penting air cepat keluar, jalan lancar, dan warga aman,” ungkapnya.***

News

Pastikan Pompa Berfungsi Maksimal, Wagub Taj Yasin Tinjau Rumah Pompa Kali Sringin dan Tenggang

SEMARANG – Terus mengupayakan penanganan banjir bersama gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Meimon (Gus Yasin), meninjau situasi di rumah pompa di Kali Sringin dan Kali Tenggang, Kota Semarang, Senin 27 Oktober 2025. Wagub ingin memastikan pompa-pompa berfungsi dengan baik dan air dapat dibuang ke kolam retensi di kawasan tersevut. Dalam peninjauan, Taj Yasin mengatakan kolam retensi tepatnya di Terboyo dan Sriwulan sudah berfungsi, namun masih belum optimal karena sistem pembuangan air belum dilengkapi pompa. “Memang sudah berfungsi, namun belum maksimal karena saluran pembuangannya belum ada—pompanya belum terpasang,” ujar Taj Yasin didampingi Asisten II Setda Provinsi Jawa Tengah, Kepala Dinas Pusdataru dan Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng serta pengampu terkait. Adapun total pompa yang operasional di Rumah Pompa Kali Sringin serta pompa portable untuk membantu, bekerja menyedot 6.570 liter per second. Ia menjelaskan, persoalan ini telah menjadi pekerjaan rumah sejak Mei lalu. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum untuk mempercepat pengadaan pompa baru. “Kita segera koordinasi dengan Kementerian PU ya untuk mempercepat pengadaan pompa. Setelah itu, kita baru berupaya mencari pompanya, karena pompa milik Pemprov maupun BBWS saat ini sudah difokuskan untuk menyedot air di darat agar bisa dibuang ke laut,” jelasnya. Menurutnya, apabila kondisinya belum tertangani dengan baik maka opsi meminjam pompa tambahan dari daerah sekitar Kota Semarang seperti Demak. “Kalau memang sangat dibutuhkan, kita bisa minta bantuan dari Demak atau daerah tetangga untuk meminjam pompa tambahan agar air bisa segera dibuang ke laut,” tambahnya. Lebih lanjut, Wagub menyebutkan kolam retensi sudah mampu menampung air hujan, namun pengendaliannya masih harus ditingkatkan. Saat ini, pompa belum dioperasikan karena intensitas hujan masih tinggi. “Kekhawatiran kita, jika air ini disedot terlalu cepat, justru bisa menyebabkan luapan di Sungai Tenggang. Karena itu, saya sudah memerintahkan tim dari Pusdataru dan BPBD untuk mencari bantuan pompa tambahan di pintu keluar kolam resapan menuju laut,” ungkapnya. Berdasarkan data BBWS Pemali Juana, total kapasitas pompa yang dikerahkan di empat titik utama penanganan banjir di Kota Semarang — Sringin, Terboyo, Tenggang, dan Pasar Waru — mencapai 30.360 liter per detik. Di Rumah Pompa Sringin, terdapat dua pompa eksisting dan dua pompa hasil peremajaan berkapasitas masing-masing 2.000 liter per detik, serta satu pompa apung berkapasitas serupa, dengan total 10.000 liter per detik. Untuk kawasan Terboyo, penanganan dilakukan oleh sejumlah BBWS dengan total kapasitas 6.570 liter per detik, termasuk dukungan dari BBWS Serayu Opak, Cimanuk Cisanggarung, Bengawan Solo, Brantas, dan Ciliwung Cisadane. Sementara itu, di Kawasan Kali Tenggang, tersedia pompa eksisting dan pompa apung berkapasitas besar ditambah bantuan mobile pump dari Dinas Pekerjaan Umum Kota Semarang, dengan total 10.250 liter per detik. Adapun di Pasar Waru, pengendalian dilakukan dengan satu pompa eksisting berkapasitas 2.000 liter per detik, satu pompa submersible, serta beberapa mobile pump dari DPU Kota Semarang, dengan total kapasitas 3.540 liter per detik.***              

News

Tangani Banjir, Wagub Taj Yasin: Kerahkan Pompa 6000 Lps, Tanggul Laut, hingga Budaya Buang Sampah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menegaskan, untuk menangani banjir yang melanda Kota Semarang dan Demak beberapa hari terakhir, pihak Provinsi Jawa Tengah telah bekerjasama berbagai pihak terkait menerjunkan tim untuk mengerahkan pompa penyedot air dan bantuan logistik ke masyarakat terdampak. Hasilnya, genangan air di jalan pantura maupun di lingkungan penduduk mulai surut. Pemprov juga sudah membuat dapur umum dan mendistribusikan makanan kepada masyarakat terdampak dan sopir yang terjebak banjir di jalan. “Kami hari ini (26 Oktober 2025) juga masih melakukan penanganan banjir di Semarang dan sekitarnya. Kami terus lalukan percepatan dan koordinasi melalui dinas, juga koordinasi dengan Kabupaten Demak, kota Semarang dan Pusat,” kata Wagub, saat live streaming soal banjir bersama CNN, Minggu (26 Oktober 2026). Meski begitu, Wagub mengakui hasilnya masih berproses karena ada beberapa unit pompa di sungai Kaligawe, Sringin, Kali Tenggang yang masih dalam perbaikan. Sehingga hasilnya belum bisa masif. Namun pemprov sudah mengerahkan 8 unit pompa. Di sungai Kaligawe pemprov mengerahkan pompa portabel mobile 250-2000 lps (liter per second/detik). Selain itu juga memperbaiki rumah pompa di Kali Tenggang. Jika sudab berfungsi, kata Taj Yasin, bakal ada rumah pompa berkapsitas 6000 lps (6000 liter per detik). Sehingga mampu membuang genengan banjir lebih cepat. “Minta maaf kepada masyarakat Demak, Genuk kota Semarang, dan pelaku jalanan (yang terdampak banjir). Kami sudah lakukan percepatan-percepatan, tapi memang belum masif. Tapi insyaa Alloh akan ada rumah pompa di Kali Tenggang berkapasitas 6000 lps yang mampu membuang genangan air lebih cepat,”imbuhnya. Taj Yasin menyampaikan, untuk bajir yang melanda RS Sultan Agung dan Universitas Sultan Agung, pihaknya sudah mengajak untuk mencari solusi. Dari data yang masuk, untuk kawasan industri Terboyo cukup aman. Hanya perlu evakuasi pegawai saat bekerja. “Dapur umum di kelurahan sudah (kami) disediakan, juga alat berat (untuk mengeruk sungai). Kami pantau bersama BBWS, kami pantau pompa di Sungai Tenggang dan Sringin agar dioptimalkan,”ucapnya. Pihaknya juga sudah melakukan pemantauan kepada BMKG. Dilaporkan bulan Oktober ini curah hujan memang sangat cepat (tinggi). Untuk modifikasi cuaca, menurutnya juga tidak bisa mengurai semua wilayah. Solusi lain atasi banjir dan rob, menurut Wagub adalah percepatan tanggul laut (baik giant sea wall maupun hybrid sea waal). Dari koordinasi dengan Kementerian PU, tanggul laut pesisir utara Semarang dan Demak akan berfungsi bulan Desember. “Solusi berikutnya seperti masukan para ahli, adalah budaya buang sampah masyarakat dan perbaikan drainase. Alhamdulilah pembuangan sampah di kota Semarang sudah mulai baik. Di kawasan atas (Semarang atas) juga perlu penanganan, utamanya penanaman pohon. Memang kita tidak bisa meminta petani tidak menanam singkong,”jelasnya. Akibat banjir yang terjadi, tambah Gus Yasin, ada 25 ribu KK atau 46 ribu jiwa yang terdampak di Kaligawe Semarang dan Kabupaten Demak. Meski wilayahnya tergenang, mereka belum mau dievakuasi oleh petugas. “Belum ada yang mau dievakuasi atau mengungsi, mereka pilih bertahan. Tapi Dinsos sudah menyiapkan opsi, penyiapan dapur umum, dan antisipasi ketika ada kepadatan lalu lintas yang menyebabkan kemacetan (kami minta bantuan polisi lalu lintas), kami juga bantu makanan untuk para sopir (yang terjebak banjir),”tambah Yasin. Dari pantauan langsung Sabtu malam (25 Oktober 2025), genangan air di jalan Kali Gawe (depan RS Unissula) hingga Sayung (depan Polytron) sudah mulai surut. Air di jalan pantura depan Polytron tinggal setengah ban mobil. Sehingga mobil kecil dan sepeda motor sudah berani lewat. Baik dari Semarang arah Demak maupun sebaliknya. Namun untuk jalan Kaligawe belum direkomendasikan untuk mobil kecil karena masih banyak lubang dengan air yang dalam. Sebelumnya, gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyampaikan, seluruh dinas dan stakeholder terkait telah diturunkan untuk menangani banjir di Kota Semarang dan Kabupaten Demak sejak hari pertama. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi Penanggungan, mengatakan, langkah cepat sudah dilakukan tim gabungan BPBD Jateng, BPBD Kota Semarang dan Kabupaten Demak, serta relawan, TNI, Polri, dan masyarakat di lapangan. Dapur umum sudah disiapkan, bantuan logistik juga sudah distribusikan. Kepala Pusdataru Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, menjelaskan, total ada 8 pompa yang dikerahkan sampai Jumat, 24 Oktober 2025. Delapan pompa tersebut diperkirakan dapat menyedot air hingga 1.900 liter per second dan aktif selama 24 jam. Satu pompa di sekitar Kali Tenggang, dua pompa di Terboyo dan tiga pompa di Kali Sringin. ***            

Scroll to Top