Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Hari Desa Nasional, Taj Yasin: 97,25 Persen Desa di Jateng Sudah Punya BUMDes, Saatnya Bersinergi dengan Koperasi Merah Putih

BOYOLALI — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mendorong Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) untuk bersinergi dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), sebagai upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa. “Dengan adanya Koperasi Merah Putih, kepala-kepala desa fokusnya ke koperasi. Sehingga dengan adanya lomba BUMDes ini juga saya berharap bisa menumbuhkan BUMDes berkolaborasi, bersinergi dengan Koperasi Merah Putih,” ujar Wagub dalam sambutannya, di rangkaian peringatan Hari Desa Nasional 2026, Desa Butuh, Mojosongo, Boyolali, Rabu 14 Januari 2026. Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin panggilan akrabnya menilai, sinergi antara BUMDes dan KDKMP dapat mempercepat penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan. Menurutnya, BUMDes di Jawa Tengah perlu terus didorong agar semakin berkembang. Dari 7.810 desa di Jawa Tengah, tercatat sebanyak 7.595 desa (97,25%) telah membentuk BUMDes, sementara 215 desa belum membentuk BUMDes. Wagub juga menyampaikan sebanyak 6.695 BUMDes (85,72%) telah melakukan input pemeringkatan, dengan komposisi:• Perintis: 2.878 BUMDes (46,69%)• Pemula: 1.922 BUMDes (31,18%)• Berkembang: 1.269 BUMDes (20,59%)• Maju: 95 BUMDes (1,54%) Sementara itu, BUMDes yang belum melakukan input pemeringkatan tercatat sebanyak 1.115 BUMDes (14,27%). Adapun jumlah BUMDes yang sudah berbadan hukum per akhir September 2024 sebanyak 2.985 BUMDes (38,22%). “Sehingga memang perlu kita dorong,” kata Wagub. Gus Yasin berharap, momentum Hari Desa Nasional dapat memperkuat komitmen pemerintah daerah dan pemerintah desa dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal, termasuk melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa. “Semoga Jawa Tengah dan Indonesia, lewat desa semakin makmur,” tandasnya. Selain itu, Yasin menilai penyelenggaraan Hari Desa Nasional di Boyolali turut memberi dampak pada aktivitas ekonomi wilayah sekitar. Ia menyebut tingginya pergerakan masyarakat selama kegiatan berlangsung ikut mengungkit sektor jasa dan usaha masyarakat. “Luar biasa ini Hari Desa Nasional acaranya. Saya yakin pertumbuhan ekonomi ini akan mengungkit daerah Kabupaten Boyolali dan sekitarnya,” ucapnya. Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menegaskan penguatan ekonomi desa perlu dilakukan dengan langkah konkret, salah satunya melalui dukungan terhadap pelaku usaha di level desa agar naik kelas. “Ini adalah cara konkret untuk membangun dari desa dan dari bawah untuk pertumbuhan ekonomi, pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” kata Menteri. Yandri juga menyampaikan apresiasi atas kesiapan Jawa Tengah, khususnya Boyolali, sebagai tuan rumah peringatan Hari Desa Nasional 2026. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi desa serta menguatkan peran desa sebagai penggerak ekonomi. “Dengan pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tapi desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia,” ujarnya. Di sisi lain, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kemendes, Tabrani, menambahkan pameran produk unggulan desa yang digelar menjadi bagian dari rangkaian utama peringatan Hari Desa Nasional 2026. Total lebih dari 90 UMKM ikut serta termasuk dari BUMDes terbaik. “Pameran produk unggulan ini merupakan salah satu rangkaian utama peringatan Hari Desa di tahun 2026, yang kami jadikan wadah promosi, apresiasi, dan penguatan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan,” ujarnya. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Kuota Haji Jateng 2026 Capai 34.122 Jemaah, Taj Yasin Minta Tingkatkan Pelayanan

SEMARANG – Kuota Jemaah haji Jawa Tengah pada 2026 mencapai 34.122 orang. Jumlah itu mengalami peningkatan sebanyak 3.745 orang dibandingkan tahun sebelumnya. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menegaskan, kenaikan kuota tersebut harus diimbangi dengan kesiapan layanan yang lebih baik, agar tidak menimbulkan persoalan di lapangan. “Kami harap penyelenggaraan 2026 bisa lebih baik lagi, dan kami yakin akan lebih baik,” katanya saat menerima Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah di Semarang pada Senin 12 Januari 2025. Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Jawa Tengah Fitriyanto mengatakan, kuota haji di wilayahnya terdiri dari haji reguler, prioritas lansia, pembimbing KBIHU, serta Petugas Haji Daerah dari Provinsi Jawa Tengah. Hingga kini, lanjut dia, calon jemaah yang sudah melakukan pelunasan biaya haji sudah melampuai kuota. Sampai Januari 2026, jumlah jemaah yang melakukan pelunasan sudah mencapai 34.518 orang, atau sekitar 102 persen dari kuota. “Sehingga, Insyaallah kuota jemaah haji Jawa Tengah dapat diberangkatkan 100 persen, sepanjang tidak ada kendala seperti jemaah yang sakit, mundur dan sebagainya,” terangnya. Sebagai bagian dari kesiapan layanan, lanjut Fitriyanto, mekanisme keberangkatan jemaah haji Jawa Tengah dan DIY pada tahun 2026, mengalami perubahan. Sebelumnya, jemaah haji DIY, transit di Asrama Haji Donohudan. Pada tahun ini, DIY menjadi embarkasi mandiri berbasis hotel, dan terbang dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) “Untuk Jawa Tengah dan DIY yang sebelumnya seluruhnya melalui Embarkasi Solo di Asrama Haji Donohudan, tahun ini akan dibagi menjadi dua. Sekitar 81 persen jemaah akan tetap berangkat melalui Embarkasi Solo, sementara sisanya atau sekitar 25 kloter akan diberangkatkan melalui Embarkasi Yogyakarta International Airport (YIA),” terang Fitriyanto. Untuk embarkasi YIA, terangnya, fasilitas asrama haji akan memanfaatkan hotel yang telah disiapkan, yakni Hotel Ibis dan Novotel. Maskapai yang digunakan tetap Garuda Indonesia dengan tipe pesawat Airbus A330, berkapasitas sekitar 360 penumpang. Terkait jadwal keberangkatan, kloter pertama jemaah haji Jawa Tengah dijadwalkan mulai bergerak pada April 2026. “Insyaallah, keberangkatan kloter pertama akan dimulai pada 21 April 2026 menuju Solo atau pun ke Yogyakarta, dan pada 22 April 2026 akan diberangkatkan ke Arab Saudi,” kata dia.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Apresiasi Dakwah Komunitas Muhammadiyah Jaga Harmoni Sosial

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengapresiasi peran dakwah komunitas yang selama ini dijalankan Muhammadiyah dalam menjaga harmoni sosial dan kondusivitas masyarakat di Jawa Tengah. Apresiasi tersebut disampaikannya saat menerima audiensi Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PW Muhammadiyah Jawa Tengah, di ruang kerjanya, Senin 12 Januari 2026. Mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Taj Yasin, mengatakan, pendekatan dakwah berbasis komunitas memiliki peran strategis karena tidak hanya menyentuh aspek keagamaan, tetapi juga persoalan kemanusiaan dan sosial yang lebih luas. “Komunitas itu luas karena tidak hanya bicara agama, tapi juga kemanusiaan. Bahkan permasalahan lain. Kami atas nama pemerintah berterima kasih,” ujar Taj Yasin. Audiensi yang dipimpin Ketua LDK PW Muhammadiyah Jateng Dr. H. AM. Jumai, tersebut sekaligus melaporkan pelaksanaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) II Lembaga Dakwah Komunitas serta Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri, yang akan digelar di Jawa Tengah 29–31 Januari 2026. Wagub menilai, kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Muhammadiyah selama ini telah berjalan baik dan perlu terus diperkuat, termasuk di sektor kesehatan dan sosial. “Kami punya rumah sakit yang ada juga dari pengobatan kusta. Di mana pasiennya sudah sembuh tapi stigma masyarakat masih menular, padahal tidak. Ini bisa jadi bagian kolaborasi. Ini perlu jembatan dari organisasi yang memiliki basis massa kuat,” jelasnya. Sementara itu, Ketua LDK PW Muhammadiyah Jateng AM. Jumai menegaskan LDK memiliki fokus khusus pada pendampingan komunitas-komunitas tertentu. “LDK kami sama strukturnya dengan PWM. Hanya fokusnya berbeda dengan Majelis Tabligh di arena yang sangat luas, kita ngopeni komunitas khusus,” ujarnya. Jumai menyebutkan, LDK PW Muhammadiyah Jateng selama ini aktif melakukan pendampingan di berbagai komunitas. Mulai dari kawasan Sunan Kuning, komunitas ojek online, hingga pembinaan eks narapidana terorisme. “Kami pendampingan Sunan Kuning, komunitas ojol, pembinaan eks napiter. Itu yang kami geluti, termasuk membangun kekuatan dakwah lebih luas,” ungkapnya. Selain itu, LDK juga mengelola Mualaf Learning Center dengan pendekatan pemberdayaan. “Mualaf juga kami ada Mualaf Learning Center. Pembinaannya tidak sekadar keimanan, ngaji, dan sebagainya, tapi juga kemandirian,” tambahnya. Terkait pelaksanaan Rakornas II, Jumai menyampaikan kegiatan tersebut akan diikuti perwakilan LDK dari seluruh Indonesia, meski jumlah peserta mengalami penyesuaian. “Rakornas ini nanti menghadirkan perwakilan se-Indonesia. Awalnya 320 peserta, menjadi 200 karena banyak izin akibat banyak yang kondisi daerahnya masih dilanda bencana,” jelasnya. Ia menambahkan, pada pembukaan Rakornas diperkirakan akan dihadiri sekitar 500 peserta dan tamu undangan. “Pada pembukaan Rakornas nanti ada kurang lebih 500 orang. Diharapkan Pak Gubernur atau Pak Wagub hadir. Termasuk di acara malam harinya yang sampai saat ini terkonfirmasi ada tiga menteri akan hadir,” pungkas Jumai.***

Ngopeni Ngelakoni

Angka Kecelakaan Kerja di Jawa Tengah Naik, Wagub Taj Yasin Ajak Stakeholder Jadikan Pembudayaan K3 sebagai Gerakan Bersama

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyoroti meningkatnya angka kecelakaan kerja di Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir. Dia mengajak kepada berbagai pihak, untuk menjadikan pembudayaan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja), dan pemanfaatan teknologi sebagai gerakan bersama. Hal itu disampaikan Gus Yasin, panggilan akrabnya, saat memberikan keynote speech, mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, di acara Seminar Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Tahun 2026 Tingkat Provinsi Jawa Tengah, di Hotel Novotel Semarang, Senin, 12 Januari 2026. “Kepada dunia usaha, akademisi, dan pekerja menjadikan pembudayaan K3 melalui penguatan regulasi, pengawasan, dan pembangunan ekosistem K3 yang modern serta adaptif, ” katanya. Disebutkan, di Jawa Tengah terdapat 263.673 perusahaan dengan 2.458.159 pekerja. Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Jawa Tengah dan DIY, angka kecelakaan kerja terus meningkat dalam empat tahun terakhir, yaitu 15.408 kasus pada 2022, 18.225 kasus pada 2023, 21.828 kasus pada 2024, dan melonjak menjadi 32.870 kasus pada 2025. Dikatakan, pembudayaan K3 berarti menjadikan keselamatan sebagai nilai dan perilaku, bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan. Hal ini tercermin dari kesadaran pekerja menggunakan alat pelindung diri, keberanian pimpinan menghentikan pekerjaan yang berbahaya, serta tumbuhnya tanggung jawab bersama atas keselamatan di tempat kerja. Budaya K3, lanjutnya, hanya dapat terwujud melalui kepemimpinan yang kuat, sistem yang konsisten, serta pendidikan dan pembinaan yang berkelanjutan, dan harus terintegrasi dalam proses bisnis serta sistem manajemen. “Setelah kita telusuri, ternyata kecelakaan itu banyak terjadi di luar tempat bekerja. Artinya dalam proses perjalanan, termasuk faktor kesehatan yang menimbulkan kematian. Ini yang saat ini masih menjadi concern kita bersama,” ujarnya. Sejalan dengan hal tersebut, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 86 menegaskan bahwa setiap pekerja berhak atas perlindungan keselamatan dan kesehatan kerja, moral dan kesusilaan, serta perlakuan yang bermartabat. Sehingga K3 bukan sekadar kewajiban teknis perusahaan, melainkan hak asasi pekerja dan fondasi utama produktivitas kerja. Gus Yasin menambahkan, secara umum perusahaan-perusahaan dan lahan pekerjaan di Jawa Tengah telah menerapkan standar K3 dengan baik. Bahkan. Berdasarkan masukan dari asosiasi dan organisasi keselamatan kerja, penerapan K3 di Jawa Tengah dinilai lebih maju dibandingkan instruksi pemerintah pusat. Dia menambahkan, sejumlah industri telah menyediakan fasilitas transportasi bagi pekerja. Namun, pengawasan terhadap moda transportasi tersebut masih perlu diperkuat, terutama karena banyak yang dikelola oleh pihak ketiga. “Industri sudah banyak yang menyediakan transportasi, tapi tetap perlu dicek lagi. Karena biasanya dikerjasamakan dengan pihak ketiga, maka kami minta ada pengawasan bersama-sama,” jelasnya. Menurutnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Dinas Perhubungan secara rutin melakukan pengecekan kelayakan transportasi. Meski demikian, ia menekankan perusahaan tidak bisa sepenuhnya menyerahkan pengawasan kepada pemerintah. “Tidak menutup kemungkinan perusahaan juga harus ikut mengawasi. Bekerja selamat itu bukan hanya di tempat kerja, tetapi juga saat menuju tempat kerja. Ini juga harus menjadi perhatian kita bersama,” pungkas Taj Yasin. Melalui momentum Bulan K3 2026, Pemprov Jateng berharap pembudayaan K3 dapat semakin diperluas. Tidak hanya di lingkungan kerja, tetapi juga mencakup keselamatan perjalanan dan pemanfaatan teknologi baru demi meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan. Pada kesempatan ini, Gus Yasin juga memberikan apresiasi kepada perusahaan di Jawa Tengah yang telah membudayakan K3. Khususnya 83 perusahaan penerima Penghargaan Kecelakaan Kerja Nihil Tahun 2025, 40 perusahaan penerima Penghargaan P2-HIV AIDS di Tempat Kerja Tahun 2025, serta PT Kawasan Industri Kendal sebagai Kawasan Industri dengan Penerapan NORMA100 Terbaik Tahun 2025.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Gus Yasin Gagas Digitalisasi Khazanah Wali Berbasis AI

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen atau yang akrab disapa Gus Yasin, menggagas pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), untuk mengolah dan mendokumentasikan khazanah para wali sebagai bagian dari penguatan budaya, sejarah, dan dakwah Islam. Gagasan tersebut disampaikan Gus Yasin, yang mewakili Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, pada Dialog Interaktif dalam kegiatan Tembayatan Punden dan Belik Kasunanan Kudus, dengan mengusung tema besar ”Menyebarkan Energi Peradaban Aulia”, di Kompleks Masjid Al-Aqsha Menara Kudus, Rabu malam, 7 Januari 2026. “Para wali ini juga luar biasa untuk kita modernisasikan tidak hanya menjadi sebuah cerita. Kalau bisa itu ya gambar-gambar wali ini dengan dawuh-dawuhnya itu di-AI-kan begitu,” katanya. Menurutnya, penggunaan AI tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran ulama atau sejarawan. Melainkan sebagai alat bantu untuk memperluas jangkauan edukasi dan literasi sejarah kepada generasi muda. “Jadi, anak-anak ketika buka short di YouTube, yang muncul adalah Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, muncul wajah para wali dengan dawuh-dawuhnya, dengan cerita-ceritanya, itu akan menarik,” kata suami Ning Nawal itu. Ia mengatakan, saat ini anak-anak dan generasi muda tidak lagi terlalu tertarik membaca sejarah atau menelusuri peradaban masa lalu. Mereka, lanjut Gus Yasin, lebih fokus menatap masa depan. “Sekarang kondisinya berbeda. Sejak usia dini, anak-anak sudah diarahkan untuk mengembangkan kemampuan teknologi. Akibatnya, ruang dan waktu untuk mempelajari sejarah menjadi makin terbatas,” ujarnya. Putra ulama kharismatik, (Alm) KH. Maimoen Zubair, pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang Rembang itu, menyebut, banyak kisah para wali yang kini tidak lagi populer di kalangan anak muda. Padahal bisa dijadikan suri tauladan. Ia mencontohkan kisah Abu Yusuf, seorang murid Imam Abu Hanifah paling miskin yang kemudian karena khidmahnya dengan guru bisa menjadi ulama besar kepercayaan raja. Cerita lain yang disampaikan ialah kisah Fudhail bin ‘Iyadh, seorang begal ternama yang menjadi wali besar karena jatuh cinta dengan perempuan salihah. “Ketika kita mengetahui karamah-karamah aulia, kita punya optimis bahwa latar belakang apa pun kita, itu bisa dekat dengan Allah,”pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin Pastikan Pemprov Jateng Komit Membantu Lembaga Pendidikan Keagamaan

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemomen menegaskan komitmen Jawa Tengah untuk selalu mendukung pendidikan dan lembaga keagamaan, baik formal maupun non formal. Sebagai buktinya, hingga akhir 2025, jumlah lembaga pendidikan yang menerima hibah dari Pemprov Jateng ada 1.358 penerima. “Para penerima hibah ini di antaranya MI, MTs, MA, dan Ponpes,” katanya, saat menerima audiensi Persatuan Guru Inpassing Nasional (PGIN), Rabu, 7 Januari 2026, di ruang kerjanya. Rombongan guru PGIN ini diketuai Hadi Sutikno, guru madrasah dari Boyolali. Hadi menyampaikan masukan dan aspirasi dari PGIN, di antaranya fasilitasi sarana dan prasarana dari pemprov untuk madrasah. Gus Yasin mengatakan, akan menampung masukan dari PGIN untuk dikoordinasikan dengan lembaga terkait. Namun demikian, Gus Yasin juga mengatakan jika kewenangan Pemerintah Provinsi tetap melihat regulasi serta kondisi APBD. Gus Yasin mengakui, Pemprov pernah menyalurkan BOSDa untuk Madrasah Aliyah (MA). Namun demikian, dengan pemangkasan Dana Transfer ke Daerah (TKD), hal itu belum dapat diberlakukan. “Ke depan, kami akan berkolaborasi dengan Kemenag dalam hal pendataan. Karena menurut catatan yang pernah dilakukan Pemprov, ada banyak sekolah yang semestinya tidak layak (menerima) karena kriterianya tidak memenuhi syarat,” pungkas Gus Yasin. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Minta Danlanal Kolaborasi Jaga Keamanan Maritim

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, menerima silaturahmi Kolonel Marinir Sabprowanto yang baru saja menjabat sebagai Komandan Pangkalan Angkatan Laut (Danlanal) Semarang. Di ruang kerjanya, Rabu, 7 Januari 2026, Gus Yasin sapaan akrabnya, menerima rombongan Danlanal dalam suasana penuh keakraban. “Selamat datang di Jawa Tengah, dan semoga senantiasa dapat berkolaborasi dengan Pemprov dalam menjaga keamanan dan kegiatan maritim di wilayah tugas,” ujar Gus Yasin. Usai pertemuan, Kolonel Marinir Sabprowanto, menyampaikan pihaknya akan senantiasa menjaga komunikasi serta kolaborasi dengan Pemprov Jateng, sebagai bagian dari Forkopimda. Selama ini, pemerintah di Jawa Tengah senantiasa memberikan dukungan optimal kepada TNI AL dalam menjalankan tugas. “Kami sebagai TNI Angkatan Laut, dalam pengamanan di laut akan terus berkoordinasi dengan Forkopimda, satuan jajaran terkait, Kepolisian, Kejaksaan, Denpom, sehingga tugas pokok semua stakeholder ini dapat terselenggara secara sinergis,” ujarnya. Terkait tantangan dalam menjaga laut dalam wilayah tugasnya, Sabprawanto mengatakan, dalam waktu dekat, ada tantangan berupa cuaca. “Bulan Januari dan Februari ini cuaca mungkin kurang bagus. Jadi, disarankan kepada para nelayan yang akan melaut untuk hati-hati,” pungkasnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Dorong Keluarga Berdaya dan Sejahtera, Ning Nawal Terus Tingkatkan Kerja Kolaborasi

SEMARANG – Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Jawa Tengah terus meningkatkan kerja kolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tapi juga BUMD/ BUMN/ CSR, Baznas, akademisi, organisasi perempuan, media, dan pihak lainnya. Hal tersebut ditekankan Ketua TP PKK Provinsi Jateng Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), seusai Rapat Pleno TP PKK Jateng, di kantornya, Selasa (6/1/2026). Menurutnya, kolaborasi sangat diperlukan untuk mewujudkan keluarga berdaya dan sejahtera, serta mendukung Asta Cita Menuju Indonesia Emas 2045, sesuai visi TP PKK. Ning Nawal membeberkan sejumlah program yang telah berhasil dilakukan TP PKK Jateng. Antara lain, pada 2025 ini, TP PKK sudah melatih sekitar 200 orang Kader Paralegal Penggerak Rumah Perlindungan Perempuan dan Anak (Kader Perak). Mereka turun langsung, menangani kasus di masyarakat. “Harapannya, 2026 ada banyak perbaikan untuk bisa berkolaborasi dengan UPTD, RPPA, sehingga bisa membantu Kecamatan Berdaya,” terangnya. Tak hanya itu, imbuh Ning Nawal, pihaknya juga memberikan pelatihan dalam pemberdayaan ekonomi keluarga. Untuk itu, TP PKK Jateng sudah menggandeng Baznas, serta sejumlah OPD di provinsi ini. Pada 2026, juga telah diluncurkan Kelompok Usaha Berbasis Keluarga (Kapulaga) di Kabupaten Pekalongan. “Ke depan, kami akan kolaborasikan dengan Dinas Sosial, untuk program Kelompok Usaha Bersama (Kube). Jadi, tidak hanya pelatihan, tapi juga membentuk usaha-usaha di masyarakat,” beber Ning Nawal. Pihaknya juga memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui program Rabu Pon (Gerakan Ibu Menanam Pohon). Pada 2025 ini, Rabu Pon yang merupakan implementasi program Aku Hatinya PKK (Amalkan dan Kukuhkan Halaman Asri, Teratur, Indah, dan Nyaman), menyasar lima kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Rembang, Purworejo, Banjarnegara, dan Sragen. “Setelah dievaluasi, yang berhasil dengan baik adalah yang didampingi KWT (Kelompok Wanita Tani). Karenanya, untuk selanjutnya, KWT akan disertakan untuk kolaborasi, ikut mendampingi program Rabu Pon,” jelasnya. Pada tahun ini, Nawal juga akan mendorong kerja sama pada program Pandu Cinta atau Pelayanan Terpadu Pencegahan dan Penanganan Perkawinan Anak Jawa Tengah. Kegiatan itu selaras dengan program unggulan nasional, yakni Pola Asuh Anak dan Remaja di Era Digital (Paaredi), khususnya dalam mencegah perkawinan anak. Selain itu, masih ada program lainnya, seperti Kikis (Keluarga Indonesia Bebas Kemiskinan Extrem), Gemah Ripah (Gemar Olah Sampah Rizki Melimpah), PKK Sigab (Siaga dan Tanggap Bencana), Kencan Bumil (Kenali dan Cek Kesehatan Ibu Hamil).***

Ngopeni Ngelakoni

Wujudkan Wisata Halal, Pemprov Jateng Proyeksikan Label Hotel Ramah Muslim

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggenjot pertumbuhan wisata ramah muslim (wisata halal) di berbagai daerah. Ini seiring meningkatnya pertumbuhan wisatawan yang menuntut kenyamanan beribadah, kehalalan kuliner, serta lingkungan ramah muslim yang tertata. Hal itu dikatakan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen, mewakili gubernur Jateng Ahmad Lithfi, usai menerima audiensi Gerakan Enterpreneur Ekonomi Muslimah Indonesia (GEEMI), di ruang kerjanya, Selasa, 6 Januari 2026. “Pemprov sedang memproyeksikan perhotelan untuk pemenuhan wisata ramah muslim ini dengan pemenuhan syarat mendasar. Yakni, sama sekali tidak menyediakan makanan dan minuman non halal, tidak menyediakan minuman alkohol, kelengkapan fasilitas ibadah, bahkan kolam renang terpisah antara laki-laki dan perempuan,” kata Taj Yasin. Nantinya, juga akan ada label khusus bagi hotel ramah muslim tersebut. “Label nanti juga ada, misalnya sudah memenuhi kelayakan ramah muslim atau belum,” kata Gus Yasin, sapaan akrabnya. Disampaikan, Pemprov juga terus mengembangkan spot kawasan ramah muslim di sejumlah daerah. Meskipun belum keseluruhan, namun sudah ada beberapa daerah yang berkomitmen untuk mengembangkan spot wisata ramah muslim ini. “Ada beberapa kawasan yang kita kembangkan sebagai spot wisata ramah muslim, seperti Tawangmangu, yang saat ini sudah bagus, mapan infrastrukturnya, termasuk oleh-oleh, kafe, kuliner ramah muslim sudah tertata dengan baik,” katanya. Pengembangan spot Tawangmangu itu, diharapkan dapat menjadi pilot untuk daerah yang lain. Di antaranya, Ungaran, Magelang, Wonosobo, dan Kota Semarang. Pertumbuhan wisata ramah muslim di Jawa Tengah, lanjutnya, juga sudah menjadi perhatian pemerintah pusat. Berbagai survei yang dilakukan, antara lain kuliner, perhotelan, dan wisata. Harapannya, mendongkrak wisatawan yang memang mencari tempat wisata ramah muslim. “Banyak wisatawan mancanegara, khususnya dari Timur Tengah yang memilih spot kawasan wisata ramah muslim. Termasuk juga wisatawan dari pesantren atau pendidikan berbasis Islam akan memilih spot ramah muslim sebagai destinasi,” ujarnya. Komitmen Pemprov Jateng dalam pengembangan pariwisata ramah muslim di Jateng tidak hanya terfokus pada destinasi. Namun, juga memperkuat ekosistem. Adapun upaya yang dilakukan di antaranya melalui pengawasan sertifikasi halal di Rumah Potong Ayam (RPA) dan Rumah Potong Hewan (RPH), pengembangan profesi Tukang Jagal Halal (Kang Jalal), dan lainnya. Hal ini sejalan dengan 11 program prioritas Ahmad Luthfi – Taj Yasin, yakni, melahirkan ekosistem ekonomi syariah melalui penguatan regulasi dan pengembangan wisata ramah muslim.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Taj Yasin Serahkan Bisarah 22 Penghafal Quran

REMBANG – Sebanyak 22 penghafal Quran menerima penghargaan (bisarah) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, pada Haflah XI Khotmil Quran wal Kutub Pondok Pesantren Kauman Lasem, Rembang, pada Minggu, 4 Januari 2025. Bisarah dari APBD Provinsi Jawa Tengah tersebut, diserahkan langsung Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maemoen. Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Gus Yasin, sapaan akrabnya, mengatakan bisarah diberikan sebagai bagian dari hadiah Pemprov Jateng kepada para penghafal kitab suci. “Meskipun APBD tahun ini berkurang, alhamdulillah Pemprov tetap dapat mengalokasikan bisarah sebagai hadiah untuk para penghafal ini,” kata Gus Yasin. Pada kesempatan itu, Wagub juga menyampaikan pesan tentang peran penting Al Quran dalam kehidupan bermasyarakat. Harapannya, pemberian penghargaan kepada para penghafal Quran akan membawa keberkahan bagi penyelenggaraan pemerintahan Provinsi Jawa Tengah. Kepada para santri, Gus Yasin juga mengingatkan agar jangan langsung berpuas diri dengan pencapaian saat ini. Terlebih, di Indonesia, luar biasa memberikan kesempatan dan kemudahan untuk belajar Al Quran. “Teruslah belajar dan menjaga hafalannya, misalnya dengan meneruskan sanad S1. Apalagi katanya di sini juga akan dibuka S2,” kata Gus Yasin. Pemberian bisyaroh berupa tali asih senilai satu juta rupiah per orang, merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di bawah kepemimpinan Ahmad Luthfi – Taj Yasin. Tali asih tersebut, diberikan kepada warga di Jateng, yang dapat menunjukkan kemampuannya dalam menghafal kitab suci agama masing-masing. Selama tahun 2025, sebanyak 1.041 santri pengharal Quran telah menerima manfaat bisarah ini. Pemerintah Provinsi Jateng sendiri, mengalokasikan lebih dari Rp 1 miliar lebih untuk tahun 2025. Peringatan Haflah XI disambut meriah oleh orang tua santri dari berbagai daerah di tanah air. Pemimpin Ponpes Kauman Lasem KH M Zaini Ahmad Ma’shum mengatakan ada sebanyak 321 santri yang melaksanakan haflah kali ini. Hadir juga pada acara tersebut, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Pimpinan Ponpes Tegalrejo KH Yusuf Chudlori, para habaib serta ulama dari berbagai daerah. (*)

Scroll to Top