News

News

Motoran Semarang-Demak, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Salurkan Bansos Kepada Warga Terdampak Rob

DEMAK – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin bersama anggota Jateng Bikers Community (JBT), menyalurkan bantuan sosial (banssos) kepada warga terdampak rob di Desa Babalan, Kecamatan Wedung, Kabupaten Demak, Sabtu, 23 Agustus 2025. Sebelum menyalurkan bantuan tersebut, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin melakukan touring menggunakan sepeda motor dari Halaman Kantor Gubernur Jawa Tengah menuju Kantor Desa Babalan. Perjalanan ditempuh dengan waktu 1,5 jam mulai dari pukul 07.30 WIB. Sampai lokasi, rombongan bikers tersebut disambut antusiasme oleh warga setempat. Sejumlah bantuan yang diserahkan itu meliputi 660 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 120 paket makanan anak, 20 buah kasur, 20 buah tenda gulung, 40 buah selimut, 30 family paket, dan 32 paket kids ware. Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan, kehadirannya di Desa Babalan adalah untuk bersilaturahim dan mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat setempat. Terkait infrastruktur yang diusulkan akan segera ditindaklanjuti oleh dinas terkait. “Kita cek apakah warga masyarakat Desa Babalan sehat. Hari ini kita jenguk anak-anak kita di Babalan biar ada tali silaturahmi antara provinsi, kabupaten, dan desa. Ada juga penyerahan bantuan kepada masyarakat yang jumlahnya banyak,” katanya. Ketua Jateng Bikers Community, Taviv Hendra mengatakan, kegiatan bakti sosial tersebut merupakan rangkaian acara Jambore Touring Jateng yang diselenggarakan oleh JBT. Kegiatan juga untuk menyemarakkan Hari Jadi ke-80 Provinsi Jawa Tengah dan HUT Ke-80 Republik Indonesia. Untuk kegiatan sosial kali ini sengaja diarahkan ke Desa Babalan, karena merupakan salah satu daerah yang terdampak bencana rob. Kepala Desa Babalan, Nor Akfas menyatakan, sangat berterima kasih karena Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah mau berkunjung dan berdialog dengan warga Babalan. Ia juga menyampaikan sejumlah permasalahan mulai dari akses jalan dan jembatan yang merupakan jalur alternatif Demak-Jepara, serta kondisi riil masyarakat Desa Babalan. “Alhamdulillah tanggapan dari Gubernur, Wagub dan bupati semua kompak, responsif dan baik,” ucapnya.***        

News

Pemimpin Substansial: Jalan Sunyi Ahmad Luthfi-Taj Yasin di Jawa Tengah

Oleh : Wahidin Hasan  HASIL survei Litbang Kompas (Kompas, 20/08/2025) tentang Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen menghadirkan paradoks. Tingkat kepuasan masyarakat tinggi, citra keduanya positif, bahkan delapan dari sepuluh responden menilai mereka baik. Namun popularitas tetap rendah. Banyak warga yang puas dengan kinerja, tetapi tidak hafal nama gubernurnya. Fenomena ini mengundang tafsir berbeda. Ketua Tim Percepatan Pembangunan Daerah Jateng, Zulkifli Gayo, menyebut Luthfi dan Taj Yasin adalah tipikal pemimpin substansial. Mereka tidak sibuk membangun panggung popularitas, melainkan memilih jalan sunyi: bekerja, memastikan kebijakan berdampak langsung, lalu menyerahkan penilaian pada masyarakat. Model Pemimpin SubstansialDalam literatur kepemimpinan dunia, istilah ini sejatinya dekat dengan gagasan substantive leadership. James MacGregor Burns dalam karyanya Leadership (1978) membedakan antara pemimpin transaksional dan transformasional.Pemimpin substansial bisa diletakkan di antara keduanya: bukan sekadar menukar janji politik dengan dukungan, melainkan menaruh fokus pada substansi kebijakan yang berkelanjutan. Pemimpin substansial, yang tidak hanya memiliki jabatan atau posisi formal, tetapi juga memiliki kemampuan, karakter, dan pengaruh yang nyata dalam memimpin dan mengarahkan orang lain. Mereka mampu menginspirasi, memotivasi, dan membimbing tim atau organisasi menuju pencapaian tujuan yang diinginkan, serta mampu memberikan dampak positif yang signifikan. Robert Greenleaf dalam Servant Leadership (1977) juga menyinggung hal serupa, pemimpin sejati bukan yang menonjolkan diri, melainkan yang membuat masyarakatmerasakan hasil nyata. Begitu pula Jim Collins dalam Good to Great (2001), yang menemukan bahwa perusahaan-perusahaan hebat dipimpinoleh figur Level 5 Leader: rendah hati secara pribadi, tetapi sangat bertekad secara profesional.   Jika dirunut ke dalam praktik politik, pemimpin substansial cenderung tidak gemerlap dalam pencitraan, tetapi meninggalkan warisan kebijakan yang kuat.Pemimpin populis memiliki kelebihan utama dalam kemampuannya menjalin kedekatan emosional dengan rakyat. Mereka fasih menggunakan bahasa sederhana yang mudahdipahami, responsif terhadap isu-isu aktual, dan mampumembangkitkan semangat kolektif masyarakat. Dukungan publik biasanya mengalir deras karena rakyat merasa didengar dan diperjuangkan. Namun, kelemahannya terletak pada kecenderungan untuk lebih fokus pada citra dan popularitas dibanding substansi kebijakan.Pemimpin populis kerap terjebak dalam keputusan jangka pendek yang menyenangkan massa, tetapi kurang memperhatikan keberlanjutan atau fondasi sistemik yang lebih Kokoh. Sementara itu, pemimpin substantif menonjol karena fokus pada nilai, gagasan, dan visi jangka panjang. Mereka mengambil keputusan berdasarkan pertimbangan rasional, berbasis data, serta berorientasi pada tata kelola yang berkelanjutan. Kepemimpinan model ini biasanya lebih stabil dan mampu membangun institusi yang kuat. Kelemahannya, pemimpin substantif sering kali tampak jauh dari rakyat, kurang komunikatif dalam menyederhanakan gagasan, dan kadang dianggap lamban karena setiap kebijakan memerlukan proses kajian yang panjang. Akibatnya, mereka kurang populer meski sesungguhnya bekerja untuk kepentingan publik secara mendalam. Dengan demikian, pemimpin populis unggul dalam membangun legitimasi dan dukungan rakyat secara cepat, sedangkan pemimpin substantif unggul dalam menciptakan fondasi pembangunan yang tahan lama. Prestasi Awal: Substansi yang Diam-diam HadirDalam enam bulan pertama, sejumlah capaian di Jawa Tengah sudah menunjukkan arah tersebut. Tarif Trans Jateng diturunkan menjadi Rp 1.000 bagi buruh, pelajar, veteran, dan lansia. Ini kebijakan kecil tapi sangat bermakna bagi kelompok rentan. Angka kemiskinan berhasil ditekan hingga 9,48 persen, menggeser posisi Jateng dari nomor dua termiskin di Jawa menjadi nomor tiga. Program perbaikan Rumah Tak Layak Huni mencapai 17 ribu unit, tertinggi di Indonesia. Di bidang sosial, insentif diberikan kepada 570 penghafal Al-Qur’an dan lebih dari 230 ribu guru keagamaan. Investasi juga menunjukkan catatan positif. Masuknya investasi padat karya menciptakan lapangan kerja baru bagilebih dari 220 ribu orang. Walaupun rawan PHK di masa krisis, kebijakan ini tetap signifikan sebagai penopang daya serap tenaga kerja.Dalam konteks Indonesia, beberapa gubernur pernah menempuh jalur serupa. Ganjar Pranowo (Jateng, 2013–2023) sering dicap populis karena gaya komunikasinya dekat dengan rakyat. Namun di balik itu, kebijakan yang substansial tidak sedikit yang tidak tercover: penguatan desa, integrasi layanan publik, hingga upaya mendorong transparansi APBD.Rasiyo (Pj Gubernur Jatim 2008–2009) dan Basuki Tjahaja Purnama (DKI, 2014–2017) menunjukkan bahwa kepemimpinan substansial kadang berbenturan dengan resistensi politik. Keduanya mendorong tata kelola pemerintahan lebih transparan, meski citranya tak selalu populer. Ridwan Kamil (Jabar, 2018–2023) pun punya aspek substansial. Di balik sosok populernya di media sosial, banyak kebijakan konkret seperti revitalisasi desa, program “u”, dan digitalisasi birokrasi.Luthfi-Taj Yasin lebih mendekati tipe “diam tapi substansial”—gaya yang jarang menonjol di media, tetapi ditopang data capaian konkret. Evaluasi dan Catatan Ke DepanMeski capaian awal cukup progresif, survei Kompas memberi catatan: kepuasan publik rendah terhadap infrastruktur jalan dan ketersediaan lapangan kerja. Keduanya memang isu strategis.Perbaikan jalan baru bisa digenjot lewat APBD Perubahan, sehingga dampaknya mungkin baru terlihat akhir 2025. Sementara investasi padat karya, meski menyerap banyak tenaga kerja, harus dibarengi strategi diversifikasi agar tidak rawan PHK massal. Tantangan ke depan bukan hanya menjaga laju pengentasan kemiskinan dan memperbaiki infrastruktur, tetapi juga mengomunikasikan hasil kerja. Sebab dalam politik demokratis, substansi tanpa legitimasi publik bisa kehilangan daya dukung.Jawa Tengah kini menjadi laboratorium menarik untuk menguji tesis: apakah pemimpin substansial mampu bertahan dalam iklim politik yang sering mengutamakan popularitas? Luthfi-Taj Yasin punya modal awal yang cukup menjanjikan. Tinggal bagaimana mereformula komunikasi publik yang lebih inovatif. Ini sangat perlu dilakukan agar rakyat tidak hanya merasakan manfaat kebijakan, tetapi juga tahu siapa yang bekerja di baliknya.Dengan begitu, substansi bertemu dengan legitimasi, dan popularitas tidak lagi sekadar soal wajah yang dikenal, melainkan kepercayaan yang diakui.*** Wahidin Hasan, Penulis pemerhati kebijakan publik pada Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jawa Tengah

News

Buruan! Job Fair HUT ke-80 Jateng Buka 6.800 Lowongan Kerja

SEMARANG – Gelaran Job Fair Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah yang diselenggarakan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jawa Tengah, mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Kegiatan yang berlangsung dua hari, 21-22 Agustus 2025 itu menghadirkan 43 perusahaan, dengan total lowongan 6.800 lebih pekerjaan dari 288 jabatan. Kepala Disnakertrans Provinsi Jawa Tengah, Ahmad Aziz mengatakan, sektor usaha yang berpartisipasi cukup beragam, mulai dari manufaktur, tekstil, sepatu, mebel, rumah sakit, makanan-minuman, hingga perusahaan penyalur tenaga kerja ke luar negeri. “Tahun ini, sebanyak 43 perusahaan difasilitasi untuk ikut serta, setelah melewati proses verifikasi. Job Fair menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Jawa Tengah ke-80. Kegiatan ini digelar secara konvensional, sekaligus terhubung dengan aplikasi Ayo Kerja (dulu bernama Emakaryo) yang sudah dimiliki Pemprov Jateng,” ujarnya, Kamis (21/8/2025). Menariknya, dari total perusahaan tersebut, di antaranya juga membuka kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas. “Mayoritas pencari kerja sudah mendaftar secara online. Dari 5.000 (orang) lebih pendaftar, sekitar 2.000 (orang) mengikuti jalur tes atau wawancara langsung, sementara sebagian lainnya ingin melihat booth perusahaan secara langsung,” jelasnya. Dijelaskan, penyediaan lowongan kerja yang luas itu sejalan dengan pesatnya investasi di Jawa Tengah. Hal tersebut tak lepas dari keberhasilan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam menarik banyak investor, khususnya perusahaan padat karya yang menyerap banyak tenaga kerja. “Ketika ada penyerapan tenaga kerja dan tumbuhnya industri baru, otomatis titik-titik ekonomi lain ikut bergerak. Ada warung tumbuh, ada ojek online maupun konvensional, bahkan usaha kecil di sekitar kawasan industri. Harapannya angka pengangguran di Jawa Tengah semakin menurun,” imbuhnya. Sementara, HRD PT Aesthetics And Health Beauty, Ananda Widia Aulia menyampaikan, pihaknya antusias mengikuti Job Fair Hari Jadi ke-80 Jawa Tengah, untuk mencari calon pekerja di perusahaannya. “Antusias peserta sangat luar biasa. Ramai sekali. Jadi kita dapat mencari calon pekerja dengan skill dan kualitas yang kami harapkan,” tuturnya. Kali ini, Nanda dapat secara langsung mewawancarai calon pekerja, untuk mengisi lowongan di bagian operator dan staf. “Bagi kami Job Fair kali ini membantu perusahaan untuk mendapatkan pekerja yang baik, terutama di bagian operator dan staf,” ungkapnya. Sementara, Indah Wuri Listiyani, penyandang disabilitas sekaligus pelamar kerja, mengaku sangat senang dengan adanya Job Fair. Dia dapat dipertemukan dengan perusahaan-perusahaan yang membuka lowongan bagi kaum difabel. “Acara ini sangat membantu saya mencari pekerjaan, karena tidak semua perusahaan membuka lowongan bagi kaum disabilitas. Di sini saya bisa memilih perusahaan yang membuka lowongan bagi saya,” katanya, dengan bahasa simbol. Fitri Dwi Pamungkas, pelamar kerja yang lain, juga antusias mengikuti Job Fair kali ini. Menurutnya, kegiatan itu membuka peluang bagi para pencari kerja. “Saya lulus kuliah 2024 lalu dan sudah sempat bekerja. Hari ini saya ikut Job Fair, untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Di tengah situasi sulitnya mencari kerja, Job Fair ini sangat membantu saya,” paparnya. Ia berharap, kegiatan serupa bisa dilaksanakan secara berlanjut. Selain mempermudah mencari kerja, juga membuka peluang-peluang yang lebih bagus. “Harapannya sering dibuka Job Fair, agar masyarakat bisa mudah mendapatkan akses pekerjaan,” tandasnya.***      

News

Hasil Survei: Masyarakat Jateng Puas Kinerja Ahmad Luthfi dan Taj Yasin, Tertinggi Layanan Air Bersih dan Kesehatan

SEMARANG – Tingkat kepuasan masyarakat Jawa Tengah terhadap kinerja Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen tinggi. Kepuasan pada kinerja Ahmad Luthfi sebesar 64,6 persen dan untuk Taj Yasin Maimoen 59,7 persen. Peneliti Litbang Kompas, Arita Nugraheni, menjelaskan, tingginya angka kepuasan masyarakat pada Ahmad Luthfi dan Taj Yasin menjadi modal yang baik untuk pembangunan Jawa Tengah ke depannya. Hal itu memiliki makna bahwa masyarakat Jateng memberikan apresiasi terhadap kinerja gubernur dan wakil gubernur maupun Pemprov Jateng. “Sebenarnya jika dibaca (hasil survei), kita harus lihat bahwa Ahmad Luthfi dan Taj Yasin ini baru 6 bulan bekerja. Tingkat kepuasan di atas 60 persen dan ini modal yang baik,” kata Arita, Rabu, 20 Agustus 2025. Jika hasil survei tersebut diperinci, maka ada 61,2 persen responden mengaku puas dengan kinerja Ahmad Luthfi dan Taj Yasin. Sementara 3,4 persen lainnya mengaku sangat puas. Sementara untuk kinerja Wakil Gubernur Taj Yasin, sebanyak 57,1 persen responden menyatakan puas dan 2,6 persen mengaku sangat puas. Arita menjelaskan, kepuasan kinerja itu merujuk pada 11 program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur yang ditanyakan pada responden. Kepuasan tertinggi pada kinerja penyediaan air bersih yakni 8,3 persen menyatakan sangat puas, dan 75,4 persen puas. Kemudian dalam peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat meraih urutan kedua dengan 4,4 persen sangat puas dan 79 persen puas. Dalam bidang pelayanan publik pun mendapatkan apresiasi tinggi. Sebanyak 4,5 responden mengaku sangat puas dan 73,9 persen menyatakan puas. Dalam penjagaan rasa aman (kriminalitas dan premanisme) ada di urutan keempat dengan 4,0 persen responden menyatakan sangat puas dan 71,4 persen puas. Hal yang sama di bidang biaya pelayanan publik yang terjangkau, yakni 5,8 persen responden menyatakan sangat puas dan 69,4 persen mengaku puas. Dalam hal mengatasi kemacetan, ada 3,8 persen responden mengaku sangat puas dan 67,5 persen puas. Selanjutnya di bidang penanganan penyakit menular seperti TBC, DBD, disentri dan Covid mendapatkan penilaian 5,4 persen sangat puas dan 63,6 persen puas. Penyediaan transportasi umum yang memadai ada 5,2 persen sangat puas dan 63,7 persen puas. Demikian halnya di bidang penanganan bencana alam, sebanyak 3,4 persen responden mengaku sangat puas dan 63,5 persen puas. Selanjutnya dalam bidang peningkatan kualitas pendidikan (kurikulum hingga kualitas guru) ada 3,7 responden yang sangat puas dan 61,9 persen mengaku puas. Kendati demikian, pasangan Ahmad Luthfi dan Taj Yasin disebut Arita masih memiliki pekerjaan rumah perihal penanganan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja. Meski hal ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi provinsi lain di Indonesia. Survei itu dilakukan oleh Litbang Kompas pada 1-5 Juli 2025 yang mewawancarai secara tatap muka 400 responden. Metode yang digunakan pencuplikan sistematis bertingkat dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +/- 4,9 persen. Arita menegaskan, sumber dana survei ini 100 persen dari Kompas.***

News

Tingkatkan Kualitas Layanan PAUD di Jateng, Nawal Yasin Dorong Swadaya Masyarakat

SEMARANG – Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin, terus mendorong upaya peningkatan kualitas layanan PAUD. Salah satunya, melibatkan partisipasi masyarakat hingga tingkat desa atau berbasis swadaya. Nawal mengatakan, 60 persen PAUD di Jawa Tengah merupakan milik swasta, sementara 40 persen dikelola pemerintah. Sehingga, kerja-kerja swadaya dari masyarakat sangat dibutuhkan, untuk memberikan pelayanan pendidikan kepada anak-anak usia dini. “Yang terpenting adalah niat dan orientasi kita ditata dulu, kita hadir untuk memberikan pendidikan yang baik untuk anak-anak di usia 0-6 tahun di Jawa Tengah,” katanya, saat rapat bersama Kelompok Kerja (Pokja) Bunda PAUD Jateng di Ruang Kerja Wakil Gubernur, Kamis (14/8/2025) sore. Nawal meminta kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah untuk memberikan perhatian lebih kepada layanan PAUD. Meskipun secara kewenangan, Pemprov hanya menaungi jenjang pendidikan SMA, SMK, dan SLB negeri. Dibeberkan, Bunda PAUD Jateng memiliki program PAUD Emas, yang menekankan pembinaan dan pendampingan pada anak-anak usia 0-6 tahun, terutama periode emas (golden age). Dalam menjalankan hal ini, pihaknya mendorong keterlibatan aktif dari masyarakat. Seperti yang sudah dilakukan, yakni melibatkan kader Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) dan kader Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu). “PAUD Emas adalah PAUD berbasis swadaya masyarakat, ini sudah ada yang dilakukan di Posyandu-Posyandu di Jawa Tengah. Mereka juga menggelar Pos PAUD-nya,” ungkap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. Pihaknya berharap, model swadaya semacam itu bisa menjadi gerakan masif, yang dilakukan di lembaga PAUD yang di setiap desa di Jawa Tengah. “Pos PAUD ini kemudian ini diharapkan menjadi suatu gerakan, satu desa di Jawa Tengah ini memiliki satu Pos PAUD. Inilah yang akan menjadi satu keunggulan,” ucap dia. Menurut Nawal, di Jawa Tengah banyak PAUD yang dikelola secara swadaya. Hanya bermodalkan ruangan sederhana dan pendidik, anak-anak belajar tanpa meja dan kursi. Terkait hal ini, pihaknya akan bersinergi dengan Bunda Literasi Kabupaten/ Kota, untuk melakukan asesmen atau pendataan untuk nanti diupayakan adanya peningkatan sarana dan prasrana serta kualitas layanan. “Maka kemudian yang terus kita lakukan adalah bersinergi dengan kabupaten/kota, untuk bisa lebih memaksimalkan dan mengoptimalkan kualitas-kualitas yang sudah ada,” pungkas Nawal.

News

Tingkatkan Layanan Perbankan di Jawa Tengah, PT BPR BKK Lakukan Transformasi Digital

SEMARANG – PT Bank Perkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan/BPR BKK (Perseroda) terus berupaya meningkatkan layanan digital di Jawa Tengah. Hal ini bertujuan untuk memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan perbankan, khususnya di tingkat kecamatan atau desa. Beberapa layanan digital yang ditawarkan kepada masyarakat, antara lain QRIS PT BPR BKK, Host to Host PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Jateng dengan PT BPR BKK (Perseroda) se-Jawa Tengah, serta pemanfaatan layanan jasa dan produk perbankan dengan Bank Mandiri dan Bank Syariah Indonesia (BSI). “Pada saat diterpa pandemi covid 19, ekonomi nyaris lumpuh, tetapi masyarakat kembali bangkit. Saat ini, BPR BKK yang siap dan menjadi garda terdepan bagi UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah), petani, dan nelayan, sehingga bisa bangkit kembali,” ucap Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri peluncuran Digitalisasi Ekonomi PT BPR BKK (Perseroda) di Halaman Kantor Gubernur Jateng pada Jumat, 8 Agustus 2025.  Pada kesempatan itu, Wagub mengapresiasi PT BPR BKK yang mengupayakan peningkatan layanan dan melakukan tranformasi digital.  Menurutnya, kepercayaan masyarakat terhadap BPR BKK sudah cukup tinggi. Adanya jaminan dari pemerintah, serta layanan BPR BKK yang berfokus pada UMKM, petani, dan nelayan, juga menjadi faktor pendorong tumbuhnya kepercayaan tersebut.  Tak hanya itu, kerja sama yang terjalin antara BPR BKK dengan Bank Mandiri dan BSI pun dinilai mampu memperkuat tingkat kepercayaan masyarakat. Selain menciptakan berbagai inovasi layanan, perbankan juga diminta melakukan pendampingan, terutama bagi para nasabah, salah satunya pelaku UMKM. Pendampingan yang diberikan, antara lain pelatihan manajemen usaha, pembukuan sederhana, dan bantuan akses pasar. Hal ini akan membangun hubungan yang saling menguntungkan, karena UMKM para pelaku usaha akan semakin meningkat, dan risiko terjadinya kredit macet juga makin menurun.  “Perbankan diharapkan kooperatif dalam memberikan pendampingan, sehingga manajemen keuangan UMKM dan keluarga (pribadi) dapat berdiri bersama-sama,” tegasnya.  Kepala Biro Perekonomian Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Agus Prasutio, mengatakan, kegiatan peluncuran Digitalisasi Ekonomi PT BPR BKK (Perseroda) merupakan bentuk nyata sinergi dan kolaborasi antarlembaga, untuk memperkuat sistem keuangan dan meningkatkan layanan perbankan.  “Melalui jangkauan dan kapabilitas bersama perbankan nasional, (hal ini) akan mempercepat adaptasi teknologi dan efisiensi nasional (kemampuan suatu negara dalam menggunakan sumber daya secara optimal dan efisien),” paparnya. Usai meluncurkan Digitalisasi Ekonomi, Wagub mengunjungi sejumlah stan kuliner yang ada di lokasi acara. Ia juga mencoba bertransaksi menggunakan sistem pembayaran digital dari PT BPR BKK.  Rangkaian acara Digitalisasi Ekonomi dilaksanakan selama dua hari pada tanggal 8-9 Agustus 2025. Acara dimeriahkan dengan bazar kuliner, lomba band, lomba mewarnai, Host to Host dengan PT Jamkrida, serta peluncuran Go Digital.

News

Berkomitmen Penuhi Hak Anak, Jateng Kembali Raih Penghargaan Provinsi Layak Anak 

JAKARTA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali meraih penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) dari pemerintah pusat. Penghargaan itu diterima oleh Provinsi Jateng untuk keempat kalinya secara beruntun.  Penghargaan itu diberikan langsung kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dalam acara Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025, oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) di Auditorium Kantor Kementerian Agama, Jakarta pada Jumat, 8 Agustus 2025 malam. “Alhamdulillah, kami kembali mempertahankan predikat Provinsi Layak Anak selama empat tahun berturut-turut,” ucap Wagub. Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah secara konsisten mendorong pemerintah kabupaten/kota memperkuat komitmennya untuk memenuhi hak-hak anak dan memberikan perlindungan kepada kelompok rentan. “Kami tidak hanya fokus pada perlindungan anak, tetapi juga kepada perempuan, lansia, disabilitas, dan masyarakat yang membutuhkan. Ini bagian dari pendekatan pembangunan yang inklusif dan berkeadilan,” imbuhnya. Pada kesempatan itu, Menteri PPPA, Arifah Choiri Fauzi, menjelaskan, proses penilaian KLA memakan waktu hampir satu setengah tahun. Penilaian ini dimulai dengan evaluasi mandiri dari pemerintah daerah pada Januari-Juni 2024. Selanjutnya, dilakukan evaluasi oleh pemerintah provinsi pada Juli-Desember 2024. Kemudian, ditindaklanjuti dengan verifikasi nasional oleh Kemen PPPA bersama kementerian/lembaga terkait dari Januari-Juni 2025. Adapun dari total 464 Kabupaten/Kota yang mengikuti proses awal, hanya 355 daerah yang lolos verifikasi dan dinilai memenuhi kriteria. Penilaian mengacu pada indikator yang ditetapkan dalam kebijakan Indonesia Layak Anak (Idola) 2030, sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Perlindungan Anak. “Penghargaan ini adalah bagian dari komitmen kita bersama, untuk mewujudkan Indonesia Layak Anak. Namun kami juga mencatat, hingga saat ini belum ada satu pun kabupaten/kota yang berhasil memenuhi indikator kawasan tanpa rokok dan bebas iklan rokok,” ujar Kemen PPPA. Sebagai informasi, Penganugerahan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) Tahun 2025 turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, yang menyerahkan penghargaan Provinsi Layak Anak (Provila) kepada Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen. Tak hanya itu, seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah juga berhasil meraih penghargaan Kabupaten/Kota Layak Anak Tahun 2025. Beberapa daerah yang meraih kategori Pratama, yakni Kabupaten Jepara, Kudus, Purworejo, Kabupaten Semarang, dan Wonosobo. Sementara untuk kategori Madya, penghargaan diberikan kepada Kabupaten Banjarnegara, Banyumas, Batang, Demak, Grobogan, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Pati, Kabupaten Pekalongan, Purbalingga, Sukoharjo, Temanggung, Wonogiri, dan Kota Salatiga. Kemudian, kategori Nindya diraih oleh Kota Surakarta, Kabupaten Tegal, Pemalang, Klaten, Blora, Kota Pekalongan, Brebes, Cilacap, Kabupaten Magelang, Boyolali, Kota Tegal, Rembang, dan Kota Magelang. Adapun 2 daerah yang meraih kategori tertinggi/Utama, yakni Kota Semarang dan Kabupaten Sragen.

News

Sampaikan 10 Capaian di Depan DPRD, Wagub Taj Yasin Ajak Superteam Bangun Jawa Tengah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen mengajak semua pihak untuk bersama-sama membangun Jawa Tengah sebagai superteam. Karena tidak ada yang superman. Hal itu dikatakan Taj Yasin saat menyampaikan tanggapan dalam Rapat Paripurna Pemandangan Umum Fraksi atas Raperda Perubahan APBD Jateng 2025, di Ruang Paripurna DPRD Jawa Tengah, Senin (04/08/2025). “Together we can, bersama kita membangun Jawa Tengah. Tidak ada superman, tapi adanya Superteam,” katanya. Sebanyak sepuluh poin capaian Jawa Tengah, disampaikan Wagub sebagai tanggapan atas pandangan umum fraksi yang sudah disampaikan dalam rapat paripurna sebelumnya. Sepuluh poin tanggapan itu meliputi, langkah menjaga inflasi tetap stabil. Diantaranya, melalui gerakan pangan murah, operasi pasar, dan sembako. Kedua, penanggulangan kemiskinan dan pengangguran melalui pemberian bantuan kepada 10.250 pemegang kartu Ngopeni, bantuan permodalan kepada kelompok usaha bersama, dan perorangan serta program kartu zilenial. “Ketika pembebasan tunggakan pajak kendaraan bermotor berhasil mengaktifkan kembali 1,1 juta objek kendaraan dengan nilai pendapatan sebesar Rp 333 miliar,” kata Wagub. Keempat, lanjutnya, pemenuhan honor GTT. Telah disesuaikan dengan UMK Tahun 2025 dan peningkatan sarana pendidikan melalui pembangunan unit sekolah baru serta rehabilitas. Kelima, mendukung pencegahan dan penurunan angka stunting melalui dokter spesialis keliling terutama spesialis anak dan perempuan. Poin keenam, tambah Wagub, menyangkut peningkatan infrastruktur wilayah selatan Jawa Tengah melalui rehabilitasi jalan dan jembatan, pembangunan embung, dan SPAM desa. Ketujuh, program RTLH sebanyak 17.000 unit tidak mengalami efesiensi. Selain itu ada dukungan dari CSR sebanyak 2.070 unit dan APBD kabupaten/kota sebanyak 6776 unit. Adapun delapan, memfasilitasi pemerataan transportasi melalui 7 koridor yang tersebar pada 14 kabupaten/kota dengan total 115 bus dan 343 shelter. Pemprov, kata Wagub, juga melaksanakan pemerataan dan promosi destinasi wisata melalui pembukaan penerbangan internasional dan penerbangan Semarang – Karimunjawa, pengembangan aglomerasi Borobudur – Kopeng – Rawapening, serta fasilitasi event promosi antara lain Dieng Culture Festival, Solo Raya Great Sale, Festival Kota Lama dan Grebeg Sudiro Solo. “Telah ada pemasangan 1.000 listrik rumah tangga dan pemanfaatan energi terbarukan melalui kotoran sapi, surya, gas sampah dan panas bumi,” katanya pada rapat yang dipimpin Wakil Ketua DPRD Provinsi Jateng Muhammad Saleh didampingi Wakil Ketua DPRD Sarif Abdillah dan Setya Arinugraha tersebut.***  

News

Taj Yasin: Temuan Speling di Brebes Jadi Warning Serius, 30% Remaja dan Seluruh Ibu Hamil Alami Masalah Gizi

BREBES – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyoroti serius temuan dalam layanan dokter spesialis keliling (Speling) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar dalam rangkaian Launching Gerakan Rabu Pon di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Brebes, Rabu 30 Juli 2025. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa, 29 dari 68 remaja mengalami anemia, dan dari 13–14 ibu hamil yang diperiksa, 11 di antaranya terindikasi mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK). Kondisi ini dinilai sangat mengkhawatirkan. “Ini harus jadi warning bagi kita semua. Kondisi ini sangat rawan mengarah ke stunting jika tidak diawasi dengan ketat. Maka, pengawasan dan pendampingan sebelum dan sesudah kelahiran sangat diperlukan,” tegas Taj Yasin dalam doorstop usai acara. Ia menekankan pencegahan stunting harus dilakukan sejak jauh hari—bahkan sejak masa remaja dan kehamilan—bukan hanya ketika anak sudah lahir. “Remaja juga perlu pendampingan. Kita dorong agar remaja putri mendapat perhatian lebih terhadap gizi dan kesehatannya,” lanjutnya. Selain pemeriksaan kesehatan, warga juga diedukasi mengenai keanekaragaman pangan lokal yang lebih sehat dan ekonomis. “Kami tidak ingin ini hanya jadi seremoni tanam pohon. Kesehatan keluarga harus menjadi bagian penting. Ayam petelur yang dibagikan bukan untuk dijual, tapi untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga,” tandas Taj Yasin. Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I menambahkan seluruh kasus KEK dan anemia yang ditemukan akan ditindaklanjuti melalui intervensi Posyandu terdekat. “Kami tidak berhenti pada pendataan. Kami segera koordinasi dengan bidan desa dan Dinas Kesehatan,” ujarnya. Layanan speling ini merupakan bagian integral dari program Rabu Pon, yang dirancang bukan hanya sebagai gerakan tanam-menanam pekarangan. Tetapi juga menyentuh aspek gizi keluarga, ketahanan pangan, hingga mitigasi bencana. Gerakan Rabu Pon di Brebes melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk Dinas Kesehatan, OPD provinsi, BAZNAS, PKK, serta diikuti 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah secara daring.***

News

Wagub Jateng Luncurkan Program “Rabu Pon”, Wujudkan Keluarga Berdaya dan Ketahanan Pangan

BREBES – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan program unggulan Gerakan Ibu/Perempuan Menanam Pohon (Rabu Pon), di Desa Padakaton, Kecamatan Ketanggungan, Kabupaten Brebes, Rabu, 30 Juli 2025. Program ini diinisiasi oleh Ketua TP PKK Provinsi Jateng, Hj. Nawal Arafah Yasin,M.S.I, dengan peluncurannya dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Taj Yasin serta Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma. Organisasi Perangkat Daerah terkait, BUMD serta lembaga vertikal juga turut hadir dan berpartisipasi dalam acara tersebut. “Program Rabu Pon bukan sekadar menanam pohon, tapi ini adalah bentuk kesadaran ekologis dan ketahanan keluarga. Ini juga bentuk nguri-uri budaya. Nah, program ini prosesnya panjang, makanya pelaksanaan pun kebetulan sesuai yaitu Rabu Pon,” tutur Taj Yasin. Sebagai informasi, program Rabu Pon menyasar pemanfaatan pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan gizi dan ketahanan pangan rumah tangga. Program ini dilengkapi dengan penanaman pohon buah dan keras, bantuan ayam petelur lengkap dengan kandangnya, serta pendampingan selama 20 hari termasuk pelatihan pertanian, dan pengelolaan pekarangan. Selain itu, acara peluncuran juga dirangkaikan dengan cek kesehatan gratis dan layanan speling (spesialis keliling), bantuan sembako, serta rehab rumah tidak layak huni. Sebanyak 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah mengikuti peluncuran ini secara daring. Ketua TP PKK Provinsi Jateng, Hj.Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), menegaskan, bahwa Rabu Pon bukan sekadar kegiatan tanam-menanam biasa. “Rabu Pon juga bentuk mitigasi bencana, ketahanan pangan, dan edukasi pangan sehat. Bahkan kita dorong diversifikasi pangan, seperti olahan singkong jadi nasi uduk,” jelasnya saat sambutan. Ning Nawal menambahkan program ini terintegrasi dengan kolaborasi lintas sektor dan intervensi gizi keluarga. “Di sini tadi sudah disebutkan ada sekitar 68 anak remaja yang kemudian diperiksa. Kemudian dari situ ada 26 yang anemia. Ada juga dari 13–14 ibu hamil yang diperiksa itu hampir semua itu KEK, kekurangan energi kronis. Ini nanti akan diintervensi Posyandu terdekat,” ungkapnya. Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan pekarangan yang adaptif terhadap kondisi wilayah. “Dulu ada yang pernah dapat juara 1 Hatinya PKK karena tanahnya itu tanah kapur tapi berhasil, di pekarangan itu tumbuh subur. Jadi ini menjadi gerakan untuk ketahanan pangan keluarga dan mengurangi cost belanja rumah tangga. Apa-apa bisa petik sendiri,” tambahnya. Bupati Brebes, Paramitha Widya Kusuma, menyebut Desa Padakaton sebagai lokasi pilot project karena komitmen warganya dalam pembangunan berbasis keluarga dan lingkungan. “Kita tidak ingin ini hanya seremoni. Harus ada hasil nyata: dari satu pohon, dari satu kandang, dari satu pekarangan rumah,” ujarnya. Melalui pendekatan pentahelix (pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan media), Rabu Pon diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang mampu menjawab tantangan gizi keluarga, pengentasan kemiskinan, hingga pelestarian lingkungan.***                  

Scroll to Top