Author name: admin

Ngopeni Ngelakoni

Kabar Gembira Buat Petani! Klaim Asuransi Petani Jateng Sebentar Lagi Cair

SEMARANG – Di tengah ancaman gagal panen akibat banjir, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat melindungi petani. Pemprov sudah mengajukan klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani yang lahannya terdampak banjir di Kabupaten Kudus, Pati, Grobogan, dan Jepara. Saat ini, seluruh data klaim sudah berada di PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) untuk proses validasi sebelum realisasi pencairan. Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, mengatakan pendataan lahan terdampak telah rampung, khususnya di Kudus, Pati, dan Grobogan. Data tersebut telah diunggah ke dalam aplikasi Sistem Informasi Asuransi Pertanian (SIAP) sebagai dasar pengajuan klaim AUTP. “Data sudah masuk ke Jasindo. Selanjutnya akan dilakukan verifikasi lapangan bersama petugas pengendali organisme pengganggu tumbuhan (OPT) di masing-masing kabupaten untuk memastikan kesesuaian data,” ujar Frans, Senin, 19 Januari 2026. Ia menjelaskan, proses validasi umumnya memakan waktu sekitar 15 hari sejak laporan kejadian diterima. Setelah dinyatakan valid, Jasindo akan menyalurkan ganti rugi kepada kelompok tani terdampak. Di Kabupaten Kudus, luas lahan padi yang terdampak banjir mencapai 315,49 hektare. Lahan tersebut tersebar di Kecamatan Jati 50,70 hektare, Kaliwungu 58,02 hektare, Mejobo 130,18 hektare, Undaan 35,86 hektare, dan Jekulo 40,73 hektare. Sementara di Kabupaten Pati, banjir merendam 672,12 hektare lahan padi, meliputi Kecamatan Jakenan seluas 260 hektare dan Kecamatan Gabus 412,29 hektare. Adapun di Kabupaten Grobogan, tercatat 83,3 hektare lahan di Kecamatan Brati turut terdampak. “Umumnya yang mendapatkan penggantian adalah tanaman yang sudah mendekati masa panen dan tidak bisa diselamatkan. Di Kudus, misalnya, sebagian besar sawah memang sudah siap panen,” katanya. Frans menambahkan, berdasarkan peta risiko AUTP Jawa Tengah 2025, terdapat empat daerah yang masuk kategori rawan dampak perubahan iklim dan bencana, yakni Demak, Pati, Kudus, dan Grobogan. Keempat daerah tersebut menjadi prioritas perlindungan asuransi pertanian. Adapun Kabupaten Jepara belum masuk dalam skema AUTP 2025. Meski demikian, pemerintah provinsi tetap menyiapkan mekanisme bantuan lain bagi petani terdampak. “Untuk Jepara, karena belum terdaftar AUTP, kami mengajukan bantuan penggantian benih padi dan pupuk agar petani bisa segera menanam ulang,” ujarnya. Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, telah menginstruksikan seluruh kepala daerah yang wilayahnya terdampak cuaca ekstrem untuk segera mengajukan asuransi gagal panen sebagai bentuk perlindungan terhadap petani. “Nanti untuk Kudus, Pati, dan Jepara diminta segera ajukan terkait asuransi gagal panen,” kata Luthfi saat memberikan arahan dalam penandatanganan Komitmen Bersama Pencapaian Target Kinerja Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengah 2026 di Surakarta, Rabu, 14 Januari 2026. Menurut Ahmad Luthfi, bencana hidrometeorologi memang tidak dapat dihindari, namun dampaknya bisa ditekan melalui mitigasi dan kesiapsiagaan pemerintah daerah, salah satunya dengan memperkuat perlindungan asuransi pertanian. Pada 2026, Pemprov Jawa Tengah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 1,8 miliar untuk program AUTP guna melindungi lahan pertanian seluas 10.449 hektare. Kebijakan ini ditempuh agar target ketahanan pangan dan swasembada pangan Jawa Tengah pada 2026 tetap terjaga meski menghadapi ancaman cuaca ekstrem. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Berkat Kunjungan Wagub Jateng, Penyandang Disabilitas Ini Kini Bisa Sekolah

PEKALONGAN – Di tengah duka banjir yang melanda Kota Pekalongan, secercah harapan hadir bagi Fitria (27), perempuan penyandang disabilitas mental dan fisik yang menjadi salah satu pengungsi. Harapan itu datang saat Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, meninjau posko pengungsian di Aula Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan pada Senin, 19 Januari 2026. Di lokasi tersebut tercatat sebanyak 449 warga mengungsi. Saat menyapa para pengungsi, perhatian Wagub langsung tertuju pada sosok Fitria. Ia kemudian berbincang dengan sang ibu, Siti Qomariah (52), warga Kelurahan Bendan Kergon, Kecamatan Pekalongan Barat. Dari perbincangan itu, Wagub mengetahui bahwa Fitria belum pernah mengenyam pendidikan formal, karena keterbatasan kondisi dan ekonomi keluarga. Mendengar hal tersebut, pria yang akrab disapa Gus Yasin itu langsung meminta ajudannya untuk mendata Fitria dan menyatakan komitmennya untuk membantu pendidikan anak tersebut. “Harus dipastikan sekolahnya bagaimana,” ujarnya. Gus Yasin juga secara khusus menitipkan Fitria kepada Camat Pekalongan Barat agar proses pendidikan bisa segera direalisasikan. “Pak Camat, kulo nitip anak ini untuk bisa sekolah,” imbuhnya. Menindaklanjuti arahan tersebut, Camat Pekalongan Barat, M. Natsir, menyatakan kesiapannya untuk segera berkoordinasi dengan dinas pendidikan. “Kami akan koordinasi dengan dinas pendidikan, sekolah mana yang paling tepat untuk sang anak,” katanya. Bagi Siti Qomariah, perhatian dan bantuan itu menjadi momen yang mengharukan. Selama ini, ia mengaku belum mampu menyekolahkan Fitria karena keterbatasan ekonomi. Ia bekerja sebagai pembantu rumah tangga yang berangkat sejak pagi buta dan baru pulang sore hari. Sementara suaminya dalam kondisi sakit-sakitan. “Saya tidak bisa mengantarkan, bapaknya juga sakit-sakitan. Kalau saya tidak kerja, tidak makan,” tuturnya. Ia pun mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterima keluarganya. Sebelumnya, Fitria juga mendapat kursi roda dari Dinas Sosial. Namun, bantuan pendidikan ini menjadi hal yang sangat berarti baginya. “Senang sekali dapat bantuan. Baru kali ini ada yang memberi beasiswa sekolah,” katanya dengan mata berkaca-kaca.***

Ngopeni Ngelakoni

Bunda PAUD Jateng Ning Nawal Berikan “Trauma Healing” bagi Anak-Anak Korban Banjir Pekalongan

PEKALONGAN – Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), memberikan layanan trauma healing atau pemulihan psikologis, bagi anak-anak yang terdampak banjir di Kota Pekalongan. Kegiatan itu dilaksanakan di lokasi pengungsian Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat, Senin (19/1/2025). Di lokasi tersebut, ada 83 anak berusia 6 sampai 16 tahun, yang mengungsi pascabencana banjir pada Sabtu (17/1/2025) lalu. Dalam suasana penuh kehangatan dan keceriaan, anak-anak diajak mengikuti berbagai aktivitas edukatif dan rekreatif, agar tetap merasa aman, bahagia, dan terhibur, di tengah situasi sulit akibat banjir. Bunda PAUD Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), turut hadir dan berinteraksi langsung dengan pengungsi. Dia juga memantau berbagai kegiatan trauma healing, mulai dari bermain bersama, bercerita, bernyanyi, hingga menggambar. Didampingi Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, Nawal juga memberikan bantuan buku dan peralatan sekolah untuk anak-anak terdampak banjir di Pekalongan. Pada kesempatan itu, Ning Nawal menegaskan pentingnya pemulihan psikologis bagi anak usia dini, agar mereka tidak mengalami gangguan mental akibat bencana. “Kegiatan ini adalah kolaborasi PKK Kota Pekalongan, Pokja Bunda PAUD Jateng, dan IGTKI, kami memberikan layanan trauma healing untuk anak-anak,” ucap Ketua TP PKK Jateng ini, seusai meninjau lokasi pengungsian Kecamatan Pekalongan Barat. Menurut Ning Nawal, layanan trauma healing itu bertujuan untuk mengurangi trauma pada anak pascabencana, mempersiapkan mental anak untuk kembali ke sekolah, serta menghadirkan kebahagian dan keceriaan anak-anak di pengungsian. Diharapkan, melalui kegiatan ini, anak-anak yang terdampak banjir dapat berangsur pulih secara emosional, dan kembali menjalani aktivitas keseharian dengan lebih baik tanpa bayangan masa lalu. Lebih lanjut Ning Nawal juga meminta warga tedampak banjir yang berada di titik-titik pengungsian, untuk tetap tenang. Pasalnya, Pemprov Jawa Tengah atas arahan Gubernur Ahmad Luthfi, juga telah menyalurkan sejumlah bantuan dan kebutuhan pokok. “Imbauannya, pertama karena masih dalam keadaan cuaca yang intens hujannya, kalau air sudah masuk di rumah jadi harapannya bisa berkumpul di tempat pengungsian,” beber dia. Istri Wakil Gubernur Jateng tersebut juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, serta menjaga kesehatan masing-masing. “Harapannya bisa bersabar sampai nanti kalau misalnya sudah surut, kita bisa kembali ke rumah-rumah ya. Atau nanti yang tetap di pengungsian kita pastikan juga logistik bisa terpenuhi,” pesan Nawal. Rizkiya, salah seorang siswi mengatakan, berbagai kegiatan di lokasi pengungsian ini membuatnya merasa tidak bosan. Bahkan dia senang karena bisa bermain dengan banyak teman, terlepas rumahnya terkena banjir. Selain itu, bantuan buku dan alat tulis yang dia terima dari Bunda PAUD Jateng tersebut sangat membantunya, karena buku tulis di rumahnya ikut terseret banjir. “Ini bukunya bisa untuk mengganti buku di rumah yang basah kena banjir. Apalagi, ini juga baru mau masuk semester 2,” ungkap siswi kelas 9 SMPN 4 Pekalongan ini.***

Ngopeni Ngelakoni

Solidaritas Tanpa Batas, Relawan Distribusikan Ribuan Porsi Makanan Secara Tuntas

PEKALONGAN – Di balik terpenuhinya kebutuhan makan ribuan warga terdampak banjir di Kota Pekalongan, ada kerja senyap para relawan yang tak kenal lelah. Sejak banjir merendam permukiman warga, relawan dari berbagai lembaga turun langsung mengelola dapur umum, menghimpun bantuan, hingga mendistribusikan makanan ke lokasi-lokasi pengungsian hingga tuntas. Relawan dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU), Ulil Albab menyebut, dapur umum yang dikelola bersama mampu memproduksi ribuan porsi makanan setiap hari. “Sehari bisa sekitar 2.000 porsi. Kita guyub rukun, dari LPBINU, Lazisnu, dan lembaga-lembaga lainnya gotong royong menyalurkan bantuan dari masyarakat,” ujarnya di Posko NU Peduli Bencana Kota Pekalongan, di Gedung Aswaja, Senin, 19 Januari 2026. Ulil mengatakan, dapur umum tersebut direncanakan akan terus beroperasi hingga kondisi benar-benar pulih. “Semua yang peduli terlibat. Dapur ini jalan terus sampai banjir surut,” tambahnya. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan apresiasinya atas kerja nyata para relawan. Ia menilai koordinasi yang baik menjadi kunci agar bantuan tepat sasaran dan tidak tumpang tindih. “Mereka sudah berkoordinasi dengan Dinas Sosial. Sehingga pendistribusian logistik dan makanan tidak dobel-dobel. Itu yang paling utama,” kata Taj Yasin saat meninjau lokasi posko. Wagub juga mengapresiasi kapasitas dan jangkauan relawan yang mampu menjangkau wilayah sulit. “Mereka ternyata juga punya relawan sehingga daerah yang tidak bisa dijangkau bisa dijangkau untuk mendistribusikan makanan. Kemarin ada 3.000 porsi, hari ini 2.000 porsi,” tuturnya. Kehadiran relawan dengan dapur umum yang terkelola rapi ini menjadi penopang utama bagi para pengungsi. Di tengah keterbatasan akibat banjir, kerja kolektif dan solidaritas kemanusiaan memastikan kebutuhan makan warga tetap aman dan terpenuhi setiap hari. Pemprov Jateng sendiri telah menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta. Adapun bantuan yang disalurkan meliputi logistik, paket perlengkapan kebutuhan dasar, makanan dan non-permakanan, beras sebanyak satu ton, serta obat-obatan. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. Data BPBD Kota Pekalongan per Senin, 19 Januari 2026 pukul 09.00 WIB menyebutkan, banjir di Kota Pekalongan berdampak pada 8.692 kepala keluarga (KK) yang tersebar di empat kecamatan. Sementara jumlah warga yang mengungsi tercatat mencapai 2.400 jiwa dan tersebar di 24 posko pengungsian.***

Ngopeni Ngelakoni

Sat Set! Pemprov Jateng Gerak Cepat Salurkan Bantuan Logistik Pengungsi Banjir Kota Pekalongan

PEKALONGAN – Pemprov Jateng sat set. Warga Kota Pekalongan mengapresiasi gerak cepat yang dilakukan opemerintah dalam penanganan banjir daerah setempat. Meskipun sejumlah warga harus mengungsi, namun kebutuhan logistiknya dipastikan aman dan terpenuhi dengan baik. “Alhamdulillah, kebutuhan pengungsi sudah terpenuhi. Makan sehari tiga kali, anak-anak dikasih susu dan buah-buahan,” kata salah seorang pengungsi, Muasanah saat dikunjungi Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin di Posko Pengungsian di Masjid Al Karomah, Jalan Raya Tirto Raya, Kecamatan Pekalongan Barat, Senin, 19 Januari 2026. Ia mengatakan, ia harus meninggalkan rumahnya setelah banjir merendam permukiman sejak Jumat malam, 16 Januari 2026. Namun, petugas langsung memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi, saat mereka tiba di posko. “Bersyukur dibantu pemerintah. Dari hari pertama kita ke sini langsung ditanya kebutuhan kami. Pemerintah tanggap,” katanya. Sebagai informasi, banjir di daerah tersebut terjadi akibat hujan lebat disertai angin kencang, yang menyebabkan Sungai Bremi meluap dan menggenangi sejumlah wilayah di Kota Pekalongan. Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan per Senin, 19 Januari 2026 pukul 09.00 WIB. Bencana ini berdampak pada 8.692 kepala keluarga di empat kecamatan. Sementara itu, sebanyak 2.400 jiwa tercatat mengungsi dan tersebar di 24 posko pengungsian. Selama berada di pengungsian, kebutuhan dasar warga dipastikan terpenuhi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyalurkan bantuan senilai Rp169,7 juta untuk mendukung penanganan dampak banjir di Kota Pekalongan. Bantuan yang disalurkan meliputi logistik, paket perlengkapan kebutuhan dasar, makanan dan non-permakanan, satu ton beras, serta obat-obatan. Dalam kesempatan itu, Taj Yasin menyatakan, bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para pengungsi sekaligus memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi selama masa tanggap darurat. “Kita pastikan bahan pokok, kebutuhan makan aman, dapur umum sudah kita siapkan semua” ujar Taj Yasin. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama pemerintah kota setempat terus melakukan koordinasi untuk menangani banjir, baik melalui upaya darurat di lokasi pengungsian maupun langkah lanjutan, guna mempercepat surutnya genangan dan memulihkan aktivitas warga.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Taj Yasin Tinjau Banjir Pekalongan, Minta Evakuasi Kelompok Rentan dan Penanganan Berlapis

PEKALONGAN – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meninjau langsung banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kota Pekalongan pada Senin, 19 Januari 2025. Tinjauan ini untuk memastikan keselamatan warga terdampak, serta kesiapan penanganan banjir secara berlapis. Dalam kunjungan itu, Taj Yasin bersama istrinya Nawal Arafah Yasin tiba di Jalan Raya Tirto Raya, Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, saat genangan air masih mengepung kawasan permukiman. Ia berjalan di tengah genangan. Kemudian ia mengunjungi pengungsi yang ada di masjid setempat. Kehadiran Wakil Gubernur disambut warga yang tengah berbenah dan mengungsi. Taj Yasin tampak berdialog dengan warga maupun dengan pejabat setempat terkait kondisi lapangan dan langkah penanganan lanjutan. Di lokasi yang sama, Nawal Arafah turut menyapa para ibu pengungsi di area masjid, sekaligus membagikan buku kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan moril di tengah situasi banjir. Mewakili gubernur Jateng Ahmad Luthfi, Taj Yasin menegaskan, penanganan jangka pendek difokuskan pada mitigasi darurat dengan memprioritaskan kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan penyandang disabilitas. Sejumlah warga dengan kondisi kesehatan khusus, termasuk penderita stroke, telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman. “Kita pastikan masyarakat aman, terutama lansia, anak, dan warga berkebutuhan khusus. Kemarin sudah ada yang kita angkut dan kita ungsikan,” kata dia. Selain evakuasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi. Dapur umum disiagakan untuk menjamin ketersediaan bahan pokok, makanan, serta kebutuhan kesehatan bagi para pengungsi. Untuk penanganan jangka menengah, Taj Yasin menyoroti kondisi tanggul Sungai Bremi yang belum permanen dan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Ia menginstruksikan jajarannya untuk segera melakukan perhitungan teknis agar perbaikan dapat dilakukan lebih cepat. “Ada salah satu tanggul yang belum permanen dan itu kewenangan kami. Hari ini langsung saya minta dihitung supaya penanganannya bisa lebih cepat,” tegasnya. Sementara itu, penanganan jangka panjang akan difokuskan pada Sungai Bremi. Taj Yasin menyampaikan, proyek penanganan sungai tersebut telah dianggarkan oleh pemerintah pusat senilai sekitar Rp50 miliar dan direncanakan mulai dikerjakan pada 2026. Sehingga diharapkan banjir di wilayah Pekalongan Barat dan sekitarnya tidak terulang. “Sungai Bremi itu sudah dianggarkan dari pusat, informasi BBWS ada Rp50 miliar, tetapi memang ini belum dikerjakan,” ujarnya. Di lokasi pengungsian, Sujatmiko (60), salah satu warga terdampak, mengatakan, banjir dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi yang diperparah hujan. Akibatnya, air menggenang dan belum surut hingga saat ini. “Penyebab banjir dari tanggul Sungai Bremi jebol. Air keluar, merambah, ditambahi hujan. Air mandek sampai sekarang. Rumah saya tenggelam, cuma kelihatan atapnya genteng tok,” ujarnya. Sujatmiko mengaku tidak sempat menyelamatkan barang-barang miliknya karena air datang dengan cepat. Seluruh perabotan rumah tangga masih terendam di dalam rumah. “Ada kasur, kasur busa, sepeda motor, kompor, masih di rumah semua. Ya pasrah total,” katanya. Meski demikian, ia menyebut kondisi konsumsi dan obat-obatan di pengungsian relatif aman. “Aman di sini, bisa saling bantu. Mudah-mudahan ke depan tidak banjir lagi, soalnya daerah Tirto ini dari dulu sudah langganan banjir. Tapi yang sekarang ini paling besar,” pungkasnya.***

News

Luncurkan Bus Pintar Keliling di Surakarta, Nawal Yasin Dorong Peningkatan Minat Baca Masyarakat

SURAKARTA – Bunda Literasi Jateng Nawal Arafah Yasin, bersama Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, meluncurkan Bus Pintar, di Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta, Sabtu (17/1/2026). Peluncuran itu juga dihadiri Bunda Literasi Surakarta, Venessa Winastesia. Bus Pintar adalah layanan perpustakaan bergerak berbasis kendaraan bus, yang dirancang khusus untuk membawa koleksi buku dan bahan pustaka ke berbagai ruang publik. Keberadaannya akan melengkapi 11 unit mobil listrik perpustakaan keliling, yang sudah beroperasi di Kota Surakarta. Bunda Literasi Jateng, Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal) mengapresiasi peluncuran bus tersebut. Dia mengatakan, Bus Pintar milik Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Surakarta tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses literasi, sekaligus mendorong peningkatan minat baca masyarakat, khususnya pelajar. Menurut dia, fasilitas itu merupakan inovasi layanan literasi yang menarik dan adaptif dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Terlebih, bus tersebut juga dilengkapi smart TV, yang bisa menampilkan konten video edukasi bagi para pengunjung. “Ini inovasinya (untuk menggeliatkan literasi) menggunakan bus pintar ya, yang kemudian diisi beberapa buku-buku, dan kemudian ada juga video-video edukasi di situ,” ucap Ning Nawal, seusai peluncuran. Ditambahkan, bus tersebut nantinya secara rutin dan terjadwal berkeliling di berbagai lokasi dan kegiatan publik, seperti Car Free Day (CFD) di Alun-alun Kota Surakarta. Lebih lanjut, Ketua TP PKK Jawa Tengah ini berharap, akses literasi berbasis jemput bola itu mendapatkan sambutan positif dari masyarakat setempat. “Harapannya nanti bisa kemudian mengembangkan literasi di Surakarta ini,” ucap istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. Dalam kegiatan itu, Nawal bersama Taj Yasin dan Bunda Literasi Surakarta juga meninjau Perpustakan Desa Gilingan. Perpustakaan ini memiliki ratusan koleksi buku dengan berbagai genre, mulai dari komik anak-anak, buku fiksi, hingga pengetahuan umum. Sementara itu, Bunda Literasi Kota Surakarta, Venessa Winastesia menjelaskan, Bus Pintar ini berasal dari hibah satu unit armada bus dari Dinas Perhubungan yang diperbaiki dan direnovasi, agar dapat difungsikan sebagai perpustakaan keliling. Dia berharap, penambahan armada bus untuk layanan perpustakaan keliling, dapat meningkatkan budaya gemar membaca di kalangan masyarakat. Terlebih pada 2024, jumlah kunjungan perpustakaan mencapai 230 ribu orang. “Jumlah pengunjung perpustakaan di Surakarta sekitar 230.000, yang di perpustakaan daerah itu 100.000 sekian, jadi sekitar 43,5 persen sendiri. Sisanya baru di perpustakaan-perpustakaan yang lain,” ungkap Venessa.***

Ngopeni Ngelakoni

Tangani Kesehatan Mental, Wagub Jateng Minta Inovasi Posyandu Plus Surakarta Dicontoh Daerah Lain

SURAKARTA – Layanan konseling dan penanganan kesehatan mental bagi generasi muda yang menjadi unggulan Posyandu Plus Berbasis 6 Standar Pelayanan Minimum (SPM) di Kota Surakarta, mendapat apresiasi Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin Maimoen. Layanan tersebut melengkapi enam SPM yang diterapkan di tempat itu. Salah satunya, di Posyandu Plus Anggrek XV Berbasis 6 SPM yang terletak di Kelurahan Gilingan, Kota Surakarta. Dia meminta inovasi program dan layanan itu, bisa menjadi model percontohan bagi kabupaten/kota lain di wilayahnya. “Saya berharap layanan Posyandu yang ada di Kota Surakarta bisa diadopsi di kabupaten lain, di kota lain,” kata Taj Yasin, seusai mengunjungi Posyandu Plus Anggrek XV, di Taman Cerdas, Kelurahan Gilingan, Sabtu (17/1/2026). Dalam kesempatan itu, Wagub bersama Ketua Tim Pembina Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin, meninjau langsung para psikolog yang memberikan bimbingan konseling kepada pasien. Selain itu mereka juga memastikan implementasi layanan 6 SPM di Posyandu tersebut. Wagub menilai, langkah TP Posyandu Kota Surakarta dalam menggandeng psikolog profesional dari rumah sakit daerah sudah tepat. Hal tersebut diharapkan dapat menangani masalah kesehatan mental, seiring dengan maraknya kasus bullying dan kekerasan di masyarakat. Menurut Gus Yasin, sapaan akrabnya, isu kesehatan mental menjadi persoalan serius yang harus dijawab pemerintah. Oleh karena itu, Pemprov Jateng juga menggagas program Dokter Spesialis Keliling (Speling) yang juga terdapat layanan konseling bagi siswa sekolah. Dia berharap, program pencegahan dan penanganan kesehatan mental terus digalakkan di Jawa Tengah, agar generasi muda yang memiliki masalah psikis dapat berdamai dengan keadaan, serta tidak melakukan hal-hal yang membahayakan diri sendiri. “Maka dari itu di Jawa Tengah ada Spelling, salah satunya permasalahan psikis. Kami memberi pendampingan agar mereka bisa keluar dari permasalahannya, jangan sampai bunuh diri terjadi sebelum kita tangani,” ungkap Gus Yasin. Ketua TP Posyandu Jateng, Nawal Arafah Yasin mengatakan, layanan konseling dalam program Posyandu Plus di Kota Surakarta relevan dengan kebutuhan generasi muda, yang rentan mengalami masalah mental. “Dan ini sangat kami apresiasi, layanan ini juga merupakan salah satu kebutuhan ya, bahwa (kesehatan mental) menjadi isu dan ini diharapkan mampu menjembatani dan menjadikan salah satu solusi,” kata dia. Nawal mendorong setiap Posyandu di Jateng, agar terus bertranformasi dengan mengimplementasikan enam SPM. Meliputi bidang kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, sosial, serta ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat. Dalam bidang pendidikan misalnya, Nawal meminta kader Posyandu menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD), membuat pojok baca, serta literasi digital. “Harapan saya di setiap Posyandu nanti ada layanan untuk PAUD, dan ada pojok baca misalnya,” beber istri Wakil Gubernur Jateng tersebut. Ketua TP Posyandu Kota Surakarta, Venessa Winastesia mengatakan, alasan menggagas Posyandu Plus disebabkan maraknya kasus bunuh diri. Dia mengungkapkan, ada remaja yang melompat dari mal, jembatan Bengawan Solo, ada yang mengakhiri hidup di kosan. Oleh sebab itu, pihaknya menggandeng psikolog profesional untuk memberikan layanan konseling, bagi masyarakat yang memiliki masalah dan beban mental. Pada 2025, sebanyak 6.000 warga Surakarta mengikuti skrining kesehatan mental. Dari jumlah itu, sembilan persen dirujuk ke Puskesmas, untuk mendapatkan penanganan psikis lebih lanjut. “Yang belum tersentuh adalah mungkin remaja, pelajar, siswa. Harapannya ke depan nanti kita juga akan sosialisasi ke sekolah-sekolah tentang bullying,” ungkap Venessa.

Ngopeni Ngelakoni

Perangkat Daerah Baru dan Semangat Agile Governance

Oleh: Wahid AbdulrahmanWakil Ketua TPPD Jawa Tengah, Dosen Departemen Politik Pemerintahan Undip SALAH satu keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan daerah ditentukan oleh “macro-enviroment”.  Konsep yang menggambarkan kemampuan kepemimpinan pasangan kepala daerah dalam membangun lingkungan termasuk di dalamnya birokrasi. Wajar jika kemudian penataan organisasi perangkat daerah menjadi salah satu agenda awal. Tidak saja secara struktur dan kelembagaan, namun juga personil dan budaya. Harapannya dengan struktur perangat daerah yang baru, semangat agile governance bisa segera terbangun, yakni tata kelola pemerintahan yang responsive, dinamis, inovatif dan adaptif dalam bahasa sederhana adalah tata kelola pemerintahan yang sat set, trengginas, wasis, ora ngono-ngono wae. Semangat inilah yang menjadi salah satu dasar penataan perangkat daerah Pemprov Jawa Tengah. Melalui peraturan daerah tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah (Perda No 5 Tahun 2025) yang kemudian ditindaklanjuti dalam sejumlah peraturan gubernur pada 2026 sebagai pelaksana. Cepat dalam merespon dan beradaptasi terhadap dinamika sosial, ekonomi, dan pembangunan daerah termasuk di dalamnya tuntutan pencapaian program-program strategis Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 2025-2029. Tentu itu dilakukan secara taat azaz tanpa mengesampingkan semangat meritokrasi. Faktanya bisa diamati dari 23 Dinas menjadi 22 Dinas. Dari 39 cabang dinas menjadi 36, serta dari 153 UPT menjadi 141 UPT. Dilingkup sekretariat daerah terdapat sejumlah perubahan strategis. Pertama, Biro Kesejahteraan Rakyat dan Pengentasan Kemiskinan sebagai peremajaan dari Biro Kesejahteraan Rakyat. Biro yang selama ini lebih akrap dengan urusan hibah keagamaan, ke depan diharapkan mampu menjadi konsolidator pengentasan kemiskinan yang program-programnya tersebar di banyak OPD. Mengarahkan sekaligus evaluator bagi percepatan pengentasan kemiskinan di Jawa Tengah. Kedua, Biro BUMD dan BLUD. Sebagai biro “baru” yang diharapkan mampu mendorong daya saing BUMD dan BLUD Jawa Tengah (good coorporate governance). Mengingat dengan jumlah dan berbagai kompleksitas persoalan yang ada dalam BUMD baik BUMD Bidang perbankan (Bank Jateng, BPR BKK Jateng, BPR BKK Se-Jateng), BUMD Bidang Jasa dan Produksi (PT Jamkrida, PT JTAB, PT JPEN, PT PRPP, PT SPJT, PT TUJT). Serta kepemilikan saham di BUMN PT KIW dan PT Askrida. Kompleksitas untuk memberikan pelayanan publik, peningkatan pendapatan asli daerah, kompetisi ditingkat regional dan nasional. Terlebih melihat jumlah asset BUMD Jawa Tengah mencapai lebih dari Rp 122 trilyun dengan penyertaan modal lebih dari Rp 3,7 trilyun. Dalam konteks BLUD sudah tentu menjaga kesimbangan sebagai “malaikat sekaligus sebagai saudagar”. Memberikan pelayanan publik secara prima sekaligus meningkatkan kapasitas sebagai korporasi. Biro ini diharapkan lebih efektif dalam melakukan pembinaan terhadap BLUD yang sudah dimiliki seperti rumah sakit daerah dan yang kedepan akan dibentuk seperti dalam bidang transportasi (Trans Jateng). Di lingkup dinas, lahirnya Dinas Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai dinas baru berangkat dari harapan bahwa kebudayaan sebagai ruh pembangunan yang harus dikelola secara lebih proporsional. Demikian halnya dengan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai satu kesatuan yang diharapkan semakin berkontribusi bagi kesejahteraan rakyat dan pembangunan daerah. Terlebih dengan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif yang dimiliki Jawa Tengah plus dengan tahapan pembangunan 2027 yang salah satunya menitikberatkan pada pariwisata berkelanjutan. Dinas Pertanian dan Peternakan sebagai penggabungan pertanian. perkebunan, peternakan, dan kesehatan hewan menjadi backbone dalam mengelola bagian hulu dari sektor pertanian dan peternakan. Konsolidasi sektor hulu diharapkan mampu menjawab tantangan untuk swasembada pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak. Dinas Komunikasi, Digital, dan Informasi tidak semata perubahan “papan nama” namun mendasarkan pada perkembangan dunia digital yang semakin cepat. Dengan demikian diperlukan kelembagaan yang memadahi untuk merespon dinamika tersebut. Sementara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang merupakan panggabungan dari pekerjaan umum, bina marga, cipta karya, dan Pusdataru. Lebih menitikberatkan pada efektivitas dan efisiensi konsolidasi yang sangat diperlukan dalam penataan ruang dan infrastruktur di Jawa Tengah. Struktur organisasi perangkat daerah yang baru ini akan menjadi lebih bermakna dalam mewujudkan visi Jawa Tengah 2025-2029 ketika didukung oleh personil dan budaya organisasi yang kompatibel. “The man behind the gun“, sumber daya manusia yang sama penting untuk Ngopeni Nglakoni Jawa Tengah. (*)

Ngopeni Ngelakoni

Hujan Ekstrem, Pemprov Jateng Modifikasi Cuaca di Jepara, Kudus, dan Pati hingga 20 Januari

KENDAL – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah terus mengintensifkan langkah penanganan cuaca ekstrem yang berdampak pada banjir dan longsor di sejumlah wilayah. Salah satu upaya yang dilakukan adalah mengkoordinasikan untuk dilakukan modifikasi cuaca di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati yang dijadwalkan berlangsung dari 15-20 Januari 2026. “Hingga tanggal 20 (Januari), kita melakukan rekayasa cuaca di beberapa daerah, yang paling utama di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati,” kata Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin seusai menghadiri acara Istighotsah dan Pembinaan Organisasi dalam rangka Hari Lahir Nahdlatul Ulama (Harlah NU) dan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Gedung MWCNU Kaliwungu, Kabupaten Kendal, Jumat, 16 Januari 2026. Ia menjelaskan, Pemprov Jateng secara intensif memantau perkembangan cuaca pascapelaksanaan modifikasi cuaca. Upaya tersebut dilakukan sebagai ikhtiar untuk mengurangi intensitas hujan agar tidak terpusat di satu wilayah sehingga risiko banjir dapat ditekan. Ia mengungkapkan, program modifikasi cuaca membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Proses tersebut melibatkan penggunaan helikopter yang diterbangkan beberapa kali ke wilayah sasaran untuk melakukan penyemaian awan. Khusus di Kabupaten Pati, Pemprov Jateng mengerahkan beberapa helikopter untuk mengatur distribusi awan hujan agar tidak turun di wilayah tertentu saja. Dengan cara ini, diharapkan genangan dan banjir tidak makin meninggi. Meski demikian, Taj Yasin menegaskan bahwa seluruh ikhtiar tersebut tetap harus diiringi dengan doa. Selain ikhtiar teknis, tokoh yang akrab disapa Gus Yasin ini juga menekankan pentingnya pendekatan spiritual melalui istighotsah. Ia mengajak seluruh jemaah untuk turut mendoakan Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Kendal, yang saat ini masih terdampak banjir. “Saya mohon Jawa Tengah, termasuk Kendal yang sedang kebanjiran, untuk didoakan,” tuturnya.(*)

Scroll to Top