Ngopeni Ngelakoni

Ngopeni Ngelakoni

Cegah Kekerasan Perempuan dan Anak, Wagub Jateng Kukuhkan 90 Relawan Paralegal Muslimat NU, Ini Tugasnya

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menghadiri peluncuran program Relawan Paralegal Muslimat NU yang digelar Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU setempat di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Minggu 20 April 2025. Sebanyak 90 relawan dari seluruh kabupaten/kota di Jawa Tengah dikukuhkan untuk bertugas memberikan pendampingan hukum dan psikososial kepada perempuan, anak, dan kelompok rentan lainnya. “Kami senang, Pemprov Jateng saat ini sudah melakukan MoU dengan Muslimat NU. Ini bentuk sinergi yang penting,” kata Gus Yasin dalam sambutannya. Program ini dinilai menjadi langkah strategis dalam upaya menekan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masih tinggi di Jawa Tengah. Gus Wagub menyambut baik inisiatif yang sejalan dengan visinya bersama Gubernur Ahmad Luthfi melalui program Kecamatan Berdaya. “Lima tahun ke depan, kami memiliki program Kecamatan Berdaya yang menyasar perlindungan dan pemberdayaan perempuan, anak, dan disabilitas,” katanya. Gus Yasin menyebut kekerasan terhadap perempuan dan anak masih tinggi. Berdasarkan data Simfoni PPA, korban perempuan di Jateng meningkat dari 939 kasus pada 2022 menjadi 1.019 pada 2024. Sementara korban anak naik dari 1.214 menjadi 1.349 kasus di periode yang sama. Bentuk kekerasan paling dominan adalah fisik pada perempuan (41,3%) dan seksual pada anak (46,6%). Maka peran relawan paralegal menjadi sangat penting untuk mendampingi korban. Tidak hanya dari sisi hukum, tetapi juga ekonomi dan pendidikan. Ia menyoroti masih adanya budaya “pekewuh” atau sungkan di masyarakat, yang membuat korban kekerasan enggan melapor. “Di kota besar seperti Semarang, paralegal mungkin sudah dikenal. Tapi di banyak tempat, korban masih merasa pekewuh. Padahal mereka butuh perlindungan,” ujarnya. Ia menegaskan bahwa tugas relawan paralegal tidak hanya berhenti pada aspek hukum, tetapi juga harus menyentuh sisi sosial dan ekonomi korban. Menurutnya, korban kekerasan harus tetap memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan dan membangun kembali kehidupannya, termasuk mereka yang berasal dari pondok pesantren atau penyandang disabilitas. Dalam acara tersebut, dilakukan penyematan simbolis kepada para relawan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi, disaksikan Ketua TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin dan Ketua PW Muslimat NU Jawa Tengah, Ismawati Hafiedz. Selain itu, ditandatangani pula nota kesepakatan antara Wakil Gubernur dan Menteri PPPA, serta perjanjian kerja sama antara Muslimat NU dengan Kemenag dan Dinas DP3AKB Provinsi Jawa Tengah. Menteri PPPA mengatakan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menangani persoalan kekerasan yang terus meningkat. Ia menyebutkan bahwa 1 dari 4 perempuan di Indonesia pernah mengalami kekerasan. Dan 51 persen anak usia 13–17 tahun mengaku pernah menjadi korban, terutama di lingkungan keluarga. Ia pun berharap Jawa Tengah bisa menjadi percontohan nasional dalam penanganan kekerasan secara terpadu hingga ke tingkat desa. “Saya percaya, kekuatan untuk mencegah kekerasan tidak hanya datang dari pemerintah. Masyarakat, termasuk organisasi seperti Muslimat NU, adalah pilar utama,” tutupnya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Sebut Dekranasda ‘Organisasi yang Seksi’, Harus Bawa UMKM Naik Kelas

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) adalah organisasi yang seksi. Organisasi ini dibutuhkan banyak pihak karena menyangkut mata pencaharian, dan peluang usaha yang bisa menghidupi masyarakat.  “Jika (Dekrabasda) bisa menghasilkan 100 karya UMKM per hari, bisa dibayangkan peluang usaha yang menjanjikan dan disumbangkan melalui Dekranasda ini,” kata Gus Yasin, saat memberikan sambutan pengukuhan pengurus Dekranasda Provinsi dan pelantikan 35 Ketua Dekranasda kabupaten/kota se-Jawa Tengah, oleh Ketua Dekranasda Jateng Hj Nawal Nur Arafah Yasin, M.S.I, di gedung Gradika Bhkati Praja, Jl Pahlawan Semarang, Kamis 17 April 2025. Gus Yasin, yang juga Ketua Dewan Penasehat Dekranasda Provinsi itu menambabkan, posisi Deskra  menjadi lebih strategis karena dalam kepengurusan 2025-2030 ada pengurus dari pihak swasta.  “Ini prinsip kerja pak Gubernur Jateng (Ahmad Luthfi), yaitu selalu mengedepankan kolaboraif governent,” Ucap suami Hj. Nawal itu.  “Dekranasda juga melibatkan pengusaha yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan keuangan dan perbankan. Sehingga, kesempatan ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh UMKM untuk berkembang.” Lanjutnya. Ke depan, kata Wagub, perbankan didorong agar UMKM meningkat dan juga bisa mendukung kekayaan kebudayaan.  “Syukur-syukur para pengurus dari perbankan bisa membantu memfasilitasi permodalan untuk para UMK, supaya bisa maju,” kata Wagub.  Menurutnya produk kerajinan  tanah air tidak kalah dengan negara lain. Contohnya batik. Dulu anak-anak malu memakai baju batik. Tapi sekarang batik sudah menjadi trend pakaian anak muda.  “Produk batik kita sudah didaftarkan ke UNESCO, sebagai Warisan Budaya Takbenda,” tambahnya.  Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah Hj Nawal Arafah Yasin usai melantik kepengurusan Dekranasda provinsi dan 35 kabupaten/kota mengatakan, kepengurusan dibawah kendalinya harus mampu membawa UMKM naik kelas.  Dikatakan, masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus dikerjakan oleh Dekranasda Jawa Tengah untuk menggali potensi UMKM sehingga diakui di tingkat nasional dan internasional. Selain itu, Dekranasda Jawa Tengah juga mengedepankan prinsip inklusif dan berkeadilan. Perhatian tidak hanya kepada UMKM nonrentan, tetapi juga kepada kelompok rentan, seperti disabilitas, miskin, perempuan korban kekerasan rumah tangga, dan masyarakat miskin.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Dorong Kesejahteraan Guru PPPK, Taj Yasin Kawal Proses Mutasi Lebih Dekat Rumah

KUDUS – Komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan guru kembali ditegaskan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah periode 2018–2023, Taj Yasin Maimoen. Salah satunya melalui upaya memfasilitasi proses mutasi ratusan guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar bisa mengajar di sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal mereka. Hal ini disampaikan Taj Yasin saat meresmikan penggunaan bantuan CSR Indoor dari PT Sukun Wartono Indonesia untuk SMA Negeri 1 Gebog, Kabupaten Kudus, Jumat (17/4/2025). “Guru PPPK ada yang ingin dekat dengan keluarganya. Ini penting untuk mendukung kenyamanan mereka dalam bekerja, sehingga bisa memberikan pembelajaran yang maksimal,” ujarnya yang akrab disapa Gus Yasin itu di hadapan guru dan siswa. Menurutnya, hingga awal tahun 2025 ini terdapat sekitar 600 guru PPPK di wilayah Jawa Tengah yang telah mengajukan permohonan mutasi.  Permohonan tersebut, katanya, sudah mendapatkan lampu hijau dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Republik Indonesia. “Sekarang tinggal menunggu persetujuan dari Menpan RB. Proses ini harus kita kawal bersama,” tegasnya. Perhatian terhadap isu mutasi guru PPPK menjadi penting, mengingat sebelumnya Undang-Undang ASN Tahun 2023 Pasal 1 Ayat 4 menyebutkan bahwa PPPK tidak bisa mengajukan pemindahan tugas. Mutasi dianggap sebagai bentuk pengunduran diri. Namun, menurut Gus Yasin, pemerintah pusat telah memberikan sinyal positif untuk membuka ruang perpindahan tugas dengan mekanisme yang lebih baik. Dengan adanya perhatian dari pemerintah provinsi hingga pusat, harapan akan kebijakan mutasi yang lebih fleksibel bagi guru PPPK di masa depan kian terbuka. Langkah ini bukan hanya mendukung efisiensi kerja, tapi juga memperkuat kualitas pendidikan berbasis kesejahteraan guru.***

Ngopeni Ngelakoni

Taj Yasin Minta Jaga Kualitas Makanan Program MBG

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin (Gus Yasin) meminta kepada pelaksana program Makan Bergizi Gratis (MBG), agar menjamin kebersihan dan kualitas makanan yang disajikan. “Saya mohon dijaga kebersihannya, dijaga kualitasnya. Tadi saya dengar di salah satu kabupaten yang makanannya sudah tidak baik. Nah, ini harus kita tinjau,” kata Gus Yasin, seusai berkegiatan di Kabupaten Kudus, Jumat (18/4/2025). Dia mengingatkan, program MBG bukan sekadar bagi-bagi makanan, tetapi tetap akan ada proses evaluasi dan akreditasi bagi pelaksananya. “Kalau memang baik, layak, ya diteruskan. Kalau tidak, bisa diganti,” ujar nya yang juga sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan MBG Jawa Tengah ini. Hingga kini, lanjut Gus Yasin, sudah ada 129 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, yang tersebar di 35 kabupaten/ kota di Jawa Tengah. “Di Kabupaten Kudus sendiri sudah ada lima dapur yang berjalan. Kemarin kami sudah kumpulkan seluruh Sekda kabupaten/ kota di Jawa Tengah di Semarang untuk koordinasi,” ujarnya. Menurut wagub, koordinasi itu penting mengingat adanya arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN), jika setiap kabupaten/kota nanti akan dibangun tiga SPPG baru oleh pemerintah pusat. “Sekarang kita tinggal menunggu proses seleksi,” jelasnya. Ditambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mengusulkan 21 SPPG tambahan, yang dinilai siap beroperasi sebagai dapur MBG. Lokasi-lokasi itu sedang dalam proses seleksi oleh BGN. Taj Yasin menegaskan, program MBG bukan hanya untuk memenuhi gizi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga harus memenuhi standar kelayakan. Program tersebut akan terus dimonitor dan dievaluasi secara berkala. Sebagai informasi, program MBG merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menekan angka stunting, memperbaiki asupan gizi anak-anak, dan memberdayakan pelaku UMKM lokal melalui pengadaan bahan pangan.***

Ngopeni Ngelakoni

Dorong Peningkatan Mutu Pendidikan, Gus Yasin Resmikan Gedung Serbaguna SMA Negeri 1 Gebog Kudus

Gedung tersebut dibangun melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Sukun Wartono Indonesia (SWI) senilai Rp1,3 miliar. Dalam sambutannya, Gus Yasin mengapresiasi peran sektor swasta yang turut memperkuat fasilitas pendidikan di daerah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dan berkualitas. “Alhamdulillah, ini akan menunjang kegiatan-kegiatan, khususnya kegiatan ekstra yang diadakan oleh SMA Negeri 1 Gebog. Besar harapan kami ini bisa bermanfaat dan semakin menambah kualitas dan mutu pendidikan,” ujar Gus Yasin. Gedung serbaguna ini menjadi fasilitas penting bagi 1.271 siswa yang saat ini menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Gebog. Jumlah tersebut terdiri dari 426 siswa kelas X, 433 siswa kelas XI, dan 422 siswa kelas XII. Dengan jumlah warga sekolah yang besar, kehadiran fasilitas baru ini diharapkan mendukung berbagai kegiatan, mulai dari olahraga, seni, hingga forum pelajar yang mendorong pengembangan soft skill. Peresmian gedung ini juga mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang mendorong hadirnya satu SMA unggulan di setiap kecamatan. Program ini diinisiasi oleh Gubernur Ahmad Luthfi dan Wakil Gubernur Taj Yasin untuk memastikan pemerataan akses pendidikan berkualitas. Kebijakan ini juga dianggap sebagai solusi dari tantangan sistem zonasi, yang selama ini menjadi keluhan sebagian masyarakat. Dengan hadirnya fasilitas yang merata, setiap kecamatan diharapkan mampu melahirkan sekolah-sekolah unggul yang diminati masyarakat sekitar.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Tanam 1.000 Bibit Pohon di Kawasan Waduk Logung, Pesan: Senyumnya Alam Senyumnya Kita

KUDUS – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) menghadiri kegiatan penanaman pohon dan halalbihalal bersama komunitas Laskar Lereng Muria (LLM) di kawasan wisata Speedboat Waduk Logung, Desa Kadangmas, Kudus, Jumat 18 April 2025. Acara ini turut dihadiri perwakilan dari PT Sukun dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Pemali Jratun. Sebanyak 1.000 bibit pohon ditanam. Jenisnya beragam, mulai dari alpukat, mangga, durian, hingga pete. Ketua LLM, Agus Riyawan menjelaskan, organisasinya adalah komunitas pecinta lingkungan yang berdiri sejak 2021 dan telah berbadan hukum di bawah SK Kemenkumham. Sejak awal, LLM aktif melakukan penanaman di kawasan Pegunungan Muria, Patiayam, hingga Pegunungan Kendeng. “Selain itu, kami juga fokus bersih-bersih sungai dan lingkungan. Bahkan pasca Pilkada kemarin, kami bikin aksi bersih paku dari pepohonan,” kata Agus. Menurutnya, kegiatan ini adalah bentuk komitmen untuk terus menjaga dan melestarikan alam. Ia berharap gerakan ini bisa terus meluas dan menginspirasi komunitas lainnya. Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin mengapresiasi semangat LLM yang terus konsisten dalam menjaga lingkungan. Ia juga senang karena bibit pohon yang ditanam jenis yang menghasilkan buah dan bisa dinikmati bersama di masa depan. “Saya suka dengan taglinenya LLM, ‘Senyumnya Alam adalah Senyumnya Kita.’ Karena memang kita hidup dari alam ini, dan akhirnya akan kembali ke alam juga. Maka harus kita jaga dan lestarikan,” kata Gus Yasin. Kendati demikian, Gus Yasin mengingatkan pentingnya edukasi kepada masyarakat sekitar agar pohon-pohon yang sudah ditanam bisa dirawat dengan baik. “Saya sering diundang ke kegiatan seperti ini, tapi kadang pohon yang sudah ditanam ternyata mati atau bahkan dicabut. Kita butuh edukasi (ke masyarakat) agar tanaman bisa tumbuh dan bermanfaat,” tegasnya. Sebagai informasi, Bendungan atau Waduk Logung telah bermanfaat mengurangi debit air Sungai Logung dan potensi banjir di sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, dengan debit 104,5 meter kubik per detik. Selain itu juga digunakan sebagai irigasi lahan pertanian seluas 2.821 hektare yang memungkinkan kegiatan pertanian dilakukan sepanjang tahun. Air dari waduk ini juga untuk menyediakan sumber air bersih masyarakat di Kabupaten Kudus, dengan kapasitas penyediaan rata-rata 200 liter per detik. Pemanfaatan lainnya yaitu untuk menggerakkan turbin, sehingga menghasilkan energi listrik dengan potensi mencapai 0,5 megawatt.***

Ngopeni Ngelakoni

⁠Komitmen Kab/Kota Dukung MBG, Gus Yasin: Kita Bisa Bergerak Lebih Cepat

SEMARANG – Pemerintah Kabupaten/Kota di Jawa Tengah menyatakan komitmennya dalam mendukung percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah masing-masing. Dengan cara menyediakan lahan ataupun bangunan untuk pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Dukungan itu disampaikan oleh para Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten/Kota di Jateng dalam Rapat Koordinasi tentang Program MBG antara Badan Gizi Nasional (BGN) dengan Pemerintah Kabupaten/Kota se-Jateng di Wisma Perdamaian, Kota Semarang pada Kamis, 17 April 2025.  Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin Maimoen, yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Percepatan Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Jateng.  Staf Khusus Badan Gizi Nasional, Redy Hendra Gunawan, mengatakan, akan dibangun tiga unit SPPG di setiap kabupaten/kota. Pendanaannya melibatkan pemerintah daerah untuk biaya modal dan APBN untuk biaya operasional.  “Program MBG ini mendukung perekonomian daerah, karena akan ada pemenuhan bahan baku untuk dapur SPPG, yang mensyaratkan pembeliannya melalui BUMDes, koperasi, atau UMKM,” ucapnya. Berdasarkan perhitungan dari BGN, 80% anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan MBG digunakan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku dapur SPPG. Ia berharap akan ada banyak dana yang tersalur untuk bahan baku, sehingga mampu mendorong perputaran uang dan meningkatkan taraf perekonomian daerah.   Pada kesempatan itu, Wagub mengatakan, Pokja MBG Jateng telah memetakan aset Pemprov Jateng yang dapat dimanfaatkan sebagai SPPG. Hasilnya, ada 21 aset milik Pemprov Jateng serta 1 aset milik BUMD berupa 12 bangunan dan 7 bidang tanah yang dapat dimanfaatkan. Selain itu, ada 34 SMK yang memiliki catering/tata boga/kantin tipe A dan sudah bersertifikat BPOM. Wagub menyatakan, pemerintah kabupaten/kota menyampaikan bahwa lahan yang diminta untuk MBG sudah tersedia.  “kita bisa bergerak lebih cepat,” katanya.***

Ngopeni Ngelakoni

Wagub Jateng Minta Ada Ekstrakurikuler Keagamaan Tambahan di Sekolah

SEMARANG – Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Taj Yasin (Gus Yasin), mengusulkan penerapan pilihan kegiatan ekstrakurikuler tambahan pada bidang keagamaan di sekolah. Hal itu disampaikannya saat menerima silaturahmi sejumlah pimpinan dari Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Jateng, di kantornya, Kamis 17 April 2025. Ekstrakurikuler keagamaan, kata Gus Yasin, akan melengkapi pada bidang-bidang lain yang selama ini sudah dijalankan. “Kita ingin dorong ekstrakurikuler yang keagamaan. Misal, mungkin di Islam ada madrasah, di Kristen ada sekolah minggu,” ujarnya. Gus Yasin ingin usulan itu untuk dikaji dan juga didukung peran Kanwil Kemenag Jateng, untuk menjadikan keagamaan sebagai salah satu pilihan ekstrakurikuler di sekolah. Pihaknya meyakini, bila pondasi keagamaan dikuatkan sejak dini maka dampak ukuran toleransi antar umat beragama akan makin baik. “Saya yakin kalau keagaaman kuat, toleransi makin tinggi,” ujar Gus Yasin. Pihaknya ingin, menguatkan keagamaan sebagai landasan setiap anak bangsa. “Artinya ingin menguatkan (keagamaan) itu. Sehingga beragama bisa benar-benar menjadi kewajiban dan tanggung jawab pribadi,” ujar dia. Lebih lanjut, dalam kunjungan Kanwil Kemenang Jateng tersebut, terdapat usulan dari Bimas Islam, Kristen, Katholik, Buddha, hingga Hindu. Mereka ingin Pemprov Jateng untuk memberikan untuk dukungan finansial kepada guru agama pada masing-masing kepercayaan. Selain itu, mereka juga menyampaikan akan menghadapi event kompetensi keagamaan tingkat nasional. Artiny, dukungan seperti pendanaan, pemusatan latihan (training center) bisa didukung Pemprov Jateng. Hal itu bertujuan untuk membawa prestasi nama Jateng pada ajang keagamaan tingkat nasional.***

Ngopeni Ngelakoni

Dekranasda Bakal Revitalisasi Showroom di Bandara Ahmad Yani

SEMARANG – Dewan Kerajinan Nasional Daerah( Dekranasda) Provinsi Jawa Tengah akan melakukan revitalisasi gerai pameran (showroom) yang ada terminal kedatangan bandara Ahmad yani Semarang.  Salah satu caranya adalah dengan mengusulkan pemindahan di lokasi yang lebih strategis, sehingga bisa lebih menarik pengunjung.   “Kami akan meminta lokasi gerai Dekranasda yang di bandara untuk dipindahkan ke lokasi yang lebih strategis,” kata Ketua Dekranasda Jawa Tengah, Nawal Arafah Yasin usai melantik pengurus Dekranasda Provinsi Jawa Tengah dan Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota di Gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang pada Kamis, 17 April 2025.  Menurut dia, gerai Dekranasda yang berada di Bandara Ahmad Yani dinilai tidak menarik karena berada di terminal kedatangan. Padahal, gerai tersebut merupakan ruang untuk memamerkan produk-produk  Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) unggulan dari Jawa Tengah.  Nawal menyampaikan, keberadaan Dekranasda dalam mendukung pertumbuhan usaha dan industri kerajinan tangan di  Indonesia  telah membawa dampak yang positif.  Hadir dan adanya juga memainkan peran penting dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya kerajinan tangan dalam budaya dan ekonomi Indonesia.  Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jateng, lanjut Nawal, total volume usaha UKM di Jawa Tengah, yang notabene mayoritas dalamnya pengrajin, mampu berkontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Tengah tahun 2024 sebesar Rp212,951 miliar, atau sekitar 14,75% dari total PDRB yang sebesar Rp1,817 triliun.  Sedangkan dari sisi kontribusi terhadap penyelesaian masalah pengangguran, jumlah tenaga kerja UKM sebanyak 2,097 juta orang, atau mampu berkontribusi sebesar 10,05% dari seluruh tenaga kerja di Jawa Tengah yang sebanyak 20,86 juta orang.  Pun demikian, lanjut Nawal, masih ada pekerjaan rumah (PR) yang perlu diselesaikan, di antaranya mengenai permodalan hingga persaingan dengan barang impor.  Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin  meminta Dekranasda Jawa Tengah menuntaskan segenap pekerjaan rumah yang dihadapi dengan menjalin kolaborasi bersama stakeholder.  “Saya yakin dengan kepengurusan dan kolaborasi PR yang dihadapi akan dapat dituntaskan,” kata Taj Yasin yang juga merupakan Dewan Pembina Dekranasda Provinsi Jawa Tengah ini.***

Ngopeni Ngelakoni

Lantik Pengurus Dekranasda, Ning Nawal Dorong Promosi, Akses Permodalan, dan UKM Inklusif

SEMARANG– Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jawa Tengah tancap gas berupaya memperkuat perajin kriya dan wastra. Fokus utamanya, ikhtiar meningkatkan promosi, akses permodalan dan UKM inklusif. Hal itu dikemukakan Ketua Dekranasda Jateng Hj. Nawal Arafah Yasin (Ning Nawal), saat pengukuhan dan pelantikan pengurus Dekranasda provinsi dan 35 kabupaten/ kota, Kamis (17/4/2025). Menyitir data BPS pada 2024, total volume usaha UKM termasuk perajin sebesar Rp 212,951 triliun, atau 14,75 persen dari total Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). “Dengan dilantiknya pengurus Dekranasda Jateng, kita berharap UMKM kecil naik kelas. Terkait permodalan kita kolaborasi dengan OJK, BKK, Bank Jateng kita beri akses permodalan pada UMKM kecil dengan bunga yang ramah,” tuturnya. Di samping itu, Nawal juga menggaungkan perhatian kepada perajin atau UKM rentan. Di antaranya, mereka perajin dari disabilitas, perempuan korban kekerasan atau perempuan miskin. “Dekranasda kini menggaungkan inklusif dan berkeadilan. Perhatian tidak hanya kepada UMKM nonrentan, juga kepada mereka dari kelompok rentan, seperti disabilitas, miskin, perempuan korban kekerasan rumah tangga, dan masyarakat miskin saya gaungkan, untuk bisa memberdayakan UMKM yang rentan ini,” ungkapnya. Selain itu, pihaknya berencana merevitalisasi pusat belanja milik Dekranasda Jateng yang berada di bandara, agar lebih aksesibel. Nawal juga akan menggalakkan gerakan beli produk UMKM bagi para ASN, swasta, dan masyarakat. Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen, berharap pengurus Dekranasda yang baru mampu membawa UKM ke level tinggi. Menurutnya, UKM adalah tulang punggung perekonomian Indonesia. “Ini PR besar untuk kawan-kawan Dekranasda, agar mampu mendampingi pelaku ini meningkatkan produktivitas, berstandar baik nasional maupun internasional. Kita ingin lima tahun ke depan, pengusaha kreatif, kita dorong untuk pasar dan berpameran ke nasional juga internasional,” pungkas Yasin.***

Scroll to Top