Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

100 Hari Kerja Luthfi-Yasin, 38 Program Terlaksana dan 73 Teranggarkan di 2025

SEMARANG – Jawa Tengah Berubah! Perubahan menjadi lebih baik terlihat dalam 100 hari terakhir, atau semenjak Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin dilantik pada 20 Februari 2025. Tak sebatas program, berbagai kebijakan telah dieksekusi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Sejumlah kebijakan Gubernur dan Wakil Gubernur bahkan menjadi yang terbaik di antara provinsi lain di Indonesia. Gaya kepemimpinan keduanya yang fokus pada program kerja dan kesampingkan citra politik memang membuat tak populer. Namun dampaknya nyata bagi kesejahteraan warga Jawa Tengah. Usai dilantik, Gubernur Ahmad langsung keliling ke 35 kabupaten dan kota di Jateng. Bukan sebatas rapat, tapi bertemu langsung dengan masyarakat dan mengetahui detil kebutuhannya. Imbasnya, program-program yang disusun sesuai dengan kebutuhan warga Jawa Tengah. Layanan dasar jelas jadi prioritas. Pangan, kesehatan, papan dan sandang haruslah tercukupi meski dilakukan secara bertahap. Total ada 136 program dan sejumlah 38 atau 28% program di antaranya telah terlaksana. Selanjutnya 73 atau 54 % program telah teranggarkan dan 25 atau 18% sisanya segera dikebut. “Turun ke masyarakat, ketahui akar persoalannya dan segera eksekusi,” kata Ahmad Luthfi yang menyukai kerja tepat dan cepat untuk masyarakat. Sejumlah program yang telah terlaksana di antaranya adalah Pesantren Obah melalui dana pengembangan pesantren, pelayanan kesehatan yang paripurna melalui asuransi kesehatan gratis bagi warga miskin. Percepatan penanganan stunting, subsidi pangan murah, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan pengembangan tempat pembuangan sampah regional. Menariknya, dalam 100 hari kerja Gubernur Ahmad Luthfi dan Wagub Taj Yasin Maimoen, ada 10 kebijakan yang benar-benar terasa dampak positifnya. Kurang dari 100 hari, keduanya bisa mengembalikan status internasional Bandara Ahmad Yani Kota Semarang dan Bandara Adi Soemarmo Solo. Bandara A Yani untuk pelayanan penumpang dan Adi Soemarmo khusus untuk haji dan umrah. Kedua, pelayanan kesehatan yang mendekatkan pada masyarakat yakni Speling yang menjadi primadona. Speling merupakan singkatan dari dokter spesialis keliling (Speling) hadir di Balai Desa-Balai Desa yang dekat dengan rumah-rumah warga. Mulai dari cek hipertensi, diabetes, TBC, kanker serviks, kanker payudara, gangguan pengelihatan hingga pendengaran. Semua gratis dan cukup bawa KTP saja. Bahkan jumlah warga yang memanfaatkan layanan ini mencapai 2,3 juta. Catatan pemerintah pusat untuk layanan cek kesehatan gratis, jumah itu menjadi yang tertinggi. Sementara Jawa Timur 1,2 juta pendaftar hadir dan Jawa Barat 501 ribu pendaftar hadir. Ketiga, Jateng menjadi provinsi pertama di Indonesia yang memberikan “sekolah gratis” di SMA dan SMK Swasta. Total ada 139 SMA dan SMK swasta, terdiri dari 56 SMA dan 83 SMK. Jumlah kuota siswa yang mengikuti program ini sebanyak 5.004 orang, atau tiap sekolah satu kelas berisikan 36 siswa. Gubernur memerintahkan alokasi Rp 2 juta per siswa per tahunnya dari APBD. Keempat, adalah program desalinasi yang mengubah air payau menjadi air tawar. Hal ini telah dilakukan di rumah susun Slamaran Kota Pekalongan. Kapasitas air bisa dimanfaatkan untuk 250 keluarga atau 1.000 orang. Kelima, Program Pesantren Obah telah dijalankan dan menyasar peningkatan kualitas. Output pesantren ke depannya tak hanya kuat dari sisi agama, namun juga memberikan dampak signifikan untuk kesejahteraan masyarakat dari penguatan karakter hingga urusan perekonomian. Keenam, Gubernur Ahmad Luthfi melalui SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/124 Tahun 2025 tentang Penurunan Tarif Angkutan Aglomerasi Perkotaan Trans Jateng sebesar Rp 1.000. Tarif ini bisa dimanfaatkan bagi pelajar, veteran, buruh, lanjut usia, dan penyandang disabilitas. Hadiah untuk buruh tak hanya itu saja. Pada program ketujuh yang telah terealisasi dan dinilai populis adalah pembentukan koperasi bagi buruh. Barang yang dijual juga merupakan kebutuhan sehari-hari buruh. Semua bahan akan dibeli langsung dari produsen atau tanpa perantara, sehingga harga tetap terjaga atau terjangkau buruh. Kedelapan, launching Kartu Zilenial. Lewat Kartu Zilenial maka berbagai kemudahan akses untuk pengembangan diri bisa didapat. Kartu Zilenial adalah gagasan Gubernur Jateng Ahmad Luthfi dan Wakilnya Taj Yasin Maimoen. Keinginan untuk mengembangkan potensi anak-anak muda kategori usia Zilenial menjadi latar belakang utamanya. Kartu spesial untuk pemuda pemudi Jawa Tengah berumur 16 hingga 30 tahun yang ingin berkembang dan bertumbuh, baik di bidang kewirausahaan, keterampilan, maupun komunitas. Buka peluang baru, kembangkan ide-ide brilianmu, dan jadilah bagian dari generasi inovatif yang siap menciptakan perubahan. Sembilan, Kecamatan Berdaya. Melalui program tersebut, seluruh kecamatan di 35 Kabupaten/Kota di Jateng dijadikan sebagai pusat kemajuan perekonomian dan kreativitas warga. Tak hanya itu, kecamatan juga bakal menjadi wadah pemberdayaan masyarakat serta perlindungan bagi perempuan, anak, penyandang disabilitas, serta anak-anak muda potensial. Gubernur mengatakan, Kecamatan Berdaya dinilai efektif untuk membangun daerah. Sebab, kecamatan merupakan perpanjangan tangan dari pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota. Maka dari itu, program ini diharapkan bisa menyentuh 8.563 desa/kelurahan yang ada di Jateng. “Provinsi kalau mau langsung menyentuh desa, tidak mampu. Jumlah desa/kelurahan sebanyak 8 ribuan, tetapi kalau Camat, mampu,” ujarnya. Sepuluh, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin membentuk forum untuk kerja kolaboratif Pemprov bersama stakeholder, yakni pembentukan Forum Rektor, forum kolaborasi lainnya meliputi Forum Senayan yang berisi anggota DPR RI asal Jateng, Forum Berlian (DPRD Jateng), hingga himpunan pengusaha. Dalam Forum Rektor ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkolaborasi dengan 44 perguruan tinggi di wilayahnya, untuk mempercepat capaian program yang dicanangkan. Pemprov Jateng menyediakan 29 program dalam kerjasama ini, dengan masa waktu mulai dari 2025 hingga 2029. Program-program itu di antaranya penurunan angka stunting, pendampingan usaha mikro kecil menengah, pendampingan desa wisata, penguatan wawasan kebangsaan dan pendidikan moderasi beragama, pelatihan konten kreator untuk desa wisata, dan lainnya. Program terealisasi lainya adalah jambanisasi 100 persen, peningkatan kualitas jalan provinsi, normalisasi bantaran muara untuk kapal tradisional, moderasi beragama dan wawasan kebangsaan, pengembangan sister province. Sementara itu sejumlah program siap dilaksanakan karena sudah teranggarkan di tahun 2025 ini. Di antaranya adalah mendorong pengembangan SMA/SMK unggul di setiap kecamatan, meningkatkan kesejahteraan atlet-pelatih dan manajemen olahraga, mendukung Jawa Tengah bebas peredaran narkoba. Kemudian penanganan menuju Jateng bebas Bullying, mendorong pembangunan Giant Sea Wall untuk mencegah abrasi, banjir rob dan sedimentasi.***

Ngopeni Ngelakoni

100 Hari Kerja Luthfi-Yasin, Luncurkan Kartu Zilenial, Kartu Serba Gratis untuk Anak Muda

SEMARANG – Duet Ahmad Luthfi-Taj Yasin Maimoen alias Gus Yasin (Luthfi-Yasin) dalam perjalanan 100 hari di provinsi Jawa Tengah, juga memberi peluang generasi Zilenial untuk berkarya melalui program Kartu Zilenial. Kartu Zilenial merupakan wadah baru bagi pengembangan diri pemuda-pemudi Jawa Tengah yang berumur 16 hingga 30 tahun. Program untuk anak muda yang ingin berkembang dan bertumbuh. Baik di bidang kewirausahaan, keterampilan, digital, maupun komunitas. Anak-anak yang diberi peluang baru untuk mengembangkan ide-ide brilian. Anak muda yang ingin menjadi bagian generasi inovatif yang siap menciptakan perubahan. Program kreatif besutan Luthfi-Yasin ini resmi diluncurkan pada Rabu, 23 April 2025, di Taman Cerdas Jebres, Solo. Anak-anak muda menyambut dengan suka cita. Mereka berebut untuk mendaftarkan diri. “Untuk menjawab kebutuhan anak muda, kami luncurkan Kartu Zilenial. Kartu ini bisa dipakai untuk mengakses berbagai kegiatan anak muda yang ada di dalamnya. Kartu Zilenial memberikan akses kepada pemuda untuk mengikuti pelatihan keterampilan, pengembangan kewirausahaan, serta berbagai aktivitas produktif lainnya. Tidak hanya itu, pemegang kartu juga mendapatkan fasilitas pendukung seperti akses internet gratis dan ruang diskusi yang tersedia di setiap kecamatan sebagai ruang bertumbuh dan berkolaborasi,”kata gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat launching program ini. Bagi anak muda yang memenuhi syarat dapat mendaftarkan diri melalui laman resmi simudaperwira.jatengprov.go.id. Juga bisa askes melalui laman Zilenial Jateng.Id. Dengan hadirnya program ini, diharapkan pemuda Jawa Tengah semakin terfasilitasi untuk berkembang secara kreatif, mandiri, dan berkontribusi positif bagi lingkungan sekitar. Untuk mempermudah akses, Kartu Zilenial juga membuat aplikasi Zilenial Jateng yang bisa diunduh di Google Play Store. Semua program dan teknis penggunaan kartu Zilenial sudah disiapkan di aplikasi tersebut. Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, Muhamad Masrofi SSos MSi mengatakan, program Kartu Zilenial menjadi bagian program Disporapar Jateng. Program ini baru berjalan sekitar satu bulan, sejak diluncurkan 23 April 2025. Namun hingga kini sudah ada 743 anak muda yang mengakses kartu tersebut. Semua pemegang kartu bisa memanfaatkan program yang ditawarkan dengan gratis. “Ini respon yang baik dari anak muda kita yang tertarik dengan program Kartu Zilenial, sebab banyak program anak muda yang ditawarkan, mulai pengembangan ide hingga pelatihan digital dan enter preneur anak muda. Kalau untuk target, kami targetkan sebanyak-banyaknya anak muda bergabung di tahun 2025,” katanya. Ketua Umum Zilenial Jateng, Berty Diah Rahmana SH MKn yang menggawangi program ini mengatakan, sementara ini ada enam program dalam Kartu Zilenial. Program pertama, adalah Pelatihan Kewirausahaan Pemuda berbasis Klaster.Program pelatihan kerjasama Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah tersebut ditujukan untuk mendorong semangat kewirausahaan di kalangan pemuda melalui pendekatan klaster sektor usaha. Materi pelatihan meliputi digital marketing, pengembangan produk, manajemen usaha, dan strategi pemasaran modern. Sasaran anak usia 16-30 tahun yang sedang menjalankan usaha. Model pelatihan disesuaikan dengan karakteristik usaha di masing-masing klaster. Program kedua, Pelatihan Digital Marketing Non Boarding. Program ini kerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Adapun yang sedang berjalan adalah pelatihan gigital marketing non boarding bersama BLK Semarang 2 secara gratis. “Pelatihan ini ditujukan untuk meningkatkan keterampilan digital marketing, khususnya bagi pemilik usaha atau calon wirausaha yang ingin mengembangkan bisnis secara online,” jelas Berty. Program ketiga, Pelatihan Juru Sembelih Halal. Pelatihan kerja sama Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Jawa Tengah. Pelatihan dirancang khusus untuk generasi muda yang peduli dengan pentingnya kesejahteraan hewan dan kehalalan proses penyembelihan. “Di pelatihan ini, kaum zilenial mempelajari prinsip-prinsip syariat dalam penyembelihan hewan yang benar. Teknik-teknik penyembelihan yang higienis dan aman. Juga cara memastikan kualitas dan kehalalan daging yang sesuai dengan standar. Semua diberikan oleh orang yang ahli di bidangnya,” imbuh Berty. Program keempat, adalah Wirausaha Santri dan Pondok Pesantren. Program ini kerja sama Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Tengah. Melalui Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, menginisiasi program wirausaha produktif yang melibatkan santri dan lingkungan pondok pesantren. “Fokus program ini pengembangan wirausaha di bidang makanan dan minuman. Pemberdayaan santri dalam usaha kerajinan tangan,”katanya. Dengan bentuk kegiatan, di antaranya pelatihan kewirausahaan dan keterampilan, bantuan modal dan peralatan usaha, pendampingan usaha di lingkungan pesantren. “Program ini bertujuan mendorong kemandirian ekonomi pesantren serta menciptakan santri yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga tangguh secara ekonomi,” jelasnya. Program kelima, adalah Fasilitasi Bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Kerjasama Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, melalui Bidang Penanganan Fakir Miskin, program ini memberikan fasilitasi bantuan usaha melalui program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Program ini ditujukan bagi keluarga miskin yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Tujuan kegiatan ini meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga miskin. Memberdayakan kelompok masyarakat melalui kegiatan usaha produktif. Mendorong terciptanya wirausaha baru berbasis kelompok. Bentuk dukungan pemerintah provinsi, berupa bantuan peralatan atau modal usaha sesuai jenis usaha kelompok. Pendampingan dan pelatihan usaha. Monitoring dan evaluasi perkembangan usaha. “Program KUBE menjadi langkah nyata untuk pengentasan kemiskinan berbasis pemberdayaan dan gotong royong,” sambung Berty. Program keenam, adalah Pelatihan Hospitality dan Bahasa. Kerjasama Balai Latihan Kerja (BLK) Semarang 1, di bawah naungan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Tengah, program ini menyelenggarakan berbagai pelatihan keterampilan di bidang pariwisata, perhotelan, kuliner, dan bahasa asing. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi generasi muda agar siap bersaing di industri hospitality, baik di dalam maupun luar negeri. Jenis pelatihan yang tersedia, kata Berty, ada pelatihan Commercial Cookery, yakni pelatihan teknik memasak profesional untuk kebutuhan restoran, hotel, dan katering. Pelatihan Housekeeping, pelatihan keterampilan penataan dan kebersihan kamar serta area hotel lainnya sesuai standar industri. Pelatihan Barista, teknik meracik kopi, pelayanan pelanggan, serta pengenalan alat-alat coffee shop. Pelatihan Tour Guide, keterampilan menjadi pemandu wisata yang profesional dengan kemampuan komunikasi dan wawasan budaya. Lalu ada pelatihan Front Office, yakni pelatihan pelayanan tamu, administrasi, dan sistem operasional bagian resepsionis hotel. Pelatihan Waiters, teknik pelayanan makanan dan minuman di restoran dan hotel, termasuk etika kerja dan komunikasi. Lalu pelatihan Bahasa Korea dan Bahasa Jepang, pelatihan bahasa asing untuk menunjang karier di industri pariwisata maupun peluang kerja ke luar negeri. “Program ini memberi bekal keterampilan praktis dan profesional yang sangat dibutuhkan di dunia kerja modern. Cocok banget buat Zilenial yang ingin berkarier atau membangun usaha di sektor hospitality dan pariwisata,” ujarnya. Salah satu penerima manfaat Kartu Zilenial, Muhammad Danu Abdhilah Ramadhan mengaku, banyak manfaat yang dia terima setelah mengakses Kartu Zilenial.

Ngopeni Ngelakoni

100 Hari Kerja Luthfi-Yasin, Terbitkan Pergub Pesantren, Cairkan Insentif Guru Agama

SEMARANG – Bagi dunia pesantren di Jawa Tengah, 100 hari kepemimpinan Ahmaf Luthfi-Taj Yasin Maimoen (Luthfi-Yasin), mencatatkan sejarah yang luar biasa. Yakni terbitnya Pergub (Peraturan Gubernur) tentang Pesantren. Pergub ini membuktikan perhatian pemprov Jateng kepada pesantren luar biasa. Pergub Pesantren Nomor 17 Tahun 2025 ini dibuat dan diteken dengan gerak cepat (Gercep) Luthfi-Yasin tanggal 11 April 2025. Pergub Pesantren mengatur Pelaksanaan Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 10 Tahun 2023 tentang Fasilitasi dan Sinergitas Penyelenggaraan Pesantren. Dunia pesantren menyambut dengan suka cita. Mengingat sudah dua tahun, Jawa Tengah hanya punya Perda Pesantren. Tetapi belum ada Pergub-nya. Sehingga pelaksaan Perda sempat terhambat, perhatian pemprov kepada pesantren masih terbatas. Pergub Pesantren juga bagian program penting dari 136 program Luthfi-Yasin untuk lima tahun kedepan (2025-2030). Ini program yang digadang-gadang juga oleh Luthfi-Yasin selama kampanye. Terbitnya Pergub Pesantren sebagai bukti bahwa janji telah menjadi kenyataan. “Alhamdulilah Peraturan Gubernur (Pergub) Pesantren sudah disahkan sebagai tindak lanjut dari Peraturan Daerah (Perda) Pesantren yang telah disahkan hampir dua tahun lalu,” kata Wagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mewakili Gubernur Jateng Ahmad Luthfi, saat menerima audiensi Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPW FKDT) Jawa Tengah, Rabu (5/3/2025). Menurutnya, Pergub Pesantren menjadi angin segar buat pesantren sehingga pendidikan keagamaan mendapatkan perhatian serius, agar dapat memberikan warna sesuai dengan visi pembangunan daerah. Dengan Pergub Pesantren bantuan pemerintah bisa lebih leluasa dan jelas payung hukumnya. “Perda Pesantren yang sudah disahkan hampir dua tahun lalu akhirnya kita dorong ke Pergub-nya, sehingga bisa menjadi acuan buat pendidikan keagamaan yang ada di Jawa Tengah menjadi lebih maksimal,” kata Gus Yasin. Dia menambahkan, Pergub Pesantren akan menjadi payung hukum pemprov Jateng dalam memberi perhatian kepada pesantren. Jika dulunya membantu Pesantren hanya dalam bentuk hibah yang bersifat sewaktu-waktu, kedepan bisa bantuan langsung secara rutin di APBD. Bahkan, Gus Yasin memaknai terbitnya Pergub Pesantren sebagai hadiah Lailatul Qodar, mengingat terbit di pulan Ramadhan. “Pergubnya terbit saat Ramadhan, benar-benar memberikan pencerahan seperti turunnya lailatul qodar untuk pesantren,” ucapnya saat acara Halal bi Halal dengan Santri Gayeng Nusantara (SGN) di Wisma Perdamaian Rumah Rakyat, Tugu Muda Semarang, Senin (7/4/2025). “Setelah terbitnya Pergub ini kami akan kawal, dan pelaksanaannya sesuai penganggaran akan diusulkan untuk masuk dalam anggaran perubahan 2025 serta APBD Murni Tahun 2026,” tandasnya. Diharapkan, melalui Perda Pergub Pesanten, dapat terbangun sinergi dengan Pemerintah Daerah dalam mewujudkan masyarakat yang berilmu, beriman, berwawasan rahmatan lil alamin, dan berdaya saing dalam pembangunan. Sebab persoalan-persoalan yang dihadapi pesantren sudah terangkum dalam aturan Perda dan Pergub. Misalnya terkait bantuan insentif guru agama, bantuan sarana dan prasarana pondok pesantren, bantuan beasiswa santri, fasilitasi kegiatan santri, pelatihan santri milenial, santri preneur dan lainya. Kepala Biro Hukum Sekretariat Sekda Jateng, Haerudin, SH, MH, mengatakan, pemprov Jateng mendorong terbitnya Pergub Pesantren ini. Dia sebutkan, Pergub Pesantren No. 17 Tahun 2025 ini mengatur tentang fasilitasi dan sinergitas pengembangan pesantren di Jateng. “Pergub ini merupakan tindak lanjut dari Perda Provinsi Jawa Tengah No. 10 Tahun 2023. Pergub bertujuan meningkatkan penguatan dan dukungan terhadap pesantren dalam menunjang fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya di Semarang, Senin 26 Mei 2025. Pergub juga mengatur berbagai bentuk fasilitasi. Termasuk bantuan operasional, sarana dan prasarana, bantuan program, dan bantuan lainnya untuk pesantren. Pergub juga diharapkan dapat mempermudah pelaksanaan beasiswa dan kerjasama dengan pihak luar negeri untuk pendidikan dan lapangan kerja santri. Anggota TPPD (Tim Percepatan Pembangunan Daerah) Jawa Tengah, Ir H Haryanto mengatakan, adanya Pergub Pesantren juga akan semakin memudahkan rencana beasiswa pesantren dengan Universitas Al Azar di Mesir untuk program S1 bagi santri di Jawa Tengah. Dia mengamini Pergub Perda Pesantren yang ditandatangani Gubernur Jateng Ahmad Luthfi sebagai hadiah Lailatul Qodar. “Sebab ditandatangani Pak Gub saat Ramadan kemarin,” katanya. Menurutnya melalui Pergub ini akhirnya pemerintah provinsi Jawa Tengah bisa membuat MoU dengan Kedutaan Besar Korea Selatan yang membuka peluang kerjasama Pendidikan dan lapangan kerja bagi santri. Kerja sama juga dibuka oleh Kedutaan Besar Jerman dan pemerintah Jepang. Pengasuh Pondok Pesantrel Tanbihul Ghofilin Banjarnegara, KH. M Chamzah Hasan, menyambut baik terbitnya Pergub Pesantren. Dia berharap kedepan perhatian pemprov Jateng kepada Pesantren lebih maksimal lagi. Saat ini pesantren menunggu realisasi Pergub tersebut. Misalnya bantuan sarana prasarana Pesantren, bantuan insentif guru agama, hingga beasiswa santri. “Ini Pergub yang ditunggu-tunggu masyarakat Pesantren, sebab infonya sudah ada Perda Pesantren sejak lama, tapi selama ini belum berjalan karena belum ada Pergubnya,” kata Gus Chamzah, Senin 26 Mei 2025. Mirza Fahmi, Pengasuh PP. Nurul Huda Al Hasyimiyyah Danawarih, Balapulang, Tegal, bersyukur Pergub yang ditunggu-tunggu akhirnya terwujud. “Kami dari insan pesantren mengucap terimakasih kepada Pak Gubernur Ahmad Luthfi dan Pak Wagub Taj Yasin. Beliau benar-benar memikirkan pesantren,” katanya, Senin 26 Mei 2025. Dia berharap, dengan adanya Pergub Pesantren bantuan Pemprov ke pesantren bisa lebih lancar. Misalnya bantuan insetif guru madin (Madrasah Diniyah) di pondoknya. Untuk tahun 2025 ini dia mengaku sudah cair sekali. Ada 32 guru madin dan asatid yang menerima. Per orang Rp 100 ribu per bulan. Untuk pencairan termin pertama menerima Rp 400.000 untuk 4 bulan. “Infonya selama satu tahun menerima total Rp 1,2 juta per guru. Jadi kalau sekali termin menerima Rp 400 ribu, setahun menerima tiga kali pencairan,”ucapnya. Ahmad Khoirul Anas, asatidz PP Assalafiyah Dukuhan Demak mengaku ponpesnya juga sudah menerima bantuan insentif tahap pertama sebanyak 23 guru dari 50 guru yang ada. Masing-masing Rp 400 ribu untuk empat bulan tahap satu sudah masuk rekening masing-masing guru. Kalau untuk bantuan operasional pondok (BOP) baru menerima sekali 600 ribu untuk renovasi sarana pesantren. Begitupun yang dirasakan Zaeni, Ketua Badko kecamatan Gemawang Temanggung. Bantuan insentif guru TPQ dan Madin di kecamatan yang dia tangani rata-rata sudah menerima tahap pertama. Nilainya juga Rp 400 ribu per guru untuk sekali termin dari tiga temin tahun 2025. Total akan menerima Rp 1,2 juta per guru per tahun. Untuk bantuan BOP sarana prasarana pesantren, ada pondok yang menerima termin satu senilai Rp 40 juta, Rp 25 juta, Rp 50 juta hingga Rp 100 juta. “Tergantung kondisi pondoknya. Intinya kami sangat bersyukur dengan bantuan ini. Harapanya teman-teman guru nominal insentifnya bisa ditambah,” pesanya. M. Fathurrohim (Tim Pesantren dan Pendidikan Kesetaraan Depag Jateng) mengatakan, pencairan insentif maupun BOP masih

Ngopeni Ngelakoni

100 Hari Kinerja Luthfi-Yasin, Program Desalinasi Solusi Atasi Kekurangan Air Bersih Warga

SEMARANG – Selama 100 hari kinerja Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin, salah satu terobosan kebijakan yang nyata memberikan kebermanfaatan bagi warga adalah program desalinasi. Melalui program ini, Pemprov Jateng bekerja sama dengan kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mengaplikasikan teknologi yang mampu merubah air payau menjadi air tawar layak diminum warga secara gratis. Program ini diluncurkan di Rusunawa Slamaran, Kecamatan Krapyak Lor, Kota Pekalongan pada 25 Maret 2025. Tak pelak, program ini disambut antusias oleh warga. Program ini menjadi salah satu solusi Pemprov Jateng dalam meminimalisir kekurangan air bersih. Apalagi sebanyak 250 KK Rusanawa Slamaran, dapat mengambil air hasil desalinasi secara gratis. Hal ini sangat membantu mengurangi beban pengeluaran keluarga. Berdasarkan Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah mencatat, masih ada ribuan rumah tangga yang kesulitan memperoleh air bersih. Di antaranya berada di daerah pesisir. Oleh karenanya, program desalinasi menjadi jawaban atas persoalan air bersih yang dihadapi warga selama bertahun-tahun. Salah satu warga Rusunawa Slamaran, Slamet mengaku, sudah meminum air hasil teknologi desalinasi tersebut. Menurut dia, airnya lebih segar dibandingkan air yang dikonsumsi sebelumnya yang cenderung asin. “Rasanya enak, segar, tidak asin,” katanya di sela-sela peresmian desalinasi. Perancang Teknologi Desalinasi Air dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Undip Semarang, I Nyoman Widiasa menuturkan, mesin desalinasi di Rusunawa Slamaran dirancang untuk menghasilkan 4.000 liter atau 200 galon per hari. Dalam kondisi tertentu, kapasitas produksi dapat ditingkatkan hingga 6.000 liter atau 300 galon per hari. Jika diasumsikan satu keluarga mengkonsumsi satu galon setiap hari, maka bisa mencukupi kebutuhan air bersih bagi 300 keluarga. Menurut Nyoman, air hasil teknologi desalinasi yang bisa dinikmati secara gratis, sangat membantu masyarakat penerima manfaat. Selama ini, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, paling tidak mengeluarkan uang Rp 300 ribu setiap bulan. “Tentu pengeluaran masyarakat lebih besar akibat membeli air yang harus menggunakan kemasan-kemasan dalam skala kecil. Dan itu sudah berlangsung lama di masyarakat, terutama di masyarakat-masyarakat yang air tanahnya memang dalam kondisi asin,” jelasnya. Nyoman mengapresiasi, langkah Pemprov Jateng yang mengajak Undip Semarang untuk menerapkan teknologi desalinasi. Hingga pertengahan tahun ini, rencananya akan direalisasikan teknologi desalinasi di tiga wilayah lagi. Ketiga wilayah itu adalah Desa Banjarsari, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Desa Banyutowo, Kecamatan Dukuh Seti, Kabupaten Pati, dan Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes. “Secara komitmen dan secara administrasi sedang berproses. Mudah-mudahan nanti di Agustus lah sudah bisa terealisasi,” bebernya. Nyoman berharap, program desalinasi yang sudah dimulai dari wilayah barat ke timur Jawa Tengah, bisa terus berlanjut karena memberi manfaat besar bagi masyarakat. Dia pun memberi apresiasi kepada PT Tirta Utama Jawa Tengah, Bank Jateng dan Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Cipta Karya Jateng yang telah berkolaborasi dalam mewujudkan desalinasi. “Syukur-syukur lagi nanti (ada) privat sektor yang bisa menjadi bagian di dalam program ini. Ini kan program kemaslahatan buat masyarakat dan (air bersih) tidak bisa ditunda,” tutur dia. Program desalinasi ini, sejalan dengan komitmen Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang mendorong kemandirian bangsa melalui swasembada air untuk memenuhi kebutuhan air bersih kepada masyarakat. Indonesia juga telah menetapkan target 100% akses air bersih di seluruh negeri pada 2045. Menurut dia, ketersediaan air layak konsumsi, bukan hanya sebatas tentang kenyamanan hidup sehari-hari. Tetapi juga menyangkut kesehatan, produktivitas masyarakat, ekonomi, dan kelestarian lingkungan. Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan, program desalinasi di Kota Pekalongan menjadi yang pertama dan akan disusul di sejumlah wilayah pesisir lainnya. Ada dua tujuan desalinasi. Pertama, ketersediaan air bersih siap minum bagi masyarakat kelas menengah ke bawah. Sebab, air minum hasil proses desalinasi ini dibagikan secara gratis. Dengan demikian, masyarakat tak perlu lagi keluar uang untuk membeli air galon maupun kemasan. “Air ini gratis. Jadi masyarakat dapat air bersih dan uangnya bisa digunakan untuk kebutuhan lainya,” kata Ahmad Luthfi. Langkah itu sekaligus menjadi upaya menekan angka kemiskinan di Jawa Tengah yang dikeroyok dari berbagai sektor pembangunan. Alasan kedua adalah mencegah penurunan permukaan tanah di wilayah pantai utara. Salah satu penyebab penurunan itu adalah masifnya penggunaan air tanah.***

Ngopeni Ngelakoni

Nyaris 7 Bulan Terendam Banjir, Kehadiran Taj Yasin Beri Secercah Harapan Bagi Warga Dukuh Lengkong Demak

DEMAK – Kehadiran Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Dukuh Lengkong, Desa Sayung, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu, 28 Mei 2025 memberikan secercah harapan bagi warga setempat. Sebab, di daerah tersebut telah tergenang banjir rob hampir tujuh bulan. Salah seorang warga Dukuh Lengkong, Supriyadi mengaku, meski rumahnya masih terendam banjir, namun dengan kehadiran Wakil Gubernur Jateng, dinilai menunjukkan sebuah perhatian. “Kehadiran Pak Wagub ini, kami harap ada solusi agar penanganannya segera dilakukan,” kata dia di lokasi. Ia menuturkan, banjir yang merendam kampungnya telah berlangsung hampir tujuh bulan. Menurutnya, ini banjir dengan durasi terlama yang pernah terjadi. “Ketinggiannya 1 meter di dalam rumah, semoga segera dipompa,” katanya Dalam kunjungan itu, Taj Yasin tak hanya meninjau langsung kondisi air yang menggenangi pemukiman, tetapi juga membagikan mainan kepada anak-anak dan paket sembako bagi keluarga yang terdampak. Momen itu menjadi pelipur lara di tengah tantangan berat yang dialami warga setiap hari. Tawa anak-anak yang menerima mainan menggambarkan harapan baru di Dukuh Lengkong. Taj Yasin menegaskan, penanganan banjir rob harus segera dilakukan dengan pendekatan komprehensif. Salah satu langkah konkret yang diinstruksikan adalah pengerahan pompa air untuk mempercepat pengeringan genangan di wilayah tersebut. “Salah satu upaya mengendalikan air ya dengan mengerahkan pompa milik kita, baik itu milik Dinas Pusdataru maupun BPBD. Kita standby-kan supaya air yang di (permukiman) masyarakat bisa keluar,” ujar Taj Yasin Berkaitan dengan pengerahan pompa, lanjut Yasin, telah diinstruksikan agar pemerintah membantu sumberdayanya melalui anggaran belanja tidak terduga (BTT). “Yang paling utama untuk pompa adalah solarnya, kita biayai lagi nanti dari BTT maupun kita kerjasamakan lagi nanti,” jelasnya. Selain itu, menurut Taj Yasin, upaya normalisasi sungai merupakan bagian dari solusi untuk mengurangi dampak banjir rob.***

Ngopeni Ngelakoni

Tinjau Banjir Rob di Jalan Pantura Demak, Taj Yasin Minta agar Dituntaskan dengan Cepat

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin meninjau kondisi banjir rob yang menggenangi jalan raya pantura Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu, 28 Mei 2025. Sebab, kondisi banjir rob di jalan itu menganggu lalu lintas warga maupun industry yang melintas di daerah tersebut. Di lokasi tinjauan itu, Taj Yasin juga mendengarkan penjelasan terkait kondisi di wilayah dari perwakilan Dinas Pusdataru Jawa Tengah, Andi S dan Camat Sayung, Demak Sukarman. “Izin Pak Wagub, kami sedang mengupayakan agar dari pihak perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah ini dapat audiensi bersama Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) setempat,” kata Sukarman kepada Taj Yasin. Audiensi itu, kata Sukarman, perlu dilakukan dengan BBPJN Jawa Tengah-DIY sebagai penanggungjawab atas pemeliharaan dan pembangunan di wilayah tersebut. Sukarman mengucapkan rasa syukur atas atensi dari Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah kepada wilayahnya. “Sangat respect sekali dari Pak Gubernur maupun Pak Wakil Gubernur, kami atas nama warga Sayung menyampaikan terima kasih. Mudah-mudahan benar-benar efektif untuk mengatasi beban yang selama ini terjadi,” kata dia. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin langsung menginstruksikan agar Dinas Pusdataru Provinsi Jateng menjembatani agar kegiatan tersebut terealisasi bersama dengan Pemkab Demak. Ia ingin persoalan rob ini bisa segera dituntaskan. “Kami insya Allah akan mengumpulkan temen-temen perusahaan. Rencananya (para perusahaan) mau mengadakan pompa. Operasionalnya siapa? Ini yang mau dibahas (dalam audiensi),” jelas Taj Yasin dalam wawancara. Langkah ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka pendek sekaligus menjadi pijakan untuk penanganan jangka panjang. Selain itu, sinergi yang terbangun diharapkan akan mempercepat pengeringan genangan air dan mengembalikan aktivitas normal di Jalan Raya Sayung Demak.***

Ngopeni Ngelakoni

Upaya Pemprov Jateng Tanggulangi Banjir Rob Demak, Dari Taman Mangrove Hingga Revitalisasi Tanggul

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin menyatakan, penanganan banjir rob di Kabupaten Demak membutuhkan sinergi dan pendekatan komprehensif. Sejumlah upaya yang dilakukan oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah di antaranya penanaman pohon mangrove, normalisasi sungai, hingga revitalisasi tanggul. Pemerintah pusat juga membangun kolam retensi dan tanggul laut (giant sea wall) di daerah tersebut. “Daerah Sayung benar-benar membutuhkan atensi, bukan hanya atensi saja, tapi kerja nyata,” ujar Taj Yasin usai menanam mangrove bersama warga di Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu, 28 Mei 2025. Taj Yasin menuturkan, usulan dari Pemkab Demak terkait peninggian jalan telah ditindaklanjuti. Usulan yang dimaksud yakni permintaan anggaran sebesar Rp1,7 triliun, akan diupayakan secara bertahap. “Saat ini kami tengah menghitung kebutuhan dana untuk memperbaiki infrastruktur jalan kabupaten yang terdampak, diperkirakan kasarnya ada antara Rp300 hingga Rp500 miliar dari total pengajuan,” ujar Taj Yasin. Dikatakan dia, penanganan banjir rob juga mencakup normalisasi sungai dan revitalisasi tanggul agar aliran air dapat kembali ke laut dengan lancar. “Kami tidak bisa hanya meninggikan jalan, tetapi sekaligus harus mengendalikan aliran air,” kata Taj Yasin. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat sangat penting, mengingat Provinsi Jawa Tengah membawahi 35 kabupaten, pasalnya Kabupaten Pemalang yang juga mengajukan jumlah anggaran serupa. Dikatakan dia, penanaman mangrove juga menjadi salah satu solusi, karena dapat menahan lumpur dan pasir sekaligus menguatkan daratan. Penanaman ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dan membuka peluang wisata. Selain itu, edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah menjadi bagian integral dari upaya tersebut. Pemerintah juga telah membangun bendungan untuk mengurangi debit air dan mendukung operasi pompa di wilayah rawan banjir rob.***

Ngopeni Ngelakoni

Cegah Abrasi dan Banjir Rob di Sayung Demak, Taj Yasin Tanam 1.000 Mangrove Bersama Warga

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin bersama warga melakukan penanaman 1.000 bibit pohon mangrove di pesisir pantai Desa Surodadi, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak pada Rabu, 28 Mei 2025. Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait penanganan jangka panjang masalah banjir rob di daerah Sayung Demak. Taj Yasin mengatakan, dalam melakukan penanganan air rob yang melanda di daerah tersebut, butuh sinergi dengan banyak pihak. Oleh karenanya, penanaman mangrove ini melibatkan banyak pihak, mulai Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, Baznas Jawa Tengah, serta masyarakat setempat. Mereka bergotong royong menancapkan 1.000 bibit mangrove di lahan seluas satu hektare. “Tidak boleh saling menyalahkan, semuanya berusaha untuk menanggulangi bersama-sama. Yang salah adalah saya, yang belum bisa mengorkestrasi dan menanggulangi bencana air yang begitu banyak ini,” ujar dia. Penanaman mangrove ini menjadi persiapan jelang penanaman serentak di 17 kabupaten dan kota pesisir Jawa Tengah pada 5 Juni 2025 mendatang, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Dunia. Dalam kesempatan itu, pihaknya juga melakukan penanganan baik dari hulu, tengah, dan hilirnya. “Kami mulai menghitung sungai-sungai seperti Layaran, Dombo, dan Babon, mana yang kira-kira bisa dikendalikan,” kata Taj Yasin. Selain penghijauan, program penanganan banjir rob juga mencakup revitalisasi tanggul dan normalisasi sungai untuk mengendalikan debit air.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin: Banjir dan Rob Demak Butuh Rp 1,7 Trilliun

DEMAK – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, menegaskan penanganan banjir rob di Kabupaten Demak dibutuhkan sinergi dan pendekatan komprehensif. Menurutnya, bukan sekadar menahan air, melainkan dengan langkah nyata dan terukur. Dibutuhkan anggaran Rp 1,7 trilliun untuk menuntaskan banjir dan rob yang sudah menahun ini. Langkah nyata yang sudah dilakukan saat ini diantaranya proyek Giant Sea Wall atau tanggul laut, kolam retensi yang juga tol Semarang-Demak. Termasuk juga normalisasi sungai serta penanganan di hulu. “Sayung benar-benar membutuhkan atensi, bukan hanya atensi saja, tapi kerja nyata,” ujar Taj Yasin usai menanam mangrove bersama warga di Desa Surodadi, Rabu, 28 Mei 2025. Taj Yasin menuturkan, usulan dari Pemkab Demak terkait peninggian jalan telah ditindaklanjuti. Usulan yang dimaksud yakni permintaan anggaran sebesar Rp 1,7 triliun, akan diupayakan secara bertahap. “Saat ini kami tengah menghitung kebutuhan dana untuk memperbaiki infrastruktur jalan kabupaten yang terdampak, diperkirakan kasarnya ada antara Rp 300 hingga 500 miliar dari total pengajuan,” ujar Taj Yasin. Penanganan banjir rob juga mencakup normalisasi sungai dan revitalisasi tanggul agar aliran air dapat kembali ke laut dengan lancar. “Kami tidak bisa hanya meninggikan jalan, tetapi sekaligus harus mengendalikan aliran air,” kata Wakil Gubernur. Selain itu, koordinasi dengan pemerintah pusat sangat penting mengingat Provinsi Jawa Tengah membawahi 35 kabupaten, pasalnya Kabupaten Pemalang yang juga mengajukan jumlah anggaran serupa. Adapun penanaman mangrove menjadi salah satu solusi, kata Yasin, karena dapat menahan lumpur dan pasir sekaligus menguatkan daratan. Penanaman ini juga diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat dan membuka peluang wisata. Selain itu, edukasi masyarakat mengenai pengelolaan sampah menjadi bagian integral dari upaya tersebut. Pemerintah juga telah membangun bendungan untuk mengurangi debit air dan mendukung operasi pompa di wilayah rawan banjir rob.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Hadang Banjir Demak, Taj Yasin dan Warga Tanam 1000 Bibit Mangrove di Surodadi

DEMAK – Terik matahari Rabu, 28 Mei 2025, tak mengendurkan semangat warga Desa Surodadi, Kabupaten Demak, yang berkumpul di pesisir untuk menanam ribuan bibit mangrove. Kegiatan ini sekaligus menindaklanjuti instruksi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi terkait penanganan jangka panjang masalah banjir rob. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam sambutannya menegaskan pentingnya sinergi semua pihak dalam penanganan banjir rob. “Tidak boleh saling menyalahkan, semuanya berusaha untuk menanggulangi bersama-sama. Yang salah adalah saya, yang belum bisa mengorkestrasi dan menanggulangi bencana air yang begitu banyak ini,” ujarnya penuh kejujuran. Acara tersebut dihadiri Organisasi Perangkat Daerah, Tim Penggerak PKK dan Dharma Wanita, Baznas Jawa Tengah, serta masyarakat setempat. Mereka bergotong royong menancapkan 1.000 bibit mangrove di lahan seluas satu hektare. “Kami menanam mangrove dan memberdayakan masyarakat. Di sisi lain, di hulu dan tengah, kami mulai menghitung sungai-sungai seperti Layaran, Dombo, dan Babon mana yang bisa dikendalikan,” katanya. Taj Yasin juga mengingatkan soal pengelolaan sampah. “Saya pesan, selain penggunaan air, sampah juga perlu dikelola dengan baik,” tuturnya sambil menegur dengan nada bercanda beberapa anak yang membuang sampah sembarangan di lokasi penanaman. Penanaman mangrove ini menjadi persiapan jelang penanaman serentak di 17 kabupaten dan kota pesisir Jawa Tengah pada 5 Juni mendatang, bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Dunia. Selain penghijauan, program penanganan banjir juga mencakup revitalisasi tanggul dan normalisasi sungai untuk mengendalikan debit air. Anggaran penanganan bencana yang sebelumnya diusulkan oleh Pemkab Demak mencapai Rp 1 triliun akan dilaksanakan secara bertahap.***

Scroll to Top