News

News

Masya Allah, Gus Yasin Ikut Haul Habib Ali Solo dari Teras Rumah Warga

SOLO – Cawagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), menjadi salah satu dari 50 ribu lebih jamaah Haul Habib Ali Al Habsyi, di Solo, Kamis, 24 Oktober 2024. Bedanya, sebagian jamaah lain berhasil duduk di lokasi acara di Masjid Riyadh, komplek makam Habib Ali, di Pasar Kliwon Solo. Tetapi Gus Yasin dan keluarganya “tersandera” di tengah jalan. Tertahan oleh ribuan jamaah di tengah kampung sekitar 200 meter dari lokasi. Padahal, Gus Yasin termasuk undangan penting dari panitia. Itu bukan karena nasibnya yang kurang mujur. Tetapi karena saking banyaknya orang yang datang. Sehingga sulit dilalui. Menurut panitia lebih dari 50 ribu orang yang datang. Dari seluruh Indonesia dan dunia. Sehingga perjalanan Gus Yasin tertahan sebelum sampai lokasi. Semua penjuru jalan menuju lokasi penuh sesak manusia yang duduk sejak dinihari. Tidak ada jalan lain. Cawagub 2024 tersebut akhirnya berhenti dan mencari tempat duduk di teras rumah warga. Menggelar tikar kecil bersama isteri dan putrinya. Bersama jamaah lain dari berbagai penjuru tanah air. Persisnya di Rt 01/Rw 08, Kampung Gumawan, kelurahan Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Dengan khusuk Gus Yasin dan isteri mengeluarkan buku simtuduror untuk dibaca bersama jamaah yang lain. Beberapa orang yang ada di sekitarnya pada penasaran. Akhirnya mendekat dan meminta foto calon wakil gubernur itu. Ada yang berasal dari Malang Jawa Timur, ada yang dari Jakarta dan Surabaya. Yang menarik, sambil terus membaca zikir dan doa, Gus Yasin memborong jajanan yang lewat. Dibeli dan dibagikan lagi kepada jamaah yang ada di lokasi. Setelah membaca Manaqib, akhirnya ada panitia yang datang. Mengajak Gus Yasin pindah ke lokasi acara. Dibantu panitia melewati jalan 200 meter padat orang. “Bagi saya sudah biasa desak-desakan dengan jamaah di pengajian. Begitupun duduk di teras warga, yang penting tetap khusuk ikut berdoa dan zikir,” kata Gus Yasin. Gus Yasin mengaku setiap tahun selalu hadir di Haul Habib Ali. Baik sebelum menjadi anggota DPRD provinsi, jadi wakil gubernur pertama, dan sekarang mau maju lagi. “Jadi sudah biasa jalan kaki jauh seperti ini, sudah biasa kalau Haul Habib Ali, selalu membludak jamaahhya,” kata Gus Yasin. Ning Nawal Nur Arafah yang menemani suami, juga terlihat khusuk membaca kitab kecil Simtuduror. Ning Nawal juga sesekali memanggil penjual. Mborong teh, kopi, dan jajanan ringan. Dibagi-bagikan juga kepada para jamaah. Bahkan selama perjalanan pulang, Ning Nawal beberapa kali membeli jualan orang di pinggir jalan. Penjual dagangannya di beli Rp 100 atau Rp 200 ribu. Jajanya disuruh membagikan gratis kepada jamaah.***

News

Dihadiri 50 Ribu Orang, Gus Yasin, Cawagub Jateng Hadiri Haul Habib Ali Solo Jalan Kaki Satu Kilometer

SOLO – Haul kelas dunia ke-113 tahun, Syeh Habib Ali Al Habsyi Solo, yang dihadiri lebih 50 ribu orang, Kamis 23 Oktober 2024, menjadi momen spesial bagi Gus Yasin, calon wakil Gubernur Jateng 2024. Untuk acara ini, Gus Yasin rela datang pagi gelap, karena acara dimulai habis subuh. Menuju lokasi dengan jalan kaki lebih dari 1 kilo meter. Gus Yasin menyusuri jalan bersama keluarga (anak dan isteri). Menyibak kepadatan orang yang sudah duduk di jalan Veteran Solo, sejak dini hari. Itu saja, Gus Yasin tidak bisa sampai lokasi. Bersama anak dan isteri akhirnya tertahan di gang kampung. Maksud hati ingin mencari alternatif, sampai lewat tengah pasar, ternyata gang-gang kampung juga penuh manusia yang duduk sejak dini hari. Tidak ada jalan lain. Gus Yasin akhirnya duduk di gang kacil diteras rumah penduduk. Bersama jamaah lainya. Jarak dengan lokasi acara masih 200 meter lagi. Persisnya di Rt 01/Rw 08, Kampung Gumawan, kel Pasar Kliwon, Kec Pasar Kliwon, Solo. Sekitar 30 menit Gus Yasin duduk di teras rumah warga itu. Mengikuti doa dan zikir dengan khusuk bersama isteri Ning Nawal dan puterinya. Mengikuti suara lewat pengeras suara bluetooth yang dipasang warga. Dari pukul 05.30 Wib, acara Haul sudah dimulai. Gus Yasin segera duduk menggelar tikar kecil. Untuk ngaji bersama Ning Nawal dan puterinya. Melantunkan doa-doa dan zikir. Mengikuti suara dari pengeras kecil. Mengingat suara asli dari lokasi acara tidak terdengar. Saking jauhnya. Acara Haul Habib Ali dipusatkan di Masjid Riyadh komplek makam Syeh Habib Ali, Kampung Gumawan, kelurahan Pasar Kliwon, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Panitia memperkirakan, Haul tahunan ini dihadiri lebih 50 ribu orang. Dari berbagai belahan dunia. Tidak hanya Indonesia saja. Ada yang datang dari Mesir, Yaman, Pakistan, Arab Saudi, dan lainya. “Haul Habib Ali Solo ini haul kelas dunia, saya setiap tahun selalu hadir. Entah sudah berapa kali lupa. Ya begini selalu jalan kaki ratusan meter sampai lokasi, tapi kali ini tertahan di tengah kampung,” kata Gus Yasin saat ditemui sedang duduk bersila di teras warga, bersama anak dan isterinya. Meski hanya bisa mengikuti dari jarak 200 meter, Gus Yasin tetap semangat. Dia mengaku tidak telat karena masih bisa mengikuti Mahalul Qiyam. Yaitu melantunkan “Ya Nabi Salam ‘Alaika, dst dengan berdiri. Isinya bacaan sholawat kepada nabi Muhammad SAW. Menurut Gus Yasin, Habib Ali adalah ulama kelas dunia. Dialah yang mengarang kitab simtuduror, yang menjadi bacaan wajib jamaah haul atau Maulid nabi di seluruh dunia. Simtudduror adalah judul sebuah kitab maulid yang berisi tentang kisah hidup dan keagungan Nabi Muhammad SAW. Setelah tertahan 30 menit di teras rumah warga, Gus Yasin dijemput panitia untuk menuju lokasi acara. Berjalan 200 meter lewat kampung. Tetapi tetap tidak bisa sampai lokasi Masjid Riyadh. Tetapi diajak masuk rumah Habib Abdul Kadir, 50 meter sebelum ke Masjid. Mengikuti acara haul hingga akhir melalui televisi. Bersama habib-habin yang lain, Gus Yasin menyimak bacaan sintuduror dan tausiah agama Habib Taufik Assegaf dari Pasuruan. Acara selesai hingga pukul 09.30 Wib. Menurut informasi panitia, rangkaian haul Habib Ali ini panduan antara Haul dan Maulid Akbar. Berlangsung 5 hari, setiap tahun sekali. Dipusatkan di Masjid Riyadh, komplek makam Habi Ali, Pasar Kliwon. Banyak acara yang berlangsung sejak awal. Haul ke-113 Habib Ali sendiri jatuh pada Rabo 23 Oktober. Puncaknya adalah Maulid Nabi akbar pada Kamis pagi habis subuh 24 Oktober 2024. “Puncak Maulid inilah yang disebut Maulid Rizki, makanya banyak dihadiri puluhan ribu orang dari seluruh Indonesia. Bahkan banyak dari luar negeri, seperti Yaman, Mesir, Pakistan, Arab dan lainya,”katanya.***

News

Bibit Waluyo : Hanya Luthfi-Yasin yang Bisa Menjabarkan Program Presiden ke Daerah

MAGELANG – Mantan Gubernur Jateng Bibit Waluyo menegaskan, calon gubernur dan wakil gubernur Jateng yang bisa meneruskan program presiden Prabowo adalah paslon no 2 Luthfi-Yasin. Sebab paslon inilah yang diinginkan Prabowo untuk mengurus Jawa Tengah bersama pemerintah pusat. Hal itu dikatakan Bibit saat membuka acara pertemuan 2000 purnawirawan TNI/Polri, untuk mendukung paslon 2 Luthfi-Yasin, di Senjakala Cafe, Bandongan Magelang, Rabo 23 Oktober 2024. “Saya titip kepada purnawirawan, pilihlah gubernur dan wakil gubernur yang terbaik, yang menjadi pilihannya Pak Prabowo, yaitu Pak Luthfi dan Gus Yasin,”seru Ketua Purnawirawan TNI/Polri Jawa Tengah ini. Menurutnya, perjuangan Prabowo adalah perjuangan TNI. Dari nol hingga menjadi presiden adalah keluarga TNI. Maka sebagai sesama purnawirawan sudah seharusnya mengikuti garis Prabowo. Termasuk calon gubernurnya, menurut Bibit juga harus yang segaris dengan Prabowo. Supaya bisa sejalan dengan program-program pemerintah pusat. “Ada 8 program keinginan cepat pada tahun pertama dari Pak Prabowo. Itu kalau gubernurnya bukan tegak lurus, tidak akan bisa,” katanya. Delapan program itu diantaranya, makan bergisi, sekolah terbaik, masyarakat sejahtera, pembangunan ekonomi, pelayanan petani dan lainya. Itu harus dijabarkan oleh pemimpin yang ada di Jawa Tengah. “Karena yang dipilih pak Luthfi dan Gus Yasin oleh Pak Prabowo, maka berlaku juga bagi purnawirawan, bahwa wajib prinsip tegak lurus. Kalau pak Prabowo milih Pak Luthfi, kita ya nderek.Jangan ragu,” jelas mantan Pandam IV/Diponegoro Semarang ini. Kata Bibit, ibaratnya saat kni kawan purnawirawan nyalon gubernur, ya sesama mantan prajurit harus membela. “Pie carane milih dan menang. Jangan terganggu kanan kiri. Ada satu dua kawan kita kesana hal biasa. Tapi nanti kalau sadar akan mbalik lagi,” kata Bibit. Bibit berharap, sepulang dari Magelang, semua hadirin akan mengajak keluarganya, tetangganya, saudaranya untuk memilih Luthfi-Yasin. Dia jelaskan, pengalaman Luthfi sudah tidak diragukan lagi. Lima tahun jadi Kapolda. Ibaratnya lubang semut saja tahu. Semua keluhan masyarakat termasuk santri sudah didengar dan dijadikan program. “Semua masalah masyarakat sudah direkam. Disimpan untuk dijadikan pedomam jika kelak jadi gubernur,” ujarnya. Apa lagi Gus Yasin yang sudah pernah menjabat 5 tahun. Kata Bibit bukan lagi leng semut, tapi semua masalah sudah dikuasai. Keduanya cocok dan pas. Tidak ada keraguan sedikitpun. “Ini kurang 25 hari, waktu yang sedikit sekali Manfaatkan untuk mengajak rekan lainya. Lek melu pak Bibit ora kleru, karena dulu pilih Pak Prabowo jadi. Insya Allah gubernur juga jadi,” yakinnya.***

News

Hadiri Haul di Grobogan, Gus Yasin Bertemu Langsung Habib Kondang Jindam bin Novel

GROBOGAN – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), mendapat kesempatan istimewa. Saat menghadiri Haul Ngroto Grobogan Rabu, 23 Oktober 2024, bertemu langsung Habib Jindan bin Novel. Keduanya bercengkerama hangat satu meja saat ramah tamah setelah acara. Secara khusus Gus Yasin dipanggil Habib untuk merapat. Lalu bersalaman dan berpelukan. Bahkan setelah berbicara beberapa saat dilanjutkan foto bersama. Ini pemandangan langka. Mengingat Habib Jindan jarang sekali mau difoto. Malam itu serasa khusus kesempatan buat Gus Yasin. Haul Ngroto di Gubug Grobogan itu dihadiri ribuan orang. Gus Yasin datang pukul 20.20 WIB, melewati ribuan orang yang sudah memadati lokasi. Calon Wakil Gubernur incumbent ini duduk sepanggung dengan Habib Jindan bin Novel dari Jakarta. Pengajian yang dihadiri lebih 5 ribu orang ini digelar di Masjid Ponpes Miftahul Huda, Ngroto, Gubug, Grobogan. Masjid raksasa pun tidak menampung jamaah. Sehingga manusia berbusana putih-putih itu tumpah ke kebun-kenun di luar Masjid. Bahkan ada yang duduk-duduk di tebing jauh dari Masjid. Mayoritas jamaah adalah komunitas Al Khidmah. Yaitu jamaah Toriqoh pencinta guru Kyai Asrori Al Isyaqi dan ayahnya Kyai Usman. Sebagai pembicara utama, Habib Jindan mengatakan, berkumpulnya para jamaah ini sebagai tempat bersatunya para pecinta Alloh SWT. Yang dirintis oleh para guru Toriqoh seperti Kyai Asrori dan Kyai Usman. “Beliau-beliau inilah yang menghidupkan kecintaan umat kepada Allah. Jadi Toriqoh ini tempat untuk mendekatkan diri kepada Alloh SWT, “kata Habib Jindan bin Novel. Habib Jindan mengatakan, berkumpulnya orang-orang di majelis seperti ini karena menjalankan perintah nabi. Ini majelis penuh anugerah Allah SWT. “Nabi memerintahkan supaya kita mendekat ke majelis ilmu, majelis zikir, majelis sholawat. Karena majelis ini mendapatkan cinta dari nabi, orang-orang yang bercinta karena Alloh. Orang-orang yang saling berziarah, saling membantu, saling duduk bersama, karena Alloh. Inilah esensi haul ini,”katanya. Menurut Habib, saat ini banyak orang berkumpul. Tetapi yang berkumpul karena Allah tidak banyak. “Banyak orang berkumpul, tetapi berkumpul karena Alloh hanya sedikit. Semoga kita menjadi bagian yang sedikit itu,” harapnya. Dia menyangkal anggapan bahwa orang yang suka berkumpul di majelis zikir itu orang bodoh. Orang yang menjadi pecinta itu bodoh. “Nabi itu pecinta, apakah nabi bodoh? Wali itu pecinta, apakah wali bodoh?” tanyanya. Sementara itu, meski tidak menyampaikan pidato, Gus Yasin duduk sepanggung dengan Habib Jindan. Setelah acara malah berdua di ruang makan. Lalu jalan beriringan mengantar Habib hingga masuk mobil dan pulang. Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan (lahir 21 Desember 1977 atau bertepatan dengan 10 Muharram 1398 Hijriah). Dia adalah da’i, ulama, dan pimpinan Yayasan Al Fachriyah, Tangerang, Banten. Dia adalah cucu dari Habib Salim bin Ahmad bin Jindan, seorang pejuang dakwah di Betawi pada tahun 1906-1969 yang berjuluk “Singa Podium”.***

News

Cagub Ahmad Luthfi : Ribut Rambo-Sambo, Padahal Adik Saya TNI, adik Pak Andika Polisi, Terus Mau Apa?

MAGELANG – Cagub Jateng Ahmad Luthfi, lagi-lagi meminta masyarakat untuk tidak meributkan istilah rambo dan sambo di pilgub Jateng. Juga jangan mempertentangkan antara institusi TNI dan Polri, hanya karena calon gubernur yang maju dari TNI (Andika) dan Polri (Ahmad Luthfi). “Karena apa, adik kami itu TNI, dan adik Pak Andika juga polisi,”jelasnya di depan 2000 purnawirawan TNI/Polri, yang mendukung palson 2 (Luthfi-Yasin), di Senjakala Bandongan Magelang, Rabo 23 Oktober 2024. Artinya, tidak ada gunanya masyarakat mempertentangkan TNI dan Polri. Atau menjelek-jelekan institusi dengan istilah rambo dan sambo. “Kalau sudah seperti ini bagaimana, ada oknum yang jelek-jelekin polisi gara-gara pilgub, lha adik Pak Andika sendiri polisi. Coba gimana ini?” tanya mantan Kapolda Jateng ini. Pasangan cawagub Gus Yasin ini menambahkan, sejatinya TNI/Polri ini satu keluarga. Maka salah besar kalau ada pihak-pihak yang membenturkan. “Saya pesan, tidak usah dipikir itu sambo atau rambo. Sebab apa, masalah Jawa Tengah ini banyak, tidak hanya soal rambo dan sambo. Jawa Tengah butuh pemimpin yang merakyat, yang tahu masalah rakyat, tahu bagaimana mencarikan solusinya,” katanya lagi. Dia berpesan, jangan sampai kita menangis hanya gara-gara konflik yang tidak penting. Dia mengajak setelah kontestasi seharusnya datanglah rekonsiliasi. “Ini yang dicontohkan pimpinan kita pak Jokowi dan diteruskan oleh Pak Prabowo.” Bagiamana dalam pilgub Jateng ini paslon bertarung tanpa membenci. Dan bersahabat tanpa menundukkan kepala yang lain. Ini menurutnya pelajaran dari Prabowo. “Yang menjadi pelajaran buat kami dan Gus Yasin. Ini nafasnya Jawa Tengah, Jawanya Jawa, yakni adanya unggah ungguh,”jelas Ahmad Luthfi. Karenanya, dia bersama Gus Yasin berusaha menjaga kesejukan dalam momen politik ini. Karena baginya Jateng ini bukan sekadar tempat mudik. Tetapi rumah untuk tinggal selamanya. “Kami puluhan tahun termasuk Gus Yasin menjadikan Jateng ini rumah kami. Bukan sekadar tempat mudik yang kadang kita tinggalkan,” tutupnya.***

News

Prabowo dan Jokowi Kompak Pilih Ahmad Luthfi dan Gus Yasin untuk Jawa Tengah

MAGELANG- Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Jokowi kompak memilih paslon 2 (Luthfi-Yasin) untuk menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah 2024-2029. Hal itu dikatakan Cagub Jateng Ahmad Luthfi, saat menghadiri pertemuan dan dukungan 2000 purnawirawan TNI/Polri, di Senjakala Cafe, Bandongan, Magelang, Rabu, 23 Oktober 2024. “Kami harus katakan di sini, bahwa Pak Presiden Bapak Prabowo dan Bapak mantan Presiden Jokowi telah menitipkan Jawa Tengah kepada kami, Ahmad Luthfi-Gus Yasin. Banyak pesan dan titipan beliau untuk kemajuan Jawa Tengah ke depan,” kata Ahmad Luthfi, disambut tepuk tangan hadirin. Pesan itu, kata Ahmad Luthfi, disampaikan saat dia dan Gus Yasin menjemput kepulangan Jokowi ke Solo beberapa waktu lalu. “Kami waktu itu dipanggil untuk menghadap ke rumah. Kami dipeluk sama Pak Jokowi, sambil beliau titip pesan agar urus petani, urus nelayan, titip nasib anak muda, beliau juga titip pesantren, ini suri tauladan pak Jokowi kepada kami,” tambah mantan Kapolda Jateng ini. Itulah yang menurut Ahmad Luthfi dan Gus Yasin, menjadi catatan penting dari Jokowi kepada dirinya dalam melayani masyarakat. Ini yang dia sebut pemimpin harus ngopeni rakyat. “Inilah yang kami sebut ngopeni,” imbuhnya. Ahmad Luthfi juga mengaku diperintah khusus oleh Prabowo. Perintah itu bukti presiden terpilih itu menganggap dirinya layak memimpin Jawa Tengah bersama Gus Yasin. “Kami dengan Gus Yasin diminta nglakoni. Dalam arti bisa menyesuaikan dan melaksanakan penyelesaian masalah rakyat, bisa membela rakyat, sebagaimana perintah pak Presiden Prabowo kepada kami,” jelasnya. Pertanyaanya, kata Ahmad Luthfi, kalau Prabowo dan Jokowi sudah memilih Luthfi-Yasin untuk memimpin Jateng, lalu masyarakat ikut siapa ? “Jenengan mau melu sopo lek wis kayak gini? Sudah jelas ikut pilihan Pak Prabowo dan Pak Jokowi, betul jih,”katanya. Menurut contoh yang diberikan Presiden Prabowo, kata Luthfi, pemimpin itu tidak ada yang merasa hebat. Karena sejatinya pemimpin itu pelayan, bukan ndoro. Pemimpin bukan rojo tapi ndoro ne rakyat,”ujarnya.***

News

Ribuan Purnawirawan TNI/Polri se-Jawa Tengah Berkumpul di Magelang, Dukung Luthfi-Yasin Menang Pilgub Jateng

MAGELANG – Dukungan terus mengalir buat paslon cagub-cawagub Jateng no 2 (Luthfi-Yasin). Sediktnya 2000 orang Purnawirawan TNI/polri se-Jawa Tengah, Rabu, 13 Oktober 2024, menyatakan mendukung penuh palson 2 untuk menang di Jawa Tengah. Hal itu disampaikan Pembina Purnawirawan TNI/Polri Jawa Tengah, Jendral (Purn) Bibit Waluyo, di depan paslon 2 Luthfi-Yasin dan ribuan purnawirawan yang hadir. “Kami para purnawirawan di Jawa Tengah tegak lurus dengan presiden terpilih Pak Prabowo, karena beliau memilih Pak Luthfi-Gus Yasin untuk memimpin Jawa Tengah, ya kita wajib nderek beliau,” katanya disambut tepuk tangan hadirin. Tegak lurus ini menurut Bibit, sebuah keharusan bagi purnawirwan TNI/Polri. Sebab meski sudah pensiun, mantan TNI/Polri ini masih terikat dengan sumpah prajurit dan Tribrata. Di dalam ikatan prajurit maupun mantan prajurit berlaku tiga setia. Yakni setia kepada negara, setia kepada korp, dan setia kepada kawan. “Lha ini kawan kita, Pak Luthfi mantan Kapolda Jateng, maju calon gubernur, ya kita harus setia membantu. Nyengkuyung bareng untuk kemenangan beliau dan Gus Yasin,” tegas mantan Gubernur Jateng ini. Apa lagi, presiden terpilih Prabowo yang juga mantan TNI sudah memberi arahan. “Sebagai sesama mantan prajurit TNI ya kita wajib tegak lurus, kecuali Pak Prabowo menyuruh yang lainya, ini jelas kok pilih Luthfi-Yasin. Kita semua wajib ikut,” tambah mantan Pandam IV/Diponegoro Semarang ini. Apa lagi, katanya, Cagub Ahmad Luthfi sudah pengalaman sebagai Kapolda 5 tahun di Jateng. “Leng semut aja dia tahu, saya ngikuti beliu kampanye, di mana-mana mendengarkan keluhan petani, keluhan nelayan, keluhan pedagang, semua didengar dan disiapkan solusinya kalau nanti memimpin Jawa Tengah,” imbuh mantan Pangkostrad dan mantan Pangdam Jaya DKI Jakarta ini.***

News

Calon Wagub Jateng Gus Yasin, Selama Menjabat Pakai Uang Pribadi untuk Kebutuhan Dapur Sehari-hari

SEMARANG- Ini kabar langka dari seorang Calon Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin). Mantan Wagub yang kini maju lagi itu, selama menjabat 2018-2023, dikabarkan tidak menggunakan anggaran rumah tangga wagub untuk makan sehari-hari. Menurut informasi, Gus Yasin dan keluarganya, makan menggunakan uang pribadi. Padahal seorang wagub ada anggaran rumah tangga (dapur) dari APBD. Entah mengapa, putra Kyai Kharismatik Mbah Maimoen Zubaer dari Rembang itu tidak mau menggunakan uang jatah rumah tangga. Padahal itu sah dan memang disediakan oleh APBD. Ketika ditanyakan langsung kepada yang bersangkutan, suami Ning Nawal itu hanya melempar senyum. “Berarti jenengan orang baru di sekitar saya,” katanya pendek. Namun dari informasi orang-orang dekatnya, sikap “nyeleneh” itu memang sudah berlangsung lama. Ya sejak Gus Yasin menjabat wakil gubernur itu. Namun dari informasi orang dalam, katanya, itu dilakukan karena Gus Yasin berpegang kuat pesan orang tuanya, Mbah Maimoen Zubair. “Dulu dipesan Mbah Moen, kalau nanti masuk pemerintahan, khusus untuk makan anak dan isterinya (anak-isteri Gus Yasin), jangan pakai uang lain. Tapi pakai uang sendiri dari pondok pesantren saja. Jangan membebani negara,”pesan Mbah Moen, seperti disampaikan orang dekatnya ini. Dari situlah, untuk kebutuhan makan selama di Rumah Dinas Wagub, Gus Yasin menggunakan uang sendiri. Dikirim dari pondok setiap bulannya. Tetapi kalau untuk kebutuhan operasional, Gus Yasin masih menggunakan anggaran negara yang disediakan. “Memang kalau khusus untuk makan anak dan isteri, orang pondok itu sangat hati-hati. Kalau bisa dari jerih payah sendiri,” imbuhnya. Asal tahu, Gus Yasin adalah putra mendiang Mbah Maimoen Zubaer, Pengasuh pondok pesantren besar Al Anwar Sarang Rembang. Hingga sekarang santrinya 30 ribu lebih. Alumninya tersebar dimana-mana. Di lingkungan pondok Sarang sendiri, Gus Yasin ternyata memang punya banyak usaha. Mulai dari sekolah SMK, toko kelontong, toko khusus anak, air, peternakan sapi, angkutan, hingga kuliner semacam martabak. Wajar jika kebutuhan dapur selama menjabat dipasok dari usaha internal di pondok pesantren. “Jadi selain menjabat wagub, beliau itu juga pengusaha. Banyak usahanya di pondok yang sudah berjalan lama sekali,” tambah orang dekat yang tidak mau disebut namanya ini. Yang aneh lagi, Gus Yasin juga pernah menyumbangkan gajinya sebagai Wagub untuk diberikan masyarakat. Pernah menyumbang ternak kambing, ayam, ikan, dan lainya di Jateng. Tiap bulan gaji Wagub sekitar Rp 8 juta dibagi kepada masyarakat untuk usaha produktif. Supaya warga bisa bangkit ekonominya. Menurut kabar, selama menjabat, saudara-saudara Gus Yasin dari Rembang juga jarang menginap di rumah dinas. Kalau datang silaturahim juga langsung pulang berapa pun jamnya. Alasanya juga sama, merasa tidak berhak menggunakan fasilitas negara. Kisah Gus Yasin ini luar biasa. Mengingatkan kepada kholifah (gubernur) Umar Bin Abdul Aziz. Dia pernah mematikan lampu istana ketika anak atau temanya datang suatu malam untuk urusan pribadi. “Ini lampu pakai minyak negara, kalau bicara urusan pribadi lampu harus kita matikan, tidak berhak kita gunakan. Tetapi kalau bicara urusan negara, ayo lampu kita hidupkan lagi,”demikian Umar Bin Abdul Aziz, memberi contoh kejujuran yang luar biasa.***

News

Hadiri Semarang Bersholawat, Gus Yasin Ajak Santri Mengisi Tantangan Zaman

SEMARANG – Masih dalam rangkaian Hari Santri Nasional, Calon Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menghadiri Semarang Bersholawat Hari Santri 2024, di depan Masjid Agung Semarang, Jl. Kauman Johar Kota Semarang, Selasa malam, 22 Oktober 2024. Gus Yasin yang tiba pukul 21.00 Wib,adalah salah satu penceramah utama. Lainya ada Habib Firdaus Al Munawar, Kyai Abdurrahman Al Muhsin, Kyai M Ruwaivi, Kyai Muh Mahsum, Kyai Solihidin Sodaqoh, dan paslon Walikota-Wakil Walikota Semarang, Yoyok Sukawi -Joko Joz. Pengajian akbar itu dihadiri ribuan orang. Mereka duduk memadati area Alun-Alun Johar depan Masjid Kauman. Gus Yasin dalam ceramahnya menyampaikan makna sholawat Nabi Muhammad SAW. Paslon Gubernur Jateng no 2 berpasangan dengan cagub Ahmad Luthfi itu mengatakan, bersholawat kepada Nabi sebagai hormat dan cinta kita kepada kanjeng Nabi. Gusti Allah bersholawat, malaikat juga bersholawat, apa lagi manusia sebagai kaumnya. “Dengan bersholawat kita akan semakin cinta kepada Kanjeng Nabi, kalau sudah cinta kita harus mengikuti sunnah-sunnahnya,”kata putra Kyai Kharismatik Mbah Maimoen Zubaer ini dan Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah. Gus Yasin juga mengucapkan hari santri nasional 22 Oktober 2024. Menurutnya hari santri harus menjadi tonggak bagi santri untuk berprestasi. Santri harus mengisi kemerdekaan. Santri harus obah untuk menjawab tantangan zaman. “Maka santri harus maju, santri harus terus bergerak bersama program kami Pesantren Obah. Program yang menggerakkan santri agar mendunia,” katanya di depan ribuan jamaah. Di dalam Pesantren Obah menurutnya ada pelatihan santri bersertifikat untuk siap kerja, peningkatan kesejahteraan guru agama, bantuan sarana dan prasarana pesantren, dan beasiswa santri untuk kuliah keluar negeri. Juga beasiswa bagi santri penghafal quran. “Ini hadiah bagi para santri di hari santri 2024. Maka mohon doa dan dukungan agar saya bersama Mas Luthfi diberi kemudahan dan ridho Alloh SWT untuk memimpin Jawa Tengah 2025-2030,”harapnya.***

News

Jadi Pembicara International Islamic Edu Fair di Solo, Gus Yasin “Pamer” Pesantren Obah Mendunia

SOLO – Calon Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mendapat kesempatan istimewa saat giat kampanye di Karanganyar dan Solo. Cawagub incumbent itu diminta menjadi pembicara utama seminar iternasional membahas masa depan santri untuk dunia. Temanya “International Islamic Edu Fair 2024, dari Pesantren untuk Dunia”, di Stadium UMS Solo, kawasan Colomadu, Karanganyar. Gus Yasin tampil bersama Kyai kondang, KH Hasan Abdulloh Sahal, pengasuh Ponpes Gontor, dan Kyai Sihabudin Abdul Mu’iz. Dalam paparanya, Gus Yasin menyampaikan perlunya dunia pesantren berikut produk-produk ilmunya mampu menjawab tantangan zaman. Alumni Ponpes tidak boleh lagi ketinggalan dalam percaturan internasional. “Pesantren mendunia bukan hanya soal tema, tetapi bagaimana agama harus mampu menjawab masalah-masalah yang ada, misalnya ekonomi didorong maju tetapi tidak meninggalkan agama,” kata Gus Yasin. Calon Wakil Gubernur yang selalu bersarung ini menjelaskan, Islam ke nusantara ini masuk dari Sumatra. Lalu ke Jawa dan berkembang di Jawa Tengah tepatnya di Demak Bintoro. Di tangan para Wali Islam menyebar ke pelosok nusantara. “Maka, dari Jawa Tengah ini harusnya santri bisa mendunia, sudah dicontohkan para wali kita,” kata Gus Yasin. Tidak bermaksud berkampanye, di depan ribuan hadirin, Gus Yasin mengaku sudah memiliki program unggulan pesantren obah untuk menjawab dari santri untuk dunia. “Istilah kami pesantren obah untuk menggerakkan santri agar mendunia. Santri jangan hanya menjadi penonton tapi juga harus jadi pelaku, gimana Quran bisa jadi solusi atas masalah-masalah di dunia. Tidak hanya menjadi kajian tapi harus langsung bergerak atau obah,”kata Gus Yasin. Di dalam pesantren obah, kata Gus, ada program pengembangan pesantren baik sarana dan prasarana. Ada peningkatan kualitas guru agama dengan pelatihan. Ada beasiswa santri untuk sekolah keluar negeri. Ada pelatihan-pelatihan kerja untuk santri sebelum lulus sehingga siap di dunia nyata. “Ini penting karena tidak semua santri lulus jadi kyai, maka kita bekali pelatihan kerja supaya santri bisa masuk industri dunia. Tetapi bekerja sambil mengajak orang lain taat kepada Allo, kerja tanin sholat juga rajin, ” imbuh Gus. Dalam rangka santri mendunia, Gus Yasin juga mendorong Ma’had Ali (kuliah sarjana) di setiap pesantren bisa lulus dengan ijazah berstandar internasional. Selama menjabat Wakil Gubernur Jateng 2018-2023, Gus Yasin juga sudah menjalankan program santri mendunia ini. Diantaranya melatih santri menjadi tukang jagal halal (Kang Jalal), yang siap menjadi tenaga potong hewan halal di dalam maupun luar negeri. “Juga menginisiasi pembentukan wisata halal di sejumlah destinasi di Jawa Tengah. Ini juga dalam menyongsong wisata mendunia karena jadi pangsa wisatawan Timur Tengah,” jelasnya. Setelah acara, Gus Yasin, ditemani Astrid Widayani, Calon Wali Kota Solo, diarak keliling stand pameran. Bak artis idola tak henti-hentinya diajak foto bersama. Setiap stand ditarik masuk. Diminta testimoni dan endorsment produk mereka.***

Scroll to Top