News

News

Nawal Yasin Lantik Ketua PKK dan Posyandu se-Jawa Tengah

SEMARANG – Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posnyadu Provinsi Jawa Tengah, Ny Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I. melantik sekaligus meresmikan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu se-Jawa Tengah untuk Masa Jabatan 2025-2030. Pelantikan dilakukan di Gradika Bhakti Praja, Komplek Gubernuran Jl. Pahlawan Semarang, Senin, 24 Februari 2025. Hadir 35 Ketua Tim Penggerak PKK – Ketua Tim Pembina Posyandu dari 35 kabupaten/kota. Mereka umumnya dari isteri bupati/walikota, dan sebagian suami bupati/walikota, suami/isteri wakil bupati/walikota, suami/isteri Sekda Kabupaten / Kota Nawal Yasin, panggilan akrabnya saat memberikan sambutan menyampaikan selamat kepada seluruh Ketua Tim Penggerak PKK dan Tim Pembina Posyandu 2025 – 2030. Semoga pengurus baru bisa memberikan dedikasi yang terbaik untuk masyarakat bangsa dan negara. “Karena itu isu-isu strategis harus kita perhatikan, permasalahan urgent adalah kemiskinan. Kemiskinan kita sudah turun di tahun 2024 menjadi 9.5 persen. Jumlah absolutnya masing tinggi yaitu 3,5 juta orang, Kedepan harus kita perjuangkan untuk lebih rendah lagi,” kata Nawal Yasin di depan Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyand se- 35 kabupaten/kota. Tak boleh tidak, katanya, PKK harus menurunkan angka kemiskinan tersebut. Terlebih lagi kemiskinan ini lebih banyak di alami perempuan kepala keluarga (KK) dan anak kepala keluarga (KK). “Selain itu, kita juga harus menurunkan angka stunting, dengan program peningkatan gizi melalui Posyandu Ketuk Pintu dan lainya untuk berkomunikasi langsung kapada masyarakat.” Isu lain yang harus ditangani adalah masih tingginya kasus perempuan dan anak. Jawa Tengah pada posisi nomor dua setelah Jakarta. Data dinas PA menyebutkan angka kekerasan 1.019 korban dan angka kekerasan terhadap anak 1349 kasus. Belum lagi kasus tidak pidana perdagangan orang (TPPO). Untuk mengatasi isu-isu tersebut menurut Nawal Yasin peran PKK dan Posyandu sangat penting. Dalam peraturan baru Permendagri No 13 tahun 2024 menyebut Posyandu lembaga kemasyarakatan setara dengan TP PKK. Kini, Posyandu tidak hanya melayani kesehatan bayi ibu dan anak. Tapi bisa lebih luas lagi dalam melayani masyarakat. “Kepada para Ketua TP PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu kabupaten/kota, saya nderek nitip, untuk memperkuat kelembagaan TPP PKK dan Posyandu sampai kelurahan. Khusus untuk PKK, saya harap tidak mengganti pengurus baru 100 persen supaya tidak dari nol lagi,” pesannya. Ibu Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen ini juga berpesan agak PKK memiliki program dalam meningkatkan kapasitas pengurus dan kader PKK. Lalu mampu menyusun program kerja sendiri. Tidak serta merta copast dari program pusat. “Kami juga punya porogram yang bisa dikembangkan, diantaranya posyandu ketuk pintu untuk mengurangi resiko negatif bagi keluarga, Pandu Cinta, PAAREDI, Kader Perunggu yaitu paralegal rumah perlindungan bagi perempuan dan anak tingkat kecamatan. Semua bisa dikerjasamakan dengan NGO dan organisasi yang sudah memiliki paralegal. Lalu ada program Rabu Pon, satu rumah menanam satu pohon, PKK Tangguh Bencana dan lainya.” “Kita terbuka dengan pandangan, usulan, kolaborasi dan bekerjasama untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera. Saya memohon dukungan untuk menyukseskan TP PKK di daerah masing-masing. Harapan dan doa bersama semoga Allah meridhoi kegiatan kita yang bermanfaat dan barokah,”ucapnya.(*)

News

Hari Pertama Masuk Gubernuran, Banyak ASN Sumringah Lihat Gus Yasin “Comeback”

SEMARANG – Jumat , 21 Februari 2025, adalah hari pertama Gus Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menginjakkan kaki kembali ke Kantor Gubernuran Jl Pahlawan Semarang. Welcome Back, Gus!  Setahun lebih, sejak purna September 2023, Gus Yasin meninggalkan Kantor Gubernur dan Rumah Dinas Wakil Gubernur Menjadi rakyat biasa. Namun pada gelaran pilkada 27 November 2024, Putra Mbah Maimoen Zubair itu terpilih kembali. Menjadi Wakil Gubernur kedua kalinya. Mendampingi Gubernur Ahmad Luthfi, Masa Jabatan 2025-2030. Tiba di bandara pukul 09.00 WIB dari pelantikan di Jakarta, suami Nawal Yasin itu langsung meluncur Jalan Pahlawan. Turun di halaman Kantor Gubernur, Gus Yasin langsung disambut para staf. Lalu masuk dan naik lift  hingga ruang kerjanya.  “Alhamdulilah ketemu lagi Mas, setahun lebih kita tak jumpa,” ucap Gus Yasin di dalam lift kepada para ajudan dan staf.  “Jih Pak Wagub, lama sekali menahan kangen, alhamdulilah ya Allah, akhirnya ditakdirkan bertemu kembali,” jawab sejumlah staf.  Setelah keluar lift lalu masuk ruangan. Para staffpun berebut bersalaman. Dari sorot matanya tampak sumringah. Pimpinan yang dulu dicintainya kembali lagi. Padahal Gus Yasin sudah hampir meninggalkan kantor gubernur sangat lama. Sebab dia terpilih menjadi Anggota DPD RI pada Pileg 2024. Dengan suara terbanyak 3,8 juta. Tinggal pelantikan, namun dia harus maju lagi nyalon Wakil Gubernur bersama Ahmad Luthfi.  “Kalau sudah taqdir, kita tetap dipertemukan  lagi ya Gus,” ucap sejumlah staf sambil salaman. Setelah bersalaman, Gus Yasin masuk ruang kerja. Melihat-lihat ruangan tempat dulu mengabdi. Masih tetap sama. Bersih dan Rapi.  Tak lama di ruang kerjanya, segera ganti baju untuk Rapat Paripurna bersama DPRD Jawa Tengah di Gedung Berlian. Maklum, pagi itu Gus Yasin  baru tiba dari Jakarta. Ikut Pelantikan Serentak oleh Presiden Prabowo, bersama 961 Kepala Daerah setanah air.  Setelah siap langsung berjalan kaki menuju Gedung Berlian di sebelahnya. Lalu naik lantai 4 untuk rapat paripurna perdana. Sepanjang jalan para ASN yang dulu dekat pada menyambut. Sumringah. Bukan rahasia lagi, Gus Yasin disuka para ASN sejak periode pertama. Orangnya kalem, sopan, dan memberi teladan kesolehan. Sering bersarung dan berpeci setiap berdinas. Bahkan banyak ajudan dan ASN yang akhirnya menyesuaikan. Ikut pakai sarung dan peci.  “Kalau ada ulama yang jadi Umaro, rasanya adem di lingkungan kerja, dulu sempat saya tangisi waktu purna Periode pertama,” kata seorang ajudan.  Begitupun para pimpinan dan Anggota DPRD. Rata-rata senang Gus Yasin kembali jadi Wakil Gubernur. Satu persatu yang berpapasan minta salaman. Berpelukan. Maklum diantara Wakil Rakyat itu, dulu adalah teman Gus Yasin saat dia menjadi Anggota DPRD Jawa Tengah.  Di ruang tunggu VIP, sudah menunggu Gubernur Ahmad Luthfi dan Ketua DPRD Sumanto. Bersama sejumlah unsur pimpinan dewan. Dua pimpinan Jawa Tengah inipun berangkulan lama. Saling memeluk erat. Mata Ahmad Luthfi dan Gus Yasin berbinar. Lalu mereka pindah masuk ruang paripurna. Menyapa Anggota Dewan yang sudah siap. Semuanya bergantian bersalaman dan berswafoto. Benar-benar pasangan yang menyatu dengan Wakil Rakyatnya.  “Ketemu lagi ya Gus, kalau sudah taqdir tidak akan kemana,” celetuk para wakil rakyat. Sebuah pesan pengharapan.  Gubernur dan Wakil naik podium. Duduk bersama Ketua Dewan dan unsur wakil pimpinan. Laku acara paripurna dimulai. Dengan agenda inti pidato perdana Gubernur Terpilih Ahmad Luthfi. Sedikitnya ada 136 program dan janji kampanye disampaikan. Ada 11 program kerja prioritas, ada lima tahap roadmap pembangunan, program aksi, program intervensi, dan lainnya. Muhammad Farchan Anggota DPRD Jawa Tengah Komisi B menyampaikan bahwa sambutannya Pak Gubernur, menukik pada masalah pokok Jawa Tengah.***

News

Gus Yasin Diantar oleh Relawan dari Santri Gayeng Nusantara (SGN)

Pelantikan tersebut berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 20 Februari 2025, pukul 10.00 WIB, yang dipimpin langsung oleh Presiden RI Prabowo Subianto. Ketua SGN Jawa Tengah, KH. M. Chamzah Hasan, menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan keduanya akan membawa kebaikan bagi Jawa Tengah. “Kami yakin, dengan kepemimpinan Pak Ahmad Luthfi dan Gus Taj Yasin, Jawa Tengah akan semakin maju, religius, dan sejahtera. Sinergi antara ulama, santri, dan pemerintah harus terus diperkuat untuk membangun daerah yang lebih bermartabat,” ujarnya. Senada dengan itu, Sekretaris SGN Jawa Tengah, H. Ahmad Khotib, menegaskan bahwa kehadiran Gus Taj Yasin, yang kembali terpilih sebagai Wakil Gubernur dan juga merupakan Panglima Santri Gayeng Nusantara, menjadi kebanggaan tersendiri bagi kalangan santri.  “Kami berharap kepemimpinan ini dapat menjadi teladan dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kesejahteraan masyarakat. SGN siap bersinergi untuk membangun Jawa Tengah yang lebih baik,” katanya. SGN Jawa Tengah menegaskan komitmennya untuk terus mengawal jalannya pemerintahan Luthfi-Yasin, sejalan dengan visi kepemimpinan baru yang mengusung slogan “Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah” itu.  “Santri tidak hanya bagian dari sejarah, tapi juga masa depan.” tutup KH. M. Chamzah Hasan. Dalam prosesi pelantikan tersebut, 962 kepala daerah diambil sumpahnya secara serentak, terdiri dari 33 Gubernur dan Wakil Gubernur, 363 Bupati dan 362 Wakil Bupati, serta 85 Wali Kota dan 85 Wakil Wali Kota. Kehadiran para pemimpin baru ini diharapkan dapat membawa perubahan positif bagi daerah masing-masing, termasuk Jawa Tengah yang kini berada di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Gus Taj Yasin. (Red/Mat)***

News

Kolaborasi Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Tancap Gas Bangun Jawa Tengah

SEMARANG – Ahmad Luthfi dan Taj Yasin resmi dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2025-2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan di Jakarta pada Kamis, 20 Februari 2025. Mulai hari ini, menjadi tonggak sejarah bagi pemerintah Provinsi Jawa Tengah karena memiliki kepala daerah baru. Dengan visi “Jawa Tengah sebagai Provinsi Maju yang Berkelanjutan untuk Menuju Indonesia Emas 2045”, kepemimpinan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin akan membawa 6 misi, 11 program program prioritas, 22 program intervensi, 61 program aksi, dan 42 program taktis. Program prioritas merupakan program unggulan yang menjadi penopang utama keberhasilan pencapaian visi misi. Sebanyak 11 program prioritas yang akan diusung oleh Ahmad Luthfi dan Taj Yasin meliputi: Melahirkan Pemerintahan yang Good Clear Government dan Collaborative Governance melalui peningkatan kesejahteraan, Profesionalitas dan kualitas ASN dan Perangkat Desa. Pesantren Obah melalui Penambahan Dana Pengembangan Pesantren. Melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim. Desa maju dan berdaya melalui pembangunan lumbung kesejahteraan, produk unggulan go internasional, Sistem Informasi Desa (SID), dan Tim Tanggap Bencana. Pembangunan Infrastruktur melalui Permukiman Layak Huni melalui 1 KK 1 rumah layak huni, Pengembangan Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan, dan Gelanggang Olah Raga Internasional. Penanggulangan Bencana dan keberlanjutan Lingkungan melalui Mageri segoro untuk mengamankan garis Pantai. Pupuk mudah bagi petani, subsidi solar bagi nelayan dan ketersediaan day care untuk buruh di Kawasan Industri. Moderasi Beragama dan wawasan kebangsaan melalui penguatan regulasi, pendidikan dan pelatihan. Pelayanan kesehatan yang paripurna melalui asuransi kesehatan gratis bagi warga miskin. ⁠⁠Taruna karya mandiri melalui program kartu zilenial untuk membuka lapangan kerja. Pendidikan yang berkualitas dan merata melalui peningkatan kesejahteraan guru, pengajar agama dan beasiswa untuk siswa miskin, guru, Santri, penghafal quran, untuk sekolah ke dalam dan luar negeri bagi yang berprestasi. Sebanyak 11 program prioritas itu akan diterjemahkan dengan berbagai program aksi yang lebih rigit. “Peran gubernur sebagai wakil pemerintah pusat, maka visi kita harus sejalan, tidak saja keselarasan perencanaan pembangunan antara pemerintah pusat dan Provinsi Jawa Tengah, namun juga fungsi koordinasi dan supervisi yang lebih intens akan saya lakukan bersama kabupaten/kota bahkan desa,” kata Ahmad Luthfi dalam suatu kesempatan. Keberhasilan program-program itu, lanjut mantan Kapolda Jateng ini, juga butuh partisipasi masyarakat. Menurut dia, partisipasi politik tidak saja berhenti setelah Pilkada. Justru lebih penting adalah berpartisipasi selama lima tahun ke depan. “Kami membutuhkan masyarakat Jawa Tengah untuk bersama-bersama bekerja membangun Jawa Tengah,” kata dia. Menurut dia, pemerintah dan masyarakat merupakan tim, sehingga perlu bergandengan tangan untuk bekerja sama-sama. “Tegur kami jika kami salah, hal ini untuk mencapai Jawa Tengah yang sejahtera, maju berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045. Kritik yang konstruktif kita perlukan. Seperti jamu meski pahit tapi menyehatkan. Kita akan ciptakan ruang publik untuk hal itu,” ucapnya. Adapun Taj Yasin menyatakan, siap berkolaborasi dengan Ahmad Luthfi dengan baik guna mewujudkan visi dan misi. “Wagub itu fungsi utamanya adalah membantu Pak Gubernur. Maka saya akan selalu kolaborasi menyesuaikan penugasan-penugasan yang diberikan oleh Pak Gubernur,” ucap pria yang akrab disapa Gus Yasin ini. Kolaborasi yang dimaksud, lanjut dia, membagi tugas dan menjalankan peran masing-masing untuk melayani masyarakat. Gus Yasin juga berharap, untuk mewujudkan program-program yang disusun, butuh dukungan dari masyarakat. Ia menyebut, kemenangan Luthfi-Yasin ini kemenangan rakyat Jawa Tengah. “Jadi kembali kepada masyarakat untuk berperan. Karena Jawa Tengah ini milik masyarakat. Mari bersatu padu membangun. Kami sudah punya program, mari disambut dan dukung bersama sehingga bisa terlaksana dengan baik,” ujar dia. Gus Yasin juga mempersilahkan masyarakat memerikan masukan dan saran sebanyak-banyaknya kepada kami. “Kami ini pelayan masyarakat, bukan yang harus dilayani. Tentu kami akan membuka telinga lebar-lebar agar terjadi check and balance dalam memimpin,” kata dia. ***

News

Dilantik Dua Jam, Sah! Luthfi-Yasin Resmi Pemimpin Jawa Tengah 2025-2030

JAKARTA – Ahmad Luthfi dan Gus Yasin (Taj Yasin Maimoen), akhirnya resmi menjadi pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah Masa Jabatan 2025-2030.  Keduanya resmi menjadi pemimpin Jawa Tengah setelah dilantik Presiden RI Prabowo Subianto, di Istana Negara Jakarta, Kamis pagi Pukul 10.00 WIB, 20 Februari 2025. Keduanya ikut berpanas-panasan selama dua jam bersama 481 pasang Kepala Daerah.  Pemimpin Jawa Tengah lima tahun kedepan, yang punya slogan Ngopeni dan Nglakoni Jawa Tengah itu, dilantik serentak bersama 481 pasangan kepala daerah se tanah air.  Baik pasangan Gubernur-Wakil Gubernur, pasangan Bupati-Wakil Bupati, dan Walikota-Wakil Walikota. Total ada 962 Orang kepala daerah yang dilantik. Terdiri atas 33 Gubernur dan 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati dan 362 Wakil Bupati, 85 Walikota, dan 85 Wakil Wali Kota.  Mereka dilantik secara bersamaan. Pelantikan terbesar dalam sejarah. Menandai komitmen kuat pemerintah dalam menciptakan pemerintahan daerah yang lebih efektif, efisien, transparan, dan berorientasi kepada pelayanan publik. Sebelum pelantikan, para Kepala Daerah terlebih dahulu mengikuti prosesi kirab dari Monumen Nasional untuk menuju Istana Merdeka Jakarta. Ahmad Luthfi dan Gus Yasin, begitu kompak mengikuti prosesi pelantikan. Termasuk baris berbaris bersama Kepala Daerah yang lain.  Keduanya mengikuti rangkaian acara dengan khidmat. Mulai menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, pembacaan Keputusan Presiden untuk pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur, atau pembacaan Keputusan Menteri untuk pelantikan Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota.  Luthfi-Yasin juga bersemangat mengikuti pengucapan sumpah/janji jabatan yang dipandu oleh presiden. Lalu berlanjut pada penandatanganan berita acara pengucapan sumpah/janji jabatan.  Keduanya juga mengikuti pemasangan tanda pangkat jabatan, penyematan tanda jabatan, dan penyerahan Keputusan Presiden untuk pelantikan Hubernur dan Wakil Gubermur. Setelahnya kompak mengikuti kata-kata pelantikan oleh presiden. Dan terakhir penandatanganan Pakta Integritas sebagai pemimpin Jawa Tengah.  Hingga pukul 11.30 Wib, pelantikan baru selesai. Di bawah terik matahari, Ahmad Luthfi dan Gus Yasin keluar dari istana. Jalan kaki sejauh 700 an meter menuju mobil parkir di Tugu Monas. Berdesakan dengan Kepala Daerah lainya.  Ahmad Luthfi keluar lebih dulu menggandeng tangan putrinya. Disusul Gus Yasin dan Nawal Arafah Yasin Keduanya pisah di parkiran menuju tempat istirahat.  Dalam amanat pelantikanya, presiden Prabowo mengatakan, pelantikan serentak adalah momen bersejarah pertama kali di Indonesia. Ini menunjukkan besarnya bangsa Indonesia.  “Ini adalah momen bersejarah pertama kali di negara kita kita lantik 33 Gubernur, 33 Wakil Gubernur, 363 Bupati, 362 Wakil Bupati, 85 Wali Kota, 85 Wakil Wali Kota dengan total 961 Kepala Daerah dari 481 daerah dilantik serentak di Istana Merdeka oleh kepala negara,” kata Prabowo usai pelantikan.  Dalam arahannya kepada ratusan kepala daerah tersebut, Prabowo menyebut meskipun 961 kepala daerah yang dilantik ini berasal dari berbagai parpol yang berbeda, suku dan agama yang beda. Namun, seluruhnya harus mengabdi penuh atas nama rakyat Indonesia. “Saya ingin ingatkan atas nama negara dan bangsa Indonesia bahwa saudara dipilih, saudara adalah pelayan rakyat, aaudara adalah abdi rakyat, saudara harus bela kepentingan rakyat,” ucapnya.***

News

Sebelum Berangkat Pelantikan, Gus Yasin Minta Doa Restu Mertua

Putra Kesayangan Mbah Maimoen Zubair, ulama besar kharismatik itu, akan dilantik menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah Masa Jabatan 2025-2030, bersama Gubernur Ahmad Luthfi.  Hari spesial itu bahkan disiapkan sehari sebelumnya. Gus Yasin bersama anak isteri dan keluarga besar dari orang tua sudah menginap di Wisma Provinsi Jawa Tengah di Jl Samarinda Jakarta.  Habis subuh, Gus Yasin dan keluarga besar sudah persiapan. Sebab berangkat ke Monas dan istana kepresidenan tidak boleh lewat pukul 06.30 WIB. Habis sarapan sebentar bersama keluarga besar di lobby Wisma, lalu sungkem kepada Ayah Mertua laki-laki dan perempuan. Karena keperluan di tempat lain, keluarga besar Gus Yasin dari Sarang Rembang tidak berkesempatan hadir dan menunggu Adiknya di Sarang Rembang.  Namun keluarga besar Cirebon, dari orang tua Nawal Yasin rawuh semua. Ada mama dan papa, ada saudara kandung berikut anak-anaknya. Paling spesial lagi, Gus Wagub memboyong empat putra-putrinya juga.  “Mohon doa restu Bapak-Ibu, anak-anak dan keluarga besar semua, semoga pelantikan berjalan lancar dan diberkahi Allah SWT,” ucap Gus Yasin.  Setelah minta doa restu sang mertua, Gus Yasin melakukan sesi foto di Lobby Wisma Pertama foto sendiri, lalu bersama sang isteri, dan dilanjutkan bergantian dengan keluarga.  Tak ketinggalan foto bersama para punggawa Santri Gayeng Nusantara (SGN). Ada Gus Hamzah yang juga Ketua Tim Pemenangan Gus Yasin, juga para santri dan penderek. Santri Gayeng Nusantara SGN adalah Ormas besutan Gus Yasin sejak menjadi Wagub periode pertama bersama Gubernur Sebelumnya.  Setelah sesi foto, keluarga mengantar Gus Wagub berangkat ke Monas. Rombongan tiba pukul 07.00 Wib. Setelah Gus Yasin bertemu Ahamd Luthfi, pengantar menunggu di luar Monas karena tidak di perkenankan untuk masuk. ***

News

Ahmad Luthfi-Gus Yasin Tiba Lebih Awal di Monas untuk Pelantikan

Keduanya sudah tiba di Monas pukul 07.00 WIB, bersama pasangan kepala daerah lainya. Termasuk rombongan yang pertama tiba.  Ahmad Luthfi tiba lebih dulu. Lalu disusul  Gus Yasin. Menunggu persis di dekat tugu Munas, Ahmad Luthfi langsung menyambut koleganya itu. Keduanya bertemu lalu bersalaman. Berpelukan hangat. Penuh tawa kegembiraan.  “Selamat Gus, kabar baik ya Gus,” sapa Mantan Kapolda Jateng itu, sambil berpelukan. Gus Yasin menyambutnya dengan suka cita.  Keduanya tampak ganteng dan gagah. Mengenakan pakaian resmi gubernur-wakil gubernur khas warna putih. Dengan topi ciri khas kepala daerah di kepala.  “Ayo sini foto-foto dulu. Aku kok mesake lek ndelok wajah-wajah wong Jawa Tengah nang kene (Saya kasihan kalau lihat wajah-wajah orang Jawa Tengah di sini. Red),” gurau Ahmad Luthfi, di depan tim dari Semarang. Ada Ketua Tim Transisi Zulkifli Gayo, Muhammad Isnaeni, Beny Tan dan Berty.  Menemani Ahmad Luthfi adalah putri tersayangnya Sarah Aulia (27th) Sementara Gus Yasin menggandeng isteri tercintanya Ny. Hj, Nawal Arafah Yasin M.S.I. Baik Putri Ahmad Luthfi maupun Nawal Yasin tampak anggun. Mengenakan pakaian kebaya adat Jawa.  Setelah bercengkerama beberapa saat, keduanya berjalan kaki 100 meter menuju gate (pintu masuk) lokasi kumpul seluruh kepala daerah. Gate dijaga super ketat oleh petugas. Hanya pasangan Kepala Daerah dan Suami-Isterinya saja yang boleh masuk. Itupun harus membawa undangan resmi. Handphone dan barang lainya tidak boleh dibawa.  Di dalam gate Monas itulah, para Kepala Daerah mempersiapkan diri untuk melakukan kirab menuju istana kepresidenan. Berjarak sekitar 700 meter mereka akan berjalan kaki. Kecuali isterinya akan diantar naik armada. Pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto tepat pukul 10.00 WIB Panitia mengumumkan, selama duduk di dalam gate Monas dan prosesi pelantikan, setiap pasangan Kepala Daerah akan diambil fotonya. Sehingga seluruh media dan tim masing-masing kepala daerah tidak di perkenankan masuk.  Hingga pukul 08.30 Wib, rombongan kepala daerah masih terus berdatangan ke Monas. Setelah menurunkan rombongan, mobil pengantar langsung diputar balik keluar Monas. Masih ada waktu dua jam untuk dimulai pelantikan pukul 10.00 WIB. Komplek Tugu Monas pun penuh lautan manusia. ***

News

Cek Kesehatan Sebelum Dilantik, Dokter Nyatakan Kondisi Gus Yasin Prima

JAKARTA – Untuk memastikan kesehatan sebelum Pelantikan Serentak tanggal 20 Februari 2025 di Istana Negara, Wakil Gubernur Jawa Tengah Terpilih Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) melakukan cek kesehatan, Rabu Siang 19 Februari 2025.  Cek kesehatan dilakukan di Gedung Kemendagri Jakarta, menyusul pengecekan 481 pasangan kepala daerah sebelumnya.  Mendarat di Bandara Soekarno Hatta pukul 11.30 WIB, Gus Yasin bersama Isteri tercinta langsung meluncur ke Wisma Samarinda milik Badan Penghubung Pemerintan Provinsi Jawa Tengah. Untuk ganti baju dan istirahat sebentar. Gus Yasin dan keluarga baru saja selesai menunaikan Ibadah Umroh yang di laksanakan sejak 30 Januari 2025.  Setelah itu bergeser ke Kemendagri. Untuk cek kesehatan sekaligus Silaturahi dengan Sekjen Kemendagri Komjen. Pol. Tomsi Tohir Balaw.  Usai pertemuan dengan Pak Sekjen, Gus Yasin melanjutkan Cek Kesehatan di Klinik Pratama Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri.  Pengecekan dilakukan oleh dr. Christy Helvita Manalu, MARS. Sebelum masuk ruang Ketua Tim Klinik, Gus Yasin terlebih dulu mengisi buku tamu sebagai pasien periksa.  Masuk ruang periksa disambut tim medis dan dr. Christy. Lalu dicek tekanan darah atau tensi, kolesterol, asam urat, gula darah, dan lainya.  Tak lebih 15 menit, pemeriksaan selesai. Hasilnya? dr. Christy menyatakan secara umum kondisi Gus Yasin prima. Tidak ada kendala apapun juga.  “Malah Tensinya sangat bagus. Kolesterol normal, gula normal, asam urat normal. Kondisi oke. Selamat melanjutkan pelantikan ya Pak,” kata dr. Christy. Usai melakukan cek kesehatan, Gus Yasin mengucap syukur kondisinya prima. Baik tekanan darah, suhu tubuh, dan lainya.  “Alhamdulilah semua normal dan sehat,” katanya, sebelum meninggalkan Kemendagri.  Sebagai Wakil Gubernur Jawa Tengah Terpilih, Gus Yasin akan dilantik bersama pasanganya Gubernur Jateng Terpilih Ahmad Luthfi. Pelantikan oleh Presiden RI Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis 20 Februari 2025, bersama 481 pasangan Kepala Daerah Se-Indonesia.***

News

Gus Yasin: Doakan saya jadi Wakil Gubernur yang Setia dan Jujur

“Wakil itu membantu Kerja Gubernur, Satu Tubuh baru utuh kalau dari Kepala sampai Kaki bisa bergerak bersama,” ucapnya melalui pesan singkat, saat diminta tanggapan tugas seorang Wakil Gubernur sebelum Pelantikan 20 Februari 2025. Seorang Wakil hanya bisa memutuskan sesuai dengan apa yang sudah di tugaskan Gubernur kepadanya. Dia juga punya gagasan sendiri yang di titipkan menjadi Program Bersama Gubernur namun yang bisa memutuskan di akhir  adalah kepala atau gubernurnya. “Dengan Gubernur dan Wakil Gubernur yang Rukun itu mendatangkan berkah adalah Kunci Keberhasilan bersama. Karena itu, Wakil dan Gubernur itu satu paket. Saling membutuhkan. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri, atau saling meninggalkan saya berkeyakinan Pak Gubernur adalah orang yang baik.,”kata Putra Mbah Maimoen Zubair itu. Dari filosofi itulah, sebagai Wakil dia memang menyiapkan diri untuk selalu bekerjasama dengan gubernur. Berkolaborasi. Berbagai tugas untuk melayani masyarakat. “Ayo bersatu dan bekerjasama melayani masyarakat Jawa Tengah. Ngopeni Nglakoni buat rakyat yang sudah memberi kepercayaan kepada kita,”imbuhnya. Namun begitu, secara tupoksi memang ada pembagian tugas dan wewenang antara gubernur dan wakilnya. Untuk tugas wakil gubernur umumnya mengorganisir para OPD. Mengkoordinir, mendorong, mengarahkan, dan mengevaluasi tugas-tugas Kepala OPD ke internal di dalam.   “Hasilnya kita laporkan kepada pak Gubernur, Pak Gubernur yang mengambil keputusan, atas saran-saran dan masukan dari wakilnya,” ucap Gus Yasin. Menurutnya, Wakil Gubernur biasanya juga mengurus masalah pendidikan, keagamaan, budaya, perempuan dan anak, pengentasan kemiskinan dan lainya. Seorang Wagub juga harus siap sedia menggantikan jika gubernur berhalangan dalam kunjungan kerja ke Luar Negeri atau Umroh / Haji.***

News

SGN Karangtengah Kembali Gelar Sunat Massal Gratis

DEMAK – Dalam upaya mengembangkan visi dan misi di bidang sosial kemasyarakatan, pendidikan, dan kesehatan, Pengurus Santri Gayeng Nusantara (SGN) Karangtengah, Demak, kembali menggelar sunat massal gratis pada Ahad, 16 Februari 2025. Kegiatan yang diikuti oleh 15 anak ini berlangsung di Rumah Sunat Demak, milik H. Sumarto, yang juga menjabat sebagai pengurus SGN di bidang medis dan kesehatan. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, acara ini juga menjadi bagian dari rangkaian Haflah Akhirussanah Madrasah Diniyah Manbaul Ulum Donorejo. “Sunat massal ini diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga fakir miskin, yatim piatu, dan kaum dhuafa yang belum mampu menyunatkan putra mereka,” ujar Ketua Panitia, Zaenal Arifin. Selain mendapatkan layanan khitan gratis, peserta juga menerima berbagai fasilitas, seperti tas sekolah, piagam, uang saku, peci, baju, dan sarung. Menariknya, metode yang digunakan dalam sunat ini adalah teknik ESU dengan alat berteknologi modern, sehingga prosesnya lebih aman dan nyaman bagi anak-anak. Orang tua peserta menyambut baik kegiatan ini. Salah satu wali peserta, Mustafid (40), mengungkapkan rasa syukurnya. “Kami sangat bersyukur dengan adanya kegiatan ini. Alhamdulillah, anak-anak bisa disunat dengan metode yang modern, aman, dan nyaman. Terima kasih kepada SGN, panitia, dan semua pihak yang telah membantu,” ujarnya. Zaenal Arifin menambahkan bahwa setelah sunat, peserta akan mendapatkan pendampingan hingga proses penyembuhan selesai. “Kami tidak hanya menyelenggarakan sunat massal, tetapi juga memastikan anak-anak mendapatkan perawatan pascasunat dengan baik dan nyaman,” jelasnya. Kegiatan ini direncanakan menjadi agenda tahunan SGN Karangtengah. Panitia berharap program ini terus berlanjut setiap tahun agar semakin banyak anak yang terbantu. “Dengan adanya sunat massal ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan mendapatkan manfaat nyata dari program sosial yang dijalankan SGN,” pungkasnya. ***

Scroll to Top