News

News

Gus Yasin “Terjun” Pimpin Percepatan Program MBG di Jateng

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gerak cepat dalam menindaklanjuti program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksana Program MBG. Pokja tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Jateng Nomor 100.3.3.1/88 Tahun 2025. Wakil Gubernur Gus Taj Yasin menuturkan, saat ini ada lebih dari 120 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dengan total 89 dapur MBG tersebar di Jawa Tengah. “Saat ini di Jawa Tengah sudah peringkat kedua, tingkat nasional,” kata Gus Yasin usai memimpin rapat perdana Pokja Percepatan Pelaksana Program MBG, di ruang kerjanya, Selasa, 8 April 2025. Pokja ini diharapkan mengakselerasi dan mempermudah pelaksanaan program yang bertujuan meningkatkan gizi masyarakat tersebut. “Minggu ini kita sudah membuat alurnya bagaimana, siapa yang bisa dikontak dan kami juga sudah mengakomodir permasalahan-permasalahan,” ucap Gus Yasin yang didapuk sebagai ketua pokja. Adapun saat ini, Pemprov mendata setidaknya dibutuhkan sebanyak 3.470 dapur MBG untuk memenuhi kebutuhan sekitar 8juta penerima manfaat. Terdiri dari total siswa 7,9juta jiwa, ibu hamil sebanyak 439.931 jiwa, ibu menyusui sebanyak 420.638 jiwa; dan anak stunting sebanyak 198.993 jiwa. “Kepada seluruh lembaga, pondok pesantren, para pengusaha atau sekolah-sekolah yang mau melaksanakan program makan bergizi gratis tolong koordinasi dengan kami di tingkat provinsi,” tandasnya. Di bawah komando Yasin serta Gubernur Ahmad Luthfi sebagai penasihat, Pokja Percepatan MBG telah memberikan upaya dukungan yakni menilai aset forkopimda dalam peruntukan dapur MBG. Selain itu melakukan identifikasi potensi distribusi bahan pokok dapur MBG se Jawa Tengah. Di antaranya dapat dilakukan melalui koperasi usaha tani, petani dan peternak, BUMDes penghasil hasil pertanian.***

News

Wagub Jateng Minta ASN Tanggung Jawab dalam Bekerja

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) berharap Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi Jateng bertanggung jawab dan profesional dalam bekerja. Sehingga masyarakat terlayani dengan baik di tengah dinamika perekonomian yang sedang terjadi. Hal ini selaras yang disampaikan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dalam arahannya pada Apel Pagi dan Halal Bihalal bersama pegawai Pemprov Jateng, Selasa 8 April 2025. “Ini luar biasa, untuk memulai kinerja kita selama lima tahun. Kita benar-benar mendedikasikan waktu kita, pikiran kita, tenaga kita, untuk bagaimana mensejahterakan (masyarakat),” tegasnya, usai halal bihalal bersama ASN di pemprov Jateng, Selasa 8 April 2025. Menurutnya seorang ASN harus memberikan kinerjanya dengan penuh tanggung jawab. Dengan demikian masyarakat terlayani, apalagi di tengah dinamika ekonomi global yang berdampak pada perekonomian. Yasin menekankan perhatiannya terhadap pelaku UMKM yang disebut terdampak. Pasalnya, banyak produk lokal Jateng yang di ekspor ke Amerika. Maka Yasin mengharap, ASN Jateng maksimal dalam mengupayakan solusi untuk masyarakat. “Kita benar-benar berjuang, untuk bagaimana memberikan terobosan kepada masyarakat khususnya para pelaku UMKM,” ujarnya. Sebelumnya diberitakan, Gubernur Ahmad Luthfi meminta ASN Jateng meningkatkan profesionalitas. Meliputi peningkatan kinerja pelayanan pada masyarakat hingga tak boleh ada yang terlibat jual beli jabatan.Khusus soal jual beli jabatan, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menegaskan beberapa kali. Bahkan ia menyindir jika ASN ada yang kerjanya “kasak-kusuk” “mutar-muter” untuk cari jabatan maka termasuk kategori tak profesional. Hal itu juga menyalahi peran ASN sebagai pelayan masyarakat. “ASN kasak kusuk, muter sana muter sini, untuk cari jabatan. Jabatan itu amanah. Kita akan pelototi siapa yang profesional dan tidak,” tegas Ahmad Luthfi.***

News

Wagub Jateng Tegaskan Pergub Perda Pesantren Sudah Terbit, Berkah Lailatul Qodar

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen menyampaikan apresiasi terhadap terbitnya Peraturan Gubernur (Pergub) sebagai payung pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 10 Tahun 2023 Tentang Fasilitasi dan Sinergitas Pengembangan Pesantren di Jawa Tengah (Perda Pesantren). “Pergubnya terbit saat Ramadhan, benar-benar memberikan pencerahan seperti turunnya lailatul qodar untuk pesantren,” seloroh Gus Yasin, sapaan akrabnya saat acara Halal bi Halal dengan Santri Gayeng Nusantara (SGN) di Wisma Perdamaian Rumah Rakyat, Tugu Muda Semarang, Senin (7/4). Perda Nomor 10 Tahun 2023 tersebut bertujuan memberikan dukungan kepada pesantren dalam meningkatkan penyelenggaraan fungsi Pendidikan, Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat. Ini merupakan angin segar bagi pesantren di Jawa Tengah. “Setelah terbitnya Pergub ini kami akan kawal, dan pelaksanaannya sesuai penganggaran akan diusulkan untuk masuk dalam anggaran perubahan 2025 serta APBD Murni Tahun 2026,” tandasnya. Diharapkan, melalui Perda dapat terbangun sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan masyarakat yang berilmu, beriman, berwawasan rahmatan lil alamin, dan berdaya saing dalam pembangunan. Terbitnya Pergub untuk panduan pelaksanaan Perda, akan menjadi angin segar bagi pesantren. Gus Yasin menyebutkan persoalan yang dihadapi pesantren sudah terangkum dalam aturan Perda dan Pergub. Anggota TPPD (Tim Percepatan Pembangunan Daerah) Jawa Tengah, Ir. H. Haryanto yang juga anggota SGN mengatakan, adanya Pergub juga akan semakin memudahkan rencana beasiswa dengan Universitas Al Azar di Mesir untuk program S1 bagi santri di Jawa Tengah. Dia mengamini Pergub Perda Pesantren yang ditandatangani Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebagai hadiah Lailatul Qodar. “Sebab ditandatangani pak Gub saat Ramadhan kemarin,” katanya. Menurutnya melalui Pergub ini ada juga MoU dengan Kedutaan Besar Korea Selatan yang membuka peluang Pendidikan dan lapangan kerja bagi santri. Kerja sama juga dibuka oleh Kedutaan Besar Jerman, dan juga pemerintah Jepang.***

News

Taj Yasin: Idulfitri Momentum Saling Ingatkan Bila Ada Kekurangan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin mengatakan Idulfitri 1446 H jadi momentum untuk saling mengingatkan. Terutama kepada pemimpin agar ‘on the track’ saat melaksanakan tugasnya. Pernyataan itu disampaikan Taj Yasin, usai menjadi imam dan khotib salat Idulfitri di Lapangan Danau BSB Mijen, Semarang, Senin, 31 Maret 2025. Yasin mengatakan, kesucian di hari kemenangan ini dijaga dengan cara saling ingat-mengingatkan. “Semoga dengan saling mengingatkan, kita bisa menjaga kesucian kita dan kita menjaga silaturahmi toleransi seluruh nusantara khususnya Jawa Tengah,” ucapnya. Sosok yang akrab dengan sapaan Gus Yasin ini juga meminta kepada masyarakat Jawa Tengah untuk senantiasa mendukungnya dan Gubernur Ahmad Luthfi. “Dukung kami untuk selalu memberikan yang terbaik untuk pembangunan Jawa Tengah,” tegasnya. Yasin menuturkan, mengingatkan kekurangan atau kelupaan dari pemimpin juga bagian dari mendukung. Sehingga pembangunan di Jateng bisa lebih baik lagi. “Tolong ingatkan kepada kami apabila ada kekurangan atau kelupaan-kelupaan. Semoga pembangunan Jawa Tengah mensejahterakan masyarakat bisa lebih baik lagi,” tandas Yasin.***

News

Mudik Gratis, Gus Yasin Lepas 609 Pemudik dari Pasar Senen ke Semarang

JAKARTA – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), resmi melepas keberangkatan Kereta Api (KA) Tawang Jaya yang membawa 609 pemudik dari Stasiun Pasar Senen, Jakarta, menuju Kota Semarang, pada Kamis malam. Keberangkatan ini merupakan bagian dari program mudik gratis yang difasilitasi oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama sejumlah stakeholder lainnya. KA Tawang Jaya berangkat pukul 18.25 WIB, membawa ratusan pemudik yang hendak pulang ke kampung halaman masing-masing di wilayah Jawa Tengah. Sebelumnya, pada siang hari, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi telah lebih dulu melepas KA Jaka Tingkir dengan tujuan akhir Solo Balapan, yang membawa 502 pemudik. “Selepas magrib tadi kita melepas mudik gratis ke Jawa Tengah naik kereta. Saat ini ada 609 penumpang. Tadi pagi satu kereta sudah diberangkatkan oleh Pak Gubernur dengan 502 penumpang,” ujar Taj Yasin setelah melepas keberangkatan para pemudik. Tidak hanya melepas keberangkatan, Taj Yasin dan istrinya, Nawal Nur Arafah Yasin, juga ikut serta dalam perjalanan mudik. Keduanya naik ke gerbong 1 untuk menyapa para penumpang, menanyakan tujuan mereka, serta kondisi mereka selama merantau di Jakarta. Setelah itu, mereka berpindah ke gerbong 4, tempat mereka duduk selama perjalanan. Tak hanya itu, pasangan ini juga merasakan suasana berbuka puasa bersama para pemudik di gerbong restorasi. “Hari ini saya juga ikut membersamai kawan-kawan mudik ke Jawa Tengah. Enak keretanya, lebih nyaman,” kata Taj Yasin. Ia berharap program mudik gratis ini bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang agar semakin banyak warga Jawa Tengah yang bisa pulang kampung dengan lebih aman dan nyaman tanpa terbebani biaya tinggi. “Mereka bersyukur. Ada yang sudah lama ikut anaknya di Jakarta dan tidak bekerja, ada juga mahasiswa. Semoga tahun depan kita bisa lebih banyak lagi, agar mereka bisa menghemat biaya mudik,” tambahnya. Dengan adanya program mudik gratis ini, diharapkan tradisi pulang kampung menjelang Lebaran tetap berjalan lancar dan lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaatnya.***

News

Paguyuban Rantau Berharap Jateng Bisa Pasok Produk UMKM untuk Dipasarkan di Bandung

BANDUNG – Paguyuban Rantau Jawa Tengah (PRJT) di Bandung Raya menyampaikan usulannya kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin untuk memberi perhatian pada pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di perantauan. “Mayoritas peserta mudik gratis ini (pedagang) pelaku UMKM, nanti harapannya supaya ada pembinaan untuk bisa naik kelas,” kata Ketua PRJT Bandung Raya, Farhan Juniaji, saat mendampingi Taj Yasin dalam seremonial pemberangkatan mudik gratis ke Jateng, dari Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 27 Maret 2025 Dengan pembinaan beragam pihak, diharapkan pedagang kaki lima (PKL) di perantauan punya layanan yang naik kelas seperti pada manajemen kafe. “Harapan kami bisa kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ucap Farhan. Dia juga menyampaikan, bila para perantau asal Jateng mayoritas bekerja sektor informal seperti pedagang. Merunut itu, kata Farhan, pelaku UMKM asal Jateng di perantauan bisa memasarkan produk-produk asal atau khas dari daerah yang beribukota di Kota Semarang tersebut. “(Jadi) punya produk apa, bisa dipasarkan UMKM di sini agar jadi sinergi. Di sini banyak teman-teman yang bisa promosikan produknya supaya kolaborasi,” ucapnya. Mendengar usulan tersebut, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, menanggapinya dengan positif. “Terkait UMKM, langsung koordinasi. Tadi dibisiki ada yang di Bandung di Jakarta. Syukur-syukur nanti kalau pulang, biar mereka dapat modal. Yasudah nanti langsung saja produk UMKM kita dipasarkan di Bandung dan Jakarta,” katanya. Untuk diketahui, dalam program mudik gratis pemberangkatan dari Kota Bandung ke sejumlah wilayah di Jateng itu diikuti 1.100-an orang. Program kebersamaan itu dikomandoi oleh Pemerintah Provinsi Jateng, melibatkan pemerintah kabupaten/kota se-Jateng, Badan Amil Zakat Nasioanal (Baznas) Jateng, dan stakeholder lain yang terlibat. Ada 22 armada bus yang diberangkatkan pada tahun ketiga dari Kota Bandung tersebut. Kembali menurut Farhan, pihaknya, selektif dalam menyaring calon peserta mudik gratis agar tepat sasaran. Di mana sebisa mungkin ditujukan untuk kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan fasilitas mudik gratis agar bisa pulang ke kampung halaman. Dirincikannya, peserta berasal dari kalangan ojek online 17 persen, karyawan 17,6 persen, pedagang kaki lima 11 persen, asisten rumah tangga 11 persen. “41 persennya campur. Ada honorer, guru ngaji, ibu rumah tangga, dan lain-lain,” ujarnya. ***

News

Pemudik Gratis dari Bandung Berharap Tahun depan Armada Ditambah, Masih Banyak Pemudik Jateng yang Tidak Terangkut

BANDUNG – Mudik gratis provinsi Jawa Tengah dari Bandung diberangkatkan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Kamis 27 Maret 2025. Sedikitnya 1.100 orang mengikuti mudik tanpa biaya yang digelar rutin setiap tahun itu. Salah satunya Sefti Nurwati, pemudik arah Banyumas. Air muka perempuan berusia 38 tahun ini berseri-seri. Dalam perjalanan beberapa jam lagi, ia bisa kembali bersua dengan keluarga di kampung halamannya. Harapannya, bisa menunaikan rindu yang telah lama membuncah. Bagaimana tidak. Perantau asal Kabupaten ngapak ini sudah 60 kali purnama tidak bisa pulang ke kampung halaman. “(Terakhir mudik) sebelum Covid 19,” kata Sefti saat ditemui sebelum pemberangkatan mudik gratis dari Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 27 Maret, 2025. Dirinya mengaku senang bisa mengikuti program mudik gratis ini. Dengan begitu, beban pengeluarannya bisa berkurang. Melalui program ini dia bisa kembali bertemu dengan sanak keluarganya. Sefti merupakan satu dari 1.100-an orang dari Bandung Raya dan sekitarnya yang terfasilitasi mudik gratis oleh Pemerintah Provinsi Jateng, kabupaten/kota, Badan Amil Zakat Nasioanal (Baznas) Jateng, dan stakeholder lain yang terlibat. Ada 22 armada bus yang diberangkatkan pada tahun ketiga dari Kota Bandung itu. Hal yang sama dirasakan oleh Sunarti (60), yang berprofesi penjual jamu asal Kabupaten Karanganyar. Perempuan yang mengaku sudah 40 tahun merantau itu merasa senang bisa mengikuti program ini. Itu keikutsertaan pertamanya bisa mengikuti program mudik gratis. “Senang baru sekali ini ikut mudik gratis. Harapannya tahun depan ada lagi, terimakasih sekali ada keringanan naik bus mudik gratis,” ucap dia. Ketua Paguyuban Cah Karanganyar Rantau (Cakra) di Kota Bandung, Waluyo, mengatakan, ada 50 perantau yang ikut dalam rombongan bus tersebut. Mayoritas bermata pencahrian sebagai pedagang. Ketua Paguyuban Rantau Jawa Tengah (PRJT), Bandung Raya, Farhan Juniaji, mengatakan, selektif dalam menyaring calon peserta mudik gratis agar tepat sasaran. Sebisa ditujukan untuk kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan fasilitas mudik gratis, agar bisa pulang ke kampung halaman. Dirincikannya, peserta dari kalangan ojek online 17 persen, karyawan 17,6 persen, pedagang kaki lima 11 persen, asisten rumah tangga 11 persen. “41 persennya campur. Ada honorer, guru ngaji, ibu rumah tangga, dan lain-lain,” ujarnya. Farhan bercerita, pada kesempatan mudik gratis kali ini mampu memberikan harapan kepada perantau yang bahkan sudah lama tak bisa pulang. Dia mencontohkan, ada keluarga yang berprofesi menjadi pemulung dari Cikarang yang telah lima tahun tak bisa mudik. “Lalu dijemput, di antarkan relawan kami ke Bandung. Alhamdulillah bisa mudik ke Jateng,” kata Farhan. Ke depan, pihaknya berharap fasilitas armada bus mudik gratis bisa ditambah untuk keberangkatan dari Bandung Raya oleh instansi pemerintahan, maupun donatur lain. “Karena banyak teman belum terangkut, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi. Yang untuk Rembang, Pati, Blora, Kudus, belum ada armadabya. Mari berdoa, supaya tahun depan lebih banyak lagi para donatrur bus,” kata Farhan. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, dalam kesempatan itu berinteraksi dengan para pemudik dan seremoni pemberangkatkan langsung. “Nanti uangnya bisa buat modal lagi, untuk keluarga besarnya di kampung. Uangnya diputar di sana saja supaya perputaran ekonomi bisa baik,” katanya. Dia juga menawari untuk peserta yang pekerjaannya pemulung untuk nantinya bisa tinggal di Jawa Tengah. “Yang saudara pemulung, dicek nyuwun datanya masih ada tidak KTP-nya? Kalau mau tinggal di Jateng kita fasilitasi, dilatih, sehingga kemapanan bisa dirasakan keluarga juga. Ini tugas kami,” katanya. Lebih lanjut pihaknya berpesan supaya pengemudi, dan peserta mudik gratis di jalan agar menjaga kesehatan, dan berhati-hati selama perjalanan. Selain itu, dia berterimakasih untuk semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan program mudik gratis tersebut. ***

News

Wagub Jateng Siap Fasilitasi Pemudik yang Mau Tetap Tinggal di Jawa Tengah

BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menyarankan para pemudik gratis tahun ini, khususnya para pemulung dari Jawa Tengah untuk bisa tinggal di tanah kelahiranya. Usaha di Jawa Tengah sehingga bisa lebih dekat dengan keluarga. Hal itu dikatakan Gus Yasin saat melepas 1.200 peserta mudik gratis dari Bandung tujuan 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, Kamis 27 Maret 2025. “Ya hari ini kami melepas 1.200 sekian peserta mudik gratis ke Jawa Tengah. Diantaranya tadi ada pemulung, mereka kita pastikan kalau memang mereka lebih mau tinggal di Jawa Tengah lebih baik,”ucap Gus Yasin. Nantinya mereka bisa bekerja di tanah kelahiran sehingga dekat dengan keluarga. Untuk membekali pekerjaan Pemprov Jateng akan membekali fasilitas pelatihan, skil, dan pendampingan. “Kalau memang mau akan lebih baik, nanti mereka kita bekali fasilitas pelatihan, skil dan pendampingan, nanti akan kita urus (usahanya.red), “imbuhnya. Termasuk pada peserta mudik gratis yang harus cuci darah, Gus Yasin mengaku siap membantu dan mengurusnya. Jika membutuhkan bantuan pemerintah siap. “Tadi ada satu yang harus cuci darah, kami akan fasilitasi selama ada di Jawa Tengah, kita minta kontaknya kalau ada apa-apa kami akan sigap,” ujar pendamping Gubernur Ahmad Luthfi ini. Asal tahu, mudik gratis asal Bandung yang difasilitasi Pemrov Jateng ada 1.200 orang. Mereka diangkut 22 bus ke 35 kabupaten/kota, dengan setiap kota satu bus. Ketua Paguyuban Rantau Jawa Tengah (PRJT), Bandung Raya, Farhan Juniaji, mengatakan, selektif dalam menyaring calon peserta mudik gratis agar tepat sasaran. Sebisa ditujukan untuk kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan fasilitas mudik gratis, agar bisa pulang ke kampung halaman. Dia rinci, peserta dari kalangan ojek online 17 persen, karyawan 17,6 persen, pedagang kaki lima 11 persen, asisten rumah tangga 11 persen. “41 persennya campur. Ada honorer, guru ngaji, ibu rumah tangga, dan lain-lain,” ujarnya. Farhan bercerita, pada kesempatan mudik gratis kali ini mampu memberikan harapan kepada perantau yang bahkan sudah lama tak bisa pulang. Dia mencontohkan, ada keluarga yang berprofesi menjadi pemulung dari Cikarang yang telah lima tahun tak bisa mudik. “Lalu dijemput, di antarkan relawan kami ke Bandung. Alhamdulillah bisa mudik ke Jateng,” kata Farhan. Ke depan, pihaknya berharap fasilitas armada bus mudik gratis bisa ditambah untuk keberangkatan dari Bandung Raya oleh instansi pemerintahan, maupun donatur lain. “Karena banyak teman belum terangkut, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi. Yang untuk Rembang, Pati, Blora, Kudus, belum ada armadabya. Mari berdoa, supaya tahun depan lebih banyak lagi para donatrur bus,” kata Farhan. ***

News

Wagub Jateng Lepas 1.200 Pemudik Gratis dari Bandung, Jika Kurang Siap Kirim Bus Lagi

BANDUNG – Mudik gratis provinsi Jawa Tengah dari Bandung diberangkatkan Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Kamis 27 Maret 2025. Sedikitnya 1.100 orang mengikuti mudik tanpa biaya yang digelar rutin setiap tahun itu. Salah satunya Sefti Nurwati, pemudik arah Banyumas. Air muka perempuan berusia 38 tahun ini berseri-seri. Dalam perjalanan beberapa jam lagi, ia bisa kembali bersua dengan keluarga di kampung halamannya. Harapannya, bisa menunaikan rindu yang telah lama membuncah. Bagaimana tidak. Perantau asal Kabupaten ngapak ini sudah 60 kali purnama tidak bisa pulang ke kampung halaman. “(Terakhir mudik) sebelum Covid 19,” kata Sefti saat ditemui sebelum pemberangkatan mudik gratis dari Kodiklat TNI AD, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis, 27 Maret, 2025. Dirinya mengaku senang bisa mengikuti program mudik gratis ini. Dengan begitu, beban pengeluarannya bisa berkurang. Melalui program ini dia bisa kembali bertemu dengan sanak keluarganya. Sefti merupakan satu dari 1.100-an orang dari Bandung Raya dan sekitarnya yang terfasilitasi mudik gratis oleh Pemerintah Provinsi Jateng, kabupaten/kota, Badan Amil Zakat Nasioanal (Baznas) Jateng, dan stakeholder lain yang terlibat. Ada 22 armada bus yang diberangkatkan pada tahun ketiga dari Kota Bandung itu. Hal yang sama dirasakan oleh Sunarti (60), yang berprofesi penjual jamu asal Kabupaten Karanganyar. Perempuan yang mengaku sudah 40 tahun merantau itu merasa senang bisa mengikuti program ini. Itu keikutsertaan pertamanya bisa mengikuti program mudik gratis. “Senang baru sekali ini ikut mudik gratis. Harapannya tahun depan ada lagi, terimakasih sekali ada keringanan naik bus mudik gratis,” ucap dia. Ketua Paguyuban Cah Karanganyar Rantau (Cakra) di Kota Bandung, Waluyo, mengatakan, ada 50 perantau yang ikut dalam rombongan bus tersebut. Mayoritas bermata pencahrian sebagai pedagang. Ketua Paguyuban Rantau Jawa Tengah (PRJT), Bandung Raya, Farhan Juniaji, mengatakan, selektif dalam menyaring calon peserta mudik gratis agar tepat sasaran. Sebisa ditujukan untuk kalangan masyarakat yang sangat membutuhkan fasilitas mudik gratis, agar bisa pulang ke kampung halaman. Dirincikannya, peserta dari kalangan ojek online 17 persen, karyawan 17,6 persen, pedagang kaki lima 11 persen, asisten rumah tangga 11 persen. “41 persennya campur. Ada honorer, guru ngaji, ibu rumah tangga, dan lain-lain,” ujarnya. Farhan bercerita, pada kesempatan mudik gratis kali ini mampu memberikan harapan kepada perantau yang bahkan sudah lama tak bisa pulang. Dia mencontohkan, ada keluarga yang berprofesi menjadi pemulung dari Cikarang yang telah lima tahun tak bisa mudik. “Lalu dijemput, di antarkan relawan kami ke Bandung. Alhamdulillah bisa mudik ke Jateng,” kata Farhan. Ke depan, pihaknya berharap fasilitas armada bus mudik gratis bisa ditambah untuk keberangkatan dari Bandung Raya oleh instansi pemerintahan, maupun donatur lain. “Karena banyak teman belum terangkut, mudah-mudahan tahun depan bisa lebih banyak lagi. Yang untuk Rembang, Pati, Blora, Kudus, belum ada armadabya. Mari berdoa, supaya tahun depan lebih banyak lagi para donatrur bus,” kata Farhan. Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, dalam kesempatan itu berinteraksi dengan para pemudik dan seremoni pemberangkatkan langsung. “Nanti uangnya bisa buat modal lagi, untuk keluarga besarnya di kampung. Uangnya diputar di sana saja supaya perputaran ekonomi bisa baik,” katanya. Dia juga menawari untuk peserta yang pekerjaannya pemulung untuk nantinya bisa tinggal di Jawa Tengah. “Yang saudara pemulung, dicek nyuwun datanya masih ada tidak KTP-nya? Kalau mau tinggal di Jateng kita fasilitasi, dilatih, sehingga kemapanan bisa dirasakan keluarga juga. Ini tugas kami,” katanya. Lebih lanjut pihaknya berpesan supaya pengemudi, dan peserta mudik gratis di jalan agar menjaga kesehatan, dan berhati-hati selama perjalanan. Selain itu, dia berterimakasih untuk semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan program mudik gratis tersebut. (*)  

START MUDIK
News

Belasan Ribu Pemudik Jateng Senang Bisa Pulang Kampung Gratis, Termasuk Disabilitas

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah hari ini mengadakan Mudik Gratis Lebaran 2025. Sebanyak 311 bus disiapkan untuk mengangkut 14 ribu pemudik asal Jawa Tengah yang bekerja di Jakarta.Dari sekian ribu pemudik tersebut, beberapa di antaranya adalah disabilitas. Sebagaimana pemudik pada umumnya, warga disabilitas ini sangat senang dengan program mudik gratis, karena dapat menghemat pengeluaran. Di antara pemudik disabilitas tersebut ada Faedah dan anaknya, Arif. Keduanya merupakan tuna netra yang akan mudik ke kampung halamannya di Cilacap. Ibu-anak yang sudah hampir tujuh tahun bekerja di panti urut tuna netra ini, mengaku sangat senang. “Ini mau ke Cilacap. Ada (mudik) gratis alhamdulillah, saya suka, senang, nyaman, tidak pakai biaya,” ujarnya sebelum naik ke dalam bus. Menurutnya, uang yang seharusnya untuk ongkos mudik dapat disimpan untuk keperluan lainnya. Seperti makan atau keperluan lain di kampung. Ia berharap program ini terus ada di tahun-tahun ke depan. Apalagi banyak juga teman-teman tuna netra dan disabilitas lain yang memanfaatkan program tersebut. “Terima kasih banyak, jadi bisa meringankan biaya. Hemat Rp 500 ribu. Dulu sudah pernah ikut (mudik gratis) sekali. Lumayan, (uangnya) bisa untuk makan di rumah,” ungkapnya. Pemudik lain, Mundoko, juga menyampaikan rasa senang dan terima kasih atas Mudik Gratis yang diselenggarakan Pemprov Jateng dan kabupaten/kota. Dia dan pemudik lain yang bekerja sebagai karyawan, pedagang kaki lima, dan asisten rumah tangga bisa terbantu. “Sangat bagus. Saya pulang ke Pekalongan, pulang bersama keluarga. Kerja hampir 10 tahun, ojol sekitar lima tahun lalu. Ada mudik gratis lumayan, hemat sekitar Rp 400 ribu per orang yang biasanya buat ongkos,” ujar Mundoko yang mudik bersama istrinya, Ika. Edi, pemudik dengan tujuan Purwantoro, Wonogiri, mengaku sudah tiga kali ikut mudik gratis. Itu sangat membantu karena tiket saat Lebaran sangat mahal. Satu orang bisa Rp 600 ribu, padahal satu keluarga ada tiga orang. “Sangat membantu bagi saya karena faktor ekonomi. Mudik gratis kali ini sudah semakin baik dan lebih mudah dari sebelum-sebelumnya. Beruntung bisa dapat kuota karena banyak sekali yang mendaftar. Sampai saya menunggu dari sore, ada yang tidur di lokasi pendaftaran juga,” ujar buruh lepas di daerah Cijantung tersebut. Mudik gratis dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah diperuntukkan bagi warga asal Jawa Tengah yang bekerja sebagai buruh, pedagang kaki lima, asisten rumah tangga, dan sektor informal lainnya. Selain itu, mudik gratis ini juga memfasilitasi teman-teman disabilitas.***

Scroll to Top