News

News

Gerak Cepat: Taj Yasin Rapat dengan Menteri PU Terkait Rob di Demak

REMBANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen akan bertemu dan menggelar rapat dengan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggoro, di Jakarta pada Kamis, 12 Juni 2025. Pertemuan ini akan membahas persoalan rob yang melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah, khususnya Kabupaten Demak. Taj Yasin mengaku menerima panggilan dari Menteri PU saat sedang dalam perjalanan menuju Rembang. Hal itu Ia sampaikan usai menghadiri acara Sedekah Bumi dan Tasyakuran di Halaman Masjid Al-Munawar, Sarang, Rembang. “Besok, Insya Allah saya akan rapat dengan Menteri PU untuk membahas penanganan permasalahan rob yang ada di Jawa Tengah,” ujar Taj Yasin, Rabu malam, 11 Juni 2025. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu menuturkan, rapat yang dijadwalkan pukul 09.00 WIB tersebut juga akan dihadiri oleh sejumlah perwakilan masyarakat Demak. Harapannya, pemerintah pusat dapat mendengar langsung kondisi di lapangan dan masyarakat mendapat penjelasan terkait upaya yang telah dan akan dilakukan. “Doakan kami bisa mengatasi permasalahan ini, agar semuanya jelas dan kita bisa bersama-sama membangun Jawa Tengah,” tegasnya. Acara Sedekah Bumi di Masjid Al-Munawar, Sarang, menurut Gus Yasin, bukan sekadar tradisi syukuran, tetapi juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan alam di tengah krisis lingkungan yang makin mengkhawatirkan, terutama di pesisir utara Jawa Tengah. Sementara itu, data terbaru mencatat bahwa banjir rob dan luapan Sungai Tuntang telah merendam 13 desa di 5 kecamatan di Demak. Sekitar 2.903 kepala keluarga dan 2.959 rumah terdampak. Fasilitas umum seperti sekolah, pasar, serta lahan pertanian seluas 730 hektare juga turut terkena imbas. Sebagai langkah darurat, Pemprov Jawa Tengah telah menerjunkan tiga unit pompa air untuk mempercepat surutnya genangan, serta menyediakan kapal fiber untuk membantu siswa tetap bisa berangkat sekolah di tengah kondisi banjir.***

News

Urai Kemacetan di Sayung, Pemprov Jateng Tutup U-Turn Polytron

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan rekayasa lalu lintas dengan memasang water barrier (pembatas jalan), pada U-Turn di median jalan ruas Semarang-Sayung KM 9, Rabu (11/6/2025). Hal ini, dilakukan untuk mengurai kemacetan lalu lintas di depan pabrik elektronik, akibat rob dan perputaran kendaraan. Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Arief Djatmiko mengatakan, selain karena rob, bukaan jalan pada ruas tersebut ditengarai turut menghambat kelancaran lalu lintas. Oleh karenanya, pihaknya bekerjasama dengan Dishub Demak dan perusahaan untuk melakukan penutupan U-Turn, agar arus kendaraan tidak semakin terhambat. “Di depan Politron itu kan kita memasang water barrier ya, water barrier agar kendaraan-kendaraan yang berputar tidak bisa berputar di situ. Dan kita alihkan ke perputaran jalan nasional yang memang sudah disediakan kira-kira 1 – 2 kilometer dari Politron,” ucap Arief, via telepon. Ia menjelaskan, pada ruas tersebut seringkali dijadikan tempat putar balik kendaraan besar. Sementara, arus kendaraan melambat karena rob yang menggenangi wilayah tersebut. Sehingga, kondisi tersebut semakin memperparah antrean kendaraan. Disamping memasang water barrier, pihaknya juga bekerjasama dengan Dishub Demak, untuk pemantauan kamera jarak jauh (CCTV), secara realtime 24 jam. “Kami juga menyediakan dua shift untuk (petugas) menjaga lokasi di sana. Kita kerahkan delapan orang, masing-masing shift empat orang,” imbuhnya. Kepada pengguna jalan ia mengimbau, agar mematuhi peraturan lalu lintas. Selain itu, masyarakat diharap untuk berhati-hati melintas pada ruas tersebut.***

News

Pemprov Jateng Perbanyak Pompa Tangani Rob Sayung Demak

DEMAK – Banjir rob Sayung, di Kabupaten Demak yang masih merendam, membuat Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah berupaya dalam penanganannya. Di antaranya adalah pengerahan pompanisasi di titik banjir rob. Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursari Penanggungan mengatakan, pihaknya telah mengerahkan pompanisasi ke lokasi rob Sayung. “Pompanisasi kami kerahkan. Itu sudah jalan, ya. Sejak beberapa hari lalu,” kata Bergas dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (11/6/2025) sore. Menurutnya, pompanisasi dilakukan di Desa/Kecamatan Sayung. Pompa tersebut dioperasikan tergantung dari kondisi rob yang ada. Atau, pompa tidak selalu menyala setiap saat. “Pompanisasi kita operasikan on/off (nyala/mati) tergantung kondisi air rob yang ada di lapangan. Kalau air sudah surut, ya pompanya mati,” terangnya. Adapun pompa yang dikerahkan sebanyak tiga unit. Dengan rincian, dua unit dari Dinas Pusdataru Provinsi Jateng, dan satu unit dari BPBD Provinsi Jateng. Pompa tersebut untuk menyedot air rob untuk dibuang ke saluran terdekat atau sungai sekitar. “Pompa dikerahkan sampai waktu yang tidak ditentukan. Melihat kondisi rob di lapangan,” tambahnya. Selain pompanisasi, kata Bergas, BPBD juga mengerahkan Prau Katamaram atau kapal fiber yang berfungsi untuk mengangkut anak sekolah terdampak rob. “Prau Katamaram untuk mendukung anak sekolah, tergantung rob. Adik-adik sekolah yang terdampak rob, akan diangkut dengan kapal fiber ke sekolah, yang dijemput dari tempat tinggalnya, atau balai desa,” terangnya. Kapal fiber/katamaram, jelas Bergas, disiapkan untuk mendukung aktivitas siswa atau pelajar yang akan menuju sekolah dari tempat tinggalnya. Hasil koordinasi ada 2 desa yaitu Desa Sriwulan dan Timbulsloko yang sudah mengajukan kebutuhan sarpras dimaksud untuk mengantar anak sekolah. “Tentunya kebutuhan kapal katamaram disesuaikan juga dengan kedalaman genangan air yang terjadi,” jelasnya. Selanjutnya, BPBD Provinsi Jateng juga akan mengadakan edukasi ke sekolah terkait pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) di SMAN 1 Sayung, pada Jumat (13/6/2025). Sekda Jateng Sumarno mengatakan, pihaknya segera melakukan penanaganan rob Sayung Demak setelah adanya arahan dari Gubernur Jateng Ahmad Luthfi. Yang mana, selain adanya penanganan jangka panjang berupa tanggul laut (giant seawall), juga ada penanganan jangka pendek. “Utamanya yang ada kaitannya dengan jalan nasional. Kita dari Pemprov Jateng yang akan mengeksekusi, kita akan pasang parapet di depan pabrik Polytron. Nanti setelah parapet sudah kita pasang, air yang ada di jalan raya akan kita sedot,” kata Sumarno. Pihaknya ingin agar jalan nasional Sayung Demak kering, jadi tidak adan genangan air. Sehingga, meski kanan-kiri jalan, airnya tinggi, namun keberadaan parapet akan mampu menanggulangi air. Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jawa Tengah yang akan mengeksekusi. Pemprov Jateng juga akan keruk sungai di sekitar lokasi. Ada banyak hal yang akan dilakukan oleh seluruh OPD Pemprov Jateng. Seperti Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya, Dinas Pusdataru, Dinas Perakim, BPBD, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pendidikan, Biro Kesra dan lainnya. “Kita akan respon cepat. Semua OPD terlibat, kita keroyok, kita respons problem yang di hadapi di sana,” ungkapnya.***

News

Undip Puji Capaian 100 Hari Kinerja Ahmad Luthfi-Taj Yasin

SEMARANG – Universitas Diponegoro (Undip) Semarang memuji capaian kinerja 100 hari Gubernur Ahmad Luthfi-Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen. Kalangan akademisi menilai, kepemimpinan Gubernur-Wakil Gubernur tersebut telah mampu mengajak semua pihak mengurus bersama permasalahan daerah. Hal ini disampaikan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Undip, Wijayanto, saat menjadi narasumber “Diskusi Publik Evaluasi 100 Hari Kinerja Gubernur Jawa Tengah”, di Ruang Sidang Senat Fisip Undip, Tembalang, Kota Semarang, Senin (2/6/2025). “Sebagai satu masa, 100 hari sebenarnya terlalu singkat, untuk menghitung lima tahun. 100 hari kita bisa melihat sejauh mana kinerja dari pemerintah. Saya pikir itu menjadi blue print dari lima tahun ke depan. Satu hal yang tampak menonjol dari Pemprov Jateng dalam penilaian kita adalah spirit kolaborasi dari Pemprov ini luar biasa,” kata Wijayanto. Menurutnya, baru di era gubernur ini melibatkan 44 perguruan tinggi di Jateng. Undip salah satunya. Oleh karena itu, Undip sangat bangga karena menjadi salah satu pihak yang diajak kerja sama oleh Pemprov dengan hubungan sangat dekat. “Pak Gubernur menyampaikan, Undip menjadi yang terdepan dalam projek desalinasi yang sangat penting dan relevan untuk mengatasi problem kelangkaan air bersih di daerah pesisir di Jateng. Seperti yang kena rob, ada air asin di sana yang tidak bisa diminum,” sambungnya. Projek desalinasi air itu, merupakan salah satu  dari 27 kerja sama Undip dengan Pemprov. Pihaknya berharap spirit yang sama ini bisa terus dipertahankan karena Jateng terlalu besar untuk diurus sendiri.  “Menurut saya, itu menjadi credit point yang perlu mendapat benang merah bagi Pemprov Jateng,” ungkap Wijayanto. Menurutnya, masih banyak hal yang harus terus ditingkatkan, seperti pertumbuhan ekonomi, menurunkan kemiskinan, meningkatkan kesejahteraan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah. Selain itu faktor banjir perlu disoroti. “Kita juga memberikan satu high light tentang pentingnya mengkomunikasikan kebijakan pemerintah, keberhasilan pemerintah kepada publik, karena selain kinerja yang baik, dan kebijakan yang tepat, juga partisipasi publik yang luas. Di sinilah pentingnya komunikasi. Komunikasi tidak sama dengan pencitraan,” jelasnya. Ditambahkan, gubernur telah memulai dengan slogan yang baik, yaitu Ngopeni, Nglakoni. Menurut Wijayanto, hal itu merupakan cara komunikasi yang njawani dan bisa merasuk ke benak warga Jateng. Ia berpikir, komunikasi yang sesuai nilai budaya dan konteks zaman itu diperlukan dari sisi pesan atau filosofi. “Dari sisi media, media sosial. Generasi muda sekarang menghabiskan waktunya sejak bangun sampai tidur lagi, itu di internet. Dari sisi media, medium itu perlu dipakai. Dari bentuk konten audio visual lebih baik daripada konten hanya teks atau sekadar gambar atau caption. Itu perlu diperhatikan,” jelasnya. Apakah harus sama dengan gaya kepemimpinan Gubernur Jabar Dedi Mulyadi? Wijayanto menilai, Kang Dedi Mulyadi (KDM) ada banyak pujian, tapi banyak kontroversi. Ia menilai, Gubernur Jateng dan Wagub telah memiliki gaya kepemimpinan yang njawani dan lebih cocok untuk Jateng. “Saya pikir Pak Luthfi dan Gus Yasin punya gaya komunikasi modal yang sangat baik untuk meningkatkan komunikasi yang lebih cocok dengan gaya Jateng,” ujarnya.Hanya, sarannya, gubernur dan wakil gubernur menyampaikan program dan keberhasilannya melalui kanal yang tepat yang biasa dikonsumsi generasi sekarang seperti media sosial Tiktok, Instagram, X, dan lainnya. “Pembedaannya bisa dengan misalnya, kontennya menarik tapi isinya mendalam. Kadang kalau konten cepat-cepat itu dangkal. Kalau substansinya bagus dan kontennya menarik, saya pikir itu akan menjadi satu kombinasi bagus dan baik untuk komunikasikan keberhasilan Pemprov Jateng,” imbuhnya. Pembicara lain yakni, Dr Zulkifli selaku Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah (TPPD) Provinsi Jateng, Ketua Badan Pusat Statistik Jateng, Endang Tri Wahyuningsih, dan Dekan Fisip Undip, Teguh Wiyono. Adapun moderator Kaprodi Magister Ilmu Politik Fisip Undip, Rina Martini. Teguh Wiyono menilai, gubernur memimpin 35 kabupaten dan kota itu sifatnya supervisi dan bukan langsung memimpin di tingkat paling bawah. “Pak Luthfi punya modal untuk memperkuat fungsi, supervisi, fungsi koordinasi di level pemerintah kabupaten/kota,” kata Teguh. Dr Zulkifli mengatakan, gubernur dan wakil gubernur terus bekerja keras. Ada banyak capaian yang telah diraih di 100 hari kerja. Seperti capaian pertumbuhan ekonomi kalau dibandingkan dengan provinsi tetangga macam Jabar, Jatim dan sekitarnya. “Kita di Pulau Jawa yang masih bertahan, mengalami penurunan. Pertumbuhan ekonomi di antara provinsi besar di Pulau Jawa pada TW IV pada 2024 hingga TW I pada 2025, hanya Jawa Tengah yang mampu bertahan secara stagnan, dibandingkan provinsi lainnya yang mengalami penurunan dengan capaian Jawa Tengah bertahan di angka 4,96. Sedangkan Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan dari angka 5,03 menjadi 5, serta Jawa Barat dari 5,02 turun menjadi 4,98,” jelasnya. Ada banyak hal yang menjadi capaian telah diraih. Selain juga di sektor pertanian, pendidikan, kesejahteraan dan lainnya. Di antaranya seperti, pemeriksaan kesehatan gratis. Jawa Tengah memiliki kontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat terbesar se-Indonesia dengan jumlah sebanyak 2.832.160 orang. Sebagai perbandingan di dua provinsi terbesar lainnya yakni Jawa Barat masih mencapai 657.761 orang dan Jawa Timur sebanyak 1.510.743 orang. Implementasi pendirian Koperasi Merah Putih tertinggi di Indonesia. Di Jawa Tengah sudah melaksanakan MusyawarahDesa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel) sebanyak 8.041 desa/kelurahan beserta 981 desa/kelurahan sudah berbadan hukum jelas. Sedangkan Jawa Barat masih di bawah Jawa Tengah dengan jumlah 5.299 desa/kelurahan yang sudah Musdes/Muskel beserta 242 desa/kelurahan yang sudah berbadan hukum. Sementara Jawa Timur sebanyak 7.922 desa/kelurahan yang sudah Musdes/Muskel dan 682 desa/kelurahan yang sudah berbadan hukum. “Walaupun pendapatan masyarakat belum signifikan naiknya, tapi bagaimana kita untuk memberikan stimulus. Misal salah satunya teman buruh. Saat ini ada koperasi buruh. Yang mana dari teman produsen langsung ke koperasi. Akhirnya para buruh bisa membeli lebih murah, di kawasan industri ada day care,” jelasnya.

News

Bersama SGN, Purbalingga Siapkan Jagal Halal Bersertifikat

PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga bekerja sama dengan Santri Gayeng Nusantara (SGN) menggelar bimbingan teknis (bimtek) penyembelihan hewan kurban yang bertujuan mencetak jagal halal bersertifikat. Kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mampu melaksanakan penyembelihan hewan sesuai syariat Islam dan standar kesehatan hewan. Ketua SGN Purbalingga, Kyai Labib Murtaqi, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memberikan edukasi kepada tokoh agama dan masyarakat terkait tata cara penyembelihan yang sah secara syar’i. “Pelatihan ini merupakan bagian dari misi Gus Yasin, Wakil Gubernur Jawa Tengah sekaligus Panglima SGN, dalam mencetak tukang jagal halal bersertifikat nasional,” ungkapnya. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 2 UIN Prof. Dr. Saifudin Zuhri Purwokerto dan dibuka oleh Kepala Bagian Kesra Purbalingga, Heru Sri Wibowo, mewakili Bupati Purbalingga. Dalam sambutannya, ia menegaskan pentingnya pelatihan ini demi memastikan pemahaman yang benar tentang praktik kurban di masyarakat. Rektor UIN, Prof Ridwan, menambahkan bahwa penyembelihan kurban bukan sekadar urusan teknis, tetapi juga mengandung nilai spiritual dan tanggung jawab keagamaan. “Penyembelihan hewan kurban tidak sekadar persoalan teknis, namun mengandung nilai spiritual, etika, dan tanggung jawab keagamaan yang mendalam,” ujarnya. Bertemakan “Mensyiarkan Qurban dan Penyembelihan Syar’i Menuju Indonesia yang Berkah Amberkahi”, pelatihan ini menghadirkan narasumber dari SGN dan UPT Rumah Potong Hewan (RPH) Purbalingga, seperti Ustadz Mujiburrohman, Gus Atholillah, dan drh. Supriyono. Gus Chabib Abdillah, penggagas kegiatan sekaligus Sekretaris SGN Purbalingga, mengungkapkan bahwa praktik pemotongan yang sesuai prinsip halalan thayyiban masih perlu ditingkatkan, termasuk di RPH sebagai pusat konsumsi protein hewani masyarakat. Bimtek ini menggabungkan teori dan praktik langsung. Peserta dilatih mulai dari mengasah pisau, menjatuhkan hewan secara etis, hingga teknik penyembelihan sesuai standar syariat dan kesehatan. “Penyembelih harus memenuhi syarat seperti beragama Islam, balig, berakal, dan menggunakan alat yang tajam,” ujar Ustadz Mujiburrohman. Ia juga memberi kiat menghadapi hewan agresif atau stres. Gus Atholillah menambahkan pentingnya ketajaman alat. “Bahkan diuji cukup dengan mengiris kertas tipis,” katanya. Sementara itu, drh. Supriyono menjelaskan aspek teknis penyembelihan dari sisi kesehatan hewan. Menariknya, seluruh peserta mendapatkan sertifikat resmi yang ditandatangani langsung oleh Gus Yasin sebagai bentuk pengakuan kompetensi mereka dalam penyembelihan halal. Pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai latar belakang organisasi keagamaan dan pemerintahan seperti NU, Muhammadiyah, LDII, MUI, Baznas, Rumah Mualaf Indonesia, SGN, serta Dinas Peternakan dan Pertanian Purbalingga. Sebagai penutup, dilakukan praktik penyembelihan secara langsung di Rumah Potong Hewan (RPH) Purbalingga—menjadi simbol nyata penerapan keilmuan yang diperoleh selama pelatihan. ***

News

Taj Yasin Ajak RS Swasta di Jateng jadi Mitra Program Layanan Kesehatan Speling

WONOSOBO – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin mengajak Rumah Sakit (RS) swasta di provinsi tersebut untuk menjadi mitra program layanan kesehatan Dokter Spesialis Keliling (Speling). Speling, kata dia, merupakan program dalam memberi layanan kesehatan dalam bentuk jemput bola, baik ke desa-desa, hingga sekolah. Sejauh ini telah bekerjasama dengan RS milik Pemprov Jateng. “Hari ini bertepatan pada 100 hari kerja Luthfi-Yasin, program Speling telah diorkestrasikan dengan pemerintah pusat yakni Cek Kesehatan Gratis (CKG),” katanya saat memberikan arahan pada Peletakan Batu Pertama Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (NU) Yasfina Wonosobo, Ahad, 1 Juni 2025. Dengan pendekatan Speling, Taj Yasin mengatakan, telah berkontribusi pada kinerja CKG. Capaian jumlah masyarakat yang sudah melakukan pemeriksaan CKG lebih dari 2 juta orang. Sosok yang akrab disapa Gus Yasin itu berkata, CKG menjadi salah satu prioritas pelaksanaan asta cita pemerintah pusat. Selain itu juga ada Koperasi Desa Merah Putih, Makan Bergizi Gratis (MBG), dan Ketahanan Pangan. Dikatakan Taj Yasin, pendirian RS NU Yasfina Wonosobo sebagai instansi kesehatan swasta akan membantu Pemprov Jateng dalam memberikan layanan kesehatan untuk masyarakat. “Dengan banyaknya RS, lalu dokter juga akan berikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat untuk lebih baik lagi,” ucap sosok asal Kabupaten Rembang tersebut. Lebih lanjut dikatakannya, pelayanan kesehatan juga agar hadir di tengah-tengah lembaga pendidikan keagamaan yakni pondok pesantren. Dari sisi tenaga kedokteran, Taj Yasin bilang, akan mendorong lembaga dokter NU Jateng untuk berkontribusi, dan memberikan masukan. “Banyak dokter dari kalangan NU, yang ada di RS negeri, swasta, maupun RS milik perguruan tinggi. Saya yakin tenaganya siap,” ucapnya. Sebagai informasi, seremoni peletakan batu pendirian RS NU Wonosobo dihadiri oleh Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) Wonisobo, serta elemen masyarakat.***

News

Kerja Nyata di 100 Hari Mengabdi, Luthfi-Yasin Kesampingkan Citra Politik

Catatan Dr. Zulkifli (Ketua Tim PercepatanPembangunan Jawa Tengah) TEPAT 1 Juni 2025, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen genap bekerja untuk Jawa Tengah selama 100 hari. Tak mempertontonkan gimik maupun mengejar citra politik, keduanya lebih banyak bekerja dalam sunyi. Tak membuat gaduh, tapi hasil kerjake duanya langsung dirasakan masyarakat dari Rembang di ujung timur hingga Cilacap di barat. Berlatar belakang bukan politikus, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen memilih fokus pada kinerja guna menunaikan janji-janji politik yang telah disampaikan pada kampanye pilkada lalu. Keduanya paham, jabatan adalah amanah yang kelak mereka pertanggungjawabkan. Gaya kepemimpinan ini mungkin tidak banyak digandrungi di era saat ini, tapi statistik menunjukkan hal yang berbeda. Sedikit demi sedikit, keduanya berhasil merubah kondisi Jawa Tengah menjadi lebih baik.Menariknya, dua orang nomor satu di Jawa Tengah ini melibatkan dan disengkuyung semua stakeholder dalam bekerja. Mulai dari pihak pemerintah melalui Pemprov, OPD, hingga DPRD Jateng. Termasuk kolaborasi seluruh elemen baik akademisi, DPR/DPD RI, Kadin, media, dan masyarakat yang sudah ikut serta mencurahkan ide dan gagasan untuk kemajuan Jawa Tengah. Artinya, Gubernur dan Wakil Gubernur berperan sebagai dirijen yang mengorkestrasikan bangunan di wilayah ini. Tolok ukur kinerja yang pertama adalah respons cepat tanggap terhadap Program Prioritas Pemerintah Pusat. A. Pemerintah Pusat mencanangkan banyak program, tetapi terdapat 4 program prioritas yang paling banyak diperbincangkan oleh masyarakat, meliputi MBG (Makan Bergizi Gratis), Koperasi Merah Putih, Pemeriksaan kesehatan Gratis, dan Sekolah Rakyat. Dari 4 program tersebut, mari kita telaah kecepatan pemerintah daerah dalam merespons beban tanggung jawab sebagai berikut; B. Pemeriksaan Kesehatan Gratis menjadi salah satu pilar penting dalam membangun kualitas SDM Indonesia. Jawa Tengah memiliki kontribusi meningkatkan kesehatan masyarakat terbesar se-Indonesia dengan jumlah sebanyak 2.832.160 orang. Sebagai perbandingan di dua provinsi terbesar lainnya yakni Jawa Barat masih mencapai 657.761 orang dan Jawa Timur sebanyak 1.510.743 orang. C. Implementasi Pendirian Koperasi Merah Putih tertinggi di Indonesia. Di Jawa Tengah sudah melaksanakan MusyawarahDesa (Musdes) dan Musyawarah Kelurahan (Muskel) sebanyak 8.041 desa/kelurahan beserta 981 desa/kelurahan sudah berbadan hukum jelas. Sedangkan Jawa Barat masih dibawah Jawa Tengah dengan jumlah 5.299 desa/kelurahan yang sudah Musdes/Muskel beserta 242 desa/kelurahan yang sudah berbadan hukum. Sementara Jawa Timur sebanyak7.922 desa/kelurahan yang sudah Musdes/Muskel dan 682 desa/kelurahan yang sudah berbadan hukum. D. Pembangunan Sekolah Rakyat Jawa Tengah menduduki urutan kedua terbanyak secara nasional setelah Jawa Timur dengan jumlah Jawa Tengah sebanyak 8 sekolah, sedangkan Jawa Timur 12 Sekolah, dan Jawa Barat 7 Sekolah. E. Program Makan Bergizi Gratis melalui dukungan pemerintah daerah terkait pendirian SPPG, Jawa Tengah menduduki urutan kedua secara nasional dengan sebanyak196 SPPG, sedangkan Jawa Barat sebanyak 411 SPPG dan Jawa Timur sebanyak 113 SPPG. Tolok ukur kedua adalah Kinerja Pemerintah Daerah.Salah satu metode yang tepat untuk mengukur kinerja pimpinan daerah adalah menggunakan data statistik yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Dimana dampak secara langsung dapat dirasakan melalui representasi kuantitatif, dengan BPS sudah menyampaikan beberapa indikator perhitungan untuk triwulan I tahun 2025, di antaranya Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi, Tingkat Pengangguran Terbuka, Ekspor-Impor, Neraca Perdagangan, dan Nilai Tukar Petani. Mari kita bedah secara tuntas terkait posisi kedudukan kinerja dari Jawa Tengah satu per-satu: A. Pertumbuhan Ekonomi di antara 3 provinsi besar di Pulau Jawa pada TW IV pada 2024 hingga TW I pada 2025, hanya Jawa Tengah yang mampu bertahan secara stagnan, dibandingkan provinsi lainnya yang mengalami penurunan dengan capaian Jawa Tengah bertahan di angka 4,96. Sedangkan Provinsi Jawa Timur mengalami penurunan dari angka 5,03 menjadi 5, serta Jawa Barat dari 5,02 turun menjadi 4,98. B. Inflasi Jawa Tengah TW IV pada 2024 hingga TW I pada 2025 mengalami penurunan paling besar dari pada provinsilainnya sebesar 0,92, sedangkan Jawa Timur sebesar 0,74 dan Jawa Barat sebesar 0,83. C. Tingkat Pengangguran Terbuka tahun 2024-2025 seluruh provinsi besar di Pulau Jawa mengalami penurunan dengan Jawa Tengah menempati posisi terendah kedua di angka 4,33 setelah Jawa Timur sebesar 3,61. Sedangkan Provinsi Jawa Tengah berada pada posisi paling tinggi sebesar 6,74. D. Ekspor Jawa Tengah mengalami peningkatan dari TW IV tahun 2024 hingga TW I tahun 2025 di tengah resesi ekonomi dunia sebesar 0,03. Sedangkan Provinsi lainnya mengalami penurunan dengan Jawa Barat paling besar sebanyak 0,06 diikuti Jawa Timur sebesar 0,02. E. Impor Jawa Tengah dari TW IV 2024 mengalami penurunan nomor dua sebesar 0,30 setelah Jawa Timur sebesar 0,37. Sedangkan Jawa Barat hanya mengalami penurunan paling kecil sebesar 0,19. Namun, angka Impor Jawa Timur berada jauh paling tinggi daripada provinsi lainnya diangka 2,4. F. Neraca Perdagangan Jawa Tengah TW IV pada 2024 hingga TW 1 pada 2025 mengalami peningkatan tergolong tinggi sebesar 0,33 hampir senilai dengan Jawa Timur sebesar 0,36. Sedangkan Jawa Barat mengalami peningkatan paling rendah sebesar 0,13. Namun, Jawa Timur berada pada posisi tingkat neraca perdagangan paling rendah daripada provinsi lainnya diangka – 0,31. G. Nilai Tukar Petani Jawa Tengah berada pada posisi paling atas sebesar 113,7. Jawa Barat mendekati angka nilai tukar petani Jawa Tengah sebesar 113,1, sedangkan Jawa Timur sebesar 111,6 dengan mengalami penurunan. Tolok ukur ketiga adalah Realisasi Janji PolitikPenyampaian sumpah yang sudah terlaksana saat pelantikan menjadi salah satu bahan bentuk pertanggungjawaban. Sebanyak 136 janji program yang telah terucap pada saat kampanye Pemilihan Gubernur menjadi langkah konkret dalam menuntaskan berbagai permasalahan di Jawa Tengah. Berbagai aksi nyata sudah dilaksanakan untuk melunasi janji politik melalui Program Populis, Capaian Persentase Program, dan Jumlah Keterlaksanaan sebagai berikut; A. Capaian Persentase Keterlaksanaan Program Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada 2025-2030Capaian keterlaksanaan program dibagi menjadi tiga tahap, meliputi Program Terlaksana, Program Teranggarkan pada 2025, serta Program belum Terlaksana dan belum terangkatkan. Program terlaksana dalam 100 hari sebanyak 38 program dengan persentase 136 program sebesar 28% Keterlaksanaan. Program Teranggarkan pada 2025 sudah mencapai 54% dari 136 atau 73 program. Sedangkan Program belum Teranggarkan dan Belum Terlaksana sebanyak 25 program dari 136 program atau sebesar 18% akan dilaksanakan secara tuntas pada 2026, sehingga 136 program sudah terlaksana pada tahun kedua (2026) dengan persentase 100%. B. Keterlaksanaan Program PopulisPeningkatan Bandara Ahmad Yani dan Adi Soemarmo hanya menggunakan anggaran sejumlah Rp. 25.000.00 dapat membuka gerbang investasi bagi para investor mancanegara, sehingga meningkat minat investor secara signifikan di Jawa Tengah. Program Speling

News, Ngopeni Ngelakoni

Hadang Banjir Demak, Taj Yasin dan Warga Tanam 1000 Bibit Mangrove di Surodadi

DEMAK – Terik matahari Rabu, 28 Mei 2025, tak mengendurkan semangat warga Desa Surodadi, Kabupaten Demak, yang berkumpul di pesisir untuk menanam ribuan bibit mangrove. Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait penanganan jangka panjang masalah banjir rob. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam penanganan banjir rob. “Tidak boleh saling menyalahkan, semuanya berusaha untuk menanggulangi bersama-sama. Yang salah adalah saya, yang belum bisa mengorkestrasi dan menanggulangi bencana air yang begitu banyak ini,” ujarnya penuh kejujuran. Acara tersebut dihadiri Organisasi Perangkat Daerah, Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita, Baznas Jawa Tengah, serta masyarakat setempat. Mereka bergotong royong menancapkan 1.000 bibit mangrove di lahan seluas satu hektare. “Kami menanam mangrove dan memberdayakan masyarakat. Di sisi lain, di hulu dan tengah, kami mulai menghitung sungai-sungai seperti Layaran, Dombo, dan Babon mana yang bisa dikendalikan,” katanya. Taj Yasin juga mengingatkan soal pengelolaan sampah. “Saya pesan, selain penggunaan air, sampah juga perlu dikelola dengan baik,” tuturnya sambil menegur dengan nada bercanda beberapa anak yang membuang sampah sembarangan di lokasi penanaman. Penanaman mangrove ini menjadi persiapan jelang penanaman serentak di 17 kabupaten dan kota pesisir Jawa Tengah pada 5 Juni mendatang, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Dunia. Selain penghijauan, program penanganan banjir juga mencakup revitalisasi tanggul dan normalisasi sungai untuk mengendalikan debit air. Anggaran penanganan bencana yang sebelumnya diusulkan oleh Pemkab Demak mencapai Rp 1 triliun akan dilaksanakan secara bertahap.***

News

Luthfi-Yasin Cek Kolam Retensi Terboyo dan Sriwulan, Januari 2026 Tanggul Laut Sudah Difungsikan

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen meninjau projek pembangunan kolam retensi Terboyo dan Sriwulan, Kota Semarang, Selasa pagi, 27 Mei 2025. Keduanya kolam retensi itu dapat menampung total kurang lebih tujuh juta kubik air, sehingga dapat mengatasi rob dan banjir. Kolam retensi Terboyo dan Sriwulan terpisah oleh Kali Babon. Kedua kolam retensi itu dilengkapi dengan rumah pompa untuk mengalirkan air dari kolam retensi ke laut, sehingga mencegah genangan yang berkepanjangan. Konstruksi kolam retensi terintegrasi dalam projek pembangunan jalan tol Semarang-Demak tahap 1 yang juga menjadi giant sea wall, tepatnya pada seksi 1C. “Kita sudah cek, kolam retensi Terboyo luasnya hampir 189 ha, bisa menampung 6 juta kubik air, kemudian sebelahnya adalah Sriwulan luasnya 28 ha bisa menampung 1 juta kubik lebih. Artinya, dengan penyiapan jangka panjang ini cukup untuk mengcover terjadinya rob atau banjir,” kata Ahmad Luthfi didampingi Taj Yasin Maimoen saat berada di lokasi. Ahmad Luthfi menjelaskan, langkah-langkah konkret sudah disiapkan, ada jangka pendek, menengah, dan panjang. Semua itu dilakukan dengan kerja komprehensif antara pemerintah pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Bina Marga Kementrian Pekerjaan Umum, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan dinas-dinasnya, serta pemerintah kabupaten/kota. Hal itu wujud dari kehadiran negara dalam rangka memberikan pelayanan kepada masyarakat. “Kita sudah hampir satu bulan melakukan infiltrasi di daerah Sayung, Demak, termasuk Semarang. Kita tidak bisa kerja-kerja parsial, kita harus kerja-kerja komprehensif bahkan di tingkat desa dan kecamatan sudah saya tarik ke provinsi untuk melakukan brain storming kemarin,” jelasnya. Progres kontruksi Tol Semarang-Demak tahap 1 antara lain Seksi 1A realisasi fisik 62,98% dengan target selesai 31 Juli 2026; Seksi 1B realisasi fisik 40,93%, target selesai 25 April 2027; dan Seksi 1C realisasi fisik 25,97%, target selesai 27 September 2026. Sementara target jangka pendeknya pada Januari 2026 nanti sudah dapat digunakan secara fungsional. Artinya tanggul ini sudah terbentuk cuma belum dioperasionalkan sebagai jalan tetapi sudah bisa membantu untuk menahan air laut agar tidak terjadi banjir rob. “Bisa dilihat ini adalah bentuk giant sea wall atau tanggul laut. Insyaallah Januari nanti sudah fungsional, belum operasional. Minimal kalau fungsional ini sudah mengatasi rob itu sendiri. Ini adalah langkah jangka panjang antara pemerintah dalam hal ini balai jalan nasional dengan kita,” ungkap Ahmad Luthfi sebagaimana dijelaskan petugas Direktorat Jenderal Bina Marga. Jangka PendekSembari menunggu pembangunan tol Semarang-Demak tahap 1 atau tanggul laut selesai, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga menyiapkan sejumlah langkah jangka pendek dan menengah. Di antaranya asistensi di wilayah Demak yang dicover oleh dinas terkait, kemudian mendidik dan memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menyesuaikan dengan situasi yang terjadi saat ini. Menurut Ahmad Luthfi, penyesuaian itu diperlukan karena penurunan muka tanah di wilayah Pantura Jawa Tengah sangat masif, rata-rata per tahun 8-14 cm. Hal itu ditambah adanya fenomena La Nina, sehingga debit air bertambah dan rob di wilayah Pantura sangat tinggi. “Masyarakat kita sudah bertahun-tahun seperti ini. Makanya kami kebut betul, saya sudah diskusi dengan Kementerian PU. Kemudian saya diskusi dengan yang lain, kita semua turun untuk menyelesaikan ini secara bersama-sama. Masyarakat sudah kita rangkul semua untuk menyelesaikan ini, dari kecamatan dan desanya sudah kita cek,” kata Ahmad Luthfi. Penanganan yang juga perlu dikebut adalah titik di jalan Pantura, tepatnya di depan Polytron. Di sana debit air cukup tinggi dan menutup jalan raya. Titik tersebut pada 2022 lalu sudah ditinggikan oleh Kementerian PU tetapi dalam waktu dekat sudah turun lagi. “Di sana ada beberapa sodetan sungai. Di Polytron kemarin tahun 2022 kemarin sudah ditinggikan. Tapi ditinggikan mengko mudun meneh. Tinggikan lagi, mudun meneh,” ujar Luthfi. Salah satu jalan untuk menanggulangi hal itu adalah tanggul laut tetapi masih butuh waktu panjang. Oleh karena itu, Ahmad Luthfi menyiapkan langkah jangka pendek dan menengah dengan melakukan normalisasi sungai pelayaran yang ada di dekat titik tersebut. “Normalisasi ini sudah kita bahas. Kita harus kebut. Ini dari tiga tahun lalu sudah kayak gini,” jelasnya. Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menambahkan, upaya yang dilakukan Pemprov Jateng dalam waktu dekat adalah memenuhi kebutuhan warga terdampak banjir dan rob. Salah satunya terkait kebutuhan air bersih. “Tambahan ya, nanti untuk masyarakat di wilayah Sayung yang terdampak kan mereka butuh air bersih. Nanti desalinasi kita siapkan di situ. Sebagian untuk rumah apung juga sudah mulai kita bahas, kita siapkan untuk masyarakat situ,” katanya.***

Scroll to Top