News

News

Wagub Jateng Maknai Merti Desa Wujud Rasa Syukur dengan Tindakan

KAB SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen menghadiri pengajian dan Merti Bumi di Dusun Sidomukti, Desa Sidomukti, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Senin, 30 Juni 2025 malam. Merti Bumi, kata Taj Yasin, merupakan salah satu bentuk dari rasa syukur atas nikmat Tuhan yang maha kuasa. Tak sekedar dimaknai secara harfiah saja, melainkan dengan tindakan. “Syukur secara harfiah itu paling gampang, akan tetapi Nabi Muhammad SAW sudah memberikan contoh melalui hadis-hadis yang diriwayatkan,” katanya. Gus Yasin, sapaan akrabnya mengatakan, sesuai ajaran Islam, apabila mendapat rezeki dari panen yang baik, barang dagangan yang laku, maka bisa disyukuri. Salah satunya dengan menyalurkan zakat sesuai ajaran bagi umat muslim. Dalam mensyukuri nikmat Tuhan yang maha kuasa, kata dia, juga bisa diimplementasikan dalam macam-macam bentuknya. Misalnya, ucap Taj Yasin, saat mendapat nikmat diberikan keturunan, maka orang tua wajib memberikan pendidikan yang baik sebagai bentuk rasa syukur. “Tujuannya, tentu apa yang disyukuri menjadi jalan mendapat ridhonya Allah SWT,” katanya. Menurutnya, mengadakan syukuran sebagai bentuk rasa syukur menjadi hal umum sebagai tradisi di masyarakat pasti punya manfaat. Syukuran itu, bisa berguna untuk menghindari perkara-perkara yang tidak baik. Salah satunya terhindar dari prasangka tidak baik atau suuzan terhadap orang lain.***

News

Pemprov Jateng Upayakan tak Ada PHK Honorer tak Lolos Seleksi CPNS dan CP3K

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menjamin tidak akan pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi pegawai honorer atau non Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tak lolos dalam seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CP3K). Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) secara daring bersama Komisi II DPR RI, Kementerian Pendayagunaam dan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), Badan Kepegawaian Negara (BKN), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan seluruh kepala daerah daei gubernur hingga bupati/walikota se-Indonesia, Senin, 30 Juni 2025. “Rapat intinya membahas tentang pegawai-pegawai pemerintahan. Kita tahu ada P3K, ada ASN, ada non-ASN atau honorer, ada guru tidak tetap (GTT). Nah, ini semuanya kita pikirkan dan closing-nya tidak akan ada PHK,” katanya. Taj Yasin bilang, seperti dalam pembahasan internal Pemprov Jateng akan berupaya mengakomodir usulan-usulan yang muncul dalam RDP tersebut. Salah satunya jangan sampai ada klaster pengangguran baru akibat PHK pegawai honorer di pemerintahan. Poin lain yang menjadi usulan Komisi II DPR RI kepada pemerintah dalam hal ini kementerian terkait, yakni tentang kepastian jenjang karir bagi P3K. Tidak hanya berhenti pada pengangkatan, akan tetapi memiliki peluang peningkatan jabatan, penghargaan kinerja, dan pengembangan kompetensi secara adil setara Pegawai Negeri Sipil (PNS). “Tadi baru dirapatkan (DPR), nanti keputusannya teknisnya bagaimana? kita tunggu. Kalau semua usulan itu bisa diterima semua dan haknya bisa dipenuhi semua, maka itu paling bagus. Jadi enggak ada perbedaan ya antara P3K, dan PNS,” katanya. Taj Yasin juga menyampaikan penekanan soal perhatian bagi GTT. Seperti penempatan di lembaga pendidikan yang tepat supaya mendapatkan jatah jam mengajar, hingga soal perhatian akan kesehatan. “Pemerintah provinsi juga akan memikirkan bagaimana guru yang non-job ya. Guru-guru yang saat ini enol jam mengajar itu yang harus kita pikirkan,” kata dia. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Jateng, RR Utami Rahajeng, mengatakan, akan berkoordinasi lanjutan khusus soal penempatan guru dan supaya mendapatkan jam mengajar. “Prinsipnya, di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang paham betul formasinya seperti apa. Kami di BKD bertindak lanjut untuk memetakan yang belum dapat atau masih enol jam mengajar, nanti akan kita prioritaskan,” kata dia. ***

News

Jateng Tuan Rumah Kejurnas Panahan Junior Terbesar Nasional, Taj Yasin: Ini Tunjukkan Keseriusan

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Republik Indonesia, Ario Bimo Nandito Ariotedjo (Dito), membuka kejuaraan nasional (Kejurnas) panahan junior MilkLife Archery Challenge, di Supersoccer Arena, Kabupaten Kudus, Sabtu, 28 Juni 2025. Ajang bergengsi untuk atlet panahan junior nasional tersebut, kali ini diikuti 876 atlet dari 28 provinsi. Kejurnas ini digelar mulai Jumat, 27 Juni 2025 hingga 5 Juli 2025. Taj Yasin mengatakan, kejurnas panahan junior itu menjadi dukungan pembinaan atlet-atlet muda. Dimana pada penyelenggaraan kali ini, terdapat kategori baru kelompok umur (KU) 10 tahun. “Ini menunjukkan keseriusan kita untuk panahan agar lebih masif lagi pembinaannya,” ucapnya. Khusus untuk atlet Jateng, kata Taj Yasin, dengan kejurnas junior itu diharapkan menjadi pemicu untuk meningkatkan gairah prestasi di cabor panahan. Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Panahan Indonesia (PB Perpani), Arsjad Rasjid, mengatakan, Jateng kembali menjadi tuan rumah kejurnas panahan tersebut setelah 29 tahun. Kejurnas panahan junior itu, dikatakan Arsjad, menjadi yang terbesar sepanjang sejarah penyelenggaraannya. “Terlengkap dari segi kelompok umur, bahkan di bawah 10 tahun. Ini membangun ekosistem pembinaan nasional,” kata dia. Pada tahun ini, diselenggarakan dengan empat kategori usia, yakni U-18, U-15, U-13, dan U-10. Khusus kategori terakhir, baru disematkan pada kejurnas di Jateng 2025. Lebih lanjut secara keseluruhan, terdapat 442 atlet yang bertanding di divisi Standar Nasional, 221 atlet di divisi Recurve, dan 213 atlet di divisi Compound. “Ini bagian dari kolaborasi PB Pertani dan Bhakti Olahraga Djarum. Untuk pertama kalinya nanti ada juara umum, dan mendapat piala, serta uang pembinaan,” kata Arsjad. Hal menarik dalam kejurnas di Jateng ini, diceritakan dia, terdapat 11 atlet dari Provinsi Papua Tengah yang baru saja tiba dari perjalanan panjang. Dukungan orang tua juga tampak, dengan perjalanan menyusul menggunakan moda transportasi kapal laut. Di tempat yang sama, Menpora Dito mengatakan, Kejurnas Panahan Junior terbesar di Indonesia tersebut, merupakan sebuah kolaborasi aktif dari federasi bersama swasta tersebut menghasilkan hal yang bersejarah. Apalagi, kata dia, sejarah cabor panahan Indonesia selalu diunggulkan pada setiap gelaran Olimpiade. Maka dari itu Indonesia membutuhkan pembinaan dan pemerataan lahirnya atlet-atlet muda untuk disiapkan pada ajang nasional dan internasional. “Terima kasih didukung oleh federasi serta pihak swasta yang sangat besar cintanya kepada olahraga. Saya apresiasi juga kepada orang tua yang mengantar anak-anaknya untuk juga mencintai olahraga,” kata dia. Terkhusus untuk penyelenggaraan kejurnas di Kudus, Jateng tersebut, Dito mengatakan, hal itu sebagai bentuk penyelenggaraaan sport tourism (pariwisata olahraga). Hal itu terselenggara karena kolaborasi antara pemerintah dengan swasta. “Saya rasa ini merupakan suatu kekhususan dan spesial dari Kudus, sebagai destinasi untuk sport tourism. Hari ini bisa dilihat dampaknya, tidak hanya prestasi olahraga melainkam juga UMKM, hingga perhotelan,” kata dia. Dua orang atlet muda asal Jateng, Deeva Earlyta Arsyfa (KU 13), dan Hilma Adelya (KU 18), mangatakan punya target menjadi juara. Terlebih saat ini bertanding sebagai tuan rumah. “Harapannya nanti fokus, tembakannya bisa grouping dan lebih tenang,” kata Hilma.***

News

Perkuat Ketahanan Pangan, PKK Jawa Tengah Studi Banding Pertanian Organik Kelas Dunia di Sleman

SLEMAN – Untuk menambah wawasan ketahanan pangan, Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, mengajak para pengurus PKK Jawa Tengah studi banding mengunjungi pusat pelatihan pertanian dunia di Sleman, Jogjakarta, Rabo 25 Juni 2025. Lembaga riset swasta internasional ini mengembangkan rekayasa pertanian organik, rekayasa pupuk, dan rekayasa peternakan. Dengan hasil pertanian unggul, lebih banyak hasil, banyak vareasi, tahan hama, dan lebih cepat panen. Nama lembaga risetnya, CV Pendawa Kencana Multi Farm, di Dusun Pagerjurang, Desa Kepuharjo, kecamatan Cangkringan, Sleman.Ini adalah pusat riset dan budidaya pertanian, yang didirikan oleh Dr.Ir.RM H Gembong Danudiningrat. Seorang doktor ahli rekayasa pertanian yang sudah menghasilkan ratusan inovasi tanaman dan peternakan kelas dunia. Semuanya menghasilkan produk tani unggul, cepat panen, tahan hama, hasilnya lebih banyak, ramah lingkungan, banyak vareasi dan bentuk-bentuk buah yang unik, dan tidak merusak bumi. “Banyak ilmu pertanian dan ternak yang kita dapat, semua riset di sini menghasilkan unggul dan ramah lingkungan. Setelah ini PKK akan praktek di rumah masing-masing, dan menyebarkan kepada masyarakat. Karena teknisnya bisa dikerjakan di sekitar rumah, sehingga bisa membantu program pemerintah dalam ketahanan pangan,”ujar Ning Nawal, panggilan akrabnya di lokasi kunjungan. “Menarik sekali riset-riset pertanian yang dihasilkan. Produk pertanian dan pertenakan itu ternyata bisa direkayasa dengan teknik-teknin yang ramah lingkungan. Ada alpukat tanpa biji, padi tanpa air, jagung berbuah lebat hingga 8 tongkol, dan masih banyak lagi,”kata Ning Nawal. Saat kunjungan, pengurus PKK diberi penjelasan langsung oleh doktor Gembong. Lalu diajak keliling melihat langsung berbagai contoh tanaman, pupuk, dan ternak hasil risetnya. Ada buktinya. Ada hasilnya. Yang ditanam pada lahan lebih setengah hektar. Pengurus juga diajari cara menanam, pemupukan, pengobatan, dan cara membuat pupuk organik yang benar dari kotoran hewan. Pak Gembong, sapaan akrabnya juga menghasilkan pupuk organik berbahan kotoran hewan yang tidak bahu. Sudah 20 tahun lebih Gembong mendampingi masyarakat untuk menjadi petani mandiri. Petani diajari cara tanam, cara mengolah tanah menjadi gembur, dan pemupukan organik buatan sendiri. Riset Pak Gembong menghasilkan buah-buah unggulan. Ada jagung satu pohon berbuah 8 biji, buah jagung berwarna-warni, tanam padi tanpa air, tanam padi di air asin (biosalin), alpukat tanpa biji, durian pendek berbuah lebih cepat, terong viagra, jeruk super manis, anggur cepat buah, tomat berbuah lebat, dan masih banyak lagi.Alumni pertanian UGM dan doktor rekayasa pertanian luar negri itu juga menghasilkan lele dumbo langka yang mahal, ternak lele di bus beton cepat panen tanpa bahu, burung puyuh bertelor lebih banyak, dan lain-lain. Kehebatan rekayasa pertanian ini membuat Gembong menjadi rujukan 25 negara, kampus-kampus tanah air, dan hampir semua provinsi di Indonesia. Doktor Gembong juga mengajar dunia pertanian di beberapa negara. “Kami adalah pusat riset pertanian tidak hanya dalam negeri, tapi juga luar negeri. Ada 25 negara belajar riset di sini. Semua provinsi di Indonesia belajar pertanian juga di sini,” kata Gembong. Untuk rekayasa, Gembong menyediakan biang-biang (obat buatan organik) yang bisa digunakan untuk campuran bertani yang hasilnya unggul. Petani juga diajari untuk membuat biang sendiri supaya maju. “Kami ini pusat riset untuk pengabdian masyarakat, jadi ilmu dan hasil budidaya kita ajarkan kepada masyarakat,” kata Gembong. Sudah puluhan tahun lebih Gembong menggeluti budidaya dan memberi penyuluhan pertanian masyarakat. Kesimpulannya hidup petani tetap saja susah karena pola tanam dan tekonologinya kuno. Sementara pabrikan sengaja memanfaatkan dengan memberi pupuk, obat, dan bibit yang mahal. Sehingga petaninya rugi terus, yang kaya para pelaku bisnis yang mengeksploitasi petani. Padahal pupuk dan obat pabrik merusak alam. “Petani hanya nyugihno (membuat kaya) orang yang sudah kaya, dampaknya bumi malah rusak karena pupuk non organik, ” jelasnya. Sejak itu, dia berfikir bagaimana petani harus mandiri. Juga bagaimana bertani bisa maju sekaligus ramah lingkungan. “Kami prihatin dunia rusak, yang merusak manusia itu sendiri, kita semua pengkhianat bumi. Maka harus ada pertanian mandiri ramah lingkungan yang menyelamatkan bumi. Petani kita harus maju dengan cara sendiri,”tambahnya. Asal tahu, studi banding ini rangkaian penguatan kapasitansi pengurus TP PKK Provinsi Jawa Tengah selama dua hari, Selasa-Rabo, 24-24 Juni 2025. Sehari sebelumnya, pengurus mengikuti pelatihan organesasi dan kepemimpinan di Jungwok Blue Ocean Resort, di Gunungkidul Jogjakarta.***

News

Nama Dicatut dalam Pembatalan Dr Zakir Naik ke Indonesia, Wagub Jateng Angkat Bicara

SEMARANG – Gaduh pencatutan nama Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maemoen di media sosial terkait Dr Zakir Naik, membuat Gus Yasin, panggilan akrabnya angkat bicara. Wagub harus membuat klarifikasi sekaligus menegaskan, bahwa dirinya tidak pernah menolak kedatangan ulama internasional Dr Zakir Naik, sebagaimana yang ditudingkan netizen di medsos. Bahkan, kedatangan ulama asal India itu baru diketahui Gus Yasin, usai mendapatkan informasi dari sejumlah kolega. Dia mengatakan, berdasarkan informasi yang beredar, panitia melakukan pembatalan karena ada penolakan dari Gus Yasin. Padahal, dia sama sekali tidak kenal dengan panitia tersebut. “Saya baru tahu kalau Indonesia akan kedatangan ulama Dr Zakir Naik, dan infonya batal hadir karena ada persoalan dengan panitianya. Tiba-tiba akun Instagram saya diserbu dengan komentar, bahwa saya melarang dan menolak kedatangan Dr Zakir Naik ke Indonesia. Kapan saya melarang? Perasaan saya tidak pernah melarang ulama internasional yang datang khususnya ke Jawa Tengah, justru saya selalu memfasilitasi kedatangan para ulama jika berkunjung ke Jawa Tengah,” tegas Gus Yasin, menyampaikan klarifikasi, usai menghadiri acara di Undip, Sabtu, 14 Juni 2025. Lebih lanjut dia mengemukakan, nama yang serupa, “Gus Yasin”, bisa saja bukan dirinya. Sebab nama serupa dirinya pasti banyak. “Gus Yasin siapa, kan banyak, saya tidak merasa pernah ketemu dengan panitia atau dihubungi terkait kedatangan beliau di Indonesia. Klarifikasi ini saya sampaikan untuk memberikan pencerahan, kepada masyarakat. Tolong karena nama Gus Yasin itu banyak, tolong dicari kebenarannya dulu, jangan langsung men-justice bahwa Gus Yasin melarang ulama datang ke Indonesia,” tandasnya.***

News

Ikut Istighosah Tolak Banjir Sayung, Wagub Jateng Tegaskan Giant Sea Wall Diperpanjang jadi 20 KM

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menghadiri istighosah bersama masyarakat Demak di pinggir jalan Pantai Utara (Pantura) Sayung, Kabupaten Demak, pada Ahad, 15 Juni 2025. Doa bersama itu juga dihadiri oleh Menteri Pekerjaan Umum Doddy Hanggodo, para tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Demak, dan tokoh-tokoh lainnya. Doa ini sebagai upaya agar banjir rob yang acap melanda Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung Kabupaten Demak bisa teratasi. Dalam acara itu, Taj Yasin mengatakan, pemerintah pusat berencana memperpanjang giant sea wall (tangul laut), dari rencana semula 10 km menjadi 20 km. Angka itu di luar giant sea wall sepanjang 6,7 km yang sudah terintegrasi dengan Tol Semarang-Demak Seksi I (Kaligawe-Sayung Demak). “Penambahan tanggul laut 20 km, dari Demak hingga Jepara. Kami rapat juga dengam civitas akademik untuk memaparkan permasalahan banjir dan rob ini,” katanya. Dalam rapat bersama kalangan kampus sebelumnya, Taj Yasin mengatakan, dalam penanganan banjir dan rob, ternyata penanganannya tak boleh berfokus di titik Kecamatan Sayung saja, tapi harus menyeluruh. Dikatakannya, sembari menunggu penanganan jangka panjang berupa tanggul laut dari pemerintah pusat, Pemprov Jateng melakukan intervensi jangka pendek dan menengah. Upaya-upaya itu di antaranya, pengerukan sedimentasi sungai, pompanisasi, layanan kesehatan gratis melalui program Speling, bantuan pangan, penenaman mangrove, dan sebagainya. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Doddy Hanggodo mengatakan, rencana pembangunan tanggul laut sesuai arahan Presiden RI dimulai dari Provinsi Banten hingga Jawa Timur. Akan tetapi membutuhkan waktu dari perencanaan hingga realisasinya. Dikatakan Doddy, prioritas giant sea wall akan dibuat di Jakarta, dan sejumlah wilayah di Jateng yang tetdampak abrasi parah. Di antaranya seperti Kota Semarang, Kabupaten Pekalongan, Pekalongan, Demak, dan Jepara. “Akan ada proses penganggaran dahulu, kemudian dibentuk Badan Otorita. Insya Allah itu prioritas, sesuai arahan presiden. Mohon bersabar dan berkenan bantu doa,” kata dia. Ketua Pimpinan Cabang NU Demak, Aminuddin mengatakan, masyarakat Demak punya harapan besar dalam penanganan banjir dan rob. Terutama pada empat kecamatan yang berbatasan langsung dengan laut, yakni Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung. Mewakili masyarakat, dia mengatakan, masih ada harapan agar pemerintah segera melakukan penanganan banjir dan rob secara langsung, dan terus menerus.***

News

Pemprov Jateng akan Beri Peringatan Perusahaan Pekerjakan Anak Putus Sekolah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen (Gus Yasin) mengatakan, Pemprov akan memberikan peringatan kepada perusahaan yang masih mempekerjakan anak yang putus sekolah SMA/SMA/Aliyah. “Kami tegaskan kalau ada perusahaan yang menampung siswa belum selesai SMA/SMK atau Aliyah, kami akan mendatangi dan meminta perusahaan itu untuk memberikan pendidikan sampai selesai,” tegas Wagub, usai memberikanMauidhoh Hasanah pada Acara Haflah Akhirussanah 2025 Yayasan Miftahul Huda Bringin di Gedung Aula Kelurahan Beringin, Ngaliyan, Kota Semarang (Sabtu, 14/06/2025). Wagub mengaku, masih melihat ada anak yang putus sekolah dan tidak menamatkan pendidikannya setara SMA. Alasan tidak tamat bisa bermacam-macam. Ada yang karena pendidikan mahal. Ironisnya, ada juga orang tua yang menghendaki anaknya bekerja, karena ada perusahaan yang menampung siswa putus sekolah. “Kami melihat ada angka putus sekolah, dan tidak bisa karena alasan pendidikan mahal lalu sekolahnya berhenti. Tetapi justru karena permasalahan orang tua yang menghendaki anaknya bekerja,” bebernya. Pemprov, lanjutnya, telah mengalokasikan anggaran untuk beasiswa kepada masyarakat, termasuk santri. Khususnya santri, melalui program Pesantren Obah, telah dilaksanakan dengan melibatkan pesantren untuk mengembangkan pendidikan, baik bersekolah atau menempuh kuliah di universitas di Jateng maupun luar negeri. “Tentu ini ada seleksinya, ada ujiannya, dan kami sudah membentuk tim,” pungkasnya. Dalam rangkaian kegiatan ini, Wagub juga menyampaikan Mauidhoh Hasanah Pada Kegiatan Haflah Akhirussanah dan Khotmil Qur’an Al Hikmah Semarang di Auditorium RSUD Adhiyatma.***

News

Halangi Air Rob Masuk Jalan, Pemprov Jateng Pasang Barrier Tepi Jalan depan Polytron Sayung

DEMAK – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) segera memasang barrier (penghalang beton) di tepi jalur Pantura Sayung Demak, untuk penghalang banjir dan air rob supaya tidak masuk ke jalan saat pompanisasi dilakukan. Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Sumarno, mengatakan, pemasangan barrier akan difokuskan di area tepi Jalur Pantura tepatnya di depan pabrik PT HIT atau Polytron yang selama ini rob parah. Adapun perkiraan panjang pemasangan barrier kurang lebih sekira 200 meter. “Barrier di jalan nasional itu konsepnya sebagai penghalang atau penahan air dari sisi kanan dan kiri jalan,” kata dia Balai Desa Kalisari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jumat, 13 Juni 2025. Secara teknis, dikatakan Sumarno, barrier beton akan dipasang berjajar berurutan. Beton tersebut direkatkan menggunakan semen, supaya tidak menjadi jalan rembesan air. “Airnya yang ada di tengah jalan akan disedot dan disalurkan ke saluran irigasi yang ada di sisi kanan dan kiri jalan. Harapannya nanti, jalan di tengahnya itu kering supaya bisa lancar dilewati kendaraan. Ini sudah berproses,” ucap dia. Sumarno mengatakan, inisiasi yang dilakukan Pemrov Jateng tersebut sudah berkoordinasi dengan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta sebagai pemangku kepentingan objek tersebut. “Sesuai arahan Pak Gubernur Ahmad Luthfi mengeksekusi upaya pengendalian banjir dan rob di sana. Karena BBPJN belum punya alokasi anggaran untuk itu, sehingga Pemprob berinisiasi untuk untuk berkontribusi dengan membangun barrier itu,” katanya. Selain itu, dinas terkait melakukan pengerukan sedimentasi di Sungan Dombo yang tak jauh dari Lokasi. Di Sungai tersebut lalu diintegrasikan dengan pompa-pompa yang menyedot air memindahkannya ke sungai. Sumarno mengatakan, intervensi yang dilakukan Pemprov Jateng itu merupakan skala mikro yang bisa dilakukan pemerintah daerah. Adapun penanganan utama jangka panjang melalui tanggul laut (Giant Sea Wall) oleh pemerintah pusat. “Alhamdulillah ada perhatian dari pemerintah pusat. Dapat informasi, Pak Presiden juga akan membentuk otoritas khusus dalam rancang bangun giant sea wall ee yang dari Jakarta sampai ke Jawa Timur. Mudah-mudahan jadi perhatian, dan bisa terealisasi dengan cepat,” katanya.***

News

Pemprov Jateng Bari Rumah Apung dan Relokasi, Harapan Baru Bagi Warga Terdampak Rob Demak

DEMAK – Warga Desa Timbulsloko Kecamatan Sayung Kabupaten Demak seperti menemukan harapan setelah bertahun-tahun hidup di tengah rasa putus asa menjadi korban terdampak bencana rob. Fenomena abrasi perlahan menenggelamkan daratan di desanya, sehingga rumah-rumah mereka berdiri rapuh di antara gelombang air pasang. Rumah-rumah terlihat seperti separo mengambang di air. Dengan akses jembatan kayu yang menghubungkan rumah ke rumah. Kampung berpenghuni lebih dari 100 kepala keluarga itu terisolir. Harus menaiki perahu untuk bisa sampai ke sana, atau melalui tanggul tak beraspal dengan pemandangan air di kanan dan kiri. Namun, pintu harapan kini kembali terbuka setelah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bantuan pembangunan rumah apung untuk warga. Program tersebut merupakan upaya penanganan rob di wilayah Demak. Muslim, salah satu penerima manfaat rumah apung mengatakan, senang dengan adanya bantuan rumah apung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Bantuan itu sangat bermanfaat untuk menjadikan hidupnya lebih baik dan nyaman. “Tentu sangat senang, karena dengan rumah apung membuat kami lebih nyaman nantinya,” katanya, Jumat (13/6/2025). Diceritakan, desanya menjadi daerah yang terdampak abrasi. Perlahan, air pasang semakin meninggi hingga pada 2017 sulit diatasi, karena air sudah seperti lautan dan merusak rumah-rumah warga. “Saya sudah meninggikan rumah dengan menguruk itu tiga kali, tapi akhirnya tergenang lagi. Air itu terus meninggi sampai sekarang,” lanjutnya. Muslim kini tinggal di sebuah rumah dengan lantai kayu, yang memprihatinkan. Kondisi itu membuat keluarganya khawatir jika suatu waktu roboh akibat gelombang. “Ya hidup tidak tenang. Tapi dengan bantuan rumah apung hidup kami nanti lebih tenang, karena rumahnya kan tidak kena rob lagi,” paparnya. Hal serupa juga disampaikan Romani, penerima manfaat rumah apung yang lain. Ia sangat antusias karena selama ini tidak pernah membayangkan punya hunian yang nyaman dan aman. “Ya senang dibantu rumah apung. Ini rumah saya sudah jelek setengahnya digenangi air rob. Rumah ini saya tinggali bareng istri dan dua anak,” ungkapnya. Kebahagiaannya tamlak dari raut wajahnya ya g berkali-ulang tersenyum. Baginya, rumah apung adalah harapan baru bagi keluarga dan warga di kampungnya. “Nantinya kan anak bisa belajar dengan tenang, hidup juga enak dan nyaman,” jelasnya. Romani mengisahkan bahwa dulu desanya adalah daerah yang sangat subur untuk pertanian dan juga usaha tambak. Perekonomian warga sangat terjamin dengan hasil usahanya. Namun harapan itu punah setelah abrasi menyerang. “Kami mau pindah tapi tidak punya lahan dan uang. Jadi, rumah apung itu sangat membantu bagi kami,” terangnya. Sementara itu, Plt Kepala Bidang Perumahan Disperakim Jawa Tengah, Maharani Tri Hapsari menyampaikan, penanganan rob di wilayah Demak bukan hanya pengendalian air, tapi juga menyelesaikan dampak yang lain, seperti permukiman. “Ada beberapa daerah terdampak bencara rob ini mengakibatkan pemukiman terendam dan rumah rusak, sehingga Diseperakim ikut serta dalam penanganan rob yang telah diinstruksikan Bapak Gubernur,” tuturnya. Solusi yang dilakukan adalah memberikan bantuan pembangunan rumah apung di Dusun Timbulsloko Kecamatan Sayung. Selain itu juga ada relokasi dan RTLH. “Untuk bantuan rumah apung sudah kita mulai hari ini untuk tiga rumah. Prosesnya sudah kita mulai hari ini,” ujar Maharani. Bantuan tersebut akan terus dilakukan secara bertahap dengan target sekitar 110 rumah yang ada di Dusun Timbulsloko. “Ini akan terus berlanjut sampai total 110 rumah. Tiga rumah di antaranya hari ini sudah kita mulai pembangunannya,” tambahnya. Untuk program relokasi juga sudah dimulai untuk dua rumah, yakni ke Desa Blerong dan Tambakroto. “Program relokasi ini bagi warga yang memiliki lahan, sehingga untuk bangunan rumah dari kami. Ini juga berlaku untuk 107 warga yang lain, apakah mau direlokasi atau tetap rumah apung. Sampai saat ini kami terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak termasuk warga. Ini merupakan bentuk negara hadir dalam memberikan kesejahteraan masyarakat,” tandasnya.***

News

Urai Macet Akibat Rob Sayung, Kementerian PU Pasang Batas Beton Dukung Upaya Pemprov Jateng

DEMAK – Penanganan banjir rob sayung terus berjalan. Kementerian Pekerjaan Umum mendukung upaya Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasang pembatas beton atau concrete barier pada U-Turn median jalan Jl Semarang-Sayung KM 9. Upaya ini memperkuat kebijakan Dishub Jateng yang telah lebih dahulu memasang pembatas water barrier. Dalam kurun 3 hari ke depan, Water Barrier ini akan diperkuat dengan pembatas beton atau concrete barier yang lebih kokoh. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.1 pada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)Jateng DIY, Iwan Susanto mengatakan dalam kurun 3 hari ke depan water barrier ini akan diperkuat dengan pembatas beton atau concrete barier yang lebih kokoh. Pembatas dimaksudkan untuk mengendalikan perputaran kendaraan pada ruas tersebut. Ditengarai, U-Turn tersebut menyebabkan kemacetan mengular. “Kemacetan yang panjang sampai Kaligawe dengan menutup ini, bisa kita atasi. Memang untuk putar balik agak jauh di KM 12, ke U-Turn yang kita sediakan untuk manuver. Mohon masyarakat memahami, kemacetan akan kita urai dan kita selalu analisis supaya kemacetan ini bisa terurai dan masyarakat bisa aman dan nyaman melewati Sayung ini,” ujarnya, Kamis (12/6/2025). Dijelaskan, nantinya water barrier milik Dishub Jateng yang terpasang akan diganti dengan pembatas beton atau concrete barier. Tujuannya, agar tidak bisa digeser dengan mudah dan lebih kokoh. Iwan menyebut, penggantian water barrier dengan pembatas beton akan dilakukan bilamana U-Turn baru telah rampung dibuat. Sehingga, masyarakat Sayung lebih mudah menuju ke Semarang. Ia menyebut, pengerjaan median putar balik baru berada titik 8/100, di depan gapura dekat perbatasan Semarang-Demak. “Biasanya kan water barier ya bisa digeser geser, tapi kita gunakan concrete barier yang memang agak berat ketika akan digeser oleh warga. Jadi nanti akan dianalisis sebulan dua bulan, apakah ini bisa mengurai Kemacetan. Kalau bisa mengurai kemacetan dan berhasil kita akan permanenkan median ini,” tuturnya. Terkait rencana penyampaian aspirasi warga, tentang rob yang akan dipusatkan di ruas tersebut, Iwan mengatakan, tidak mempermasalahkan hal itu. Menurutnya, setiap warga bebas menyampaikan aspirasi, sesuai dengan perundang-undangan. Menurutnya, penutupan U-Turn di depan Polytron sudah melalui kajian tertentu. Perlu diketahui, sejak Rabu (11/6/2025) Pemprov Jateng melalui Dishub Jawa Tengah melakukan rekayasa jalan di U-Turn depan Pabrik Polytron, Jl Semarang-Sayung. Rekayasa dilakukan dengan memasang water barier pada area yang biasa digunakan untuk kendaraan putar balik. Kepala Dishub Jateng Arief Djatmiko mengatakan, median penutupan U-Turn tersebut dilakukan dengan pertimbangan, untuk memperlancar arus kendaraan. Selain memberi Water Barrier, petugas juga disiagakan untuk mengatur lalu lintas.***

Scroll to Top