News

News

Gus Yasin Isyaratkan Maju Ketua Umum PPP 

SEMARANG – Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengisyaratkan siap maju sebagai calon Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) pada Muktamar PPP ke-10, yang direncanakan pasca lebaran.  Hal itu mengemuka dari pertemuan sejumlah pengurus, tokoh, dan kyai PPP se -Jawa Tengah, yang dikemas Buka Bersama Gus Yasin, di Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang, Mijen Semarang, Kamis 13 Maret 2025. “Saya belum bisa mengatakan maju atau tidak ya, semua saya kembalikan kepada para pengurus (Daerah maupun Wilayah. Red), yang punya wewenang untuk itu,”kata Gus Yasin saat ditanya kesiapanya maju Ketum PPP.  Namun sebagai kader, jika diberi amanah dan dianggap layak dia akan mempertimbangkanya. Yang jelas, kata Wakil Gubernur Jawa Tengah itu, saat ini PPP butuh disengkuyung untuk maju. Sehingga tahun 2029 bisa lolos dari Parlemen. Itu butuh pemimpin yang legitimate sehingga bisa diterima semua simpatisan, kader, dan pengurus partai ka’bah.  “Kuncinya, PPP harus kembali kepada pesantren. Kita rangkul kembali para kader para Kyai dan pesantren yang dulu pernah membesarkan PPP,” imbuhnya.  Putra Kyai kharismatik Mbah Maimoen Zubaer itu mengatakan, pertemuan dengan para Kyai dan tokoh PPP itu memang dalam rangka menyongsong Muktamar. Pertemuan untuk melakukan langkah-langkah kedepan bagimana PPP bisa bangkit kembali.  “Saya diundang ya insyaa Alloh siap untuk diajak membicarakan langkah-langkah ke depan, utamanya menjelang Muktamar ini. Bagaimana ke depan PPP harus bengkit kembali, bisa solid dan kompak sehingga tahun 2029 bisa lolos parlemen,” ucapnya.  Soal gagalnya PPP masuk Parlemen pada pemilu 2024, Gus Yasin tidak mau menyebut penyebabnya apa. Yang jelas dia ingat pesan bapaknya Mbah Maimoen yang mengatakan sebagai partai Islam PPP ada saatnya tirakat tidak masuk gedung DPR RI. Tapi bisa tetap berfungsi memberi saran masukan perbaikan pemerintah dari luar.  “Soal penyebab kegagalan apa saya tidak mau berandai-andai, mungkin saja karena teguran Alloh. Namun saya ingat betul kata Mbah Mun pada akhir-akhir itu (sebelum wafat. Red), PPP perlu tirakat, ada kalanya tirakat dari parlemen. Kata Mbah Mun PPP ini partai yang harus ada untuk penyeimbang Indonesia,” imbuhnya.  Soal kapan waktu Muktamar dan tempatnya dimana, Gus Yasin menyerahkan kepada AD/ART partai. Sebelumnya beredar kabar Mukrtamar akan digelar pasca lebaran akhir April atau awal Mei 2025. Tempatnya masih belum fix, ada kemungkinan di Bali atau Semarang.  Asal tahu, sejak Mukernas September 2022, PPP dipimpin Muhamad Mardiono, sebagai Plt Ketua Umum. Di tangannya, partai yang pernah berjaya era Orde Baru ini tumbang pada Pemilu 2024. PPP tidak lolos masuk parlemen. Ini kenyataan terburuk sepanjang sejarah partai yang dulu dibela para Kyai itu.  Karena itu, Ketua DPW PPP Jawa Tengah, Masruhan Samsurie berpendapat, untuk mengembalikan kejayaan PPP harus ada pergantian ketuanya.  “Sebagai solusinya ganti ketuanya, tidak bisa tidak, dia harus bertanggung jawab. Ini sudah mendesak jangan diundur-undur lagi,”katanya di tempat yang sama. Di forum Buka Bersama Gus Yasin itu, para pengurus PPP, Kyai, dan tokoh yang hadir sepakat mengusung Gus Yasin maju sebagi calon Ketua Umum. Selain mendapat banyak dukungan dari kader di bawah, Gus Yasin representasi pesantren. Dia juga putra Mbah Maimoen Zubaer yang dulu membesarkan PPP.  “Tema Muktamar adalah kembalinya PPP ke pesantren, maka bismillah mulai hari ini kita ambil miqot (batas) untuk mengantarkan Gus Yasin maju Ketua Umum PPP. Kita kembalikan Ketua Umum kepada Kyai Pesantren Gus Yasin,” tambah KH Fadlolan Mussaffa’ LC, MA, Pengasuh Ponpes Fadhlul Fadhlan Semarang.***

News

Gus Yasin sebagai Ketua Umum PPP, Warisan KH Maimoen Zubair Hadapi Tantangan Masa Depan

SEMARANG – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) telah menjadi salah satu pilar politik penting di Indonesia sejak didirikan pada tahun 1973. Partai ini lahir dari upaya untuk menyatukan berbagai kelompok Islam di Indonesia yang sebelumnya terpecah menjadi beberapa partai politik. PPP menjadi wadah bagi kalangan Muslim tradisional dan moderat untuk berjuang dalam dunia politik, dengan tujuan menjaga nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sejarah PPP dan Peran KH. Maimoen Zubair Sejak awal berdirinya, PPP telah melalui perjalanan panjang dan penuh tantangan. Salah satu momen penting dalam sejarah PPP adalah peran KH. Maimoen Zubair, seorang ulama besar asal Rembang, Jawa Tengah, yang juga merupakan tokoh sentral dalam partai ini. KH. Maimoen Zubair dikenal sebagai sosok yang bijaksana dan memiliki wawasan politik yang mendalam. Beliau tidak hanya berperan sebagai pemimpin spiritual umat Islam, tetapi juga sebagai figur yang mampu menavigasi PPP dalam menghadapi dinamika politik Indonesia. Sebagai pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar di Sarang, Rembang, KH. Maimoen Zubair berhasil mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan gerakan politik. Beliau turut membimbing PPP untuk tetap berpegang pada prinsip-prinsip keislaman, sambil tetap beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pengaruh beliau sangat besar, baik di kalangan kader PPP maupun masyarakat umum, yang melihatnya sebagai penjaga tradisi Islam yang moderat dan tetap relevan dengan dinamika politik tanah air. Di tangan beliaulah Jokowi dan Prabowo terikat benang merah di tengah tengah politik nasional.  Gus Yasin: Sosok Penerus dan Harapan Baru PPP  Dengan wafatnya KH. Maimoen Zubair pada 2019, PPP kehilangan salah satu tokoh utamanya. Namun, warisan perjuangan dan nilai-nilai yang beliau tinggalkan masih terus hidup di dalam tubuh partai. Dalam menghadapi masa depan, PPP membutuhkan sosok yang mampu melanjutkan perjuangan tersebut. Pencalonan Gus Yasin, yang merupakan putra dari KH Maimoen Zubair, sebagai Ketua Umum PPP menjadi langkah strategis untuk menjaga kesinambungan tersebut. Gus Yasin, yang juga dikenal dengan nama asli Taj Yasin Maimoen, memiliki latar belakang keulamaan yang kuat, serta pengalamannya dalam mengelola organisasi pesantren. Beliau tidak hanya dihormati sebagai seorang ulama muda, tetapi juga sebagai figur yang memiliki kepemimpinan dan wawasan politik yang matang. Pencalonan Gus Yasin sebagai Ketua Umum PPP bukan hanya untuk melanjutkan perjuangan politik partai, tetapi juga untuk menjaga agar PPP tetap berakar pada tradisi keislaman yang moderat dan inklusif. Sebagai penerus dari KH. Maimoen Zubair, Gus Yasin diharapkan mampu membawa PPP lebih relevan di tengah tantangan politik yang semakin kompleks. Selain itu, Gus Yasin juga diharapkan bisa menjadi jembatan antara generasi lama dan generasi muda dalam tubuh PPP, untuk memperkuat eksistensi partai dalam percaturan politik nasional. Masa Depan PPP: Meneruskan Tradisi dan Menghadapi Tantangan Zaman  Masa depan PPP tidak akan mudah. Di tengah persaingan politik yang semakin ketat, PPP harus mampu menjaga identitasnya sebagai partai yang mewadahi umat Islam dengan semangat moderasi dan kebersamaan. Gus Yasin, dengan latar belakangnya yang kaya akan tradisi keagamaan dan pengalamannya dalam organisasi, akan menjadi ujung tombak dalam menjaga relevansi PPP di masa depan. Sebagai Ketua Umum, Gus Yasin akan menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah bagaimana mempertahankan kekuatan ideologi PPP di tengah dinamika politik yang semakin beragam dan polarisasi yang tajam. Selain itu, PPP juga perlu memperkuat basis massa dan menjalin kerja sama dengan partai-partai lain untuk menghadapi Pemilu 2029.  Namun, dengan kepemimpinan Gus Yasin yang dilandasi oleh nilai-nilai keislaman yang moderat dan wawasan politik yang luas, PPP memiliki peluang besar untuk terus berkembang dan memainkan peran penting dalam politik Indonesia. Pencalonan Gus Yasin ini membawa harapan baru bagi PPP, agar tetap menjadi partai yang berkontribusi pada pembangunan bangsa dan menjunjung tinggi nilai-nilai keadilan dan keberagaman. Dengan pengaruh kuat dari KH. Maimoen Zubair dan kepemimpinan Gus Yasin yang berpotensi membawa pembaruan, PPP diharapkan tidak hanya mampu menjaga eksistensinya, tetapi juga Insya Allah menjadikan dirinya sebagai kekuatan politik yang membawa kedamaian dan kemajuan bagi Indonesia. Penulis: K.H. M. Chamzah Hasan, lebih dikenal sebagai Gus Chamzah, adalah seorang Uama dan Tokoh Pendidikan asal Banjarnegara, Jawa Tengah.

News

Gus Yasin Dukung Program Sekolah Rakyat

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto. Hal itu disampaikan saat menerima audiensi dari Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Jawa Tengah Drs. Imam Maskur, M.Si dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih di ruang kerjanya pada Kamis, 13 Februari 2025. Menurutnya, dukungan itu diberikan karena untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah. “Saya mendukung karena itu untuk masyarakat miskin,” Kata Gus Yasin Diberitakan sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melakukan kunjungan kerja di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membahas terkait Program Sekolah Rakyat. Di sisi lain Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi mengatakan, untuk teknis, baik pembangunan dan tenaga pendidik, nantinya akan satu arah dengan kebijakan dari pemerintah pusat. Salah satunya ditargetkan di daerah miskin ekstrem. “Nanti semua dari pusat, kita tunggu sosialisasi berikutnya. Memang sasarannya untuk yang miskin ekstrem,” jelasnya. Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menyampaikan, Sekolah Rakyat merupakan gagasan dari Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan. Selain itu, juga untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. “Kalau saya memahami sebagai upaya untuk memuliakan keluarga miskin, dan memfasilitasi kebangkitan wong cililk menuju Indonesia Emas 2045 mendatang. Atau memutus mata rantai kemiskinan, lewat pendidikan yang berkelanjutan,” tuturnya. Mensos menjelaskan, Sekolah Rakyat berkonsep asrama dan sepenuhnya gratis, mulai jenjang SD, SMP, hingga SMA. Sedangkan kurikulum yang digunakan adalah kurikulum unggulan, yang dikombinasikan dengan potensi daerah masing-masing. “Dan akan memprioritaskan bagi warga di sekitar lokasi sekolah berdiri, dan berada di desil 1 dan 2, kalau tidak ada maka naik di desil 3 dan seterusnya. Di Jawa Tengah kami punya empat sentral yang kita gunakan untuk memulai program ini. Sentra milik kita itu di antaranya di Temanggung, Pati, Magelang, dan Solo. Harapannya, bisa dimulai pada tahun ajaran 2025/2026. Dan ke depan, diharapkan tiap kabupaten/ kota ada satu,” tandasnya.***

News

Memastikan Keakuratan Data Sosial, Gus Yasin Bahas Peran DT-SEN dengan BPS dan Dinsos

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menerima audiensi dari Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Provinsi Jawa Tengah Drs. Imam Maskur, M.Si dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah Endang Tri Wahyuningsih di ruang kerjanya pada Kamis, 13 Februari 2025. Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam menindaklanjuti kunjungan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono yang sebelumnya kunjungan kerja di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.   Dalam pertemuan tersebut, Gus Yasin, sapaan akrab Wakil Gubernur, menyampaikan komitmennya untuk memastikan bahwa segala kewajiban pemerintah pusat yang berkaitan dengan kesejahteraan sosial masyarakat dapat dijalankan dengan baik oleh pemerintah Jawa Tengah. “Alhamdulillah pada hari ini kita menindaklanjuti kunjungan Pak Menteri Sosial dan Pak Wamen ke kami. Ada beberapa elemen yang dibawa untuk disinkronkan dan diinformasikan kepada kami. Pada prinsipnya, kami ingin mengawal apa yang menjadi kewajiban pemerintah, karena kewajiban dari pemerintah pusat itu juga bagian dari kewajiban kami,” ungkap Gus Yasin. Salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini adalah mengenai Data Terpadu Sosial dan Ekonomi NASIONAL (DTSEN), yang menjadi pengganti dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Gus Yasin menegaskan pentingnya validasi data ini agar bisa lebih tepat sasaran, terutama dalam program-program yang membantu masyarakat miskin. “Kami ingin lebih memberikan masukan-masukan supaya DTSEN itu yang nanti menjadi pengganti DTKS benar-benar bisa kita validasi, dan kita juga harus memberikan masukan ketika ada kemungkinan-kemungkinan,” tambahnya. Menurutnya, salah satu kemungkinan yang muncul adalah mengenai kemungkinan adanya usul sanggah pada data sosial. Jika ternyata data yang disanggah masih berada di Desil 5, yaitu kelompok penduduk dengan pengeluaran moderat atau menengah, maka perlu ada penanganan lebih lanjut terkait hasil usulan tersebut. Apakah usulan tersebut dapat langsung diintervensi atau tetap harus masuk dalam daftar tunggu, seperti halnya prosedur pendaftaran haji yang memerlukan antrian panjang. “Kalau haji antri, ya itu ibadah. Tapi kalau kemiskinan, masa iya mau dibantu harus antri dulu? Nah ini yang kami enggak mau. Kita ingin ada percepatan, kita juga harus bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujar Gus Yasin dengan tegas. Lebih lanjut, Gus Yasin menjelaskan bahwa Pemprov Jateng memiliki program “Kartu Jawa Tengah Sejahtera” yang selama ini menggunakan data yang berasal dari luar DTKS. Dengan hadirnya DT-SEN yang akan menggantikan DTKS, Gus Yasin mempertanyakan bagaimana program “Kartu Jawa Tengah Sejahtera” ini, akan disesuaikan atau terpengaruh oleh perubahan tersebut. “Kalau nanti DT-SEN memang benar-benar untuk orang miskin yang belum dapat diintervensi. Kami juga nanti akan usulkan bagaimana nasibnya Kartu Jateng Sejahtera kita,” Kata Gus Wagub itu. Selain itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga aktif melibatkan Pentahelix di Jawa Tengah, seperti JSA dan lainnya, yang perlu diberikan intervensi atau perhatian lebih lanjut terkait hal tersebut. “Ini saya nanti coba koordinasikan agar kami dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” pungkasnya. Menurut Kadinsos bahwa DTSEN adalah data yang berasal dari DTKS dan telah dipadankan dengan P3KE, PLN, Regsosek, dan Pertamina. Hasilnya, ditemukan 1,7 juta penerima, termasuk peserta BPJS Kesehatan. “1,7 juta ini dicek di lapangan, yang ngecek lapangan atau yang ground check itu teman-teman pendamping PKH. Sejumlah ada 4.900 sekian. Nah masing-masing pendamping sekitar 300 keluarga yang harus kita ground check kan di lapangan,” kata Imam Maskur. Di sisi lain, ketua BPS menambahkan, DTSN mencakup semua data yang dibutuhkan oleh kementerian, pemerintah daerah, kabupaten, dan kota, termasuk untuk program bantuan sosial (Bansos). Selain itu, data ini juga dapat digunakan oleh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) untuk berbagai program intervensi, seperti rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), penyediaan jamban, dan program lainnya. “By Name, By Adress nya sudah ada semuanya. Lebih efektif, insya Allah,” pungkas Endang Tri Wahyuningsih.

News

Wagub Jateng Minta Program “Satu OPD Satu Desa Binaan” Tetap Dilanjutkan

Hal ini disampaikan Gus Yasin saat mewakili Gubernur dalam ajang Penganugerahan CSR Award Provinsi Jawa Tengah 2024 dan Rapat Koordinasi Desa Dampingan 2025 di Gradhika Bhakti Praja Komplek Gubernur Jawa Tengah Jl Pahlawan Semarang, Rabu (12/3/2025). Menurutnya, program desa binaan telah dijalankan sejak lima tahun lalu, saat ia menjabat sebagai Wakil Gubernur di periode awal. Hingga kini, di periode keduanya, program tersebut masih relevan dan efektif dalam menurunkan angka kemiskinan. “Lima tahun ke depan, program ini akan terus disesuaikan dengan visi kami dan program tahunan,” ujar Gus Yasin. Ia menjelaskan, program tahunan akan difokuskan secara bertahap. Mulai dari infrastruktur, ketahanan pangan, pariwisata, hingga pertumbuhan ekonomi. “Kami akan mengarahkan, mengajak, serta melakukan evaluasi dan penyesuaian dalam program ‘Satu OPD, Satu Desa Binaan’,” lanjutnya. Salah satu inisiatif dalam program ini adalah pembentukan “Satu Kecamatan Satu Rumah Perlindungan”, yang berfungsi sebagai pusat aduan kekerasan terhadap perempuan dan anak, layanan kesehatan, pengembangan ekonomi kreatif, serta pendampingan pendidikan. “Program ini akan segera kami integrasikan dalam ‘Satu OPD Satu Desa Binaan’,” pungkasnya.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Gus Yasin Acungi Jempol Pemerintah Kerahkan 1.050 Gerai Kantor Pos untuk Operasi Pasar Jelang Lebaran 

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin),mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat menjelang lebaran. Diantaranya dengan membuka 1.050 gerai operasi pasar di Kantor Pos di seluruh Indonesia dari total 4.800 cabang Kantor Pos yang ada. Hal itu disampaikan Gus Yasin saat mendampingi Wakil Menteri Pertanian Sudaryono B. Eng., M.M, MBA, dalam kunjungan kerja ke Kantor Pos KCU Pasar Johar Semarang, Senin (10/3/2025). “Saya mengapresiasi langkah pemerintah pusat dalam menghadirkan solusi konkret bagi masyarakat, terutama menjelang lebaran untuk menstabilkan harga pasar. Saya senang dari pemerintah pusat menurunkan langsung Pak Wamen mengajak kerja sama,” ujarnya. Ia mengatakan dulu persoalan pangan lebih banyak bergantung pada Bulog. Namun kini pemerintah memperkuat peran Kantor Pos dalam distribusi bahan pokok. “Sekarang kita perkuat dengan adanya Kantor Pos, dan Kantor Pos ini ada di seluruh kecamatan,” lanjutnya. Menurutnya, keterlibatan Kantor Pos membuka akses langsung bagi petani dan pedagang dalam menyalurkan produk mereka ke masyarakat. “Kita sebagai pemerintah provinsi hanya punya tugas yaitu pengawasan dan mengkoordinasikan,” tegasnya. Gus Yasin juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas harga agar masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau. Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menyampaikan, PT Pos Indonesia telah membuka 1.050 gerai operasi pasar di seluruh Indonesia dari total 4.800 cabang yang dimiliki. “Di seluruh Indonesia, Kantor Pos total cabangnya ada 4.800, dan sampai dengan hari ini sudah membuka 1.050 titik gerai untuk operasi pasar,” jelasnya. Operasi pasar ini dilakukan bekerja sama dengan Bulog, ID Food, PT RNI, hingga PTPN untuk memastikan masyarakat bisa mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Di gerai Agri Pos, harga beras dijual Rp12.000 per kg (HET Rp12.500), sedangkan minyak goreng MinyaKita Rp14.700 per liter (HET Rp15.700). “Jadi semua lebih murah. Kami harapkan ini wujud dari kehadiran pemerintah langsung bersentuhan dengan masyarakat,” tambah Sudaryono. Direktur Utama PT Pos Indonesia, Faizal Rochmad Djoemadi, menambahkan bahwa Agri Pos akan membatasi pembelian untuk memastikan distribusi merata. “Satu KTP hanya boleh membeli maksimal 2 kg gula, 2 liter minyak goreng, dan 10 kg beras,” ungkapnya. Operasi pasar Agri Pos dijadwalkan berlangsung hingga H-3 Idul Fitri 1446 Hijriah, atau 29 Maret 2025. Turut hadir dalam kunjungan ini, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminuddin, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.***

News

Semangat Bangun Jawa Tengah, Taj Yasin Ikuti Retreat di Akmil

“Hari ini saya diberangkatkan menuju ke barak mengikuti retreat, menyusul gubernur kita. Semoga sehat dan semangat membangun Jawa Tengah,” kata Taj Yasin saat ditemui di Resimen Induk Daerah Militer (Rindam) IV/Diponegoro, Kamis, 27 Februari 2025. Sebelum masuk ke area acara, Taj Yasin lebih dulu menjalani pemeriksaan kesehatan dan mendapat pengarahan di Mako Rindam IV/Diponegoro. Ia tampak sudah mengenakan pakaian komcad. Begitu juga dengan ratusan wakil kepala daerah lainnya. Setelah pemeriksaan kesehatan dan pengarahan, seluruh wakil kepala daerah langsung menuju ke lokasi acara. Rombongan berangkat sekira pukul 08.00 WIB menggunakan bus Akademi TNI yang disediakan oleh panitia.  Taj Yasin berada dalam bus 2 bersama Wakil Kepala Daerah yang tergabung dalam Kompi A Peleton 2. Taj Yasin mengaku, sudah siap untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurut dia, kegiatan ini penting untuk menjalin sinkronisasi dan kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan pemerintah pusat. Oleh karenanya,  setiap materi dari para narasumber perlu diperhatikan dengan baik. ***

News, Ngopeni Ngelakoni

Dampingi Wapres, Gus Yasin Ingin Masyarakat Manfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis

Pada kesempatan itu, Wapres Gibran tampak menyapa puluhan warga Magelang Selatan yang memadati puskesmas. Gibran juga membagikan bingkisan. Salah satu warga bernama Rahma, mengatakan bingkisan dalam tas berwarna itu berisi perlengkapan bayi seperti minyak, sabun, perlak hingga handuk. Di kesempatan itu, Rahma memanfaatkan program ini karena bertepatan dengan hari ulang tahunnya. “Sangat senang bisa cek kesehatan, laboratorium, cek kanker dan macem-macem gratis nggak bayar. Pelayanannya bagus, ramah, cepat,” ucapnya. Tidak hanya untuk yang berulang tahun, Program CKG ini juga terbuka bagi seluruh warga Indonesia, termasuk mereka yang tidak terdaftar dalam BPJS Kesehatan. Adapun Program CKG bertujuan mendorong masyarakat untuk lebih proaktif dalam memantau kondisi kesehatannya, dan mengurangi risiko komplikasi dan beban kesehatan secara nasional. “Senang sekali bisa mengetahui kesehatan yang saat ini, gratis, laboratorium, EKG, gigi, kanker, kanker payudara, mata. Ya mau karena biar mengetahui penyakitnya,” tandas warga Magelang lainnya bernama Nurmia. Wapres Gibran fokus berbincang dengan masyarakat sekaligus memastikan pelayanan berjalan baik serta lancar. Sementara itu, Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mendukung program CKG tersebut. Ia berharap ke depan lebih banyak masyarakat yang mengetahui adanya program ini. “Ini harus disebarluaskan agar masyarakat aware terhadap kesehatannya. Ini kita dorong,” tandasnya. Selain mendampingi Cek Kesehatan Gratis, Wagub Jateng juga menemani Wapres Gibran meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMK Ma’arif Magelang.***

News

Gus Yasin Puji Tim PKK Provinsi Jawa Tengah Berani Keluar Zona Nyaman

SEMARANG – Plh. Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), memuji Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah Masa Jabatan 2025-2030, yang berani keluar dari zona nyaman. Katanya, PKK berani membuat program yang benar-benar untuk melayani masalah masyarakat. Tidak sekadar program klise yang mudah dijalankan. Tetapi yang mendasar kepada isu-isu kesehatan keluarga, anak, kasus kekerasan perempuan, keluarga anak, kelurga miskin, perubahan iklim, dan lainya. “Saya senang PKK lima tahun kedepan berani kluar dari zona nyaman seperti ini, dengan mengedepankan program-program mendasar pelayanan kesehatan dan kesejahteraan keluarga, ini harus diadopsi Tim Penggerak PKK dan Posyandu di 35 kab/kota se Jawa Tengah, yang hari ini dilantik,”kata Gus Yasin, saat menghadiri pelantikan Ketua Tim Penggerak PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu tingkat kabupaten/kota se Jawa Tengah periode 2025-2030, di Gradika Bhakti Praja Komplek Gubernuran Jl Pahlawan Semarang, Senin, 24 Februari 2025. Pelantikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Tengah, yang juga Istri Plh. Gubernur Jawa Tengah, Ny Hj. Nawal Arafah Yasin, M.S.I. Gus Yasin juga apresiasi dengan program PKK yang linier dengan 11 program Prioritas Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Tengah. Diantaranya terkait pendidikan, pangan, layanan kesehatan tanpa antri, kemiskinan ekstrim, kasus kekerasan perempuan, stunting, kematian anak dan ibu, tindak pidana penjualan orang, penanaman pohon, perubahan iklim, dan dokter spesialis keliling untuk mendekatkan pelayanan kesehatan di masyarakat. “Namun kita tidak tahu apakah ini bisa kita selesaikan di tahun 2025 ini. Karena seingat saya kemiskinan ekstrem harus selesai pada tahun 2025, padahal kita dilantik baru saja, tinggal tersisa beberapa bulan, juga tidak ikut pembahasan anggaran, sementara PR itu harus kita kerjakan, kita tetap optimis bersama PKK,” ucapnya. “Kami minta ada kolaborasi yang dilakukan oleh pemerintah dengan kawan-kawan PKK maupun Posyandu, utamanya dengan OPD agar ada support anggaran dan lainya,” imbuhnya. Dalam kesempatan ini, Gus Yasin menyampaikan 11 Program Prioritas Luthfi-Yasin yang menjadi program unggulan untuk masyarakat Jawa Tengah

News

Wagub Jateng Targetkan Program Yankes Paripurna Terealisasi Pada 2025

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menargetkan program Pelayanan Kesehatan (Yankes) Paripurna di wilayahnya mampu terealisasi pada 2025. Ia ingin memastikan seluruh masyarakat miskin mendapat asuransi kesehatan gratis. “(Pelayanan Kesehatan Paripurna) ini, tahun 2025 harus segera kita laksanakan,” kata Taj Yasin saat rapat dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Jateng dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, di Kantor Dinkes Provinsi Jawa Tengah, pada Selasa, 24 Februari 2025. Tujuan dari program Yankes Paripurna ini, lanjut Yasin, adalah memberikan jaminan kesehatan berupa asuransi untuk masyarakat miskin. Pria yang akrab disapa Gus Yasin ini mendorong kepada BPJS Kesehatan melakukan verifikasi data warga yang hingga kini belum tercatat sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). “Ini harus kita intervensi sehingga tidak ada keluhan lagi (dari) masyarakat yang tidak mampu, tidak bisa mengakses kesehatan ke rumah sakit,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Gus Yasin juga menyoroti penumpukan pasien di sejumlah fasilitas kesehatan. Ia mengapresiasi rumah sakit umum milik provinsi yang telah melaksanakan fast-track dan mengampu sejumlah rumah sakit daerah tipe C-D. Ia juga mengapresiasi rumah sakit swasta yang telah melakukan hal serupa. Harapannya ke depan, rumah sakit mengampu memberikan pelayanan fast-track hingga tingkat puskesmas. “Artinya (pelayanan kesehatan) masyarakat tidak boleh numpuk di salah satu rumah sakit, mereka harus mendapat pelayanan (kesehatan) yang paripurna,” tegasnya. Di tempat yang sama, Deputi Direksi Wilayah VI BPJS Kesehatan, Yessi Kumalasari siap melaksanakan arahan yang disampaikan oleh Wagub Jateng Taj Yasin. “Kami tentu akan menyelaraskan program ini bisa berjalan dengan baik,” ucapnya. (*)

Scroll to Top