News

News

Solusi Luthfi-Yasin Tekan Angka Kekerasan Anak dan Ibu di Jateng, Ada Rumah Perlindungan Per Kecamatan

SEMARANG – Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen bakal membuat rumah perlindungan terhadap anak, ibu, dan disabilitas. Rencananya bakal ada satu rumah perlindungan di tiap kecamatan di Jawa Tengah. Ahmad Luthfi mengatakan, angka kekerasan anak dan ibu di Jateng mencapai 995. Ternyata angka itu membuat provinsi ini “Juara 3” di Indonesia. Melihat bahaya dan banyaknya angka kekerasan itu maka rumah perlindungan per kecamatan di Jateng bakal menjadi solusi. Meski tidak serta merta 100 persen menghilangkan, namun cara itu akan efektif menekan sehingga akan turun dalam waktu relatif singkat. “Satu rumah perlindungan anak, ibu dan disabilitas di tiap kecamatan. Tekan angka kekerasan,” ujar Ahmad Luthfi saat menghadiri acara Silaturahmi Akbar dan Konsolidasi Sahabat Perempuan Politik Lugas Jateng dan Kabupaten/Kota di Jawa Tengah di Hotel Patra Jasa Kota Semarang, Rabu, 13 November 2024. Hadir di acara tersebut yakni pimpinan 15 Parpol pengusung dan pendukung. Di antaranya PKB, Gerindra, Golkar, Nasdem, PPP, PAN, PKS, PSI, Demokrat, Partai Bulan Bintang, Partai Buruh, Perindo, Partai Gelora, Partai Garuda, Partai Prima. Cagub nomor urut 2 tersebut juga menyampaikan bahwa perlindungan itu sebenarnya sudah diatur dalam Perda Nomor 1 Tahun 2022 tentang Bantuan Hukum, sehingga sudah ada payung hukum untuk pelaksanaannya. Sementara itu, Taj Yasin Maimoen menekankan bahwa perlindungan pada perempuan, anak dan disabilitas sudah menjadi kewajiban. Hal itu sudah dilakukan saat ia masih menjabat sebagai Wakil Gubernur periode 2019-2024. “Banyak ibu-ibu yang protes, mengapa saat debat tidak menyinggung perlindungan perempuan. Tenang saja, itu sudah kami lakukan,” tandasnya. Di acara tersebut, Koordinator Sahabat Perempuan Politik Lugas Jateng, Ida Nur Saadah mengatakan, peran perempuan dalam pemenangan paslon Luthfi-Yasin sangat besar. Jumlah data pemilih di Jateng sebanyak 28,4 juta. Jumlah pemilih perempuan lebih banyak dari laki-laki yakni 14,2 juta berbanding 14,1 juta. Untuk itu para perempuan penggerak parpol akan terus bergerak turun bertemu masyarakat untuk meningkatkan elektabilitas Luthfi-Yasin. Terlebih lagi para calon-calon legislatif yang ikut bertarung di Pileg awal tahun ini. Mereka memiliki konstituen yang bisa digerakkan untuk nyoblos paslon nomor urut 2. “Suara perempuan ini besar dan tidak bisa dipandang sebelah mata. Kita terus bergerak untuk menyosialisasikan Bapak Ahmad Luthfi dan Gus Yasin,” katanya. Perwakilan pimpinan parpol, Sekretaris DPD Partai Demokrat Jateng Kartina Sukawati mengatakan, pihaknya all out dalam pemenangan Luthfi-Yasin. Hal itu sudah diinstruksikan oleh Ketum Agus Harimurti Yudhoyono. “Kami all out. Seluruh kader Demokrat wajib memenangkan Pak Luthfi dan Gus Yasin,” kata Kartina. Di acara yang juga dihadiri istri Gus Yasin, Nawal Nur Arafah Yasin itu juga dilakukan ikrar dukungan. Simulasi pencoblosan surat suara juga dilakukan bersama.***

News

Gus Yasin Minta Masyarakat Tidak Percaya Hoaks dan Fitnah Kepada Cagub Ahmad Luthfi

SEMARANG – Cawagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), meminta kepada masyarakat untuk tidak percaya berbagai serangan fitnah dan hoaks baik langsung maupun melalui media sosial terkait sosok cagub Ahmad Luthfi, yang dia dampingi. “Seperti beredarnya foto karangan bunga di Jogjakarta, yang mengatasnamakan mas Ahmad Luthfi mengucapkan selamat atas sebuah tempat miras. Ini fitnah luar biasa,” kata Gus Yasin, saat mendampingi Ahmad Luthfi, di depan silaturahim akbar perempuan Lugas (Luthfi-Gus Yasin) di Patra Jasa Hotel Semarang, Rabo 13 Nopember 2024. Menurut Gus Yasin, sebagai pendamping, dia pernah menanyakan langsung kepada mantan Kapolda Jateng itu. Dan dijawab oleh Ahmad Luthfi, bahwa foto hoaks itu terjadi di Jogjakarta. “Sudah Gus, tidak usah ditanggapi. Itu katanya di Jogja ya, dan disebut atas nama Kapolda, berarti itu hoaks sudah lama. Sementara Mas Luthfi Kapolda Jawa Tengah, jadi tidak tahu sama sekali,” kata Gus Yasin menirukan jawaban Ahmad Luthfi. Namun imbuh Gus Yasin, makin dekat pilgub Jateng yang tinggal kurang 14 hari, makin banyak serangan fitnah yang ditujukan kepada paslon 2 (Luthfi-Yasin). Itu adalah cara-cara kotor yang tidak menghormati satu sama lain. Menghalalkan cara untuk membunuh karakter paslon lain demi untuk menang. “Padahal kita sama-sama punya niat baik membangun Jawa Tengah. Kita sama-sama kader terbaik yang sedang menawarkan ide dan gagasan buat perbaikan Jawa Tengah, mengapa mesti memfitnah dan membunuh karakter sesama paslon?” tanya Gus Yasin. Dia mengaku harus mengatakan hal ini, mengingat Ahmad Luthfi tidak mungkin akan membantah sendiri. Apa lagi, katanya, Ahmad Luthfi tipenya pendiam. Diserang difitnah diam saja. Menganggap fitnah itu seperti anak kecil yang sedang menangis. Nanti akan diam sendiri kalau kecapean. “Itulah Mas Luthfi, tidak mau membantah kalau difitnah. Tidak mau membalas kalau diserang kampanye hitam. Bahkan tidak mau melihat sosmed supaya tidak terpancing. Saya sampai tidak tega dan harus meluruskan di setiap kesempatan,” tambah suami Ning Nawal itu. Karena itu, Gus Yasin meminta kepada wanita Lugas untuk membantu meluruskan di masyarakat. Bahwa konten-konten hoaks tidak usah dipercaya. Lebih baik fokus bergerak untuk memenangkan paslon 2 Luthfi-Yasin.***

News

Berdayakan Perempuan, Nawal Yasin Punya Program “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng”

SEMARANG – Isteri calon wakil gubernur Jawa Tengah, Nawal Nur Arafah (Nawal Yasin), menjelaskan, untuk mengurus kaum perempuan Jawa Tengah, kedepan punya program “Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng”. Adalah program khusus untuk pemberdayaan perempuan dak anak. Hal itu dikatakan Nawal Yasin saat memberi sambutan di acara Silaturahim Akbar Perempuan Lugas (Luthfi-Gus Taj Yasin) Jawa Tengah, di Patra Jasa Hotel Semarang, Rabo 13 November 2024. “Kami punya banyak program untuk pemberdayaan perempuan dan anak Jawa Tengah. Kami akan menyempurnakan program yang sudah kami lakukan 5 tahun ini, yaitu Jatent Gayeng Nginceng Wong Meteng,” kata Nawal Nur Arafah Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng ini menurutnya, untuk mengatasi kasus kematian ibu dan anak. Juga untuk mengurangi angka stunting di Jawa Tengah. “Progrgam teknisnya melibatkan 4 fase layanan optimal kepada Ibu hamil dalam pertumbuhan sehat, juga mengawasi perkembangan bayinya,” imbuh alumni Syiria ini. Program ini juga dilengkapi PPA Satuan Pelayanan Terpadu – Perlindungan Perempuan dan Anak. Korban kekerasan yang membutuhkan bisa melapor dan akan mendapat bantuan dan perlindungan. Nawal Nur Arafah juga memiliki program Serat Kartini Sekolah Perempuan untuk membudayakan literasi pendidikan bagi kaum perempuan. Juga ada Distara, Desa Sejahtera Pemberdayaan Ekonomi Perempuan. Untuk gerakan orang tua asuh, ada program Gapuro Gayeng. Yaitu Gerakan Perubahan Pola Asuh Orang Tua. Juga ada program Pelatihan Para Legal untuk edukasi soal peraturan dan hukum. “Untuk mempermudah program semuanya kami akan fasilitasi Aplikasi namanya Apem Ketan, yakni Pemetaan Kelompok Rentan,” imbuhnya. Untuk pesantren, Nawal Yasin bersama Gus Yasin punya program Pesantren Ramah Anak yang dikerjasamakan dengan Unesco. Ada juga Gerakan Pria Peduli Perempuan Dan Anak (Garpu Perak). Ini untuk meningkatkan Partisipasi Pria kampanye gerakan peduli untuk memimalisir Patriarki. “Garpu Perak ini untuk mengalang partisipasi peran laki lali peduli kepada perempuan dan anak, untuk meningkatkan partisipasi perempuan dalam mengambil keputusan,” jelasnya.***

News

Minta Dukungan, Gus Yasin Sowan Para Alumni Ploso di Grobogan

GROBOGAN- Menyambung alumni Pondok Ploso Kediri Jawa Timur yang ada di Jawa Tengah, Gus Yasin, Cawagub Jateng sowan sesepuh alumn Ploso yang ada di Grobogan, Selasa malam 12 November 2024. Salah satunya silaturahim kepada KH Yuhri Wafa, Pengasuh Ponpes Fadlulloh di Gubug Grobogan. Dialah sesepuh alumni Ploso yang disegani masyarakat. Di Grobogan ada sekitar 500 almuni Ploso yang umumnya menjadi Kyai dan punya Pondok Pesantren. Tiba pukul 21.00, Gus Yasin diterima langsung Pak Kyai berserta para alumni Ploso yang lain. Diterima di rumah utama yang interiornya penuh kayu jati estetik. Mereka bercengkerama lebih dari dua jam. Gus Yasin menyampaikan selain silaturahim juga minta doa dan dukungnya agar para alumni Ploso khususnya di Grobogan bisa mengajak masyarakat lainya untuk mencoblos paslon 2 (Luthfi-Yasin) pada pilgub Jateng 27 Nopember nanti. “Nyuwun dungo-dungonipun Yai, mugi kulo lan Mas Luthfi saged ngemban amanah dateng pemerintahan Jawa Tengah kanti berkah kan manfaat,” kata Gus Yasin. Kyai Yuhri Wafa ketika diminta tanggapanya menyampaikan Gus Yasin adalah guru karena putra Mbah Maimoen Zubaer. Maka sebagai santri wajib khidmah dengan membantu memenangkanya. “Alhamdulilah Gus Yasin rawuh, beliau putra Syaikhuna Mbah Maimoen, bagi kami para santri tidak ada kata lain kecuali khidmah kepada beliau, nderek apa yang beliau dawuhkan kepada kami,” kata Kyai Yuhri. Dari berharap, semoga Gus Yasin bisa mengemban amanah di pemerintahan sehingga manfaat buat agama dan pesantren. Sebelum pulang, Gus Yasin diminta foto bersama keluarga Ponpes. Dilanjutkan foto bersama dengan para alumni Ploso maupun pondok Sarang, pondok Mbah Maimoen Zubair ayah Gus Yasin. Sorenya, Gus Yasin juga sowan kepada KH Wan Albachar, pengasuh PP Roudlotut Tholibin, daerah Jetis kecamatan Gubug Kabupaten Grobogan. Di ponpes salaf yang bangunanya masih kuno dan nyentrik ini, diterima langsung Pak Kyai. Gus Yasin sudah tiga kali berkunjung. Alumni Termas Pacitan yang punya ribuan santri laki dan perempuan ini, menyampaikan isnyaa Alloh di lingkungnya dukungan buat paslon 2 Luthfi-Yasin total. Gus Yasin juga didoakan bersama keluarga pesantren. Bahkan saat pamitan pulang dicegat para santri perempuan untuk foto bareng di halaman. Di Grobogan, Gus Yasin juga sowan Ponpes Buq’ah Mubarokah di Pahesan Godong, Grobogan. Diterima langsung Pengasuh Ponpes Kyai Hambali Mahfudz. Kepada sang Kyai, Gus Yasin menceritakan awal mula akhirnya maju lagi sebagai calon wakil gubernur. Padahal sudah terpilih menjadi anggota DPD dari Jateng dengan perolehan suara tertinggi 3,8 juta. “Semua demi manfaat yang lebih besar Yai. Sebab dengan menjadi eksekutif, akan bisa membuat kebijakan yang langsung kepada masyarakat. Khususnya buat pondok pesantren,” kata suami Ning Nawal Nur Arafah ini. Sebelum pulang juga didoakan oleh Pak Kyai agar hajat-hajatnya diijabah Gusti Alloh. Menjadi pemimpin yang amanah dan berkah buat Jawa Tengah.***

News

Di depan Gus Yusuf, Gus Yasin Ungkap Pesan Mbah Munib: Pemimpin Jateng Harus Selaras dengan Presiden RI

SEMARANG – Ulama kondang Giri Kusumo Mranggen Demak, Kyai. M Munib Zuhri alias Mbah Munib, mengatakan, untuk suksesnya pembangunan Jawa Tengah kedepan harus ada kesamaan tujuan antara provinsi Jateng dengan pemerintah pusat. Antara gubernur dan presidennya harus satu visi misi dan satu tujuan. Hal itu dikatakan Mbah Munib kepada Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), saat calon wakil gubernur Jawa Tengah itu sowan ke rumah Mbah Munib, Selasa 12 November 2024. “Saya tadi juga baru saja sowan Mbah Munib di Giri Kusumo, beliau memberikan pesan kepada saya, untuk mempercepat pembangunan Jawa Tengah ke depan memang harus sinergi antara pusat dan daerah, artinya kata beliau (Mbah Munib), pemimpin Jawa Tengah kedepan harus orang yang dikehendaki Pak Presiden Prabowo dan mantan presiden RI ke-7 Pak Jokowi,”kata Gus Yasin, saat menghadiri konsolidasi pemenangan calon bupati Grobogan dari PKB (Bambang-Catur), di Grand Master Hotel Purwodadi, Selasa 12 Nopember 2024. Acara ini juga dihadiri Gus Yusuf, Ketua PKB Jawa Tengah. Di depan Gus Yusuf, Gus Yasin mengatakan Mbah Munib tadi berpesan, negara besar ini, termasuk Jawa Tengah harus dikelola oleh pemimpin yang selaras visi-misi dan tujuanya. Antara gubernur dan presiden harus selaras dan sejalan. Kalau tidak pembangunan akan tersendat. “Itulah pesan Mbah Munib yang selaras dengan pesan Pak Presiden Prabowo, bahwa negara besar ini harus dikelola pemimpin yang kompak, baik pusat dan daerah,” imbuh Gus Yasin. Termasuk kabupaten Grobogan, kata Gus Yasin, bupatinya harus Bambang-Catur, yang selaras dengan gubernurnya Luthfi-Yasin, karena koalisinya sama dengan pusat. “Kalau bupatinya selaras dengan gubernur, gubernurnya selaras dengan Presiden, maka semuanya jadi mudah. Misal anggaran pembangunan daerah kurang, tinggal minta ke gubernur, gubernur minta pusat, pasti mudah dan cepat, yang untung masyarakat juga,” imbuh Gus Yasin, di depan Gus Yusuf, dan ribuan hadirin yang hadir.***

News

Safari Pondok Pesantren, Gus Yasin Sowan Pondok Betengan dan Mbah Munib Giri Kusumo

DEMAK – Melanjutkan safari silaturahim pondok pesantren di Demak, Cawagub Jateng, Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin), Selasa 12 November 2024, sowan KH. Muhammad Mahfudz, Pengasuh Pondok Pesantren Bustanu Usysyaqil Quran (BUQ), Jl. Sunan Kalijaga No.35, Tanubayan, Bintoro, Kecamatan Demak, Kabupaten Demak. Gus Yasin yang ditemani isteri Nawal Yasin tiba pukul 09.00 Wib di ponpes Hafalan Quran yang dikenal istilah Betengan tersebut. Diterima pengurus pondok, lalu masuk komplek pondok tradisional yang ada di pinggir jalan daerah Bintoro. Setelah beberapa saat, datang pengasuh Ponpes KH Muhammad Mahfudz yang masih muda. Menemui Gus Yasin untuk berdialog cukup lama. Membahas masalah perluasan pondok hingga masalah-masalah keumatan. “Lahan pondok niki berapa luas jih Yi,” tanya Gus Yasin. Dijawab pengurus tidak begitu luas mengingat tempatnya di pinggir jalan raya. Kemudian belakang pondok juga ada sungai besar yang mengarah ke pantai. Sehingga untuk pengembangan tidak ada jalan lain kecuali meningkat bangunan. Ada 1000 santri wanita dan 300 an santri laki-laki yang menempati bangunan tiga lantai. Untuk santri perempuan ada 1000 dan laki-lakinya sekitar 300 anak. Pondok Betengan ini dikenal banyak meluluskan penghafal Quran. Per tahun bisa meluluskan 200 an santri perempuan dan laki-laki. Tanggal 30 Nopember nanti punya gawe Haflah untuk 200 santri yang lulus 30 juz dengan sanad langsung KH Muhammad Mahfudz. Setelah bercengkerama lebih dua jam, Gus Yasin bersama Ning Nawal diajak ke kamar khusus tamu wanita untuk bertemu Bu Nyai Ponpes. Banyak dawuh-dawuh Bu Nyai buat Gus Yasin yang saat ini maju calon wakil gubernur Jateng. Setelah sowan Ponpes Betengan Demak, Gus Yasin melanjutkan silaturahim Bu Nyai Azizah, Pengasuh Majelis Ponpes Al Maghfur di Jln Raya No 219 Mranggen Demak. Ini adalah majelis Dzikir Al Maghfur, pengajian Selapanan setiap Sabtu Kliwon yang isinya ribuan ibu-ibu kabupaten Demak dan sekitarnya. Yang diisi oleh Bu Nyai Azizah. Sowan di sini cukup lama. Labih dari dua jam. Bersama Gus Yasin dan Ning Nawal Bu Nyai membahas banyak hal termasuk memberikan doa-doa untuk kesuksesan hajat Gus Yasin maju calon wakil gubernur. Dari sini Gus Yasin meluncur ke Giri Kusumo Mranggen sowan Mbah Munib. Pukul 14.00 lansung menuju rumah ulama kondang yang banyak di sowani para pejabat dan kepala daerah ini. Diterima langsung Mbah Munib, Gus Yasin dan Ning Nawal diajak masuk rumah bertemu bertiga. Tidak ada tamu yang lain. Sekitar 20 menit pertemuan, ketiganya keluar rumah lalu Gus Yasin pamitan. Selain jadi langganan pejabat, Mbah Munib dikenal punya majelis pengajian malam Jumat yang jamaahnya hingga puluhan ribu orang.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Joss! Tiga Ponpes Besar Mranggen Demak 99 Persen Siap untuk Menangkan Luthfi-Yasin

DEMAK – Dukungan tak henti-hentinya mengalir buat paslon Gubernur-Wakil Gubernur No. 2 Luthfi-Yasin di pilgub Jateng 27 November 2024. Kali ini dukungan datang dari tiga ponpes besar di Brumbung Mranggen Demak. Dukungan diberikan saat Cawagub Jateng Gus Yasin bersama isteri Nawal Yasin silaturahim ke tiga Ponpes tersebut Senin malam 11 November 2024. Pertama dukungan total datang dari Ponpes Asyarifah 2, Brumbung Mranggen Demak. Melalui Pengasuh Ponpes KH Ahmad Lafif, pondok salaf yang santrinya ribuan orang ini menyatakan siap memenangkan Gus Yasin untuk periode kedua hingga 99 persen. “Meniko Gus Yasin calon wakil gubernur Jawa Tengah. Insya Allah kita siap lanjutkan untuk periode kedua. Semua keluarga pondok dan alumni tidak akan diam, kami akan mengajak semua orang untuk memilih paslon 2 Luthfi-Yasin,”ujarnya di depan para santri yang disambut tepuk tangan. Menurutnya, usaha memenangkan Gus Yasin sebagai hormat santri kepada guru. Sekaligus nyadong (meminta) berkah dari kedatangan dan hajat Gus Yasin maju gubernur. “Kita dengar kabar Gus Yasin maju lagi, tidak ada kata lain kecuali alhamdulilah, Gus Yasin mau memimpin Jateng, sehingga membawa manfaat yang lebih banyak. Gus Yasin teng Jakarta (DPD). Ini kabar menggembirakan bagi kami. Sabagai santri kita samikna wa’atokna (kami dengar kami taat). Insya Allah Mranggen Demak solid, insyaa Alloh Gus Yasi 99 persen menang,”tegas Pak Kyai diamini para santri dan alumni. Pak Kyai menambahkan, untuk memenangkan Gus Yasin akan memulangkan para santri agar memilih. Sekaligus mengajak orang tua saudara dan tetangga untuk memilih palson 2 (Luthfi-Yasin). Dukungan kemenangan juga datang dari PP Tahfidz dan Kitab Ibrohimiyyah 1, Brumbung Mranggen Demak. Saat Gua Yasin datang, pengasuh ponpes KH Imam Suyuti dengan berapi-api siap memenangkan palson 2. “Kyai harus memperkuat ulama ada di pemerintahan, politik bisa untuk memperjuangkan agama Allah. Mugi-mugi Alloh ridho kagem Gus Yasin. Kyai-kyai meh arep menjadikan siapa kalau buka Gus Gus Yasin,” tanyanya di depan ribuan santri. Selain itu, Gus Yasin terbukti 5 tahun menjadi wakil gubernur menjalankan amanah dengan baik. Selain jujur memperjuangkan pondok pesantren dengan bantuan sarana prasarana, juga ada insentif guru madin. “Program wis apik. Lha lek abangan arep ngerti pesantren opo yo bisa, wis ora mungkin. Nakanya yang mengerti pesantren ya hanya Gus Yasin. Contohnya ketika ada kebijakan, full day school, kita menolak karena anak madin tidak bisa belajar sore, ya Gus Yasin yang memperjuangkan,”ujarnya. Karenanya, ponpesnya juga akan memulangkan seluruh santri saat coblosan. Yang kecil pulang untuk memberi tahu orang tua agar nyoblos Gus Yasin. Yang punya hak pilih wajib mengajak yang lain. “Bilang sama orang tua, Gus Yasin adalah anaknya Mbah Maimoen, gurunya guru saya di pondok, tidak usah bertanya uangnya mana, uangnya khidmat kepada guru nanti pahala di akherat,” imbuh Pak Yai. Dukungan untuk menang juga diberikan PP Al Mubarok Brumbung Mranggen Demak. KH Abdulloh Ashib dengan santri ribuan juga siap memenangkan paslon 2 Luthfi-Yasin. Itu disampaikan saat Gus Yasin sowan ke ponpesnya Senin malam. Gus Yasin yang didampingi Ning Nawal Yasin terharu dengan perjuangan pondok pesantren di Demak. Minta doa semoga Gus Yasin diberi amanah Gusti Allah untuk memimpin kembali sebagai wakil gubernur Jawa Tengah bersama cagub Ahmad Luthfi. “Mohon doa-doanipun poro Yai dan semua santri, Kulo lan Mas Luthfi saged memimpin JawanTengah. Sehingga bisa manfaat untuk kemajuan Jawa Tengah, dengan ridho dan berkahipun Gusti Alloh SWT,”ujar Gus Yasin.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Puluhan Ribu Jamaah Rifa’yah Jawa Tengah Siap Menangkan Paslon 2 Luthfi – Gus Yasin

PEKALONGAN – Jamaah Ummahatur Rifa’yah (UMRI) Kabupaten Pekalongan dan Jawa Tengah yang jumlahnya puluhan ribu orang menyatakan mendukung paslon gubernur-wakil gubernur Jateng no 2 (Luthfi-Yasin), pada pilgub Jateng, 27 November 2024. Dukungan itu disampaikan di depan Cawagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) bersama sang isteri Nawal Nur Arafah, dalam pertemuan jamaah Ummahatur Rifa’yah di balai Baitun Na’im Pengampon, kecamatan Wonopringgo, kabupaten Pekalongan, Senin 11 November 2024. “Kami Ummahatur Rifa’iyah kabupaten Pekalongan insyaa Alloh total buat Gus Yasin dan Pak Luthfi. Karena beliau berdua pasangan nasionalis (Ahmad Luthfi) dan agamis (Gus Yasin), Jawa Tengah ini sangat butuh pemimpin nasionalis dan religius,”kata Hj Miskiyah, Ketua Ummahatur Rifa’iyah Kabupaten Pekalongan. Selain itu, katanya, Gus Yasin adalah putra Mbah Maimoen Zubair, pengasuh ponpes Al Anwar Sarang Rembang. Sementara Pimpinan Jamaah Rifa’iyah Jawa Tengah, KH. Abdul Basit, adalah alumni pondok pesantren Al Anwar Sarang Rembang. “Maka, nek Gus Yasin dijiwit keloro, kita juga ikut merasakan. Nah saat ini beliau punya gawe maju calon wakil gubernur, kita harus membantu. Kapan lagi kita akan membalas kebaikan Gus Yasin, sekarang saatnya,” katanya. Dia menyarankan, sepulang dari acara semua bergerak. Mengajak saudara dan tetangga untuk mencoblos paslon 2 Luthfi-Yasin tanggal 27 November 2024. “Poro ibu monggo, Gus Yasin sudah hadir di sini, tugas jenengan ayo moro-moro ngajak-ngajak, di cabang juga begitu, ayo tonggo-tonggo, besan-besan diajak. Mugo mugo tercapai yang diniatkan Gus Yasin dan Pak Ahmad Luthfi,” ujarnya. Hj. Halimah, Ketua Ummahatur Rifa’yah Jawa Tengah yang hadir, menambabkan, Ummahatur Rifa’yah ( UMRI) adalah kumpulan wanita Rifai’yah seperti Muslimah di NU. Saat ini sudah terbentuk kepengurusan dari pusat hingga ranting. Di Jateng sudah ada di beberapa titik. Di Pemalang, Pekalongan, Batang, Kendal, Kabupaten Semarang, Temanggung, Wonosobo, Demak, Grobohan, dan Pati. “Mari kita dukung pasangan 02 Pak Luthfi-Gus Yasin, semoga jadi kembali,” ajaknya. Gus Yasin mengatakan, akan mengajak bersama-sama jamaah Rifa’iyah jika kelak memimpin Jateng. Khususnya dalam membangun keagamaan dan dunia pendidikan. “Insya Alloh jika terpilih kita sareng-sareng ngopeni sedoyo masyarakat Jateng utamanya guru madin, penghafal Quran. Paling panting juga ngurusi perdagingan di Jateng yang benar-benar memberikan kenyamanan umat muslim terkait halalan thoiyiban,” jelasnya. Dia juga mengucapkan terimakasih kepada teman -teman Rifa’iyah di sejumlah kabupaten yang selama ini berjuang sehingga dia terpilih di DPD mengasilkan suara terbanyak pertama di Jateng dan terbanyak kedua nasional. Di akhir acara, KH. Abdul Basit, Pimpinan Jamaah Rifa’iyah Jateng, selain memberi doa juga memastikan jamaahya di seluruh Jawa Tengah wajib memenangkan palson 2 Luthfi-Yasin. “Kulo mboten wantun matur katah, sebab kulo namung tigang tahun mondok wonten Sarang. Namun kami pastikan semua jamaah Rifa’yah se Jawa Tengah yang jumlahnya puluhan ribu wajib memilih paslon 2 Pak Luthfi dan Gus Yasin. Bismillah Alloh mengabulkan doa-doa kita semua,”kata Pak Kyai.***

News, Ngopeni Ngelakoni

Nawal Yasin : Politik Itu Siasah untuk Memperjuangkan Kebaikan

PEKALONGAN – Nawal Yasin, isteri Cawagub Jateng Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) mengatakan, wanita harus melek politik dan kekuasaan. Sebab politik itu siasah (alat) untuk memperjuangkan kepentingan agama dan kebaikan. Hal itu dikatakan Nawal Yasin dalam mengisi tausiah jamaah Ummahatur Rifaiyah kabupaten Pekalongan, di Balai Baitun Naim Desa Pengampon Kecamatan Wonorpringgo, Kabupaten Pekalongan, Senin 11 Nopember 2024. Nawal Yasin yang ditemani Gus Yasin menceritakan, dulunya dia juga tidak paham politik. Tetapi setelah suaminya jadi Wakil Gubernur Jawa Tengahperiode 2018-2023, banyak manfaat yang didapatkan. Utamanya buat perjuangan agama dan pondok pesantren. “Politik niku seperti yang diajarkan Mbah Moen (Kyai Maimoen Zubair), sebagai siasah (alat) dan wasilah untuk menegakkan kalimatullah, untuk memperjuangkan agama,” katanya. Dia mencontohkan, saat Gus Yasin menjadi wakil gubernur sudah digelontorkan Rp 270 milliar untuk insentif guru-guru Madin (Madrasah Diniyah) dan TPQ (Taman Pendidikan Quran). Itu saja baru mengcover 60 persen karena banyak guru Madin dan TPQ yang belum terdaftar di Kemenag. “Insentif guru ini tidak hanya untuk Muslim, tetapi juga untuk guru agama non muslim, jadi semua dapat,” imbuhnya. Saat itu, kata Ning Nawal, para penghafal Quran 30 juz dengan sanad bil ghoib, juga diberi insentif. Bahkan dia dan suaminya ikut keliling memastikan benar-benar disalurkan sesuai aturan. Untuk satu penghafal Quran kala itu mendapat bisaroh Rp 1 juta. “Inilah perlunya ada kader yang masuk pemerintahan sehingga banyak manfaat, untuk memperjuangkan kebaikan agama dan pendidikan, tidak hanya untuk muslim tetapi juga agama lainya,” kata Ning Nawal. Atas dasar itulah, Ning Nawal mohon doa dan dukungan masyarakat agar hajat Gus Yasin maju sebagai calon wakil gubernur kedua kalinya bisa diijabah Gusti Alloh. Untuk melanjutkan program keagamaan mengingat masih banyak yang belum menerima. “Insya Allah kalau diijabah Gusti Allah, nanti insentif akan dikembangkan untuk biasiswa santri agar melanjutkan sekolah keluar negeri. Juga akan memberi pelatihan kepada santri yang standar sertifikat guna melanjutkan karir setelah lulus, karena tidak semua santri jadi Kyai,”kata Nawal Yasin.***

News

Penutupan Debat: Luthfi Serukan Falsafah ‘Ibu Bumi’ dan Taj Yasin Tutup Debat dengan Lir Ilir

SEMARANG – Debat kedua Pilkada Jawa Tengah 2024 ditutup dengan pernyataan mengesankan dari pasangan calon gubernur Ahmad Luthfi dan Taj Yasin Maimoen. Dalam pernyataan penutupnya, Luthfi membawakan filosofi Jawa yang penuh makna tentang pentingnya hubungan antara manusia dan alam, sekaligus visi untuk menjadi pemimpin yang mengayomi semua kalangan masyarakat di Jawa Tengah. Luthfi mengutip pepatah Jawa, “Ibu Bumi kang ditresnani, ibu bumi ingkang bakal jangkepi,” yang berarti “Jika bumi kita cintai, bumi akan mencukupi.” Dengan filosofi ini, ia mengajak masyarakat untuk merenungkan betapa pentingnya menjaga keseimbangan dan harmoni antara manusia dan alam. Menurutnya, pemimpin Jawa Tengah harus memiliki kemampuan untuk “menghubungkan” berbagai lapisan masyarakat serta pemerintah pusat dan daerah, agar tercipta keharmonisan yang diperlukan untuk pembangunan provinsi ini. “Falsafah ini mengingatkan kita tentang tanggung jawab seorang pemimpin Jawa Tengah untuk mampu menghubungkan seluruh elemen masyarakat. Jateng butuh pemimpin yang memahami dan menyatukan semua kalangan, dari rakyat kecil hingga pemangku kebijakan, sehingga suara mereka dapat terdengar dan diperjuangkan,” ujar Luthfi, Minggu, 10 November 2024. Lebih lanjut, Luthfi menegaskan bahwa Jawa Tengah memerlukan seorang pemimpin yang tidak hanya mampu ngopeni (merawat) tetapi juga nglakoni (melaksanakan) program-program yang benar-benar bermanfaat bagi masyarakat. Filosofi ngopeni dan nglakoni, menurutnya, mencerminkan kepedulian yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin, agar segala aspirasi rakyat dapat diwujudkan menjadi tindakan nyata. Mengikuti pernyataan penutup dari Luthfi, Taj Yasin menambahkan rasa terima kasih kepada penyelenggara debat, seluruh pendukung, serta masyarakat Jawa Tengah yang telah mengikuti dan mendukung proses Pilkada ini. Dalam momen yang penuh kehangatan, Taj Yasin mengakhiri penutupan dengan membawakan lagu tradisional Jawa “Lir Ilir”. Lagu ini sarat dengan makna kebangkitan dan semangat, menggugah jiwa untuk bangkit dan berkembang. “Lir ilir, lir ilir, tandure wis sumilir…” lantunan syair ini disampaikan oleh Taj Yasin dengan penuh penghayatan, mengingatkan masyarakat untuk bangkit dan bekerja sama dalam membangun masa depan yang lebih baik. Lagu tersebut tidak hanya menutup debat dengan suasana yang syahdu, tetapi juga menggambarkan harapan besar pasangan Luthfi-Yasin untuk kebangkitan dan kesejahteraan Jawa Tengah yang merangkul seluruh lapisan masyarakat.***

Scroll to Top