News

News, Ngopeni Ngelakoni

DPRD Jateng Setujui Raperda Merger BPR BKK di Jateng jadi BPR Syariah

SEMARANG – DPRD Jateng menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) di Luar Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) Tahiun 2025, tentang merger Bank Perekonomian Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR BKK) Jateng menjadi Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah.  Raperda tentang pembentukan BPR Syariah itu menjadi salah satu dari sejumlah raperda yang disetujui dan ditetapkan dalam Keputusan DPRD Jateng Nomor 12 Tahun 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng, Selasa, 25 Maret 2025.  Agenda tersebut dihadiri Pimpinan DPRD  Jateng dan lebih dari 60 anggota, serta Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin sebagai eksekutif. Usai rapat paripurna tersebut, Yasin menyatakan, pembentukan BPR Syariah milik pemerintah kabupaten/kota dan Provinsi Jateng merupakan suatu kebutuhan pada saat ini. “Bagus, artinya ada penggabungan, peningkatan,” kata dia. Pihaknya, mendorong keberadaan BPR Syariah untuk bisa menjadi salah satu motor penggerak dalam  mendukung program kerja Pemprov Jateng kedepan.  “Salah satunya itu pariwisata ramah muslim. Di dalamnya ada ekonomi syariah,” kata dia. Yasin berharap perda tentang keberadaan BPR Syariah bisa segera diselesaikan tahun ini. Harapannya, melalui lebih dari 30 perbankan syariah milik pemerintah daerah dan Pemprov Jateng itu mampu meningkatkan jumlah nasabah. Untuk diketahui, inisiasi Pemprov Jateng akan merger perbankan Syariah itu juga merupakan tindak lanjut dari Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nomor 7 Tahun 2024 tentang Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS). Pada kesempatan yang berbeda, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kantor Regional 3 Jawa Tengah (Jateng) mengajak industri jasa keuangan khususnya untuk lebih masif mengenalkan produk keuangan syariah. Pelaksana Tugas (Plt) OJK Kantor Regional 3 Jawa Tengah, Bambang Hermanto, mengatakan, pentingnya untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah agar lebih baik perkembangannya di wilayah tersebut khususnya.  “Terkait dengan keuangan syariah, tingkat literasinya masih cukup rendah, masih pada kisaran 18-19 persen, inklusinya 15 persen.  Jauh dibandingkan dengan literasi keuangan secara umum pada angka 50 persen, dan inklusinya 80 persen,” kata dia dalam kegiatan bertema ‘Nuzulul Quran, sebagai Momentum Peningkatan Literasi Keuangan’ di kantornya, Selasa 18 Maret 2025. Hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jateng, dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, pelaku jasa keuangan, masyarakat ekonomi syariah, dan lainnya. Bambang melanjutkan, para pelaku dan penggiat keuangan syariah supaya lebih masif mengenalkan produk ekonomi tersebut kepada masyarakat. Hal tersebut juga sebagai alternatif masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan dengan prinsip syariah. “(Keuangan syariah) sudah mulai hadir di pasar modal, perbankan, asuransi, hampir semuanya sudah ada layanan syariah,” kata dia. Lebih lanjut, pihaknya juga terus menjalin kerja sama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam menjaga stabilitas keuangan dalam mendukung perekonomian di wilayah tersebut. “Melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam literasi inklusi keuangan, dan pengawasan. Program gerak syariah juga didukung baik,” ucap Bambang.***

News

Wagub Jateng: Pemerintah Patok Harga Gabah Rp 6.500

SEMARANG– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menghadiri Rapat Koordinasi bersama Kementerian dan Pemprov Jateng terkait ketersediaan serta harga bahan pokok menjelang Idul Fitri dan persiapan panen raya padi. Acara ini berlangsung di Gradhika Bhakti Praja pada Kamis, 20 Maret 2025. Hadir dalam rapat tersebut Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Pertanian Sudayono, Sekretaris Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Komjen Rudy Heriyanto Adi Nugroho, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) H. Arief Prasetyo Adi, serta bupati dan wali kota se-Jawa Tengah. Gus Yasin menegaskan bahwa keputusan pemerintah menetapkan harga gabah Rp6.500 per kg yang dibeli langsung oleh Bulog merupakan kabar baik bagi petani. “Pesan saya kepada masyarakat, kita saling menghormati. Pemerintah sudah berupaya menahan harga gabah agar tidak turun dari Rp6.500. Namun, kita juga harus memastikan kualitasnya tetap terjaga,” ujar Gus Yasin. Selain harga gabah, pemerintah juga berkomitmen meningkatkan sistem irigasi bagi petani. “Dari tahun ke tahun, pemerintah pusat terus mendukung pembangunan serta perbaikan irigasi persawahan di Jawa Tengah. Hal ini diharapkan semakin meningkatkan hasil panen,” tambahnya. Mengenai ketersediaan pupuk, Wakil Menteri Pertanian Sudayono memastikan stok di Jawa Tengah aman. “Tadi disampaikan Pak Wamentan bahwa ketersediaan pupuk, InsyaAllah, di Jawa Tengah akan tercukupi. Jadi aman,” kata Gus Yasin. Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan turut mengapresiasi keberhasilan pertanian di Jawa Tengah. “Kami ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada pemerintah Jawa Tengah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Sampai hari ini, sembako tersedia, harga stabil, dan panen padi di Jawa Tengah adalah yang terbaik di Indonesia,” tutupnya. ***

News

Gus Yasin Kick-off Bank Indonesia Luncurkan Wakaf Digital

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi atas inisiasi Kantor Perwakilan Wilayah (KPW) Bank Indonesia Jawa Tengah, mempermudah masyarakat beramal melalui program Wakaf Digital. Pernyataan ini disampaikan sosok yang akrab disapa Gus Yasin, dalam acara Nuzulul Qur’an Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) KPw Bank Indonesia Jawa Tengah di Kantor Bank Indonesia Jawa Tengah, Pleburan, Semarang, Rabu 19 Maret 2025. “Kick-off wakaf digital akan membantu kita bersama. Bukan hanya pentasharufannya, akan tetapi dengan digitalisasi bisa dirasakan manfaatnya. Paling tidak keterbukaan muncul,” ucap Yasin. Dilakukan sembari memperingati Nuzulul Qur’an, lanjut Yasin, Bank Indonesia telah melaksanakan sesuai yang diajarkan al-qur’an sebagai perbankan dalam memajukan perekonomian. Yasin berharap Wakaf Digital, diharapkan bisa menjadi pelopor untuk mengurai gesekan yang acapkali terjadi berkaitan dengan wakaf. Serta mendukung Pemprov Jateng, dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Semoga ini bisa berkembang dan manfaat khususnya bagi masyarakat. Sehingga berdampak dalam pertumbuhan ekonomi khususnya di Jawa Tengah,” tegasnya. Terpisah disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Jateng, Rahmat Dwisaputra, Wakaf Digital ini merupakan program dari pusat yang dapat diakses melalui smartphone dengan memindai kode QR. Nantinya dana yang terkumpul dipergunakan untuk membantu masyarakat. Salah satunya membangun sumur bor untuk masjid dan warga desa di pelosok-pelosok Jawa Tengah. Acara tersebut dihadiri pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi Purworejo, KH. Achmad Chalwani, Plt Direktur Umum Bank Jateng Irianto, Plt Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 3 Jawa Tengah bambang Hermanto, jajaran deputi kepala Pw BI Jateng, serta pengurus BMPD Jateng dan lainnya.***

News

Keren! Pemprov Jateng Raih MCP Tertinggi dari KPK

YOGYAKARTA – Ini prestasi luar biasa dari Provinsi Jawa tengah. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) mengganjar prestasi sebagai provinsi dengan nilai Monitoring Center for Prevention (MCP) tertinggi. Mengungguli Jawa Timur dan Kalimantan Barat. Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin atau Gus Yasin, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di sela acara Rapat Koordinasi Kepala Daerah di Wilayah D.I. Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, di Jogja Expo Center (JEC), Bantul, Rabu 19 Maret 2025. “Kita buktikan bahwa integritas di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sampai ke (tingkat) kabupaten kota itu kita jalankan,” ucap Gus Yasin, menanggapi penghargaan tersebut. MCP merupakan program pencegahan korupsi yang dijalankan oleh KPK yang bertujuan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi. Ada delapan area yang diintervensi MCP KPK. Yakni perencanaan, penyusunan anggaran, pelayanan publik, dan penguatan APIP (Aparat Pengawasan Intern Pemerintah). “Yang jelas, perencanaan itu harus benar-benar kita ketahui dan benar-benar sesuai dengan apa yang dibutuhkan masyarakat,” ucap Yasin. Berikutnya pengadaan barang/jasa, manajemen Aparatur Sipil Negara (ASN), Pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dan Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). “Kita perkuat di APBJ, kita tidak mau bermain-main seperti tadi yang disampaikan oleh ketua KPK, bahwa bupati, wali kota, gubernur itu benar-benar harus punya integritas yang tinggi,” tegasnya. Gus Yasin mengapresiasi seluruh ASN di lingkungan Pemprov Jateng dan kabupaten/kota, khususnya Inspektorat. Khususnya telah menjaga tren positif dalam hal integritas. “Insya Allah ke depan kita bisa mempertahankan apa yang sudah kita capai dan bisa kita tingkatkan,” tandasnya. Adapun nilai MCP Jateng dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Di tahun 2024, angkanya mencapai 95,56 meningkat dibandingkan tahun 2023 yakni 90,80. Selain Pemprov Jateng, ada tiga Pemkab di Jawa Tengah yang menerima apresiasi serupa. Yakni Sragen, Batang dan Wonogiri.***

News

Gus Yasin Apresiasi PW Ansor Jateng: Langsung Action!

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi organisasi kepemudaan Ansor yang memiliki berbagai program selaras dengan visi-misi Pemprov Jateng lima tahun ke depan. Salah satunya membantu dalam menyambut musim mudik dan arus balik Lebaran 1446 H. Hal itu disampaikan Wagub Taj Yasin, ketika menerima Shidqon Prabowo, Ketua terpilih Pimpinan Wilayah (PW) Ansor Jawa Tengah periode 2025-2029 di kantornya, Selasa 18 Maret 2025. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menyambut baik kegiatan rutin PW Ansor Jateng, yakni menyiapkan posko mudik yang tersebar di 35 kabupaten/kota. “Ternyata mereka sudah bekerja sama dengan dishub maupun dinas-dinas terkait di tingkat kabupaten/kota,” ujarnya. Di sisi lain, lanjut Yasin, beberapa program PW Ansor Jateng juga selaras dengan visi-misi Pemprov Jateng lima tahun ke depan. Di antaranya terkait pengentasan kemiskinan melalui pendampingan UMKM, pendidikan, kesehatan hingga ketahanan pangan. “Saya senang dengan gerakan cepat sahabat-sahabat Ansor. Baru saja selesai (terpilih), tapi langsung action. Itu yang paling utama,” ucapnya. Sementara itu, Ketua terpilih PW Ansor Jateng Shidqon Prabowo atau Gus Shidqon didampingi sejumlah pengurus Ansor Jateng menyampaikan program terdekat yang akan dilakukan adalah menyiapkan posko mudik. “Ini (posko mudik) akan dimulai tanggal 26 Maret. Nantinya (posko mudik) ditempatknan di fasilitas umum, entah itu masjid atau sekolah. Sehingga pemudik nanti tidak hanya tenda saja,” ucapnya. Dalam kesempatan itu, disampaikan pula bahwa pengurus cabang Ansor se Jawa Tengah juga cukup aktif dengan unggulan daerahnya masing-masing. Seperti di Wonosobo dengan spesialisasi pertanian, Temanggung dengan tembakau, dan masih banyak lagi. Gus Shidqon menambahkan, pada kepemimpinannya nanti akan menjadi pionir terwujudnya Klinik Ansor Jawa Tengah. “Kami juga punya program mungkin bisa disinkronisasi (dengan program Speling), yaitu Klinik Ansor Jawa Tengah,” ucapnya. Selain membahas komitmen dalam mendukung Pemprov Jateng, pertemuan tersebut sekaligus meminta Gus Yasin untuk menjadi salah satu Dewan Pembina organisasinya. ***

News

Gus Yasin Ajak Banyak Pihak Wujudkan Pesantren Ramah Anak

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengajak psikolog, ahli kejiwaan atau psikiater, hingga pegiat sosial untuk terlibat dalam mewujudkan pesantren ramah anak di Jawa Tengah. Pernyataan tersebut disampaikan Taj Yasin saat kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Jawa Tengah secara daring, di kantornya pada Senin, 17 Maret 2025. Pada zaman sekarang, lanjut Taj Yasin, perlu langkah konkrit dalam mewujudkan ramah anak di lingkungan pesantren. “Kita juga harus menghadirkan psikolog atau psikiater. Mereka perlu berkunjung di pondok-pondok pesantren untuk memberikan edukasi,” ucap pria yang akrab disapa Gus Yasin ini. Ia menuturkan, psikolog atau psikiater dapat mengedukasi tentang bagaimana menghadapi perlakuan bullying atau kekerasan. Taj Yasin menyatakan, Pemprov Jateng mendukung penuh upaya mewujudkan pesantren ramah anak, salah satunya dengan membuat payung hukum berupa Perda nomor 10 tahun 2023 tentang Pesantren. Menurut dia, dalam peraturan gubernur (Pergub) tentang pesantren, juga perlu dimasukkan bahasan mengenai pesantren ramah anak. “Harus kita masukan aturan-aturan bagaimana menuju pesantren ramah anak,” ujarnya. Sebab, berdasarkan data Kementerian Agama Kantor Wilayah Jawa Tengah pada 2025, tercatat ada sebanyak 5.364 lembaga pesantren dengan jumlah santri mencapai 520.014 orang. Dengan banyaknya jumlah pesantren tersebut, menurut Taj Yasin, butuh kolaborasi dari berbagai pihak untuk mewujudkan pesantren ramah anak, termasuk dengan para pegiat sosial. “Ini harus dikolaborasikan dan pegiat-pegiat ini, harus diajak supaya menjadi utuh penanganannya di pesantren-pesantren,” pungkasnya. Pun demikian, lanjut Yasin, sebenarnya di pondok pesantren juga sudah diajarkan bagaimana mendidik anak, memberikan kasih sayang kepada anak, maupun pendampingan kepada anak.***

News

PPP Jawa Tengah Mantap Usung Gus Yasin

SEMARANG – Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Tengah menyatakan mantap mengusung Gus Yasin (Taj Yasin Maimoen) maju sebagian Calon Ketua Umum PPP, pada Muktamar ke-10 pasca lebaran.  Gus Yasin dianggap figur paling layak memimpin PPP masa depan sesuai tema Muktamar yang sedang digaungkan  “back to pesantren.” Sebagai putra Kyai Kharismatik Mbah Maimoen Zubair, Gus Yasin lahir dan besar dari Pesantren Al Anwar Sarang Rembang. Sehingga sangat tepat menjadi nahkoda partai berlambang ka’bah itu. Hal itu dikatakan Ketua DPW PPP Jawa Tengah Masruhan Samsurie, saat acara Buka Bersama Gus Yasin, di Ponpes Fadhlul Fadhlan, Mijen Semarang, Kamis 13 Maret 2025. Acara dihadiri tokoh PPP Jawa Tengah, Para Kyai, para pengurus DPW dan DPC se-Jawa Tengah.  “Kenapa Gus Yasin, ya karena kita harus back to pesantren (PPP harus kembali ke Pesantren. Red). Selain itu beliau putra Mbah Maimoen Zubair, Kyai sepuh yang pernah membesarkan PPP. Gus Yasin figur yang paling layak memimpin PPP kedepan,” kata Masruhan.  “Ini momen yang bagus yang  kita idam-idamkan bersama. Sudah lama para DPC ingin ketemu Gus Yasin. Jadi kita sudah melontarkan isu strategis yang ini menjadi PR bagi teman-teman wilayah lain, yaitu back to pesantren,  Gus Yasin figur yang paling tepat,” katanya. Soal mengusung nama Gus Yasin, menurutnya PPP Jawa Tengah merupakan yang pertama mewacanakan kepada DPW lainya. Termasuk yang menginisiasi kembalinya PPP kepada pesantren.  “Jadi kami ini tidak sekadar mendukung. Tetapi yang mengambil inisiatif mengusulkan pertama. Karena kalau mendukung berarti usulan dari orang lain. Tetapi kami yang mengusulkan, PPP yang mengambil miqot (start awal) mengusung Gus Yasin. Berangkat dari sinilah kami akan mengantar Gus Yasin menjadi Ketua Umum,” ucapnya optimis.  Setelah pertemuan awal tersebut, pihaknya akan membawa isu strategis itu ke Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil). Forum itulah yang akan mengusung secara resmi nama Gus Yasin.  “Dari pertemuan awal ini, semua sudah pada tahu kan, semua DPC yang hadir welcom. Langkah selanjutnya kami akan membawa inisiatif ini ke forum resmi, yaitu di Forum Rapat Wilayah DPW, dari situlah kami akan mengusung secara resmi untuk Gus Yasin, “tambah Masruhan.  Menururnya, saat ini posisi PPP Jateng memantau jadwal Muktamar. Ada yang mengatakan Muktamar bulan April pasca lebaran. Jika itu benar, pihaknya  akan bergerak cepat melakukan rapat wilayah. Tapi jika Muktamar akhir tahun masih ada waktu yang cukup untuk persiapan.  “Kalau menurut saya ya secepatnya saja, Muktamar sesuai aturan mekanisme organisasi. Yakni setelah Rapimnas yang diikuti semua DPW se- Indonesia, forum waktu itu menyerahkan kepada DPP untuk merumuskan kapan jadwalnya. Tetapi sampai detik ini DPP sendiri belum nentuin jadwal. Dari keputusan DPP itu nanti ada tenggang waktu 3 bulan, jika diputuskan April, maka 3 bulan setelah April itulah kita Muktamar,” jelasnya. Soal tempat Muktamar, Masruham menyerahkan kepada DPP. Tetapi saat Rapimnas Jawa Tengah sudah mengusulkan siap ditempati. Sebelumnya ada isu Muktamar akan digelar di Bali.  Masruhan mengatakan, untuk memperbaiki PPP kedepan, langkah awal yang harus dibenahi adalah mengganti Ketua Umumnya. Dialah yang paling bertanggung jawab atas gagalnya PPP lolos parlemen pada pemilu 2024 lalu. Semua pengurus pusat juga punya dosa atas kenyataan pahit tersebut.  “Maka Ketua Umum kedepan dituntut mampu secara manajemen, leadership, termasuk dana dan upaya-upaya untuk membesarkan partai kedepan. Gus Yasin paling tepat menurut kami,” kata anggota DPRD Jateng dari PPP itu.  Soal kondisi DPW PPP di 34 provinsi wilayah  lain, Masruhn mengaku belum tahu. Saat ini semua masih menerima masukan-masukan. Sebab di luar sana masih beredar nama-nama selain Gus Yasin.  Asal tahu, dalam momen buka bersama di Ponpes Fadhlul Fadhlan itu, Gus Yasin mengisyaratkan siap maju sebagai Ketua Umum PPP. Memang tidak secara gamblang mengatakanya. Tetapi sebagai kader dia siap jika dianggap layak untuk memperbaiki PPP ke depan.  “Saya belum bisa mengatakan maju atau tidak ya, tetapi sebagai kader siap diajak menolong partai PPP supaya maju. Ke depan  PPP harus kembali ke pesantren. Kita harus merangkul kembali para Kyai, para kader, para pengurus PPP untuk bersatu membesarkan partai. Saat ini, menurut istilah Mbah Mun, PPP sedang tirakat, tidak masuk parlemen. Tetapi harus tetap kompak dan solid menyongsong pemilu 2029,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengan itu. ***

News

Barangsiapa yang Suka terhadap Ulama, Akan Dikumpulkan dengan Ulama

JEPARA – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menghadiri dan memberikan Mauidhoh Hasanah dalam Haul Masyayikh KH. Harun Syakur, Ny. Hj. Rofi’ah, dan KH. Mc Amin Sholeh yang ke-23. Acara tersebut diselenggarakan di Suramayu, Kedungleper, Bangsri, Jepara, pada Jumat, 14 Februari 2025. Dalam Mauidhohnya, Gus Yasin menyampaikan pesan mendalam tentang kecintaan kepada para ulama. Beliau mengutip sebuah hadist, “Barangsiapa yang suka terhadap ulama, akan dikumpulkan dengan ulama.” Haul tersebut dihadiri oleh berbagai tokoh, di antaranya Wakil Bupati Jepara M. Ibnu Hajar, Ketua Tanfidziyah PCNU Jepara KH. Caris Rohman, serta KH. Dr. Mashudi. Tuan rumah, KH. Nuruddin Amin, S.Ag., menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran Gus Yasin dalam acara tersebut. “Terima kasih banyak Gus Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah, sudah menyempatkan hadir dalam acara Haul Masyayikh,” ucap KH. Nuruddin Amin. Dalam Mauidhohnya, Gus Yasin menekankan bahwa KH. Amin dan KH. Harun Syakur memiliki kecintaan terhadap ilmu, saling menyukai karena silsilah keilmuan, serta saling menghormati para alim ulama. “Hal tersebut bisa menjadi ibaroh bagi kita semua, benar-benar menjadi contoh dan wajib kita renungkan. Kita harus mensyukuri bahwa kita dikumpulkan dengan orang-orang yang memiliki mahabbah dan sholeh kepada Allah SWT,” kata Gus Yasin. Lebih lanjut, Gus Yasin mengisahkan sebuah peristiwa ketika Nabi Muhammad SAW sedang berkhutbah. Seorang Arab Badui (tidak mengetahui hukum dan kurang memahami tata krama) mengajukan pertanyaan kepada Nabi. Rasulullah tidak langsung menjawabnya. Setelah beberapa kali bertanya, akhirnya Nabi Muhammad menanggapi pertanyaannya. Arab Badui itu bertanya, “Kapan kiamat?” Nabi Muhammad kemudian menjawab, “Kenapa kamu menanyakan kiamat, sedangkan kamu sedang dinasehati dalam khutbah? Lalu Nabi bertanya kepadanya, “Apa yang sudah kamu persiapkan untuk menghadapi hari kiamat?” Orang Badui itu dengan polos menjawab, “Saya tidak memiliki persiapan apa-apa, kecuali rasa cinta saya kepada Panjenengan, Nabi Muhammad SAW, dan kepada Allah SWT.” Mendengar hal itu, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Orang yang mencintai seseorang akan dikumpulkan bersama orang yang dicintainya.” Gus Yasin kemudian mengaitkan kisah ini dengan makna Haul Masyayikh yang sedang berlangsung. “Kita menghadiri Haul Masyayikh ini bukan karena apa-apa, tetapi karena kita berharap di akhirat nanti bisa dikumpulkan bersama orang-orang sholeh seperti KH. Harun Syakur, Ny. Hj. Rofi’ah, dan KH. Mc Amin Sholeh,” jelasnya. Ia pun menutup Mauidhohnya dengan menguatkan sabda Nabi Muhammad SAW, “Kita hanya ingin sesuai dengan yang dikatakan oleh Nabi Muhammad, bahwa: Barangsiapa yang suka terhadap ulama, akan dikumpulkan dengan ulama.” Pungkasnya.***

News

Gus Yasin Minta OPD Terus Berinovasi Demi Dongkrak PAD 

SURAKARTA– Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meminta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Jateng terus berinovasi demi mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD). Sebab, masih banyak potensi yang bisa digenjot untuk meningkatkan jumlah pendapatan daerah. Hal itu disampaikan oleh Gus Yasin dalam Rapat Koordinasi Penyusunan Rencana Pendapatan Jangka Menengah Tahun 2025-2029 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Hotel Swiss Bellin Saripetojo, Kota Surakarta pada Rabu, 12 Maret 2025. Apalagi adanya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah provinsi, lantaran hal ini berpotensi menurunkan pendapatan dari sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Potensi penurunan pendapatan terjadi karena adanya bagi hasil pajak daerah dan pusat melalui opsen pajak. Maka dari itu, Wagub meminta agar OPD mencari strategi dan inovasi baru, selain pendapatan dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Ia menyampaikan, pendapatan daerah dapat didongkrak dari Badan Usaha Milik daerah (BUMD) dan Badan Layanan Umum daerah (BLUD).   “Pertumbuhan pendapatan pada sektor lain (juga) harus diungkit,” kata Gus Yasin.  Menurutnya, pemerintah bisa memperoleh pendapatan tidak hanya dari sektor pajak, tetapi juga dari sektor lain. Kuncinya harus ada inovasi dan keseriusan dalam mengupayakan peningkatan pendapatan daerah. Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jateng, Sumanto, menyampaikan beberapa strategi yang bisa dilakukan Pemprov Jateng untuk meningkatkan PAD. Beberapa hal yang dapat dilakukan, di antaranya melakukan optimalisasi pengelolaan aset daerah, optimalisasi BUMD dan BLUD, serta intensifikasi (peningkatan jumlah penerimaan pajak) dan ekstensifikasi (peningkatan jumlah wajib pajak serta perluasan subjek dan objek pajak). Ia juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan ekonomi masyarakat dari sektor pertanian, peternakan, dan sektor lainnya.***

News

Gus Yasin Penerus Kiprah KH. Maimoen Zubair di Partai PPP & Politik Nasional

SARANG, REMBANG – Jawa Tengah kembali menjadi sorotan dalam dinamika politik nasional setelah pencalonan Gus Yasin sebagai Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pencalonan Gus Yasin, yang juga putra dari almarhum KH. Maimoen Zubair, menggugah harapan baru, khususnya bagi masyarakat Jawa Tengah dan PPP secara keseluruhan. Bagi banyak kalangan, ini bukan hanya soal pergantian kepemimpinan di PPP, tetapi juga sebuah langkah strategis untuk meneruskan kiprah besar almarhum KH. Maimoen Zubair di ranah politik nasional. KH. Maimoen Zubair: Pilar PPP dan Politik Islam Indonesia  KH. Maimoen Zubair merupakan salah satu tokoh besar yang tidak hanya dikenal karena kedalaman ilmu agama, tetapi juga peranannya yang sangat vital dalam politik Indonesia. Sebagai seorang ulama besar asal Rembang, Jawa Tengah, KH. Maimoen Zubair tidak hanya menjadi panutan spiritual bagi umat Islam, tetapi juga menjadi figur yang memperjuangkan keadilan dan keberagaman dalam kerangka politik negara. Sebagai sosok yang memegang teguh prinsip-prinsip keislaman yang moderat, KH. Maimoen Zubair memiliki pengaruh besar dalam menjaga arah politik PPP agar tetap sesuai dengan nilai-nilai agama, tanpa mengorbankan semangat kebangsaan. Kearifan beliau dalam berpolitik menjadikan PPP tidak hanya sebagai partai politik, tetapi juga sebagai wadah bagi umat Islam yang ingin terlibat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan cara yang damai dan inklusif. Gus Yasin: Penerus yang Diharapkan  Kini, dengan wafatnya KH. Maimoen Zubair, PPP harus menemukan sosok yang mampu meneruskan perjuangan dan semangat beliau di dunia politik. Gus Yasin, yang merupakan putra dari almarhum KH Maimoen Zubair, hadir sebagai kandidat yang diyakini memiliki kapasitas untuk meneruskan estafet kepemimpinan tersebut. Selain dikenal sebagai sosok yang berpendidikan agama, Gus Yasin juga memiliki pemahaman yang kuat mengenai dinamika politik Indonesia. Gus Yasin, dengan latar belakang sebagai seorang santri dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar, telah teruji dalam membangun jejaring sosial dan memiliki wawasan yang luas mengenai kebutuhan masyarakat. Kecakapan Gus Yasin dalam memahami persoalan-persoalan sosial dan politik, serta kemampuannya menjalin hubungan dengan berbagai kalangan, menjadikannya sosok yang ideal untuk melanjutkan amanah politik ayahnya di PPP. Peluang Gus Yasin untuk Meneruskan Kiprah KH. Maimoen Zubair Pencalonan Gus Yasin sebagai Ketua Umum PPP membuka peluang besar untuk menjaga dan meneruskan warisan besar KH. Maimoen Zubair di dunia politik nasional. Sebagai penerus, Gus Yasin dihadapkan pada tantangan berat, tetapi juga kesempatan emas untuk memperkokoh posisi PPP sebagai partai yang memperjuangkan aspirasi umat Islam yang moderat di Indonesia. Melalui kepemimpinan Gus Yasin, PPP diharapkan dapat terus memainkan peran sentral dalam menyuarakan nilai-nilai keislaman yang inklusif, menjaga persatuan bangsa, dan merawat keragaman Indonesia. Kiprah KH Maimoen Zubair yang selalu menekankan pentingnya moderasi, toleransi, dan musyawarah untuk mencapai kesepakatan, harus dilanjutkan dengan semangat yang sama oleh Gus Yasin. Selain itu, Gus Yasin berpotensi menjadi sosok yang dapat menjembatani generasi muda dengan para pemimpin lama PPP, menciptakan kolaborasi yang memperkuat posisi partai di kancah politik nasional. Hal ini sangat penting, mengingat tantangan yang dihadapi PPP dalam mempertahankan relevansinya di tengah persaingan ketat antar partai politik di Indonesia. Meneruskan Tradisi dan Membuka Peluang Baru Pencalonan Gus Yasin sebagai Ketua Umum PPP bukan hanya soal melanjutkan kepemimpinan partai, tetapi juga tentang menjaga agar tradisi politik yang dibangun oleh KH. Maimoen Zubair tetap hidup. Gus Yasin memiliki tantangan besar untuk menjaga agar PPP tetap relevan dan dapat berbicara banyak dalam konteks perkembangan politik Indonesia. Dengan kepemimpinan Gus Yasin, PPP memiliki peluang untuk memperbarui diri dan merangkul lebih banyak generasi muda yang ingin berpartisipasi dalam politik dengan cara yang lebih konstruktif dan berlandaskan nilai-nilai Islam yang moderat. Ini adalah kesempatan untuk menjadikan PPP lebih dari sekadar partai politik, tetapi sebagai gerakan sosial yang membawa nilai-nilai kebangsaan dan keislaman dalam memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesimpulan: Harapan untuk Masa Depan PPP Pencalonan Gus Yasin sebagai Ketua Umum PPP adalah momentum penting untuk partai ini, yang memiliki peran vital dalam sejarah politik Indonesia. Dengan kecakapan kepemimpinan yang dimilikinya, serta kemampuan untuk menjaga dan mengembangkan warisan KH. Maimoen Zubair, Gus Yasin diharapkan bisa membawa PPP ke arah yang lebih baik. Sebagai masyarakat Jawa Tengah, kita tentu berharap bahwa PPP tetap menjadi wadah bagi kita semua untuk berpartisipasi dalam pembangunan bangsa, menjaga nilai-nilai kebangsaan dan keislaman, serta memberikan kontribusi positif di kancah politik nasional. Gus Yasin adalah harapan baru yang membawa semangat untuk meneruskan kiprah KH.  Maimoen Zubair, dan dengan dukungan kita semua, PPP di bawah kepemimpinannya dapat kembali mengukir sejarah gemilang di Indonesia. Dr. KH. Sabilal Rosyad, M.S.I.  Ketua SGN Kab. Pekalongan

Scroll to Top